Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Al-Qur’an bagi seorang muslim yang mukmin merupakan
pedoman, petunjuk dan tuntunan dalam kehidupan sehari – hari. Salah satu
di antara petunjuk al –Qur’an adalah bagaimana mengeksplorasikan,
mengolah, memproduksi dan mengembangkan sumber daya alam (SDA)
dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM ). Untuk itu,
mengusahakan agar bumi tetap produktif dan terus memberikan manfaat
maka penting untuk menjaga dan memelihara alam. Tanggung jawab
tersebut merupakan representasi dan aktualisasi dari konsep kekhalifahan
manusia di muka bumi, sebagaimana yang telah dijelasskan di dalam al-
Qur’an.
Hanya saja sangatlah ironis, jika faktanya terjadi kesenjangan yang
cukup jauh antara konsep theologi yang mengajarkan pengolahan bumi
dengan kehidupan umat muslim yang menjadi masyarakat nomor dua di
bawah masyarakat Eropa. Hal ini didasarkan atas data dilapangan bahwa
hampir di beberpa daerah penghasilan tambang, minyak, ikan dan emas
masih didominasi oleh orang-orang asing. Pertanyaan kemudian, mengapa
hal demikian dapat terjadi, bukankah agama Islam telah mengajarkan
bagaimana memanfaatkan potensi alam?
Terdapat beberapa hal yang menurut penulis kurang dipahami oleh
umat muslim, yang hanya menjadikan al-Qur’an sebagai sandaran hidup
khususnya dalam konteks eksplorasi bahan mentah dan tidak mencoba
untuk mengolahnya agar bernilai ekonomis tingi. Untuk menjawab hal
tersebut maka pendekatan kewirausahaan cukup signifikan untuk
menyelesaikan persoalan tersebut.

1
Ayat-ayat tentang perekonomian dan perdagangan tersebut masih
memerlukan perincian, penjelasan, atau penafsiran melalui ijtihad ulama
agar ajaran-ajaran dasar serta prinsip itu dapat diaplikasikan oleh umat
islam di tengah-tengat sistem kemasyarakat . Saat ini, mungkin
kewirausahaan adalah salah satu solusi untuk menjadikan umat.
Khususnya islam lebih baik kualitas kehidupannya. Perniagaan adalah
suatu kegiatan yang amat dianjurkan oleh islam kepada pemeluknya.
Karena aktivitas perniagaan menjajikan hasil yang sangat berlipat-ganda
kepada peniaga yang berusaha sungguh-sungguh. Rasulullah saw, pernah
bersabda yang artinya :”Tidak ada makanan yang lebih baik untuk di
makan oleh anak adam kecuali makanan yang dia peroleh dengan hasil
kerja kerasnya sendiri, sesungguhnya nabi allah dawud pun makan dari
apa yang dia usahakan dari tangannya sendiri.
Kegiatan enterpreneurship merupakan suatu kegiatan atau usaha
yang dijalankan perorangan atau kelompok dengan suatu prinsip tertentu
untuk memperoleh nilai ekonomis yang lebih tiggi dan bersaing. Dan
kewirausahaan dalam konteks pengembangan mutu kesejahteraan
masyarakat tidak lagi sekedar memperoleh untung lebih tinggi dengan
meminimalisir kerugian lebih rendah. Tetapi, telah menjadi ruh dalam
memperoleh kesejahteraan yang lebih mapan.
Kewirausahaan sebenarnya mempunyai arti yang sangat luas,
namun orientasinya berpijak kepada pertimbangan nilai-nilai kepribadian
yang tangguh untuk membaca, mengamati, lalu menciptakan sebuah
peluang yang bernilai ekonomis tinggi. Secara bahasa wirausaha
merupakan susunan dari dua kata yaitu wira dan usaha, “wira” yang
artinya mandiri dan berani bertanggung jawab. “Usaha” yang artinya
melakukan suatu kegiatan usaha atas sebuah tujuan.

2
Pendeknya, wirausaha mempunyai arti sebuah kegiatan usaha
yang tidak bergantung kepada orang lain tetapi secara mandiri,
bertanggung jawaab serta menemukan gagasan-gagasan atau ide baru
dengan memberdayakan sumber-sumber ekonomi yang ada, semisal,
lingkungan atau dapat juga manusia denan memanfaatkan potensi yang
dimilikinya. dan potensi yang diberdayakan adalah salah satu ciri dari
muslim yang pandai bersyukur.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian wirausaha ?
2. Prinsip wirausaha ?
3. Sektor-Sektor Wirausaha ?
4. Pengertian Home Industry ?
5. Konsep Islam tentang Kewirausahaan ?

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi wirausaha
Istilah wirausaha sering dipadankan dengan kata “entrepreneur”
atau ada juga yang menyebutnya dengan wiraswasta. Wirausaha yang
berasal dari kata wira yang berarti mulia, luhur, unggul, gagah berani,
utama, teladan, dan pemuka dan usaha yang berarti kegiatan dengan
mengerahkan segenap tenaga dan pikiran, pekerjaan, daya upaya, ikhtiar,
dan kerajinan bekerja. Oleh LY Wiranaga wirausahawan diasumsikan
sebagai sosok manusia utama, manusia unggul, dan manusia mulia karena
hidupnya begitu berarti bagi dirinya maupun orang lain.
Richard Cantillon adalah orang pertama yang menggunakan istilah
entrepreneur di awal abad ke-18. Ia mengatakan bahwa wirausaha adalah
seseorang yang menanggung resiko. Lain lagi pandangan Jose Carlos
Jarillo-Mossi yang menyatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang
merasakan adanya peluang, mengejar peluang yang sesuai dengan situasi
dirinya, dan percaya bahwa kesuksesan merupakan suatu hal yang dapat
dicapai. Artinya, kewirausahaan adalah untuk setiap orang dan setiap
orang berpotensi untuk menjadi wirausaha.
Wirausaha merupakan kemampuan untuk berpikir dan merupakan
sebuah tindakan yang konstruktif dalam mewujudkan berbagai pola
produksi dan layanan secara baru. Oleh sebab itu wirausaha merupakan
potensi pembangunan baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha
itu sendiri.
Wirausahawan adalah seorang inovator, sebagai individu yang
mempunyai naluri untuk melihat peluang-peluang, mempunyai semangat,
kemampuan dan pikiran untuk menaklukkan cara berfikir lamban dan
malas. Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari
kombinasi-kombinasi baru, yang merupakan gabungan dari lima hal, yaitu

4
1. Pengenalan barang dan jasa baru
2. Metode produksi baru
3. Sumber bahan mentah baru
4. Pasar-pasar baru, dan
5. Organisasi industri baru
Ada beberapa kata kunci bagi upaya menjadi wirausahawan, antara lain
sebagai berikut:
1. Memprediksi berbagai kemungkinan yang terjadi pada masa depan.
2. Memiliki fleksibilitas tinggi (kemampuan untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan usaha).
3. Mengantisipasi berbagai kemungkinan dengan mengubah aturan main.
4. Kemampuan melanjutkan perubahan dari aturan atau bentuk yang telah
ada sebelumnya.

B. Prinsip wirausaha

Prinsip adalah suatu pernyataan fundumental atau kebenaran


umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang atau kelompk
sebagai sebuah pedoman untuk berfikir atau bertindak, sebuah prinsip
merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan , dan
merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah
obyek atau subyek tertentu.

Sedangkan kewirausahaan menurut bahasa berasal dari kata wira


dan usaha. Wira berarti “pejuang “ usaha yang berarti perbuatan amal,
bekerja, berbuat sesuatu. Sehingga wirausaha adalah pejuang atau
pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha adalah orang yang apandai
atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,
menyusun oprassi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan
operasinya serta memasarkannya.

5
C. Sektor-Sektor Wirausaha

Kegiatan wirausaha meliputi tiga sektor penting dalam perekonomian.


Oleh karenanya setiap wirausahawan diperkenankan untuk melakukan
usaha dengan memanfaatkan segala potensi yang ada, selama tidak
bertentangan dengan undang-undang dan hukum yang berlaku, baik secara
tertulis maupun tidak tertulis.

Sektor-sektor usaha dalam hubungannya dengan wirausaha dapat


dikelompokkan menjadi sektor formal dan informal, antara lain :

a. Sektor Formal Adalah kegiatan-kegiatan usaha yang dikelola sedemikian


rupa, sehingga kegiatannya bersifat tetap atau menjadi tumpuan
harapan pengelola.

Sektor ekonomi formal yang dapat diusahakan antara lain:

1. Industri, baik industri besar, industri menengah, industri kecil, industri


kerajinan, maupun industri pariwisata.

2. Perdagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri atau perdagangan


internasional, dan pedagang besar, pedagang menengah atau pedagang
kecil.

3. Jasa dan transportasi, yang meliputi pedagang perantara, pemberi kredit


atau perbankan, pengusaha angkutan, pengusaha hotel dan restoran,
pengusaha biro jasa atau travel pariwisata, pengusaha asuransi,
pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana, dan lain sebagainya.

4. Agraris, yang meliputi pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan


dan peternakan.

5. Lapangan pertambangan dan energi, meliputi bidang minyak bumi dan


gas alam yang ada, dan

6
6. Usaha-usaha lainnya yang berbentuk perusahaan, berbadan hukum
maupun yang tidak berbadan hukum

b. Sektor Informal

Adalah kegiatan usaha yang bersifat sampingan, biasanya tidak berbentuk


perusahaan serta berbentuk home industry (industri rumah tangga).

Sektor ekonomi informal yang bisa diusahakan antara lain:

1. Perdagangan, artinya sebagai pedagang kecil atau retailer.

2. Industri rakyat atau industri rumah tangga, meliputi pengrajin,


pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil perkebunan, pengolahan
hasil perikanan, pengolahan hasil peternakan, dan pengolahan hasil
kehutanan.

4. Agraris, meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan kecil,


perikanan darat, peternakan unggas, dan sebagainya, atau

5. Usaha-usaha lainnya yang tidak berbentuk perusahaan

D. Pengertian Home Industry

Home berarti rumah, tempat tinggal, ataupun kampung halaman. Sedang


Industry, dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang dan ataupun
perusahaan. Singkatnya, Home Industry (atau biasanya ditulis/dieja dengan
“Home Industry”) adalah rumah usaha produk barang atau juga perusahaan
kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini
dipusatkan di rumah.39 Kriteria lainnya dalam UU No 9 Tahun 1995 adalah:
milik WNI, berdiri sendiri, berafiliasi langsung atau tidak langsung dengan
usaha menengah atau besar dan berbentuk badan usaha perorangan, baik
berbadan hukum maupun tidak. Home Industry juga dapat berarti industri
rumah tangga, karena termasuk dalam kategori usaha kecil yang dikelola
keluarga.

7
Industri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti kegiatan
memproses atau mengolah barang (bahan baku) dengan menggunakan sarana
dan peralatan. Industri ringan merupakan usaha pembuatan atau produksi
barang-barang yang bahan bakunya dari kertas, kayu, rotan, kain dan
sebagainya (bukan dari besi atau baja)

Industri juga memiliki arti sebagai kerajinan.41 Dalam pengertian ini,


industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan barang mentah atau
barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah guna
memperoleh keuntungan. Industri tidak hanya berupa barang tapi dapat juga
berupa jasa. Industri rumah tangga adalah industri yang jumlah karyawan dan
tenaga kerjanya satu hingga empat orang.

Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku:

a. Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan baku diambil langsung dari
alam sekitar. Contoh: pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan,
peternakan, pertambangan, dan lain lain.

b. Industri nonekstaktif, yaitu industri yang bahan baku didapat dari


tempat lain selain alam sekitar.

c. Industri fasilitatif, yaitu industri yang produk utamanya adalah


berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya. Contoh:
Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.

E. Konsep Islam tentang Kewirausahaan

Bekerja dan berusaha termasuk berwirausaha, boleh dikatakan


merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena,
keberadaannya sebagai khalifah di bumi dimaksudkan untuk memakmurkan
bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik. Dalam KBBI (Kamus Besar
Bahasa Indonesia), wirausaha identik dengan wiraswasta, sehingga
wirausahawan dapat disebutkan sebagai “orang yang pandai dan berbakat
mengenal produk baru, menentukam cara produksi baru, dan menyusun

8
pedoman operasi, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya”.
Adapun enterprenuer adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur
kewirausahaan(secara) internal, mengelolah dan berani menanggung resiko
untuk memanfaatkan peluang usaha dan menciptakan sesuatu yang baru
dengan keterampilan yang dimiliki. Berikut ini merupakan ciri dan watak
dalam seorang wirausaha.

Ciri-ciri seorang wirausaha:

1. Percayadiri.
2. Berorientasipadatugasdanhasil.
3. Pengambilanresiko.
4. Kepemimpinan.
5. Keorisinilan.
6. Berorientasi kemasa depan
Watakseorang wirausaha:
1. Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, danoptimisme.
2. Kebutuhanuntukberprestasi, berorientasilaba, ketekunandanketabahan,
tekadkerjakeras, mempunyaidorongankuat, energetikdaninisiatif.
3. Kemampuanuntukmengambilresiko yang wajardansukatantangan.
4. Perilakusebagaipemimpin, bergauldengan orang lain, menanggapi saran-
saran dankritik.
5. Inovatifdankreatifsertafleksibel.
6. Pandangakedepan,perspektif.
Dan unsur-unsur kewirausahaan sebagai berikut:
1. Motivasi
2. Visi
3. Komunikasi
4. Optimisme
5. Semangat
6. Kemampuan memanfaatkan peluang.

9
Dalam Islam setiap muslim harus berusaha dengan keras agar
dapat menjadi tangan diatas daripada tangan dibawah, artinya lebih baik
mampu membantu dan memberi sesuatu pada orang lain dari hasil jerih
payahnya, daripada meminta-minta. Bagaimana bisa membantu orang lain
jika untuk memenuhinya diri sendiri jika tidak mau berusaha keras.
Seseorang akan dapat membantu sesama apabila dirinya telah
berkecukupan. Seseorang dikatakan berkecukupan apabila ia mempunya
penghasilan yang lebih. Seseorang akan mendapatkan penghasilan lebih
jika berusaha dengan keras dan baik. Karenanya dalam bekerja harus
disertai dengan etos kerja.
Islam mencela orang yang mampu secara fisik dan psikis yang
mampu untuk bekerja tetapi tidak mau berusaha keras. Seorang muslim
harus dapat memanfaatkan karunia yang diberikan Allah yang berupa
kekuatan dan kemampuan diri untuk bekal hidup di dunia maupun di
akhirat. Etos kerja yang tinggi merupakan cerminan diri seorang muslim.

Sebagaimana hadis berikut:

‫ب ب ِن ال ِمقدَ ِام َعن‬


َ ‫ي َمع ِديَك ِر‬ ِ ‫عن َعنهه للاه َر‬
َ ‫ض‬ َ ‫صلَّى النبي‬ َ ‫ قَا َل َو‬: ‫طعَا ًما ا َ َحد أ َ َك َل َما‬
َ ‫سلَ َم َعلَي ِه للاه‬ َ
‫ يَ ِد ِه َع َم ِل ِمن يَأ هك َل أَن ِمن خَي ًرا َقط‬، ‫ي َوإِ َّن‬
َّ ِ‫سالَم َعلَي ِه د َ هاودَ للا نَب‬َّ ‫َع َم ِل ِمن يَأ هك هل َكانَ ال‬
‫يَ ِد ِه‬.(‫) البخارى رواه‬
Artinya: “Dari Miqdam RA, dari Rasulullah SAW bersabda: tidaklah
seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makan hasil
kerjanya sendiri dan sesungguhnya Nabi Daud AS makan dari hasil buah
tangan (pekerjaan) nya sendiri” (HR. Al-Bukhari)

Maksud hadis tersebut Nabi menyatakan bahwa usaha yang paling


baik adalah berbuat sesuatu dengan tangannya sendiri dengan syarat jika
dilakukan dengan baik dan jujur. yang dimaksudkan ialah usaha seorang
dengan tangannya dapat dimaknai dengan wirausaha, karena dengan
melakukan sesuatu dengan tangannya berarti seseorang dituntut dapat

10
menciptakan sesuatu dan dapat memanfaatkan peluang dan kemampuan
yang dimiliki.

Dalam melakukan suatu usaha, disamping harus mempunyai etos


kerja yang tinggi, seorang muslim harus mempunyai jiwa wirausaha agar
usaha berkembang dengan baik, tidakmengalami kerugian, karena pada
hakikatnya kewirausahaan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup
seseorang dengan mawujudkan gagasan inovatif dan kreatif. Inovatif
adalah bertindak melakukan sesuatu, sedangkan kreatif adalah memikirkan
sesuatu yang baru.
Selalu bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam setiap usaha
agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Hal ini berlandaskan pada Al-
Quran yang menjelaskan bahwa sebaik-baiknya orang adalah orang yang
bermanfaat bagi orang lainUsahanya berkelanjutan, seorang muslim
hendaknya memikirkan generasi penerus dari usaha yang dia bangun, tidak
hanya mementingkan usaha pada masanya saja. Hal ini berdasarkan QS.
An Nisa: 9 “hendaklah merasa khawatir orang-orang yang meninggalkan
keturunannya dalam keadaan lemah, khawatir akan masa depan mereka.

Etika Sedikit untung banyak laku Mudah dan menyenangkan Jujur :

1. Jujur
Kejujuran merupakan salah satu kata kunci dalam
kesuksesan seorang wirausahawan. Sebab suatu usaha tidak akan
bisa berkembang sendiri tanpa ada kaitan dengan orang lain.
Sementara kesuksesan dan kelanggengan hubungan dengan orang
lain atau pihak lain, sangat ditentukan oleh kejujuran keduabelah
pihak.

11
2. Zikir dan doa
Seorang wirausahawan muslim memiliki keyakinan yang
kukuh terhadap kebenaran agamanya sebagai jalan keselamatan,
dan bahwa dengan agamanya ia akan menjadi unggul. Keyakinan
ini membuatnya melakukan usaha dan kerja sebagai dzikir dan
bertawakal serta bersyukur pasca usahanya.

3. Banyak sedekah
Sebagai pengusaha, mengasuh anak yatim merupakan
kewajiban. Mengasuh atau memelihara dalam arti memberikan
kasih sayang dan nafkah (makan, sandang, papan dan biaya
pendidikan). Lebih baik lagi bila juga kita berikan bekal (
ilmu/agama/ketrampilan) sehingga mereka akan mampu mandiri
menjalani kehidupan di kemudian hari.

12
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Enterprenuer adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-
unsur kewirausahaan(secara) internal, mengelolah dan berani
menanggung resiko untuk memanfaatkan peluang usaha dan menciptakan
sesuatu yang baru dengan keterampilan yang dimiliki.
Wirausaha (entrepreneurship) adalah suatu usaha yang
dikembangkan dengan metodologi atau konsep yang dibentuk dengan
topangan skill (kemampuan) yang bernilai khas, yang didukung dengan
willing, dan capital yang memadai serta komprehensif kemampuan atas
usaha tersebut. Selain itu juga wirausaha merupakan suatu cara
memanfaatkan peluang sedemikian rupa, dimana tanggapan terhadap
peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan,pada akhirnya
akan membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga,
produktif dan inovatif. Wirausaha pada dasarnya bertujuan untuk
mencapai usaha yang inovatif dan bersinergi aktif di dunia bisnis. Tentu
ini tidak lepas dari usaha untuk berkerja keras dan berusaha secara
inovatif dan kreatif.
B. SARAN
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, penulis mengarapkan
kritik atau saran dari pembaca, untuk menbangun kesempurnaan atau
kelempakan makalah ini, sehingga menjadi lebih baik lagi.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://umymasrurohsy.blogspot.co.id/2013/09/langkah-langkah-menjadi-
wirausahawan.html

Ismail Yusanto, Muhammad, dan M. Karebet Widjajakusuma,Menggagas Bisnis


Islami.Jakarta: Gema Insani Press, (2002).

Muhammad bin Jarir Ath-Thabari, Abu Ja’far.Tafsir Ath-Thabari (Jakarta :


Pustaka Azzam, 2009).

14