Anda di halaman 1dari 6

Tugas

KERANGKA KONSEP

diajukan guna memenuhi tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Oleh :

RENY TRI FEBRIANI


NIM : 162520102015

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS JEMBER
TAHUN AJARAN 2016/2017
A. FENOMENA

Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, secara


nasional menunjukkan bahwa masalah overweight dan obesitas pada anak umur
5 sampai 12 tahun berturut-turut sebesar 10,8% dan 8,8%, sudah mendekati
perkiraan angka dunia di tahun 2020. Menurut hasil laporan Riskesdas tahun
2013, prevalensi hipertensi pada remaja usia 15-17 tahun, menurut Joint National
Committee (JNC) VII 2003 didapatkan prevalensi nasional sebesar 5,3% (laki-
laki 6,0% dan perempuan 4,7%) (Kemenkes RI, 2013b). Hal ini menunjukkan angka
yang lebih besar dari hasil penelitian sebelumnya (sekitar 1%-5%) (Anyaegbu &
Dharnidharka, 2015; Chiolero et al., 2007; Din-Dzietham et al., 2007). Pergeseran
pola makan yang terjadi di kota-kota besar, dari pola makan tradisional ke pola makan
barat, menimbulkan ketidakseimbangan konsumsi gizi, yang merupakan faktor risiko
untuk terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi dan masalah kesehatan lain
(Widyarsana et al., 2014).

B. PROBLEM STATEMENT

Pola makan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat jika tidak dibakar
melalui gerakan atau aktivitas makan akan tertimbun didalam tubuh dan menjadi
obesitas, yang berdampak pada gangguan kardiovaskuler seperti hipertensi.

C. JUDUL

` Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Obesitas Dan Hipertensi Pada Remaja
D. KERANGKA KONSEP

Obesitas Hipertensi

Genetik TD > 120/80


mmHg

Pola makan

Status ekonomi 1. Jenis makanan


2. Frekuensi makan
3. Porsi makan
Kesehatan

Obat-obatan

Aktivitas fisik

Keterangan :

Diteliti :
Tidak diteliti :
E. LANDASAN FISIOLOGI:

1. ONTOLOGIS
Pergeseran pola makan yang terjadi di kota-kota besar, dari pola makan
tradisional ke pola makan barat, menimbulkan ketidakseimbangan konsumsi gizi,
yang merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi
dan masalah kesehatan lain. Selain itu bahwa pola makan diketahui sebagai salah satu
faktor risiko terjadinya hipertensi pada remaja. Pola makan yang sehat menjadi kunci
penting dalam kesehatan tekanan darah remaja. Ada perubahan pola makan/konsumsi
remaja yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, tinggi lemak dan kolesterol
tetapi rendah serat, terutama makanan siap saji, yang berdampak meningkatkan
risiko obesitas.

Obesitas pada remaja disebabkan oleh berbagai faktor antara lain : faktor
genetika, faktor lingkungan, faktor psikologi, dan faktor fisiologi. Selain faktor pola
makan, ada faktor risiko lain yang dapat menyebabkan hipertensi. Faktor risiko
tersebut adalah gaya hidup, seperti aktivitas fisik. Aktivitas fisik juga berhubungan
dengan kejadian hipertensi. Hal ini diketahui berdasarkan penelitian bahwa aktivitas
fisik yang rendah merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi obesitik pada
remaja awal, obesitas pada masa remaja apabila tidak dilakukan pengendalian atau
penurunan berat badan maka kondisi tersebut dapat berlanjut pada saat dewasa
dengan membawa berbagai risiko penyakit akibat obesitas salah satunya adalah
hipertensi.

2. EPISTEMOLOGI
Perubahan pola makan/konsumsi remaja yang merujuk pada pola makan
tinggi kalori, tinggi lemak dan kolesterol tetapi rendah serat, terutama makanan
siap saji, yang berdampak meningkatkan risiko obesitas. Makanan yang
mengandung kalori tinggi yang dikaitkan dengan perilaku malas beraktivitas
ataupun terjadi kelebihan kalori dalam tubuh menimbulkan timbunan lemak pada
tubuh yang berakibat terjadinya obesitas. Penyakit yang dipicu oleh gaya hidup yang
salah terutama pengkomsumsian makanan tidak sehat ini dapat menyebabkan kegemukan
maupun meningkatnya tekanan darah pada manusia. Obesitas merupakan salah satu penyakit
kelebihan berat badan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan konsumsi kalori dengan
kebutuhan energi di dalam tubuh. Obesitas dapat diketahui dengan adanya penumpukan
jaringan lemak tubuh yang dikelompokkan dalam 3 jenis yaitu obesitas ringan, sedang, dan
berat. Obesitas dapat disebabkan oleh beberapa faktor meliputi faktor genetik, faktor
lingkungan atay gaya hidup, dan faktor psikis. Faktor lingkungan atau gaya hidup dapat
dipengaruhi oleh aktivitas tubuh dan cara mengkonsumsi makanan maupun obat obatan.
Lemak yang menimbun didalam tubuh dapat mempengaruhi kesehatan dan kinerja sistem
organ tubuh Anda sehingga jika organ tubuh tersebut tertekan oleh lemak berlebih dapat
menyebabkan penyakit berbahaya. Contohnya, lemak yang menekan jantung akan
menyebabkan timbulnya penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi, gagal jantung,
maupun penyakit lainnya. faktor utama yang berhubungan erat dengan obesitas ialah faktor
lingkungan dimana adanya pengkonsumsian makanan yang mengandung lemak dan
kolesterol berlebih yang memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah
tubuh menjadi naik.

Alur pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesionair guna melihat
pola makan remaja dengan 15 item pertanyaan dengan menggunakan skala likert,
hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan timbangan injak dan
stature meter yang digunakan untuk menentukan IMT, tekanan darah diukur dengan
sphygmomanometer air raksa. Setelah melakukan pengambilan data tentang
kueisionair pola makan, observasi berat badan dan tekanan darah. Pembaca hasil
kuesionair dan melakukan Editing melakukan koreksi terhadap data identitas
responden, kelengkapan lembar observasi pola makan, pengukuran berat badan dan
pengukuran tekanan darah kemudian melakukan Coding pemberian Peneliti membaca
hasil kuesionair dan melakukan, Cleaning melakukan pengoreksian kembali setiap
variabel pola makan, hasil pengukuran berat badan dan tekanan darah, Tabulating
menyusun data dengan cara mengorganisasikan data, sehingga mudah untuk dijumlah,
disusun, dan diselesaikan dalam bentuk tabel atau grafik, menggunakan bantuan SPSS
dengan uji Pearson Product Moment (r) untuk mengetahui adanya hubungan antara
pola makan dengan kejadian obesitas dan hipertensi serta hasil akhirnya peneliti
menyusun deskripsi struktural berupa interpretasi peneliti terhadap hasil kuesionair
tentang pola makan remaja obesitas dengan kejadian obesitas dan hipertensi pada
remaja.
3. AXIOLOGIS
Manfaat Teoritis

1. Menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang Epidemiologi


Penyakit Tidak Menular terutama tentang penyakit obesitas dan hipertensi.
2. Sebagai referensi atau acuan bagi peneliti lain yang ingin mengkaji masalah yang
berkaitan dengan obesitas dan hipertensi.

Manfaat Praktis

1. Sebagai bahan masukan bagi dinas kesehatan, puskesmas, maupun rumah sakit
mengenai pengendalian penyakit tidak menular Obesitas dan Hipertensi.
2. Sebagai bahan informasi dan masukan dalam upaya yang efektif dalam
pencegahan obesitas dan hipertensi pada remaja di Sekolah.
3. Sebagai bahan informasi atau pedoman bagi remaja untuk dapat mengatur pola
makan agar menurunkan resiko terjadi obesitas dan hipertensi. Serta mencegah
teradinya obesitas dan hipertensi dengan pengaturan pola maka terhadap remaja
yang tidak megalami obesitas.