Anda di halaman 1dari 42

1

PROFIL INOVASI ‘LAYANAN DOKTER UMUM TINDAKAN DOKTER AHLI’

Unit Kerja : Dinas Kesehatan Kota Makassar


Nama Inovasi : Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli

A. GAMBARAN UMUM

1. Kondisi Geografis

Kota Makassar merupakan salah satu pemerintahan kota dalam


wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang terbentuk berdasarkan Undang-
Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah
Tingkat II di Sulawesi, sebagaimana yang tercantum dalam Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74 dan Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822.
Kota Makassar menjadi ibukota Provinsi Sulawesi Selatan
berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1965, (Lembaran Negara
Tahun 1965 Nomor 94), dan kemudian berdasarkan Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1965 Daerah Tingkat II Kotapraja Makassar diubah menjadi
Daerah Tingkat II Kotamadya Makassar.
Luas Wilayah Kota layak huni Makassar tercatat 175,77 km persegi,
dengan batas-batas wilayah administratif sebagai berikut :
 Sebelah Utara : Kabupaten Maros
 Sebelah Selatan : Kabupaten Gowa dan Kabupaten
Takalar
 Sebelah Timur : Kabupaten Gowa dan Maros
 Sebelah Barat : Selat Makassar
Secara administratif Kota Makassar terbagi atas 15 Kecamatan
dan 153 Kelurahan. Bagian utara kota terdiri atas Kecamatan
Biringkanaya, Kecamatan Tamalanrea, Kecamatan Tallo, Kecamatan
Ujung Tanah dan Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Di bagian

2
selatan terdiri atas Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Rappocini. Di
bagian Timur terbagi atas Kecamatan Manggala dan Kecamatan
Panakkukang. Bagian barat adalah Kecamatan Wajo, Kecamatan
Bontoala, Kecamatan Ujung Pandang, Kecamatan Makassar,
Kecamatan Mamajang, dan Kecamatan Mariso. Rincian luas masing-
masing kecamatan, diperbandingkan dengan persentase luas wilayah
Kota Makassar sebagai berikut :
Tabel 2.1.
Luas Wilayah dan Persentase terhadap Luas Wilayah Menurut
Kecamatan
Di Kota Makassar Tahun 2015
Persentase
Kode Wil Kecamatan Luas Area (km2) Terhadap Luas Kota
Makassar
010 Mariso 1,82 1,04
020 Mamajang 2,25 1,28
030 Tamalate 20,21 11,50
031 Rappocini 9,23 5,25
040 Makassar 2,52 1,43
050 Ujung Pandang 2,63 1,50
060 Wajo 1,99 1,13
070 Bontoala 2,10 1,19
080 Ujung Tanah 5,94 2,51
090 Tallo 5,83 3,32
100 Panakukang 17,05 9,70
101 Manggala 24,14 13,73
110 Biringkanaya 48,22 27,43
111 Tamalanrea 31,84 18,12
Kepulauan
112 15.40 0,87
Sangkarrang
7371 Kota Makassar 17.577 100,00
Sumber: Perda Nomor 4 Tahun 2015 Tentang RTRW Kota Makassar 2015-2034

3
2. KONDISI PENDUDUK

Kota Makassar kini berkembang tidak lagi sekedar gateway namun diposisikan
sebagai ruang keluarga (living room) di Kawasan Timur Indonesia. Sebagai kota
metropolitan, Makassar tumbuh dengan ditunjang berbagai potensi, yang salah
satunya adalah jumlah penduduk. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.2
Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan Kota Makassar
Populasi Penduduk Laju
Kecamatan
2014 2015 Pertumbuhan
Mariso 58.327 58.815 Penduduk
0,93
Mamajang 60.537 60.779 0,50
Tamalate 186.921 190.694 2,12
Rappocini 160.499 162.539 1,37
Makassar 84.014 84.396 0,56
Ujung Pandang 28.053 28.278 0,90
Wajo 30.505 30.722 0,82
Bontoala 55.937 56.243 0,65
Ujung Tanah 48.531 48.882 0,83
Tallo 137.997 138.598 0,54
Panakkukang 146.121 146.968 0,68
Manggala 131.500 135.049 2,80
Biringkanaya 190.829 196.612 3,13
Tamalanrea 109.471 110.826 1,34
Jumlah 1.429.242 1.449.401 1,50
Sumber : Potret Kota Makassar 2016

Berdasarkan data tersebut jumlah penduduk terbesar yang dirinci menurut


Kecamatan terdapat di Kecamatan Biringkanaya sejumlah 196.612 jiwa dengan laju
pertumbuhan penduduk 3,13 sedangkan jumlah penduduk terkecil terdapat di
Kecamatan Ujung Pandang sejumlah 28.278 dengan laju pertumbuhan (0,90).

4
3. KONDISI PEREKONOMIAN

Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan – 2015


Presentase penduduk yang memiliki asuransi kesehatan merupakan
indicator capaian untuk program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan
dan ditargetkan 50% pada tahun 2015. Adapun capaiannya menunjukkan
sudah 70,95% penduduk yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN) atau mencapai 999.010 penduduk dari total jumlah penduduk 1.408.072
jiwa.
Adapun rincian kepesertaan JKN dapat dilihat pada table berikut :
Tabel 2.3
Jumlah
No Kepesertaan
Peserta
PBI (Penerima Bantuan Iuran) 316.677
Pegawai Pemerintah
NON PBI 200.268
& PPnPN
Pegawai Badan
212.393
Usaha
Pensiun 80.890
Total Peserta JKN 999.010
Peserta Non JKN 409.062

Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan – 2016


Presentase penduduk yang memiliki asuransi jaminan kesehatan
merupakan indikator capaian untuk program kemitraan peningkatan
pelayanan kesehatan yang ditargetkan 60% pada tahun 2016. Adapun
capaiannnya sudah melebihi target, dimana tercatat 85,01% penduduk telah
menjadi peserta jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau mencapai 1.232.157
penduduk dari total jumlah penduduk 1.449.401 jiwa.

5
Tabel 2.4
Adapun rincian kepesertaan JKN dapat dilihat pada table berikut :

Jumlah
No Kepesertaan
Peserta
1 PBI (Penerima Bantuan Iuran)
PBI APBN 331.058
PBI APBD 148.819
2 Pekerja Penerima Upah (PPU)
Pegawai Pemerintah
173.939
(PNS/TNI/POLRI/PNS/Kemhan/PNS/POLRI
Pegawai Pemerintah Non PNS 2.063
Pegawai BUMN 10.692
Pegawai Swasta 200.462
Pegawai BUMN 4.850
3. Pekerja Mandiri 282.404
4. Bukan Pekerja
Investor 1
Pemberi Kerja 177
Penerima Pensiun Pegawai Pemerintah 61.578
Veteran 13.733
Perintis Kemerdekaan 7
Penerima Pensiun Swasta
Total Peserta JKN 1.232.157
Peserta Non JKN 217.244

4. SARANA DAN PRASARANA


Tabel 2.5
Cakupan Puskesmas Tahun 2011-2015 Kota Makassar
Tahun
No Uraian
2011 2012 2013 2014 2015
1. Jumlah 38 39 43 46 46

6
puskesmas
Jumlah
2. 14 14 14 14 14
kecamatan
Cakupan
3- 271,43 278,57 307,14 328,57 328,57
(1/2x100%)
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun, 2015

Jumlah Sarana Fasilitas Kesehatan Kota Makassar


Tahun 2016
Tabel 2.6
No Fasilitas Kesehatan Jumlah
1 Rumah Sakit Umum Daerah 1
2 Rumah Sakit Swasta, Pemerintah, 43
Kemenkes, Pem.Prov, TNI/Polri
Puskesmas :
Puskesmas Rawat Inap 11
Jumlah tempat tidur 481
Puskesmas Non Rawat Inap 35
Puskesmas Pembantu 38
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun, 2016

Tabel 2.7
Jumlah Dokter Tahun 2011 s.d 2015 Kota Makassar
No Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
1 Jumlah Dokter 567 735 735 567 681
Jumlah 1.408.07
2 1.352.136 1.369.606 1.387.302 1.449.401
Penduduk 2
Rasio (
3 0,21 0,54 0,53 0,40 0,47
1/2x1.000)
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Makassar

7
Tabel 2.8
Jumlah Tenaga Medis Kota Makassar Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
1 Jumlah Tenaga 1.365 2.004 2.004 1.521 1.623
2 Medis Penduduk 1.352.13 1.369.606 1.387.302 1.408.072 1.449.401
Jumlah
3 Rasio (= 1/2 X 1,01
6 1,46 1,44 1.08 1,12
1.000)

Tabel 2.9
Jumlah Ambulance & Mobil Dottorota (Home Care)
Tahun 2015 s.d 2016
No Uraian 2015 2016
1 Jumlah Ambulance 46 55
2 Jumlah Mobil Dottorota 48 48

5. KONDISI SOSOAL DAN BUDAYA

a. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin


Cakupan kesehatan rujukan masyarakat miskin sesuai SPM harus sudah
mencapai 100 pesen pada tahun 2015. Untuk Kota Makassar cakupannya baru
mencapai 57,96% di tahun 2011 meningkat menjadi 98,37% pada tahun 2015.
Capaian pelayanan rujukan pasien masyarakat miskin Kota Makassar, dapat
dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.10
Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan pasien masyarakat miskin
Tahun 2011-2015 Kota Makassar
Tahun
No Uraian
2011 2012 2013 2014 2015
Jumlah kunjungan
1. 194.737 208.743 249,576 211.117 305.278
pasien miskin
2. Jumlah penduduk 336.004 336.004 310.339 310.339 310.339

8
miskin
3. Cakupan (1/2 x100%) 57,96 62,12 80,42 68,03 98,37
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun, 2015

Tabel 2.11
Sepuluh Besar Penyakit Yang dirujuk ke RS Tahun 2015
Kota Makassar
No Nama Penyakit Jumlah
1. Katarak 3.376
2. Gangguan Refraksi 3.221
3. Penyakit Jantung Koroner 3.219
4. Diabetes Melitus 3.133
5. Hipertensi 2.798
Penyakit Pulpa dan Jaringan
6. 2.611
Periapikal
7. Inpartu/Ginekologi 2.491
Gangguan Pendengaran/Infeksi
8. 2.462
Telinga
9. NHS/Gangguan Persarafan 1.973
10 TB/TB MDR 1.837
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun, 2015

Tabel 2.12
Sepuluh Besar Penyakit Yang dirujuk ke RS Tahun 2016
Kota Makassar
No Nama Penyakit Jumlah
1. Gangguan Refraksi dan akomodasi 1092
2. Katarak sinili 952
3. DM tidak Spesifik 702
4. Peny.Pulpa dan jaringan priapikal 654
5. Penyakit Jantung Iskemik akut 647

9
6. Tumor Jinak 623
Gangguan lain pada susunan saraf
7. 443
tidak terklarifikasi
8. Hypertensi essensial primer 363
9. Gravid 292
10 Penyakit mata lainnya 287
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun, 2016

Tabel 2.13
Jumlah Kunjungan Pelayanan Kesehatan 24 Jam (Home Care)
Tahun 2015 s.d 2016 Kota Makassar
No Tindakan 2015 2016
1. Pasien dirawat 2150 4083
2. Pasien dirujuk 116 602
3. Total 2266 4685

10
B. DESKRIPSI BENTUK INOVASI DAERAH

1. Latar Belakang Inovasi Daerah

Pembangunan kesehatan dihadapkan pada berbagai permasalahan


penting antara lain kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan, meningkatnya penderita penyakit tidak menular maupun
penyakit menular. Fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam hal ini
adalah Puskesmas merupakan pelayanan primer yang harus melayani
masyarakat dengan 155 diagnosis. Dari 45 puskesmas di Wilayah Kota
Makassar pada tahun 2014 terdapat sepuluh besar penyakit yang di
rujuk ke rumah sakit dari 155 diagnosis.
Sepuluh penyakit terbesar tahun 2014
No Penyakit Jumlah Pasien
1 Hipertensi 3,958
2 Diabetes Melitus 3,633
3 PJK 3,166
4 Obsevasi Ginekologi 2,727
5 Katarak 2,386
6 Penyakit Gigi 2,369
7 KP / TB / Susp. TB 1,538
8 Dermatitis 1,344
9 Batuk Kronik 1,167
10 Gastritis / Dispepsia 938
Kesulitan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan
yang terbaik disebabkan permasalahan karena ada beberapa jenis
penyakit yang membutuhkan penanganan dan pelayanan dari dokter
ahli sehingga harus dirujuk ke rumah sakit. Sedangkan disisi lain
luasnya wilayah geografis di Kota Makassar,serta masih ada
beberapa pulau yang membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama
untuk mencapai Rumah Sakit terdekat demi memperoleh pelayanan
kesehatan dari Dokter Ahli memunculkan pemikiran dari Walikota
Makassar untuk menerobos hambatan sehingga pelayanan
kesehatan dapat terselesaikan secara maksimal dan optimal. Oleh

11
karena itu Walikota Makassar memikirkan cara agar ada pelayanan
kesehatan yang tidak dibatasi oleh waktu, jarak dan biaya serta dapat
dikonsultasikan langsung ke dokter ahli dalam waktu paling lama 10
menit.
Hal ini dapat ditinjau dari data bahwa pada tahun 2014 dengan jumlah
1,398,804 penduduk, jumlah total kunjungan sakit ke 45 puskesmas
adalah 1,316,693 pasien, jumlah total rujukan ke rumah sakit 13,484
pasien, pada tahun 2015 dengan jumlah 1.710.114 penduduk,
kunjungan sakit 1.367.787 pasien dan angka rujukan ke rumah sakit
9,399 pasien, pada tahun 2016 dengan jumlah 1,765,799 penduduk,
kunjungan sakit 1,243,437 pasien dan angka rujukan ke rumah sakit
2,004.
Berdasarkan permasalahan tersebut, munculah pemikiran dari Walikota
Makassar untuk menerobos hambatan sehingga pelayanan kesehatan
dapat terselesaikan secara maksimal dan optimal. Olehnya itu Walikota
Makassar memikirkan cara agar ada pelayanan kesehatan yang tidak
dibatasi oleh waktu, jarak dan biaya serta dapat dikonsultasikan
langsung ke dokter ahli dalam waktu paling lama 10 menit, hasil
pemeriksaan telah dapat langsung diperoleh sebelum meninggalkan
pelayanan kesehatan.
Layanan dokter umum tindakan dokter ahli sangat dibutuhkan oleh
masyarakat untuk mendapatkan hasil diagnose dini penyakit jantung
yang cepat dan tepat dan menurunkan angka rujukan ke rumah sakit
dan juga sangat dibutuhkan untuk deteksi dini kelainan janin di
trimester pertama kehamilan dengan tujuan untuk menekan angka
kematian ibu dan anak. Pelaksanaan program ini sendiri baru
dilaksanakan pada Awal bulan Januari 2015.

2. PERMASALAHAN ADANYA/DILAKUKAN INOVASI DAERAH

Pada tahap awal, Dinas Kesehatan Kota Makassar secara intensif


melakukan pelatihan pada sumber daya manusia yang disiapkan untuk
menangani program ini di Puskesmas. Hal ini didasari bahwa secanggih
apapun programnya kalau tak dibarengi dengan kemampuan penguasaan

12
teknologi oleh manusianya hasilnya tak akan maksimal. Bersamaan
dengan peningkatan kualitas tim pelaksana Layanan Dokter Umum
Tindakan Dokter Ahli, teknologi yang akan dipakai untuk menggunakan
program ini juga terus diperbarui. Strategi penyediaan anggaran yang
memadai yang diselaraskan dengan peningkatan kapasitas sumber daya
manusia dan pengembangan teknologinya membuat program kini menjadi
program yang sangat dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan
pelayanan kesehatan primer masyarakat Kota Makassar.
Mekanisme Layanan dokter umum tindakan dokter ahli di puskesmas
dilakukan oleh dokter, perawat, bidan yang telah terlatih untuk
menggunakan alat penunjang EKG dan USG dalam menegakkan
diagnosis yang terlebih dahulu untuk tahap – tahap penggunaan tele EKG
yaitu:

A. Dokter Umum, Perawat

1. Dokter umum/perawat merekam EKG menggunakan alat EKG.


2. Hasil rekaman EKG ini disimpan dalam komputer (dalam bentuk pdf).
3. Hasil rekaman EKG tersebut diupload/dikirim ke sistem Telemedisin
dengan terlebih dulu mengisi informasi klinik pada form yang ada di
sistem dan menetukan dokter ahli yang dituju.

B. Dokter Ahli

1. Dokter ahli membuka daftar antrian pemeriksaan pada sistem.


2. Dokter ahli membaca dan mengisi form kesimpulan /kesan
3. Dokter ahli mengirim/mengupload hasil baca ke sistem telemedisin

Untuk dapat dibaca, pasien dipasangkan lead EKG terlebih dahulu.Setelah


terpasang, dokter umum menginput data pasien pada computer melalui
Software BTL Cardiopoint (aplikasi khusus untuk membacA alat EKG yang
terpasang di computer di masing – masing puskesmas) untuk mengambil data
pasien. Setelah tahapan tersebut selesai , dokter umum/perawat merekam

13
melalui software BTL cardiopoint untuk mendapatkan hasil dan di simpan
dalam format pdf.
Pada tahap awal, Dinas Kesehatan Kota Makassar secara intensif melakukan
pelatihan pada sumber daya manusia yang disiapkan untuk menangani
program ini di Puskesmas. Hal ini didasari bahwa secanggih apapun
programnya kalau tak dibarengi dengan kemampuan penguasaan teknologi
oleh manusianya hasilnya tak akan maksimal. Bersamaan dengan peningkatan
kualitas tim pelaksana Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli, teknologi
yang akan dipakai untuk menggunakan program ini juga terus diperbarui.
Strategi penyediaan anggaran yang memadai yang diselaraskan dengan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan teknologinya
membuat program layanan dokter umum tindakan dokter ahli kini menjadi
program yang sangat dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan
kesehatan primer masyarakat Kota Makassar.
Pogram yang dirancang oleh Pemerintah Kota Makassar ini hadir untuk
memastikan bahwa tak ada masyarakat khususnya di Kota Makassar mengalami
masalah kesehatan namun tak tertolong dengan cepat. Pelayanan Kesehatan
primer di Kota Makassar adalah pemeriksaan pelayanan penunjang yang
diberikan kepada pasien untuk memecahkan masalah 155 penyakit yang harus
terdiagnosa pada pelayanan kesehatan primer. Pelayanan yang ada selama ini di
puskesmas belum menunjang untuk menekan rujukan 155 penyakit yang harus
tuntas pelayanan primer, dengan adanya layanan dokter umum tindakan dokter
ahli sangat dirasakan masyarakat seperti pelayanan di rumah sakit. Hal ini
kemudian mendasari lahirnya program Layanan dokter umum tindakan dokter
ahli.
Dinas Kesehatan Kota Makassar kemudian menyambut ide cerdas dari Walikota
Makassar itu dengan menerapkan berbagai strategi agar pelaksanaannya bisa
mudah dilakukan. Salah satunya dengan menganggarkan secara khusus
program ini dalam DPA Dinas Kesehatan Kota Makassar mulai tahun 2015,
sebesar Rp 5.491. 592.706, dan anggaran DPA APBD tahun 2016 sebesar RP 4.
482.314.200, dan anggaran DPA APBD tahun 2017 sebesar Rp 2.037.318.100.
Dengan tersedianya anggaran untuk pelaksanaannya maka Dinas Kesehatan
Kota Makassar bisa dengan leluasa mulai merancang pelaksanaannya.

14
3. LANDASAN ATAU DASAR PERATURAN

Landasan hukum Layanan Doker Umum Tindakan Dokter Ahli


diantaranya sebagai berikut:

1. Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.


2. Undang-undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktek kedokteran.
3. Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi
elektronik.
4. Undang-undang No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public.
5. Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.
6. Perwali Home Care nomor 63 tahun 2015

Dalam penyediaan anggaran, keberlanjutan program ini telah dipikirkan


kelanjutannya dengan telah terbangunnya komitmen antara pemerintah kota
dengan DPRD Kota Makassar dalam dukungan anggaran yang akan
dianggarakan secara rutin untuk program ini. Penyediaan anggaran
dilakukan dengan memasukkan anggaran Telemedisin dalam nomenklatur
dokumen anggaran pada Dinas Kesehatan Kota Makassar. Untuk tahun
2017 misalnya, Dinas Kesehatan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp.
2.037.318.100,- untuk menjamin kelangsungan program. Pada dasarnya,
anggaran untuk Telemedisin tidaklah menjadi masalah. Pasalnya, program
ini adalah bagian dari visi misi pasangan Walikota dan Wakil Walikota
Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto – Syamsu Rizal, saat mencalonkan diri
sebagai pemimpin di Kota Makassar. Visi misi ini kemudian dijabarkan
dalam RPJMD Kota Makassar, tahun 2014 – 2019.
Dari sisi budaya, Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli diharapkan
dapat mengubah pandangan masyarakat tentang pelayanan kesehatan yang
selalu merasa bahwa pelayanan kesehatan paripurna hanya ada di rumah
sakit. Selama ini, masyarakat kota tak terlalu bisa menerima sebuah sistem
pelayanan kesehatan langsung ke rumah. Mereka berasumsi bahwa
pelayanan kesehatan terbaik adalah di Puskesmas atau di rumah sakit
dengan kehadiran para dokter ahli secara fisik.

15
Kehadiran Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli mengubah
pandangan itu karena program ini bisa membuktikan bahwa pelayanan
kesehatan model seperti itu sangat bagus dan justru lebih bermanfaat dari
pada cara pelayanan kesehatan yang lain, meski dokter ahli tak berada di
samping pasien secara fisik. Program ini telah mampu menembus ruang dan
waktu sehingga lebih banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dalam sekali
waktu.

4. MAKSUD DAN TUJUAN

Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli bertujuan mengupayakan dan


meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan secara merata.
Tujuan inilah yang kemudian diharapkan dapat mencapai beberapa manfaat
diantaranya:
1. Meningkatkan efesiensi sumber daya berupa waktu, jarak dan biaya.
2. Perluasan dan pengembangan ruang lingkup pelayanan kesehatan.
3. Terwujudnya kesetaraan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Jelas sekali bahwa dampak besar dan signifikan telah diperoleh dari
keberadaan program Layanan dokter umum tindakan dokter ahli di Kota
Makassar semenjak di canangkan di awal tahun 2015 yang lalu baik yang
dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, tim
medis dan paramedis maupun bagi pemerintah Kota Makassar sendiri.
Banyak perubahan signifikan yang terjadi pada pelayanan kesehatan di
tingkat Puskesmas jika dibandingkan dengan sebelum dicanangkannya
program ini. Kepercayaan masyarakat atas keseriusan Pemerintah Kota
Makassar dalam memberikan pelayanan kesehatan sepenuhnya bertambah
dan hal ini terlihat dari peningkatan jumlah masyarakat yang
mempercayakan Puskesmas dalam pengananan kesehatannya dan
keluarganya. Hal yang paling penting adalah dengan berjalannya program ini
merupakan cerminan arah yang jelas terkait dengan cita-cita Kota Makassar
untuk menjadi kota dunia.

16
5. WAKTU PENYELENGGARAAN
Inisiatif awal tanggal 23 Desember 2014 program Layanan dokter Umum
Tindakan dokter ahli adalah Ide dan inisiatif penuh bapak Walikota Makassar
Moh. Ramdhan Pomanto.

Pada proses pengembangan pemikiran perumusan strategi menuju


pelaksanaan program Layanan dokter umum tindakan dokter ahli ini, Dinas
Kesehatan Kota Makassar menjadi leading sector. Kepala Dinas Kesehatan
Kota Makassar dr. Hj Andi Naisyah T Azikin M.Kes, bersama segenap
jajarannya terutama di Bidang Pelayanan Kesehatan yang juga mendapatkan
dukungan penuh dari para Kepala Puskesmas dan seluruh staf paramedik
terkait, terlibat aktif di dalam proses pengembangan, pelatihan hingga
pelaksanaan dan tentunya pemantauan jalannya program ini.
Salah satu inisiatif Pemerintah Kota Makassar yang dicanangkan oleh
Walikota Makassar Bapak Moh. Ramdhan Pomanto, kemudian
dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar beserta jajarannya,
puskesmas, dengan melibatkan stakeholder di kota Makassar :
1. 15 Kecamatan terdiri dari 155 Kelurahan
2. Elemen Masyarakat terdiri dari :
- Kader puskesmas
- Kepala RW/RT setempat
- Tokoh Masyarakat
- Rumah Sakit Pemerintah/Swasta
- Dinas Kominfo (Komunikasi dan Informasi)

Rumah sakit baik pemerintah maupun swasta beserta seluruh


stakeholder dan jajaran manajemen di dalamnya juga mengambil andil
sebagai pendukung utama program telemedisin ini. Terutama para tenaga
medis dalam hal ini dokter umum di puskesmas dan dokter ahli yang
tergabung dan terintegrasi langsung dalam pelaksanaan program Layanan
dokter Umum Tindakan dokter Ahli. Selain para pelaksana di lapangan yaitu
paramedis yang tergabung dalam tim program Layanan dokter Umum
Tindakan dokter Ahli dan telah mendapatkan pelatihan atau workshop
mengenai program ini, para dokter ahli yang memegang peranan penting

17
dalam menentukan dan mendiagnosa pasien apabila mendapatkan kiriman
hasil pemeriksaan layanan dokter umum tindakan dokter ahli dari dokter
umum di puskesmas yang sudah terlatih.

Para tenaga ahli bidang teknologi informasi juga mempunya peran yang
tidak kalah pentingnya dalam memonitor dan menjaga agar teknologi yang
digunakan dapat terus diakses dan bisa berjalan tanpa kendala. Kemampuan
mereka menjadi faktor penentu keberlangsungan program. Akan tetapi,
elemen yang paling menentukan tentu saja masyarakat Kota Makassar yang
begitu antusias menerima program ini.

5.1. Mekanisme dan Penerapan


Mekanisme Layanan dokter umum tindakan dokter ahli di
puskesmas dilakukan oleh dokter, perawat, bidan yang telah terlatih untuk
menggunakan alat penunjang EKG dan USG dalam menegakkan
diagnosis yang terlebih dahulu alamat website url:http;//103.10.81.244
dan untuk tahap – tahap penggunaan tele EKG yaitu:
A. Dokter Umum, Perawat
1. Dokter umum/perawat merekam EKG menggunakan alat EKG.
2. Hasil rekaman EKG ini disimpan dalam komputer (dalam bentuk pdf).
3. Hasil rekaman EKG tersebut diupload/dikirim ke sistem Telemedisin
dengan terlebih dulu mengisi informasi klinik pada form yang ada di
sistem dan menetukan dokter ahli yang dituju
B. Dokter Ahli
1. Dokter ahli membuka daftar antrian pemeriksaan pada sistem.
2. Dokter ahli membaca dan mengisi form kesimpulan /kesan
3. Dokter ahli mengirim/mengupload hasil baca ke sistem telemedisin
Untuk dapat dibaca, pasien dipasangkan lead EKG terlebih
dahulu.Setelah terpasang, dokter umum menginput data pasien pada
computer melalui Software BTL Cardiopoint (aplikasi khusus untuk
membaca alat EKG yang terpasang di computer di masing – masing
puskesmas) untuk mengambil data pasien. Setelah tahapan tersebut
selesai , dokter umum/perawat merekam melalui software BTL
cardiopoint untuk mendapatkan hasil dan di simpan dalam format pdf.

18
Selama lebih dari setahun pelaksanaannya, program Layanan Dokter
Umum Tindakan Dokter Ahli terbukti mendapat sambutan luar biasa di
masyarakat. Munculnya pelayanan ini menjadi seperti euphoria baru dalam
pelayanan kesehatan di Makassar di tingkat primer. Pelayanan penunjang
yang selama ini yang hanya mereka dapatkan di rumah sakit, kini dapat
langsung merasakan ditingkat pelayanan primer. Prosedur operasional yang
dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar memang membuat
program berjalan dengan baik dan rapi. Hal itu membuat masyarakat merasa
terlayani dengan baik. Keberhasilan program banyak ditentukan oleh langkah-
langkah yang memang sudah direncanakan sejak awal melalui perencanaan
yang komprehensif. Penanganan yang rapi dari pra hingga pasca telemedisin
menjadi faktor utama yang membuat program dianggap sangat berhasil.

Pra Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli :

 Dokter merencanakan jadwal perawatan pasien sesuai jenis perawatan,


jenis penyakit, gradasi penyakit dan kondisi klinis pasien berdasarkan
prosedur perawatan. Jenis perawatan, meliputi : perawatan kuratif,
perawatan suportif, perawatan rehabilitatif, perawatan emergency.
 Dokter merencanakan pemeriksaan penunjang diagnostik, seperti : USG,
laboratorium, EKG, spirometri, funduscopi.
 Pelaksana Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli mempersiapkan
sarana dan prasarana perawatan, meliputi : tensimeter, gel USG, gel
EKG, nebulizer dan lain-lain sesuai keperluan perawatan masing-masing
kasus.
 Dokter umum yang telah terlatih melakukan pemeriksaan dan konsul ke
dokter ahli melalui tele EKG, tele USG, melalui telekonfrens.
 Dalam waktu paling lama 10 menit konsul dokter umum ke dokter ahli
akan dibaca oleh dokter ahli dan hasilnya akan dikirimkan kembali
melalui Dokter ahli jika dianggap perlu akan mengadvis ke dokter umum
untuk di rujuk ke RS untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

19
 Dokter ahli dan tim Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli
mendiskusikan setiap kasus selama masa dan pasca Telemedisin untuk
evaluasi dan perbaikan kualitas perawatan penderita.
Pasca Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli :

 Dokter ahli bersama dokter umum pelayanan primer melakukan evaluasi


klinis setiap pasien pasca pelaksanaan telemedisin untuk perbaikan
kualitas perawatan di masa yang akan datang
 Dokter ahli dan dokter umum pelayanan primer membuat jadwal
perawatan jangka panjang bagi pasien yang memerlukan perawatan
rehabilitatif, seperti : pasca stroke, decompensasi cordis dan lain- lain
 Dokter ahli akan memberikan bimbingan teknis medis kepada dokter
umum pelayanan primer secara berkala untuk meningkatkan kualitas
perawatan.
 Dokter dan dokter umum pelayanan primer mengadakan review kasus-
kasus khusus dan kasus-kasus yang sering melalui layanan dokter umum
tindakan dokter ahli.

5.2. SEBELUM DAN SESUDAH INOVASI

5.2.1. Sebelum Penerapan Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli

Sepuluh besar penyakit yang di rujuk pada 46 puskesmas tahun 2014 dan
angka kunjungan sakit tahun 2014 adalah 1.316.693 pasien.

No Penyakit Jumlah Pasien


1 Hipertensi 3,958
2 Diabetes Melitus 3,633
3 PJK 3,166
4 Obsevasi Ginekologi 2,727
5 Katarak 2,386
6 Penyakit Gigi 2,369
7 KP / TB / Susp. TB 1,538

20
8 Dermatitis 1,344
9 Batuk Kronik 1,167
10 Gastritis / Dispepsia 938

Sebelum penerapan Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli di Kota Makassar
sistem pelayanan rujukan kesehatan masih berpusat di rumah sakit.Banyaknya
pasien yang dirujuk untuk rawat inap yang tidak perlu sehingga mengurangi
kapasitas kamar ataupun tempat tidur rumah sakit bagi pasien yang betul-betul
membutuhkan pelayanan ini. Hal lain yang terjadi akibat terpusatnya pelayanan
kesehatan di Rumah sakit adalah jumlah Rumah sakit yang tersedia dengan jumlah
masyarakat yang tidak memadai serta akses yang tidak semua wilayah memadai,
seperti yang telah dijelaskan sebelumnya adanya masyarakat yang tinggal di lorong
atau gang ataupun di pulau-pulau sehingga tidak memiliki akses ke rumah sakit
terdekat. Hal ini sangat memprihatinkan apalagi bagi masyarakat yang
membutuhkan tindakan medis yang cyto (cepat) atau harus segera tertangani.

5.2.2. Sesudah Penerapan Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli


Sepuluh besar penyakit yang di rujuk pada 46 puskesmas tahun 2015 dan tahun
2016 dan angka kunjungan sakit tahun 2015 adalah 1367.787 pasien, tahun 2016
adalah 1.243.437 pasien.

Tahun 2015

No Penyakit Jumlah Pasien

1 Katarak 3376
2 PJK 3219
3 Deabetes Melitus 3133
4 Hipertensi 2790
5 Gangguan Pendengaran 2462
6 NHS 1973
7 TB 1837
8 Gangguan refraksi 322
9 Penyakit Gigi 261
10 Inpartu 249

21
Tahun 2016
No Penyakit Jumlah Pasien
1 Gangguan Refraksi dan Akomodasi 1092
2 Katarak Sinili 952
3 DM tidak spesifik 702
4 Penyakit pulpa dan jaringan priapikal 654
5 Penyakit jantung 647
6 Tumor Jinak 623
7 Gangguan lain pada susunan syaraf 443
8 Hypertensi essensial primer 363
9 tidak
Gravidterklarifikasi 292
10 Penyakit mata lainnya 287

Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli (EKG dan USG)

Jenis Pelayanan Tahun

2015 2016 2017 (Jan s.d


Juni)
EKG 219 4402 2196

USG 0 281 2835

Konsep dasar Layanan dokter umum tindakan dokter ahli ini adalah
terciptanya dokter umum pelayanan ahli’ pada pelayanan tingkat dasar di
puskesmas maupun di rumah. Keterbatasan pada ketersediaan dan kehadiran
dokter ahli di puskesmas dan di rumah bias teratasi dengan pelayanan ini. Dokter
umum dengan menggunakan fasilitas telemedisin dapat berkomunikasi dengan
dokter ahli tanpa hambatan jarak, waktu dan biaya sehingga dapat memberikan
pelayanan berkualitas kepada masyarakat. Konsep ini unik, sehingga sistem
Layanan dokter umum tindakan dokter ahli ini merupakan salah satu inovasi
dalam pemecahan masalah pelayanan primer di Kota Makassar.
Inisiatif Pemerintah Kota Makassar untuk menciptakan program ini memang
didasari oleh banyaknya masalah dalam pelayanan kesehatan di Kota Makassar.
Pelayanan primer telemedisin membuat pelayanan kesehatan di Kota Makassar
akan lebih sempurna, holistik dan komprenhensif. Hal itu membuat kebutuhan
pasien akan dapat terpenuhi sehingga pasien akan lebih nyaman dan puas
dengan pelayanan yang cepat oleh dokter ahli melalui telemedisin. Cara itu
membuat pelayanan menjadi sangat detail dan paripurna.

22
Banyak perubahan signifikan yang terjadi pada pelayanan kesehatan di
tingkat Puskesmas jika dibandingkan dengan sebelum dicanangkannya program
ini. Kepercayaan masyarakat atas keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam
memberikan pelayanan kesehatan sepenuhnya bertambah dan hal ini terlihat dari
peningkatan jumlah masyarakat yang mempercayakan Puskesmas dalam
pengananan kesehatannya dan keluarganya. Pendekatan kreatif yang inovatif
berupa pemangkasan waktu diagnosa penyakit dengan penggunaan teknologi
adalah salah satu yang membuat program ini dianggap sukses.
Program Layanan dokter umum tindakan dokter ahli memberikan jawaban betapa
kebutuhan kesehatan bagi rakyat adalah sebuah kebutuhan dasar yang sangat
penting dan terkadang sangat membebani mereka di tengah banyaknya himpitan
hidup. Kehadiran Layanan dokter umum tindakan dokter ahli di tengah
masyarakat Makassar telah mampu menyelesaikan satu masalah dasar yang
selama ini menjadi beban mereka, yaitu pelayanan kesehatan.

6. INDIKATOR KEBERHASILAN

Program Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli Indikator Keberhasilan


sebagai berikut:
 Terpenuhinya pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan
masyarakat yang cepat.
 Meningkatkan kemandirian pasien dan keluarga dalam melakukan
pemeliharaan kesehatan.
 Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan
 Pembiayaan yang lebih murah
 Jumlah petugas kesehatan yang terlibat dalam Program Layanan dokter
Umum Tindakan Dokter Ahli adalah dokter – dokter yang bekerja di
pelayanan primer.
 Untuk mendukung efektivitas program maka Pemerintah Kota Makassar
telah melakukan penambahan alat Layanan dokter umum tindakan dokter
ahli (EKG berjumlah 46 sedangkan USG berjumlah 46)
Program Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli, indikator
keberhasilan adalah seperti yang diterangkan di bawah ini:

23
1. Jumlah pasien yang dapat ditangani meningkat tajam dari waktu ke
waktu. Tingkat kesakitan yang dapat didiagnosa dan diobati
sesegera mungkin mengalami peningkatan signifikan. Jumlah
masyarakat yang ditangani Program Layanan dokter umum tindakan
dokter ahli khususnya tele EKG pada awal peluncuran program
pada tahun 2014 adalah 0 (nol) sampai dengan diawal tahun 2015
seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan pemberitaan
di media baik media elektonik maupun media cetak mengenai
pelayanan ini. Mulai bulan mei sampai akhir tahun Tahun 2015 ini
jumlah masyarakat yang tertangani meningkat secara signifikan
menjadi 219 jiwa.
2. Keberhasilan dari program Tele EKG juga dapat dilihat dari adanya
peningkatan permintaan pelayanan jika dibandingkan dengan awal
peluncurannya. Sejalan dengan besarnya manfaat yang dirasakan
masyarakat dan juga medis serta paramedis yang menjalankan
pelayanan inidimana akses jarak dan waktu tempuh dapat diatasi
dengan metode telemedisin sehingga permintaan pemeriksaan Tele
EKG kembali mengalami peningkatan dengan angka yang luar biasa
dia akhir tahun 2016 menjadi 3.379, dan Tele EKG Bulan Juni 2017
sebanyak 2196 Jiwa.
3. Pelayanan tele-USG yang terlayani pada bulan September tahun
2016 sampai awal tahun 2016 sejumlah 131, dan Tele – USG
sampai Bulan Juni 2017 sebanyak 2835 jiwa.
4. Sumber Daya manusia yang merupakan kunci utama keberhasilan
pelaksanaan program ini yaitu tenaga kesehatan yang terlibat
langsung dalam pelaksanaan Program Telemedisin meningkat
seiring dengan semakin meningkatnya permintaan pelayanan
kesehatan program Layanan dokter umum tindakan dokter ahli ini.
Pada akhir tahun 2016, jumlah tenaga kesehatan yang telah
mendapatkan pelatihan khusus dan dapat melaksanakan program
ini meningkat menjadi 138 orang.

24
C. ANALISIS KRITERIA PENILAIAN

1. Mengandung Pembaharuan seluruh atau sebagian unsur dari


obyek inovasi

Hal – hal yang menjadi pertimbangan besar pelaksanaan program


Layanan dokter umum tindakan dokter ahli antara lain pertimbangan
ekonomi dan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat yang tidak dapat
mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit serta memberikan
pelayanan penyakit kronik yang memerlukan perawatan lama
sehingga memberikan rasa aman dan nyaman untuk mempercepat
proses penyembuhan.
Inovatif karena program Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli :
 Belum ada ditempat lain bahkan di seluruh wilayah Indonesia.
 Pada pelayanan konvensional (sebelum ada program Layanan Dokter
Umum Tindakan Dokter Ahli) banyaknya pasien dirujuk ke rumah sakit
sehingga membutuhkan jarak, waktu dan biaya sedangkan pelayanan
non konvensional (terbentuk program Layanan Dokter Umum
Tindakan Dokter Ahli) dapat menurunkan angka rujukan ke rumah
sakit sehingga jarak, waktu dan biaya dapat ditekan.
Hal ini dapat diketahui terdapatnya Sepuluh besar penyakit yang
dirujuk pada 46 Puskesmas tahun 2014 dari tiga penyakit yang
memerlukan Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli : (Hipertensi
: 3,958 pasien, Penyakit Jantung : 3,166 pasien,
Observasi Ginekologi : 2,727 pasien); tahun 2015 (Hipertensi : 2,790
pasien, Penyakit Jantung : 3,219 pasien) ; tahun 2016 (Penyakit
Jantung : 647 pasien).
Angka kunjungan sakit tahun 2014 adalah 1.316.693 pasien, dengan
adanya Inovasi program Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli
dapat menurunkan angka kunjungan sakit sakit tahun 2015 adalah
1367.787 pasien, dan pada tahun 2016 adalah 1.243.437 pasien.

25
2. Memberi Manfaat bagi daerah dan/atau masyarakat.

Beberapa manfaat dirasakan manfaatnya adalah sebagai berikut:


Bagi pasien dan keluarga :
 Masyarakat dapat mengakses dengan nyamanpelayanan kesehatan
yang memadai di tingkat Pelayanan primer.
 Masyarakat yang menderita sakit dapat memperoleh hasil
pemeriksaan untuk diagnosis155 penyakit secara cepat dan dibantu
dengan interpretasi dokter ahli dan hal ini juga dapat meminimalkan
rujukan yang tidak benar atas diagnosis 155 penyakit pada pelayanan
primer di Puskesmas.
 Program Layanan dokter Umum Tindakan Dokter Ahli dapat
membantu pasien untuk menghindari rawat inap yang tidak perlu dan
juga dapat meringankan biaya terkait biaya rawat inap yang semakin
mahal. Hal ini terjadi karena program ini dapat mengurangi biaya
akomodasi pasien, transportasi dan biaya.
 Program Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli dapat
membantu dalam mengurangi angka rujukan ke rumah sakit. Hal ini
terjadi karena di level pelayanan primer pasien sudah dapat
didiagnosa oleh dokter yang ahli di bidangnya sehingga dapat
ditentukan apakah pasien masih membutuhkan rujukan rawat inap ke
rumah sakit atau tidak dan tentu saja dengan demikian mengurangi
biaya akomodasi pasien, transportasi dan biaya.
 Masyarakat yang sakit tidak perlu meninggalkan tempat tinggalnya
dalam waktu yang lama (seperti halnya jika harus rawat inap di rumah
sakit) sehingga dapat senantiasa bisa berdekatan dan berkomunikasi
dengan semua anggota keluarganya dan secara psikologis bisa
membantu mempercepat proses penyembuhan.
 Dengan dirawat di rumah sendiri, tentu saja pasien menjadi lebih
nyaman karena tak terganggu dengan pasien lain atau aktivitas lain
jika dirawat di rumah sakit dan tidak ada rasa kekhawatiran karena
harus meninggalkan keluarga dirumah selama rawat inap di rumah
sakit.

26
 Kehadiran perawat yang secara rutin akan datang memonitor
perkembangan pasien di rumah secara langsung akan membantu
karena biasanya keluarga lain pada saat yang sama sedang bekerja
atau melakukan aktifitas di luar rumah yang tidak bisa ditinggalkan
untuk merawat keluarga yang sakit dirumah.

Bagi Dokter dan Perawat


 Dapat menambah pengetahuan pemanfaatan teknologi untuk
peningkatan keahlian dalam pemeriksaan telemedisin, terutama
sebelum pengambilan keputusan apakah pasien di rujuk atas
diagnosis 155 penyakit pada pelayanan primer.
 Memberikan variasi lingkungan kerja, sehingga tidak jenuh dengan
lingkungan yang tetap sama. Dengan metode yang berbeda
(menggunakan Telemedisin) dapat meningkatkan pelayanan ke
pasien khususnya di daerah yang sulit terjangkau.
 Dapat mengenal pasien dan lingkungannya dengan baik, sehingga
pendidikan kesehatan yang diberikan sesuai dengan situasi dan
kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal pasien, dengan begitu
kepuasan kerja perawat akan meningkat.

Bagi Pemerintah Kota Makassar


 Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kota semakin tinggi
karena merasa diperhatikan dan dengan melihat kerja nyata
pemerintah dengan program yang diusulkan yang secara langsung
dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Dan pada akhirnya,
pemerintah kota bisa dengan mudah memperkenalkan dan
menerapkan berbagai kebijakan-kebijakannya karena masyarakat
sudah memilkikepercayaan dengan berbagai programyang
disodorkan oleh pemerintah dan masyarakat telah yakin akan adanya
manfaat bagi masyarakat atas setiap program pemerintah yang akan
dijalankan nantinya.
 Pemerintah Kota Makassar bisa dengan mudah melakukan evaluasi
dari segi pelayanan yang telah dilakukan secara terus menerus. Hal

27
ini terjadi karena program ini bisa dengan mudah mendeteksi sampai
sejauh mana daya terima masyarakat terhadap pelaksanaan
program apakah masyarakat merasa puas atau adakah hal-hal
yang masih perlu disempurnakan selama pelaksanaan program
pelayanan untuk lebih meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan khususnya,dan program pemerintah
secara umum.

3. Tidak Mengakibatkan Pembebanan dan/atau pembatasan pada


masyarakat yang dilarang oleh peraturan perundang-
undangan.
Seperti diketahui kesuksesan sebuah program harus didukung oleh
dukungan finansial yang bagus, stabil dan juga dukungan sumber daya
lainnya. Namun, program layanan dokter umum tindakan dokter ahli
bukanlah sebuah program dengan kebutuhan biaya yang sangat tinggi
dan khusus. Meski harus diakui bahwa penggunaan teknologi tinggi
seperti yang dipakai telemedisin juga membutuhkan biaya yang tidak
kecil. Namun, biaya yang sebelumnya dianggap besar berhasil ditekan
dengan modifikasi program terutama dalam hal pengadaan peralatan
dan alat bantu lainnya.
Biaya pada Program Layanan dokter umum tindakan dokter ahli
juga dapat ditekan karena program ini bisa dijalankan tidak secara
tunggal tetapi dapat diparalelkan dengan program lainnya di Dinas
Kesehatan Kota Makassar yang kegiatannya bersisian dengan program
telemedisin. Pembiayaan opersional berupa pemeliharaan alat-alat
seperti EKG, USG, bisa tertutupi dengan dukungan biaya operasional
yang memang sudah tersedia di masing-masing Puskesmas pelaksana
program Layanan dokter umum tindakan dokter ahli.
Dinas Kesehatan Kota Makassar kemudian menyambut ide cerdas
dari Walikota Makassar itu dengan menerapkan berbagai strategi agar
pelaksanaannya bisa mudah dilakukan. Salah satunya dengan
menganggarkan secara khusus program ini dalam DPA Dinas
Kesehatan Kota Makassar mulai tahun 2015, sebesar Rp 5.491.
592.706, dan anggaran DPA APBD tahun 2016 sebesar RP

28
4.482.314.200, dan anggaran DPA APBD tahun 2017 sebesar Rp
2.317.038.100.
Dengan tersedianya anggaran untuk pelaksanaannya maka Dinas
Kesehatan Kota Makassar bisa dengan leluasa mulai merancang
pelaksanaannya.namun pada pelaksanaan pelayanan di masyarakat
yang membutuhkan Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli tidak
ada pembebanan biaya kepada masyarakat.
Sementara itu, yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan teknis
dan sumber daya manusia (SDM) yang berasal dari 46 Puskesmas
yang tersebar merata di seluruh Kota Makassar. SDM dalam persiapan
pelaksanaan program ini telah mengikuti pelatihan khusus atau
workshop untuk mengenali dan menjalankan program baik itu dari sisi
peningkatan pelayanan kesehatan maupun standarisasi pelayanan
kesehatan di Puskesmas, selain itu mereka juga mendapatkan bekal
pengetahuan pada penerapan dan pemanfaatan teknologi yang
menyertai program Layanan dokter umum tindakan dokter ahli. Secara
teknis, petugas kesehatan di Kota Makassar telah siap menghadapi
tantangan program Layanan dokter umum.
Tindakan dokter ahli ini. Mereka secara berkesinambungan terus
mengembangkan diri dengan berbagai metode pembelajaran. Dinas
Kesehatan membuat sebuah sistem rotasi penugasan pada petugas
medis di Puskesmas dengan menyesuaikan waktu bertugas mereka
selama ini. Jadi, tak ada penyesuaian jam kerja karena diseleraskan
dengan waktu kerja yang telah berjalan sebelumnya. Medis dan
Paramedis di Puskesmas terus mengembangkan diri dengan mengikuti
berbagai pelatihan - pelatihan seperti pelatihan Tele - EKG, pelatihan
Tele- USG, baik yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Makassar
ataupun yang dilaksanakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang
Makassar.
4. Merupakan Urusan Pemerintah yang menjadi Kewenangan
Daerah
Program Layanan dokter umum tindakan dokter ahli adalah
sebuah lompatan besar dan sangat penting yang dilakukan oleh
Pemerintah Kota Makassar. Meski sudah ada beberapa model

29
program serupa, tetapi konsep yang dilakukan oleh Pemerintah kota
Makassar ini lebih maju dan komperehensif terutama karena program
ini menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat dan dapat memenuhi
kebutuhan dasar mereka yaitu kebutuhan kesehatan masyarakat
Makassar.
Pelajaran penting yang bisa dipetik dari program Inovasi ini
adalah betapa keinginan rakyat sebenarnya sangat sederhana. Mereka
hanya menginginkan kehadiran pemerintah ketika mereka mengalami
kesulitan termasuk misalnya ketika kesehatan mereka bermasalah.
Rakyat tidak membutuhkan hal yang luar biasa di luar batas
kemampuan pemerintah. Tetapi keinginan mereka adalah kebutuhan
dasar yang sebenarnya amat mudah dipenuhi oleh pemerintah.
Tinggal kemauan, ketulusan, inisiatif, kreatifitas dan inovasi dari
pemerintah untuk menjawab banyak keinginan rakyat yang sederhana
itu.
Program Inovasi Layanan dokter umum tindakan dokter ahli
memberikan jawaban betapa kebutuhan kesehatan bagi rakyat adalah
sebuah kebutuhan dasar yang sangat penting dan terkadang sangat
membebani mereka di tengah banyaknya himpitan hidup. Kehadiran
Layanan dokter umum tindakan dokter ahli di tengah masyarakat
Makassar telah mampu menyelesaikan satu masalah dasar yang
selama ini menjadi beban mereka, yaitu akses pelayanan kesehatan
yang cepat dan akurat tanpa harus mengeluarkan biaya yang tidak
perlu misalnya untuk biaya rawat inap ataupun pengobatan yang tidak
diperlukan.
Untuk itu, program ini harus terus dipertahankan keberadaannya
terutama jaminan bahwa program terus berjalan. Langkah inovatif nan
kreatif ini membuat Program Telemedisin menjadi salah satu andalan
pelayanan kesehatan primer di Kota Makassar dan provinsi Sulawesi
Selatan di masa yang akan datang.
Untuk itu, beberapa rekomendasi bisa dijadikan sebagai acuan
untuk perbaikan ke depan:
1. Anggaran program Layanan dokter umum tindakan dokter ahli
harus terus ditingkatkan seiring dengan semakin antusiasnya

30
masyarakat Makassar dalam memanfaatkan program ini.
Keinginan kuat pemerintah kota dan juga dukungan dari DPRD
Makassar adalah kunci dari ketersediaan dan peningkatan
anggaran.
2. Pemerintah Kota Makassar harus terus melakukan pemantauan,
evaluasi dan penyusunan program dan matriks kerja perbaikan
dalam sarana dan prasarana program seperti peningkatan
kemampuan tenaga kesehatan dalam menjalani program ini
secara terus menerus dan berkesinambungan. Hal ini perlu
mendapat perhatian karena Layanan dokter umum tindakan
dokter ahli tak hanya membutuhkan kemampuan medis, tetapi
yang paling penting adalah kemampuan dokter di Puskesmas
dalam menjalankan sistem yang berbasis teknologi.
3. Program ini hanya terbatas pada wilayah daratan sementara
Makassar juga terdiri dari beberapa pulau. Direkomendasikan
untuk meningkatkan pelayanan terutama di wilayah pulau dengan
mengembangkan program ini.

5. Dapat Direplikasi
Model Program Inovasi Layanan dokter umum tindakan dokter ahli
ini sedang berusaha diadopsi dan direplikasi oleh Pemerintah Kota
Makassar ke dalam beberapa rancangan program pelayanan publik yang
lain, seperti e-musrembang. Program e- musrembang membuat
masyarakat tak lagi harus bersusah payah datang ke kantor kelurahan
atau kecamatan untuk mengusulkan program yang dibutuhkannya jelang
tahun anggaran baru. Tetapi,masyarakat bisa langsung mengetik
kebutuhan dan usulan programnya di aplikasi e-musrembang. Aplikasi ini
akan dikembangkan oleh Bappeda Kota Makassar.
Dalam program inovasi Layanan dokter umum tindakan dokter ahli
ini telah di kunjungi oleh beberapa dari daerah kabupaten/kota di
Provinsi Sulawesi Selatan, dan beberapa daerah di Indonesia serta
Pemerintah kota makassar dalam penilaian LPPD dari Kementrian
Pendayagunaan Aparatur Negara saat berkunjung ke Puskesmas Kassi-

31
Kassi memantau serta mengevaluasi program Layanan dokter umum
tindakan dokter ahli.

D. PENUTUP

Sebelum adanya inovasi Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli


Tingginya angka rujukan selama di Puskesmas terutama penyakit Jantung
koroner, Hipertensi, Diabetes Mealitus dan Observasi Ginekologi menjadi
permasalahan yang perlu mendapatkan penanganan secara komprehensif.
Dengan adanya masalah tersebut maka lahirlah sebuah inovasi ‘Layanan
Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli’yang bertujuan mengupayakan dan
meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan secara merata.

Demikian Penyajian Profil Inovasi “Layanan Dokter Umum Tindakan


Dokter Ahli, semoga apa yang disajikan dapat bermanfaat dan memberikan
inovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

32
E. LAMPIRAN - LAMPIRAN

Kegiatan Sebelum adanya inovasi dan setelah adanya Inovasi ‘Layanan


Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli’.

33
MOU DINAS KESEHATAN DENGAN RS. PENDIDIKAN UNHAS TENTANG
LAYANAN DOKTER UMUM TINDAKAN DOKTER AHLI

DOKUMENTASI KEGIATAN PELATIHAN USG (Ultrasonograph)

34
Dokumentasi Kegiatan Pelatihan EKG (Elektrokardiograph)

35
Dokumentasi ‘Layanan dokter umum tindakan dokter ahli’Tele-EKG

36
Dokumentasi Kegiatan ‘Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli ‘Tele-
USG’

37
Dokumentasi Kegiatan ‘Layanan Dokter Umum Tindakan Dokter Ahli ‘Tele-
USG’

38
Dokumentasi ‘Layanan Dokter Umum Tindakan dokter Ahli di Puskesmas’
Pulau Barrang Lompo Makassar

39
Daftar isi

Halaman

Sampul Profil Inovasi 1

A. Gambaran Umum 2

1. Kondisi Geografis 2

2. Kondisi Penduduk 4

3. Kondisi Prekonomian 5

4. Sarana dan Prasarana 6

5. Kondisi Sosial Budaya 8

B. Deskripsi Bentuk Inovasi Daerah 11

1. Latar Belakang Inovasi Daerah 11

2. Permasalahan adanya/dilakukan Inovasi Daerah 12

3. Landasan atau Dasar Peraturan 15

4. Maksud dan Tujuan 16

5. Waktu Penyelenggaraan 17

6. Indikator Keberhasilan 23

C. Analisis Kriteria Penilaian 25

1. Mengandung Pembaharuan Seluruh atau Sebagian 25

Unsur dari Objek Inovasi

2. Manfaat bagi daerah dan/atau Masyarakat 26

3. Tidak Mengakibatkan Pembebanan dan/atau 28

Pembatasan pada Masyarakat yang dilarang oleh

Peraturan Perundang-undangan

4. Merupakan Unsur Pemerintah yang menjadi Kewenangan 29

Daerah

40
Halaman

5. Dapat Direplikasi 31

D. Penutup 32

E. Lampiran-Lampiran 33

41
42