Anda di halaman 1dari 6

BAHAN AJAR

Mata Pelajaran : FISIKA


Kelas/Semester : X/2
Hari/Tanggal : Senin,18 september 2017
Alokasi waktu : 1 x 45 menit

A. Judul materi ajar : Sifat Cermin Cembung


B. Uraian Materi
1. Pengertian Cermin Cembung
Cermin cembung adalah cermin yang bidang pantulnya melengkung keluar. Contoh
lain dari cermin cembung adalah kaca spion. Cermin cembung bersifat menyebarkan
sinar (divergen). Sinar-sinar yang sejajar sumbu utama dipantulkan oleh cermin
seolah-olah berasal dari satu titik di belakang cermin yang disebut titik fokus maya.
Titik fokus cermin cembung terletak di belakang cermin dan berada di sumbu utama
cermin. Dengan demikian, titik fokus cermin cembung bernilai negatif karena berada
di belakang cermin.

2. Pembagian ruang dan sifat bayangan pada cermin cembung

Keterangan :
 Verteks (O) adalah titik pusat pantul
 Pusat kelengkungan (M) adalah pusat kelengkungan cermin
 Jari-jari kelengkungan (R) adalah jari-jari cermin
 Sumbu utama adalah garis lurus yang menghubungkan antara pusat
 Fokus utama (F) adalah suatu titik pada sumbu utama yang dilalui sinar pantul
dari sinar datang yang sejajar sumbu utama. Sinar datang yang melalui titik ini
akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Pembagian ruang pada cermin cembung


 Ruang I merupakan ruang antara verteks (O) dengan titik fokus (F)
 Ruang II merupakan antara titik fokus F dengan pusat kelengkungan cermin M
 Ruang III merupakan dibelakang cermin setelah pusat kelengkungan cermin
 Ruang IV merupakan ruang didepan cermin cembung

3. Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung


Adapun tiga sinar istimewa pada cermin cembung adalah sebagai berikut.
1. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titik fokus F.

2. Sinar datang menuju titik fokus F dipantulkan sejajar sumbu utama.

3. Sinar datang menuju pusat kelengkungan M dipantulkan kembali menuju pusat


kelengkungan tersebut
4. Lukisan bayangan pada cermin cembung

Sifat bayangan yang dibentuk selalu:


1. Maya
2. Tegak
3. Diperkecil

4. Hubungan antara fokus, jarak benda, dan jarak bayangan


Hubungan antara jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’) akan menghasilkan jarak
fokus f. Hubungan tersebut secara matematis dapat ditulis

1 1 1
= +
−𝑓 𝑠 𝑠′

Dimana :
f = jarak fokus (m)
s = jarak benda
Contoh Soal

1. Sebuah benda yang tingginya 4 cm berada 8 cm di depan sebuah cermin cembung.


Jika panjang jari jari kelengkungan cermin cembung 12 cm, tentukan:
a) jarak bayangan
b) perbesaran bayangan
c) tinggi bayangan
d) sifat bayangan
Jawab :
Jarak titik fokus adalah setengah dari jari-jarinya.
Data:
Cermin Cembung
f = 1/2 × 12 = 6 cm
s = 8 cm
h = 4 cm
a) jarak bayangan

Atau dengan cara lain

b) Tinggi bayangan

c) Perbesaran bayangan
d) sifat bayangan
- nyata (s' bertanda positif)
- terbalik
- terletak di depan cermin
- diperbesar (karena M > 1)

2. Sebuah cermin cembung memiliki jari-jari kelengkungan 16 cm. Jika jarak


bayangan ke cermin 6 cm dan tingginya 4 cm, maka tentukan jarak benda ke cermin,
perbesaran bayangan, dan tinggi benda!

Jawab:
Diketahui:
R = 16 cm berarti f = 8 cm (karena f separoh dari R)
s' = - 6 cm
h’ = - 4 cm
Ditanyakan:
s=?
M=?
h=?
Penyelesaian:
Perbesaran bayangan dapat dihitung seperti berikut :

Tinggi benda dapat dicari sebagai berikut:

C. Daftar Pustaka
Kane, J.W., Sternheim, M.M. (1988) Physics (3rd ed.). New York: John Wiley &
Sons.
Sears, F.W. (1949) Optics (3rd ed.). Reading-Massachusetts : Addison-Wesley.
Young, H.D., Freedman, R.A. (1996) University Physics (ninth ed). Massachusetts :
Addison-Wesley.
Marten, T. 2010. Fisika 2. Erlangga: Jakarta