Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perekonomian suatu negara merupakan indikator kemajuan dan
kesejahteraan negara tersebut. Suatu negara dikatakan negara maju jika
perekonomiannya kuat dan stabil dengan didukung pendapatan per kapita yang
tinggi setiap tahunnya. Di negara-negara maju perekonomian ditopang oleh
banyaknya wiraswasta dan wirausaha. Mereka memberikan kontribusi cukup
besar terhadap perekonomian negaranya.
Dalam rangka menghadapi kondisi perekonomian yang cenderung tidak
stabil, kemapanan dan keamanan dalam bekerja adalah tujuan utama bagi setiap
orang. Dimana kemapanan tersebut dianggap telah didapat saat kita menjadi
kayawan yang mendapat gaji bulanan yang tetap.
Kesadaran akan peningkatan jumlah lapangan kerja yang dibutuhkan ini
melahirkan wirausahawan (entrepreneur) yang melakukan kegiatan wirausaha,
yaitu orang-orang yang memiliki sikap kewirausahaan yang secara tidak langsung
menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kewirausahaan merupakan
sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan
karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan
usahanya. Selain itu kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang
dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.
Untuk dapat mempelajari dan mempraktekkan sebuah kegiatan wirausaha
dan menjadi seorang wirausahawan, kami mencoba melakukan sebuah kegiatan
wirausaha dalam skala yang kecil. Dimana sebelum memulai kegiatan wirausaha
ini kami telah mempertimbangkan modal yang dibutuhkan, sasaran dan target
penjualan, keuntungan yang mungkin dihasilkan, risiko yang mungkin terjadi, dan
sebagainya. Di dalam laporan ini kami akan melaporkan kegiatan wirausaha yang
kami lakukan, dimulai dari jenis kegiatan wirausaha yang kami lakukan, proses
pembentukan, respon konsumen dan hasil yang didapatkan.
Wiraswasta dan wirausaha perlu dikembangbiakkan di negara berkembang
karena kontribusi mereka sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan negara.
Sebagai contoh di negara maju seperti negara Eropa, wiraswasta dan wirausaha

1
telah banyak menciptakan lapangan pekerjaan baru lewat inovasi mereka dan hal
ini mengakibatkan berkurangnya pengangguran serta meningkatnya kesejahteraan
negara tersebut.
Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan kegiatan wirausaha menjadi sangat
penting dilakukan sejak dini agar meningkatkan semangat berwirausaha generasi
muda sehingga diharapkan akan banyak kelahiran wirausaha muda, mandiri yang
kreatif dan inovatif di masa mendatang.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Apa Saja jenis kegiatan wirausaha yang dilakukan?
2. Bagaimana proses pembentukan kegiatan wirausaha?
3. Bagaimana respon sasaran penjualan (konsumen)?
4. Apa saja kendalan atau hambatan dalam menjalankan usaha tersebut?
5. Bagaimana cara mengatasi kendala tersebut?
6. Bagaimana hasil yang didapatkan dari kegiatan berwirausaha tersebut?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan laporan kegiatan wirausaha ini adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan jenis kegiatan wirausaha yang dilakukan
2. Untuk menjelaskan proses pembentukan kegiatan wirausaha yang
dilakukan
3. Untuk melaporkan bagaimana respon yang diberikan oleh konsumen
terhadap kegiatan wirausaha yang dilakukan
4. Untuk mengetahui kendala yang terjadi dalam kegiatan wirausaha
5. Untuk mengetahui cara cara atau kiat kiat mengatasi kendala dalam
wirausaha
6. Untuk melaporkan bagaimana hasil yang didapatkan dari kegiatan
wirausaha tersebut

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Profil Usaha
Usaha penjualan makanan ringan dan minuman yang kami lakukan ini
berawal dari pemberian tugas praktik kewirausahan yang diberikan oleh dosen. Ini
mucul tidak begitu saja , karena dari setiap anggota kelompok memiliki ide ide
ataupun gagasan yang berbeda beda. Setelah bermusyawarah, kami memutuskan
untuk berjualan bakso kuah empek-empek dan es milo. Selama satu hari kami
mencoba berjualan di lingkungan (loby) Fakultas Teknik Universitas Riau.
2.2 Sistem Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan
kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan,
menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini
berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan,
produk, nilai, biaya dan kepuasan, pertukaran, transaksi dan
hubungan, pasar, pemasaran dan pemasar
Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan
sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan
sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga
yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia. Sedangkan proses
pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran,
merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran, dan
mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.
Pemilihan produk yang kami jual didasarkan pada lingkungan mahasiswa,
di mana pada umumnya mahasiswa menyukai makanan ringan dan minuman
segar. Salah satu strategi pemasaran yang kami lakukan adalah dengan
mempromosikan kegiatan kami kepada teman-teman mahasiswa Fakultas Teknik
Universitas Riau satu hari sebelum pelaksanaan praktik kewirausahaan.
Berhubung kami berjualan di dalam kampus jadi strategi promosi dan
pemasaran kami lakukan secara langsung yaitu dengan class to class and non
class : menawarkan secara langsung produk kami kepada calon pembeli di
setiap kelas atau pembeli di luar kelas seperti lobi kampus atau lorong

3
kampus tempat para mahasiswa duduk santai atau sekadar mengerjakan
tugas.
2.3 Respon konsumen terhadap penjualan
Berhubung kami berjualan di dalam kampus tentulah anyak respon
yang berbeda beda dari konsumen, seperti adanya respon yang cukup baik
dari konsumen yaitu banyaknya macam –macam makanan ataupun minuman
yang di jual di kawasan kampus (loby) yang tidak merepotkan mereka lagi
untuk membeli makanan sekedar penjanggal perut untuk membelinya jekuar
kampus

2.4 Tantanga dan hambatan usaha


Dalam realisasi penjualan yang kami lakukan banyak kesulitan-kesulitan
dan hambatan yang harus kami lewati dan kami lawan untuk tercapai target
penjualan kami. Hambatan dan tantangan tersebut antara lain :
1. Konsumen atau pembeli yang berbeda sifatnya.
Kadang ketika kami menawarkan produk kami ke satu konsumen feed
back yang konsumen berikan cukup baik dan membuat kami senang dan
ketika kami menwarkan ke konsumen yang lainnya feed back yang
diberikan kurang baik dan membuat kami merasa pesimis untuk
menawarkan produk kami ke konsumen berikutnya.
2. Karena jadwal perkuliahan yang padat, waktu yang tersedia untuk
mempersiapkan kegiatan ini sangat singkat.
3. Tidak adanya penitipan penjualan yang tepat untuk menitipkan dagangan.
4. Tingkat persaingan tinggi karena banyaknya kelompok yang berjualan

2.5 Solusi
Selain hambatan yang kami hadapi , kami juga memilik solusi untuk setiap
hambatan dan masalah yang kami rasa solusi kami bisa memcahakan hambatan
yang kami hadapi. Adapun solusi dari berbagai hambatan tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Solusi menghadapi sifat konsumen yang berbeda-beda.
Setiap konsumen pasti mempunyai sifat yang berbeda. Untuk itu,
kamimencoba melakukan pendekatan terlebih dahulu.

4
Kami melihat calonkonsumen terlebih dahulu, apakah dia sedang
dalam mood yang bagus atau tidak. Biasanya konsumen yang sedang
dalam mood jelek akan menolak ketika ditawari
produk. Keadaan mood konsumen bisa dilihat dari wajah atau raut
muka mereka. Cara ini pun kami lakukan untuk melancarkan pemasaran
produk kami. Hasilnya, 80% konsumen memberi respon positif terhadap
produk kami.
2. waktu mempersiapkan yang begitu singkat kami atasi dengan membagi
bagi tugas kepad masing masing anggota kelompok

2.4 Produk Usaha


Produk yang kami jual yaitu:
1. Es Sangkaly (Es Semangka Jelly)
Alat dan Bahan:
 Air 10 Liter
 Semangka 1 buah
 Gula ½ Kg
 Jelly bubuk stawberry 1 bungkus
 Sirup Marjan Rose 1 botol
 Es Kristal 5 bungkus
 Gelas dan tutup plastik
 Sendok plastic
 Pipet

Cara membuat :
a. Jelly
 Masukkan jelly bubuk strawberry ke dalam panci, lalu
ditambahkan 350 ml air dan gula sebanyak ¼ kg, kemudian aduk
sampai merata. Setelah itu masak sampai mendidih.
 Lalu masukkan wadah.
 Setelah itu didinginkan di dalam lemari es.
b. Es Semangka

5
 Ambil isi semangka dengan alat sehingga membentuk bulatan
kecil dan dimasukkan ke dalam wadah.
 Masukkan air ke dalam wadah tambahkan gula lalu diaduk.
 Masukkan sirup marjan rose sesuai selera dan diasuk rata.
 Masukkan semangka yang telah terbentuk lalu tambahkan jelly
strawberry yang telah dipotong-potong.

2. Kentang Krispy
Alat dan Bahan:
 Kentang 2 kg
 Bumbu 1bungkus
 Minyak goreng bimoli 1 bungkus
 Sambal ABC 1 botol
 Kertas pembungkus
Cara membuat:
 Kentang dikupas bersih lalu dipotong dan dicuci.
 Rendam kentang dengan air garam selama 1 jam.
 Balurkan bumbu pada kentang lalu goreng
 Setelah berwarna kuning angkat dan masukkan ke dalam wadah.

3. Pudding kiwi moccacino


Alat dan Bahan:
 Wadah pudding
 1 bungkus pudding moccacino
 Gula pasir ¼ kg
 Air mineral 2000 ml
Cara membuat:
 Masukkan pudding moccacino ke dalam panci, lalu ditambahkan
1000 ml air dan gula sebanyak ¼ kg, kemudian aduk sampai
merata. Setelah itu masak sampai mendidih.
 Lalu masukkan pudding ke dalam 20 wadah.

6
 Tambahkan potongan buah kiwi diatasnya
 Setelah itu didinginkan di dalam lemari es.

7
BAB III
ASPEK KEUANGAN
3.1 Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah sekumpulan informasi keuangan perusahaan
dalam suatu periode tertentu yang disajikan dalam bentuk laporan sistematis yang
mudah dibaca dan dipahami oleh semua pihak yang membutuhkan. Dalam
makalah ini, kelompok kami akan membahas mengenai laporan harian usaha
makanan ringan yang kami buat.
3.1.1 Laporan Keuangan Es Sangkally (Es buah)
Tabel 3.1 Modal Pembuatan Es Sangkally (Es buah)
No Alat dan Bahan Jumlah Harga (Rp)
1. Semangka 1 buah 24.000
2. Gula ½ kg 8.000
3. Jelly bubuk strawberry 1 bungkus 3.000
4. Sirup marjan rose 1 botol 16.500
5. Es kristal 5 bungkus 5.000
6. Gelas dan tutup plastik 40 buah 14.000
7. Pipet 40 buah 7.000
Jumlah 77.500

3.1.2 Laporan Keuangan Tatopy (Kentang goring krispy)


Tabel 3.2 Modal Pembuatan Chocolate Banana Freeze (Pisang Coklat)
No Alat dan Bahan Jumlah Harga (Rp)
1. Kentang 2 kg 17.000/kg
2. Bumbu 2 bungkus 7.000/bks
3. Minyak goreng bimoli 2 bungkus 13.100/bks
4. Sambal ABC 2 botol 9.200/btl
Jumlah 92.600

8
3.1.3 Laporan Keuangan Pudding Kiwi Moccacino
Tabel 3.2 Modal Pembuatan Pudding kiwi moccacino
No Alat dan Bahan Jumlah Harga (Rp)
1. Pudding moccanio 1 bungkus 10.000
2. Gula pasir ¼ kg 8.000
3. Cup 20 buah 6.800
4. Kiwi secukupnya 10.000
Jumlah 34.800

3.2 Laporan Laba/Rugi


Tabel 3.4 Laporan Penjualan Produk

Harga Total Modal Total Harga


No Produk Jumlah satuan Harga (Rp) Terjual Terjual Laba
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
Es Sangkally (Es
1 Buah) 40 5000 200.000 77.500 30 150.000 72.500
2 Tatopy (Kentang
goreng krispy) 30 4000 120.000 92.600 30 120.000 27.400
Pudding Cokelat
3 Strawberry 20 2000 40.000 34.800 20 40.000 5.200
Jumlah 360.000 204.900 77 295.000 105.100

Berdasarkan hasil penjualan, Es Sangkally (Es Buah) adalah produk yang


paling banyak diminati pembeli karena pelajar atau mahasiswa lebih suka
makanan yang segar. Jadi, keuntungan yang didapatkan selama penjualan adalah
Rp 105.100,

9
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Total modal yang digunakan dalam penjualan ini adalah sebesar Rp
204.900,
2. Total produk yang dijual adalah 30 es buah, 30 kentang goring krispy
dan 20 puding kiwi moccacino
3. Total keuntungan hasil penjualan ini adalah sebesar Rp 105.100,

4.2 Saran
1. Penjual harus memiliki strategi yang cukup baik dalam memasarkan
produknya
2. Persaingan dalam berjualan tidak menjadi halangan apabila produk
yang dijual memiliki keunikan sehingga banyak konsumen yang ingin
membeli

10