Anda di halaman 1dari 8

METODE TRANSPORTASI

(Vogel’s Approximation Models VAM)


Suparmono, SE,M.Si, www.stimykpn.com
Kegunaan :
Mengatur distribusi dari sumber yang menyediakan produk yang
sama ketempat-tempat yang membutuhkan secara optimal.

Kapasitas Produksi Pabrik Kebutuhan Gudang A, B, C


Kapasitas Kebutuhan tiap
Pabrik Produksi/bln Gudang Bulan
W 90 ton A 50 ton
H 60 ton B 110 ton
P 50 ton C 40 ton
Jumlah 200 ton 200 ton

Biaya Pengangkutan setiap ton dari pabrik ke gudang


Biaya tiap Ton (ribuan rupiah)
Dari Ke Gudang A Ke Gudang B Ke Gudang C
Pabrik W 20 5 8
Pabrik H 15 20 10
Pabrik P 25 10 19

LANGKAH PENYELESAIAN VAM

1. Penyusunan tabel alokasi


Dari/ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas
Pabrik W X11 20 X12 5 X13 8 90
Pabrik H X21 15 X22 20 X23 10 60
Pabrik P X31 25 X32 10 X33 19 50
Kebutuhan 50 110 40 200

2. Cari perbedaan dari dua biaya terkecil (absolut)


Baris W 8– 5 =3
Baris H 15 – 10 =5
Baris P 19 – 10 =9
Kolom A 20 – 15 =5
Kolom B 10 – 5 =5
Kolom C 10 – 8 =2
metode transportasi, suparmono, m.si 1
3. Pilihlah 1 perbedaan yang terbesar diantara semua nilai perbedaan
pada kolom dan baris. Baris P memiliki perbedaan terbesar, yaitu 9

4. Isilah pada salah satu segi empat yang termasuk dalam kolom atau
baris terpilih, yaitu yang biayanya terrendah diantara segi empat lain
pada kolom/baris itu.

Gudang Kapasitas Perbedaan


A B C Baris
W 20 5 8 90 3
Pabrik H 15 20 10 60 5
P 25 10 19 50 9
Kebutuhan 50 110 40 Pilihan XPB = 50
Perbedaan Kolom 5 5 2 Hilangkan baris P

5. Hilangkan baris P karena baris P sudah terisi secara penuh.


6. Tentukan lagi selisih/perbedaan biaya pada langkah 2 untuk kolom
dan baris yang terisi. Ulangi langkah 3 sampai 5 , sampai semua baris
dan kolom sepenuhnya teralokasi.
Gudang Kapasitas Perbedaan
A B C Baris
W 20 5 8 90 3
H 15 20 10 60 5
Kebutuhan 50 60 40 Pilihan XWB = 60
Perbedaan Kolom 5 15 2 Hilangkan baris B

Gudang Kapasitas Perbedaan


A C Baris
W 20 8 30 12
H 15 10 60 5
Kebutuhan 50 40 Pilihan XWC = 30
Perbedaan Kolom 5 2 Hilangkan baris W

Gudang Kapasitas Perbedaan


A C Baris
H 15 10 60
Kebutuhan 50 10 Pilihan XHA = 50
Pilihan XHC = 10

metode transportasi, suparmono, m.si 2


Matriks Hasil Alokasi dengan VAM
Dari/ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas
Pabrik 20 5 8
W 60 30 90
Pabrik 15 20 10
H 50 10 60
Pabrik 25 10 19
P 50 50
Kebutuhan 50 110 40 200

7. Setelah terisi semua, maka biaya transportasinya yang harus


dibayar adalah 60 (5,00) + 30 (8,00) +50 (15,00) +10 (10,00) +
50 (10,00) = 1.890,00

KAPASITAS TIDAK SAMA DENGAN KEBUTUHAN


a. kebutuhan < kapasitas yang tersedia
Dari/ke Gudang A Gudang B Gudang C Dummy D Kapasitas
Pabrik 20 5 8 0
W 90
Pabrik 15 20 10 0
H 60
Pabrik 25 10 20 0
P 100
Kebutuhan 50 110 40 50 250

b. kebutuhan > kapasitas yang tersedia


Dari/ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas
Pabrik 20 5 8
W 90
Pabrik 15 20 10
H 60
Pabrik 25 10 20
P 50
Dummy 0 0 0
Q 50
Kebutuhan 100 110 40 250

metode transportasi, suparmono, m.si 3


PENYELESAIAN TRANSPORTASI DENGAN LP

a. kebutuhan sama dengan kapasitas


m n

fungsi tujuan : minimumkan Z   C ij X ij


i 1 j 1

fungsi batasan : (1) 


j 1
X ij  ai (i  1,2,.......m)
m
(2)  X ij  bi ( j  1,2,.......n)
j 1

b. kebutuhan lebih kecil dari kapasitas


m n

fungsi tujuan : minimumkan Z   C ij X ij


i 1 j 1

fungsi batasan : (1) 


j 1
X ij  bi ( j  1,2,.......n)
m
(2)  X ij  bi ( j  1,2,.......n)
j 1

c. kebutuhan lebih besar dari kapasitas


m n

fungsi tujuan : minimumkan Z   C ij X ij


i 1 j 1

fungsi batasan : (1) 


j 1
X ij  bi ( j  1,2,.......n)
m
(2)  X ij  bi ( j  1,2,.......n)
j 1

kasus diatas dapat diselesaikan dengan memformulasikan LP :


Fungsi Tujuan : minimumkan
Z = 20XWA +15XHA +25XPA +5XWB +20XHB +10XPB +8XWC +10XHC +19XPC
Batasan-batasan: XWA + XWB + XWC = 90
XHA + XHB + XHC = 60
XPA + XPB + XPC = 50
XWA + XHA + XPA = 50
XWB + XHB + XPB = 110

metode transportasi, suparmono, m.si 4


XWC + XHC + XPC = 40

METODE TRANSPORTASI
(Stepping Stone Models)

LANGKAH PENYELESAIAN STEPPING STONE

1. Penyusunan tabel alokasi

Dari/ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas


Pabrik W 20 5 8 90
Pabrik H 15 20 10 60
Pabrik P 25 10 19 50
Kebutuhan 50 110 40 200

2. Prosedur Alokasi
Dilakukan dengan northwest corner rule mulai dari X11
Dari/ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas
Pabrik 20 5 8
W 50 40 90
Pabrik 15 20 10
H 60 60
Pabrik 25 10 19
P 10 40 50
Kebutuhan 50 110 40 200

3. Mengubah alokasi secara trial and error


Misalnya gudang A untuk HA belum terisi, diambilkan dari WA agar
kebutuhan tetap 50 maka diambilkan dari WB dan HB. Maka perubahan
biayanya :
Tambahan biaya dari H ke A :15
dari W ke B : 5
20
Pengurangan biaya dari W ke A: 20
dari H ke B : 20
40
Penghematan : 20
Jumlah yang bisa diubah maksimum isi terkecil dari 2 segi empat
yang terdekat dengan yang akan diisi. Isi WA = 50 dan HB = 60 maka

metode transportasi, suparmono, m.si 5


diisikan pada HA 50 unit dan ditambahkan isi WB (berlawanan dengan
HA) sebesar 50 unit. Maka perubahan alokasinya adalah :
Perbaikan pertama dengan trial and error

Dari/ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas


Pabrik 20 5 8
W 50 (-) (+) 40 90
Pabrik 15 20 10
H (+) (-) 60 60
Pabrik 25 10 19
P 10 40 50
Kebutuhan 50 110 40 200

90(5) + 50(15) + 10 (20) + 10 (10) + 40 (19) = 2.260

Perbaikan kedua dengan trial and error


Dari/ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas
Pabrik 20 5 8
W 50 ( - ) (+) 40 90 90
Pabrik 15 20 10
H 50 ( + ) (-) 60 10 60
Pabrik 25 10 19
P 10 40 50
Kebutuhan 50 110 40 200

Perbaikan segi empat yang tidak berdekatan


Dari/ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas
Pabrik 20 5 8
W 90 50 (-) (+) 40 90
Pabrik 15 20 10
H 50 (+) (-) 10 60
Pabrik 25 10 19
P 10 50 (+) (-) 40 50
Kebutuhan 50 110 40 200

50(5) + 40(8) + 50 (15) + 10 (20) + 50 (10) = 2.020

metode transportasi, suparmono, m.si 6


Langkah ini terus dilakukan sampai dengan diperoleh biaya pengangkutan
yang terrendah (optimal).
Tabel Pemerikasaan 1
alokasi
D S C N KAP SEL D S C N KAP SEL
E 14 9 16 18 150 5 E 14 9 16 18 150 5
B 11 8 7 16 210 1 B 11 8 7 16 210 1
G 16 12 10 22 260 2 G 16 12 10 22 260 2
KEB 130 70 180 240 620 KEB 130 70 180 240
SEL 3 1 3 2 SEL 3 1 3 2
yang dipilih : ES = 70
yang hilang :S
Pemerikasaan 2 Pemerikasaan 3
D C N KAP SEL D N KAP SEL
E 14 16 18 80 2 E 14 18 80 4
B 11 7 16 210 4 B 11 16 210 5
G 16 10 22 260 6 G 16 22 80 6
KEB 130 180 240 KEB 130 240
SEL 3 3 2 SEL 3 2
yang dipilih : GC =180 yang dipilih : GD =80
yang hilang :C yang hilang :G

Pemerikasaan 4 Pemerikasaan 5
D N KA SEL N KAP
P
E 14 18 80 2 E 18 80
B 11 16 210 5 B 16 160
KEB 50 240 KEB 240
SEL 3 2 SEL 2
yang dipilih : BD =50 yang dipilih EN =80 dan BN = 160
yang hilang :D

Hasil akhir dari model


VAMs
D S C N KAP SEL
E 14 9x70 16 18x80 150 5
B 11x5 8 7 16x160 210 1
0
G 16x8 12 10x180 22 260 2
0
KEB 130 70 180 240 620
SEL 3 1 3 2
Biaya transportasinya : 7260

metode transportasi, suparmono, m.si 7


Soal latihan model transportasi
1. Tempat peleburan baja Yasmine Steel, ada di tiga kota, E, B, dan G
memproduksi baja sejumlah 150,210,260. Baja tersebut dipasok ke
kota D, S, C, N yang membutuhkan 130,70,180,240 ton per minggu.
Biaya pengiriman per ton adalah :
2.
D S C N Pertanyaan :
E 14 9 16 18 Tentukan pengalokasian baja yang dapat
B 11 8 7 16 meminimumkan biaya dengan
G 16 12 10 22 menggunakan VAM

3. perusahaan komputer akan menjual komputer ke beberapa PTS yang


dikirim melalui tiga gudang R, A, W dengan kapasitas 420, 610, dan
340 unit. PTS yang memesan adalah T, M, S, C dengan pemesanan
520, 250, 400, dan 200 unit. Biaya pengiriman per ton adalah :
Pertanyaan :
T M S C Tentukan pengalokasian komputer dari
R 22 17 30 18 gudang ke setiap PTS untuk
A 15 35 20 25 meminimumkan biaya.
W 28 21 16 14

4. Tempat peleburan baja Aladin Steel, ada di tiga kota, A, B, dan C


memproduksi baja sejumlah 46, 20, 34 ton per bulan. Baja tersebut
dipasok ke kota V, W, X, Y, dan Z yang membutuhkan 250, 150, 180,
100, dan 270 ton per sepuluh bulan. Biaya pengiriman per ton adalah :

V W X Y Z Pertanyaan :
A 18 16 12 28 54 Tentukan pengalokasian baja yang
B 24 40 36 30 42 dapat meminimumkan biaya dengan
C 22 12 16 48 44 menggunakan VAM

metode transportasi, suparmono, m.si 8