Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN

“Rheotaksis”

Disusun Oleh:

Nama : Bintan Khoirin Naja


NIM : 201510070311136
Kelas : Biologi V-C
Askor : Komsiatin Anisa

LABORATORIUM BIOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2017
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Praktikum


1. Metode Perangkap Jebak (Pitfall Trap)
 Untuk membandingkan kelimpahan relatif jenis-jenis hewan mobil pada
lahan yang diliputi komunitas tumbuhan yang berbeda.
 Hasil penangkapan hewan dengan perangkap jebak sangat tergantung dari
prilaku dan aktivitas hewan.
 Untuk memperoleh gambaran mengenai proporsi jenis-jenis hewan yang
bersifat nocturnal, diurnal, krespuskuler, dan aritmik yang hidup dalam
komunitas
2. Struktur Komunitas Hewan Tanah
 Untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan Arthropoda
Tanah.
3. Pola Aktivitas Hewan
 Mengidentifikasi pola aktifitas harian hewan

4. Preferensi Suhu
 Dapat mengetahui preferensi suhu pada banteng.
BAB II METODE PRAKTIKUM

2.1 Alat dan Bahan


1. Metode Perangkap Jebak (Pitfall Trap)
 Alat
- Botol kecil,
- Sekop
- Pitfall trap
 Bahan
- Aquades

2. Struktur Komunitas Hewan Tanah


 Alat
- Lampu,
- Pinset,
- Corong barlese tullgren,
- Kertas reflacto,
- Kayu,
- Koran,
- Botol,
- Sekop,
 Bahan
- Tanah,
- Aquades.

3. Pola Aktivitas Hewan


 Alat
- Teropong
- Kamera
 Bahan
- Banteng

4. Preferensi Suhu
2.2 Prosedur Kerja
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Pengamatan


3.2 Pembahasan
1. Ekologi Konservasi
Konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :
1. Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi
keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama
(American Dictionary).
2. Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi)
yang optimal secara sosial (Randall, 1982).
3. Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke
organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas
kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan
manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi,
pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).
4. Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia
sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan
dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS,
1980).
Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk
hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Ekologi sendiri
mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Definisi ekologi seperti di atas, pertama kali disampaikan oleh Ernest Haeckel
(zoologiwan Jerman, 1834-1914).
Jadi dapat diartikan Ekologi Konservasi adalah ilmu yang mempelajari
hubungan makhluk hidup dengan lingkungan, yang bagaimana hubungan tersebut
dapat berubah seiring waktu, dan bagaimana kegiatan manusia tersebut yang akan
menambah baik atau justru merusak hubungan tersebut. Memelihara atau memulihkan
habitat untuk mendukung pola-pola alami dalam keanekaragaman hayati adalah
aplikasi praktis yang penting dalam bidang ini. Sebagai manusia terus mengubah
keanekaragaman hayati di lingkungan, kebutuhan tumbuh bagi individu yang
menyeluruh yang dapat hadir solusi untuk peningkatan jumlah masalah lingkungan.
Didasari habitat dan keanekaragaman hayati yang terdapat di Indonesia sangat
beragam dan berfariasi, selain itu banyak juga kerusakan atau keterancaman Habitat-
habitat alami yang pada awalnya sangat stabil karena adanya campur tangan manusia
dan perkembangan yang jarang memperhatikan keseimbangan lingkungan maka ilmu
ini sangat mendukung untuk dipelajari dan di aplikasikan. Selain itu kehidupan
manusia juga tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan mereka hidup, dengan cara
memanfaatkan sumber daya alam yang ada sampai perkembangan yang melibatkan
gangguan terhadap suatu habitat-habitat alami yang sebelumnya tidak terganggu.

2. Metode Perangkap Jebak (Pitfall Trap)


Metoda ini digunakan dalam usaha mengumpulkan hewan tanah yang
aktif di permukaan tanah seperti hewan-hewan dari kelompok Arthropoda tanah.
Jumlah hewan yang tertangkap sangat tergantung pada lokasi penempatan
perangkap, vegetasi atau ketersediaan pakan di sekitar perangkap, perubahan
beberapa faktor fisika-kimia tanah dan perilaku hewan akibat perubahan kondisi
cuaca serta perubahan dalam tingkat kehidupan hewan tanah itu sendiri. Jumlah dan
jenis hewan tanah yang terperangkap juga tergantung pada dalamnya lubang
perangkap dan keadaan tanah disekitar perangkap.
Perangkap jebak pada prinsipnya dapat dibedakan atas dua macam, yaitu
perangkap jebak tanpa menggunakan umpan dan perangkap jebak menggunakan
umpan. Pada perangkap jebak yang tidak menggunakan umpan, yang berkeliaran di
permukaan tanah yang secara kebetulan menuju ke perangkap akan jatuh terjebak
masuk perangkap, sedangkan pada perangkap dengan menggunakan umpan, hewan
yang terperangkap adalah hewan yang tertarik oleh adanya umpan dalam perangkap.

3. Struktur Komunitas Hewan Tanah


Mengelompokan terhadap fauna tanah sangat beragam, mulai dari
Protozoa, Rotifera, Nematoda, Annelida, Mollusca, Arthropoda, hingga Vertebrata.
Fauna tanah dapat dikelompokkan atas dasar ukuran tubuhnya, kehadirannya di
tanah, habitat yang dipilihnya dan kegiatan makannya. Berdasarkan kehadirannya,
fauna tanah dibagi atas kelompok transien, temporer, periodik dan permanen.
Berdasarkan habitatnya fauna tanah digolongkan menjadi golongan epigeon,
hemiedafon dan eudafon. Fauna epigeon hidup pada lapisan tumbuh-tumbuhan di
permukaan tanah, hemiedafon pada lapisan organik tanah, dan yang eudafon hidup
pada tanah lapisan mineral.

4. Pola Aktivitas Hewan


Salah satu dari ciri-ciri makhluk hidup adalah bergerak. Pergerakan hewan
diperlukan untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, contoh dari aktivitas tersebut
adalah mencari makan, bereproduksi, menghindari predator, dan mencari relung untuk
tempat tinggal. Pergerakan hewan dapat dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor.
Faktor tersebut meliputi faktor biotik dan abiotik.

5. PREFERENSI SUHU
Preferensi adalah suatu bentuk pernyataan yang menyatakan perasaan lebih
suka dari yang lainnnya (David, 1999). Kisaran prefensi: suatu kisaran/rentangan
kesukaan organisme terhadap suatu kondisi tempat hidupnya. Masing-masing jenis
makhluk hidup memiliki tingkat preferensi masing-masing terhadap kondisi
lingkungan