Anda di halaman 1dari 55

3C

HPMI 2016 2
1. Melakukan Pembinaan etika
Keperawatan dan disiplin profesi
2. Melaksanakan penyelesaian masalah
etik Keperawatan dan Disiplin Profesi

HPMI 2016 3
Tujuan : Peserta pelatihan dapat
1. Memahami Konsep dasar etik dan
disiplin profesi
2. Mampu melaksanakan pembinaan Etika
Keperawatan dan disiplin profesi
3. Melaksanakan penyelesaian masalah
etika Keperawatan dalam praktik
keperawatan
4. Merekomendasikan pencabutan
kewenangan klinis
HPMI 2016 4
• Pengertian etik dan disiplin profesi keperawatan
• Kode etik profesi keperawatan Indonesia
• Prinsip-prinsip moral etik
• Jenis-jenis masalah etik dan disiplin profesi
• Metode-metode penyelesaian masalah etik
• Pembinaan disiplin profesi
• Penyelesaian masalah etik dalam praktik
keperawatan
• Proses rekomendasi pencabutan kewenangan
klinis
HPMI 2016 5
keyakinan(beliefs) mengenai arti
dari suatu ide, sikap, objek, perilaku, dll
yang menjadi standar dan mempengaruhi
prilaku seseorang.
• Nilai menunjukkan tujuan dan makna
kehidupan, memotivasi perilaku seseorang,
dan mengarahkan seseorang dalam
membuat keputusan.

HPMI 2016 6
• Nilai pribadi (personal value)
diperoleh dari latar belakang budaya, etnis, dan
keyakinan seseorang yang biasanya menjadi kontrol
internal seseorang.
• Nilai professional (Profesional value)
Refleksi dan pengembangan nilai-nilai pribadi yang
bersifat intrinsic, terbuka, menyatakan elemen-elemen
dasar yang digunakan sebagai standard an dasar dalam
pengambilan keputusan serta menggambarkan
idealisme dan harapan dalam praktik keperawatan.
dasar untuk bertingkah laku yang bertujuan.

HPMI 2016 7
• Altruism (peduli terhadap kesejahteraan orang
lain)
Peduli bagi kesejahteraan orang lain (ikhlas) dengan
sikap yang ditujukan : komitmen, merasa iba, murah
hati, tekun, sabar.

Contoh :
– Memberikan perhatian penuh saat merawat.
– Membantu orang lain/ Perawat lain dalam memberikan
asuhan keperawatan bila mereka tidak dapat
melakukan.

HPMI 2016 8
• Equality (kesetaraan)
Mempunyai hak, dan status yang sama, dengan
sikap yang ditunjukan : menerima, tidak diskriminatif,
toleran, ketegasan.

Contoh :
Memberikan asuhan keperawatan berdasarkan kebutuhan
klien, tanpa membeda-bedakan klien.

HPMI 2016 9
• Esthetics (berjiwa seni)
Kualitas obyek kejadian, yang mengarah pada
pemberian kepuasan dengan prilaku yang ditujukan :
apresiasi, kreatif, imajenatif, sensitif .

Contoh :
– Memberikan lingkungan yang menyenangkan bagi diri
sendiri dan klien.
– Penampilan diri yang dapat meningkatkan ‘image’ perawat
yang positif

HPMI 2016 10
• Freedom (kebebasan)
Kapasitas untuk menentukan pilihan, dengan
sikap : percaya diri, berharap, independen,
terbuka, arah diri, disiplin diri.

Contoh :
– Menghargai hak pasien untuk menolak tindakan.
– Mendukung diskusi terbuka bila terdapat isu kontoversial
terkait profesi keperawatan

HPMI 2016 11
• Human Dignity (menghormati manusia)
Berhubungan dengan penghargaan martabat
manusia sebagai individu dengan sikap empati,
kebaikan, perhatian penuh, kebenaran,
pertimbangan.

Contoh :
– Melindungi hak privacy pasien
– Menyapa/ memperlakukan orang lain sesuai dengan
keinginan mereka untuk diperlakukan
– Menjaga rahasia klien dan teman sejawat

HPMI 2016 12
• Justice (keadilan)
Menjunjung tinggi moral dan prinsip-prinsip legal
termasuk objektifitas, moralitas, integritas, dorongan
dan keadilan serta kewajaran.

Contoh :
Melaporkan tindakan yang tidak kompeten, tidak etis, dan
tidak legal secara objektif berdasarkan fakta

HPMI 2016 13
• Truth (Kebenaran)
Kesesuaian fakta dan realitas dengan sikap :
akountabel, jujur, rasional, ingin tahu.

Contoh ;
– Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat
dan jujur.
– mendapatkan data secara lengkap sebelum membuat
suatu keputusan.

HPMI 2016 14
• Komitmen yang kuat terhadap
pelayanan
• Keyakinan akan diri dan nilai yang
dianut setiap orang
• Komitmen terhadap pendidikan
• Otonomi
(Watson,1981)

HPMI 2016 15
Nilai tidak memberikan
jawaban terhadap
bagaimana mengatasi situasi
tertentu, tetapi memberikan
arahan& kerangka pikir
dalam memahami konflik

HPMI 2016 16
Ketika nilai pribadi “benar”
atau “salah” yang dianut oleh
individu perawat berhubungan
dengan nilai professional
Dasar pengambilan keputusan
yang dianut harus mengacu
kepada etika profesi
keperawatan

HPMI 2016 17
TIDAK ADA SOLUSI
YANG PALING BAIK
UNTUK MEMECAHKAN
MASALAH ETIK

HPMI 2016 18
• Kesepakatan tentang praktik moral,
keyakinan, sistem nilai, standar perilaku
individu dan atau kelompok tentang
penilaian terhadap apa yang benar dan
apa yang salah, mana yang baik dan
mana yang buruk, apa yang merupakan
kebajikan dan apa yang merupakan
kejahatan, apa yang dikendaki dan apa
yang ditolak

HPMI 2016 19
Suatu ungkapan tentang bagaimana
perawat wajib bertingkah laku menujukkan
standar etika yang menentukan dan
menuntun perawat dalam praktik sehari-
hari (jujur terhadap klien, menghargai klien
atas hak-hak yang dirahasikan klien dan
beradvokasi atas nama klien). Fry, 1994

HPMI 2016 20
ETIKA ETIKET

1. Memberi norma tentang 1. Cara yang tepat/diharapkan dan


apakah suatu perbuatan ditentukan untuk dilakukan dalam
boleh dilakukan atau tidak kalangan masyarakat tertentu
2. Selalu berlaku, meskipun 2. Hanya berlaku dalam pergaulan
tidak ada orang lain yang yang membutuhkan kehadiran
menyaksikan. orang lain
3. Lebih bersifat mutlak 3. Bersifat relatif, karena ukuran
sopan santun antara masyarakat
4. Menyangkut aspek
satu dengan lainnya bisa berbeda
batiniah
4. Menyangkut aspek lahiriah

21
HPMI 2016
HPMI 2016 22
Komponen prinsip etik:
- Tanggungjawab profesional
- Hak pasien
(Spearman & Sheldon)

HPMI 2016 23
1. Respect (Hak untuk dihormati)
Perawat harus menghargai hak-hak
pasien/klien sebagai individu.

Contoh :
Perawat memanusiakan pasien secara menyeluruh
dalam memberikan asuhan Keperawatan

HPMI 2016 24
Lanj…..
2. Autonomy (hak pasien memilih)
Kebebasan dalam memilih atau menerima suatu
tanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.

Contoh :
Kebebasan pasien untuk memilih pengobatan dan siapa
yang mengobati/merawat sesuai dengan yang di
inginkan pasien

HPMI 2016 25
Lanj…..
3. Beneficence (Bertindak untuk keuntungan
orang lain/pasien)
Menyeimbangkan hal hal yang menguntungkan
dan merugikan/ membahayakan dari tindakan
yang dilakukan

Contoh :
Perawat memperlakukan klien dengan baik dan benar

HPMI 2016 26
Lanj…..
4. Non-Maleficence (utamakan-tidak
mencederai orang lain)
Tindakan/ prilaku yang tidak menyebabkan
kecelakaan atau membahayakan orang lain.

Contoh :
Pasien dengan tidak sadar dilakukan tindakan
pemasangan side drill.

HPMI 2016 27
Lanjt…..
5. Confidentiality (hak kerahasiaan)
Melindungi informasi bersifat pribadi,
menghargai hak istimewa pasien dan semua
informasi pasien tidak untuk disebar luaskan
secara tidak tepat.

Contoh :
Tidak boleh menceritakan rahasia pasien kepada orang
lain kecuali dibutuhkan dalam kepentingan pengadilan.

HPMI 2016 28
Lanjt…..
6. Justice (keadilan)
Mendapatkan perlakukan sama bagi semua
orang dalam memperoleh pelayanan
Keperawatan tanpa membeda-bedakan.

Contoh :
Tindakan keperawatan di ruangan bangsal maupun di
ruangan VIP harus sama sesuai dengan SAK

HPMI 2016 29
Lanjt……
7. Fidelity (loyalty/ketaatan)
Kesetiaan/ ketaatan perawat terhadap kode etik
yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar
perawat untuk meningkatkan kesehatan,
mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan
meminimalkan penderitaan.

Contoh :
Perawat sudah melakukan kontrak untuk melakukan
tindakan maka tidak boleh mengingkari kontrak/ janji
tersebut.
HPMI 2016 30
Lanj….
8. Veracity (Kejujuran)
Menyatakan yang sebenarnya dan tidak
berbohong.

Contoh :
Menyampaikan kondisi pasien terminal pada keluarga
pasien.

HPMI 2016 31
TUJUAN AKHIR KEPERAWATAN ADALAH
“WELL BEING OF OTHER PEOPLE“ DAPAT DICAPAI
DENGAN ILMU KEPERAWATAN + MORAL (MORAL ART
DALAM KONTEKS ETIKA).

Etika dalam keperawatan sangat berhubungan dengan


moral / hati nurani perawat dalam melaksanakan
praktik, terlihat selama berinteraksi dengan klien.

Bagaimana perawat menempatkan klien pada


martabat sebagai manusia, kemurahan hati, jujur,
respek, kesetiaan dan integritas perawat dalam
asuhan keperawatan perlu dibina, jika menurun akan
menuju
“ TRANSAKSI KOMERSIAL “
• Disiplin = discipline ( Bhs LATIN = disciplina =
teaching, learning, and growing ).

• Kedisiplinan perawat adalah sikap penuh


kerelaan dalam mematuhi semua aturan dan
norma yang ada dalam menjalankan tugasnya
sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap
pelayanan kesehatan

HPMI 2016 34
• Meningkatkan moral pegawai sehingga produktive.
• Memperoleh harmonisasi pekerjaan.
• Menciptakan iklim kondusive shg individu yg
excellent dapat berkembang.
• Menyediakan code of conduct utk membimbing
grup.
• Mempertahankan pertumbuhan individu,
mengembangkan kapasitas seseorang dan
merangsang efisiensi.

HPMI 2016 35
• Membangun spirit toleransi dan keinginan
membuat komitmen diantara staf.
• Menciptakan atmosfir respek pada ‘human
personality and human relationship.’
• Merupakan elemen utk memastikan dan memberi
dan melihat arah dan tanggung jawab.
• Melindungi pegawai yg konsisten terhadap talenta,
waktu dan upaya utk organisasi.
• Mengawasi dan mengelola pegawai yg teratur dan
tidak memuaskan

HPMI 2016 36
• Decision-focused Problems
Kesulitan terletak pada apa yang harus
dilakukan. Contoh Memberikan jawaban yang
jujur hasil pemeriksan lab. Penyakit HIV postif
pada pasien dan keluarganya (Moral Dilema)
• Action-focused problems
Kesulitan yang terjadi tidak terletak pada
pengambilan keputusan tetapi terletak pada
saat menerapkan. Contoh perawat mengetahui
serangkaian tindakan yang benar tetapi tidak
dapat melakukannya karena kebijakan institusi
atau hambatan lain (Jameton, 1984) (Moral
Distress)

HPMI 2016 37
• Ethics of one-to-one nurse-patient relationship
• Ethics of clinical nursing in home or hospital
• Ethics of chronic and terminal care nursing
• Ethics of health screering/well person clinics

HPMI 2016 38
• Professional codes and professional dominance
• Nurse-doctor-nurse roles and responsibilities
• Teamwork-leadership and accountability
• Primary care/hospital team membership

HPMI 2016 39
• Nurse manager/nursing and general staff relationship
• Employment policies, work allocation, grievances
assurance
• Human resource management and resource allocation

HPMI 2016 40
• Health service policy, management and scarce
resources
• Nursing research and health promotion strategies
• Political ethics of health authority/region
cooperation
• “Politics” and Ecconomics” of the National Health
service

HPMI 2016 41
HAK & KEWAJIBAN PERAWAT

HAK KEWAJIBAN
1. Memperoleh perlindungan hukum; 1. Melengkapi sarana dan prasarana
2. Memperoleh informasi yang benar, pelayanan keperawatan sesuai standar;
jelas dan jujur dari klien dan atau 2. Memberikan yankep sesuai standar;
keluarganya; 3. Merujuk klien yang tidak dapat ditangani
kepada perawat / nakes lain
3. Menerima imbalan jasa atas yankep
yg telah diberikan; 4. Mendokumentasikan askep sesuai standar;
5. Memberikan informasi yg lengkap, jujur,
4. Menolak keinginan klien atau pihak
benar, jelas, & mudah dimengerti tentang
lain yg bertentangan dgn kode etik, tindakan keperawatan kepada pasien
standar pelayanan, standar profesi sesuai kewenangan;
dan SPO atau ketentuan peraturan 6. Melaksanakan tindakan pelimpahan
5. Memperoleh fasilitas kerja sesuai wewenang;
standar. 7. Melaksanakan penugasan khusus yg
ditetapkan pemerintah

HPMI 2016 42
HAK & KEWAJIBAN PASIEN

HAK KEWAJIBAN
1. mendapatkan informasi secara, 1. memberikan informasi yang benar,
benar, jelas, & jujur tentang
tindakan Keperawatan
jelas, dan jujur tentang masalah
2. meminta pendapat Perawat lain
kesehatannya;
dan/atau tenaga kesehatan lainnya; 2. mematuhi nasihat dan petunjuk
3. mendapatkan Pelayanan Perawat;
Keperawatan sesuai dengan kode
etik, standar yankep, standar
3. mematuhi ketentuan yang berlaku di
profesi, SOP, dan ketentuan Fasilitas Pelayanan Kesehatan; dan
Peraturan 4. memberikan imbalan jasa atas
4. memberi persetujuan/ penolakan pelayanan yang diterima.
tindakan keperawatan yang akan
diterimanya
5. memperoleh keterjagaan
kerahasiaan kondisi kesehatannya.

HPMI 2016 43
• Identifikasi masalah etik
• Kumpulkan fakta-fakta
• Evaluasi tindakan alternatif dari
berbagai perspektif etik.
• Buat keputusan dan uji cobakan
• Bertindaklah, dan kemudian
refleksikan pada keputusan tsb

HPMI 2016 44
Essensial of Moral Decisions and Actions in
Nursing Practice

Personal values and belief

Kode etik keperawatan Decision Moral


making frame decisions and
work actions
Moral concepts of nursing

Ethical principles

HPMI 2016 45
Tentukan masalah
berikutnnya

Mendefinisikan masalah
Apa isu etika ?
Mengevaluasi
hasil terhadap
tujuan Situasi krisis :
-Cek fakta fakta !
Review etik
-Siapa yang terlibat ? Apa prinsip prinsip yang
relavan dg kasus ?
-Apa hak-hak mereka ?

Tentukan -Apa tugas anda ?


rencana tindakan
dan sasaran
Pertimbangkan pilihan
apa yang bisa dilakukan
?
Menyelidiki hasil etik
dan manfaat
HPMI 2016 46
D-Penetapan Masalah
Apa kasus utamanya ? Siapa yang terlibat ? Apa hak hak
mereka, apa tugas anda ? Apa masalah etik utama yang
harus ditangani ?
E-Ulasan Etik
Apa prinsip-prinsip etik yang sesuai dengan kasus ? Prisnip
prinsip etik apa yang di prioritaskan dalam pengambilan
keputusan anda ?
C-Konsideran Opsi Tindakan
Pilihan apa yang kamu lakukan sesuai dengan situasi ? Apa
tindakan tindakan alternatif ? Apa bantuan yang
dibutuhkan, dan metodaHPMI
yang
2016
dibutuhkan ? 47
I-Menyelidiki Hasil
Apakah konsekuensi yang mungkin menyertai dari
setiap pilihan alternatif tindakan ? Hal yang paling
etis untuk dilakukan ?
D-Menentukan Tindakan
Alternatif tindakan terbaik yang terlipih ? Rencana
tindakan, Tujuan/ kriteria/ standar ?
E-Evaluasis Hasil
Hasil capaian tindakan berdasarkan kriteria dan standar
dalam tujuan tindakan terlipih

HPMI 2016 48
• Pencabutan Kewenangan klinis dapat dilakukan bila
terjadi tindakan Perawat menyebabkan kerugian materi
dan penderitaan yang paling ringan sampai berat di
duga karena :
– Inkompetens
– Tidak disiplin (profesional)
• Komite Keperawatan melakukan berbagai upaya
pembinaan agar kompetensi yang bersangkutan pulih
kembali
• Komite keperawatan dapat merekomendasikan
pemberian kembali kewenangan klinis tertentu setelah
melalui proses pembinaan

HPMI 2016 49
Format SKED 01
LAPORAN ISU/ MASALAH ETIK DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN
A. JENIS
□ Promosi Kesehatan □ Perawat - Klinik
□ Pencegahan Penyakit □ Perawat - Praktik
□ Pemulihan Kesehatan □ Perawat - Profesi
□ Pengurangan Penderitaan □ Perawat - Coworkers
B. KEJADIAN
No Waktu Tempat Deskripsi Isu/ Masalah Etik Yang Terlibat Prinsip Moral Etik – Kode
(Ringkas – Jelas – Objektif) Etik Terkait
1

3.

Catatan :
• …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
• …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Mengetahui …………………………………….
Kepala Ruangan Pelapor

HPMI 2016 50
Format SKED 02
FORMAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIK
NO TAHAPAN POINT KUNCI URAIAN INDIKATOR
1 PENETAPAN □ Apa kasus utamanya ?
MASALAH (D) □ Siapa yg terlibat ?
□ Apa hak-hak mereka, apa tugas anda?
□ Apa masalah etik utama yg harus ditangani
?
2 ULASAN ETIK (E) □ Apa prinsip prinsip etik yang sesuai dengan
kasus?
□ Prinsip prinsip etik apa yang di prioritaskan
dalam pengambilan keputusan anda ?

3 KONSIDERAN OPSI □ Pilihan apa yg kamu lakukan sesuai dg


TINDAKAN (C) situasi ?
□ Apa tindakan-tindakan alternatif ?
□ Apa bantuan yg dibutuhkan, dan metode yg
dibutuhkan ?
4 MENYELIDIKI □ Apa konsekuensi yang mungkin menyertai
HASIL (I) dari setiap pilihan alternatif tindakan?

□ Hal yang paling etis untuk dilakukan?


5 MENENTUKAN □ Alternatif tindakanterbaikyang terpilih?
TINDAKAN (D) □ Rencana tindakan?
Tujuan/ Kriteria/ Standar
6 EVALUASI □ Hasil capaian tindakan berdasarkan kriteria
HASIL (E) dan standar dalam tujuan tindakan terpilih?

□ Kesimpulan?
□ Rekomendasi

Mengetahui …………………………………….
Ketua Komite Keperawatan Ketua Sub-Komite Etik dan Disiplin
HPMI 2016 51
Format SKED 03

FORMAT REKOMENDASI HASIL PENYELESAIAN MASALAH ETIK

NO Masalah Rekomendasi Siapa Kapan

Mengetahui …………………………………….
Ketua Komite Keperawatan Ketua Sub-Komite Etik dan Disiplin

HPMI 2016 52
Format SKED 04
LAPORAN PEMBINAAN ETIK DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN
A. JENIS MASALAH
□ Promosi Kesehatan □ Perawat - Klinik
□ Pencegahan Penyakit □ Perawat - Praktik
□ Pemulihan Kesehatan □ Perawat - Profesi
□ Pengurangan Penderitaan □ Perawat - Coworkers

B. KEGIATAN PEMBINAAN
No Waktu Tempat Deskripsi Isu/ Masalah Etik Prinsip Moral MATERI METODA SIAPA
(Ringkas – Jelas – Objektif) Etik – Kode BIMBINGAN
Etik Terkait
1

3.

Catatan :
• …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
• …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Mengetahui …………………………………….
Ketua Komite Keperawatan Pelapor
HPMI 2016 53
LATIHAN 3 :PROSES PENYELESAIAN MASALAH ETIK dan DISIPLIN
PROFESI KEPERAWATAN
A. TUJUAN :
Peserta pelatihan dapat membantu menyelesaikan masalah etik dalam praktik
B. LANGKAH
1. Peserta pelatihan dibagi dalam kelompok ( maksimal 10 orang setiap kelompok )
2. Setiap kelompok menetapkan peran sesuai masalah etik .
o 1 orang sebagai ketua sub komite etik - disiplin
o 1 orang sebagai sekretaris sub komite etik - disiplin
o 2 orang sebagai pasien & keluarga
o 4 orang sebagai mitra bersari
o 1 orang sebagai dokter
3. Ketua / sekretaris Sub komite etik – disiplin menetapkan tim penyelesaian masalah etik terdiri dari mitra bestari , pengurus sub
komite etik, pasien / klien serta perawat pelaksana serta tenaga kesehatan terlibat ( sesuai dengan lingkup masalah etik )
4. Pengurus Sub komite etik – disiplin dan mitra bestari mempelajari kasus etik dan menetapkan metode penyelesaian masalah
etik yang tepat
5. Melaksanakan pertemuan tim yang telah ditetapkan dan melaksanakan tahapan sesuai metode yang dipilih ( target!, prinsip
keputusan akhir disiplin oleh pasien / klien, tim hanya memberikan alternatif)
6. Setelah keputusan dipilih oleh pasien, dilakukan tindak lanjut, a.L
6.1. Pembinaan Etik
6.2. Pembinaan disiplin
6.3. Melaporkan untuk pembinaan lanjut bagi profesi diluar keperawatan kepada yang berwenang
7. Membuat laporan penyelesaian masalah etik oleh sub komite etik – disiplin, diteruskan kepada pimpinan RS melalui ketua
komite keperawatan

C. MEDIA :
1. Kode etik Keperawatan Indonesia
2. Metode – metode penyelesaian etik & instrumen
3. SOP penerapan prinsip moral dalam keperawatan
4. Daftar hak dan kewajibanpasien, perawat, dokter, dan tenaga kesehatan terkait
HPMI 2016 54
HPMI 2016 55