Anda di halaman 1dari 6

Apakah tujuan utama akuntansi biaya? Apa yang terjadi bila jika aspek-aspek keperilakuan diabaikan?

Tujuan utama akuntansi biaya adalah menghasilkan informasi biaya melalui proses identifikasi,
kuantifikasi, akumulasi, dan pelaporan berbagai elemen biaya yang berkaitan dengan produksi
barang/jasa untuk membantu perencanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas operasional orgaisasi.
Yang akan terjadi bilan aspek perilaku diabaikan yaitu akan mendorong respon-respon negatif dari
individu yang akan mengganggu penyediaan informasi biaya yang akurat misalnya:
 Hambatan dalam pengambilan tindakan operasi yang tidak menguntungkan
 Menghambat adaptasi atas praktik akuntansi perusahaan (menciptakan partisipasi semu anggota
organisasi dalam bekerja).
Mengapa sistem biaya tradisional tidak layak digunakan dalam melakukan pengendalian manajerial
yang efektif?
Sistem tradisional hanya memberikan sedikit informasi yang bermanfaat bagi perencanaan dan
pengambilan keputusan manajerial untuk mengantisipasi perubahan lingkungan dan persaingan bisnis.
Informasi yang diberikan sistem tradisional menyebabkan akumulasi data biaya historis tanpa
perbandingan dengan sasaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga mengakibatkan :
 Tujuan kinerja dan sasaran biaya per unit untuk masa datang tidak dapat ditetapkan.
 Kinerja aktual pusat pertanggungjawaban tidak dapat dibandingkan denag tingkat kinerja yang
diinginkan
 Penyimpangan-penyimpangan tidak ditindaklanjuti sehingga anggota organisasi bawah tidak
termotivasi memperbaiki diri.
Apa yang anda ketahui mengenai sistem biaya standar? Apakah langkah-langkah pokok dalam
pengembangan suatu kerangka kerja dari sistem biaya/ Kompatibilitas dengan Konsep Teori Organisasi
Modern?
Pendekatan manajemen kontemporer terhadap penentuan besarnya biaya untuk melaksanakan
tugas/aktivitas tertentu/menghasilkan produk tertentu, dengan merencanakan biaya-biaya/input perunit
dengan tepat pada tingkat output aktual yang dapat dicapai. Sistem biaya standar berpotensi digunakan
sebagai alat bantu untuk meningkatkan motivasi dan keselarasan tujuan anggota dan organisasi secara
keseluruhan. Langkah-langkah pokok dlm pengembangan kerangka kerja:
1. Penetapan tujuan organisasi
2. Penentuan pusat pertanggungjawaban yang sesuai dan penugasan fungsi pada setiap bagian/divisi
organisasi.
3. Pengisian staf dari pusat pertanggungjawaban dengan individu-individu yang memiliki kemampuan,
motivasi, dan pengetahuan yang mencukupi untuk melakukan fungsinya.
4. Penciptaan jalur komunikasi antara pusat pertanggungjawaban dan unit organisasi lainnya serta,
dimana perlu, lingkkungan eksternal.
5. Pengembangan prosedur yang memastikan bahwa informasi yang mencukupi, relevan, dan tepat
waktu sepanjang jalur komunikasi.
6. Desain dan implementasi pengendalian yang mengukur dan mengevaluasi kinerja dan memberikan
umpan balik mengenai proses pencapaian tujuan dan atau kinerja.
Bagaimana biaya dibedakan dalam perhitungan biaya langsung/variabel? Apa keuntungan dari sistem
biaya ini?
Dalam perhitungan biaya langsung terjadi perbedaan perlakuan antara biaya produksi dengan biaya siap
menghasilkan (overhead tetap/biaya periode). Biaya produksi hanya mengakui biaya yang disebabkan
oleh aktivitas produksi atau penyerahan jasa saat sekarang. Sedangkan biaya periode merupakan biaya
untuk memelihara dan menjamin ketersediaan potensi kemampuan produksi jangka panjang.
Keuntungan sistem biaya ini yaitu: keuntungan sistem biaya langsung tercermin pada informasi biaya
yang diberikan guna membantu manajemen puncak membuat keputusan strategis sehari-hari tanpa
harus menunggu proses akuntansi yang menyita waktu.
Bagaimana standar diterapkan dalam sistem biaya standar? Mengapa standar yg dipandang oleh
pekerja sebagai sasaran kinerja yg valid dianggap penting?
Standar berisikan kriteria-kriteria terstruktur yang dipakai untuk mengukur kinerja dan mengendalikan
biaya. Bila kriteria standar tepat dan membawa perubahan kualitas dan aspirasi anggota organisasi,
maka akan menghasilkan perilaku pekerja yang nyata dan efisien. Mengapa standar yg dipandang oleh
pekerja sebagai sasaran kinerja yg valid dianggap penting?
 Kriteria” yang dijadikan standar disusun dengan menyertakan partisipasi anggota organisasi,
sehingga mereka mengetahui tuntutan yang diharapkan dan dampak-dampaknya bagi mereka.
 Kriteria “ tersebut memberikan hasil terukur dan objektif dan dapat digunakan sebagai umpan balik
manajemen bagi anggota untuk melakukan tindakan koreksi segera (terhindar dari curiga dan
penilaian pribadi)
Apakah pentingnya margin kontribusi dalam pengambilan keputusan? Contoh!
 Menjadi motivator bagi individu untuk meningkatkan kualitas diri melebihi tuntutan kinerja
diharapkan, bahan individu menuntut manajemen bila penghargaan tidak sesuai dengan kinerja
yang dicapai, individu akan termotivasi membuat komitmen yang tegas, sehingga akan bekerja keras
untuk mencapainya, meminimalkan keraguan dan curiga dalam diri individu terhadap keputusan
bersama sehingga lebih berkonsentrasi pada aktivitasnya.
Apa dua jenis biaya tidak langsung yg dibedakan oleh perusahaan dalam riset Fremgen dan Liao?
 Biaya jasa korporat : biaya jasa yang dilakukan secara terpusat, memberikan manfaat bagi korporat
dan pusat-pusat tanggung jawab yang memberikan hubungan kerja dengan aktivitas manajemen
puncak.
 Biaya administrasi korporat : biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan kantor korporat
(manajemen) termasuk biaya gaji, hubungan masyarakat dan lainnya.
Mengapa aspek” keperilakuan diikutsetakan dalam bahasa akuntansi pertanggung jawaban secara
simultan?
Salah satu tujuan akuntansi pertanggung jawaban adalah untuk memastikan perilaku individu dan
anggota perusahaan, bahwa individu-individu pada seluruh tingkatan diperusahaan tersebut telah
memberikan kontribusi yang memuaskan terhadap pencapaian tujuan perusahaan secara menyeluruh.
Hal ini dicapai dengan membagi-bagi suatu perusahaan ke pusat pertanggungjawaban yang
memberikan suatu kerangka kerja dalam menetapkan tujuan kinerja. Hal tersebut juga memberikan
kepada top management mengenai hasil kinerja secara keseluruhan serta data mengenai bagaimana
manajer divisi menjalankan fungsinya. Akuntansi pertanggungjawaban digunakan untuk perilaku
manusia, peran mereka, dan tugas yang dibebankan pada mereka. Hal tersebut memberikan feedback
secara periodik kepada para manajer divisi mengenai keberhasilan mereka dalam mencapai tujuan
tertentu.
Bagaimana pola yg dirancang untuk menangani pertanggungjawaban yg tumpang tindih antar pusat
pertanggungjawaban?
 hal pertama adalah menyeleksi tipe struktur organisasi dan tugas, setelah itu hal yang penting
dalam membuat konstruksi sistem perilaku pertanggungjawaban yang efektif adalah
menggambarkan pertanggungjawaban itu sendiri. Setiap orang memiliki pertanggungjawaban dan
tantangan untuk untuk merasa bertanggungjawab maka setiap orang harus merasa memiliki
keahlian dan merasa diperlukan. Hal tersebut terimplikasikan dengan memiliki kewenangan dalam
membuat keputusan dan termotivasi untuk memperbaiki kinerjanya.
 Dalam menetapkan pertanggungjawaban perlu adanya tugas yang spesifik untuk tugas individu.
Setiap orang diberi tanggung jawab dan ditentukan pula aktivitas dan fungsinya, dalam
kenyataannya adalah berarti bertugas dengan atasan. Faktor terpenting dalam menggambarkan
tanggungjawab adalah persetujuan dengan direksi dan pertanggungjawaban atas sumber daya yang
didelegasikan berdasarkan fungsi atau tugas.
 Dengan membebankan tanggung jawab secara hati-hati ke satu orang saja, masing-masing individu
tersebut pada gilirannya harus melapor kepada satu manajer saja. Harus ada jaringan
pertanggungjawaban dengan mengukur dan mengevaluasi kinerja dari manajer divisi. Pusat
pertanggungjawaban harus dikelompokan pusat iaya, pusat pendapatan, pusat laba dan pusat
investasi.
cara mewujudkan keselarasan antara tujuan organisasi dan tujuan individu dari anggota organisasi
Manajemen puncak terlebih dahulu harus memperhatikan faktor-faktor pokok terciptanya pencapaian
oleh individu diantaranya yaitu: komitmen atasan dan karyawan organisasi, pemahaman dan keyakinan
atasan dan bawahan, serta kondisi sarana dan prasarana atau fasilitas, kemampuan dan motivasi kerja
manajer dan karyawan, keterampilan teknologi, ketentuan hukum, dan kapasitas finansial dan kondisi
pasar juga sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan. Beberapa saran yang dapat dilakukan oleh
manajer untuk merangsang individu untuk mencapai tujuan organisasi:
 Memvisisualisasikan pekerjaan organisasi/perusahaan sebagai kesempatan untuk memenuhi
kepentingan pekerjaan pribadi, dan memanfaatkan kapasitas pribadi dan kemajuan ke arah
pencapaian tujuan-tujuan karir pribadi.
 Mengembangkan pengertian yang menyeluruh tentang aktivitas organisasi agar dapat diantisipasi
perbaikan-perbaikan untuk melaksanakan pekerjaan dan untuk memenuhi syarat-syarat organisasi.
 Menganalisis tugas-tugas dan kesempatan promosi dengan memperhatikan harapan tentang
tujuan-tujuan pribadi.
 Mendorong pengembangan diri setiap pekerja untuk melampaui prestasi kerja biasa.
Kondisi yang bagaimanakah yang dapat mendukung terwujudnya manajemen berdasarkan tujuan
sesuai dengan harapan?
 Dalam menetapkan tujuan pusat pertanggungjawaban, manajemen puncak harus menyediakan
arahan secara keseluruhan dengan menspesifikasikan tujuan dan cita-cita perusahaan secara
keseluruhan.
 Dalam formulasi bersama dari tujuan kinerja dan rencana tindakan terperinci, manajemen puncak
dan manajer pusat pertanggungjawaban harus memaksimalkan keselarasan antara kebutuhan
pribadi dan aspirasi karier dari kelompok kerja serta tujuan perusahaan secara keseluruhan.
 Motivasi akan meningkat jika orang-orang percaya bahwa pencapaian tujuan perusahaan akan
memenuhi kebutuhan pribadi mereka secara simultan
 Jika orang-orang memandang tujuan organisasi sesuai dengna tjuan mereka, maka mereka akan
menginternalisasi tujuan perusahaan dan keselarasan tujuan dicapai.
alasan mengapa pusat pertanggungjawaban harus digambarkan secara jelas hingga pada tingkatan
manajemen yang plaing rendah sebelum dioperasikan?
 dalam akuntansi pertanggungjawaban struktur organisasi harus dapat menggambarkan aliran
tanggungjawab, wewenang dan posisi yang jelas untuk setiap unit kerja dari setiap tingkat
manajemen, selain itu harus menggambarkan pembagian tugas dengan jelas pula. Dengan demikian
wewenang mengalir dengan jelas dari tingkat manajemen atas ke bawah, sedangkan tanggungjawab
adalah sebaliknya.
 Untuk dapat berfungsi secara memadai, pusat tanggungjawab harus sesuai dengan desain dan
struktur organisasi tersebut. Struktur organisasi harus dianalisis terhadap kelemahan-kelemahan
dalam pendelegasian wewenang agar tanggung jawab yang didelegasikan tidak tumpang tindih.
Pendekatan yang digunakan untuk mendesain struktur organisasi dan pembebanan tanggungjawab
bervariasi dari setiap organisasi, tergantung pada pemilihan dan gaya kepemimpinan manajemen
puncak.
 Setiap pusat pertanggungjawaban harus efektif dan efisien, dengan kata lain organisasi perusahaan
harus mencapai tujuan dengan cara yang optimum. Sebuah pusat pertanggungjawaban akan
dikatakan efisien jika melakukan hal-hal tertentu secara tepat dan dikatakan efektif jika melakukan
hal-hal yang tepat.
Mengapa anggaran sering dipandang sebagai penghalang birokratis untuk karier lebih lanjut?
Anggaran memiliki dampak langsung terhadap perilaku manusia. Anggaran membatasi tindakan
manajemen. Anggaran merupakan alasan kinerja manajer dipantau secara kontinu dan standar terhadap
mana hasil kinerja dibandingkan. Orang-orang merasakan tekanan dari anggaran yang ketat, kegelisahan
dari laporan kinerja yang buruk dan kegembiraan atau rasa lega karena memenuhi anggaran. Manajer
sering kali menghadapi masalah mengenai sesuatu yang tidak ada dalam anggaran atau bahwa anda
sudah melebihi anggaran anda. Para manjer diperingatkan secara periodik. Oleh karena itu Anggaran
sering kali dipandang sebagai penghalang atau ancaman birokratis terhadap kemajuan karier.
Ketidaksukaan terhadap proses penyusunan anggaran secara keseluruhan bahkan dapat mendorong
orang untuk melakukan sabotase terhadap anggaran tersebut.
Mengapa anggaran begitu penting bagi suatu organisasi?
 Menyusun anggaran sebuah proyek maupun program sangat penting bagi suatu organisasi yang
merupakan cara untuk merencanakan dan memastikan bahwa sebuah organisasi tersebut telah
mengalokasikan sumber dayanya dengan baik. Penganggaran tidka hanya sekedar mengisi lembaran
dengan jumlah pengeluaran dan pendapatan, tetapi melibatkan langkah-langkah penting lainnya
seperti perencanaan, pengawasan dan penerapan terus menerus.
 Anggaran bagi suatu perusahan merupakan suatu rencana keuangan yang digunakan perusahaan
sebagai pedoman menilai kinerja, alat untuk memotivasi kinerja para anggota organisasi, alat
koordinasi dan komunikasi antara pemimpin dengan bawahan dalam organisasi. Anggaran secara
konsep luas merupakan alat pengendali suatu perusahaan atau organisasi. Sehingga anggaran
mempunyai makna yang penting dan kompleks karena anggaran mempunyai dampak fungsional
maupun disfungsional terhadap sikap dan perilaku anggota suatu organisasi.
Pandangan Perilaku terhadap Proses Penyusunan Anggaran (3 langkah utama)& mengapa manusia
memainkan peran?
1. Penetapan tujuan : Aktivitas perencanaan dimulai dengan menerjemahkan tujuan organisasi yang
luas ke dalam tujuan-tujuan aktivitas yang khusus. Controler dan direktur direktur perencanaan
memainkan peran kunci dalam proses penyususnan anggaran yang disesuaikan dengan struktur
organisasi, maupun gaya kepemimpinannya. Manajer tingkat bawah dan para karyawan sebaiknya
diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses penetapan tujuan, karena mereka
merupakan bagian dari organisasi tersebut. Dengan demikian proses penyusunan anggaran akan
terlaksana lebih efektif.
2. Implementasi : Pada tahap implementasi, rencana formal digunakan untuk mengkomunikasikan
tujuan dan strategi organisasi, serta untuk memotivasi orang secara positif dalam organisasi. Konsep
ilmu keperilakuan utama yang mempengaruhi tahap implementasi adalah komunikasi, kerjasama
dan koordinasi.
3. Pengendalian dan evaluasi kinerja : Setelah diimplementasikan, anggaran tersebut berfungsi
sebagai elemen kunci dalam sistem pengendalian. Anggaran menjadi tolok ukur terhadap kinera
aktual dibandingkan dengan kinerja yang direncanakan.
Relevansi Konsep Ilmu Keperilakuan dalam Lingkungan Perencanaan/ konsep utama keperilakuan yg
mempengaruhi berbagai bagian dari proses perencanaan anggaran?
1. Dampak dari Lingkungan Perencanaan : Ukuran dan struktur, gaya kepemimpinan, jenis system
pengendalian, dan stabilitas lingkungan dari suatu organisasi merupakan beberapa faktor yang
mempengaruhi lingkungan kerja dimana perencanaan terjadi.
2. Ukuran dan Struktur Organisasi : Ukuran dan struktur pada organisasi mempengaruhi prilaku
manusia dan pola interaksi dalam tahap penetapan tujuan, implementasi, dann pengendalian serta
evaluasi terhadap proses perencanaan.
3. Gaya Kepemimpinan : Gaya kepemimpinan ini terutama efisien dalam kasus perbedaan bahasa atau
budaya. Tetapi, gaya kepemimpinan ini tidak mendorong partisiasi dan dapat menimbulkan tekanan
anggaran yang berlebihan, kegelisahan, dan rusaknya motivasi.
4. Stabilitas Lingkungan Sosial : Lingkungan yang stabil mengenakan resiko yang terbatas dan
memungkinkan proses penetapan tujuan menjadi demokratis dan partisipatif.
Konsekuensi Disfungsional dari Proses Penyusunan Anggaran, mengapa hal itu terjadi Dan dapatkah
dihindari?
1. Rasa Tidak Percaya : Suatu anggaran terdiri atas seperangkat tujuan-tujuan tertentu. Walaupun
anggaran tersebut dapat disesuaikan untuk kejadian-kejadian yang tidak diantisipasi, anggaran
menampilkan rasa tidak percaya, rasa pertumbuhan, dan mengarah pada kinerja yang menurun.
Alasan dari rasa tidak percaya ini didasarkan pada keyakinan penyedia.
2. Resistensi : Pada proses anggaran memerlukan waktu dan perhatian yang besar. Manajer atau
penyelia mungkin merasa terlalu terbebani dengan permintaan yang ekstensif atas waktu dan
tanggung jawab rutin mereka. Oleh karena itu, mereka tidak ingin terlibat dalam proses penyusunan
anggaran.
3. Konflik Internal : Konflik internal dapat berkembang sebagai akibat dari interaksi ini, atau sebagai
akibat dari laporan kinerja yang membandingkan satu departemen dengan departemen lain. Gejala-
gejala umum dari konflik adalah ketidakmampuan mencapai kerja sama antar-pribadi dan antar-
kelompok selama prosesn penyusunan anggaran.
4. Efek Samping Lain yang Tidak Diinginkan : Anggaran akan menghasilkan pengaruh lain yang tidak
diinginkan. Salah satu pengaruh lainnya adalah terbentuknya kelompok-kelompok informal kecil
yang menentang tujuan anggaran. Kelompok-kelompok ini biasanya dibentuk untuk melawan konflik
internal dan tekanan yang diciptakan oleh anggaran tersebut. Manajemen dan tenaga kerja yang
berpendidikan kemungkinan besar akan bekerja sama dalam menyusun anggaran dan rencana laba.
Bagaimana struktur organisasi dan ukuran organisasi mempengaruhi tahap penetapan tujuan,
implementasi, pengendalian dan evaluasi dari proses penyusunan anggaran?
 Ukuran dan struktur organisasi mempengaruhi perilaku manusia dan pola-pola interaksi dalam
tahap penyusunan sasaran, implementasi serta pengendalian dari proses perencanaan. Ukuran
organisasi dapat digambarkan sebagai jumlah tenaga kerja, nilai bangunan fisik dalam unit moneter,
volume penjualan, jumlah cabang perusahaan atau ukuran-ukuran kuantitatif lainnya yang
membedakan organisasi.
 Ukuran organisasi mempengaruhi struktur organisasi. Dalam perusahaan kecil, struktur
perencanaan dan pengendalian ralatif sederhana karena kegiatan organisasi dilakukan hanya oleh
beberapa orang, aktivitas dapat dikendalikan dengan mudah dan masalah keselarasan tujuan dapat
dibahas dengan cepat. Perusahaan besar harus mengembangkan struktur birokrasi yang kompleks
untuk mengatasi administrasi berbagai fungsi organisasi yang ada. Otoritas didelegasi dan
disebarluaskan dari tingkat yang lebih tinggi.
Jelaskan penyusunan anggaran secara langsung !
1. Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam penyusunan anggaran
2. Pengolahan data & informasi yang telah dikumpulkan untuk melakukan penaksiran-penaksiran
3. Menyusun anggaran serta menyajikannya secara sistematis
4. Pengkoordinasian pelaksanaan anggaran
5. Pengumpulan data & informasi untuk keperluan pengawasan kerja dengan melakukan penilaian
6. Pengolahan dan penganalisaan data untuk menghasilkan kesimpulan terhadap kegiatan kerja yang
telah dilaksanakan serta menyusun kebijakan-kebijakan sebagai tindak lanjut dari kesimpulan yang
telah diambil.