Anda di halaman 1dari 9

TATA TERTIB PEMILIHAN

PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA SAWAHLUNTO


MASA JABATAN 2015-2020

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Yang dimaksud dalam Tata Tertip ini dengan :


1. Anggota Muhammadiyah ialah warga negara Indonesia yang beragama Islam, menyetujui
dan bersedia melaksanakan maksud dan tujuan Muhammadiyah serta telah menjadi dan
memiliki kartu Tanda Anggota Muhammadiyah yang diterbitkan oleh Pimpinan Pusat
Muhammadiyah
2. Calon ialah Anggota Muhammadiyah yang telah memenuhi syarat untuk dipilih menjadi
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto periode 2015-2020.
3. Calon Sementara ialah calon yang telah menyatakan kesediaan pencalonan dirinya dengan
mengisi berkas formulir yang disediakan untuk itu dan menurut penelitian Panitia Pemilihan,
secara administratif telah memenuhi persyaratan sebagai calon.
4. Calon Tetap ialah calon yang dipilih dan ditetapkan oleh Sidang Musyawarah Pimpinan
tingkat Daerah dari antara calon sementara untuk diajukan ke Musyawarah Daerah melalui
Panitia Pemilihan.
5. Panitia Pemilihan Anggota Pimpinan Daerah ialah kepanitiaan yang diusulkan melalui
musyawarah dan ditetapkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto, yang
diberi tugas menyelenggarakan proses pemilihan Anggota Pimpinan Daerah
Muhammadiyah Kota Sawahlunto periode 2015-2020.
6. Musyawarah Pimpinan Tingkat Daerah ialah permusyawaratan setingkat di bawah
Musyawarah Wilayah.
7. Anggota Musyawarah Daerah ialah mereka yang mempunyai hak penuh dalam
Musyawarah Daerah, sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.
8. Musyawarah Daerah adalah permusyawaratan persyarikatan tingkat Daerah
9. Pimpinan Daerah ialah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto Periode 2015-
2020.

BAB II
PANITIA PEMILIHAN

Pasal 2
Pemilihan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-
2020 diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan yang diangkat dan disahkan dengan Surat
Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto No.......

Pasal 3
Panitia Pemilihan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020,
bertugas :
a. Menyelenggarakan pemilihan yang dimulai dengan pengumpulan nama calon sampai
dengan terpilih dan disahkannya calon anggota dan calon Ketua terpilih oleh Pimpinan
Pusat Muhammadiyah. Prosesnya penyelenggaraan tersebut diatur menurut jadwal yang
telah ditetapkan.
b. a. Memimpin Sidang Musypim pada acara pemilihan Calon Tetap.
b. Memimpin Sidang Musyda pada acara pemilihan Anggota dan penetapan Ketua PDM.
c. Memimpin Rapat anggota PDM terpilih untuk pemilihan calon Ketua.
d. Menyelenggarakan dan memimpin serah terima jabatan dari PDM Kota Sawahlunto
priode 2010-2015 kepada penggantinya yaitu PDM Kota Sawahlunto periode 2015-
2020.
c. Panitia Pemilihan bertanggungjawab kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota
Sawahlunto atas ketertiban dan kelancaran jalannya pemilihan.
Pasal 4
Panitia Pemilihan membuat laporan pelaksanaan serta hasil pemilihan Pimpinan Daerah
Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020 dan menyampaikannya kepada
Pimpinan Pusat Muhammadiyah sesuai ketentuan pemilihan calon anggota Pimpinan Daerah
masa jabatan 2015-2020 yang berlaku.

BAB III
CALON

Pasal 5
Setiap Anggota Muhammadiyah yang memenuhi persyaratan pencalonan dapat diusulkan
menjadi calon anggota Pimpinan Daerah .
Pasal 6
(1) Syarat untuk dicalonkan menjadi Anggota Pimpinan Daerah (ART pasal 15) adalah :
a. Taat beribadah dan mengamalkan ajaran Islam
b. Setia kepada prinsip-prinsip dasar perjuangan Muhammadiyah
c. Dapat menjadi teladan dalam Muhammadiyah
d. Taat kepada garis kebijakan Pimpinan Muhammadiyah
e. Memiliki kecakapan dan berkemampuan menjalankan tugasnya
f. Telah menjadi anggota Muhammadiyah sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan
berpengalaman dalam kepemimpinan di lingkungan Muhammadiyah bagi Pimpinan
tingkat Daerah, Wilayah dan Pusat.
g. Tidak merangkap jabatan dengan pimpinan organisasi politik dan pimpinan organisasi
yang amal usahanya sama dengan Muhammadiyah di semua tingkat
h. Bersedia tidak merangkap jabatan dalam Pimpinan Muhammadiyah dan amal
usahanya, baik vertikal maupun horizontal

(2) Penyimpangan dari ketentuan ayat (1) huruf f, g, dan h pasal ini hanya dapat dilakukan
atas keputusan Pimpinan Pusat.
Pasal 7
(1) Setiap anggota yang dicalonkan, setelah memdapat pemberitahuan dari Panitia Pemilihan
tentang pencalonan dirinya, berhak menerima atau menolak pencalonan tersebut dan
berkewajiban menyampaikan keputusannya kepada panitia Pemilihan selambat-lambatnya
sesuai dengan tanggal yang ditentukan panitia pemilihan.
(2) Pengembalian pernyataan kesediaan menjadi calon apabila melebihi ketentuan tersebut di
atas dinyatakan tidak berlaku.

BAB IV
PENCALONAN

Pasal 8
1. Setiap anggota Muspim berhak mengajukan calon sebanyak 13 (tiga belas) orang dengan
mengisi blanko pencalonan yang disediakan oleh panitia pemilihan.

2. Masing-masing pengusul pada ayat 1 pasal ini, mengusulkan calon anggota Pimpinan
Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020 kepada Panitia
Pemilihan sesuai dengan ketentuan., persyaratan dan batas waktu yang telah ditetapkan

Pasal 9
1. Setiap anggota Muhammadiyah yang dicalonkan sebagai calon anggota Pimpinan Daerah
Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020 akan menerima pemberitahuan
dari Panitia Pemilihan, bahwa dirinya diusulkan sebagai calon Anggota Pimpinan Daerah
yang dilengkapi dengan berkas pencalonan yang terdiri dari :
a. Formulir isian kesediaan atau penolakan
b. Formulir isian daftar riwayat hidup
c. Dalam hal menyatakan kesediaan dilengkapi pula dengan formulir isian pernyataan
kesediaan membagi waktu dalam pelaksanaan tugas seandainya terpilih sebagai
Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto 2015-2020.
2. Pengembalian berkas pencalonan dimaksud pada ayat 1 pasal ini kepada Panitia Pemilihan
selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah.
BAB V
PROSES DAN TATA CARA PEMILIHAN

Pasal 10
1. Nama-nama Calon yang telah menyatakan kesediaan dan mengembalikan berkas
pencalonannya kepada Panitia Pemilihan, setelah diteliti kelengkapan administratif
pencalonannya, kemudian disusun namanya secara lengkap berdasarkan tanggal
penerimaan berkas pencalonan oleh Panitia Pemilihan dalam daftar nama Calon
Sementara.
2. Daftar Nama Calon Sementara oleh Panitia Pemilihan dibawa ke dalam Musyawarah
Pimpinan untuk ditetapkan dan dipilih sebagai Calon tetap menjadi 39 (tiga puluh sembilan)
orang calon yang disusun menurut abjad dalam daftar nama Calon Tetap.

Pasal 11
Panitia Pemilihan mempersiapkan daftar nama Calon Tetap sebagai bahan pertimbangan bagi
anggota Musyawarah ke-11 yang mempunyai hak suara dalam pemilihan Anggota Pimpinan
Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020.

Pasal 12
1. Musyawarah Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto ke-11 dalam acara pemilihan
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020 melakukan
pemilihan 13 (tiga belas) orang Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota
Sawahlunto masa jabatan 2015-2020 dari 39 (tiga puluh sembilan) nama dari daftar nama
Calon Tetap.
2. Pemilihan dilaksanakan dengan cara pemilihan langsung, bebas dan rahasia dengan
mengisi kartu suara 1 (satu) untuk setiap Anggota Musyawarah Daerah ke-11 yang hadir
dengan menuliskan nama atau nomor urut calon pada kartu suara sebanyak 13 (tiga belas)
orang.

Pasal 13
1. Penghitungan suara dilakukan oleh Panitia Pemilihan secara terpisah dan tertutup dengan
disaksikan oleh 5 (lima) orang wakil dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kota
Sawahlunto dan 1 (satu) orang dari unsur Pimpinan Ortom tingkat Daerah yang dipilih oleh
rapat Pleno Musyawarah Daerah ke-11.
2. Hasil penghitungan suara disusun menurut urutan jumlah perolehan suara pada daftar hasil
penghitungan suara Pemilihan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa
jabatan 2015-2020 yang ditandatangani oleh Ketua, Sekretaris dan Anggota Panitia
Pemilihan serta seluruh saksi yang hadir.

BAB VI
PENETAPAN DAN PENGESAHAN
PIMPINAN DAERAH TERPILIH

Pasal 14
1. Berita Acara hasil penghitungan suara yang sudah ditandatangani tersebut dibawa dan
dilaporkan oleh Panitia Pemilihan dalam Sidang Pleno Musyawarah Daerah
Muhammadiyah ke-11.
2. 13 (tiga belas) orang yang memperoleh suara terbanyak diserahkan oleh Panitia Pemilihan
kepada Rapat Pleno Musyawarah Daerah ke-11 untuk ditetapkan dan disahkan sebagai
Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020.

Pasal 15
1. Setelah pengesahan dan penetapan 13 (tiga belas) orang Anggota Pimpinan Daerah
Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020 oleh Sidang Pleno Musyawarah
Daerah Muhammadiyah ke-11, Panitia Pemilihan mempersilakan ke 13 (tiga belas) orang
Pimpinan Daerah terpilih untuk menyelenggarakan Rapat Pleno Pertama guna menentukan
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020.
2. Panitia Pemilihan melanjutkan Sidang Pleno Musyawarah Daerah Muhammadiyah ke-11
dan melaporkan nama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa
jabatan 2015-2020, yang telah ditetapkan oleh 13 (tiga belas) orang terpilih dan mohon
pengesahan Pleno Musyawarah Daerah Muhammadiyah ke-11.
Pasal 16

1. Serah terima jabatan PDM Kota Sawahlunto masa jabatan 2010-2015 kepada PDM Kota
Sawahlunto masa jabatan 2015-2020 dilakukan dalam Rapat Pleno PDM setelah
pengesahan dari PP Muhammadiyah tentang penetapan Ketua dan Anggota Pimpinan
Daerah diterima oleh Pimpinan Daerah yang baru.
2. Naskah Serah terima ditandatangani oleh pihak-pihak yang melakukan serah terima
disaksikan oleh Ketua Panitia Pemilihan.
3. Naskah Serah Terima jabatan dilengkapi dengan memori Serah Terima dari Ketua Pimpinan
Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2010-2015.

BAB VII
PENUTUP

Pasal 17

1. Tata tertib ini berlaku sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pemilihan Pimpinan
Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto masa jabatan 2015-2020.
2. Surat Keputusan ini berlaku sejak dimulainya kegiatan persiapan pemilihan sampai dengan
disampaikannya laporan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Serah Terima jabatan
antara Pimpinan Daerah masa jabatan 2010-2015 kepada Pimpinan Daerah masa jabatan
2015-2020
3. Segala sesuatu yang tidak atau belum diatur dalam Tata Tertib ini akan diatur dengan
Ketentuan yang berlaku.

Ditetapkan di : Sawahlunto
Pada Tanggal :

PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH


KOTA SAWAHLUNTO

K e t u a, Sekretaris,
TATA TERTIB MUSYAWARAH DAERAH KE XI MUHAMMADIYAH
KOTA SAWAHLUNTO
Panduan Persidangan Musyawarah Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto
Sumatera Barat

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
1. Yang dimaksud dengan Musyawarah Daerah, selanjutnya disebut MUSYDA, dalam Tata
Tertib ini, adalah Musyawarah Daerah ke 11 Muhammadiyah Kota Sawahlunto yang
diselenggarakan tanggal 28 Jumadill Awal 1437 H bertepatan 9 Maret 2016 M di Kota
Sawahlunto dengan tema “ Gerakan Pencerahan Menuju Sawahlunto Religius Yang
Berkemajuan”.
2. Musyawarah Daerah Muhammadiyah diselenggarakan oleh dan atas tanggungjawab
Pimpinan Daerah, untuk membicarakan masalah-masalah Persyarikatan yang bersifat
umum, mengadakan pemilihan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota
Sawahlunto periode 2015-2020 dan mengesahkan ketuanya, melakukan evaluasi atas
laporan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto periode 2010-2015 dalam
melakukan kebijakannya memimpin organisasi serta melaksanakan keputusan
Muktamar, Tanwir, Instruksi Pimpinan Pusat, Pelaksanaan Keputusan Musyawarah
Daerah ke-40, Rapat Pimpinan tingkat Daerah, melakukan pemeriksaan keuangan
Pimpinan Daerah dan Badan Pembantunya, menyusun Program Muhammadiyah Kota
Sawahlunto Periode 2015-2020.

BAB II
DASAR, TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
Pasal 2
1. Musyda dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Muhammadiyah.
2. Musyda mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk :
a. Mengevaluasi laporan pertanggungjawaban Pimpinan Daerah periode 2010-2015
b. Menyusun Program Muhammadiyah Kota Sawahlunto periode 2015-2020
c. Mengajukan usul-usul dan rekomendasi
d. Menetapkan keputusan-keputusan lainnya dalam batas wewenangnya
e. Memilih Anggota Pimpinan Daerah, dan mengesahkan Ketua Pimpinan Daerah periode
2015-2020
3. Pimpinan Daerah bertanggung jawab atas penyelenggaraan Musyda

BAB III
Anggota, Peserta dan Peninjau
Pasal 3
1. Musyawarah Daerah dihadiri oleh:
a. Anggota Musyawarah Daerah, terdiri dari:
1) Anggota Pimpinan Daerah yang sudah disahkan oleh Pimpinan Daerah.
2) Ketua Pimpinan Cabang atau penggantinya yang sudah disahkan oleh Pimpinan
Daerah.
3) Anggota Pimpinan Cabang, yang jumlahnya ditetapkan oleh Pimpinan Daerah.
4) Ketua Pimpinan Ranting atau penggantinya yang sudah disahkan oleh Pimpinan
Cabang.
5) Wakil Ranting yang jumlahnya ditetapkan oleh Pimpinan Daerah berdasarkan atas
pertimbangan jumlah Keanggotaan .
6) Wakil Pimpinan Organisasi Otonom tingkat Daerah masing-masing 2 (dua) orang
b. Peserta Musyawarah Daerah, terdiri dari:
1) Wakil Unsur Pembantu Pimpinan tingkat Daerah, masing-masing 2 (dua) orang
2) Undangan khusus dari kalangan Muhammadiyah yang ditentukan oleh Pimpinan
Daerah.
c. Peninjau Musyawarah Daerah, ialah mereka yang diundang oleh Pimpinan Daerah.

BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasar 4
1. Anggota Musyawarah Daerah mempunyai hak suara dan hak bicara.
2. Peserta Musyawarah Daerah mempunyai hak bicara.
3. Peninjau Musyawarah Daerah tidak mempunyai hak suara dan hak bicara
BAB V
KEABSAHAN MUSYAWARAH
Pasal 5
1. Musyawarah dinyatakan sah apabila dihadiri oleh dua pertiga dari anggota musyawarah.
2. Apabila anggota yang hadir tidak memenuhi dua pertiga, maka musyawarah ditunda selama
1 (satu) jam dan setelah itu dapat dibuka kembali.
3. Apabila anggota yang hadir masih belum memenuhi jumlah dua pertiga, maka musyawarah
ditunda lagi selama 1 (satu) jam dan setelah dapat dibuka serta dinyatakan sah tanpa
memandang jumlah kehadiran anggota musyawarah.

BAB VI
KEPUTUSAN MUSYAWARAH
Pasal 6
1. Keputusan Musyawarah Daerah diusahakan diambil dengan cara mufakat
2. Apabila keputusan musyawarah secara mufakat tidak tercapai maka dilakukan pemungutan
suara, dengan suara terbanyak.
3. Pemungutan suara dapat dilakukan secara terbuka atau tertutup/rahasia.
4. Apabila suatu keputusan diambil dengan pemungutan suara secara tertulis, Pimpinan
Sidang dapat menunjuk beberapa orang dari anggota/peserta untuk menjadi saksi.
5. Apabila dalam suatu pemungutan suara terdapat jumlah suara yang sama banyaknya,
pemungutan suara dapat diulang atau atas kesepakatan peserta sidang.
6. Apabila tiga kali pemungutan suara hasilnya sama atau tidak memenuhi syarat untuk
mengambil keputusan, maka selanjutnya diserahkan kepada pimpinan yang baru.

BAB VII
ALAT KELENGKAPAN MUSYWIL
Pasal 7
1. Alat kelengkapan Musyda disusun menurut pengelompokan kegiatan dalam rangka
pelaksanaan tugas Musyda.
2. Musyda mempunyai alat-alat kelengkapan sebagai berikut :
a. Pimpinan sidang pleno
b. Pimpinan sidang Komisi

BAB VIII
WAKTU, MATERI DAN TATA TERTIB
Pasal 8
1. Jadwal acara dan materi Musyda ditetapkan oleh Pimpinan Daerah
2. Tata Tertib Musyda dan Tata Tertib Pemilihan ditetapkan oleh Pimpinan Daerah berdasarkan
hasil Musyawarah Pimpinan (Muspim) tingkat Daerah yang diadakan sebelum Musyda .

BAB IX
PIMPINAN SIDANG
Pasal 9
1. Sidang pleno Musyda dipimpin oleh pimpinan sidang pleno, yang terdiri dari Ketua dan
Sekretaris yang ditetapkan oleh Pimpinan Daerah.
2. Sidang komisi dipimpin oleh pimpinan sidang komisi yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris
yang dipilih dari anggota komisi secara musyawarah dan mufakat dan didampingi oleh
Pimpinan Daerah, dan atau Panitia Pengarah.
3. Pemilihan pimpinan sidang komisi dilaksanakan dalam rapat komisi yang dipimpin oleh unsur
Panitia Pengarah pada komisi bersangkutan.

BAB X
PROSEDUR DAN MEKANISME PERSIDANGAN
Pasal 10
1. Pimpinan Sidang memimpin jalannya musyawarah dan bertanggungjawab atas
ketertibannya.
2. Pimpinan Sidang mengatur waktu pemberian tanggapan dari peserta atas saran-saran yang
dikemukakan, dalam Sidang Pleno atau Sidang Komisi.
3. Pimpinan Sidang berhak menegur pembicara yang tidak menaati ketentuan yang telah
ditetapkan, pembicaraan menyimpang dari pokok acara, melebihi waktu yang disediakan,
membuat suasana sidang yang tidak nyaman dan tidak tertib.
4. Apabila setelah diberi peringatan pembicara tidak mengindahkannya, Pimpinan Sidang
berhak menghentikannya.
Pasal 11
1. Anggota dan Peserta dapat berbicara setelah mendapat ijin dari pimpinan sidang di tempat
yang disediakan.
2. Pimpinan sidang dapat berbicara untuk memperjelas duduk persoalan yang sebenarnya.
Apabila dipandang perlu pimpinan sidang dapat merundingkan tentang bentuk, isi dan sifat
pertanyaan dari anggota dan peserta.
3. Anggota dan Peserta tidak boleh diganggu selama berbicara sepanjang tidak mengganggu
kelancaran sidang.
4. Pendapat yang diajukan anggota dan peserta harus disusun secara singkat serta jelas,
disampaikan kepada pimpinan sidang.
5. Apabila seorang pembicara menyimpang dari pokok pembicaraan, maka Pimpinan sidang
dapat memperingatkan dan minta supaya kembali kepada pokok pembicaraan.
6. Apabila Pimpinan sidang menyatakan/menganggap pendapat anggota dan peserta belum
jelas, maka kepada yang bersangutan diberi hak untuk mengemukakan lagi dengan singkat
pendapat atau pertanyaan yang diajukan tersebut.
7. Pimpinan sidang berhak mengambil kesimpulan atas pendapat tersebut.
8. Pimpinan sidang berhak mengambil keputusan dengan cara musyawarah untuk mufakat.
9. Pimpinan sidang dapat membuat ketentuan mengenai lamanya peserta berbicara.
10. Bilamana peserta dalam menggunakan waktu melampui waktu yang ditetapkan, pimpinan
sidang mengingatkan pembicara agar mengakhiri pembicaraannya dan pembicara harus
mentaati ketentuan ini.

Pasal 12
Apabila Pimpinan sidang menganggap perlu, maka ia dapat menunda sidang atas persetujuan
peserta sidang.

Pasal 13
Untuk setiap sidang harus dibuat laporan notulen lengkap oleh pimpinan sidang

BAB XI
KOMISI-KOMISI
Pasal 14
1. Musda membentuk komisi-komisi sesuai kebutuhan
2. Komisi Musyda terdiri dari :
a. Komisi A, Organisasi dan Pertanggung jawaban
b. Komisi B, Program Kerja
c. Komisi C, Rekomendasi dan isu-isu strategis
d. Komisi D, Model dan strategi dakwah pencerahan

Pasal 15
1. Komisi bertugas mengambil keputusan mengenai materi yang menjadi agenda sidang komisi
dalam lingkup tugasnya.
2. Laporan komisi disusun oleh pimpinan komisi dengan memperhatikan saran dan pendapat
anggota komisi
3. Hasil sidang ditetapkan dengan keputusan sidang komisi dan dilaporkan dan disahkan dalam
sidang pleno.

Pasal 16
1. Setiap anggota dan peserta harus menjadi anggota salah satu komisi
2. Anggota masing-masing komisi ditetapkan oleh Panitia Pengarah.

BAB XII
PEMILIHAN
Pasal 17
Pemilihan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sawahlunto periode 2015-2020
diatur dalam Tata Tertib Pemilihan tersendiri.

PENUTUP
Pasal 18
Segala sesuatu yang masih belum diatur dalam peraturan Tata Tertib ini akan di putuskan oleh
Musyda.

Pasal 19
Peraturan Tata Tertib ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Jadual Acara Musyawarah Daerah ke-11
HARI/ ACARA
NO JAM
TANGGAL PIMPINAN SIDANG
1 2 3 4 5

1 Rabu/ 07.00-08.00 Penerimaan Peserta Panitia


09 Mar 2016 08.00-08.30 Registrasi dan ceking peserta
08.30-10.00 1. Pembawa acara Panitia / MC
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an
3. Lagu Indonesia Raya dan Sang Surya
4. Laporan Ketua Panitia Penyelenggara
5. Pidato Iftitah Ketua PDM Sawahlunto
6. Sambutan Walikota Sawahlunto
7.Amanat Ketua PWM Sumbar
8.Penutup

10.00-10.15 Istirahat
10.15-10.30 SIDANG PLENO I
Pidato Ketua PDM Ketua PDM
10.30-11.00 SIDANG PLENO II
Laporan PDM Kota Sawahlunto periode
2010 – 2015

11.00-12.00 SIDANG PLENO III


Laporan Dinamika PCM, Ortom dan
tanggapan PCM dan Ortom serta
Jawaban PDM atas tanggapan PCM dan
Ortom
12.00-13.15 ISOMA
13.15-14.15 SIDANG PLENO IV
Pemilihan Anggota PDM Kota
Sawahlunto periode 2015 – 2020
14.15-14.30 Istirahat Snack
14.30-15.00 Lanjutan PLENO IV
15.00-15.30 SIDANG PLENO V
1. Komisi I umum (Laporan dan
Organisasi)
2. Komisi II (Program kerja 2015 –
2020)
PPM
3. Komisi III (Model & strategi dakwah
Pencerahan di Sumatera Barat)
4. Komisi IV (Rekomendasi dan isu-isu
strategis)
15.30-16.00 Sholat Ashar dan Coffe Break
16.00-17.00 SIDANG PLENO VI
Penetapan Anggota PD
Muhammadiyah Kota Sawahlunto Panitia
2015-2020 Pemilihan
17.00-18.00 SIDANG PLENOVII
Penutupan MUSYDA XI Muhammadiyah Panitia
Kota Sawahlunto Pelaksana
PROSES PERSIDANGAN

Gambaran Umum Persidangan


Sesuai tata tertib Musyawarah Daerah ke-11 Muhammadiyah Kota
Sawahlunto ada dua jenis sidang, yaitu sidang pleno dan sidang komisi.
Sidang pleno, diikuti oleh peserta Musyda ke-11 MuhammadiyahKota
Sawahlunto. di dalam sidang pleno terdapat tiga acara utama, yaitu pertama,
berhubungan dengan hal-hal yang bersifat informatif yang terdiri dari Pidato Iftitah
Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Laporan Pimpinan Daerah Muhammadiyah
Kota Sawahlunto, kedua, pemilihan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota
Sawahlunto periode 2015 - 2020. ketiga, pengesahan hasil-hasil sidang komisi.
Sidang komisi, diikuti oleh para peserta Musyda Muhammadiyah Kota
Sawahlunto. Tugas utama sidang komisi adalah membahas berbagai hal yang
berhubungan dengan spesifikasi komisi masing-masing. Di dalam Musyda
Muhammadiyah Kota Sawahlunto terdapat 4 komisi. Komisi A membahas
permasalahan oragnisasi dan Laporan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota
Sawahlunto. Komisi B membahas Program Muhammadiyah Kota Sawahlunto 2015 -
2020. Komisi C membahas konsep Revitalisasi Gerakan Muhammadiyah. Komisi D
membahas tentang Rekomendasi.
Sementara itu, gambaran yang lebih rinci tentang alur proses untuk
mengolah materi/bahan rujukan (in put) menjadi hasil Musyda (out put) disajikan
sebagaimana dalam skema 1.