Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN RESIDENSI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG

Laporan Residensi
Modul Elektif
Manajemen Rumah Sakit

Disusun oleh
Grady Janitra Handoko
301.0130.6954

Fakultas Kedokteran Unissula


Tahun 2016
LAPORAN RESIDENSI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG

Disusun oleh
Grady Janitra Handoko
301.0130.6954

Disetujui oleh
Pembimbing Rumah Sakit

(………………………………………)

Penanggung Jawab Modul


Manajemen Rumah Sakit

(………………………………………)

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rumah sakit menurut UU Nomor 44 tahun 2009 merupakan institusi

pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara

paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Pelayanan kesehatan secara paripurna yang dimaksud adalah pelayanan kesehatan

yang meliputi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Rumah sakit mempunyai

fungsi sosial namun secara ekonomi harus mampu mempertahankan kelangsungan

hidupnya. Dari segi teknis medis rumah sakit harus mampu melakukan kegiatan

diagnostik dan terapi serta perawatan bagi institusi pelayanan kesehatan yang lebih

rendah. Sedangkan dari konsep tanggun jawab kepada masyarakat maka rumah sakit

harus menyediakan pelayanan kesehatan yang paripurna.

Sebagai pusat diagnostik dan terapi, rumah sakit pada hakekatnya merupakan

institusi yang padat teknologi dan padat modal seiring dengan meningkatnya

teknologi. Dengan adanya berbagai jenis profesi dari berbagai jenis disiplin ilmu yang

sangat spesialistik, disamping tenaga penunjang lain yang kesemuanya membutuhkan

pengelolaan secara sistematis, efektif, dan efisien. Oleh karena itu rumah sakit

merupakan institusi dengan sistem manajemen yang sangat rumit.

Rumah sakit merupaka sebuah sistem yang selalu mengalami perubahan

karena dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal. Oleh karena itu diperlukan koordinasi

serta evaluasi kegiatan operasional untuk menjamin keberhasilan dan kesinambungan

rumah sakit. Perkembangan rumah sakit yang di dorong oleh permintaan pelanggan

3
menyebabkan layanan rumah sakit tidak hanya memperhatikan aspek profesionalisme

dibidang medis perawatan, tetapi juga layanan umum yang dibutuhkan oleh pasien

dan keluarganya seperti layanan hiburan, makanan, dan sosial.

Mahasiswa kedokteran merupakan salah satu pabrik pencetak sumber daya

manusia dibidang pelayanan kesehatan. Kegiatan residensi merupakan salah satu

upaya untuk melengkapi kemampuan mahasiswa dibidang manajemen rumah sakit.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman praktis

mahasiswa secara langsung dan sekaligus sebagai sarana untuk mengurangi atau

bahkan menghilangkan kesenjangan yag ada selama ini antara teori dan kenyataan di

lapangan. Kegiatan residensi ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota

Semarang sebagai rumah sakit yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran

Universitas Islam Sultan Agung.

1.2. Rumusan Masalah

Bagaimana sistem manajemen organisasi RS, K3 dan Sanitasi, Pemasaran dan

SDM, serta TQM Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang?

1.3. Tujuan

1.3.1. Tujuan Umum

Mahasiswa dapat mengetahui, menjelaskan, dan menganalisis sistem

perumahsakitan atau alur proses dalam kegiatan operasional rumah sakit

secara langsung melalui pengamatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota

Semarang berdasarkan pendekatan sistem terhadap komponen input, proses,

dan output dalam alur proses kegiatan, menuju pemecahan masalah melalui

metode pendekatan masalah.

4
1.3.2. Tujuan Khusus

- Mengetahui dan menjelaskan alur proses dalam kegiatan operasional

rumah sakit secara umum sehingga terurai secara jelas sistem – sistem dan

hubungan fungsi di antaranya yang menggambarkan pelayanan

administrasi dan klinis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang

- Mengkaji kegiatan operasional Rumah Sakit Umum Daerah Kota

Semarang

- Menganalisis masalah – masalah manajerial di Rumah Sakit Umum

Daerah Kota Semarang untuk dibahas alternatif solusinya

- Mampu melihat gabungan alur proses kegiatan dari setiap unit yang saling

berinteraksi dalma suatu sistem rumah sakit

- Memberikan masukan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang

1.4. Manfaat

1.4.1. Bagi mahasiswa

- Mengetahui struktur sistem dan prosedur sistem kegiatan operasional

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang

- Mendapatkan pengalaman serta keterampilan ilmu dibidang

perumahsakitan

- Mengasah kemampuan mengkaji masalah – masalah manajerial yang

timbul berdasarkan pendekatan sistem dan fungsi – fungsi manajemen di

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang

1.4.2. Bagi Rumsah Sakit

- Mengetahui gambaran rumah sakit bedasarkan pendekatan sistem yang

digambarkan secara visual alur proses pelayanan pada unit tertentu

5
- Mengetahui masalah – masalah manajerial yang ditentukan oleh

mahasiswa dari pandangan sistem dan teori manajemen

- Memperoleh alternatif solusi terhadap masalah – masalah tersebut dari

pandangan mahasiswa

1.4.3. Bagi Fakultas Kedokteran Unissula

- Memperkaya konsep – konsep dan teori – teori manajemen yang dapat

diterapkan di rumah sakit

- Hasil kegiatan residensi akan menjadi umpan balik bagi materi modul

pembelajaran manajemen rumah sakit

- Memperkaya pengetahuan tenaga pengajar tentang masalah – masalah

nyata di rumah sakit

- Terbinanya kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Kota

Semarang sebagai mitra jaringan yang potensial untuk pengembangan

program selanjutnya

6
BAB II

CARA PENGAMATAN

2.1 MATERI PENGAMATAN

Materi pengamatan ini disesuaikan dengan materi residensi di setiap LBM,

kegiatan residensi ini berupa pengamatan secara langsung di Rumah Sakit Islam

Sultan Agung Semarang mengenai Standar Pelayanan dan Administrasi Rumah

Sakit sesuai bahasan ditiap LBM yang meliputi :

2.1.1 LBM 1 : Manajemen dan Organisasi Rumah Sakit

1. Kriteria RS, penggolongan RS, dan jenis RS.

2. Struktur organisasi RS.

3. Tugas, pokok, dan fungsi dari struktur organisasi.

4. Tupoksi dari masing-masing unit pelayanan.

5. Peraturan internal RS/Hospital by laws.

6. Sistem rujukan di RS.

7. Visi, misi, SWOT, dan Renstra RS.

8. Implementasi Renstra dalam program kerja RS.

2.1.2 LBM 2 : Manajemen K3 dan Sanitasi RS

1. Organisasi K3 dan sanitasi di RS (Tim/Panitia K3).

2. Program K3 dan sanitasi RS.

3. Kegiatan K3 dan sanitasi RS.

4. Aplikasi program K3 dan sanitasi RS.

5. Kegiatan evaluasi K3 dan sanitasi RS.

2.1.3 LBM 3 : Manajemen Pemasaran dan SDM

1. Organisasi pemasaran dan SDM RS.

7
2. Program pemasaran dan SDM RS.

3. Kegiatan pemasaran dan SDM RS.

4. Aplikasi program pemasaran dan SDM RS.

5. Kegiatan evaluasi pemasaran dan SDM RS.

2.1.4 LBM 4 : TQM

1. Program TQM di unit pelayanan medis, keperawatan, dan penunjang

(farmasi, gizi, laborat, dan radiologi) RS.

2. Kegiatan TQM di unit pelayanan medis, keperawatan, dan penunjang

(farmasi, gizi, laborat, dan radiologi) RS.

3. Aplikasi TQM di unit pelayanan medis, keperawatan, dan penunjang

(farmasi, gizi, laborat, dan radiologi) RS.

4. Kegiatan evaluasi TQM di unit pelayanan medis, keperawatan, dan

penunjang (farmasi, gizi, laborat, dan radiologi) RS.

2.2 WAKTU PENGAMATAN

Pengamatan dilakukan selama 4 minggu, dengan 1 kali pengamatan ditiap

minggunya pada tanggal 08 Desember 2015 hingga 22 Desember 2015 mulai

pukul 08.00 – selesai.

2.2.1 LBM 1

1. Hari Selasa, 6 Desember 2016 (Pengantar Residensi RSUD Kota Semarang)

 08.00-09.00 : Pembukaan Residensi Rumah Sakit Umum Daerah Kota

Semarang

8
2. Hari Rabu, 7 Desember 2016 (Residensi Total Quality Management)

 08.25-09.30 : Kuliah mengenai Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit

Umum Daerah Kota Semarang

 09.30-10.00 : Sesi Tanya Jawab

 10.00-11.30 : Pengamatan

2.2.2 LBM 2

1. Hari Rabu, 14 Desember 2016 (Residensi Manajemen K3 dan Sanitasi RS)

SANITASI

 08.25-09.30 : Kuliah mengenai Manajemen K3 dan Sanitasi di Rumah Sakit

Umum Daerah Kota Semarang

 09.30-10.00 : Sesi Tanya Jawab

 10.00-11.30 : Melihat IPAL dan proses pengolahan limbah padat dan

limbah cair Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang

2. Hari Kamis, 15 Desember 2016 (Pengamatan Manajemen K3 dan Sanitasi RS)

PEMASARAN

 08.00-10.30 : Melihat tempat laundry dan instalasi gizi Rumah Sakit Umum

Daerah Kota Semarang

2.2.3 LBM 3

1. Hari Senin, 20 Desember 2016 (Residensi Manajemen Sistem Pemasaran RS)

 08.25-09.30 : Kuliah Overview Sistem Pemasaran Rumah Sakit Umum

Daerah Kota Semarang

 09.30-10.00 : Sesi Tanya Jawab

 10.00-11.30 : Pengamatan di bagian pemasaran RS

9
2. Hari Selasa, 21 Desember 2016 (Residensi Manajemen Sistem Pemasaran RS)

 08.25-09.30 : Kuliah Manajemen Sistem Pemasaran Rumah Sakit Umum

Daerah Kota Semarang

 09.30-10.00 : Sesi Tanya Jawab

 10.00-11.30 : Pembuatan laporan sistem pemasaran Rumah Sakit Umum

Daerah Kota Semarang

2.2.4 LBM 4

1. Hari Selasa, 27 Desember 2016 (Residensi Sistem Organisasi Rumah Sakit)

 08.25-09.30 : Kuliah Visi Misi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang

 09.30-10.00 : Sesi Tanya Jawab

 10.00-11.30 : Pengamatan di Balai Pendidikan dan Pelatihan

2. Hari Rabu, 28 Desember 2016 (Residensi Sistem Organisasi Rumah Sakit)

 08.25-09.30 : Kuliah Rencana Strategis Rumah Sakit Umum Daerah Kota

Semarang

 09.30-10.00 : Sesi Tanya Jawab

 10.00-11.30 : Pengamatan di Balai Pendidikan dan Pelatihan

10
BAB III
HASIL PENGAMATAN

3.1. Manajemen dan Organisasi Rumah Sakit

3.1.1. KRITERIA RS, JENIS RS, DAN PENGGOLONGAN RS

RSUD Kota Semarang termasuk dalam rumah sakit pemerintah kelas B yang

telah terakreditasi dengan hasil paripurna.

3.1.2. VISI DAN MISI RSUD KOTA SEMARANG

a. VISI
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang Menjadi Rumah Sakit

Kepercayaan Publik di Jawa Tengah dalam Bidang Pelayanan, Pendidikan dan

Penelitian

b. MISI

 Memberikan pelayanan kesehatan paripurna sesuai kebutuhan pasien dan

keluarga secara profesional yang berorientasi pada keselamatan pasien;

 Mengembangkan secara kreatif dan inovatif dalam rangka peningkatan

kinerja organisasi;

 Menyelenggarakan pendidikan yang menunjang penelitian dalam

pengembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan untuk

meningkatkan mutu pelayanan

11
3.1.3. Struktur Organisasi RSUD Kota Semarang

3.1.4. Tugas struktur organisasi RSUD Kota Semarang

Direktur mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan kesehatan

b. Penyelenggaraan rencana dan program kerja di bidang pelayanan kesehatan

c. Penyusunan rencana strategis bisnis BLUD

d. Penyusunan rencana bisnis anggaran RSUD, dst…

Wakil Direktur Pelayanan mempunyai fungsi :

a. Penyusunan perumusan kebijakan teknis program jangka pendek, menengah

dan panjang

b. Penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran.

c. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas.

d. Penyusunan perencanaan medis

12
e. Pelaksanaan kegiatan teknis sesuai rencana bisnis anggaran, dst…

Seksi Pelayanan Medik mempunyai tugas :

a. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang pelayanan medik.

b. Menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran.

c. Menyiapkan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas.

d. Menyiapkan bahan penyusunan standar kebutuhan peralatan pelayanan medik.

Seksi Keperawatan mempunyai tugas :

a. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang keperawatan.

b. Menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program kerja di bidang

keperawatan.

c. Menyiapkan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas.

d. Menyiapkan bahan penyusunan usulan rencana kebutuhan tenaga perawat,

dst…….

Seksi Penunjang Non Medik mempunyai tugas :

a. Menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan teknis .

b. Menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program kerja.

c. Menyiapkan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas.

d. Menyiapkan bahan usulan pengadaan, pemeliharaan, dst…………

Sub Bagian Umum mempunyai tugas :

a. Menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan teknis.

b. Menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran.

c. Menyiapkan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas.

d. Menyiapkan bahan pelaksanaan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah

tangga, dst…….

13
3.1.5. SWOT RS

Kekuatan

1) Sumber Daya Manusia yang berkompeten.

2) Memiliki lahan yang luas sangat memungkinkan untuk

terus tumbuh.

3) Memiliki Peralatan Medis yang modern dan canggih

4) Pelayanan bersertifikat Akreditasi Paripurna

5) Pendapatan rata-rata pertahun meningkat.

Kelemahan

1) Penempatan Sumber Daya Manusia belum 100% sesuai

kompetensinya.

2) Koordinasi lintas bidang/bagian kurang optimal.

3) Adanya pengembangan/pembangunan gedung yang

tidak sesuai master plan Rumah Sakit.

4) Belum semua peralatan kesehatan canggih tersedia.

5) Laporan keuangan belum menggunakan aplikasi system

berbasis komputer.

Peluang

1) Adanya dukungan investasi Pemerintah Kota

Semarang.

2) Adanya dukungan investasi Pemerintah Provinsi Jawa

Tengah.

3) Adanya dukungan investasi Pemerintah Pusat.

4) Adanya dukungan dari stakeholder.

14
5) Kunjungan pasien rata –rata pertahun meningkat.

Ancaman

1) Tingginya tuntutan pelanggan terhadap pelayanan

kesehatan.

2) Tidak optimalnya perlindungan hukum petugas

pelayanan kesehatan.

3) Kerterbatasan anggaran program kegiatan Rumah Sakit.

4) Sistem rujukan pasien yang kurang fleksibel.

3.1.6. RENCANA STRATEGIS RUMAH SAKIT

 Peningkatan kualitas pelayanan (Akomodatif, Responsif, Inetgrited)

terhadap pelanggan (Pasien dan Mitra Kerja).

 Peningkatan kualitas sumber daya manusia baik secara kompetensi

maupun moral spiritual.

 Pemenuhan standar sarana dan prasarana pelayanan Rumah Sakit Type

B Pendidikan.

 Administrasi pelayanan dan operasional Rumah Sakit semuanya

berbasis Komputer Integrited.

 Evaluasi dan Review Master Plan Rumah Sakit.

15
3.2. Manajemen K3 Dan Sanitasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Semarang
3.2.1. Organisasi K3 dan Sanitasi Rumah Sakit

DIREKTUR

KEPALA
INSTALASI K3

SEKRETARIS

Penanganan Peralatan Pengamanan


Penanggulangan Pelayanan Kesehatan
Medik, Pengamanan Penyehatan Peralatan Berat Non
Kebakaran dan Kerja dan Pencegahan
Radiasi dan Limbah Lingkungan / Sanitasi Medik dan Kesehatan
Bencana Penyakit Akibat Kerja
Radioaktif Bangunan

Menurut KMK No. 432 Tahun 2007 Struktur Organisasi ini mengikuti model kedua.
Struktur organisasi K3RS di RSUD Semarang merupakan unit organisasi fungsional
atau non struktural yang bertanggung jawab langsung ke direktur RS. Nama
organisasinya adalah unit pelaksana K3RS yang dibantu oleh unit K3 yang
beranggotakan seluruh unit kerja di RS.

16
3.2.2. Program K3 dan Sanitasi RS
DI RSUD KOTA MENURUT DEPKES RI
SEMARANG KMK No. 1087 tahun 2010

pelayanan kesehatan kerja bagi Pengembangan kebijakan K3RS


karyawan
sanitasi RS Pembudayaan K3RS
pengelolaan limbah medis dan non Pengembangan SDM K3RS
medis
pengelolaan, pemeliharaan, dan Pengembangan pedoman dan SOP
serifikasi sarana, prasarana, dan K3RS
peralatan
keamanan pasien dan pengunjung Pemantauan dan evaluasi kesehatan
lingkungan tempat kerja
pengelolaan jasa, bahan, dan barang Pelayanan kesehatan kerja
berbahaya
pencegahan dan pengendalian Pelayanan keselamatan kerja
kebakaran
pendidikan dan pelatihan K3RS Pengembangan program
pemeliharaan, pengelolaan limbah
padat cair dan gas
pelaporan dan evaluasi Pengelolaan jasa B3
Pengmbangan manajemen tanggap
darurat
Pengumpulan, pengolahan,
dokumentsi data dan pelaporat data
K3
Review program tahunan

17
3.2.3. Kegiatan dan Aplikasi Kegiatan di RSUD KOTA SEMARANG
Kegiatan dan Aplikasi Kegiatan di RSUD KOTA YA TIDAK
SEMARANG
Pengembangan kebijakan K3RS
1. Pembentukan revitalisasi organisasi K3RS V
2. Merencanakan program K3RS selama 3 tahun kedepan V
Pembudayaan K3RS
1. Advokasi sosialisasi K3 pada seluruh jajaran rumah V
sakit
2. Penyebaran media komunikasi dan informasi V
3. Promosis K3 pada setiap pekerja yang bekerja di setiap V
unit RS dan pada para oasien serta pengunjung
Pengembangan SDM K3RS
1. Pelatihan umum K3RS V
2. Pelatihan intern Rumah Sakit, khususnya pekerja V
perunit Rumah sakit
3. Pengiriman SDM untuk pendidikan formal, pelatihan V
lanjutan, seminar dan work
shop yang berkaitan dengan K3
Pengembangan pedoman dan SOP K3RS
1. Penyusunan pedoman praktis ergonomi di Rumah V
Sakit
2. Penyusunan pedoman pelaksanaan pelayanan V
kesehatan kerja
3. Penyusunan pedoman pelaksanaan pelayanan V
keselamatan kerja
4. Penyusunan pedoman pelaksaan tanggap darurat di V
Rumah Sakit
5. Penyusunan pedoman pelaksanan penanggulangan V
kebakaran
6. Penyusunan pedoman pengelolaan penyehatan V
lingkungan Rumah Sakit
7. Penyusunan pedoman pengelolaan faktor risiko dan V

18
pengelolaan limbah RS
8. Penyusunan kontrol terhadap penyakit infeksi V
9. Penyusunan kontrol terhadap bahan beracun dan V
berbahaya
10. Penyusunan SOP kerja dan peralatan di masing-masing V
unit kerja RS
Pemantauan dan evaluasi kesehatan lingkungan tempat kerja
1. Mapping lingkunagn tempat kerja V
2. Evaluasi lingkungan tempat kerja (walk through dan V
observasi) wawancara pekerja, survey dan kuesioner,
checklist dan evaluasi lingkungan tempat kerja secara
rinci
Pelayanan kesehatan kerja
1. Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, V
pemeriksaan berkala dan pemeriksaan khusus sesuai
dengan pajanan di RS
2. Melakukan pemeriksaan kesehatan khusus pada V
pekerja RS yang akan pensiun atau pindah kerja
3. Memberikan pengobatan dan perawatan serta V
rehabilitasi bagi pekerja yang menderita sakit
4. Meningkatkan kesehatan badan, kondisi mental V
(rohani) dan kemampuan fisik pekerja
5. Melaksanakan kegiatan surveilans kesehatan kerja V
Pelayanan keselamatan kerja
1. Pembinaan dan pengawasan keselamatan atau V
keamanan sarana prasarana dan peralatan kesehatan di
RS
2. Pembinaan dan pengawasan perlengkapan keselamatan V
kerja di RS
3. Pengelolaan, pemeliharaan dan sertifikasi sarana V
prasarana dan peralatan RS
4. Pengadaan perlatan K3RS V
Pengembangan program pemeliharaan, pengelolaan limbah

19
padat cair dan gas
1. Penyediaan fasilitas untuk penanganan dan pengolahan V
limbah pada cair dan gas
2. Pengelolaan limbah medis dan non medis V
Pengelolaan jasa B3
1. Inventaris jasa, bahan beracun berbahaya, dan barang V
berbahaya (Permenkes No. 472 tahun 1996)
2. Membuat kebijakan dan prosedur pengadaan, V
penyimpanan, dan penanggulangan bila terjadi
kontaminasi dengan acuan MSDs atau LDP
Pengembangan manajemen tanggap darurat
1. Meyusun rencana tanggap darurat V
2. Pembentukan organisasi tim kewaspadaan bencana V
3. Pelatihan dan uji coba petugas tanggap darurat V
4. Inventarisasi tempat yang berisiko dan membuat denah V
5. Menyiapkan sarana dan prasaran tanggap darurat atau V
bencana
6. Membuat kebijakan dan prosedur kewaspadaan, upaya V
pencegahan dan pengendalian bencana pada tempat
yang berisiko
7. Membuat rambu-rambu atau tanda khusus jalan keluar V
untuk evakuasi apabila terjadi bencana
8. Memberikan APD pada petugas di tempat tempat yang V
berisiko
9. Sosialisasi ke seluruh pekerja di RS V
10. Pembentukan sistem komunikasi internal dan eksternal V
tanggap darurat Rumah Sakit
11. Evaluasi sistem tanggap darurat V
Pengumpulan, pengolahan, dokumentsi data dan pelaporat data
K3
1. Menyusun prosedur pencatatan dan pelaporan serta V
penanggulangan kecelakaan kerja, PAK, kebakaran
dan bencana

20
2. Pembuatan sistem pelaporan kejadian dan tindak V
lanjutnya (alur kejadian nyaris celaka dan celaka serta
SOP pelaporan, penanganan dan tindak lanjut kejadian
nyaris celaka dan celaka)
3. Pendokumentasian data V
Review program tahunan
1. Melakukan internal audit K3 dengan menggunakan V
instrumen self assessment akreditasi RS
2. Umpan balik pekerja melalui wawancaralangsung, V
obeservasi singkat, survey tertulis dan kuisioner, dan
evaluasi ulang
3. Analisis biaya terhadap pekerja atas kejadian penyakit V
dan kecelakaan akibat kerja
4. Mengikuti akreditasi Rumah Sakit V

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang sudah terakreditasi paripurna sehingga
seluruh program K3RS telah sesuai dengan standar yang tercantum dalam Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor 1087/MENKES/SK/VIII/2010.

3.3. Manajemen Pemasaran dan SDM


Promosi Rumah sakit ditujukan untuk mewujudkan pedoman promosi rumah sakit
sesuai dengan tata cara dan tata krama periklanan Indonesia yang berlandaskan
kepada Kode Etik Rumah Sakit Indonesia (KODERSI) untuk ditaati dan dilaksanakan
oleh seluruh rumah sakit yang berada di wilayah Republik Indonesia.
Asas umum promosi Rumah Sakit meliputi :
1. Promosi harus jujur, bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan hukum
yang berlaku
2. Promosi tidak boleh menyinggung perasaan dan merendahkan martabat
negara, agama, tata susila, adat, budaya, suku, dan golongan.
3. Promosi harus dijiwai oleb asas persaingan yang sehat.
4. Promosi yang dilakukan harus tetap memiliki tanggung jawab sosial;
a) Layanan yang ditawarkan harus profesional dan bermutu. Setiap institusi/
pelaku layanan kesehatan harus selalu mengacu kepada etika profesi dan

21
etika rumah sakit, serta bekerja sesuai pedoman dan standar layanan yang
ada.
b) Tarif layanan yang ditawarkan wajar dan dapat dipertanggungjawabkan
serta memperhatikan ketentuan yang ada.
c) Layanan yang ditawarkan harus merata dan ditujukan kepada seluruh
anggota masyarakat.
d) Layanan yang ditawarkan harus mampu memberikan rasa aman dan
nyaman bagi pengguna layanan.
5. Promosi layanan kesehatan adalah fundamental, yang mengacu kepada :
a) Falsafah promosi, setiap institusi/pelaku Layanan kesehatan harus berada
pada koridor kompetisi yang sehat.
b) Misi promosi, tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengguna jasa
(yang sekaligus akan meningkatkan pendapatan), akan tetapi juga harus
sejalan dengan manfaat sosialnya.
c) Sistem promosi, bukan hanya menjual, tetapi sekaligus akan meningkatkan
pengetahuan anggota masyarakat untuk memilih bentuk layanan kesehatan
yang paling tepat bagi
6. Secara umum promosi harus bersifat :
a) Informatif : memberikan pengetahuan mengenai hal ihwal yang ada
relevansinya dengan berbagai pelayanan dan program rumah sakit yang
efektif bagi pasien / konsumen.
b) Edukatif : memperluas cakrawala khalayak ramai tentang berbagai fungsi
dan Program rumah sakit, penyelenggaraan
c) Preskriptif : Pemberian petunjuk-petunjuk kepada khalayak ramai
umumnya dan pasien khususnya tentang peran pencari pelayanan
kesehatan dalam proses diagnosis dan terapi
d) Preparatif : membantu pasien/keluarga pasien dalam proses pengambilan
keputusan Kesemuanya mi hams dibenikan secara kongkret dan
berdasarkan Kode Etik Rumah Sakit Indonesia.
Asas khusus promosi rumah sakit meliputi :
1. Harus selalu tetap mencerminkan jatidiri rumah sakit sebagai institusi yang
memiliki tanggung jawab sosial.

22
2. Penampilan tenaga profesi. Dokter, ahli farmasi, tenaga medis, dan paramedis
lain atau atribut-atribut profesinya tidak boleh digunakan untuk mengiklankan
jasa pelayanan kesehatan/rumah sakit dan alat-alat kesehatan.
3. Menghargai hak-hak pasien sebagai pelanggan

3.3.1. Organisasi pemasaran dan SDM

Direktur

Wakil Direktur
umum dan
keuangan

Bagian
Bagian Tata
pengembangan
Usaha
dan informasi

Sub bagian
Sub bagian
Program dan
Umum
Evaluasi

Sub bagian
Sub bagian
Informasi dan
Kepegawaian
pemasaran

3.2.1. Program pemasaran dan SDM


Program Pemasaran di RSUD kota Semarang yaitu Promosi Rumah Sakit

3.2.2. Kegiatan pemasaran dan SDM


Kegiatan Pemasaran di RSUD kota Semarang yaitu:
1. Kegiatan Publik
a. Seminar
i. HUT Kota Semarang
ii. HUT RSUD Kota Semarang
b. Baksos
i. HUT Kota Semarang
ii. HUT RSUD Kota Semarang
c. Gathering
i. Kepala Puskesmas

23
ii. Bidan
iii. Darmawanita
iv. Tokoh Masyarakat
2. Kegiatan Humas
3. Pameran Pembangunan
4. Festival HUT Kota Semarang
5. Perkumpulan Humas Kota Semarang
6. Pameran Kesehatan
7. Pojok PPK
8. Iklan di Media Cetak dan Elektronik

3.2.3. Kegiatan evaluasi pemasaran dan SDM


Kegiatan evaluasi pemasaran di RSUD kota Semarang menggunakan Survei
Kepuasan Masyarakat dengan alat berupa angket yang dilaksanakan oleh pihak ketiga
dan dengan menyebar kotak kritik dan saran di beberapa tempat di rumah sakit. Hasil
dari survei di rekap kemudian dilakukan grading. Hasil kepuasan pelanggan untuk
tahun 2016 sudah mencapai 71,46%.

3.2.4. Analisis Hasil Pengamatan


1. Program Pemasaran di RSUD kota Semarang sudah sesuai dengan peraturan
Permenkes RI No. 178/Menkes/PER/XII/2010
2. Kegiatan Pemasaran di RSUD kota Semarang PP PERSI tahun 2011dan
Permenkes RI No. 178/Menkes/PER/XII/2010

3.4. TQM

3.4.1. Program TQM di unit pelayanan medis, keperawatan dan


penunjang RS
 Program TQM di RSUD kota semarang baru terbentuk sekitar setahun yang
lalu dan sekarang masih menerapkan program dasar pada setiap bagian bagian
pelayanan medis, keperawata maupun penunjangya (farmasi, gizi, laborat)
 Program yang dilakukan antara lain:
1. Pelaporan perbagian tiap bulan
2. Penerapan standar berdasarkan indikator SPO di tiap bagian

24
3. Penerapan Manajemen mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit dengan
pengawasan dari PKMP

3.4.2. Kegiatan TQM di unit pelayanan medis, keperawatan dan


penunjang RS
Kegiatan yang dilakukan antara lain:
1. Bersama dengan komite medik dan Staf Medik Fungsional (SMF) melakukan
proses pembuatan Panduan Praktek Klinik (PPK) dan Clinical Pathway
sebagai dasar dan standar prosedur operasional (SPO) pelayanan kesehatan
oleh staf medik.
2. Bersama dengan ketua SMF melakukan evaluasi kinerja staf medik.
3. Bersama dengan komite medik (subkomite mutu profesi) melakukan audit
klinik.
4. Bersama dengan unit lain di RSUD Kota Semarang mengkoordinasikan
pelayanan dalam rangka evaluasi dan monitoring pelayanan.

3.4.3. Aplikasi TQM di unit pelayanan medis, keperawatan dan


penunjang RS
 Pada pelayanan medis:
- Melayani pasien dengan sebaik baiknya
- Menghindari kejadian tidak di harapkan (KTD)
- Mengetahui alur alur SOP per bagian
- Melakukan root cause analysisi apabila terjadi KTD\
- Melakukan pelaporan tiap bulannya
 Farmasi:
- Memperhatikan obat obat high risk
- Memberikan pelayanan sebaik mungkin dan secepat mungkin
 Laboratorium
- Memberikan identifikasi pada pasien
- Memberikan penjelasan pada pasien mengenai waktu selesai
pemeriksaannya

25
3.4.4. Kegiatan evaluasi
- Tiap bagian memiliki indikator yang harus dipenuhi yang akan dilaporkan
- Lalu laporan tersebut akan dibuat grafik yang akan dilaporkan pada
stakeholder setahun sekali
- Tiap bagian akan di evaluasi pertahun dan di lakukan perubahan indikator
bila perlu

26
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan
4.1.1. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang merupakan rumah sakit
tipe B yang memiliki visi, misi, serta rencana strategis yang diterapkan
ke setiap program pelayanan di rumah sakit
4.1.2. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang memiliki sistem
manajemen K3 dan sanitasi RS yang telah sesuai dengan standar yang
ditentukan oleh kementrian kesehatan
4.1.3. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang tidak menggunakan
sistem total quality management melainkan menggunakan sistem
pelayanan minimal yang diterapkan di rumah sakit

4.2. Saran
4.2.1. Dalam proses pengamatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Semarang, sebaiknya seluruh mahasiswa dapat mengamati, tidak hanya
perwakilan dari setiap kelompok saja
4.2.2. Mahasiswa dapat lebih kritis menanggapi kebijakan dari Rumah Sakit
Umum Daerah Kota Semarang dan bisa memberi masukan

27
DAFTAR PUSTAKA

1. Buku Petunjuk Residensi Modul Elektif Manajemen Rumah Sakit


2. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1069/Menkes/SK/XI/2008 tentang Pedoman
Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 983/Menkes/SK/XI/1992 tentang Pedoman
Organisasi Rumah Sakit Umum
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1087/Menkes/SK/VIII/2010 tentang K3 dan
Sanitasi Rumah Sakit

28
LAMPIRAN

Lampiran 1. Foto hasil pengamatan

Pengolahan Makanan Instalasi Gizi RSUD Kota Semarang

Laundry RSUD Kota Semarang

29
Sistem Grading Resiko RSUD Kota Semarang

Root Cause Analysis

30
Lampiran 2. Checklist hasil pengamatan

31