Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam bertahan hidup. Bisnis


adalah salah satu cara yang ditempuh. Bisnis dapat diartikan sebagai
organisasi yang menyediakan barang atau jasa dengan maksud mendapatkan
laba (keuntungan).

Seiring dengan berkembangnya zaman, dunia bisnispun menjadi semakin


marak. Dengan berkembangnya dunia bisnis ini, kebutuhan dana menjadi hal
yang tak dapat dielakkan lagi, baik bagi pengusaha perorangan maupun bagi
pengusaha yang tergabung dalam suatu badan hukum didalam
mengembangkan usahanya.

Oleh karena permasalahan kebutuhan dana tersebut, semakin banyak pula


orang yang mendirikan lembaga pembiayaan yang bergerak dibidang
penyadian dana ataupun barang yang dibutuhkan oleh orang lain.

Penyedia seperti ini biasanya disebut sebagai Leasing. Dana ataupun


barang yang disediakan bukan dengan Cuma-Cuma. Melainkan ada
keuntungan yang diperoleh oleh pihak penyedia dana atau barang tersebut
yang pasti juga dipengaruhi bunga.

Pada makalah ini saya lebih memfokuskan Leasing pada kendaraan


bermotor.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Leasing?
1.2.2 Apa istilah bagi pihak yang terlibat dalam kegiatan Leasing?
1.2.3 Apa saja ketentuan yang berlaku dalam kegiatan Leasing?
1.2.4 Apa pengaruh bunga pada Kegiatan Leasing kendaraan bermotor?
1.2.5 Bagaimana contoh Pengaruh bunga pada kegiatan Leasing kendaraan
bermotor?

1.3 Tujuan Penulisan


1.3.1 untuk mengetahui maksud dari Leasing
1.3.2 dapat membedakan istilah bagi pihak yang terlibat dalam kegiatan
Leasing
1.3.3 mengetahui ketentuntuan yang berlaku dalam kegiatan Leasing
1.3.4 mengetahui dalam Leasing kendaraan bermotor dipengaruhi oleh
bunga
1.3.5 memperoleh contoh pengaruh bunga pada Leasing kendaraan
bermotor

1.4 Manfaat Penulisan

Diharapkan dengan penulisan makalah ini, penulis maupun pembaca


dapat lebih memahami lagi mengenai kegiatan Leasing kendaraan bermotor
serta lebih jeli lagi dalam menanggapinya. Pasalnya bunga sangat
berpengaruh dalam kegiatan ini.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Leasing

Secara harfiah leasing sendiri berasal dari bahasa Inggris Lease yang
berarti menyewakan. Dalam definisi yang lebih luas leasing yang sering
dikenal juga dengan sewa-guna-usaha.

Leasing adalah setiap kegiatan pembiayaan oleh bank atau lembaga dan
perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan
oleh suatu perusahaan atau perorangan untuk jangka waktu tertentu. Dalam
jangka waktu itu seseorang yang mengajukan leasing harus melakukan
pembayaran secara berkala dengan disertai hak kepemilikan setelah semua
pembayaran telah selesai dilunasi.

Sedangkan dalam surat Keputusan Menteri Keuangan no.


1169/K.MK.01/1991, disebutkan bahwa leasing atau sewa guna usaha adalah
“kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara
sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa gunas usaha
tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee selama jangka
waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala”.

2.2 Istilah Pihak Yang Terlibat Leasing

Ada beberapa pihak yang terlibat dalam pemberian fasilitas leasing, dan
masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajibannya, Masing-masing
pihak dalam melakukan kegiatannya selalu bekerja sama dan saling berkaitan
satu sama lainnya melalui kesepakatan yg dibuat bersama.

1. Lessor
Merupakan perusahaan leasing yg membiayai keinginan para nasabahnya
untuk memperoleh barang-barang modal.
2. Lessee
Adalah nasabah yg mengajukan permohonan leasing kepada lessor untuk
memperoleh barang modal yg diinginkan
3. Supplier
Yaitu pedagang yg menyediakan barang yg akan di leasingkan sesuai
perjanjian antara lessors dengan lessee dan dalam hal ini supplier juga
dapat bertindak sebagai lessor.

4. Asuransi
Merupakan perusahaan yg akan menanggung risiko terhadap perjanjian
antara lessor dengan lessee. Dalam hal ini lessee dikenakan biaya
asuransi dan apabila terjadi sesuatu, maka perusahaan akan menanggung
risiko sebesar sesuai dengan perjanjian terhadap barang yg dileasingkan.
(tetapi saat ini yg sering terjadi asuransi hanya menanggung kerusakan
atau kehilangan selama masih dalam jangka waktu kredit)

2.3 Ketentuan Dalam Leasing Kendaraan Bermotor

Ketentuang / Perjanjian yg dibuat antara lessor dengan lessee disebut ''


lease agrement'' dimana didalam perjanjian tersebut memuat kontrak kerja
bersyarat antara kedua belah pihak, leessor dan lessee.
Isi kontrak yg dibuat secara umum memuat antara lain :
1. Nama dan alamat lessee
2. Jenis barang modal yg diinginkan
3. Jumlah atau nilai kendaraan bermotor yang dileasingkan
4. Syarat-syarat pembayaran
5. Syarat-syarat kepemilikan atau syarat lain
6. Biaya yang harus dicicil perbulannya
7. Sangsi-sangsi apabila lessee ingkar janji
8. dan lain-lainnya
Jika seluruh persyaratan sudah disetujui, maka pihak lessor akan
menghubungi supplier untuk negosiasi barang dan menghubungi pihak
asuransi untuk menanggung resiko pembayaran oleh lessee.namun dalam
praktiknya dapat pula sebelum nasabah mangajukan permohonan ke
perusahaan leasing, pihak lessee terlebih dulu melakukan negosiasi dengan
suppliernya, kemudian barulah mencari leasing yang akan menjadi lessornya.

2.4 Leasing Kendaraan Bermotor Dipengaruhi Bunga

Dalam pembelian kendaraan bermotor biasanya ada yang dilakukan


dengan mencicil. Cicilan tersebut pasti telah diperhitungkan secara teliti oleh
seorang aktuaris. Baik mengenai bunga yang dikenakan maupun lama waktu
pencicilan.

Pada masalah Leasing inipun tidak jauh berbeda dengan permasalahan


tersebut. Pasalnya cicilan yang dilakukan pada persoalan diatas yaitu atas
pembelian barang baru. Sedangkan pada Leasing ini barang yang jadi acuan
adalah barang lama guna peminjaman dana atau guna pembelian barang
tersebut.
Atas nama peminjaman pasti akan ada berlaku yang namanya bunga.
Bunga tersebutlah yang akan menjadi laba bagi pembisnis karena telah
bersedia memberi pinjaman.

2.5 Contoh Leasing Yang Dipengaruhi Oleh Bunga

Sebagai contoh, seseorang ingin membeli mobil bekas temannya dengan


harga Rp. 250.000.000,- namun dia tidak memiliki uang sebesar yang
diharapkan. Maka untuk mencukupi uang yang dibutuhkan, orang tersebut
melakukan Leasing mobil ke sorum ataupun bank.

Misalkan bank hanya menghargai mobil tersebut sebesar Rp.


200.000.00,-. Jadi Rp. 200.000.000,- tersebut yang menjadi pokok pinjaman
dan dicicil perbulan.

Jika disepakati cicilan perbulan sebesar Rp.7.000.000,- selama 36 bulan.


Berarti total uang yang disetor selama 36 bulan atau 3 tahun adalah sebesar
Rp. 7.000.000,- × 36 = Rp. 252.000.000,-

Jadi kelebihan dari besar hutang adalah Rp. 252.000.000,- − Rp.


200.000.000,- = 52.000.000,-

Rp. 52.000.000,- adalah bunga yang dibayar atau keuntungan bank. Besarnya
𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 52.000.000,00
bunga yaitu 𝑠𝑢𝑘𝑢 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 = = = 0,26
ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 200.000.000,00

Persentase suku bunga = 0,26 × 100% =26%

Dapat dilihat bunga yang berlaku sangat besar dan sangat berpengaruh.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Saat sekarang Leasing kendaran bermotor sudah menjamur, selain


kendaraan bermotor banyak yang dapat di Leasingkan. Seperti properti
berharga lainnya.sesuai syarat dan ketentuan.

Dari penjelasan sebelumnya dan berdasarkan contoh yang diberikan


dapat terlihat bahwa pada perkembangan bisnis sangat berlaku dan
berpengaruh yang namanya bunga.

Bunga menjadi laba / keuntungan tersendiri bagi pihak penyedia dana.


Sedangkan memberatkan pihak lainnya.

3.2 Saran

Bagi pembaca harus lebih teliti lagi jika akan melakukan transaksi yang
melibatkan bunga. Jangan mudah tergiur dengan cicilan yang sedikit atau
waktu yang singkat.
KEPUSTAKAAN

https://www.blogotive.com/cara-menghitung-simulasi-kredit-motor

http://aktuaraya.blogspot.co.id/2012/09/artikel-leasing.html

https://www.finansialku.com/panduan-contoh-perhitungan-simulasi-kredit-mobil-
bekas/

https://blog.duitpintar.com/kadang-besaran-cicilan-kredit-motor-murah-bisa-
bikin-kita-terkecoh/