Anda di halaman 1dari 14

DESA SIAGA ADALAH DESA YANG PENDUDUKNYA MEMILIKIa KESIAPAN SUMBER DAYADAN KEMAMPUAN

UNTUK MENCEGAH DAN MENGATASI MASALAH- MASALAH KESEHATAN,BENCANA DAN KEGAWAT DARURATAN
KESEHATAN SECARA MANDIRI
Si (siap), :
yaitu pendataan dan mengamati seluruh ibu hamil, siap mendampingi ibu, siap menjadi donor
darah, siap memberi bantuan kendaraan untuk rujukan, siap membantu pendanaan, dan bidan
wilayah kelurahan selalu siap memberi pelayanan.
A (antar), yaitu warga desa, bidan wilayah, dan komponen lainnya dengan cepat
dan sigap mendampingi dan mengatur ibu yang akan melahirkan jika
memerlukan tindakan gawat-darurat.
Ketika seseorang menyumbangkan darah, sumsum tulangnya dirangsang untuk menghasilkan sel
darah merah baru. Ini akan membuat organ pembentuk darah kita untuk berfungsi lebih efektif
dan sel-sel aktif.
Seorang dokter akan memeriksa calon donor yang mengajukan diri pada prosedur secara gratis. Dia akan
juga tahu golongan darahnya dan tahu apakah dia menderita anemia atau tidak. Donor akan diberi tahu
mengenai penyakit dilihat dalam darah sebagai hasil dari tes skrining.
Menjaga kesehatan jantung, saat kita rutin mendonorkan darah, maka jumlah zat besi dalam darah bisa
lebih stabil. Ini artinya menurunkan resiko penyakit jantung.
 Membantu penurunan berat tubuh, menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran
kalori yang ampuh. Dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori
kira – kira 650. jangan salah bisa membuat pinggang kita ramping .
Mendapatkan kesehatan psikologis, menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada sahabat
kita yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis.
Mendeteksi penyakit serius, tiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah
kita akan diperiksa terlebih dahulu sehingga kita bisa mengetahui apakah kita memiliki penyakit serius
atau tidak seperti HIV, hepatitis, siphilis, malaria. Bagi yang menerima darah, ini adalah informasi
penting agar tidak tertular penyakit serius tersebut. Sedangkan untuk si pendonor, ini adalah RAMBU
PERINGATAN agar kita lebih mencintai tubuh kita sendiri
 1. Usia 18-60 tahun
 2. Berat minimal 45 kg
 3. Suhu oral tidak boleh melebihi 37,5 ᶛC
 4. Nadi antara 48 - 100 per menit
5. Tekanan darah – di bawah kebijaksanaan petugas medis

 6. Hemoglobin tidak boleh kurang dari 12,5 gr%


 7. Tidur malam sebelum donor darah harus cukup minimal 5 jam.
 8. Sudah sarapan / makan.
 9. Persyaratan Medis
Penyakit paru aktif,
Serangan demam rematik
Penyakit kardiovaskular
Penyakit ginjal
Reaksi alergi yang sedang kambuh
Kanker Filiariasis (penyakit kaki
gajah) HIV/AIDS
Diabetes bawah oral hipoglikemik insulin dan obat-obatan Asma dalam waktu
dua bulan terakhir serangan
Sawan, epilepsi atau penyakit mental lainnya
Eksim,
dermatitis kronis atau rutin dan kambuh
Ulkus/tukak lambung akut dalam dua tahun
terakhir
Penyakit kulit kronis Sifilis & penyakit menular seksual lainnya
 Hepatitis B, Ikterus (sakit kuning) Malaria – orang yang telah malaria tiga tahun lalu, tetapi
tanpa kekambuhan bisa mendonorkan darah
A (antar), yaitu warga desa, bidan wilayah, dan komponen lainnya dengan cepat dan sigap
mendampingi dan mengatur ibu yang akan melahirkan jika memerlukan tindakan gawat-darurat.
Ga (jaga), :
yaitu menjaga ibu pada saat dan setelah ibu melahirkan serta menjaga kesehatan bayi yang baru
dilahirkan.
TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA YANG SEHAT,SERTA PEDULI DAN TANGGAP TERHADAP PERMASALAH
KESEHATAN DI WILAYAHNYA
a)