Anda di halaman 1dari 356

MEMAKAI BUKU INI DAFTAR lSI

."
..
Buku Pedoman Reparasi ini menguraikan prosedur servis
untuk sepedamotor New Revo. 1
Ikuti petunjuk pada Jadwal Perawatan (Bab 3) untuk
." " : ." :
2
mempertahankan sepedamotor pada kondisi operasional
puncak.
. ." 3
Adalah sangat penting untuk menjalankan perawatan SISTEM PELUMASAN 4
berkala 1 dan 2 pada waktunya. Servis ini mengadakan
penyesuaian terhadap keausan awal yang terjadi dalam SISTEM BAHAN BAKAR
masa pemakaian mula.
5
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN 6
Bab 1 dan 3 berlaku untuk seluruh sepedamotor.
Bab 2 menggambarkan prosedur untuk
pelepasan/pemasangan komponen-komponen yang z CYLINDER HEAD/VALVES 7
mungkin diperlukan untuk menjalankan pekerjaan servis enw
yang diuraikan dalam bab-bab berikutnya. :aE CYLINDER/PISTON 8
Bab 4 melalui 18 menguraikan bagian-bagian dari
sepedamotor, yang dikelompokkan menurut lokasi. CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE 9
Carilah bab yang Anda inginkan pada halaman ini,
kemudian bacalah daftar isi pada halaman pertama dari
ALTERNATOR/STARTER CLUTCH 10
bab yang bersangkutan.
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTARTER 11
Kebanyakan bab dimulai dengan gambar susunan atau
gambar sistem, keterangan servis dan troubleshooting RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI 12
untuk bab itu. Halaman-halaman berikutnya memberikan
prosedur servis secara mendetil. RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI 13
Jika Anda tidak mengetahui sumber penyebab kesukaran, REM HIDRAULIK 14
bacalah bab 20, TROUBLESHOOTING.
BAlERAIISISTEM PENGISIAN 15
Semua keterangan, gambar, petunjuk dan
spesifikasi di dalam publikasi ini berdasarkan data-
SISTEM PENGAPIAN 16
data produk terakhir yang tersedia pada waktu
persia pan untuk pencetakan.
SISTEM STARTER LISTRIK 17
PT Astra Honda Motor berhak membuat perubahan LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR 18
pada setiap waktu tanpa pemberitahuan dan tanpa

---------,..-. 19
ikatan apapun. DIAGRAM LISTRIK

Dilarang mengutip atau mencetak ulang bagian dari TROUBLESHOOTING


penerbitan ini tanpa ijin tertulis penerbit.
!

Buku Pedoman ini ditulis untuk orang yang telah


memiliki pengetahuan dasar perawatan
sepedamotor Honda. I
'\
r
PT ASTRA HONDA MOTOR t
)
!
CATATAN PENTING UNTUK KEAMANAN

Di dalam buku ini tidak dimuat pembahasan secara mendetail mengenai prosedur kerja bengkel
standar, prinsip - prinsip keamanan serta pekerjaan servis standar. Adalah penting untuk
mengetahui bahwa buku ini hanya memuat beberapa peringatan terhadap cara-cara servis
tertentu yang dapat menimbulkan KECELAKAAN BADANIAH kepada mekanik atau dapat
merusak kendaraan atau menyebabkannya tidak aman untuk dikendarai.

Harap dimengerti bahwa peringatan-peringatan ini tidak dapat meliputi semua cara-cara pelak-
sanaan servis, baik yang dianjurkan oleh Honda maupun yang tidak, ataupun akibat-akibat yang
mungkin berbahaya yang timbul dari setiap cara pelaksanaan servis, juga bahwa Honda tidak
dapat menyelidiki semua cara - cara tersebut.
Setiap orang yang menggunakan prosedur kerja ataupun kunci perkakas,. balk yang dianjurkan
oleh Honda maupun tidak, harus meyakinkan dirinya sendiri dengan pasti bahwa keamanan pribadi
maupun keamanan kendaraan tidak terancam oleh cara pelaksanaan servis ataupun kunci perka-
kas yang dipilih.
1. KETERANGAN UMUM


PERATURAN SERViS 1-2 SPESIFIKASI RODA BELAKANGI
REM/SUSPENSI 1·8
IDENTIFIKASI MODEL 1-2
SPESIFIKASI REM HIDRAULIK 1-8
SPESIFIKASI UMUM 1-4
SPESIFIKASI BATERAII
SPESIFIKASI SISTEM PELUMASAN 1-5 SISTEM PENGISIAN 1-8

SPESIFIKASI SIS.TEM BAHAN BAKAR. 1-5 SPESIFIKASI SISTEM PENGAPIAN 1·8

SPESIFIKASI CYLINDER HEADI SPESIFIKASI SISTEM


VALVES 1-5 STARTER LISTRIK 1-9

SPESIFIKASI AL TERNATORI TORSI PENGENCANGAN


STARTER CLUTCH 1-6 MESIN & RANGKA 1-10

SPESIFIKASI CRANKSHAFTI TITIK-TITIK PELUMASAN &


TRANSMISSION/KICKSTARTER 1-7 PERAPATAN 1·14

SPESIFIKASI RODA DEPANI PERLETAKAN KABEL & HARNESS 1-16


SUSPENSI/KEMUDI 1-7
SISTEM-SISTEM PENGATURAN EMISI. 1-24

1·~
KETERANGAN UMUM
r PERATURAN SERVIS
I 1. Pakailah parts dan pelumas asli Honda atau yang direkomendasikan oleh Honda atau sejenisnya. Parts yang tidak memenuhi
I spesifikasi rancangan Honda dapat mengakibatkan kerusakan pada sepedamotor.
2. Pakailah special tools yang telah dirancang untuk produk ini untuk menghindari kerusakan dan pemasangan yang tidak benar.
3. Hanya pergunakan metric tools ketika menservis sepedamotor. Baut, mur dan sekrup metric tidak dapat dipertukarkan dengan
pengikat sistem Inggris.
4. Pasanglah gasket,O-ring, cotter pin, dan lock plates baru pada waktu perakitan kembali.
5. Sewaktu mengencangkan baut atau mur, mulailah dengan baut dengan diameter yang lebih besar atau baut di sebelah dalam
dulu. Kemudian kencangkan dengan torsi pengencangan yang telah ditentukan secara bersilang dalam langkah-Iangkah
peningkatan kecuali apabila urutan tertentu lain telah ditentukan.
6. Bersihkan parts yang telah dilepaskan dalam larutan pembersih. Lumasi semua permukaan peluncuran sebelum perakitan
kembali.
7. Setelah perakitan kembali, periksalah semua parts terhadap pemasangan dan penqoperasian ya"ng benar.
8.Alurkan semua kawat listrik seperti diperlihatkan dalam Perletakan Kabel dan Harness (hal. 1-15).

IDENTIFIKASI MODEL

~1-2
KETERANGAN UMUM
NOMOR-NOMOR SE~I
Nomor seri rangka dicetak pada sisi kiri dari kepala kemudi.
I NOMOR SERI RANGKA

Nornor seri mesin dicetak pada bagian sisi kiri bawah dari crankcase (bak
mesin).

NOMOR SERI MESIN

Nemor identifikasi karburator dicetak pada sisi kanan dari badan karburater.

1-3
KETERANGAN UMUM
SPESIFIKASI UMUM
BAGIAN SPESIFIKASI
DIMENsr Panjang menyeluruh 1.925 mm
Lebar menyeluruh 709 mm
Tinggi menyeluruh 1.084 mm
Jarak sumbu roda 1.221 mm
Tinggi tempat duduk 770mm
Tinggi pijakan kaki 268 mm
Jarak terendah ke tanah 147 mm
Serat motor siap pakai 97 kg (Tipe roda dengan jari-jari)
98 kg (Tipe roda tuangan)
RANGKA Jenis rangka Jenis back bone (tulang belakang)
Suspensidepan Garpu teleskopik
Jarak pergerakan poros depan 81 mm
Suspensi belakang Swing arm (Iengan ayun)
Jarak pergerakan poros belakang 83 mm
Damper (peredam kejut) belakang Jenis pipa pengoperasian satu sisi
Ukuran ban depan 70/90-17 M/C 38P
Ukuran ban belakang 80/90-17 M/C 44 P
Merek ban Depan NF63B (IRC)/D-FR (SRI)
Belakang NR78Y (IRC)/D-RR (SRI)
Rem depan Rem cakram hidraulik
Rem belakang Mekanis, mendahului-mengikuti
Sudut caster 26°00'
Panjang trail 67mm
Kapasitas tangki bahan bakar 3,7 liter
MESIN Diameter dan langkah 50,0 x 55,6 mm
Volume langkah 109,1 crn''
Perbandingan kompressi 9,0: 1
Peralatan penggerak klep 2 valve, SOHC digerakkan rantai tunggal
Klep masuk membuka 1 5° BTDC (sebelum TMA)
menutup ] pada pengang- 30° ABOC (setelah TMB)
Klep buang membuka 1 katan 11lJm 34° BBOC (sebelum TMB)
menutup 1 0° ATDC (setelah TMA)
Sistem pelumasan Di bawah tekanan paksaan dgn bak oli basah
Jenis pompa oli Trochoid
Sistem pendinginan Pendinginan udara
Saringan udara Elemen kertas kental
Jenis crankshaft Jenis rakitan
Berat kosong mesin 22,6 kg
Susunan cylinder Satu cylinder miring 80° dari vertikal
KARBURATOR Jenis karburator Piston valve type
Diameter throttle 18 mm
PERALATAN Sistem kopeling Pelat-banyak, basah
PENGGERAK Sistem pengoperasian kopeling Jenis sentrifugal otomatis
Transmission Bertautan tetap, 4-kecepatan
Primary reduction 4,059 (69/17)
Final reduction 2,642 (37/14)
Perbandingan gigi gigi 1 2,615 (34/13)
gigi 2 1,555 (28/18)
gigi 3 1,136 (25/22)
gigi 4 0,916 (22/24)
Pola pengoperan gigi Sistem pengembalian digerakkan kaki kiri (sistem
rotary; hanya sewaktu sepedamo-tor tidak
bergerak) N - 1 - 2 - 3 - 4 (- N)
KELISTRIKAN Sistem pengapian DC-COl
Sistem starter Kickstarter dengan starter motor listrik
Sistem pengisian Single phase output alternator
Regulator/rectifier SCR opened/single phase, half wave rectification
Sistem penerangan Alternator
KETERANGAN UMUM
SPESIFIKASI SISTEM PELUMASAN
Satuan; mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Kapasitas ali mesin Pada penggantian ali 0,8 liter -
Pada pembongkaran mesin 1,0 liter -
Oti mesin yang dianjurkan Oli mesin 4 tak dengan klasifikasi API
service SJ. -
Viskositas: SAE 1OW-3D JASO MA
Oil pump rotor Jarak renggang pada ujung rotor - 0,15
Jarak renggang antara rotor dan 0,15 - 0,21 0,26
rumah
Jarak renggang ke samping rotor 0,03 - 0,09 0,15
pompa

SPESIFIKASI SISTEM BAHAN BAKAR


BAGIAN S.PESIFIKASI
Nomor identifikasi karburator PB7UB
Putaran stasioner mesin 1.400 ± 100 menit" (rpm)
Jarak main bebas throttle grip (gas tangan) 2-6mm
Main jet #88
Slow jet #35
Float level (tinggi pelampung) 11,7 mm
Pembukaan awal air screw Lihat hal. 5-16
Vakuum PAIR control valve yang ditentukan 60 kPa (450 mmHg)

SPESIFIKASI CYLINDER HEADNALVES


Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Tekanan kompressi cylinder 1.245 kPa (12,7 kgf/cm
L
, 181 psi) -
pada 600 menlt" (rpm)
Perubahan bentuk melengkung pada cylinder head - 0,05
Valve, Valve clearance IN/EX
valve guide (iarak renggang klep) (masukl O,10±O,02 -
buano)
. D.L. valve stem IN 4,975 - 4,990 4,965
EX 4,955 - 4,970 4,945
D.O. valve guide IN/EX 5,000 - 5,012 5,03
Jarak renggang stem- IN 0,010 - 0,037 0,065
ke-guide EX 0,030 - 0,057 0,085
Proyeksi valve guide di IN/EX 9,1 - 9,3 -
atas cylinder head
Leba r valve seat IN/EX 0,90-1,10 1,6
Panjang bebas valve spring IN/EX 30,67 29,70
Rocker arm/ D.O. rocker arm IN/EX 10,000 10,015 10,10
shaft D.L. rocker arm shaft IN/EX 9,972 - 9,987 9,91
Jarak renggang rocker IN/EX 0,013 - 0,043 0,044
arm-ke-shaft
Camshaft Tinggi cam lobe IN 32,194 - 32,434 32,16
(cuping bubungan) EX 31 ,990 - 32,230 31,96
Cam chain D.L. push rod 11,985 - 12,000 11,94
tensioner Panjang bebas spring 111,3 109
KETERANGAN UMUM
'SPESIFIKASI CYLINDER/P'ISTON
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Cylinder' D.O. 50,005 - 50,015 50,05
Kelonjongan - 0,10
Ketirusan - 0,10
Perubahan bentuk melengkung - 0,05
Piston, Arah tanda piston Tanda "IN" menghadap ke -
piston pin, sisi pemasukan
piston rings D.L. piston 49,980 - 49,995 49,91
Titik pengukuran O.L. piston 10 mm dari bagian bawah -
piston
D.O. lubang piston pin 13,002 - 13,008 13,03
D.L. piston pin 12,994 - 13,000 12,98
Jarak renuqanq antara piston-ke-piston pin 0,002 - 0,014 0,075
Jarak renggang piston ring- Ring paling atas 0,015 - 0,050 0,09
ke-alurnya Ring kedua 0,015 - 0,050 0,09
(Riken)
Jarak renggang Ring paling atas 0,015 - 0,045 0,09
piston ring-ke-alurnya Ring kedua 0,015 - 0,045 0,09
(Teikoku)
Celah pada ujung Ring palinq atas 0,10 - 0,25 0,5
piston ring (Riken) Ring kedua 0,10 - 0,25 0,5
Ring oli (side rail) 0,20 - 0,70 1,1
Celah pada ujung Ring paling atas 0,10 - 0,25 0,5
piston ring (Teikoku) Ring kedua 0,10-0,25 0,5
Ring oli (side rail) 0,20 - 0,70 1,1
Jarak renggang antara cylinder-ke-piston 0,010- 0,035 0,10
D.O. kepala kecil connecting rod 13,016 - 13,034 13,05
Jarak renggang antara connecting rod-ke-piston pin 0,016 - 0,040 0,07

SPESIFIKASI CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE


- Satuan: mm .
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Manual clutch Tebal disc 2,00 - 2,20 1,82
Perubahan bentuk melen kun late 0,20
Tin i bebas clutch s rin 5,01 4,63
Clutch outer guide 16,991
f--O_.O_.- - f - - - - - :-
--17,009 17,049
---'---------t----' --------i

D.L. 22,959 - 22,980 22,940


23,000 - 23,021 23,07
16,966 - 16,984 16,87
Centrifugal clutch 104,0 - 104,2 104,3
1,5 1,0
42,000 - 42,020 42,04
4,990 - 5,000 4,97
19,030 - 19,058 19,11
18,967 18,980 18,92

1-6
KETERANGAN UMUM
SPESIFIKASI' ALTERNATORISTARTER CLUTCH
Satuan: rnrn
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
D.L. starter driven gear boss 45,660 - 45,673 45,2

SPESIFIKASI CRANKSHAFT/TRANSMISSION!
KICKSTARTER Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Crankshaft Jarak renggang ke samping connecting rod 0,10-0,35 0,60
Jarak renggang radial connecting rod 0-0,008 0,05
Keolengan - 0,10
Transmission D.O. gear M2,M3 17,000 -17,018 17,04
C1 18,000 - 18~018 18,04
C4 20,000 - 20,021 20,04
o.L. bushing C1 17,966 - 17,984 17,94
D.O. bushing C1 15,000 - 15,018 15,04
Jarak renggang gear-ke-bushing C1 0,016 - 0,052 0,10
D.L. mainshaft M3 16,966 - 16,984 16,95
D.L. countershaft C1 14,966 - 14,984 14,95
Jarak renggang gear-ke-shaft M3 0,016 - 0,052 0,09
Jarak renggang bushing-ke-shaft C1 0,016 - 0,052 0,09
Shift fork/ D.O. shift fork 34,075 - 34,100 34,14
Shift drum
Tebal shift fork claw 4,85 - 4,95 4,60
D.L. shift drum Kanan 33,950 - 33,975 33,93
Kiri 23,940 - 23,980 23,92
Kicksta rter .0.0. pinion 20,000 - 20,021 20,08
D.L. spindle 19,959 -19,980 19,94

SPESIFIKASI RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI


Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Kedalaman minimum alur telapak ban - Sampai ke
indikator
L
Tekanan udara ban Pengendara saja 200 kPa (2.00 kgf/cm , 29 psi) -
(dingin) Pengendara dan pembonceng 200 kPa (2.00 kqf/crn", 29 psi) -
Keolengan axle (poros roda) - 0,20
Keolengan wheel rim Radial - 2,0
(pelek roda) Aksial - 2,0
Fork Panjang bebas spring 306,8 297,6
Arah spring Kumparan dengan Iilitan yang rapat -
menghadap ke bawah
Keolengan pipe - 0,20
Fork fluid yang dianjurkan Fork fluid -
Tinggi permukaan fluid (pipa masuk 73,0 -
penuh ke bawah)
Kapasitas fluid 66,0 ± 1 crn'' -

1-7
KETERANGAN UMUM
SPESIFIKASI RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Kedalaman minimum alur telapak ban - Sampai ke
indikator
L
Tekanan udara ban Pengendara saja 225 kPa (2.25 kgf/cm , 33 psi) -
L
(dingin) Pengendara dan pembonceng 225 kPa (2.25 kgf/cm , 33 psi) -
Keolengan axle (paras roda) - 0,20
Keolengan wheel rim Radial - 2,0
(pelek roda) Aksial - 2,0
Jarak wheel hub-ke-rim Lihat hal. 14-11 -
Drive chain Size -link IRK 420SL - 102RJ -
I DID 4200X - 102RB -
Kekenduran 30-40 -
Rem D.O. brake drum 110,0 - 110,2 111,0
Jarak main bebas brake pedal 20 - 30 -

SPESIFIKASI REM HIDRAULIK


Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Brake fluid (minyak rem) yang dianjurkan DOT 3 atau 00T4 -
Indikator keausan brake pad - Sampai ke alur
Tebal brake disc 3,3-3,7 3,0
Keolengan brake disc - 0,30
D.O. master cylinder 11,000 - 11,043 11,055
D.L. master piston 10,957 - 10,984 10,945
D.O. caliper cylinder 33,96 .: 34,01 34,02
D.L. caliper piston 33,878 - 33,928 33,87

SPESIFIKASI BATERAI/SI"STEM PENGISIAN


BAGIAN SPESIFIKASI
Baterai Kapasitas 12 V - 3,0 Ah
Kebocoran arus listrik maksimum 20 mA
Voltase (20 0 C) Bermuatan penuh 13,0 - 13,2 V
Perlu diisi listrik kembali Oi bawah 12,4 V
Arus pengisian Normal 0,3 A 15 -10 h
Cepat 3,0 AI 0,5 h
Alternator Kapasitas 0,120 kW 15.000 rnenit' (rpm)
Tahanan kumparan pengisian (20 0 C) 0,3 -1,0 Q

SPESIFIKASI SISTEM PENGAPIAN


BAGIAN SPESIFIKASI
Busi I Standard CPR6EA-9S (NGK) I U20EPR9S (OENSO)
I Pilihan CPR7EA-9S (NGK) I U22EPR9S (OENSO)
Jarak renggang busi 0,80 - 0,90 mm
Ignition coil peak voltage minimum 100 V
Ignition pulse generator peak voltage minimum 0,7 V
Ignition timing (pengaturan waktu pengapian) (tanda "F") 100 sebelum TMA pada putaran stasioner

; 1-8
KETERANGAN UMUM
SPESIFIKASI SISTEM STARTER LISTRIK
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
sikat starter motor 7,0 3,5

SPESIFIKASI LAMPU/INSTRUMEN/SAKELAR
BAGIAN SPESIFIKASI
Bola lampu Lampu besar 12 V - 32/32 W
(High/Low = jauh/dekat)
Lampu senja 12 V-3,4 W x2
Lampu rem/belakang 12 V -18/5 W
Lampu sein depan 12 V-10W x2
Lampu sein belakang 12V-10Wx2
Lampu penerangan instrumen .12V-1,7Wx2
Indikator lampu sein 12 V -3,4 W x2
Indikator lampu iauh 12V-1,7W
Indikator posisi gigi transmissi 12V-1,7Wx4
Indikator neutral 12V-1,7W
Sekring Sekring utama 10A
Sekring tambahan 7,5A

1-9
KETERANGAN UMUM
TORSIPENGENCANGANSTANDARD
JENIS PENGIKAT TORSI JENIS PENGIKAT TORSI
N.m (kgf.m; Ibf.ft) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
5 mm bolt and nut (baut & mur) 5,2 (0,5; 3,8) 5 mm screw (sekrup) 4,2 (0,4; 3,1)
6 mm bolt and nut 6 mm screw 9,0 (0,9; 6,6)
(termasuk SH flange bolt) 10 (1,0; 7) 6 mm flange bolt
8 mm bolt and nut 22 (2,2; 16) ,(kepala 8 mm, flange kecil) 10 (1,0; 7)
10 mm bolt and nut 34 (3,5; 25) 6 mm flange bolt
12 mm bolt and nut 55(5,6;41) (kepala 8'mm, flange besar) 12 (1,2; 9)
6 mm flange bolt (kepala 10 mm) and nut 12(1,2;9)
8 mm flange bolt and nut 27 (2,8; 20)
10 mm flange bolt and nut 39 (4,0; 29)

TORSIPENGENCANGAN MESIN & RANGKA


• Spesifikasi torsi yang dicantumkan di bawah adalah untuk pengikat tertentu.
• Pengikat lain harus dikencangkan dengan torsi pengencangan standard yang dicantumkan di atas.

RANGKAlBODY PANELS/SISTEM PEMBUANGAN GAS


BAG IAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Throttle cable lock nut 1 8 - Lihat hal. 2-17
Exhaust pipe joint nut 2 8 27 (2,8; 20)
Exhaust pipe stud bolt 2 8 - Lihat hal. 2-21

PERAWATAN
BAGIAN JUM· DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Oil drain bolt 1 12 24 (2,4; 18)
Valve adjusting lock nut 2 5 9 (0,92; 6,6) Semprotkan oli pada ulir
dan permukaan duduk.
Oil centrifugal filter cover bolt 3 5 5 (0,51; 3,7) Oleskan zat pengunci
pada ulir: Lihat hal. 3-12
Clutch adjuster lock nut 1 8 12(1,2;9)
Spark plug (busi) 1 10 16(1,6;12)
Throttle cable adjuster lock nut 1 7 3,8 (0,39; 2,8)
Air cleaner housing cover screw 5 5 1,1 (0,11; 0,8)

SISTEM PELUMASAN
BAGIAN JUM· DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Oil pump cover screw 3 5 5 (0,51; 3,7)

SISTEM BAHAN BAKAR


BAGIAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Inlet pipe band screw 1 - - Lihat hal. 5-14
Fuel valve screw 2 3 0,88 (0,090; 0,65)
Air cut-off valve screw 2 4 2.1 (0,21; 1,5)
Slow jet 1 - 1,5 (0,15; 1,1)
Main jet 1 - 1,5 (0,15; 1,1)
Needle jet holder 1 - 2,5 (0,25; 1,8)
Float chamber screw 2 4 2,1 (0,21; 1,5)
Float chamber drain screw 1 - 1,5 (0,15; 1,1)
Fuel strainer cup 1 - 5,9 (0,60; 4,4)
Throttle cable holder screw 1 5 3,4 (0,35; 2,5)
Fuel valve lever screw 1 4 2,1 (0,21; 1,5)
Inlet pipe mounting bolt 2 6 12(1,2;9)
PAIR check valve cover screw 2 4 2,1 (0,21; 1,5)

l1-10
KETERANGAN UML
PELEPASAN/PEMASANGAN MESIN
BAGIAN JUM· DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Drive sprocket fixing plate bolt 2 6 12(1,2;9)
Engine hanger nut 3 10 59 (6,0; 44)

CYLINDER HEAD/VALVES
BAG IAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Cylinder head cover special bolt 2 6 10 (1,0; 7)
Cylinder head nut 4 7 13(1,3; 10) Semprotkan ali pada ulir
dan permukaan duduk.
Cam sprocket bolt 2 5 8 (0,82; 5,9) Oleskan zat pengunci
pada ulir: Lihat hal. 7-11
Cam chain tensioner sealing bolt 1 14 22 (2,2; 16)
Cam chain tensioner arm pivot bolt 1 8 16 (1,6; 12)

CYLINDER/PISTON
BAG IAN JUM· DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Cam chain guide roller pin bolt 1 8 10 (1,0; 7)
Cylinder stud bolt 4 7 - Lihat hal. 8-8

CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE (KOPLING/PERALATAN PENGGERAK GIGI)


BAG IAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Shift drum stopper arm bolt 1 6 10 (1,0; 7) Oleskan zat pengunci
pada ulir: Lihat hal. 9-30
Shift return spring pin 1 8 30 (3,1; 22)
Gearshift cam plate bolt 1 6 17 (1,7; 13) Oleskan zat pengunci
pada ulir: Lihat hal. 9-29
Centrifugal clutch lock nut 1 14 54 (5,5; 40) Semprotkan oli pada ulir
dan permukaan duduk.
Clutch center lock nut 1 14 54 (5,5; 40) Semprotkan oli pada ulir
dan permukaan duduk.
Clutch lifter plate bolt 4 6 12 (1,2; 9)

ALTERNATOR/STARTER CLUTCH
BAG IAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Flywheel nut 1 10 40 (4,1; 30) Semprotkan ali pada ulir
dan permukaan duduk.
Starter clutch mounting torx bolt 6 6 16 (1,6; 12) Oleskan zat pengunci
pada ulir. Lihat. hal. 10-12

CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTARTER
BAGIAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Cam chain guide sprocket spindle 1 6 10(1,0;7)
r
!
KETERANGAN UMUM
RODA OEPAN ISUSPENSI/KEMUDI
BAGIAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Steering handle weight screw 2 6 9 (0,92; 6,6)
Steering stem lock nut 1 26 - Untuk urutan pengencang-
an ; Lihat hal. 12-25
Steering stem top thread 1 ~6 - Untuk urutan pengencang-
an ; Lihat hal. 12-25
Bottom bridge pinch bolt 4 10 64 (6,5; 47)
Handlebar weight screw 2 6 9 (0,92; 6,6) SL thread screw
Handlebar post mounting nut 1 10 59 (6,0; 44) U-nut
Front axle nut 1 12 59 (6,0; 44) U-nut
Front brake disc socket bolt 4 8 42 (4,3; 31) ALOC bolt; ganti dengan
yang baru.
Fork socket bolt 2 8 20 (2,0; 15) Oleskan zat pengunci pada
ulir.

RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
BAGIAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Rear axle nut 1 12 59 (6,0; 44) U-nut
Driven sprocket nut 4 8 32 (3,3; 24) U-nut
Driven flange stud bolt 4 8 - Lihat hal. 13-11
Rear brake stopper arm nut 2 8 22 (2,2; 16)
Rear brake arm nut 1 6 10 (1,0; 7) U-nut
Shock absorber upper mounting bolt 2 10 24 (2,4; 18)
Shock absorber lower mounting cap nut/nut
Swingarm pivot nut 2 10 24 (2,4; 18)
1 12 59 (6,0; 44) U-nut

REM HIDRAULIK
BAG IAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Caliper bleed valve 1 ~ 8 5,4 (0,56; 4,0)
Pad pin 1 "10 17 (1,7; 13)
Caliper bracket pin bolt 1 8 17(1,7; 13)
Caliper mounting bolt 2 8 30 (3,1; 22) ALOC bolt, ganti dengan
yang baru.
Brake hose oil bolt 2 10 34 (3,5; 25)
Master cylinder reservoir cap screw 2 4 1,5 (0,15; 1,1)
Front brake light switch screw 1 4 1,2 (0,12; 0,9)
Brake lever pivot bolt 1 6 1,0 (0,10; 0,7)
Brake lever pivot nut 1 6 5,9 (0,60; 4,4)
Brake hose clamp bolt 1 6 12 (1,2; 9) ALOC bolt, ganti dengan
yang baru.

SISTEM PENGAPIAN
BAGIAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Timing hole cap 1 14 1,5 (0,15; 1,1)

SIS1EM S1ARTER LISTRIK


BAGIAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Starter motor cable screw 1 4 2,0 (0,20; 1,5)
Starter motor case screw 3 5 4,2 (0,43; 3,1)

LAMPU/INSTRUMEN/SAKLAR
BAGIAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Ignition switch mounting bolt 2 6 9 (0,92; 6,6) ALOC bolt; ganti dengan
yang baru.

1-12
KETERANGAN UMUI\
LAIN-LAIN
BAG IAN JUM- DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N.m (kgf.m; Ibf.ft)
Sidestand pivot bolt 1 10 18(1,8;13)
Sidestand pivot nut 1 10 44 (4,5; 32)

1-1:
KETERANGAN UMUM

TITIK-TITIK PELUMASAN & PERAPATAN


MESIN
BAHAN LOKASI CATATAN
Oli mesin Bagian dalam cylinder
Permukaan luar piston dan alur2 piston ring
Permukaan dalam lubanq piston pin
Permukaan luar piston pin
Piston rings
Permukaan dalam kepala kecil connecting rod
Kepala besar connecting rod 1,0 - 2,0 em"
Permukaan luar IN/EX valve stem
Seluruh permukaan camshaft
Seluruh permukaan cam chain
Gigi-gigi cam sprocket
Permukaan dalam lubang rocker arm shaft
Seluruh permukaan rocker arm shaft
Daerah gelinding rocker arm roller
Daerah peluncuran oil pump inner dan outer rotor
Seluruh permukaan cam chain guide sprocket spindle
Permukaan luar clutch outer guide
Clutch discs
Gearshift spindle journal
Permukaan peluncuran shift fork inner
Seluruh permukaan shift drum
Daerah perputaran countershaft shift drum lock plate
Gigi-gigi gear (primary, transmission, kickstarter)
Bagian dalam cam chain tensioner push rod
Permukaan gelinding starter clutch
Journal dan gigi-gigi starter reduction gear 4,0 - 5,0 cc
Starter reduction gear shaft
Masing2 permukaan gelinding bantalan
~I!
t,l,l,

Masing2 O-ring
' ,I\
u
1
!\ Zat pengunci Ulir oil stopper plate bolt Lihat hal. 7-26
Ulir mainshaft bearing set plate bolt Lihat hal. 11-16
Liquid sealant (dianjurkan: Permukaan penyatuan cylinder head (daerah setengah Lihat hal. 7-7
Three bond 5211C atau Iingkaran)
SHINETSU-SILICONE KE45T
atau Three bond 1215 atau
sejenisnya)
Molybdenum disulfide oil Permukaan dalam kickstarter pinion gear
(campuran dari ~ ali mesin dan Permukaan dalam primary drive gear
Ii molybdenum disulfide Permukaan dalam masing2 gear berputar transmission
grease) Seluruh permukaan C1 gear bushing
Alur M4, C3 gear shift fork

Sealant (Three bond 1215 atau Permukaan penyatuan left crankcase Lihat hal. 11-19
1207B atau LOCTITE atau
sejenisnya)
Sealant (Three bond 1215 atau Permukaan duduk alternator wire grommet
12078 atau sejenisnya)

Multi-purpose grease Bibir gearshift spindle oil seal


Bibir countershaft oil seal
Bibir kickstarter spindle oil seal
Bersihkan dari gemuk Flywheel dan daerah kontak left crankshaft

1-14
KETERANGAN UMUI\
RANGKA
BAHAN LOKASI CATATAN
Multipurpose grease ber- Bibir-bibir steering stem dust seal Berikan minimum 3 9
dasarkan urea yang tahan Upper inner dan outer bearing races Berikan minimum 3 9
tekanan sangat tinggi (contoh: Lower inner dan outer bearing races Berikan minimum 3 g
Kyodo Yushi EXCELITE EP2,
Shell ALVANIA EP2 atau I
sejenisnya)
Multi-purpose grease Brake panel anchor pin Berikan 0,2 - 0,3 g
Permukaan peluncuran brake cam Berikan 0,2 - 0,3 g
Brake cam (daerah kontak brake shoe) Berikan 0,2 - 0,3 g
Permukaan front/rear axle
Front/rear wheel distance collar
Bibir-bibir front wheel dust seal
Perrnukaan throttle pipe, alur flange dan slot
Bibir-bibir rear wheel driven flange dust seal
Rear wheel hub O-ring
Bagian dalam speedometer cable
Speedometer cable O-ring
Daerah peluncuran kickstarter pedal dan steel ball
Daerah peluncuran steering handle lock
Daerah peluncuran seat lock
Permukaan peluncuran sidestand pivot
Permukaan peluncuran rear brake pedal/center stand pivot
Masing-masing wheel bearing
Gigi-gigi speedometer gear Berikan 3 9
Permukaan dalam speedometer gear Berikan 0,5 - 1,0 c
Silicone grease Permukaan peluncuran front brake lever pivot bolt Berikan 0,1 g
Perrnukaan kontak front brake lever-ke-master piston
Permukaan peluncuran brake caliper bracket pin
Brake caliper dust seal Berikan minimumO,4g
Pad pin O-ring
Brake fluid DOT 3 atau DOT 4' Brake master piston, spring dan piston cups
Brake caliper piston
Brake caliper piston seal
Honda Bond A atau sejenisnya Bagian dalam handlebar grip rubber
Front top cover rubbers
Lower side cover rubbers
Fork fluid Bibir-bibir fork oil seal
Bibir-bibir fork dust seal
Fork cap O-ring
SAE #80 atau 90 gear oil atau Drive chain
drive chain lubricant
Gear oil Rear brake cam felt seal

1-1:
KETERANGAN UMUM
PERLETAKAN KABEL & HARNES

FRONT BRAKE LIGHT


SWITCH WIRE

FRONT BRAKE LIGHT SWITCH WIRE


CONNECTORS (Hitam,Hijau/Kuning)

LEFT HANDLEBAR
SWITCH WIRE

LIGHTING SWITCH
4P CONNECTOR

STARTER SWITCH 3P HORN SWITCH 3P


CONNECTOR (Hitam) CONNECTOR (Hitam)

TURN SIGNAL LIGHT


SWITCH 3P
CONNECTOR (Merah)

IGNITION SWITCH 2P
CONNECTOR

SPEEDOMETER
CABLE

FRONT BRAKE
HOSE
CONNECTORS:
- COMBINATION METER 9F CONNECTOR
- COMBINATION METER 6P CONNECTOR
HORN WIRE CONNECTORS (Hijau
muda, Hijau)

WIRE BAND

FRONT BRAKE
HOSE

1-16
KETERANGAN UMU

THROTILE CABLE

FRONT BRAKE HOSE .> / / \ 15.

HANDLEBAR

FRONT BRAKE THROTTLE CABL


HOSE

CHOKE CABLE

COMBINATION
METER SUB
HARNESS

CHOKE CABLE

CARBURETOR
AIR VENT HOSE
FUEL HOSE
CARBURETOR
DRAIN HOSE

1·~
KETERANGAN UMUM

HANDLEBAR

IGNITION SWITCH 2P
CONNECTOR

CONNECTORS:
- COMBINATION METER

CARBURETOR
AIR VENT HOSE

FRONT BRAKE HOSE;

CHOKE CABLE

CARBURETOR
SPARK PLUG WIRE AIR VENT HOSE

MAIN WIRE HARNESS

~ 1-18
KETERANGAN UMlJ

IGNITION CONTROL
MODULE (ICM)

IGNITION PULSE GENERATOR WIRE CONNECTOR (Biru/Kuning)


ALTERNATOR WIRE CONNECTOR (Kuning)
REGULATOR/RECTIFIER 4P CONNECTOR
IGNITION PULSE
GENERATORI MAIN WIRE
ALTERNATOR HARNESS
WIRE

MAIN WIRE
HARNESS

VACUUM
HOSE

REAR BRAKE LIGHT


SWITCH WIRE ~
AIR SUPPLY HOS
CLAMPS
BATTERY WIRE
HARNESS

IGNITION COIL WIRE


CONNECTORS START MOTOR 2P
(Hitam/Kuning, Hijau) CONNECTOR

I
BATTERY WIRE HARNESS
2P/3P CONNECTORS

1-1
KETERANGAN UMUM

IGNITION PULSE
AIR SUPPLY GENERATOR!
HOSE ALTERNATOR WIRE

CRANKCASE
BREATHER HOSE
ICM

ALTERNATOR 2P
CONNECTOR ~~:CPOSITION
C H6P
ONNECTOR (HOt
I am)

CARBURETOR AIR SUPPLY


DRAIN HOSE HOSE
KETERANGAN UMUM

AIR SUPPLY HOSE

FUEL HOSES
GEAR POSITION SWITCH
6P .CONNECTOR (Hitam)

BRAKEITAIL LIGHT UNIT


6P CONNECTOR
FUEL LEVEL SENSOR
3P CONNECTOR (Hitam)

FUEL HOSE

MAIN WIRE HARNESS

1-21
KETERANGAN UMUM

LEFT FRONT
TURN SIGNAL
LIGHT WIRE RIGHT REAR
LEFT FRONT
POSITION POSITION
LIGHT WIRE LIGHT WIRE

!@i!-
_ _ _.~ I

HEAD LIGHT WIRES


RIGHT REAR
TURN SIGNAL
LIGHT WIRE

BRAKE/TAIL LIGHT WIRE

RIGHT REAR LEFT REAR


TURN SIGNAL TURN SIGNAL
LIGHT WIRE LIGHT WIRE

BRAKE/TAIL LIGHT UNIT


6P CONNECTOR

1-22
KETERANGAN UMUI

BATTERY BATTERY POSITIVE (+)


..:--__\ --.._... ~ CABLE

~.

BATTERY NEGATIVE (-)


CABLE

MAIN FUSE 10 A
SUB FUSE 7.5 A

- STARTER RELAY

IGNITION PULSE GENERATOR

ALTERNATOR WIRE

1-2:
KETERANGAN UMUM
SISTEM-SISTEM PENGATURAN EMISSI
SUMBER EMISSI
Proses pembakaran menghasilkan karbon monoksida dan hidrokarbon (He). Pengaturan emissi hidrokarbon adalah sangat
penting oleh karena, pada kondisi2 tertentu, mereka bereaksi membentuk photochemical smog ketika terkena cahaya matahari.
Karbon monoksida tidak bereaksi dengan cara yang sama, tetapi ia beracun.

Honda Motor Co., Ltd menggunakan penyetelan karburator yang miskin maupun sistem-sistem lain untuk mengurangi karbon
monoksida, oksida2 dari nitrogen dan hidrokarbon.
SISTEM PENGATURAN EMISSI CRANKCASE
Mesin dilengkapi dengan sistem crankcase (bak mesin) tertutup untuk mencegah pengeluaran emissi crankcase ke dalam
atmosfir. Blow-by gas (gas hasil pembakaran yang masuk ke dalam bak mesin melalui piston ring) dikembalikan ke dalam ruang
pembakaran melalui air cleaner (saringan udara) dan karburator.

AIR CLEANER HOUSING

CRANKCASE BREATHER HOSE

CARBURETOR

UDARA SEGAR c::::=:=C:>


BLOW-BY GAS .......

1-24
KETERANGAN UMUM
EXHAUST EMISSION CONTROL SYSTEM (PULSE SECONDARY AIR INJECTION SYSTEM)
SISTEM PENGATURAN EMISI GAS PEMBUANGAN (SISTEM PULSA INJEKSI UDARA SEKUNDER)

Sistem pengaturan emisi gas pembuangan terdiri dari sistem penyaluran udara sekunder yang memasukkan udara yang tela!
disaring ke dalam gas pembuangan di dalam lubang pembuangan. Udara segar tersedot ke dalam lubang pembuangan setiap kal
ada pulsa tekanan negatif di dalam sistem pembuangan gas. Pengisian udara segar ini memperlancar pembakaran gas-ga:
pembuangan yang belum terbakar habis dan mengubah sejumlah besar hidrokarbon dan. karbon monoksida menjadi karboi
dioksida dan uap air yang relatif tidak berbahaya.

Model ini mempunyai pulse secondary air injection (PAIR) control valve (klep pengaturan) dan PAIR check valve (klel
pengendali). PAIR check valve mencegah aliran kembali udara di dalam sistem. PAIR control valve bereaksi terhadap vakuun
tinggi di dalam inlet pipe (salurah masuk ke ruang pembakaran) dan akan menghentikan aliran udara segar sewaktu rnesu
berdeselerasi (pada waktu kecepatan sepedamotor diturunkan), dengan demikian mencegah terjadinya afterburn (pembakarai
susulan) di dalam sistem pembuangan gas.

Pulse secondary air injection system tidak memerlukan penyetelan, walaupun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan periodi
dari komponen-komponennya.
SEPARATE AIR FILTER VACUUM HOSE

-.
PAIR CONTROL VALVE

PAIR CHE;CK VALVE

UDARA SEGAR c::::=:::>


VACUUMAIR . . . .

NOISE EMISSION CONTROL SYSTEM (SISTEM PENGATURAN EMISSI KEBISINGAN)


DILARANG MENGUTAK-ATIK SISTEM PENGATURAN EMISSI KEBISINGAN: Undang-undang melarang tindakan-tindaka
berikut atau penyebab daripada: (1) Pelepasan atau dibuat tidak bekerjanya oleh seseorang, selain untuk tujuan perawatai
perbaikan atau penggantian, dari setiap peralatan atau elemen rancangan yang telah dipasang pada sebuah kendaraan unti
tujuan pengaturan kebisingan sebelum penjualan atau penyerahannya kepada pelanggan akhir atau sementara ia diperqunakai
(2) Pemakaian kendaraan setelah peralatan atau elemen rancangan sedemikian telah dilepaskan atau dibuat tidak dapat beker
oleh seseorang.
01 ANTARA TINDAKAN2 YANG DIANGGAP MERUPAKAN PENGUTAK-ATIKAN ADALAH TINDAKAN-TINDAKAN SEPERTI C
BAWAH INI:
1. Melepaskan atau melubangi knalpot, komponen pengaturan aliran, pipa pendahulu atau setiap komponen lain yar
menyalurkan gas pembuangan.
2. Melepaskan atau melubangi setiap bagian dari sistem pemasukan udara.
3. Tidak menjalankan perawatan yang layak.
4. Mengganti bagian bergerak dari kendaraan, atau bagian dari sistem pembuangan atau pemasukan, dengan part la
daripada yang telah ditentukan oleh pabrik.

1-2~
MEMO
L. nl-'\l~Unl-'\/CVLlI rl-'\I~I::L/"I" II::IVI rl::IVI"

BUANGAN GAS

LOKASI BODY PANELS 2-2 GRAB RAIL 2-8

DIAGRAM PELEPASAN BODY PANEL 2-2 BODY COVER 2-9

KETERANGAN SERVIS 2-3 LUGGAGE BOX 2-10

TROUBLESHOOTING 2-3 REAR FENDER 2-11

FRONT TOP COVER 2-4 HANDLEBAR COVER 2-12

FRONT FENDER 2-5 FOOTPEG BAR 2-18

LOWER SIDE COVER 2-6 PASSENGER FOOTPEG HOLDER 2-18

CENTER CQVER ·.. 2-6 LEFT CRANKCASE REAR COVER".•,. 2-19

MAIN PIPE COVER 2-7 DRIVE CHAIN COVER 2-19

SEAT 2-8 EXHAUST PIPE/MUFFLER 2-19

2-]
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
LOKASI BODY PANEL

(13)
(14) (15)
(1 )
\ I
.>: (5)
(3)

/ (8)

(4)

-7·
(2)

(6)
(17)
(16) (9)
(1 ) Front Top cover (hal. 2-4) 10. Grab rail (hal. 2-8)
(2)
(3)
Lower side cover (hal. 2-6)
Main pipe cover (hal. ~7)
11.
12.
Seat (hal. 2-8) .
Luggage boxjhal, 2-10)

(4) Centercover (hal. 2-6) 13. Handlebar top cover (hal. 2-12) ·
(5) Front fender (hal. 2-5) 14. Handlebar front cover (hal. 2-12)
(6) Footpeg bar (hal. 2-18) 15. Handlebar rear cover (hal. 2-14)
(7) Body cover (hal. 2-9) 16. Left crankcase rear cover (hal. 2-19)
(8) Rear fender (hal. 2-11) 17. Drive chain cover (hal. 2-19)
(9) Passenger footpeg holder (hal. 2-18)

DIAGRAM PELEPASAN BODY PANEL


• Diagram ini memperlihatkan urutan pelepasan dari frame covers (penutup rangka).
I( 1) FRONT TOP COVER I 1(4) CENTER COVER I
I
t
,(5) FRONT FENDER I 1(3) MAIN PIPE COVER I

1(2) LOWER SIDE COVER 1(6) FOOTPEG BAR I 1(17) DRIVE CHAIN COVERI

I(10) GRAB RAILI . I(9) PASSENGER FOOTPEG HOLDER I


1(7) BODY COVER~
1(16) LEFT CRANKCASE REAR COVER I
\(11) SEAT 1 1(12) LUGGAGE sox] ------...1(8) REAR FENDER I
\(13) HANDLEBAR TOP COVER 1--1----..\(14) HANDLEBAR FRONT COVER 1--1---.-1 (15) HANDLEBAR REAR COVER I

2-2
RANGKA/BODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bab ini meliputi pelepasan dan pemasangan dari body panels dan exhaust system (sistem pembuangan gas).
Sistem pembuangan gas yang tidak dibiarkan menjadi dingin dulu sebelum komponen-komponen dilepaskan atau diservis.
dapat mengakibatkan lukar bakar parah.
Selalu ganti exhaust pipe gasket setelah melepaskan exhaust pipe (pipa knalpot) dari mesin.
Sewaktu mernasanq exhaust system, pasanglah semua pengikat muffler (knalpot) dengan longgar dulu. Selalu kencangkar
exhaust joint (penyambung pipa knalpot) dulu,kemudian baru mounting fasteners (pengikat pemasangan). Jika mountinc
fasteners dikencangkan dulu, exhaust pipe mungkin tidak dapat duduk dengan benar.
Selalu periksa exhaust system terhadap kebocoran setelah selesai dipasang.

TORSIPENGENCANGAN
Shock absorber uipper mounting bolt 24 N.m (2,4 kgf.m; 18 Ibf.ft)
Throttle cable lock nut Lihat hal. 2-17
Exhaust pipe joint nut 27 N.m (2,8 kgf.m; 20 Ibf.ft)
Exhaust pipe stud bolt Lihat hal. 2-21

TROUBLESHOOTING
Knalpot berisik secara berlebihan
Exhaust system patah
Ada kebocoran gas pembuangan

Unjuk kerja sepedamotor lemah


Exhaust system berubah bentuk .
Ada kebocoran gas pembuangan
Muffler (knalpot) tersumbat

2-~
RANGKA/BODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
FRONT TOP COVER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Dua bolts (baut) dan license plate holder (pemegang nomorplat)
dari sisi depan
- Dua special screws (sekrup khusus) dari sisi depan bawah
- Delapan special screws dari sisi belakang
- Front top cover
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.
• Jika kedua rubbers (cincin karet) telah terjatuh, bersihkan
rubbers dan permukaan rangka. Oleskan Honda Bond A atau
sejenisnya pada rubbers pada sisi rangka.
Tunggu 3 - 5 menit dan pasang rubbers.

SPECIAL SCREWS

RUBBERS

~
..

LICENCE PLATE HOLDER

~I~~'"
~~J' ,,'
~/
~'\ '- rr
~ '-, - ,I-'if)

".) ~, / I ./~/J;.J

fl . #.y
. ' '. /' .
-: .' //

. . --- Q\
BOLTS

~ ..

SPECIAL SCREWS

FRONT TOP COVER

2·4
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
FRONT FENDER
FRONT FENDER A
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Front top cover (hal. 2-4)
- Bolt, speedometer cable clamp dan collar
- Bolt, brake hose guide dan collar
- Bolt/collar
Lepaskan front fender A dengan melepaskan kedua hooks
(kaitan) dari slots (Iubang pemasangan) pada front fender B.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

BOLTS

FRONT FENDER A SLOTS

SPEEDOMETER CABLE GUIDE

FRONT FENDER B
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Front wheel (roda depan) (hal. 12-7)
- Front fender A (hal. 2-5)
- Dua bolts/collars
- Front fender B
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

FRONT FENDER B

/
I i

~/ /

/flfI
BOLTS/COLLARS
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
LOWER SIDE COVER
PELEPASAN/PEMASAN GAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Front top cover (hal. 2-4)
- Screw/washer
- Screw
Sisi kiri: Lepaskan left lower side cover dengan melepaskan
Hati-hati agar tidak kedua tabs (Iidah pemasangan) dari slots (Iubang
merusak tabs. pemasangan) pada body cover dan left lower side cover.
Sisi kanan: Lepaskan right lower side cover dengan melepaskan
Hati-hati agar tidak ketiga tabs dari slots pada body cover dan right lower
merusak tabs. side cover.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
• Jika rubber pada masing-masing sisi telah terjatuh,
bersihkan rubbers dan permukaan lower side cover
stay.
Oleskan Honda Bond A atau sejenisnya pada
rubbers pada stay side.
Tunggu 3 - 5 menit dan pasang rubbers.
Sisi kanan :

TABS

CENTER COVER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Buka kunci seat (tempat duduk) dengan menggunakan
anak kunci kontak. SPECIAL SCREWS

f~
SCREW
Hati-hati agar tidak Lepaskan sebagai berikut:
merusak tabs. - Dua special screws
Screw
Lepaskan tabs dari center cover dari slots pada body
cover dan lepaskan center cover.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

SLOTS
TABS

2-6
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
MAIN PIPE COVER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Center cover (hal. 2-6)
- Sembilan special screws
- Dua screws
Hati-hati agar tidak Lepaskan tabs pada sisi belakang dari main pipe cover
merusak tabs dan dari slots pada lower side cover dan lepaskan main pipe
slots. cover.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

MAIN PIPE COVER

SLOTS

SPECIAL SCREWS

PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan screw dan water guard cover.
Lepaskan kelima screws dan pisahkan main pipe rear
cover dari main pipe front cover.

Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari


pembongkaran.

WATER GUARD COVER

SCREWS

MAIN PIPE FRONT COVER


MAIN PIPE REAR COVER

2.7
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
SEAT (TEMPAT DUDUK)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Buka kunci tempat duduk dengan menggunakan anak
kunci kontak.
SEAT
Peganglah seal Lepaskan kedua nuts dan seat.
sementara
melepaskan nuts. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

NUTS

GRAB RAIL
PELEPASAN/PEMASANGAN
Buka kunci tempat duduk dengan rnenqqunakan anak
kunci kontak. GRAB RAIL

Peganglah grab rail Lepaskan keempat mounting bolts dan grab rail.
sementara
melepaskan bolts. Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

2-8
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
BODY COVER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Center cover (hal. 2-6)
- Lower side covers (hal. 2-6)
- Grab rail (hal. 2-8)
- Dua special screws
Right dan left body Lepaskan kedua lubang pada bagian belakang dari
covers dapat body cover dari bosses (tonjolan pemasangan) pada
dilepaskan dengan rangka.
cara yang sama. Lepaskan kedua bosses dari grommets pada rangka
dan tab dari rear fender, kemudian lepaskan body
cover.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
Sisi kanan diperlihatkan:

TAB

SPECIAL
SCREWS

PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan ketiga screws dan rear lower cover dari rear
Sisi kanan diperlihatkan:
body cover dengan melepaskan tab.
Hanya sisi kanan: Lepaskan. keempat screws dan center body cover dari CENTER BODY
rear body cover. COVER
Lepaskan kedua screws dan right lower body cover dari
rear body cover.
Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari
pembongkaran.

2-9
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
LUGGAGE BOX (KOTAK BAGASI)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Baterai (hal. 15-5)
- Seat (hal. 2-8)
- Body cover (hal. 2-9)
Lepaskan wire band dan lepaskan battery wire harness
connectors dan starter motor 2P connector dari main
wire harness.
Lepaskan bolt, kedua special bolts dan tiga collars.

Tempatkan wire Lepaskan air supply hose dari guide pada sisi kiri dari
harness dengan benar luggage box.
(hal. 1-15). Hati-hati Naikkan luggage box sementara menarik keluar battery
agar tidak menjepit wire harness.
wir~u~;:::~:;t;;: Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
rangka. pelepasan.

SPECIAL BOLTS/
AIR SUPPLY HOSE COLLARS

LUGGAGE BOX

CONNECTORS
WIRE BAND

2-10
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
REAR FENDER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Brake/taillight unit (hal. 18-8)
- Fuel tank (hal. 5-17)
Lepaskan shock absorber left side upper mounting bolt,
kemudian putar shock absorber ke belakang.
Lepaskan main wire harness dari ketiga wire guides.
Lepaskan ketiga bolts, special bolt dan rear fender.

Lepaskan screw dan cover.


Lepaskan spring, retainer dan key cylinder.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

TORSI:
SHOCK ABSORBER 24 N.m (2,4 kgf.m; 18 Ibf.ft)
UPPER MOUNTING BOLT
WIRE GUIDES

\l -,.-." .~
-
--:;::..-::. ~~ •. _7~--'----_ .. _.. _
------
MAIN WIRE HARNESS

BOLTS

---~-----_ _--_._._------
..

~
~~--)
: ! A
REAR FENDER
f /f
i :!
- ,10 _.
.;.y

SPECIAL BOLT

SPRING

RETAINER
UPPER MOUNTING
BOLT
KEY CYLINDER
SHOCK ABSORBER

2-11
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
HANDLEBAR COVER
HANDLEBAR TOP COVER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan keempat screws.
Lepaskan handlebar top cover dengan melepaskan
boss dan tabs dari grommet dan slots pada handlebar
front cover.

HANDLEBAR TOP COVER


TABS

GROMMET

BOSS

---~----~

\
SCREWS

SLOTS

HANDLEBAR FRONT COVER


Pelepasan/Pemasangan
Lepaskan handlebar top cover (hal. 2-12).
Longgarkan lock nuts dan lepaskan rearview mirrors
(kaca spion) dengan memutar mereka berlawanan arah
jarum jam.

2-12
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
Hati-hati agar tidak Lepaskan sebagai berikut:
merusak handlebar - Special bolt pada sisi depan.
front cover. - Enam screws/washers

Lepaskan handlebar front cover dengan melepaskan


kedua bosses dari lubang-Iubang pada handlebar rear
cover dan melepaskan headlight 6P connector.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.
BOSSES
HANDLEBAR FRONT COVER

RUBBER

HEADLIGHT 9P CONNECTOR

Pembongkaran/Perakitan
Lepaskan sebagai berikut:
- Special bolt
- Dua holders
Lepaskan headlight assembly dengan melepaskan
kedua tabs dari slots pada handlebar front cover.

Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari


pembongkaran.

HOLDERS

HEADLIGHT ASSEMBLY

2-13
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
PELEPASAN HANDLEBAR REAR
COVER
Lepaskan handlebar front cover (hal. 2-12).
BRAKE LIGHT SWITCH
Lepaskan speedometer cable dari combination meter WIRE CONNECTORS
assembly. SPEEDOMETER
CABLE
Lepaskan connectors berikut ini:
- Front brake light switch wire connectors

"~ji~i,~;:~l~iill
- Combination meter sub harness 9PI6P connectors
Lepaskan wire band boss dari rangka.
Lepaskan combination meter sub harness dari cable
guides.
·~~~-;----\-s.-,,;-'I.(-.i'Jj·k;f CABLE
\, ~:~~~~~'? I GUIDES
i.,,<\,~\1-~::-'1"~\"

I 1\ I i " . ) I
! "'~ I \"n~/ I
I

I
I \ !
I HORN WIRE
" CONNECTORS
I
I
I WIRE BAND BOSS
I
I

COMBINATION METER SUB


HARNESS CONNECTORS

Lepaskan choke cable dari choke lever.

CHOKE CABLE

Lepaskan kedua screws depan dan special screw


HANDLEBAR REAR
belakang.
COVER ------...~. ~,.~
..c>"""._",.-..._..
Lepaskan handlebar rear cover dari handlebar.

SCREWS

2-14
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GA~
Lepaskan screw dan throttle upper housing dengan UPPER HOUSING
melepaskan kaitan dari lower housing tab.

Lepaskan throttle cable dari throttle pipe. THROTTLE


Longgarkan throttle cable lock nut dan tarik cable keluar PIPE
dari throttle lower housing.

Lepaskan handlebar rear cover dengan menarik choke CHOKE CABLE


cable dan throttle cables keluar dari lubangnya.

THROTTLE CABLE

2-1f
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
HANDLEBAR REAR COVER
PEMASANGAN
Letakkan handlebar rear cover pada posisinya.

Alurkan choke cable dan throttle cable melalui lubang-


lubang pada handlebar rear cover.

HANDLEBAR THROTTLE CABLE


REAR COVER

CHOKE CABLE
Alurkan throttle cable. melalui throttle lower housing dan
untuk sementara kencangkan lock nut. THROTTLE
Oleskan gemuk pada alur throttle pipe flange dan PIPE
throttle pipe slot.
~_.~
',

Hubungkan throttle cable pada throttle pipe.

Pasang throttle lower housing pada posisinya dengan


mentepatkan pin dengan lubang pada handlebar.
THROTTLE
CABLE

Pasang throttle upper housing dengan mentepatkan


SCREW UPPER HOUSING
slot-nya dengan lower housing tab, kemudian pasang
dan kencangkan screw.
~I

2-16
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GA~

Kencangkan throttle cable lock nut dengan torsi yang


ditentukan sementara menahan throttle cable pada
sudut yang ditentukan seperti diperlihatkan.

TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m; 7Ibf.ft)

LOCK NUT

HANDLEBAR

Alurkan wire harness Tempatkan handlebar rear cover pada posisinya,


HAND~EBAR REAR
~engan benar (hal.:; kemudian pasang dan kencangkan kedua screws depan
COVER
dan special screw belakang.

SCREWS
Hubungkan choke cable pada choke lever.

7.17
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
Hubungkan speedometer cable pada combination meter
BRAKE LIGHT SWITCH
assembly.
WIRE CONNECTORS SPEEDOMETER
Alurkan wire harness Tempatkan combination meter sub harness pada cable CABLE
denganbenar (hal. ': guides.
6) Pasang wire band boss pada rangka.

Hubungkan connectors berikut:

- Combination meter sub harness 9PI6P connectors


- Front brake light switch wire connectors

Pasang handlebar front cover (hal. 2-12)

I
I
I
I
I
I
I
I WIRE BAND BOSS
I
I

COMBINATION METER SUB


HARNESS CONNECTORS

FOOTPEG BAR
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan keempat bolts dan footpeg bar sementara
menekan pedal rem belakang ke bawah.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

PASSENGER FOOTPEG HOLDER


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan muffler mounting bolt, nut, washer, collar, dan
mount rubber (sisi kanan saja) (hal. 2-19).

Lepaskan kedua socket bolts dan passenger footpeg


holder.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

2-18
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GA~
LEFT CRANKCASE REAR COVER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan kedua bolts dan left crankcase rear cover.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

DRIVE CHAIN COVER


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan bolt dan drive chain cover dengan
DRIVE CHAIN COVER
melepaskan tab-nya dari slot pada swingarm.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

SLOT

EXHAUST PIPE/MUFFLER
(PIPA KNALPOT)
PELEPASAN
Lepaskan exhaust pipe joint nuts.
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
Lepaskan muffler mounting bolt, nut, dan washer.
Lepaskan bolt.
Lepaskan exhaust pipe/muffler sementara menekan
pedal rem belakang ke bawah.

Lepaskan gasket dan exhaust port (Iubang


pembuangan gas) dari cylinder head.

PEMASANGAN

NUT

MOUNT RUBBER

.~
........ GASKET
EXHAUST PIPE/
MUFFLER
I

~
I
Q,

27 Nm (2.8 kqf-m, 20Ibf·ft)

2.20
RANGKAlBODY PANEL/SISTEM PEMBUANGAN GAS
EXHAUST PIPE STUD BOLT
Pasang dua nuts (mur) pada stud bolt dan kencangkan
mereka satu sama lain, kemudian pakailah kunci pas
untuk memutar stud bolt keluar.

Pasang dan kencangkan stud bolts baru ke dalam


cylinder head dengan torsi yang ditentukan.
TORS I: 11 N.m (1,1 kgf.m; 8 Ibf.ft)
Setelah mengencangkan stud bolts, periksa bahwa
panjang jarak dari kepala bolt sampai ke permukaan
cylinder head adalah sesuai dengan spesifikasi.

Selalu ganti gasket Pasang sebuah gasket baru ke dalam exhaust port dari
dengan yang barn cylinder head.

Tekan pedal rem ke bawah dan pasang exhaust


pipe/muffler, exhaust pipe joint nuts, muffler mounting
bolts, washer dan nut.
Kencangkan exhaust pipe joint nuts dengan torsi yang
ditentukan.

TORSI: 27 N.m (2,8 kgf.m; 20 Ibf.ft)

Kencangkan muffler mounting bolt.


Tahan mounting bolt dan kencangkan nut.

2-21
MEMO

~
---=-oar
,,~
3. PERAWATAN

KETERANGAN SERVIS 3-2 SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM 3-13

JADWAL PERAWATAN 3-4 DRIVE CHAIN 3-13

SALURAN BAHAN BAKAR 3-5 BRAKE FLUID 3-16

CARA KERJA THROTTLE 3-5 KEAUSAN BRAKE SHOES/PADS 3-16

CARA KERJA CHOKE 3-6 SISTEM REM 3-17

AIR CLEANER 3-6 BRAKE LIGHT SWITCH 3-18

CRANKCASE BREATHER 3-7 ARAH SINAR LAMPU BESAR 3-18

BUSI 3-1 SISTEM KOPLING 3-19

JARAK RENGGANG KLEP 3-9 STANDARD SAMPING 3-19

OLI MESIN 3-10 SUSPENSI 3-19

ENGINE OIL STRAINER SCREEN 3-11 MUR, BAUT, PENGIKAT 3-20

ENGINE OIL CENTRIFUGAL FIL TER 3-11 RODAIBAN 3-20

PUTARAN STASIONER MESIN 3-12 BANTALAN KEPALA KEMUDI 3-22

~-1
KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Letakkan sepedamotor pada tanah mendatar sebelum memulai sesuatu pekerjaan.
• Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak pada kondisi tertentu.
• Bekerjalah di tempat dengan ventilasi baik. Merokok atau membiarkan api atau percikan bunga api di tempat kerja atau di
tempat di mana bensin disimpan dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.
• Gas pembuangan mengandung gas karbon monoksida beracun yang dapat menghilangkan kesadaran dan dapat membawa
kematian. Jalankan mesin di tempat terbuka atau di tempat tertutup yang dilengkapi dengan sistem pengeluaran gas
pembuangan.

SPESIFIKASI
BAGIAN SPESIFIKASI
Jarak main bebas throttle grip 2-6mm
Spark plug (busi) Standard CPR6EA-9S (NGK) I
U20EPR9S (DENSO)
Pilihan CPR7EA-9S (NGK) I U22EPR9S (DENSO)
Jarak renggang busi 0,80 - 0,90 mm
Kapasitas oli mesin Pada penggantian periodik 0,8 liter
Pada pembongkaran mesin 1,0 liter
ali mesin yang dianjurkan ali mesin 4 tak dengan klasifikasi API service SJ,
Viskositas: SAE 1OW-30 JASO MA
Putaran stasioner mesin 1.400 ± 100 menit' (rpm)
Jarak renggang klep IN (Masuk) I EX (Buang) 0,10 ± 0,02 mm
Drive chain Size -link RK 420SL - 102RJ
(rantai roda) DID 420DX - 102RB
Kekenduran 30-40 mm
Panjang drive chain pada 41 pins (40 links) 508 mm
Brake fluid (minyak rem) yang dianjurkan DOT 3atau DOT 4
Jarak main bebas brake pedal (pedal rem) 20 - 30 mm
Ukuran ban (Merk) Depan 70/90-17 M/C 38P (IRC: NF63B/SRI: D-FR)
Belakang 80/90-17 M/C 44P (IRC: NR78Y/SRI: D-RR)
Tekanan udara ban Pengendara saja Depan 200 kPa (2,00 kgf/cm~; 29 psi)
dingin Belakang 225 kPa 2,25 kgf/cm~; 33 psi
Pengendara & Depan 200 kPa 2,00 kgf/cm~; 29 psi
L
pembonceng Belakang 225 kPa 2,25 kgf/cm ; 33 psi
Kedalaman minimum alur telapak ban Depan Sampai ke indikator
Belakang Sampai ke indikator

TORSIPENGENCANGAN
Oil drain bolt 24 N.m (2,4 kgf.m; 18 Ibf.ft)
Valve adjusting lock nut 9 N.m (0,92 kgf.m; 6,6 Ibf.ft) Sempratkan alike ulir dan permukaan duduk
Oil centrifugal filter cover bolt 5 N.m (0,51 kgf.m; 3,7Ibf.ft) Oleskan cairan pengunci pada ulir: Lihat hal. 3-12
Clutch adjuster lock nut 12 N.m (1,2 kgf.m; 9 Ibf.ft)
Spark plug (busi) 16 N.m (1,6 kgf.m; 12 Ibf.ft)
Rear axle nut 59 N.m (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft) U-nut
Throttle cable adjuster lock nut 3,8 N.m (0,39 kgf.m; 2,8 Ibf.ft)
Air cleaner housing cover screw 1,1 N.m (0,11 kgf.m; 0,8 Ibv.ft)

3-2
Valve adjusting wrench Spoke wrench, 4.5 x 5.1 mm
07708-0030400 07701-0020200

<...../

________________ . . l . - - ~ ______'

3-3
JADWAL PERAWATAN
Jalankan Pemeriksaan Sebelum Jalan di ·dalam Buku Pedoman Pemilik pada masing-masing periode perawatan yang
dijadwalkan. P: Periksa dan Bersihkan, Setel, Lumasi atau Ganti bila perlu. B: Bersihkan. G: Ganti. S: Setel. L: Lumasi .
Bagian-bagian berikut memerlukan pengetahuan mekanis tertentu. Beberapa bagian (terutama yang ditandai * dan **) dapat
memerlukan lebih banyak informasi tehnis dan perkakas khusus. Hubungi AHASS Anda.

YANG LEBIH ~ PEMBACAAN ODOMETER (km) - CATATAN 1


DULU 01- L1HAT
CAPAI ~ PBI PB II PB III HALAMAN
Km 500 2.000 4.000 8.000 12.000
BAGIAN YANG DISERVIS Bulan 6 12 18
* SALURAN BAHAN BAKAR P P P 3-5
* CARA KERJA THROTTLE P P P 3-5
* CARA KERJA CHOKE P P P 3-6
AIR CLEANER Catatan 2 SETIAP 16.000 km: G 3-6
CRANKCASE BREATHER Catatan 3 B B B 3-7
BUSI P P P G P 3-7
** JARAK RENGGANG KLEP P P P P P 3-9
OLI MESIN G G G G G 3-10
* ENGINE OIL STRAINER SCREEN B 3-11
* ENGINE OIL CENTRIFUGAL FILTER B 3-11
** PUTARAN STASIONER MESIN P P P P P 3-12
* SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM P 3-13
RANTAIRODA SETIAP 500 km: L 3-13
BRAKE FLUfD (MINYAK REM) Catatan 4 P P P 3-16
KEAUSAN BRAKE SHOESIIPADS P P P 3-16
SISTEM REM P P P P P 3-17
* SAKELAR LAMPU REM P P P 3-18
* ARAH SINAR LAMPU BESAR P P P P P 3-18
SISTEM KOPLING P P P P P 3-19
STANDARD SAMPING P . P P 3-19
* SUSPENSI P P P 3-19
* MUR, BAUT, PENGIKAT P P P 3-20
** RODAIBAN P P P P P 3-20
** BANTALAN KEPALA KEMUDI P P 3-22

* Harus diservis oleh AHASS, kecuali bila pemilik mempunyai tools yang tepat dan data servis
yang diperlukan, dan mempunyai ketrampilan mekanis untuk mengerjakannya.
Demi keamanan, kami menganjurkan agar pekerjaan-pekerjaan ini hanya dilakukan oleh
AHASS.

CATATAN:
1. Pada pembacaan odometer lebih tinggi, ulangilah pada interval frekuensi yang ditentukan di atas.
2. Servis lebih sering jika dikendarai di daerah yang luar biasa basah atau berdebu.
3. Servis lebih sering jika dikendarai dalam hujan atau dengan gas penuh.
4. Ganti setiap 2 tahun. Penggantian memerlukan ketrampilan mekanis.

3-4
FUEL LINE (SALURAN BAHAN BAKAR)
Lepaskan leftbody cover (hal. 2-9).
FUEL LINE
Periksa saluran bahan bakar terhadap pemburukan
kondisi, kerusakan atau keboooran.
Ganti saluran bahan bakar bila perlu.

Pasang left body cover (hal. 2-9).

FUEL LINE

CARA KERJA THROTTLE


(GAS TANGAN)
Periksa terhadap pemburukan kondisi atau kerusakan
pad a throttle cable. Periksa throttle grip (putaran gas
tangan) terhadap kelancaran cara kerja. Periksa bahwa
//
throttle membuka dan secara otomatis menutup kembali
pad a semua posisi kemudi.

Jika throttle grip tidak kembali dengan benar, lumasi


throttle cable, dan bongkar dan lumasi throttle grip
housing.

Pemakaian kembali Untuk melumasi cable: Lepaskan throttle cable pada


throttle cable yang ujung atasnya. Lumasi cable dan titik perputarannya
rusak; tertekukatau secara menyeluruh dengan pelumas kabel yang dapat
kusut secara tidak
dibeli di pasaran atau dengan oli dengan berat ringan.
normal dapai
mengganggu cam
kerja throttleyang Jika throttle grip tetap tidak dapat kembali dengan
benar dan dapai benar, gantilah throttle cable.
mengakibatkan
kehilangan Sementara mesin berputar stasioner, putar handlebar
pengontrolan atas (stang stir) sarna sekali ke kanan dan ke kiri untuk
throttle sewaktu
memastikan bahwa putaran stasioner tidak berubah.
mengendarai
sepedamotor. Jika putaran stasroner naik, periksa jarak main bebas
throttle grip dan perletakan throttle cable.

Ukur jarak main bebas throttle grip pada throttle grip


flange.

JARAK MAIN BEBAS: 2 - 6 mm

3-5
Jarak main bebas throttle grip dapat disetel pada throttle
cable adjuster.
Lepas kan dust cover dari adjuster.
Longgarkan lock nut.
Setel jarak main bebas dengan memutar adjuster.
Kencangkan lock nut dengan torsi yang ditentukan
sementara menahan adjuster.

TORSI: 3,8 N.m (0,39 kgf.m; 2,8 Ibf.ft)

Pasang dust cover pada adjuster.


Periksa kembali cara kerja throttle. LOCK NUT
Ganti parts yang rusak, bila perlu.
DUST COVER

CARA KERJA CHOKE


Periksa terhadap kelancaran cara kerja choke lever dan
<,...."<, ,"""'"
lumasi choke cable bila perlu.

Periksa cable terhadap retak-retak yang memungkinkan "'~~~-<;C~~::-_:·~:~-;::;;~:~:;


kelembaban untukmasuk ke dalam.

Ganti choke cable bila perlu.

AIR CLEANER
CATATAN:
• Viscous air cleaner paper element tidak dapat
diberslhkan oleh karena element mengandung lem
yang mengikat debu.
• Jika sepedamotor dipakai di daerah yang luar biasa
basah atau berdebu, akan diperlukan pemeriksaan
yang lebih sering. SCREWS AIR CLEANER
ELEMENT
Lepaskan screws, air cleaner housing cover dan seals.
Lepaskan dan buanglah air cleaner element mengikuti
jadwal perawatan (hal. 3-4).

Pastikan bahwa seals Gantilah element setiap kali ia sangat kotor atau dalam
telah ditempatkan keadaan rusak.
denganbenar pada
alur-alur dari ail
cleaner housingdan Pasanglah parts yang dilepaskan dalam urutan terbalik
cover. dari pelepasan.
TORSI:
AIR CLEANER 1,1 N.m (0,11 kgf.m; 0,8Ibf.ft)
HOUSING SCREW

AIR CLEANER
HOUSING COVER
SEALS

3-6
CRANKCASE BREATHER
CATATAN:
Servis lebih sering bilamana dikendarai dalam hujan
atau dengan gas penuh. Servis bUa tinggi permukaan
endapan dapat terlihat pada drain cap.

Periksa crankcase breather drain cap.


Bila endapan telah terkum pul, lepaskan clip dan
crankcase breather drain cap.
Keluarkan endapan dan buang ke dalam penampung
yang sesuai.
Pasang crankcase breather drain cap dan clip.

Lepaskan leftbody cover (hal. 2-9).


BREATHER HOSE
Periksa crankcase breather hose terhadap pemburukan
kondisi, kerusakan atau keboooran.

Pasang left body cover (hal. 2-9) .

.SPARK PLUG (BUSI)


PELEPASAN
Lepaskan spark plug cap.
Bersihkan daerah di Lepas kan busi.
sekitar dasar busi
dengan udara dari Periksa atau ganti seperti diuraikan di dalam jadwal
kompressor sebelum perawatan (hal. 3-4).
melepaskan busi dan
pastikan bahwa tidak
ada kotoran yang
dapat memasuki
ruang pembakaran.

3-7
PEMERIKSAAN
Bersihkan kutub-kutub busi dengan sikat kawat atau CENTER ELECTRODE
dengan spedal plug cleaner.
Periksa insulator terhadap retak-retak atau kerusakan,
dan electrodes terhadap keausan, pengotoran atau
perubahan warna.

Selalu pakai busi Ganti busi bila pertu.


yang telah ditentukan
untuk sepedamotor BUSI YANG DiANJURKAN (ATAUSEJENISNYA):
ini. Standard: NGK: CPR6EA-9S
DENSO: U20EPR9S
Pilihan: NGK: CPR7EA-9S
DENSO: U22EPR9S
INSULATOR SIDE ELECTRODE

Ukur jarak renggang busi antara center electrode (kutub


tengah) dan side electrode (kutub sam ping) dengan
feeler gauge (Iidah pengukur).

JARAK RENGGANG BUSI:


0,80 - 0,90 mm 0.80 - 0.90 mm
(0.031 - 0.035 in)
Bila pertu, setel jarak renggang dengan menekuk side
electrode dengan hati-hati.

PEMASANGAN
Pasang dan kencangkan busi dengan tangan pada
cylinder head, kemudian kencangkan busi dengan torsi
yang ditentukan. "

TORSI: 16 N.m(1,6kgf.m;12Ibf.ft)

Sambungkan spark plug cap (topi busi).

3-8
JARAK RENGGANG KLEP
CATATAN:
• Periksa dan setel jarak renggang k1ep sementara
mesin dalam keadaan dingin (di bawah 35° C).

PEMERIKSAAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Left lower side cover (hal. 2-6)
- Spark plug (busi) (hal. 3-7)
- Cylinder head cover (hal. 7-6)
Masukkan transmissi ke dalam gigi 3 atau 4.
Putar roda belakang berlawanan arah jarum jam sediki1
demi sedikit, dengan gerakan cepat.
Tempatkan cam sprocket sedemikian sehingga
pennukaan atas cylinder head berada antara garis-garis
"II" dan "I" pada sprocket.

Pastikan bahwa piston berada pada TDC (Top Dead


Center) [TMA - Titik Mati Atas] pada langkah
kompressi.
Posisi ini dapat diperoleh dengan memastikan bahwa
ada kelonggaran pada rocker arms. Jika tidak ada
kelonggaran, putar roda belakang sekali lagi sampai
posisi yang benar telah diperoleh.

Periksa jarak renggang masing-masing valve (klep)


dengan memasukkan feeler gauge (Iidah pengukur)
antara valve adjusting screw dan valve stem.

JARAK RENGGANG KLEP:


IN/EX: 0,10 mm ± 0,02 mm

PENYETELAN
Setel dengan melonggarkan lock nut dan memutar
adjusting screwsampai ada tahanan sedikit pada teete:
gauge.

Semprotkan oli mesin pada lock nut.


Tahan adjusting screw dan kencangkan lock nut dengan
torsi yang ditentukan.

TOOL:
Valve adjusting wrench 07708-0030400
TORSI: 9 N.m (0,92 kgf.m; 6,6 Ibf.ft)
Periksa kembali jarak renggang klep.
Pasang sebagai berikut:
- Cylinder head cover (hal. 7-7)
- Spark plug (hal. 3-8)
- Left lower side cover (hal. 2-6)

I
!
l 3-9
Oll MESIN
PEMERIKSAAN TINGGI PERMUKAAN
Oll
Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner selama O-RING
3 - 5 menit.
Matikan mesin dan tunggu 2 - 3 menit.
Tahan sepedamotor pada posisi tegak. BATAS
Lepaskan oil filler cap/dipstick (tutup lubang pengisian ATAS
oli/tangkai pengukur) dan seka ali dan dipstick dengan
kain bersih. BATAS
Pasang oil filler cap/dipstick tanpa menyekrupnya ke BAWAH -.....-_"...,........,
dalam, lepaskan dan periksa tinggi perrnukaan oli.

Jika permukaan di bawah atau dekat dengan lower


level (tinggi permukaan terendah) pada dipstick,
tambahkan dengan oli yang dianjurkan sampai ke upper
level (tinggi permukaan teratas).
Oll MESIN YANG DIANJURKAN:
Oli mesin 4 tak dengan klasifikasi API service SJ. .,
Viskositas: SAE 1OW-30, JASO MA
Periksa bahwa O-ring pada pada oil filler cap berada
-30 -20 -10 0 10 20 30 40 50·C
dalam kondisi baik, dan ganti bila perlu.
-2·()······· ··0· ··2'0··· ····40 ... 6Cj"···· 8:0 ·'···10()" ··120·F
Pasang oil filler cap/dipstick.

PENGGANTIAN Oll MESIN


Panaskan mesin.
Matikan mesin, lepaskan oil. filler cap/dipstick dan seka
oli dan dipstick dengan kain bersih.

Lepaskan drain bolt (baut pembuangan) dan sealing


washer.
Keluarkan oli seluruhnya.

Pasang oil drain bolt dengan sebuah sealing weshet


baru dan kencangkan dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 24 N.m (2,4 kgf.m; 18Ibf.ft)

lsi mesin dengan oli mesin yang dianjurkan.

KAPASITAS Oll MESIN:


0,8 liter pada penggantian periodik
1,0 liter pada pembongkaran mesin

Periksa bahwa O-ring pada oil filler cap berada dalam


kondisi baik, dan ganti bila perlu.
Pasang oil filler cap/dipstick.

Pastikan bahwa tidak ada kebocoran oli.

Periksa tinggi perrnukaan oli mesin (hal. 3-10).

3-10
ENGINE OIL STRAINER SCREEN
Lepaskan right crankcase cover (hal. 9-5).
Lepaskan oil strainer screen dan bersihkan dalam
larutan pembersih yang tidak dapat terbakar atau
mempunyai titik api tinggi.

Pasang oil strainer screen dengan sismya yang


meruncing menghadap ke sisi crankcase dan ujung
yang lebih tipis di sebelah atas seperti diperlihatkan
pada gam bar.

Pasang right crankcase cover (hal. 9-8).

ENGINE OIL CENTRIFUGAL FILTER


PEMBERSIHAN
Lepas kan right crankcase cover (hal. 9-5).
Lepaskan bolts, oil centrifugal filter cover dan gasket.

Bersihkan oil centrifugal cover dan bagian dalam dari


drive plate dengan menggunakan kain bersih yang tidak
mudah terurai.

Pasang sebuah gasket baru dengan sisinya yang


tertutup menghadap ke oil centrifugal filter cover.

1-11
Oleskan zat pengunci pada ulir oil centrifugal filter covel
bolt seperti diperlthalkan. 4.5 ± 1.0 mm (0.18 ± 0.04 in)

Pasang oil centrifugal filtercoverdan bolts.


Kencangkan bolts dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 5 N.m (0,51 kgf.m;3,7Ibf.ft)

Pasang right crankcase cover (hal. 9-8).

PUTARAN STASIONER MESIN


CATATAN:
• Periksa dan setel putaran stasioner mesin setelah
semua bagian perawatan mesin yang lain telah
dljalankan dan adalah sesuai dengan spesifikasi.
• Mesin harus dalam keadaan panas untuk
pemeriksaan dan penyetelan putaran stasioner
yang akurat.
• Pakailah tachometer dengan skala 50 menit' (rpm)
atau lebih kecil yang dapat mernpertihatkan
perubahan sebesar 50 menit' (rpm) dengan akurat.

Panaskan mesinselama kira210menit.


Hubungkan tachometer sesuai dengan petunjuk
pemakaian pabrik tachometer.

Periksa putaran stasioner mesin.

PUTARAN STASIONER: 1.400 ± 100 menlt" (rpm)


Putar throttle stop screw sebanyak yang diperlukan
untuk mendapatkan putaran stasioner mesin yang
ditentukan.

3-12
SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM
Lepaskan sebagai berikut:
- Right lower side cover (hal. 2-6)
- Left body cover (hal. 2-9)
Periksa air supply hose dan pipe antara PAIR controi
valve dan exhaust port (Iubang pembuangan gas)
terhadap retak-retak, pemburukan kondisi, kerusakan
atau hubungan longgar.

Periksa vacuum hose antara PAIR control valve dan


inlet pipe vacuum joint terhadap retak-retak,
pemburukan kondisi, kerusakan atau hubungan longgar.

Periksa air supply hoses terhadap pemburukan kondisi,


kerusakan atau hubungan longgar.

Juga periksa bahwa hoses tidak ada retak-retak, kusu1


atau terjepit.

Pastikan bahwa hoses tidak ada retak-retak.


Lepas kan dan periksa air supply hoses.
Jika ada endapan karbon pada air supply hoses,
periksa PAIR check valve (hal. 5-19).

Pasang parts yang telah dilepaskan dalam urutan


terbalik dari pelepasan.

DRIVE CHAIN (RANTAI PENGGERAK)


CATATAN: .
Jangan sekali-kali memeriksa dan setel drive chain
sementara mesin dalam keadaan hidup.

PEMERIKSAAN KEKENDURAN DRIVE


CHAIN
Letakkan sepedamotor pada standard utamanya dan
m asukkan transmiss i dalam neutral.

Ukur kekenduran drive chain, pada rantai ditengah-


tengah di antara sprockets.

KEKENDURAN RANTAI: 30 - 40 mm
CATATAN:
Kekenduran rantai berfebihan, sebanyak 50 mm atau
lebih, dapatmengakibatkan kerusakan pada rangka.

30 40 mm (1.2-1.6 in)
PENYETELAN
Longgarkan rear axle nut dan kedua lock nuts.
Putar kedua drive chain adjusters sampai kekenduran
drive chain yang benar telah diperoleh.

Pastikan bahwa ujung depan dan kedua adjuster plates


tetah disetel pada index lines (garis-garis penunjuk)
yang sarna pada swingarm.

Kencangkan rear axle nut dengan torsi yang ditentukan.


TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft)
Kencangkan kedua drive chain lock nutsdengan erat.

Periksa kekenduran drive chain dan kebebasan


perputaran roda.
Periksa jarak main bebas pedal rem belakang (hal. 3-
17) dan setel bila pertu.

PEMBERSIHAN, PELUMASAN DAN


PEMERIKSAAN
Letakkan sepedamotor pada standard utamanya dan
masukkan transmissi ke dalam neutral.

Jika drive chain menjadi sangat kotor, ia harus


dilepaskan dan dibersihkan sebelum dilumasi.

Lepaskan left crankcase rear cover (hal. 2-19).


Dengan hati-hati lepaskan retaining clip dengan tang.
Keluarkan master link dan link plate, dan lepaskan drive
chain.
Keluarkan drive chain.

3-14
Bersihkan rantai dengan larutan pembersih yang tidak
dapat terbakar atau mempunyai titik api tinggi dan seka
sampai kering.
Pastikan bahwa rantai telah mengering sama sekali
sebelum melumasinya.
Periksalah drive chain terhadap kemungkinan adanya
kerusakan atau keausan.
Gantilah rantai yang mempunyai rollers yang rusak,
links yang terpasang dengan longgar, atau selain itu
tampaknya tidak dapat diperbaiki lagi.
Pemasangan sebuah rantai baru di atas sprockets yang
sudah sangat aus akan mengakibatkan keausan cepat
pada rantai baru,
Periksa dan ganti sprocket bila perlu.

Lumasi drive chain dengan #80 - 90 gear oil (ali


Lumasi
transmissi) atau drive chain lubricant (pelumas khusus
untuk rantai roda). Sekalah ali atau chain lubricant yang
berlebihan pada rantai.

\
r: I'"
!)l 0
fJO
1
#80 - 90 GEAR OIL ATAU
DRIVE CHAIN LUBRICANT

Ukurlah jarak antara bentangan 41 pins (40 links) dari


tengah-tengah pin ke tengah-tengah pin dengan
memegangnya sedemikian sehingga semua links dalam
keadaan lurus.

PANJANG DRIVE CHAIN (41 pins/40 links) "


STANDARD: 508 mm
BATAS SERVIS: 518 mm

PEMERIKSAAN SPROCKET
Periksa gigi-gigi drive sprocket dan driven sorooce,
terhadap keausan atau kerusakan, ganti bila perlu.

rY~~~:~
Jangan sekali-kali memakai sebuah drive chain baru di
atas sprockets yang aus.
Baik chain maupun sprockets harus berada dalam
kondisi baik, atau chain pengganti yang baru akan
mengalami J:eausan dengan cepat.
RUSAK ,-- NORMAL

~.

3-15
Pasang drive chain pada sprockets.
Pasang master link dan link plate.
Pasang retaining clip dengan ujungnya yang terbuka
berlawanan dengan arah perialanan chain.

Setel kekenduran drive chain (hal. 3-14).

Pasang left crankcase rear cover (hal. 2-19).

BRAKE FLUID (MINYAK REM)


CATATAN
Brake fluid yang tertumpah dapat merusak parts yang
dicat, atau terbuat dari plastik atau karet. Letakkan kain
lap menutupi parts ini setiap kali sistem diservis.
CATATAN:
• Jangan mencampurkan berrnacam-macam jerns
m inyak rem, oleh karena mereka tidak cocok satu
sarna lain.
• Jangan sampai benda-benda asing meniasuki
sistem ketika mengisi reservoir.
KACA PENGINTAIAN
Putar handlebarsampai reservoir pada posisi mendatar
dan perlksa tinggipermukaan minyak rem depan
melalui jendela pengintaian.

Jika tinggi perrnukaan minyak rem depan rendah,


periksalah keausan brake pad (hal. 3-16).
Permukaan minyak rem yang rendah mungkin
diakbatkan oleh keausan brake pads. Jika brekepeci:
aus, caliper pistons terdorong keluar, dan ini
menyebabkan tinggi permukaan yang rendah di dalam
reservoir. Jika brake pads tidak aus dan tinggi
perrnukaan minyak rem rendah, periksalah keseluruhan
sistem terhadap kebororan (hal. 3-17). TANDA TINGGI PERMUKAAN TERENDA

KEAUSAN BRAKE SHOES/PADS


BRAKE PADS DEPAN
Periksa brake pads terhadap keausan.
Ganti brake pads apabila salah satu pad telah aus
sampai ke alur batas keausan.

Kekenduran rantai Untuk penggantian brake pad (hal. 14-7).


berlebihan, sebanyak
50 mm atau lebih,
dapat mengakibatkan
kerusakan pada
rangka.

WEAR LIMIT GROOVES

3-16
BRAKESHOESBELAKANG
Periksa posisi wear indicator (indikator keausan)
sewaktu brake pedal ditekan.

Jika indicator plate bertepatan dengan tanda "/),." pada


panel rem, periksa b rake drum (terom 01 rem) (hal. 13-
14).

Jika 0.0. b rake drum berada di bawah batas servis,


gantilah brake shoes (hal. 13-14).

SISTEM REM
PEMERIKSAAN REM HIDRAULIK
Tekan b rake lever (handel rem) dengan kuat dan
periksa bahwa tidak ada udara yang telah memasuki
sistem.

Jika handel terasa lunak atau seperti sepons ketika


dijalankan, buanglah udara palsu dari sistem (hal. 14-5).

Lepaskan handlebar front cover (hal. 2-12).


Periksa brake hose (slang rem) dan fittings (peralatan
pemasangan) terhadap pemburukan kondisi, retak-retak
dan tanda2 kebocoran.
Kencangkan fittings yang longgar.
Ganti hoses dan fittings bila perlu.

Pasang handlebar front cover (hal. 2-12).

JARAK MAIN BEBAS BRAKE PEDAL


Ukur jarak main bebas brake pedal (pedal rem)
belakang pada ujung dari brake pedal.
JARAK MAIN BEBAS: 20 - 30 mm

3-17
Pastikan bahwa Setel jarak main bebas brake pedal dengan mem utar
potongan pada adjusting nut.
adjusting nut duduk
padajoint pin. Periksa kembali jarak main bebas, kemudian periksa
dan setel rear brake light switch (saklar belakang lampu
rem) (hal. 3-18).

BRAKE LIGHT SWITCH


(SAKlAR LAMPU REM)
CATATAN:
• Brake light switch depan pada master cylinder tidak
dapat disetel. Jika penjalanan brake light switch
depan dan pengenaan rem tidak sinkron, gantilah
switch unit atau parts yang tidak bekeria dengan
baik dan sistem.
• Setel brake light switch belakang setelah
penyetelan jarak main bebas brake pedal telah
dilakukan. BRAKE LIGHT SWITCH

Tahan badan switch Periksa bahwa lampu rem menyala tepat sebelum rem
dan putar adjusting
nut. sebenarnya mulai bekerja.
Jangan memutar
badan switch sewaktu Jika lampu remtidak menyala, setel switch denqan
memutar adjusting memutar adjusting nut sehingga lampu menyala pada
nut. waktu yang tepat.

Periksa kembali cara kerja brake light switch.

ADJUSTING NUT
PENYETELAN ARAH SINAR
LAMPU SESAR
Letakkan sepedamotor pada tanah mendatar di atas
standard utama.

Setel arah sinar Setel arah sinar lampu besar dalam arah vertikal
lampu besarseperti dengan melonggarkan bolt dan menggerakkan
telah ditentukan oleh headlight unit, kemudian kencangkan bolt.
undang-undang dan
peraturan lokal.

/{:-/i~-/
BOLT

3-18
CLUTCH SYSTEM (515TEM KOPLING)
Longgarkan clutch adjuster lock nut dan putar dutch
adjuster searah jarum jam satu putaran penuh; jangan
memutar seeara berlebihan.
Dengan pelan putar adjuster berlawanan arah jarum
jam sampai terasa ada tahanan.

Tahan adjuster Dari titik ini, putar adjuster searah jarum jam sebanyak
scnientara 1/8 putaran, dan kencangkan lock nutdengan torsi yang
niengencangkan lock ditentukan.
nut.

TORSI: 12 N.m (1,2 kgf.m; 9 Ibf.ft)

• Periksa cara kerja dutch (kopling) setelah


penyetelan selesai.

SIDESTAND (5T ANDARD 5AMPING)


Letakkan sepedamotor pada standard utamanya.
Periksa pegas sidestand terhadap kerusakan atau
kehilangan tegangan.
Periksa side stand assembly (susunan standard
samping) terhadap kebebasan pergerakan dan lumasi
sidestand pivot (engsel standard samping) bila perlu.

SUSPENSI
PEMERIKSAAN SUSPENSI DEPAN
Periksa cara kerja forks (garpu) dengan menarik handel
rem depan dan menekan suspensi depan beberapa kali SUSPENSIDEPAN:
ke bawah.
Periksa keseluruhan susunan terhadap tanda-tanda
kebocoran, kerusakan atau pengikat yang longgar.

Parts suspensi yang Gantilah komponen2 yang rusak yang tidak dapa1
longgar, aus atau diperbaiki.
rusak mempengaruhi
stabiliias dan Keneangkan semua nuts dan bolts.
pengendalian atas
sepedamotor. Untuk menservis fork (hal. 12-11).

3-19
PEMERIKSAAN SUSPENSI BELAKANG
Periksa cara kerja shock absorbers (peredam kejut)
SUSPENSION BELAKANG:
belakang dengan menekannya beberapa kali ke bawah.
Periksa keseluruhan susunan shock absorber terhadap
tanda2 kebocoran, kerusakan atau pengikat yang
longgar.
Kencangkan semua nuts dan bolts.

Untuk menservis shock absotberbelakang (hal. 13-21).

Letakkan sepedamotor pada standard utamanya.


SWINGARM BUSHINGS:
Periksa terhadap swingann bushings (bos lengan ayun) ....... _- -......
yang aus dengan memegang ujung2 belakang dari
..... _--- ~
~
...
.- ,
......

swingann dan mencoba untuk menggerakkan swingann


dari sisi ke sisi.

Gantilah swingann bushings jika ada kelonggaran (hal.


13-17).

NUTS,BOLTS,FASTENERS
(M UR, BAUT, PENGIKAT)
Periksa bahwa semua nuts dan bolts dari rangka telah
dikencangkan dengan torsi pengencangan mereka yang
benar (hal. 1-9).
Periksa bahwa semua cotter pins, safety clips, hose
clamps dan cable stays ada pada tempatnya dan telah
dipasang dengan erato

RODA/BAN
Letakkan sepedamotor dengan kokoh pada standard
FRONT WHEEL BEARINGS:
utamanya dan naikkan roda depan lepas tanah.

Tahan fork leg (kaki garpu) dan gerakkan roda depan


denqan kuat ke samping untuk melihat apakah wheel
bearings (bantalan roda) telah aus.

3-20
Periksa terhadap wheel bearings (bantalan roda) yang
aus dengan menahan swingann dan menggerakkan REAR WHEEL BEARINGS:
roda belakang ke samping.

Ganti wheel bearings jika ada kelonggaran (hal. 13-9).

Periksa tekanan udara ban dengan tire pressure


gauge (alat pengukur tekanan udara ban) sewaktu ban
dalam keadaan dingin.
TEKANAN UDARA DAN UKURAN BAN YANG
DIANJ URKAN:
2
Satuan: kPa (kgf/cm ; psi)
DEPAN BELAKANG
Tekanan udara
ban dingin 200 (2,00; 29) 225 (2,25;
Pengendara 33)
saja:
Pengendara dan 200 (2,00; 29) 225 (2,25;
pem bonceng: 33)
Ukuran ban 70/90-17 80/90-17
MlC 38P MlC 44P
Merek ban IRe: NF63B IRe: NR78Y
SRI: D-FR SRI: D-RR

Periksa ban terhadap sayatan, paku yang


.tertancap,atau kerusakan lain.

Periksa roda depan dan belakang apakah lurus ke


depan.
Ukur kedalaman alur ban pada bagian tengah ban.
Ganti ban jika kedalaman alur ban mencapai batas2
berikut ini:

KEDALAMAN ALUR BAN MINIMUM: Sampai ke


indikator

Periksa pelek roda dan jari-jari terhadap kerusakan.


Kencangkan spokes (ian-jan) yang longgar dengan torsi
yang ditentukan dengan menggunakan special tool.

TOOL:
Spoke wrench, 4.5 x 5.1 mm 07701·0020200

TORSI: 3,2 N.m (0,33 kgf.m; 2.4 Ibf.ft)

3-21
STEERING HEAD BEARINGS
(BANTALAN KEPALA KEMUDI)
Dukunglah sepedamotor dengan kokoh dan angkat roda
depan lepas tanah.

Periksa bahwa handlebar bergerak dengan bebas dari


ujung ke ujung. Pastikan bahwa control cables (kabel2
pengaturan) tidak mengganggu perputaran handlebar.

Periksa steering stem bearings (bantalan poros kemudi)


dengan memegang fork legs (kaki2 garpu) dan
mencoba untuk menggerakkan front fork (garpu depan) STEERING STEM
ke depan dan belakang.

Jika handlebarbergerak secara tidak merata, mengikat,


atau ada pergerakan vertikal, periksalah steering heaa
bearings (hal. 12-22).

3-22
4. SISTEM PELUMASAN


DIAGRAM SISTEM PELUMASAN 4-2 TROUBLESHOOTING 4-3

KETERANGAN SERVIS 4-3 OIL PUMP 4-4

4-1
SISTEM PELUMASAN
DIAGRAM "S"I'STEM PELUMASAN

CAMSHAFT

PISTON

OIL PUMP

CRANKSHAFT

COUNTERSHAFT

OIL STRAINER SCREEN

4-2
SISTEM PELUMASAN
KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERINGATAN !
Oli mesin bekas dapat menyebabkan kanker kulit jika berulangkali mengenai kulit untuk jangka waktu lama. Walaupun ini kedl
kemungkinannya terjadi kecuali jika anda menangani ali bekas setiap hari, tetap dianjurkan untuk secara menyeluruh mencuci
tangan dengan sabun dan air sesegera mungkin setelah menangani ali bekas.

Bab ini meliputi servis dari oil pump (pompa oli).


Oil pump dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka.
Prosedur-prosedur servis di dalam bab ini harus dijalankan dengan oli mesin dikeluarkan.
Sewaktu melepaskan dan memasang oil pump, berhati-hatilah agar debu atau kotoran tidak memasuki mesin.
Jika ada bagian dari oil pump yang aus melampaui batas servis yang ditentukan, gantilah oil pump sebagai sebuah
susunan.
Setelah oil pump telah dipasang, periksa bahwa tidak ada kebocoran oli.

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Kapasitas oli mesin Pada penggantian periodik 0,8 liter -
Pada pembongkaran mesin 1,0 liter -
Oli mesin yang dianjurkan Oli mesin 4 tak dengan klasifikasi API
service SJ,
Viskositas: SAE 1OW-30 JASO MA
Oil pump rotor Jarak renggang pada ujung - 0,15
rotor
Jarak renggang antara rotor 0,15 - 0,21 0,26
dan rumah
Jarak renggang ke samping 0,03 - 0,09 0,15
rotor pompa

TORSIPENGENCANGAN
Oil pump cover screw 5 N.m (0,51 kgf.m; 3,7 Ibf.ft)

TROUBLESHOOTING
Tinggi permukaan oli terlalu rendah
• Konsumsi ali
• Ada kebocoran ali di luar
• Piston rings aus (hal. 8-7)
• Piston rings tidak dipasang dengan benar (hal. 8-9)
• Valve guide atau stem seal aus (hal. 7-14)
Cylinder aus (hal. 8-6)

Kontaminasi oli
• Piston rings aus (hal. 8-7)
Piston rings tidak dipasang dengan benar (hal. 8-9)
• Valve guide atau stem seal aus (hal. 7-14)
• Oli jarang diganti
• Oil strainer screen tersumbat (hal. 3-11)

4-3
SISTEM PELUMASAN
OIL PUMP (POMPA all)
PELEPASAN
Keluarkan oli mesin (hal. 3-10).
Lepaskan sebagai berikut:
- Right crankcase cover (hal. 9-5)
- Tiga bolts
- Oil pump

Lepaskan gasket dari oil pump.

PI;LEPASAN/PEMASANGAN

-.
OIL PUMP BODY

OIL PUMP SHAFT

SCREWS
5 N·m (0.51 kqf-rn, 3.7 Ibf·ft)

-"l
OUTER ROTOR
-"l
INNER ROTOR
OIL PUMP COVER

4-4
SISTEM PELUMASAN
Sempratkan ali pada permukaan peluncuran inner rotor I
dan outer rotor. . . , INNER ROTOR

Pasang inner rotor dan outer rotor pada rumah oil


pump. OIL
Pasang oil pump shaft dengan mentepatkan PUMP
permukaan-permukaan mendatar dari oil pump shaft SHAFT
dan inner rotor.

. , OUTER ROTOR

Pasang oil pump cover.


Pasang dan kencangkan ketiga screws dengan torsi
yang ditentukan.
TORSI: 5 N.m (0,51 kgf.m; 3,7 Ibf.ft)
Pasang oil pump (hal. 4-6).

PEMERIKSAAN
Jika ada bagian dari Bangkar oil pump (hal. 4-4). TIP CLEARANCE:
oil pump yang aus
melampaui batas Untuk sementara pasanq outer rotor dan inner rotor ke
servis, gantilah oil dalam rumah oil pump.
pump sebagai sebuah Pasang oil pump shaft.
assembly.
Ukur jarak renggang antara pada ujung rotor antara
inner rotor dan outer rotor.

BATAS SERVIS: 0,15 mm

Ukur jarak renggang antara outer rotor dan rumah oil


pump. BODY CLEARANCE:

BATAS SERVIS: 0,26 mm

4-5
· SISTEM PELUMASAN
Ukur jarak renggang ke samping dengan menggunakan SIDE CLEARANCE:
mistar lurus dan sebuah feeler gauge.

BATAS SERVIS: 0,15 mm


Rakit oil pump (hal. 4-4).
~~

PEMASANGAN
Pasang gasket baru pada oil pump.
Pasang oil pump pada crankcase dengan mentepatkan
alur oil pump shaft dengan cam chain guide sprocket
spindle.

Pasang dan kencangkan ketiga bolts.


Bersihkan oil strainer screen (hal. 3-11).
Pasang right crankcase cover (hal. 9-8).

Setelah pemasangan, isilah crankcase dengan oli mesin


yang dianjurkan (hal. 3-10).

Hidupkan mesin dan periksa bahwa tidak ada


kebocoran oli.

4-6
5. SISTEM BAHAN BAKAR

LOKASI KOMPONEN 5-2 PENYETELAN AIR SCREW 5-16



KETERANGAN SERVIS 5-3 FUEL TANK 5-17

TROUBLESHOOTING 5-4 FUEL FILTER 5-18

AIR CLEANER HOUSING 5-5 FUEL STRAINER SCREEN·.· · 5-18

PELEPASAN KARBURATOR 5-5 SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM 5-19

PEMBONGKARAN/PEMERIKSAAN SEPARATE AIR FILTER 5-21


KARBURATOR 5-7
AIR SUPPLY PIPE 5-21
PERAKITAN KARBURATOR ma 5-11
INLET PIPE ....•....................................... 5-22
PEMASANGAN KARBURATOR 5-14

5-1
SISTEM BAHAN BAKAR
LOKASI KOMPONEN

<,
<.
...................
~ ..........

I4 kqf-m, 9lbHt)

',,.
I ,."'..-:. .
;
'
;-

Ii
,
",-.-.J.
:.

-/!~4

5-2
SISTEM BAHAN BAKAR
KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Menekuk atau memilin throttle cable (kabel gas) akan mengganggu kelancaran cara kerjanya dan dapat menimbulkan
kemacetan atau pengikatan pada cable, sehingga mengakibatkan kehilangan pengendalian atas kendaraan.
• Bekerjalah di tempat dengan ventilasi baik. Merokok atau memperbolehkan adanya api atau percikan bunga api di tempat
kerja atau di tempat di mana bensin disimpan dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.
• Jika kendaraan akan disimpan selama lebih dari satu bulan, kosongkan float chamber (ruang pelampung). Bahan bakar yang
tertinggal di dalam float chamber dapat mengakibatkan tersumbatnya jets, sehingga mesin sulit dihidupkan atau
sepedamotor sulit dikendalikan.
• Sebelum membongkar karburator, letakkan penampung yang sesuai di bawah karburator, longgarkan drain screw (sekrup
pembuangan) dan kosongkan karburator.
• Sewaktu membongkar parts sistem bahan bakar, catatlah lokasi dari O-rings. Gantilah dengan yang baru pada waktu
perakitan kembali.
• Setelah melepaskan karburator, bungkuslah intake port (Iubang pemasukan) dari mesin dengan kain lap atau tutuplah
dengan pita perekat untuk mencegah masuknya benda asing ke dalam mesin. Jangan lupa untuk melepaskan penutup pada
waktu pemasangan kembali karburator.

SPESIFIKASI
BAGIAN SPESIFIKASI
Nomor identifikasi karburator PB7UB
Putaran stasioner mesin 1.400 ± 100 rnenit" (rpm)
Jarak main bebas throttle grip 2-6mm
Main jet # 88
Slow jet # 35
Float level (tinggi pelampung) 11,7 mm
Pembukaan awal air screw Lihat halaman 5-16
Vakuum PAlR control valve yang ditentukan 60 kPa (450 mmHg)

TORSIPENGENCANGAN
Inlet pipe band screw Lihat hal. 5-14
Fuel valve screw 0,88 N.m (0,090 kgf.m; 0,65 Ibf.ft)
Air cut-off valve screw 2,1 N.m (0,21 kgf.m;1,5 Ibf.ft)
Slow jet 1,5 N.m (0,15 kgf.m; 1,1 Ibf.ft)
Main jet 1,5 N.m (0,15 kgf.m; 1,1 Ibf.ft)
Needle jet holder 2,5 N.m (0,25 kgf.m; 1,8 Ibf.ft)
Float chamber screw 2,1 N.m (0,21 kgf.m; 1,5 Ibf.ft)
Float chamber drain screw 1,5 N.m (0,15 kgf.m; 1,1 Ibf.ft)
Fuel strainer cup 5,9 N.m (0,60 kgf.m; 4,4 Ibf.ft)
Throttle cable holder screw 3,4 N.m (0,35 kgf.m; 2,5 Ibf.ft)
Fuel valve lever screw 2,1 N.m (0,21 kgf.m; 1,5 Ibf.ft)
Inlet pipe mounting bolt 12 N.m (1,2 kgf.m; 9Ibf.ft)
PAIR check valve cover screw 2,1 N.m (0,21 kgf.m; 1,5 Ibf.ft)

TOOL
Carburetor float level gauge
07401-0010000

5-3
SISTEM BAHAN BAKAR
TROUBLESHOOTING
Mesin tidak mau hidup
• Terlalu banyak bahan bakar yang masuk ke dalam mesin
- Air cleaner tersumbat .
- Karburator banjir
• Ada kebocoran udara masuk
• Bahan bakar terkontaminasi/memburuk kondisinya
• Bahan bakar tidak sampai ke karburator
- Fuel filter tersumbat
- Fuel strainer tersumbat
- Lubang pernapasan fuel tank cap tersumbat
- Saluran bahan bakar tersumbatltertekuk
- Fuel tank kosong

Campuran bahan bakar terlalu miskin


• Fuel jets tersumbat
• Float valve tidak bekerja dengan baik
• Float level terlalu rendah
• Saluran bahan bakar terbatasi
• Carburetor air vent hose tersumbat
• Ada kebocoran udara masuk
• Throttle valve tidak bekerja dengan baik

Campuran bahan bakar terlalu kaya


• Carburetor choke macet
• Float valve tidak bekerja dengan baik
• Float level terlalu tinggi
• Air jets tersumbat
• Air cleaner element terkontaminasi
• Karburator banjir

Mesin berhenti mendadak, sulit dihidupkan, putaran stasioner kasar


• 'Saluran bahan bakar terbatasi
• Sistem pengapian tidak bekerja dengan baik
• Campuran bahan bakar terlalu miskin/kaya
• Bahan bakar terkontaminasi/kondisinya memburuk
• Ada kebocoran udara masuk
• Ada kesalahan penyetelan putaran stasioner
• Ada kesalahan penyetelan air screw
• Rangkaian pelan tersumbat
• Choke tidak bekerja dengan baik
• Tekanan kompressi cylinder rendah
• Air cleaner tersumbat

Afterburn ketika engine braking dipakai


• Campuran bahan bakar terlalu miskin pada slow circuit (rangkaian pelan)
• Pulse secondary air injection (PAIR) system tidak bekerja dengan baik
- PAIR control valve tidak bekerja dengan baik
- Hose dari PAIR system tersumbat
• Sistem pengapian tidak bekerja dengan baik
• Air cut-off valve tidak bekerja dengan baik

Backfiring atau misfiring selama akselerasi


• Sistem pengapian tidak bekerja dengan baik
• Campuran bahan bakar terlalu miskin

Unjuk kerja (kemampuan berkendaraan) lemah dan pemakaian bahan bakar boros
• Sistem bahan bakar tersumbat
• Sistem pengapian tidak bekerja dengan baik
• Air cleaner tersumbat

5-4
SISTEM BAHAN BAKAR
AIR CLEANER HOUSING
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Main pipe cover (hal. 2-7).
- Air cleaner element (hal. 3-6)
Lepaskan crankcase breather hose.
Longgarkan connecting hose band screw.

Lepaskan air vent hose.


Lepaskan bolts dan air cleaner rear housing assembly.

Pemasangan adalah dalarn urutan terbalik dari


pelepasan. n

Kencangkan connecting hose band screw sehingga


celah antara ujung-ujung band adalah 5 mm.

"-r---''''- 5 mm (0.2 in.)

PELEPASAN KARBURATOR
THROTTLE VALVE
Lepaskan sebagai berikut:
- Lower side covers (hal. 2-6).
- Main pipe cover (hal. 2-7).
Lepaskan carburetor top dan throttle valve dari
karburator.

5-5
SISTEM BAHAN BAKAR
Lepaskan throttle cable dari throttle valve sementara
menekan throttle valve spring.

Lepaskan retainer, spring dan jet needle sementara


mendorong retainer sedikit dengan obeng, kemudian THROTTLE VALVE SCREWDRIVER
memutarnya berlawanan dengan arah jarum jam.

Periksa throttle valve dan jet needle terhadap goresan,


keausan atau kerusakan.

Ganti mereka bila perlu.

RETAINER

BADAN KARBURATOR
Putar fuel valve ke 'OFF'.
Letakkan penampung yang sesuai di bawah carburetor
drain hose (slang pembuangan karburator) dan
keluarkan bahan bakar dari karburator dengan
melonggarkan dl'ain screw (sekrup pembuanqan).

Kencangkan float chamber drain screw (sekrup


pembuangan ruang pelampung).

TORSI: 1,5 N.m (0,15 kgf.m; 1,1 Ibf.ft)

Jepit fuel hose dengan hose clamp.


Lepaskan sebagai berikut:
- Fuelhose
- Drain hose
- Air vent hose

5-6
SISTEM BAHAN BAKAR
Longgarkan air cleaner connecting hose band screw.
Lepaskan carburetor mounting bolts, insulator, O-rings
dan carburetor dari inlet pipe.

Lepaskan choke cable dari clamp dan lepaskan choke


cable.

PEMBONGKARAN/PEMERIKSAAN
KARBURATOR
FUEL VALVE
Pelepasan
Lepaskan screws, fuel valve dan O-ring.

..
O-RING

FUEL VALVE LE:VER

FUEL VALVE

SCREW

5-7
SISTEM BAHAN BAKAR
Pembongkaran
Lepaskan screw dan fuel valve lever dari fuel valve.

AIR CUT-OFF VALVE


O-RING
Lepaskan screws dan air cut-oft valve cover.

SPRING

/
Lepaskan spring, diaphragm dan O-ring.
/
DIAPHRAGM

AIR PASSAGES
SPRING

AIR CUT-OFF VALVE


DIAPHRAGM

Periksa sebagai berikut:


FLOAT CHAMBER O-RING
- Diaphragm terhadap lubang-Iubang kecil, pemburukan
kondisi atau kerusakan
- Spring terhadap pemburukan kondisi
- Needle dari diaphragm terhadap keausan
- Air passages (saluran Iintasan udara) terhadap
penyumbatan

SCREWS

5-8
SISTEM BAHAN BAKAR
FLOAT CHAMBER FLOAT VALVE FLOAT PIN
Lepaskan screws dan float chamber.
Lepaskan O-ring dari float chamber.

Periksa cara kerja float valve.


Lepaskan float pin dan float.
Periksa float terhadap perubahan bentuk atau
kerusakan.

Lepaskan float valve.


Pemeriksaan ujung float tip:
Periksa float valve seat (dudukan klep pelampung)
terhadap goresan, penyumbatan dan kerusakan. I
Periksa ujung dari float valve di mana ia menyentuh i
i
valve seat (dudukan klep) terhadap keausan bertinqkat
atau kontaminasi. I
Periksa cara kerja float valve dengan mendorong ujung I
pin-nya. I Normal: Aus:
Pin harus kembali dengan lancar.
I Pemeriksaan cara kerja float valve:
Ganti valve jika ujungnya aus atau terkontaminasi.

1 Kembali dengan lancar: Macet:

5-9
SISTEM BAHAN BAKAR
Tangani semua jets Lepaskan sebagai berikut:
dengan hati-hati. NEEDLE JET MAIN JET
Mereka dapat mudah - Main jet HOLDER
tergerus atau - Needle jet holder
tergores. - Needle jet
- Slow jet
- Throttle stop screw/spring NEEDLE JET· _
Kerusakan akan Putar air screw ke dalam dan catat jumlah putaran
terjadi pada dudukan sampai ia duduk dengan ringan.
air screwjika air Catatlah angka ini untuk dipakai sebagai referensi
screw dikencangkan
ketika memasang kembali air screw.
terhadap dudukannya.
Lepaskan air screw, spring, washer dan O-rings.

Periksa masing-masing jet terhadap keausan atau


kerusakan dan ganti mereka bila perlu. AIR SCREW/SPRING/WASHER/Q-RINGS

Tiuplah terbuka setiap saluran lintasan udara dan bahan


bakar di dalam badan karburator dengan udara dari
kompressor.

5-10
SISTEM BAHAN BAKAR
PERAKITAN KARBURATOR
DIAPHRAGM

~~ M,-:,',
.......
FLOAT PIN
a-RING U
0.88 N-m FLOAT VALVE VVASHER
(0.090 kqf-rn, 6.5 lbfft)
AIR SCREW
FLOAT

FUEL VALVE
LEVER

~\
\~~
~/~jJo,
~O~2~'~f'm,
1.5 lbf-ft)
I ~~;::;>-- ~-- \\
''-'< ,~ / /
<>

o
FUE~(iJ:~::/_~ AIR CUT-OFF
VALVE COVER

NEEDLE JET HOLDER


2.5 Nrn (0.25 kqf-rn, 1.8,1bf-ft)

FLOAT CHAMBER , ~,_~. ~ MAIN JET


1.5 Nrn (0.15 kqf-rn, 1.1 Ibf·ft)
~ a-RINGS THROTTLE VALVE
FUEL STRAINER / ~~
SCREEN ....,..
DRAIN SCREW
FUEL STRAINER CUP 1.5 Nrn (0.15 kqf-m, 1.1 lbf-ft)
5.9 Nrn (0.60 kqf-rn, 4.4 Ibf·ft)

FLOAT CHAMBER
Tangani semuajets Pasang sebagai berikut:
dengan hati-hati. - Throttle stop screw/spring
Mereka dapat mudah _ Slow jet
tergerus atau
fergores. - Needle jet
- Needle jet holder
- Main jet

Kencangkan mereka dengan torsi yang ditentukan.


TORSI:
Slow jet 1,5 N.m (0,20 kgf.m; 1,1 Ibf.ft)
Needle jet holder 2,5 N.m (0,25 kgf.m; 1,8 Ibf.ft)
Main jet 1,5 N.m (0,15 kgf.m; 1,1 Ibf.ft)

Pasang sebagai berikut:


- Spring
- Washer
- O-rings baru
Pasang air screw dan kembalikan pada posismya
semula seperti telah dicatat pada waktu pelepasan.

5-11
SISTEM BAHAN BAKAR
Pasang float valve pada float.
FLOAT VALVE FLOAT PIN
Pasang float dan float valve pada badan karburator.:
kemudian pasang float pin melalui badan karburator dan
float.

FLOAT
PEMERIKSAAN FLOAT LEVEL
Dengan float valve dalam keadaan duduk dan float arm
tepat menyentuh valve, ukurlah float level dengan float
level gauge seperti diperlihatkan.

FLOAT LEVEL: 11,7 mm

TOOL:
Carburetor float level gauge 07401-0010000

Float level tidak dapat disetel.


Gantilah float assembly jika float level tidak sesuai
dengan spesifikasi.

- Pasang sebuah O-ring baru pada alur float chamber.


Pasang float chamber. FLOAT CHAMBER

Pasang dan kencangkan float chamber screws dengan


torsi yang ditentukan.

TORSI: 2,1 N.m (0,21 kgf.m; 1,5 Ibf.ft)

SCREWS

5-12
SISTEM BAHAN BAKAR
AIR CUT-OFF VALVE
Pasang O-ring baru dengan sisinya yang datar
menghadap ke badan karburator.
SISI ----r---....
YANG ,
Pasang diaphragm (membran) dengan menempatkan DATAR i
diaphragm rib (tulang membran) dengan benar pada
alur di dalam badan karburator.
--H--
.~ /0
s //
O-RING

DIAPHRAGM

Hati-hati agar tidak Pasang spring dan valve cover.


menjepit diaphragm Pasang dan kencangkan screws dengan torsi yang
dan O-ring antara ditentukan.
badan karburator dan
valve cover sewaktu
mengencangkan cover TORSI: 2,1 N.m (0,21 kgf.m; 1,5 Ibf.ft)
scre~·vs.

FUEL VALVE
Perakitan
'fUEL VALVE LEVER
Oleskan zat pengunci pada ulir screw.
Pasang fuel valve lever dan screw pad a fuel valve.
Kencangkan screw dengan torsi yang ditentukan.
TORSI: 2,1 N.m (0,21 kgf.m; 1,5 Ibf.ft)

FUEL VALVE

.c::w SCREW
Pemasangan
Pasang sebuah O-ring baru dan fuel valve.
FUEL VALVE

..,
. .jilt O-RING

5-13
SISTEM BAHAN BAKAR
Pasang dan kencangkan screws dengan torsi yang
ditentukan.

TORSI: 0,88 N.m (0,090 kgf.m; 0,65 Ibf.ft)

PEMASANGAN KARBURATOR
BADAN KARBURATOR
Hubungkan choke cable pada karburator dan clamp
Uepit dengan klem) cable.

Pasang badan karburator pada air cleaner connecting


hose.

Pasang insulator Pasang O-rings baru ke dalam insulator dan alur-alur


dengan boss-nya badan karburator.
menghadap ke atas.

Pasang badan karburator dan insulator pada inlet pipe


dan kencangkan bolts dengan erat.
Kencangkan connecting hose band screw sehingga
celah antara ujung-ujung band adalah 5 mm.

5-14
SISTEM BAHAN BAKAR
Sambungkan sebagai berikut:
- Air vent hose
- Drain hose
- Fuelhose

Lepaskan hose clamp.


Putar fuel valve ke "ON".

THROTTLE VALVE
Pasang jet needle ke dalam throttle valve. THROTTLE VALVE SCREWDRIVER
Kokohkan pemasangan jet needle dengan retainer dan
spring sementara mendorong retainer sedikit dengan
sebuah obeng, dan memutarnya searah jarum jam.

Pasang throttle valve spring pada throttle cable.


Sambungkan throttle cable pada throttle valve
sementara menekan throttle valve spring.

Pasang throttle valve ke dalam badan karburator


dengan mentepatkan potongan padanya dengan throttle
stop screw.

5-15
SISTEM BAHAN BAKAR
Kencangkan carburetor top (tutup karburator).
Setelah memasang karburator, periksalah terhadap
berikut ini:
- Jarak main bebas throttle grip (hal. 3-5)
- Putaran stasioner mesin (hal. 3-12)
- Penyetelan air screw (hal. 5-16)

Pasang sebagai berikut:


- Main pipe cover (hal. 2-7).
- Lower side covers (hal. 2-6).

PENYETELAN AIR SCREW


PROSEDUR PENURUNAN PUTARAN
STASIONER
• Air screw disetel awal di pabrik dan tidak diperlukan
penyetelan lagi kecuali jika karburator telah
dibongkar atau air screw diganti baru.
• Pakailah tachometer dengan skala 50 menlt" (rpm)
atau lebih kecil yang dapat dengan akurat
memperlihatkan perubahan sebesar 50 menit'
(rpm).

Kerusakan akan Lepaskan right lower side cover (hal. 2-6).


terjadi pada dudukan
air screwjika air 1. Putar air screw searah jarum jam sampai ia duduk
screw dikencangkan dengan rinqan, kemudian putar kembali keluar
terhadap dudukannya. sampai ke spesifikasi yang diberikan.
Ini merupakan penyetelan awal sementara sebelum
penyetelan akhir air screw.
PEMBUKAAN AWAL: 1 - 7/8 putaran keluar
2. Panaskan mesin sampai suhu operasional.
Pengendaraan jalan-dan-berhenti selama 10 menit
adalah cukup.
3. Matikan mesin dan hubungkan tachometer sesuai
dengan petunjuk pemakaian pabrik pembuatnya.
4. Lepaskan vacuum hose dari PAIR control valve,
dan hubungkan ke vacuum pump (pompa
vakum) dan sumbat vacuum port (Iubang vakum).

5-16
SISTEM BAHAN BAKAR
5. Terapkan vakum yang ditentukan pad a PAIR
control valve vacuum hose sebanyak lebih dari 60
kPa (450 mmHg).
6. Hidupkan mesin dan setel putaran stasioner
dengan throttle stop screw.
PUTARAN STASIONER: 1.300 ± 100 rnenlt" VACUUM PUMP

/
(rpm) , VACUUM HOSE
7. Putar air screw masuk atau keluar dengan pelan
untuk mendapatkan putaran mesin tertinggi.
8. Buka throttle 2 atau 3 kali dengan ringan, kemudian ,:'1
':"1

setel putaran stasioner dengan throttle stop screw.


9. Putar air screw keluar sampai putaran mesin turun PLUG
dengan 50 menit" (rpm).
10. Putar air screw searah jarum jam ke pembukaan
akhir dari posisi yang diperoleh pada langkah 9.
PEMBUKAAN AKHIR: V4 putaran ke dalam
11. Lepaskan plug (sumbat) dari vacuum port,
kemudian lepaskan vacuum pump dan hubungkan
vacuum hose dari PAIR control valve.
12. Setel kembali putaran stasioner dengan throttle
stop screw.
PUTARAN STASIONER: 1.400 ± 100 menlt"
(rpm)

Pasang right lower side cover (hal. 2-6).

FUEL TANK (TANGKI BAHAN BAKAR)


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan body covers (hal. 2-9).
Lepaskan fuel level sensor 3P connector (Hitam).
Lepaskan wire (kawat) dari clamp.

Jepit fuel hose.


Lepaskan fuel hose dan lepaskan fuel tank.

5-17
SISTEM BAHAN BAKAR
Lepaskan mounting bolts.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

FUEL FILTER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan left body cover (hal. 2-9).
Klem fuel hoses dari sisi fuel tank dan sisi fuel valve.
Lepaskan fuel hoses dan lepaskan fuel filter.

Sekalah bahan bakar Letakkan tempat penampung bahan bakar yang sesuai
yang tertumpah. di bawah fuel tank dan keluarkan bahan bakar.

Periksa fuel filter terhadap kerusakan atau kontaminasi.


Gantilah fuel filter bila perlu.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

TO THE FUEL TANK SIDE

ll-l!
...1
1. 7.•
1

_I
_
1
J------"
If

FUEL FILTER
DIRECTION MARK

FUEL STRAINER SCREEN


Lepaskan right lower side cover (hal. 2-6).
Putar fuel valve ke "OFF".
Lepaskan fuel strainer cup, strainer screen dan O-rings.

Bersihkan strainer screen dan strainer cup dalam


larutan pembersih yang tidak dapat terbakar atau
mempunyai titik api tinggi.
Gantilah strainer screen bila perlu.

5-18
SISTEM BAHAN BAKAR
Pasang O-rings baru, strainer screen dan strainer cup.
Kencangkan strainer cup dengan torsi yang ditentukan.
TORSI: 5,9 N.m (0,60 kgf.m; 4,4 Ibf.ft)
Putar fuel valve ke "ON" dan pastikan bahwa tidak ada
kebocoran bahan bakar.

Pasang right lower side cover (hal. 2-6).

SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM


PEMERIKSAAN PAIR (PULSE
SECONDARY AIR INJECTION) CHECK
VALVE
Lepaskan right lower side cover (hal. 2-6).
Lepaskan screws dan check valve cover dari PAIR
control valve body.

l.epaskan check valve dari PAIR control valve body.

Periksa reed terhadap kerusakan atau keletihan, ganti


bila perlu.
Ganti PAIR check valve jika rubber seat retak-retak,
memburuk kondisinya atau rusak, atau jika ada
kerenggangan antara reed dan seat.
.:: REED
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

TORSI:
PAIR check valve cover screw 2,1 N.m (0,21
kgf.m; 1,5 Ibf.ft)

RUBBER SEAT CHECK VALVE

5-19
SISTEM BAHAN BAKAR
PELEPASAN/PEMASANGAN PAIR
CONTROL VALVE
Lepaskan right lower side cover (hal. 2-6).
Lepaskan vacuum hose dan air supply hose dari PAIR
control valve.

Lepaskan bolts dan PAIR control valve body.


Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

PEMERIKSAAN SISTEM
Lepaskan sebagai berikut:
- Lower side covers (hal. 2-6).
- Center cover (hal. 2-6).
VACUUM HOSE
Hidupkan mesin dan panaskan sampai ke suhu operasi
normal dan matikan mesin.
Lepaskan air supply hose dari separate air filter (hal. 5- AIR SUPPLY HOSE
21). \ VACUUM PUMP

"J·!~····:···ii1?'=V!
Lepaskan PAIR check valve (hal. 5-19) dan periksa
bahwa bagian dalam dari PAIR control valve adalah
bersih dan bebas dari endapan karbon.
Periksa PAIR check valve jika bagian dalam dari PAIR
control valve kotor dengan karbon.

Lepaskan PAIR control valve vacuum hose dari inlet


pipe dan sumbat hose joint.
Hubungkan vacuum pump ke PAIR control valve
vacuum hose.

Hidupkan mesin dan buka throttle sedikit untuk


memastikan bahwa udara dihisap masuk melalui air
supply hose.
Jika udara tidak dihisap masuk, periksa air supply hose
terhadap sumbatan.

Dengan mesin dalam keadaan jalan, secara berangsur


terapkan vakum pada PAIR control valve vacuum hose.
Periksa bahwa air supply hose berhenti menghisap
udara, dan bahwa tidak ada kebocoran vakum.

VAKUM YANG DITENTUKAN: 60 kPa (450 mmHg)

Jika udara ditarik masuk atau jika vakum yang


ditentukan tidak dapat dipertahankan, pasang sebuah
PAIR control valve baru.
Jika terjadi peristiwa afterburning pada deselerasi,
bahkan jika secondary air supply system adalah normal,
periksalah air cut-off valve.

Pasang parts yang dilepaskan dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

5·20

SISTEM BAHAN BAKAR

SEPARATE AIR FILTER


Lepaskan center cover (hal. 2-7).
Lepaskan air supply hoses dari guides.
Lepaskan air supply hoses dari separate air filter dan
lepaskan separate air filter.

Periksa separate air filter dan ganti bila perlu.


Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

SEPARATE AIR FILTER

DIRECTION MARK

\
TO THE PAIR
CONTROL VALVE

AIR SUPPLY PIPE


PELEPASAN
Lepaskan right lower side cover (hal. 2-6).
Lepaskan bolts.
Lepaskan air supply hose dan lepaskan air supply pipe.
Lepaskan gasket dan bersihkan kedua permukaan
penyatuan.

PEMERIKSAAN
Bersihkan air supply pipe terhadap retak-retak atau
kerusakan.

5-21
SISTEM BAHAN BAKAR
PEMASANGAN
Pasang sebuah gasket baru pada air supply pipe.

GASKET ~~
IlIIijlll

Hubungkan air supply hose dan air supply pipe.


Pasang dan kencangkan bolts.

Pasang right lower side cover (hal. 2-6).

INLET PIPE
PE~~PASAN
l.epaskan lower side covers (hal. 2-6).
Lepaskan vacuum hose.
Lepaskan sebagai berikut:
- Bolts
- Insulator
- O-rings
- Inlet pipe

PEMASANGAN
Pasang sebuah gasket baru pada cylinder head.

5-22
SISTEM BAHAN BAKAR
Pasang inlet pipe dan bolts pada cylinder head.
Kencangkan bolts dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 12 N.m (1,2 kgf.m; 9Ibf.ft)

Pasang insulator Pasang O-rings baru ke dalam insulator dan alur-alur


dengan boss-nya badan karburator.
menghadap ke alas.

Pasang insulator dan bolts pada badan karburator dan


kencangkan bolts.

Hubunqkan vacuum hose pada inlet pipe.


Pasang lower side covers (hal. 2-6).

5-23
MEMO
6. PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN

KETERANGAN SERVIS
6-2

6-3
PENURUNAN MESIN

PEMASANGAN MESIN
6-4

6-6

6-1
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
LOKASI KOMPONEN

59 N.m~, 44 IbHt)
59 ~·m (6.0 kgf·m, 44 Ibf·ft)

~J lS,·
~ --.f)
. ,'.
'~r'-<j;//
•• / . " .: '• • ' .••.

~ @
.- }/@t,'
'IlJ.
". / ~-' ..' .. '
_ .

~-"-':i
<, d<t'
12 Nrn (1.2 kgf-m, 9 lbf-ft)

"
..............~.._~//

6-2
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Sewaktu menurunkan dan memasang mesin, letakkan sepedamotor pada standard utamanya.
• Topang mesin dengan menggunakan dongkrak atau alat penopang lain yang dapat disetel untuk mempermudah pelepasan
engine hanger bolts (baut penggantung mesin).
• Komponen-komponen berikut ini dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka.
- Alternator (hal. 10-6)
- Manual clutch (kopling manual) (hal. 9-9)
- Centrifugal clutch (kopling sentrifugal) (hal. 9-9)
- Gearshift linkage (peralatan pemindah gigi) (hal. 9-27)
- Cylinder head (kepala silinder) (hal. 7-12)
- Cylinder/piston (hal. 8-5)
- Oil pump (hal. 4-4)
- Starler motor (hal. 17-6)

• Komponen-komponen berikut ini memerlukan penurunan mesin agar dapat menservisnya.


- Crankshaft/transmission/kickstarler (hal. 11-6)
- Shift fork/shift drum (hal. 11-9)
- Cam chain guide sprocket (hal. 11-18)

SPESIFIKASI
BAGIAN SPESIFIKASI
Serat kosong mesin 22,6 kg
Kapasitas oli mesin I Pada penggantian periodik 0,8 liter
I Pada pembongkaran mesin 1,0 liter
Oll mesin yang dianjurkan Oli mesin 4 tak dengan klasifikasi API service SJ,
Viskositas: SAE 10W-30 JASO MA

TORSIPENGENCANGAN
Engine hanger nut 59 N.m (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft)
Drive sprocket fixing plate bolt 12 N.m (1,2 kgf.m; 9lbf.ft)
Inlet pipe mounting bolt 12 N.m (1,2 kgf.m; 9Ibf.ft)
Swingarm pivot nut 59 N.m (6,O kgf.m; 44 Ibf.ft) U-nut

6-3
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
PENURUNAN MESIN
Letakkan sepedamotor pada standard utamanya.
Keluarkan ali mesin (hal. 3-10).
Lepaskan sebagai berikut:
- Body covers (hal. 2-9)
- Left crankcase rear cover (hal. 2-19)
- Exhaust pipe/muffler (hal. 2-19)
- PAIR control valve (hal. 5-20)
Lepaskan spark plug cap dan lepaskan spark plug wire
dari guide.

Lepaskan sebagai berikut:


- Starter motor 2P connector
- Alternator wire connector (Kuning)
- Ignition pulse generator wire connector (Biru/Kuning)
Lepaskan wire band boss.

Lepaskan sebagai berikut:


- Alternator 2P connector
Gear position switch 6P connector (Hitam)
- Crankcase breather hose '

Lepaskan carburetor drain hose dari lower side cover


stay.

6-4
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Lepaskan inlet pipe mounting bolts dan gasket.

Longgarkan lock nuts, drive chain adjusters dan axle


nut.
Dorong roda belakang ke depan.

Lepaskan drive sprocket fixing plate bolts.


Putar dan lepaskan fixing plate.

Lepaskan drive sprocket dari countershaft dan drive


chain.

Lepaskan sebagai berikut:


- Pivot nut/washer
- Bolt
- Plate

6-5
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Lepaskan collar dari pivot bolt.

Topang mesin dengan menggunakan dongkrak atau


alat penopang lain yang dapat disetel.

Lepaskan front engine hanger nut (mur penggantung


depan mesin).
Lepaskan rear upper engine hanger nut (mur
penggantung belakang atas mesin) dan rear lower
engine hanger nut (mur penggantung belakang bawah
mesin).
Lepaskan engine hanger bolts (baut-baut penggantung
mesin) dan engine dari rangka.
• Bungkuslah lubang intlet pipe dengan kain lap
bersih atau tutuplah dengan selembar pita untuk
mencegah jatuhnya benda-benda asing ke dalam
mesin.
PEMASANGAN MESIN
CATATAN:
• Perhatikan arah dari hanger bolts.
• Pakailah donqkrak atau alat penopang lain yang
dapat disetel, denqanhati-hati tempatkan mesin ken
dalam rangka dan manuver ke posisi
pemasangannya.
• Alurkan wires (kawat Iistrik) dan hoses (slang-
slang) dengan benar (hal. 1-15)

Pada waktu Letakkan mesin ke dalam rangka dan topang mesin


pemasangan mesin, dengan menggunakan dongkrak atau alat penopang
peganglah mesin lain yang dapat disetel.
dengan erat dan
berhati-hatilah agar
tidak merusak rangka Pasang engine hanger bolts dan nuts.
dan mesin. Kencangkan rear upper engine hanger nut dengan torsi
yang ditentukan.
TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft)
Kencangkan rear lower engine hanger nut dengan torsi
yang ditentukan.
TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft)
Kencangkan front engine hanger nut dengan torsi yang
ditentukan.
TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft)

6-6
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Pasang collar pada pivot bolt.

Pasang sebagai berikut:


- Plate
- Pivot nut/washer
- Bolt
Turunkan sepedamotor dari standard utama dan
peganglah sepedamotor dengan erat, kemudian
kencangkan swingarm pivot nut dengan torsi yang
ditentukan sementara menahan pivot bolt.

TORSI: 59 Nom (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft)

Kencangkan bolt.

Letakkan sepedarnotor pada standard. utamanya.

Pasang drive chain pada drive sprocket.


Pasang d,:ive sprocket pada countershaft.

Pasang fixing plate pada countershaft sementara


mentepatkan gigi-giginya.
Putar fixing plate dan tepatkan lubang-Iubang bolt
mereka.
Pasang dan kencangkan drive sprocket fixing plate bolts
secara bergantian dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 12 Nom (1,2 kgf.m; 9Ibf.ft)

Pasang sebuah gasket baru pada cylinder head.


Pasang dan kencangkan mounting bolts dengan torsi
yang ditentukan.

TORSI: 12 Nom (1,2 kgf.m; 9lbfoft)

6-7
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Alurkan carburetor drain hose melalui lower side cover
stay.

Hubungkan sebagai berikut:


- Crankcase breather hose.
- Alternator 2P connector
- Gear position switch 6P connector (Hitam)

Hubungkan sebagai berikut:


- Starter motor 2P connector
- Alternator wire connector (Kuning)
- Ignition pulse generator wire connector (Biru/kuning)
Pasang wire band boss.

Hubungkan spark plug cap dan spark plug wire pada


guide.

Pasang sebagai berikut:


- PAIR control valve (hal. 5-20)
- Exhaust pipe/muffler (hal. 2-20)
- Left crankcase rear cover (hal. 2-19)
- Body covers (hal. 2-9)
Isilah ali mesin yang dianjurkan sampai ke tinggi
permukaan yang benar (hal. 3-10).
Setel kekenduran drive chain (hal. 3-14).

6-8
7. CYLINDER HEADNALVES

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN 7-2 CAMSHAFT 7-8 •

KETERANGAN SERVIS 7-3 CYLINDER HEAD 7-12

TROUBLESHOOTING 7-5 CAM CHAIN TENSIONER 7-24

TEST KOMPRESSI CYLINDER 7-6 OIL STOPPER PLATE 7-26

CYLINDER HEAD COVER 7-6

7-1
CYLINDER HEAD/VALVE
LOKASI KOM'PONEN

8 Nrn (0.82 kqf-rn, 5.9 Ibf'ft)


10 Nrn (1.0 kqf-rn, 7 Ibf·ft)
13 Nrn (1.3 kqf-rn, 10 Ibf·ft)

/._._ __._ __._-_._-_ _--_._ __-._--. __ _.- ._--_._---


.. .. .. .. .. .. ... _- - ----._.-
- ---- - - --. ----.._-._-_ ......... -
i
/

/
/

/
/

_..~ .. " ..... ~

(?~.---l/::-...
~

~
~

/
22 Nrn (2.2 kgf'm, 16 Ibf·ft)
16 Nrn (1.6 kqf-rn, 12 Ibf·ft)

7-2
CYLINDER HEADNALVE
KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Bab ini meliputi servis dari cylinder head, valves, camshaft dan cam chain tensioner.
• Pekerjaan servis dari cylinder head, valves, camshaft dan cam chain tensioner dapat dilakukan dengan mesin terpasang
pada rangka.
• Sewaktu pembongkaran, tandai dan simpanlah paris yang dibongkar untuk memastikan bahwa mereka dipasang kembali
pada lokasi mereka semula.
• Bersihkan semua parts yang dibongkar dengan larutan pembersih dan keringkan dengan meniup dengan udara dari
kompressor sebelum memeriksanya.
• Minyak pelumasan camshaft disalurkan melalui jalan Iintasan oli di dalam cylinder head. Bersihkan jalan lintasan oli sebelun
merakit kembali cylinder head.
• Hati-hati agar tidak merusak perm u1<aan-perm ukaan penyatuan ketika melepaskan cylinder head.

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Tekanan kompressi cylinder 1.245 kPa (12,7 kgf/cm£: 181 psi) -
pad a 600 menit' (rpm)
Perubahan bentuk melengkung cylinder head - 0,05
Valve, Jarak renggang klep IN/EX 0,10±0,02 -
valve guide (MASUK/BUANG)
D.L. valve stem IN 4,975 - 4,990 4,965
EX 4,955 - 4,970 4,945
D.O. valve guide IN/EX 5,000 - 5,012 5,03
Jarak renggang stem-ke- IN 0,010- 0,037 0,065
guide EX 0,030 - 0,057 0,085
Proyeksi valve guide IN/EX 9,1 - 9,3 -
Lebar valve seat IN/EX 0,90 -1,10 1,6
Panjang bebas valve spring IN/EX 30,67 29,70
Rocker arm/ D.O. rocker arm IN/EX 10,000 - 10,015 10,10
shaft D.L.·rocker arm shaft IN/EX 9,972 - 9,987 9,91
Jarak renggang rocker IN/EX 0,013 - 0,043 0,044
arm -ke-shaft
Camshaft Ketinggian cam lobe IN 32.194 - 32,434 32,16
(cuping bubungan) EX 31,990 - 32,230 31,96
Cam chain D.L. push rod 11,985 - 12,000 11,94
tensioner Panjang bebas spring 111,3 109

TORSI PENGENCANGAN

Cytinder head cover special bolt 10 N.m (1,0 kgf.m; 7Ibf.ft)


Cylinder head nut 13 N.m (1,3 kgf.m; 10 Ibf.ft) Semprotkan ali pada ulir dan permukaan dud uk.
Cam sprocket bolt 8 N.m (0,82 kgf.m; 5,9 Ibf.ft) Oleskan zatpengunci pada ulir: Lihat hal. 7-11
Cam chain tensionersealing bolt 22 N.m (2,2 kgf.m; 16Ibf.ft)
Cam chain tensioner arm pivot bolt 16 N.m (1,6 kgf.m; 12 Ibf.ft)
CYLINDER HEADNALVE
TOOLS

Valve spring compressor Valve spring compressor attachment Valve guide driver, 5.0 mm
07757-0010000 07959-KM30101 07942-MA60000

1------------------------+--------------+------------------j
Valve guide reamer, 5.0 mm Seat cutter, 27.5 mm (45 0 IN) Seat cutter, 24 mm (45 0 EX)
07984-MA60001 07780-0010200 07780-0010600

Flat cutter, 27 mm (32 0 IN) Flat cutter, 22 mm (32 0 EX) Interior cutter, 26 mm (60 0 IN)
07780-0013300 07780-0012601 07780-0014500

Interior cutter, 22 mm (60 0 EX) Cutter holder, 5.0 mm


07780-0014202 07781-0010400

7-4
CYLINDER HEADNALVE
TROUBLESHOOTING
• Persoalan pada bagian atas mesin biasanya mempengaruhi unjuk kerja mesin. Persoalan ini dapat didiagnosa dengan test
kompressi atau dengan menelusuri suara-suara mesin pada bagian atas dengan sounding rod stethoscope.
• Jika unjuk kerja mesin buruk pada kecepatan rendah, periksalah terhadap asap putih pada crankcase breather hose (slang
pernapasan bak mesin). Jika hose berasap, periksa terhadap piston ring yang macet (hal. 8-7).

Kompressi terlalu rendah, mesin sulit dihidupkan atau


unjuk kerja buruk pada kecepatan rendah
• Valves (klep-klep):
- Jarak renggang klep tidak benar
- Valves terbakar atau bengkok
- Tertib waktu klep tidak benar
- Valve spring patah
- Valve macet terbuka
• Cylinder head:
- Valve seating (dudukan klep) tidak merata
- Cylinder head gasket bocor atau rusak
- Ada perubahan bentuk melengkung atau retak-retak pada cylinder head
• Cylinder, piston atau piston rings aus (hal. 8-6)

Kompressi terlalu tinggi, overheating atau knocking


• Ada pembentukan karbon secara berlebihan pada piston head (kepala piston) atau di ruang pembakaran

Asap berlebihan
• Cylinder head:
- Valve stem atau valve guide aus
- Ada kerusakan pada stem seal
• Cylinder, piston atau piston rings aus (hal. 8-6)

Mesin berisik
• Cylinder head:
- Jarak renggang klep tidak benar
-' Valve macet atau valve spring patah
- Camshaft rusak atau aus
- Cam chain longgar atau aus
- Cam chain guide roller/sprocket aus atau rusak
- Cam chain tensioner aus atau rusak
- Gigi-gigi cam sprocket aus
- Rocker arm dan/atau shaft aus
• Cylinder, piston atau piston rings aus (hal. 8-6)

Putaran stasioner kasar


• Tekanan kompressi cylinder rendah
• Sistem bahan bakar tidak bekerja dengan baik (hal. 5-3)

7-5
CYLINDER HEAD/VALVE
TEST KOMPRESSI CYLINDER
Panaskan mesin sampai suhu operasi normal.
Matikan mesin dan lepaskan spark plug cap (topi busi).
Lepaskan spark plug (busi) (hal. 3-7).
Pasang compression gauge (meter pengukur
kompressi) pada lubang busi.
Putar ignition switch (kunci kontak) ke ON.
Masukkan transmissi ke dalam neutral.
Agar tidak Buka throttle seluruhnya dan putar mesin dengan starter
menghabiskan sampai pembacaan gauge berhenti naik. Pembacaan
muatan listrik baterai, maksimum biasanya dicapai dalam 4 - 7 detik.
jangan jalankan
starter motor untuk
lebih dari 7 detik. STANDARD: 2
1.245 kPa (12,7 kgf/cm ; 181 psi) pada 600 rnenlt'
(rpm)
Jika kompressi tinggi, ini menunjukkan bahwa telah
terkumpul endapan karbon pada ruang pembakaran
dan/atau mahkota piston.

Jika kompressi rendah, tuangkan 3 - 5 cc oli mesin ke


dalam cylinder melalui lubang busi dan periksa kembali
kompressi.

Jika kompressi naik dari nilai sebelumnya, periksalah


cylinder, piston dan piston rings terhadap sebagai
berikut:
- Kebocoran pada cylinder head gasket
- Keausan piston ring
- Keausan cylinder dan piston

Jika kompressi sama dengan nilai sebelumnya,


periksalah velves (klep-klep) terhadap kebocoran.

CYLINDER HEAD COVER


PELEPASAN
Lepaskan special bolts, mounting rubbers dan cylinder .......1i%fri'Y...,..II8JIilIIff/I'&
head cover. J. SPECIAL BOLTS/

i MOUNTING RUBBERS
~t#

""!!!UIlll/IIIIII!I1i/&.I:WJI _
W!II!fI

7-6
CYLINDER HEADNALVE
Lepaskan rubber seal dan dowel pin dari cylinder head
cover.

PEMASANGAN
Tiuplah terbuka jalan lintasan oli di dalam cylinder head
cover dengan udara dari kompressor. CYLINDER HEAD
COVER

Pastikan bahwa rubber seal berada dalam kondisi baik


dan ganti bila perlu.

Pasang rubber seal ke dalam alur pada cylinder head


cover. n •

Pasang dowel pin.

Oleskan liquid sealant (Three bond 5211C atau


SHINETSU SILICONE KE45T atau Three bond 1215
atau sejenisnya) pada daerah setengah Iingkaran dari .(l~ SEAL POINTS
rubber seal seperti diperlihatkan.

7-7
CYLINDER HEADNALVE
Pasang mounting rubbers dengan tanda "UP" mereka
menghadap ke atas. TANDA"UP"

MOUNTING RUBBER

Letakkan cylinder head cover pada cylinder head.


Pasang special bolts dan kencangkan dengan torsi
yang ditentukan.

TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m; 7 Ibf.ft)

'CAMSHAFT
PELEPASAN
CATATAN:
• Camshaft dapat diservis dengan mesin terpasang
pada rangka.
Lepaskan sebagai berikut:
- Lower side covers (hal. 2-6)
- Cylinder head cover (hal. 7-6)
- Left crankcase cover (hal. 10-4)
- Cam chain tensioner sealing washer/bolt

Putar crankshaft berlawanan arah jarum jam sampai


index lines (garis penunjuk) pada cam sprocket sejajar
dengan permukaan atas dari cylinder head.
Pastikan bahwa piston berada pada TDC (Top Dead
Center) [TMA = Titik Mati Atas] pada langkah
kompressi.
Posisi ini dapat diketahui dengan mengkonfirmasikan
bahwa ada kerenggangan pada rocker arms. Jika tidak
ada kerenggangan, putar crankshaft sekali lagi sampai
posisi yang benar telah diperoleh.

Lepaskan bolts, cam sprocket dari camshaft dan


lepaskan cam chain dari cam sprocket.
Ikatlah cam chain dengan sepotong kawat agar tidak
dapat terjatuh ke dalam crankcase.

7-8
CYLINDER HEADNALVE
Lepaskan bolt/washer dari cylinder head.

Lepaskan camshaft dari cylinder head sementara


memegang rocker arms untuk mempermudah
pelepasan.

PEMERIKSAAN
Putar outer race (lingkaran luar) dari masing2 camshaft
bearing dengan jari-jari. Bearing harus berputar dengan
halus dan tanpa suara.
Juga periksa bahwa bearing inner race (Iingkaran dalam
bantalan) duduk dengan erat pada camshaft. .
Ganti susunan camshaft jika bearing tidak berputar
dengan halus, tanpa suara, atau jika mereka duduk
dengan longgar pada camshaft.

Periksa cam lobes (cuping bubungan) terhadap


keausan berlebihan dan kerusakan.

Ukur tinggi masing2 cam lobe.


BATAS SERVIS:
IN: 32,16 mm
EX: 31,96 mm

7-9
CYLINDER HEADNALVE
PEMASANGAN
Sempratkan ali mesin pada seluruh permukaan
camshaft.

Pasang camshaft ke dalam cylinder head dengan tab-


nya menghadap ke atas sementara memegang rocker
arms untuk mempermudah pemasangan.

Pasang dan kencangkan bolt/washer.

Putar crankshaft. berlawanan arah jarum jam sampai


index line (garis penunjuk) pada flywheel bertepatan
dengan index notch (takik penunjuk) pada left
crankcase. .

Semprotkan ali mesin pada cam chain dan gigi-gigi cam


sprocket.

Pasang cam chain pada cam sprocket dengan tanda


yang dicetak menghadap ke atas, dengan memastikan
bahwa index lines pada cam sprocket adalah rata STAMP
dengan permukaan atas dari cylinder head seperti MARK
diperlihatkan (TOC pada langkah kampressi).
Pasang cam sprocket pada camshaft.

7-10
CYLINDER HEADNALVE
Oleskan zat pengunci pada ulir cam sprocket bolt
Coating width: 6.5 ± 1.0 mm
seperti diperlihatkan.
(0.26 ± 0.04 in) from
Pasang dan kencangkan cam sprocket bolts dengan
torsi yang ditentukan.

TORSI: 8 N.m (0,82 kgf.m; 5,9 Ibf.ft)

Tuangkan 4,0 - 5,0 cc ali mesin ke dalam cam chain


tensioner push rod seperti diperlihatkan.

Pasang sebuah sealing washer baru dan bolt, kemudian


kencangkan.
Pasang sebagai berikut:
- Cylinder head cover (hal. 7-7).
- Left crankcase cover (hal. 10-5)
- Lower side covers (hal. 2-6)

7-11
CYLINDER HEAD/VALVE
CYLINDER HEAD (KEPALA SILINDER)
CATATAN:
• Cylinder head dapat diservis dengan mesin
terpasang pada rangka.
Lepaskan sebagai berikut :
- Cam sprocket (hal. 7-8)
- Exhaust pipe/muffler (hal. 2-19)
- Inlet pipe mounting bolts/gasket (hal. 5-22)
- PAIR air supply pipe (hal. 5-21)
Lepaskan cylinder head bolts.
Longgarkan cylinder head nuts dalam pola bersilangan
dalam dua atau tiga langkah.

Lepaskan keempat nuts, dua washers dan sebuah


plate.

NUTS/WASHERS
Lepaskan cylinder head.

.'-~ir~
CYLINDER HEAD

Lepaskan gasket dan dowel pins.


DOWEL PINS

GASKET

7-12
CYLINDER HEAD/VALVE
PEMBONGKARAN
ROCKER ARM/SHAFT
Lepaskan rocker arm shaft stopper bolt.
BOLT

Sekrupkan 5 mm bolt ke dalam lubang berulir di dalam


ROCKER ARMS
rocker arm shaft dan tariklah keluar dari cylinder head.
Keluarkan rocker arms.

CAMSHAFT
Keluarkan bolt/washer dan camshaft.

VALVE
Untuk menghindari Lepaskan valve cotters dengan menggunakan valve
hilangnya tegangan, spring compressor. VALVE SPRING COMPRESSOR
jangan tekan valve
springs lebih dari TOOLS:
yang diperlukan untuk
melepaskan cotters. Valve spring compressor 07757-0010000
Valve spring compressor 07959-KM30101
attachment

COTTERS
ATTACHMENT

7-13
CYLINDER HEAD/VALVE
Tandailah semua Lepaskan valve spring compressor dan lepaskan
parts pada waktu sebagai berikut: VALVE

i~
p~mbongkaran _ Valve spring retainers
sehingga mereka _ Valve springs
dapat diletakkan
kembalipada lokasi'
semula mereka. - Valves
.
- Valve spring seats

- Valve stem seals .::~ L..


H.
./Ii

I,\ifl/
VALVE STEM SEAL

VALVE SPRING SEAT /~


VALVE SPRING

VALVE SPRING RETAINER

Hati-hati agar tidak Buanglah endapan karbon dari ruang pembakaran dan
merusak permukaan bersihkan permukaan cylinder head gasket.
penyatuan dan
permukaan valve seat.

PEMERIKSAAN
CYLINDER HEAD
Periksa lubang busi dan daerah di sekitar valve
terhadap retak-retak.
Periksa cylinder head terhadap perubahan bentuk
melengkung dengan mistar lurus dan sebuah feeler
gauge (Iidah pengukur).

BATAS SERVIS: 0,05 mm

ROCKER ARM/SHAFT
Bongkar cylinder head (hal. 7-13).
ROLLERS
Periksa rocker arm shafts dan rocker arms terhadap
keausan atau kerusakan.

Putar rocker arm rollers dengan jari-jari.


Rollers harus dapat berputar dengan halus dan tanpa
suara.

Ukur D.O. masing-masing rocker arm.


BATAS SERVIS: IN/EX: 10,10 mm
Ukur D.L. masing-masing rocker arm shaft.
BATAS SERVIS: IN/EX: 9,91 mm ROCKER ARM SHAFTS
Hitung jarak renggang antara rocker arm-ke-shaft.
BATAS SERVIS: IN/EX: 0,044 mm

7-14
CYLINDER HEADNALVE
VALVE SPRING
Bongkar cylinder head (hal. 7-13).
Ukur panjang bebas valve springs.
BATAS SERVIS: IN/EX: 29,70 mm
Gantilah springs jika mereka lebih pendek dari batas
servis.

VALVE/VALVE GUIDE
Bongkar cylinder head (hal. 7-13).
Periksa bahwa valve bergerak dengan halus di dalam
guide.
Periksa masing-masing valve terhadap keadaan
melengkung, keadaan terbakar, goresan atau keausan
tidak normal.

Ukur O.L. masing-masing valve stem dan catat.

BATAS SERVIS: IN: 4,965 mm


EX: 4,945 mm

Selalu putar reamer Lakukan pekerjaan reaming pada valve guide untuk
searah jarum jam, membuang pembentukan karbon sebelummengukur VALVE Gl)IDE REAMER"
jangan sekali-kali
guide. n
putar berlawanan
. jarumjam sewaktu
Masukkan reamer dari sisi ruang pembakaran dari
memasukkan, cylinder head dan selalu putar reamer searah jarum
mengeluarkan dan jam.
melakukan pekerjaan
reaming. TOOL:
Valve guide reamer, 5.0 mm 07984-MA60001

Periksa dan lakukan Ukur D.O. masing-masing valve guide dan catat.
pekerjaan refacing
pada valve seats BATAS SERVIS: IN/EX: 5,03 mm
setiap kali valve K .0 L . . ltd' 0 0 'd
uides di anti (hal. 7- . urangl .. maslng-maslng va ve s em . an . . gUI e
g g 21). yang bersangkutan untuk mendapatkan jarak renggang
stem-ke-guide.

BATAS SERVIS: IN: 0,065 mm


EX: 0,085 mm

Jika jarak renggang stem-ke-guide melampaui


batas servis, tentukan apakah sebuah guide baru
dengan ukuran standard akan membawa jarak
renggang di dalam toleransi.
Jika demikian, gantilah guides yang diperlukan dan
lakukan pekerjaan reaming agar pas (hal. 7-20).
Jika jarak renggang stem-ke-guide melampaui batas
servis dengan guide yang baru, gantilah valve juga.

-7-15
CYLINDER HEADNALVE
PERAKITAN

COTTERS

SPRING RETAINER ~.. VALVE SPRING


-:71 EXHAUST ROCKER ARM

~
S~
SPRING SEAT
-:71 INLET ROCKER ARM
VALVE STEM SEAL

~~
S_~~~>·,
-:71 VALVEG;~

©
INLET ROCKER
ARM SHAFT

ROCKER ARM SHAFT


STOPPER SOLT

EXHAUST VALVE

CAMSHAFT

, INLET VALVE

VALVE
Tiuplah melalui jalan lintasan oli di dalam cylinder head
dengan udara dari kornpressor.
Pasang valve spring seats dan valve stem seals baru.

Lapisi permukaan peluncuran valve stem dengan oli SPRING SEAT


mesin.
Masukkan valves ke dalam valve guides sementara
memutar mereka dengan pelan untuk menghindari

/~
kerusakan pada valve stem seals.

tit STEM SEAL

7-16
CYLINDER HEADNALVE
Pasang valve springs dengan lilitan yang rapat
menghadap ke ruang pembakaran.

Ke ruang
pembakaran

Pasang valve spring retainer.


VALVE SPRING COMPRESSOR
Untuk menghindari Pasang valve cotters dengan menggunakan valve
hilangnya tegangan, spring compressor.
jangan tekan valve
spring lebih daripada TOOLS:
yang diperlukan untuk
memasang callers.
Valve spring compressor 07757 -0010000
Valve spring compressor 07959-KM30101
attachment

ATTACHMENT

Topang cylinder head Letakkan sebuah .suitable tool (alat perkakas yang
di a/as permukaan sesuai) pada valve stem. SUITABLE TOOL
meja kerja untuk
menghindari
Ketuk tool dengan ringan untuk mendudukkan cotters
terjadinya kerusakan
pada valve, dengan erat dengan menggunakan paluplastik.

COTTERS

VALVE STEM
CAMSHAFT
Semprotkan oli mesin pada seluruh permukaan
camshaft.

Pasang camshaft dengan tab-nya menghadap ke atas.

7-17
CYLINDER HEAD/VALVE
Pasang dan kencangkan bolt-washer.
BOLT/WASHER

ROCKER ARM
Semprotkan oli mesin pada permukaan peluncuran dan
permukaan roller dari rocker arm.
Semprotkan ali mesin pada permukaan peluncuran dari
rocker arm shaft.
-:711
Ii
INLET
ROCKER ARM
, EXHAUST
ROCKER ARM

, ROCKER ARM SHA~TS


Pasang rocker arms pada cylinder head.
ROCKER ARMS
Pasang exhaust rocker arm shaft ke dalam exhaust
rocker arm dan cylinder head sampai ia telah duduk
sepenuhnya (exhaust: untuk klep buang).

Masukkan inlet rocker arm shaft ke dalam cylinder head


dengan menggunakan abeng minus sementara
menjajarkan lubang-Iubang bolt dari shaft dan cylinder
head (inlet: untuk klep masuk).

INLET ROCKER ARM SHAFT

Tepatkan (bolt holes)

7-18
CYLINDER HEAD/VALVE
Pasang dan kencangkan rocker arm shaft stopper bolt.
BOLT

PEMASANGAN
Bersihkan permukaan penyatuan cylinder dan cylinder
head.
Pasang dowel pins dan sebuah gasket baru pada
cylinder.

Alurkan cam chain melalui cylinder head dan pasang


cylinder head pada cylinder.

CYLINDER HEAD
Semprotkan ali mesin pada permukaan duduk dan ulir
dari cylinder head nuts. Pasang plate dan dua washers
dan kencangkan cylinder head nuts dalam pola
bersilangan dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 13 N.m (1,3 kgf.m; 10

Pasang dan kencangkan cylinder head mounting bolts.


Pasang sebagai berikut:
- Cam sprocket (hal. 7-10)
- Exhaust pipe/muffler (hal. 2-20)
- Gasket/inlet pipe mounting bolts (hal. 5-22)
- PAIR air supply pipe (hal. 5-22)

7-19
CYLINDER HEAD/VALVE
PENGGANTIAN VALVE GUIDE
Bongkar cylinder head (hal. 7-13).
Dinginkan valves guides baru di dalam bag ian freezer
dari lemari es selama kira-kira 1 jam.
CATATAN:
• Pastikan untuk memakai sarung tangan tebal untuk
menghindari luka-Iuka bakar sewaktu menangani
cylinder head yang telah dipanaskan.
• Jangan menggunakan obor untuk memanaskan
cylinder head karena dapat mengakibatkan
perubahan bentuk melengkung.
• Dorong masuk guides baru dari sisi camshaft
sementara cylinder head masih panas.
Panaskan cylinder head sampai 130 - 140°C dengan VALVE GUIDE
kompor listrik atau oven. Jangan memanaskan cylinder
head melampaui 150°C. Pakailah tongkat indikator
suhu, yang dapat dibeli dari toko pemasok
perlengkapan pengelasan, untuk memastikan bahwa
cylinder head telah dipanaskan sampai ke suhu yang
tepat.
Topang cylinder head dan dorong keluar valve guides
dari cylinder head dari sisi ruang pembakaran.
TOOL:
Valve guide driver, 5.0 mm 07942-MA60000
Keluarkan valve guides baru dari freezer.
Dorong masuk clips baru dan valve guides ke dalam
cylinder head sampai ke ketinggian yang ditentukan dari
permukaan cylinder head.
TOOL:
Valve guide driver, 5.0 mm 07942-MA60000
PROYEKSI VALVE GUIDE: 9.1 - 9.3 mm
IN/EX: 9,1.-9,3mm ----"'--- (0.36.- 0.37 in)
Biarkan cylinder head menjadi dingin kembali sampai ke"
suhu ruangan.

Lakukan pekerjaan reaming pada valve guides baru


setelah pemasangan. VALVE GUIDE REAMER
CATATAN:
• Hati-hati agar tidak memiringkan atau
mencondongkan reamer di dalam guide sewaktu
meng-reaming.
• Pakailah cutting oil pada reamer selama
pengerjaan ini.
Masukkan reamer dari SISI ruang pembakaran dari
cylinder head dan selalu putar reamer searah dengan
perputaran jarum jam.

TOOL:
Valve guide reamer, 5.0 mm 07984-MA60001
Bersihkan cylinder head secara menyeluruh untuk
membuang partikel-partikel logam setelah pekerjaan
reaming dan jalankan pekerjaan refacing (pembentukan
kembali permukaan) pad a valve seat (hal. 7-21).

7-20
CYLINDER HEADNALVE
PEMERIKSAANJREFACING VALVE SEAT
Bongkar cylinder head (hal. 7-13). HAND-LAPPING TOOL
Bersihkan intake valves (klep pemasukan) dan exhaust
valves (klep pembuangan) secara menyeluruh untuk
membuang endapan karbon.

Oleskan lapisan tipis Prussian Blue pada valve seats


(dudukan klep).
Ketuk valve terhadap valve seat beberapa kali dengan
menggunakan hand-lapping tool (alat skir klep dengan
tangan), tanpa memutar valve agar mendapatkan pola
yang jelas.

Valves tidak dapat Lepaskan valve dan periksa muka valve seat.
digerinda. Jika 11111ka
valve terbakar, sangat Kontak valve seat harus di dalam lebar yang ditentukan
aus ataujika ia dan merata sepanjang kelilingnya.
mengkontak seat
secara tidak merata,
gantilah valve.
STANDARD:
BATAS SERVIS:
0,90 -1,10 mm
1,6mm
+ ...
~ ,.:..,

-1:--.---.-1-------"',
_~ ..
:-,._" - "

-'-

-1- '-"- -,
Jika lebar valve seat di luar spesifikasi, reface valve <"""""\~
seat (bentuk kembali permukaan dudukan klep) (hal. 7-
21 ). )","
LEBAR SEAT

Periksa muka valve seat terhadap:


Kerusakan pada muka:
- Gantilah valve dan reface valve seat
Lebar seat tidak merata:
- Valve stem bengkok atau runtuh; Ganti valve dan
reface valve seat.

KERUSAKAN PADA MUK LEBAR SEAT TIDAK


MERATA

• Daerah kontak (terlalu rendah atau terlalu tinggi):


- Reface valve seat

TERLALU RENDAH TERLALU TINGGI


CYLINDER HEADNALVE
• Ikuti petunjuk pemakaian pabrik pembuat refacer.
• Hati-hati agar tidak menggerinda seat lebih
daripada yang diperlukan.

Jika daerah kontak terlalu tinggi pada valve, seat harus


KONTAK TERLALU TINGGI LEBAR SEAT LAMA
diturunkan dengan menggunakan 32° flat Gutter.

Jika daerah kontak terlalu rendah pada valve, seat


harus dinaikkan dengan menggunakan 60° interior
Gutter.
) "/~_~20
Haluskan permukaan seat sesuai dengan spesifikasi,
dengan menggunakan 45° finish Gutter. KONTAK TERLALU RENDAH LEBAR SEAT LAMA

~ ..----
Reface seat dengan Pakailah 45° seat Gutter, hilangkan kekasaran atau
45 cutter seiap kali ketidak-teraturan dari seat.
0

sebuah valve guide KEKASARAN


diganti .. TOOLS:
Seat cutter, 27.5 mm (45 0 IN) 07780~001 0200
Seat cutter, 24 mm (45 0 EX) 07780-0010600
Cutter holder, 5.0 mm 07781-0010400

Pakailah 320 flat Gutter, hilangkan % bagian teratas dari


bahan valve seat yang ada sekarang.

TOOLS:
Flat cutter, 27 mm (320 IN) 07780-0013300
Flat cutter, 22 mm (32 0 EX) 07780-0012601
Cutter holder, 5.0 mm 07781..0010400

7-22
CYLINDER HEADNALVE
Pakailah 60° interior cutter, hilangkan % bagian
terbawah dari bahan valve seat yang ada sekarang.

TOOLS:
Interior cutter, 26 mm (600 IN) 07780-0014500
Interior cutter, 22 mm (600 EX) 07780-0014202
Cutter holder, 5.0 mm 07781-0010400

Dengan menggunakan 45° seat cutter, potong seat


sampai lebar yang benar.
0.90 -1.10 mm
LEBAR VALVE SEAT: 0,90 -1,10 mm /~.035 - 0.043 in)

Pastikan bahwa semua lubang-Iubang dan ketidak- /

teraturan telah dihilangkan. ///

CATATAN:
• Tekanan skir klep yang berlebihan dapat merubah
bentuk atau merusak seat.
• Ubah sudut dari lapping tool sering-sering untuk
menqhindari keausan seat yang tidak merata.
• Jagalah agar lapping' compound (ambril) tidak
memasuki guides.
Setelah memotong· seat, oleskan lapping compound
pada muka valve, dan skir klep dengan menggunakan
tekanan ringan.

Setelah menskir klep, cucilah compound yang tersisa


dari cylinder head dan valve dan periksa kembali kontak
seat.

Rakit cylinder head (hal. 7-16).

7-23
CYLINDER HEAD/VALVE
CAM CHAIN TENSIONER
PELEPASAN
Lepaskan flywheel (hal. 10-8).
Lepaskan cam chain tensioner sealing washer/bolt,
tensioner spring dan push rod.

Lepaskan pivot bolt, washer, tensioner arm/collar dan


tensioner roller.

PEMERIKSAAN
Ukur panjang bebas tensioner spring.
BAlAS SERVIS: 109 mm

I.. . flt'~ {I\.iY'V\./ V\.,/\ /\./'\/\.;. /\. /\.1\ .//\.;/\./(\',;(\\111\Ift.


I l ! V V V V I \ II II t t. \/ \
t\i.·

Periksa push rod terhadap keausan atau kerusakan.


Ukur D.L. push rod.
BAlAS SERVIS: 11,94 mm

7-24
CYLINDER HEADNALVE
Periksa check valve di dalam push rod terhadap
keausan atau kerusakan.

CHECK VALVE

PEMASANGAN
Pasang cam chain tensioner roller, collar, tensioner arm
dan pivot bolt/washer, kemudian kencangkan dengan
torsi yang ditentukan.

TORSI: 16 N.m (1,6 kgf.m; 12Ibf.ft)

Pasang push rod.


Pasang tensioner spring dengan ujungnya yang
meruncing menghadap k~ bawah.

Pasang dan kencangkan sealing bolt dengan sebuah


sealing washer baru dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 22 N.m (2.2 kgf.m; 16 Ibf.ft)

Lepaskan cam chain tensioner sealing bolt dan washer.


Tuangkan 4,0 - 5,0 cc oli mesin ke dalam push rod.

Pasang dan kencangkan sealing bo" dengan sebuah


sealing washer baru.

Pasang flywheel (hal. 10-12).

7-25
CYLINDER HEAD/VALVE
OIL STOPPER PLATE
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan flywheel (hal. 10-8).
Lebar pelapisan: 6.5 ± 1.0 mm
Lepaskan bolt dan oil stopper plate. dari ujung
Oleskan zat pengunci pada ulir bolt seperti ditentukan.
Pasang oil stopper plate dan kencangkan bolt.

Pasang flywheel (hal. 10-12).

7-26
8. CYLINDER/PISTON

LOKASI KOMPONEN-KOMPON EN 8-2 TROUBLESHOOTING 8-4

KETERANGAN SERVIS 8-3 CYLINDER/PISTON 8-5 •

8-1
CYLINDER/PISTON
LOKASI KOMPONEN

10 Nrn (1.0 kqf-rn, 7Ibf-ft)

8-2
CYLINDER/PISTON
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bab ini meliputi servis dari cylinder dan piston. Pekerjaan servis ini dapat dilakukan dengan mesin terpasang pada rangka.
Hati-hati agar tidak merusak dinding cylinder dan piston.
Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan ketika melepaskan cylinder. Jangan mengetuk cylinder terlalu keras
sewaktu pelepasan.
Bersihkan semua pans yang dibongkar dengan larutan pembersih dan keringkan dengan meniup dengan udara dari
kompressor sebelum pemeriksaan.

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Cylinder D.O. 50,005 - 50,015 50,05
Kelonjongan - 0,10
Ketirusan - 0,10
Perubahan bentuk melengkung - 0,05
Piston, Arah tanda pada piston Tanda "IN" menghadap ke -
piston rings sisi pemasukan
D.L. piston 49,980 - 49,995 49,91
Titik pengukuran D.L. piston 10 mm dari bagian bawah -
piston
D.O. lubang piston pin 13,002 - 13,008 13,03
O.L. piston pin 12,994 - 13,000 12,98
Jarak renggang antara piston-ke-piston pin 0,002 - 0,014 0,075
Jarak renggang antara piston ring- Patino atas 0,015 -0,050 0,09
ke-alurnya (Riken) Kedua 0,015 - 0,050 0,09
Jarak renggang antara piston ring- Paling atas 0,015 - Q,045 0,09
ke-alurnya (Teikoku) Kedua 0,015 - 0,045 0,09
Celah pada ujung piston ring Paling atas 0,10 - 0,25 0,5
(Riken) Kedua 0,10 - 0,25 0,5
Oli (side rail) 0,20 - 0,70 1,1
Celah pada ujung piston ring Paling atas 0,10 - 0,25 0,5
(Teikoku) Kedua 0,10 - 0,25 0,5
Oli (side rail) 0,20 - 0,70 1,1
Jarak renggang antara cylinder-ke-piston 0,010- 0,035 0,10
D.O. kepala kecil connecting rod 13,016 - 13,034 13,05
Jarak renggang antara connecting rod-ke-piston pin 0,016 - 0,040 0,07

TORSIPENGENCANGAN
Cam chain guide roller pin bolt 10 N.m (1,0 kgf.m; 7 Ibf.ft)
Cylinder stud bolt Lihat hal. 8-8
CYLINDER/PISTON
TROUBLESHOOTING
Kompressi terlalu rendah, mesin sullt dihidupkan atau unjuk kerja buruk
pada kecepatan rendah
• Cylinder head gasket bocor
• Piston ring aus, macet atau patah
• Cylinder dan piston aus atau rusak
• Connecting rod bengkok
• Persoalan pada cylinder head/valve (hal. 7-5)

Kompressi terlalu tinggi, overheating atau knocking


• Ada pembentukan karbon secara berlebihan pada piston head (kepala piston) atau di ruang pembakaran

Asap berlebihan
• Cylinder, piston atau piston rings aus
• Pemasangan piston rings tidak benar
• Piston atau dinding cylinder tergerus atau tergores
• Persoalan pada cylinder head/valve (hal. 7-5)

Suara tidak normal


• Piston pin atau lubang piston pin aus
• Cylinder, piston atau piston rings aus
• Kepala kecil connecting rod aus

8-4
CYLINDER/PISTO~

CYLINDER/PISTON
PELEPASAN CYLINDER
CATATAN:
• Cylinder dan piston dapat diservis dengan mesin
terpasang pada rangka.
Lepaskan sebagai berikut:
- Cylinder head (hal. 7-12)
- Dua bolts
- Lower side cover stay

Hati-hati agar tidak - Cam chain guide roller pin bolt/sealing washer
menjatuhkan guide - Guide roller
roller ke dalam
crankcase.

Hati-hati agar tidak - Cylinder


merusak permukaan
penyatuan.

CYLINDER

- Gasket
- Dowel pins

I
DOWEL PINS
CYLINDER/PISTON
PELEPASAN PISTON
Letakkan kain lap Lepaskan piston pin clip dengan tang.
bersih di atas
crankcase agar clip Oorong piston pin keluar dari piston dan connecting rod,
tidak dapatjatuh ke dan keluarkan piston.
dalam crankcase.

Jangan merusak Renggangkan masing-masing piston ring dan lepaskan


piston ring dengan dengan mengangkatnya ke atas pada sebuah titik di
merenggangkan seberang celah.
ujung-u}ungnya
ter/alu jauh.

Jangan sekali-kali Bersihkan endapan karbon dar; alur-alur piston ring


nemakai sikat kawat, dengan sebuah piston ring bekas yang tidak dipakai PISTON RING BEKAS
1 akan merusak a/ur.
lagi.

Tiuplah jalan lintasan oli dengan udara dari kompressor,


bila perlu.

PEMERIKSAAN
CYLINDER
Periksa dinding cylinder terhadap goresan dan keausan.
Ukur dan catat D.O. cylinder pada tiga tingkat pada
poros X dan Y. Ambil bacaan maksimum untuk
menentukan keausan cylinder.

BAlAS SERVIS: 50,05 mm


Hitung jarak renggang cylinder-ke-piston.
Untuk pengukuran D.L. piston (hal. 8-8).
BAlAS SERVIS: 0,10 mm

-6
CYLINDER/PISTON
Hitung ketirusan dan kelonjongan cylinder pada tiga
tingkat pada poros X dan Y. Ambil pembacaan
maksimum untuk menentukan kedua pengukuran.

BATAS SERVIS: X
Ketirusan: 0,10 mm
Kelonjongan: 0,10 mm

Nomor-nomor parts Cylinder harus dikorter dan oversize piston harus


ini dU/hll bctuhcth dipasang jika batas servis dilampaui.
tUIJPU petnberitahuan Oversize pistons berikut tersedia:
tertulis.
0,25 mm: 13102-KWB-305
0,50 mm: 13103-KWB-305
0,75 mm: 13104-KWB-305
1,OOmm: 13105-KWB-305

Cylinder harus dikorter sehingga jarak renggang untuk


sebuah oversize piston adalah 0,010 - 0,035 mm.

Periksa cylinder terhadap perubahan bentuk


melengkung dengan meletakkan sebuah mistar lurus
dan feeler gauge antara lubang-Iubang stud seperti
diperlihatkan.

BATAS SERVIS: 0,05 mm

PISTON/PISTON RING
Selalu ganti piston Periksa piston rings terhadap kehalusan pergerakan
rings sebagai sebuah dengan memutar mereka. Rings harus dapat bergerak
set.
dalam alurnya tanpa menyangkut.

Tekan ring sampai permukaan luar dari piston ring


hampir rata dengan piston dan ukur jarak renggang
dengan menggunakan feeler gauge.

BATAS SERVIS:
Atas: 0,09 mm
Kedua: 0,09 mm

Masukkan piston ring secara tegaklurus ke dalam


bagian bawah dari cylinder dengan mendorongnya
dengan mahkota piston,
Ukur celah pada ujung ring.

BATAS SERVIS:
Atas: 0,5mm
Kedua 0,5mm
Oll (side rail): 1,1 mm

8-7
CYLINDER/PISTON
Ukur D.L. piston pada sebuah titik 10 mrn dari bagian
bawah dan 90° dari lubang piston pin.

BATAS SERVIS: 49,91 mm


Untuk pengukuran D.O. cylinder (hal. 8-6).
Hitung jarak renggang cylinder- ke-piston.
BATAS SERVIS: 0,10 mm

Ukur D.O. lubang piston pin pada paras X dan Y.


Ambil pernbacaan maksimum untuk menentukan D.O.

BATAS SERVIS: 13,03 mm


Ukur D.L. piston pin pad a tiga titik.
BATAS SERVIS: 12,98 mm
Hitung jarak renggang piston-ke-piston pin.
BATAS SERVIS: 0,075 mm

CONNECTING ROD
Ukur D.O. kepala kecil connecting rod.
BATAS SERVIS: 13,05 mm
Hitung jarak renggang connecting rod-ke-piston pin.
BATAS SERVIS: 0,07 mm

PENGGANTIAN CYLINDER STUD BOLT


Sewaktu mengganti cylinder stud bolts, pasanglah
sebagai berikut.
Pasang dua nuts pada stud bolts, dan kencangkan satu
sarna lain, kemudian pakailah kunci pas padanya untuk
memutar stud bolt keluar.

Pasang dan kencangkan stud bolts baru dengan torsi --p--------_.. -------((-----------------]j~~~~=:~-j&--
yang ditentukan. I I

TORSI: 6 N.m (0,61 kgf.m; 4,4 Ibf.ft) I-


J i
.!
Setelah mengencangkan stud bolts, periksa bahwa 176.0 ± 1.0 rnm (6.93 ± 0.04 in)
panjang dari kepala bolt sampai permukaan crankcase
adalah sesuai dengan spesifikasi.

8-8
CYLINDER/PISTON
PEMASANGAN PISTON
Bersihkan kepala piston, alur-alur ring dan skirts (rok).
Pasang piston rings dengan hati-hati pada piston TANDA RING ATAS
dengan tanda-tandanya menghadap ke atas. ("R" atau "T")

CATATAN:
• Hati-hati agar tidak merusak piston dan piston rings
selama pemasangan.
• Jangan pertukarkan rings paling atas dengan yang
kedua.
• Ketika memasang oil ring, pasang spacer dulu, RING
kemudian pasang side rails. KEDUA

Jangan sejajarkan Selang-selingkan celah pada ujung piston ring sejarak


celah-celah dari oil 120 derajat dari masing-masing seperti diperlihatkan.
ring side rails. Selang-selingkan celah pada ujung side rail seperti
diperlihatkan.

Setelah pemasangan, piston rings harus dapat berputar


bebas di dalam alur-alurnya.

20 mm (0.8 in) ATAU LEBIH

Letakkan kain lap menutupi crankcase untuk mencegah


masuknya kotoran, debu atau piston pin clips ke dalam
crankcase.

Hati-hati agar tidak Bersihkan permukaan-permukaan penyatuan gasket


merusak permukaan- dari crankcase dan cylinder secara menyeluruh.
permukaan penyatuan
gasket. Semprotkan ali pada permukaan dalam kepala kecil
connecting rod.

Semprotkan oli pada permukaan dalam lubang piston


pin dan permukaan luar piston pin. TANDA"IN"
Pasang piston dengan tanda "IN" menghadap ke sisi
pemasukan.
Pasang piston pin.

PISTON

8-9
CYLINDER/PISTON
Pasang piston pin clips baru.

CATATAN:
• Pastikan bahwa piston pin clips telah duduk dengan
kokoh.
• Jangan mentepatkan celah pada ujung piston pin
clip dengan potongan pada piston.

PEMASANGAN CYLINDER
Jangan mernakai Pasang dowel pins dan sebuah gasket baru.
kembali gasket,
gantilah dengan yang
barn.

Semprotkan oli pada cylinder bore (Iubang cylinder),


permukaan luar piston, alur-alur piston ring dan piston
rings.

Alurkan cam chain melalui cylinder.

Hati-hati agar tidak Pasang cylinder di atas piston sementara menekan


merusak piston rings piston rings dengan jari-jari.
dan lubang dalam
cylinder.

Hati-hati agar tidak Pasang cam chain guide roller, sealing washer baru dan
menjatuhkan guide cam chain guide roller pin bolt.
roller ke dalam Kencangkan roller pin bolt dengan torsi yang ditentukan.
crankcase.
TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m; 7Ibf.ft)

8-10
CYLINDER/PISTON
Pasang lower side cover stay sementara mentepatkan
tab-nya dengan bolt boss pada cylinder, kemudian
pasang dan kencangkan bolts.

Pasang cylinder head (hal. 7-19).

!
LOWER SIDE
COVER STAY

8-11
MEMO
9. CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN 9-2 RIGHT CRANKCASE COVER 9-5


KETERANGAN SERVIS 9-3 CLUTCH 9-9

TROUBLESHOOTING 9-4 GEARSHIFT LINKAGE 9-27

9-1
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
LOKASI KOMPONEN

17 Nrn (1.7 kqf-m, 13 Ibf·ft)

10 Nrn (1.0 kgf'm, 7Ibf·ft)

54 Nrn (5.5 kqf-rn, 40 lbf-ft)

54 Nrn (5.5 kqfrn, 40 lbf-ft)

,/. -------~'-_._.__ _._.

.>
/'-:_{Iv_ ,~~::~=~~~;)i-~;;~~:,-~':~?'<~~\
-' g/:ii!:;:, ',,/ , - \
-' /,,< >/ -~,t\'\~~,->5;;- /):,~~}:: ~
~~~--~---'-: -'~~(?'~!L\g>- - \\\\ -' \\
..>

...................

'<,
..,..-...
"'1 .F'··
....
",,.

-\\~\\/
.:.\ ,\
..

(\\

9-2
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Bab ini meliputi service dari clutch (kopling) (centrifugal clutch dan manual clutch) dan gearshift linkage (peralatan pemindah
gigi). Pekerjaan-pekerjaan servis ini dapat dilakukan dengan mesin terpasang pada rangka.
• Viskositas ali mesin, tinggi permukaan ali dan penggunaan oil additives (campuran penambahan pada ali) mempengaruhi
cara kerja clutch. Khususnya oil additives dari jenis apapun tidak boleh dipakai. Jika clutch tidak dapat dilepaskan atau
sepedamotor merangkak maju sewaktu clutch dilepaskan, periksalah ali mesin dan tinggi permukaan ali sebelum menservis
clutch system.

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Manual clutch Tebal disc 2,00 - 2,20 1,82
Perubahan bentuk melengkung plate - 0,20
Tinggi bebas clutch spring 5,01 4,63
Clutch outer guide I D.O. 16,991 - 17,009 17,049
ID.L. 22,959 - 22,980 22,940
D.O. primary driven gear 23,000 - 23,021 23,07
D.L. mainshaft pada clutch outer guide 16,966 - 16,984 16,87
Centrifugal clutch D.O. clutch drum 104,0 - 104,2 104,3
Tebal clutch weight lining 1,5 1,0
D.O. one-way clutch drum 42,000 - 42,020 42,04
D.L. one-way clutch roller 4,990 - 5,000 4,97
D.O. primary drive gear 19,030 - 19,058 19,11
D.L. crankshaft pada primary drive gear 18,967 - 18,980 18,92

TORSIPENGENCANGAN
Oil centrifugal filter cover bolt 5 Nrn (0,51 kgf.m; 3,7 Ibf.ft) . Oleskan zat penqunci pada ulir, Lihat hal. 3-12
Shift drum stopper arm bolt 10 N.m (1,0 kgf.m; 7Ibf.ft) Oleskan zat pengunci pada ulir, Lihat hal. 9-30
Shift return spring pin 30 N.m (3,1 kgf.m; 22 Ibf.ft)
Gearshift cam plate bolt 17 N.m (1,7 kgf.m; 13Ibf.ft) Oleskan zat pengunci pada ulir, Lihat hal. 9-29
Centrifugal clutch lock nut 54 N.m (5,5 kgf.m; 40 Ibf.ft) Oleskan ali pada ulir dan permukaan duduk
Clutch center lock nut 54 N.m (5,5 kgf.m; 40 Ibf.ft) Oleskan ali pada ulir dan permukaan duduk
Clutch lifter plate bolt 12 N.m (1,2 kgf.m; 9 Ibf.ft)

9-3
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
TOOLS

Universal holder Clutch center holder Lock nut wrench 20 x 24 mm


07725-0030000 07HMB-HB70100 07716-0020100

~· · · · "· :-f· ~1
II «, :~.

\I' .J.
liT-rJ

Extension bar
07716-0020500

TROUBLESHOOTING
Cara ker]a clutch yang tidak benar biasanya dapat diperbaiki dengan 'menyetel clutch system.
Clutch slip sewaktu berakselerasi
• Penyetelan clutch tidak benar
• Clutch disc aus
• Clutch springs lemah
• Clutch weight tidak bekerja dengan benar
• Ada additive molybdenum atau graphite

Sepedamotor merangkak maju sewaktu clutch dilepaskan (mesin berputar stasioner)


• Clutch weight springs tidak bekerja dengan benar
• Clutch weights tidak bekerja dengan benar
• Putaran stasioner terlalu tinggi (hal. 3-12)

Transmissi sulit dipindahkan


• Gearshift spindle rusak
• Stopper plate dan pin rusak
• Stopper plate bolt longgar
• Penyetelan clutch tidak benar
• Gearshift cam plate bolt longgar

Transmissi meloncat keluar dari gigi


• Stopperarmrusak
• Gearshift cam plate rusak
• Gearshift cam plate bolt longgar

Gearshift pedal tidak mau kembali


• Gearshift spindle return spring lemah atau patah
• Gearshift spindle bengkok

9-4
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
RIGHT CRANKCASE COVER
PELEPASAN
Keluarkan oli mesin (hal. 3-10).
Sewaktu melepaskan Lepaskan sebagai berikut:
kicks tarter pedal, - Footpeg bar (hal. 2-18)
tandai posisi pedal
- Bolt
untuk memastikan
- Kickstarter pedal
lokasinva semula.

Longgarkan bolts dalam pola bersilangan dalam


beberapa langkah dan lepaskan, juga guide.

Hati-hati agar tidak Lepaskan right crankcase cover.


merusak permukaan
penyatuan.

Lepaskan gasket dan dowel pins.

PEMBONGKARAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Clutch adjuster lock nut
- Washer
- O-ring
- Clutch adjuster/lifter boss

9-5
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Lepaskan clutch adjuster bolt.

CLUTCH ADJUSTER BOLT

Lepaskan sebagai berikut:


CLUTCH LIFTER BOSS

I
- Snap ring
- Clutch lifter boss
- Spring

SNAP RING SPRING

KICKSTARTER SPINDLE OIL SEAL


Periksa bahwa kickstarter spindle oil seal berada dalam
kondisi baik, ganti bila perlu.

Jika mengganti oil seal, pasang sampai ia telah duduk


sepenuhnya.

JAlAN liNTASAN Oll


Tiuplah terbuka jalan lintasan oli dari right crankcase
cover dengan udara dari kompressor.

Periksa jalan lintasan oli terhadap penyumbatan.

9-6
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
PERAKITAN
Pastikan bahwa snap Pasang sebagai berikut:
CLUTCH LIFTER BOSS
ring telah duduk - Spring
dengan kokoh pada _ Clutch lifter boss
a III 1'. _ Snap ring

SPRING SNAP RING

Pasang clutch adjuster bolt.

CLUTCH ADJUSTER BOLT

Pasang clutch adjuster/lifter boss ke dalam right


crankcase cover dengan mentepatkan boss-nya dengan
lubang pada crankcase cover.
Sernprotkan ali mesin pada sebuah O-ring baru.
Pasang O;..ring ke dalam clutch adjuster/lifter boss.

Pasang washer dan clutch adjuster lock nut. LOCK NUT

Setel clutch system (hal. 3-19) setelah memasang right


crankcase cover.

9-7
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
PEMASANGAN
Oleskan gemuk pada bibir kickstarler spindle oil seal.

Hati-hati agar tidak Bersihkan permukaan penyatuan gasket dari crankcase


menjatuhkan benda- dan right crankcase cover, dengan berhati-hati agar
benda asing ke dalam tidak merusak mereka.
mesin.
Pasang dowel pins dan sebuah gasket baru pada
crankcase.

Semprotkan oli mesin pada daerah gearshift spindle


journal.

Hati-hati agar tidak Pasang right crankcase cover.


merusak bibir Pasang right crankcase cover bolts dan guide,
kicks tarter oil seal. kemudian kencangkan bolts dalam pola bersilanqan
dalarn beberapa langkah.

Pasang kickstarler pedal pada posisinya semula seperti


telah ditandai pada waktu pelepasan.
Pasang dan kencangkan bolt dengan erat.

Pasang footpeg bar (hal. 2-18)


Isilah mesin dengan oli mesin yang dianjurkan (hal. 3-
10).
Pastikan bahwa tidak ada kebocoran oli.
Periksa penyetelan clutch system (hal. 3-19).

9-8
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
CLUTCH (KOPLING)
PELEPASAN
CATATAN:
• Clutch system dapat diservis dengan mesin
terpasang pada rangka.

Lepaskan sebagai berikut:


- Right crankcase cover (hal. 9-5)
- Engine oil centrifugal filter cover (hal. 3-11)
Lepaskan clutch lever dan clutch lifter cam plate.

Tekuk ke atas tab dari lock washer untuk membebaskan


alur lock nut.

Pasang clutch center holder dengan menggunakan


bolts atau screws yang tepat.

Lepaskan centrifugal clutch lock nut dengan


menggunakan special tools.
TOOLS:
Lock nut wrench, 20 x 24 mm 07716-0020100
Extension bar 07716-0020500
Clutch center holder 07HMB-HB70100

Lepaskan washer dan lock washer.

9-9
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Lepaskan clutch weight assembly.

Lepaskan clutch lifter bearing.

Tahan clutch lifter plate dan lepaskan clutch center lock


nut dengan menggunakan special tool.

TOOLS:
Universal holder 07725-0030000
Lock nut wrench, 20 x 24 mm 07716-0020100
Extension bar 07716-0020500

Lepaskan washer .
. Longgarkan clutch lifter plate bolts.

9-10
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Lepaskan kedua oil separator plate mounting bolts.

Lepaskan centrifugal clutch outer, manual clutch dan oil


separator plate sebagai sebuah assembly (susunan).

Lepaskan collar dari crankshaft.


Lepaskan clutch outer guide dan collar dari mainshaft.

9-11
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
CLUTCH WEIGHT
Periksa clutch weight assembly terhadap kerusakan.
Ukur tebal clutch weight lining.

BATAS SERVIS: 1,0 mm

Lepaskan E-clips.
E-CLIPS

Lepaskan side plate, friction spring dan spring seat.


SPRING SEAT

FRICTION SPRING

SIDE PLATE
Secara bergantian angkat clutch weights, kemudian
CLUTCH WEIGHTS
lepaskan clutch weights dan springs.

SPRINGS

9-14
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Lepaskan damper rubbers dari drive plate.
RUBBERS

DRIVE PLATE
Periksa drive plate bosses terhadap keausan atau
kerusakan. BOSS
Periksa masing-masing clutch weight terhadap keausan
atau kerusakan.

CLUTCH WEIGHT

PRIMARY DRIVE GEAR


Ukur D.O. primary drive gear
"BATAS SERVIS: ",19,11 mm

CRANKSHAFT
Ukur D.L. crankshaft.
BATAS SERVIS: 18,92 mm

9-15
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
PERAKITAN CENTRIFUGAL CLUTCH
~
~ $!
"-;~E-CLIP

DAMPER RUBBER

DRIVE PLATE \®_"'"


~
C"'\
. .~J ,

)"\

:,0 SPRING RETAINER


:n)
'",",/
'\ O\:lj~·0\\.~,\\
L . Q'\,

ij
; -,-··.\

f\" \ '; \:\.1,


SPRING .....~./~·/-·· WASHER
':\",J ~,- ~

RETAINE:r<-----..CitO- .
~ 'i-~ (~\
~.,'.,~ (~:'! ~" iii
~~ijj~~~
<,cO:, PIN
~
l,i, .."

SUB-GEAR

SNAP RING ROLLER CLUTCH INNER CENTRIFUGAL CLUTCH OUTER

C~UTCH WEIGHT

Pasanq damperrubbers pada drive plate. RUBBERS

DRIVE PLATE

Kaitkan springs pada clutch weights sehingga ujung- CLUTCH WEIGHTS


ujung mereka yang terbuka menghadap ke sisi drive
plate.

Pasang clutch weights dan springs pada drive plate


seperti diperlihatkan.

SPRINGS

9-16
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Pasang spring seat, friction spring dan side plate pad a
clutch weight assembly seperti diperlihatkan.

FRICTION SPRING
Tepatkan ujung Pasang E-clips baru sementara menekan side plate.
terbuka dari E-clips ~~ E-CLIPS
dan bosses dari side
plate.
......

SIDE PLATE
CLUTCH OUTER/SUB-GEAR
Pasang sub-gear dengan mentepatkan lubangnya dan
potongan pada primary drive gear. PIN

Periksa bahwa snap Pasang snap ring.


ring duduk dengan
benar di dalam alur.
Hati-hati agar tidak Pasang pin. Tepatkan
kehilangan pin.

Masukkan ujung yang tertekuk dari spring ke dalam


lubang pada spring retainer.
Gulungkan spring ke dalam spring retainer, dengan
memastikan bahwa spring ditempatkan antara retainer
dan tab.

Masukkan
UJUNG
YANG
TERTEKUK
TAB dan LUBANG

9-17
CLUTCH/GEARSHIFTLINKAGE
Pasang spring retainer/spring pad a clutch outer
sementara mentepatkan ujung lurus dari spring ke Tepatkan
dalam lubang pada sub-gear dan mentepatkan alur (ALUR dan PIN)
retainer dengan pin.

Tepatkan (UJUNG
LURUS dan
SUB-GE LUBANG)
Periksa cara kerja sub-gear dengan menggerakkannya
dan memastikan bahwa ia kembali tanpa mengikat.

ONE-WAY CLUTCH
Pasang washer dan one-way clutch inner ke dalam
centrifugal clutch outer. CLUTCH INNER

Pasang springs dan rollers seperti diperlihatkan.

9-18
CL,UTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Pasang retainer.
Periksa bahwa snap Pasang snap ring dengan erat ke dalam alur dari one-
ring duduk dengan way clutch outer.
benar pada alurnya.

Untuk sementara pasang centrifugal clutch outer pada


crankshaft.

Tahan crankshaft dan putar centrifugal clutch outer


dengan tangan.
Pastikan bahwa centrifugal clutch outer hanya berputar
dalam arah berlawanan jarum jam seperti diperlihatkan
dan tidak dapat berputar searah jarum jam.

Lepaskan centrifugal clutch outer dari crankshaft.

PEMBONGKARAN MANUAL CLUTCH


Lepaskan clutch lifter plate assembly dan washer dari
CLUTCH LIFTER PLATE
clutch outer. WASHER

CLUTCH OUTER

Lepaskan sebagai berikut: CLUTCH LIFTER PLATE SPRING


- Bolts
- Clutch lifter plate
- Spring
Clutch center
Clutch discs
- Clutch plates

CLUTCH CENTER/
BOLTS DISCS/PLATES

9-19
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Putar clutch spring seat sampai tabs-nya bertepatan
dengan slots pada clutch lifter plate, kemudian SLOTS
lepaskan.

PEMERIKSAAN MANUAL CLUTCH


SPRING SEAT <
CLUTCH LIFTER PLATE

CLUTCH LIFTER BEARING


Untuk sementara pasang clutch lifter bearing ke dalam
CLUTCH LIFTER BEARING
clutch lifter plate.

Putar inner race dari clutch lifter bearing dengan jari-jari.


Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara.
Juga periksa bahwa bearing outer race dari bearing
duduk dengan erat pada clutch lifter plate.

Ganti bearing jika inner race tidak berputar dengan


halus, tanpa suara, atau jika outer race duduk dengan
longgar di dalam clutch lifter plate.

CLUTCH LIFTER PLATE-


CLUTCH SPRING
Periksa alur-alur dan tabs dari clutch spring terhadap ,
kerusakan. " Four bolts type shown:

Periksa spring terhadap keletihan atau kerusakan lain.


Ukur ketinggian bebas clutch spring.
BATAS SERVIS: 4,63 mm

/
CLUTCH SPRING

CLUTCH CENTER
Periksa alur-alur dari clutch center terhadap kerusakan
atau keausan yang disebabkan oleh clutch plates. CLUTCH CENTER
Ganti bila perlu.

GROOVES

9-20
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
CLUTCH DISC
Ganti clutch discs dan Ganti clutch discs jika mereka memperlihatkan tanda-
plates sebagai satu tanda gerusan atau perubahan warna. Four bolts type shown:
set.
Ukur tebal masing-masing clutch disc.
BATAS SERVIS: 1,82 mm

CLUTCH PLATE
Ganti clutch discs dan Periksa masing-masing clutch plate terhadap
plates sebagai satu perubahan bentuk melengkung di atas surface plate
set. (pelat pengukur kedataran) dengan menggunakan
feeler gauge.

BATAS SERVIS: 0,20 mm

CLUTCH OUTER/CLUTCH OUTER GUIDE


Periksa gigi-gigi primary driven gear terhadap keausan
atau kerusakan.
Periksa slots dari clutch outer terhadap kerusakan atau
keausan yang disebabkan oleh clutch discs.

Ukur D.O. primary driven gear.


BATAS SERVIS: 23,07 mm
Ukur D.O. dan D.L. clutch outer guide.
BATAS SERVIS:
D.O.: 17,049 mm
D.L.: 22,940 mm

MAINSHAFT
Ukur D.L. mainshaft pada clutch outer guide.
BATAS SERVIS: 16,87 mm

9-21
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
PERAKITAN MANUAL CLUTCH (TIPE EMPAT SAUl)

CLUTCH SPRING CLUTCH CENTER

\
SPRING SEAT

PRESSURE PLATE
LIFTER PLATE

t.,.' ~~

/~
BOLTS
12 N·m (1.2 kgf·m, 9Ibf·ft)

Lapisi clutch discs dengan oli.


CLUTCH SPRJNG
Ganti clutch discs dan Pasang bagian-bagian dalam urutan berikut:
plates sebagai satu CLUTCH
set. - Clutch spring CENTER
Jangan - Clutch center
mempertukarkan disc - Clutch disc A
A dengan disc B. - Clutch plate
- Clutch disc B (tanda Identifikasi: cat Biru pada sebuah
tab)
- Clutch plate DISCA
- Clutch disc A
- Pressure plate

DISC B
(10 MARK: BLUE PAINT) PRESSURE PLATE

9-22
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Tempatkan spring seat dengan pinggirannya yang
dipotong menghadap ke clutch lifter plate seperti
diperlihatkan sementara mentepatkan tab-nya dengan
slot pada plate.
Pu~ar clutch spring seat sebanyak kira-kira 45°.

SPRING SEAT
CLUTCH LIFTER PLATE
SPRING SEAT
Putar 45°
. __.". >
~-,.---_

\ i

Ujung yang di potong CLUTCH LIFTER PLATE

Pasang clutch lifter plate. CLUTCH LIFTER PLATE BOLTS


Untuk sementara pasang bolts.

Tepatkan tabs dari clutch discs.

Tepatkan

Pasang washer pada clutch outer. CLUTCH CENTER ASSEMBLY


Pasang clutch center assembly ke dalam clutch outer.

WASHER

9-23
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
PERAKITAN MANUAL CLUTCH (TIPE ENAM BAUT)

CLUTCH CENTER

CLUTCH SPRING

LIFTER PLATE

BOLTS
7 Nrn (0.71 kqf-rn, 5.2 Ibf·ft)

C~UTCH OUTER

WASHER

PRESSURE PLATE

-:71 CLUTCH DISC

9-24
CLUTCH/GEARSHIFT LI NKAGE
PEMASANGAN
Pasang collar pada mainshaft.
Sempratkan ali mesin pada permukaan luar clutch outer
guide.
Pasang clutch outer guide.

Pasang collar pada crankshaft.

Sempratkan molybdenum disulfide oil pada permukaan


dalam primary drive gear.

Semprotkan ali mesin pada gigi-gigi primary drive gear.

Tepatkan potongan-potangan dari primary drive gear


dan sub-gear seperti diperlihatkan, kemudian saling
hubungkan primary drive/driven gears.

Pasang manual clutch, centrifugal clutch outer dan oiJ


separator plate sebagai sebuah kesatuan.

Pasang dan kencangkan kedua oil separator plate


mounting bolts.

9-25
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Pasang washer pada mainshaft.
Kencangkan clutch lifter plate bolts dengan torsi yang
ditentukan.

TORSI: 12 N.m (1,2 kgf.m; 9Ibf.ft)

Semprotkan oli mesin pada ulir-ulir clutch center lock


nut dan permukaan duduk.
Pasang clutch center lock nut.
Tahan clutch lifter plate dan kencangkan clutch center
lock nut dengan torsi yang ditentukan dengan
menggunakan special tools.

TOOLS:
Universal holder 07725·0030000
Lock nut wrench, 20 x 24 mm 07716-0020100
Extension bar 07716-0020500

TORSI: 54 N.m (5,5 kgf.m; 40 Ibf.ft)

Semprotkan ali mesin pada clutch lifter bearing dan


pasang ke dalam clutch lifter plate.

Pasang clutch weight assembly ke dalam clutch outer


sementara mentepatkan splines (seplain-seplain) dari
clutch weight assembly dan crankshaft.

9-26
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Pasang sebuah lock washer baru pada crankshaft
dengan mentepatkan tab dalamnya dengan alur dari
clutch weight assembly.

Pasang washer dengan tanda "OUT SIDE" menghadap


keluar.

Sempratkan ali mesin pada ulir-ulir centrifugal clutch


lock nut dan permukaan duduk.
Pasang clutch center holder dengan menggunakan
bolts atau screws yang benar.
Pasang centrifugal clutch lock nut.
Kencangkan centrifugal clutch toc« nut dengan torsi
yang ditentukan dengan menggunakan special tools.

TOOLS:
Lock nut wrench, 20 x 24 mm 07716-0020100
Extension bar 07716-0020500
Clutch center holder 07HMB-HB70100

TORSI: 54 N.m (5,5 kgf.m; 40 Ibf.ft)

Jika salah satu alur centrifugal clutch lock nut tidak


bertepatan dengan lock washer tab, kencangkan
centrifugal clutch lock nut lebih lanjut dan tepatkan alur
centrifugal clutch lock nut dengan lock washer tab.

Tekuk lock washer tab pada alur centrifugal clutch lock


nut.

9-27
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Pasang clutch lever pada gearshift spindle sementara
mentepatkan tanda-tanda titik dengan index line (garis
penunjuk) pada spindle.
Pasang clutch lifter cam plate pada clutch lifter bearing.

Pasang sebagai berikut:

- Engine oil centrifugal filter cover (hal. 3-11)


- Right crankcase cover (hal. 9-8)

GEARSHIFT LINKAGE
PELEPASAN
Lepaskan clutch (hal. 9-9).
Sewaktu melepaskan Lepaskan bolt dan gearshift pedal.
gearshift pedal,
tandai posisi pedal
untuk memas/ikon
posisi semula.

Bersihkan gearshift spindle secara menyeluruh untuk


menghindari masuknya kotoran atau debu ke dalam
mesin.

Lepaskan sebagai berikut:


Shift drum stopper arm/bolt
- Return spring

9-28
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Lepaskan gearshift spindle dengan menekan gearshift
arm ke bawah seperti diperlihatkan.

Lepaskan bolt dan gearshift cam plate.

Lepaskan gearshift drum pins dan stopper plate pins


dari gearshift drum.

PEMERIKSAAN
Periksa gearshift spindle terhadap tekukan, keausan
atau kerusakan. GEARSHIFT ARM GEARSHIFT
Periksa gearshift arm spring dan return spring terhadap SPINDLE

/
kerusakan atau keletihan.
Periksa gearshift arm terhadap keausan atau
kerusakan.

/
GEARSHIFT
ARM SPRING RETURN SPRING

9-29
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Periksa gearshift spindle oil seal terhadap pemburukan
kondisi atau kerusakan, ganti bila perlu.

Jika oil seal diganti, pasang sampai ia telah duduk


dengan penuh.

PEMASANGAN
Oleskan gemuk pada bibir gearshift spindle oil seal.

Pasang kelima gearshift drum pins dan dua stopper


plate pins pada lubang-Iubang pada gearshift drum.
Pasang gearshift cam plate sementara mentepatkan
lubang-Iubang pada plate denqan stopper plate pins.

Oleskan zat pengunci pada gearshift cam plate bolt


seperti ditentukan, kemudian pasang dan kencangkan
dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 17 N.m (1,7 kgf.m; 13 Ibf.ft)

9-30
CLUTCH/GEARSHIFT LINKAGE
Pasang gearshift spindle sedernikian sehingga shift
return spring pin terletak antara kedua ujung dari return
spring seperti diperlihatkan.

Masukkan gearshift spindle sarna sekali sernentara


rnenahan ke bawah gearshift arm seperti diperlihatkan.

Oleskan zat pengunci pada shift drum stopper arm bolt


seperti ditentukan.

Ternpatkan ujung return spring di sepanjang dinding


crankcase seperti diperlihatkan.

Pasang stopper arm/bolt, kernudian kencangkan


dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m; 7Ibf.ft)

Pasang gearshift pedal pada posisinya sernula seperti


telah ditandai pada waktu pelepasan.
Pasang dan kencangkan bolt.
Pasanq clutch (hal. 9-24).

9-31
MEMO

f/!!".
1O. ALTERNATORISTARTER CLUTCH

LOKASI KOMPONEN-KOMPONEN 10-2 STATOR 10-6

KETERANGAN SERVIS 10-3 FLYWHEEL/STARTER CLUTCH 10-8

LEFT CRANKCASE COVER 10-4

10-1
ALTERNATORISTARTER CLUTCH
LOKASI KOMPONEN

40 N·m (4.1 kgf·m, 30 Ibf·ft)

10-2
AL TERNATORISTARTER CLUTCH

KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Bab ini meliputi servis dari alternator dan starter clutch.
• Pekerjaan-pekerjaan servis ini dapat dilakukan dengan mesin terpasang pada rangka.
• Untuk pemeriksaan alternator (hal. 15-7)
• Untuk pemeriksaan ignition pulse generator (hal. 16-7).

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
D.L. starter driven gear boss 45,660 - 45,673 45,2

TORSIPENGENCANGAN
Flywheel nut 40 N.m (4,1 kgf.m; 30 Ibf.ft) Sempratkan alipada ulirdan permukaan duduk
Starter clutch mounting torx bolt 6 N.m (1,6 kgf.m; 12Ibf.ft) Sempratkan alipada ulir dan permukaan duduk: Lih.haI.10-12

TOOLS

Flywheel holder Flywheel puller, 28 mm


07725-0040001 07933-KG20000

10-3
ALTERNATORISTARTER CLUTCH
LEFT CRANKCASE COVER
PELEPASAN
Keluarkan ali mesin (hal. 3-10).
Lepaskan sebagai berikut:
- Left crankcase rear cover (hal. 2-19)
- Ignition control module (leM) (hal. 16-9)
Se'vvak/u nielepaskan Lepaskan bolt dan gearshift pedal.
gearshift pedal,
tandai posisi pedal
untuk memastikan
posisi semula.

Lepaskan air supply hoses dari guides.


Lepaskan sebagai berikut:
- Alternator wire connector (Kuning)
- Ignition pulse generator wire connector (Biru/kuning)
Lepaskan wire band boss.

Lepaskan alternator 2P connector.

Longgarkan bolts dalam pola bersilangan dalam


beberapa langkah dan lepaskan mereka dan guide.

Left crankcase cover Lepaskan left crankcase cover.


(stator) tertarik
secara magnetis pada
flywheel, jadi berhati-
hatilah selama
pelepasan.

10-4
ALTERNATORISTARTER CLUTCH
Lepaskan gasket dan dowel pins.

PEMASANGAN
Hati-hati agar tidak Bersihkan bahan-bahan gasket dari permukaan
merusak permukaan penyatuan left crankcase cover.
penyatuan.
Pasang dowel pins dan gasket baru.

Left crankcase cover Pasang left crankcase cover.


tertarik .seem"a Pasang bolts dan guide, kemudian kencangkan bolts
magnetis pada . I k h
flywheel, jadi berhati- . dalam pola bersilanqan dalam beberapa ang a .
hatilalr se . . vaktu
pemdsangan.

Hubungkan alternator 2P connector

10-5
ALTERNATOR/STARTER CLUTCH
Lepaskan sebagai berikut:

- Alternator wire connector (Kuning)


- Ignition pulse generator wire connector (Biru/kuning)

Pasang wire band boss.


Pasang air supply hoses pada guides.

Pasang gearshift pedal (pedal pemindah glgl


persneling) pada posisinya semula seperti telah ditandai
pada waktu pelepasan.·
Pasang dan kencangkan bolt.

Pasang sebagai berikut:

- Ignition control module (leM) (hal. 16-9)


- Left crankcase rear cover (hal. 2-19)

Isilah mesin dengan ali mesin yang dianjurkan (hal. 3-


10).

STATOR
PELEPASAN
Lepaskan left crankcase cover (hal. 10-4).
WIRE GROMMET
-Lepaskan ignition",pulse generator mounting bolts dan
lepaskan wire grommet dari left crankcase cover.

BOLTS
Lepaskan stator mounting bolts, kemudian lepaskan
stator dan ignition pulse generator dari left crankcase
cover.

10-6
ALTERNATORISTARTER CLUTCH
PEMASANGAN
IGNITION PULSE GENERATOR MOUNTING BOLTS
STATOR MOUNTING BOLTS

~~
(2.:
I
JN
!
I
\

LEFTCRANKCASE COVER
..fIRm.

~o
WIRE GROMMET

"- ...

IGNITION PULSE GENERATOR

Letakkan stator dan ignition pulse generator ke dalam


left crankcase cover.

Pasang dan kencangkan stator mounting bolts.

Oleskan liquid sealant (cairan perapat) (THREE BOND


1215 atau 1207B atau sejenisnya) pada permukaan
duduk wire grommet dan pasang grommet ke dalam
alur cover.

Alurkankawat Tempatkan ignitionpulse generator pada posisinya.


denganbenar (hal. 1- Pasang dan kencangkan ignition pulse generator
15). mountingbolts.

Pasang left crankcase cover (hal. 10-5).

10-7
ALTERNATORISTARTER CLUTCH
FLYWHEEL/STARTER CLUTCH
PELEPASAN
Lepaskan left crankcase cover(hal. 10-4).
Lepaskan shaft dan starterreduction gear.

Lepaskan flywheel nut dan washer dengan


menggunakan specialtool.
TOOL:
Flywheel holder 07725·0040001

Lepaskan flywheel/starter clutch dengan menggunakan


special tool.

TOOL:
Flywheel puller, 28 mm 07933·KG20000

Lepaskan needlebearing.

10-8
ALTERNATORISTARTER CLUTCH
Sewaktu melepaskan Lepaskan woodruffkey.
woodruffkey, berhati-
hatilahagar tidak
merusakalur key dan
crankshaft.
Jangan sampai
kehilangan woodruf]
key.

PEMBONGKARAN STARTER CLUTCH


Lepaskan flywheel/starter clutch (hal. 10-8).
DRIVEN GEAR
Periksa cara kerja one way clutch dengan memutar
driven gear.
Driven gear harus dapat diputar berlawanan arah jarum
jam dengan halus, tetapi gear tidak boleh berputar
searah jarum jam.

Lepaskan starter driven gear dari flywheel/starter clutch


sementara memutar driven gear berlawanan arah jarum
jam.

Tahan flywheel dengan menggunakan special tool dan


BOLTS
lepaskan starter clutch outer mountingtorx bolts.

TOOL:
Flywheel holder 07725-0040001

Lepaskan starter clutch assembly.


STARTER CLUTCH
ASSEMBLY

10..9
ALTERNATOR/STARTER CLUTCH
PEMERIKSAAN
Periksa starter reduction gear terhadap keausan atau
kerusakan.

STARTER REDUCTION GEAR


Periksa starter driven gear terhadap keausan atau
kerusakan.

Ukur D.L. driven gear boss.


BATAS SERVIS: 45,2 mm

DRIVEN GEAR

Lepaskan plate, rollers dan springs dari starter clutch CLUTCH OUTER
outer.

ROLLER
PLATE
Starterclutchharus Periksa rollers, springs, starter clutch outer terhadap
CLUTCH OUTER
digantisebagai keausan atau kerusakan.

~
sebuahassemblyjika
adapartsyang rudak
atau aus.

10·10
ALTERNATORISTARTER CLUTCH
Pasang plate, springs dan rollers pada starter clutch
outer seperti diperlihatkan.

SPRING

ROLLER

PERAKITAN STARTER CLUTCH

STARTER DRIVEN GEAR

STARTER CLUTCH OUTER

PLATE

FLYWHEEL

SPRING

ROLLER

Pasang starter clutch assembly pada flywheel.


STARTER CLUTCH
ASSEMBLY

10-11
ALTERNATOR/STARTER CLUTCH
Oleskan zat pengunci pada ulir starter clutch mounting
torx bolt seperti ditentukan. Lebarpelapisan: 6.5 ± 1.0mm
Tahan flywheel dengan menggunakan special tool dan dari ujung
kencangkan bolts dengan torsi yang ditentukan.

TOOL:
Flywheel holder 07725-0040001
TORSI: 16 N.m (1,6 kgf.m; 12 Ibf.ft)
BOLT

Semprotkan ali mesin pada permukaan gelinding starter


clutch dari driven gear.

Pasang starter driven gear pada flywheel/starter clutch


sementara memutarnya berlawanan arah jarum jam. DRIVEN GEAR

Pastikan bahwa starter driven gear berputar dalam arah


berlawananjarurn jam denqah halus dan tidak dapat
berputar searah denganjarum jam.
\~
Pasang flywheel/starter clutch (hal. 10-12).

PEMASANGAN
Selamapemasangan Pasang woodruff key (spie) di dalam alur crankshaft
woodruff key, key.
berhati-hatilah atar
tidak merusak alur
key atau crankshaft.

10-12
ALTERNATORISTARTER CLUTCH
Semprotkan oli mesin pada needlebearing.
Pasang needle bearing.

Seka bersih permukaan penyatuan crankshaft dan


flywheel dari oli.

Pasang flywheel/starter clutch pada crankshaft, dengan


mentepatkan key way (alur untuk spie) dengan woodruft
key.

Pasang washer.
Semprotkan oli mesin pada ulir flywheel nut dan
permukaan duduk, kemudian pasanglah.
Tahan flywheel dengan menggunakan special tool dan
kencangkan flywheel nut dengan torsi yang ditentukan.

TOOL:
Flywheel holder 07725·0040001

TORSI: 40 N.m (4,1 kgf.m; 30 Ibf.ft)

,Semprotkan oli mesin pada starter reduction gear


journals (left crankcase dan cover) dan gigi-gigi gear.
Pasang starter reduction gear dengan mentepatkan
starterdrive gear dan starterdrivengear.

10-13
ALTERNATOR/STARTER CLUTCH
Semprotkan ali mesin pada starter reduction gear shaft.
Pasang shaft ke dalam reduction gear.

Pasang left crankcase cover (hal. 10-5).

10-14
11. CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTARTER

LOKASI KOMPONEN·KOMPONEN 11-2 TRANSMISSION 11-9

KETERANGAN SERVIS 11-3 CAM CHAIN GUIDE SPROCKET 11-18

TROUBLESHOOTING 11-5 PERAKITAN CRANKCASE 11-19

PEMISAHAN CRANKCASE 11-6 KICKSTARTER 11-20 •

CRANKSHAFT 11-7

11~1
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
LOKASI KOMPONEN

10 Nrn (1.0 kqf-rn, 7 Ibf-ft)

T(
c

11-2
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Crankcase harusdipisahkan agar dapat menservis crankshaft, transmission, kickstarter dan cam chain guidesprocket.
• Parts berikutini harus dilepaskan sebelum memisahkan crankcase.
- Mesin (hal. 6-4)
- Stator (hal. 10-6)
- Flywheel (hal. 10-8)
- Clutch (hal. 9-9)
- Gearshift linkage (hal. 9-27)
- Cam chaintensioner(hal, 7-24)
- Cylinder head (hal. 7-12)
- Cylinder/piston (hal. 8-5)
- Oil pump (hal. 4-4)
- Stalter motor (hal. 17-6)
- Gearposition switch (hal. 18-18)
• Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan crankcase padawaktu melakukan pekerjaan servis.
• Sebelum merakit belahan crankcase, oleskan sealant pada permukaan penyatuan. Seka sealant yang berlebihan sama
sekali.
• Bersihkan semua parts yang dibongkar dengan larutan pembersih dan keringkan dengan menggunakan udara dari
kompressor sebelum menjalankan pemeriksaan.

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Crankshaft Jarak renggang ke samping connecting rod 0,10 - 0,35 0,60
Jarak renggang radial connecting rod 0-0,008 0,05
Keolengan - 0,10
Transmis-sion D.O. gear M2, M3 17,000 - 17,018 17,04
C1 18,000 - 18,018 18,04
C4 20,000 - . 20,021 20,04
D.L. bushing C1 17,966 - 17,984 17,94
D.O. bushing C1 15,000~ 15,018 15,04
Jarak renggang gear-ke-bushing C1 0,016- 0,052 0,10
D.L. mainshaft M3 16,966 - 16,984 16,95
D.L. countershaft C1 14,966 - 14,984 14,95
Jarak renggang gear-ke-shaft M3 0,016- 0,052 0,09
Jarak renggang bushing-ke-shaft C1 0,016- 0,052 0,09
Shift fork! D.O. shift fork 34,075 - 34,100 34,14
Shift drum Tebal shift fork claw 4,85 - 4,95 4,60
D.L. shift drum Kanan 33,950 - 33,975 33,93
Kiri 23,940 - 23,980 23,92
Kickstarter D.O. pinion 20,000 - 20,021 20,08
D.L. spindle 19,959 - 19,980 19,94
TORSIPENGENCANGAN
Cam chainguide sprocketspindle 10 N.m (1,0 kgf.m; 7Ibf.ft)

- 11-3
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
TOOLS
Bearing removerset, 12 mm Bearingremovershaft, 12 mm Bearingremover head, 12 mm
07936-1660101 07936-1660120 07936-1660110

Remover weight Driver Pilot, 12 mm


07741-0010201 07749-0010000 07746-0040200

Universal bearing puller Assembly set, 14 mm Assemblycollar


07631-0010000 07JMF-KW701 00 07LMF-KAB0110

or equivalent commercially available

Attachment, 28 x 30 mm Attachment, 32 x 35 mm Attachment, 37 x 40 mm


07946-1870100 07746-0010100 07746-0010200

11-4
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER

Attachment, 52 x 55 mm Pilot, 17 mm Pilot, 22 mm


07746-0010400 07746-0040400 07746-0041 000

TROUBLESHOOTING
Transmissi sulit dioper
• Penyetelan clutch tidak benar (hal. 3-19)
• Shift forks bengkak
Gearshiftspindlebengkok(hal. 9-28)
Alur-alurshift drum cam rusak
• Viskositas ali mesin tidak sesuai

Transmissi melompat keluar dari gigi


Gear dogs dan lubang-Iubang dog aus
Shift drum stopperarm patah
Drum stopperarm spring patah (hal. 9-28)
Gearshiftspindle return spring patah (hal. 9-28)
Shift forks aus atau bengkak
Alur gear shifter aus

Suara berleblhan
Connecting rod big end bearing aus
Crankshaft bearingaus
Transmission bearing aus
Transmission gears aus atau rusak

11-5
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
PEMISAHAN CRANKCASE
Lihat Keterangan Servis (hal. 11-3) untuk parts yang
perlu dilepaskan sebelum memisahkan crankcase.

Lepaskan cam chain dari timingsprocket.

Longgarkan dan lepaskan crankcase bolts dalam pola


bersilangan dalam beberapa langkah. BOLTS

Letakkan left crankcase di sebelah atas.


Dengan hati-hati pisahkan left crankcase dari right
crankcase dengan mengetuknya pada beberapa tempat
dengan palu lunak.

Lepaskan dowelpins.
Hati-hati agar tidak Bersihkan sealant dari permukaan penyatuan left dan
merusakpermukaan- right crankcase.
permukaan
penyatuan.

DOWEL PINS

11-6
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER

CRANKSHAFT
PELEPASAN
Lepaskan transmissi (hal. 11-9). .11.

CRANKSHAFT
Hati-hati agar tidak Lepaskan crankshaft dari right crankcase dengan
menjatuhkan menggunakan hydraulicpress.
crankshaft.

Jika crankshaft bearing (bantalan crankshaft) tertinggal


CRANKSHAFT BEARING
pada crankshaft, lepaskan dengan menggunakan
special tool seperti diperlihatkan.

TOOL:
Universal bearing puller 07631·0010000
atau tools serupa yang
dapat dibeli di pasaran

UNIVERSAL BEARING PULLER

Jika bearing tertinggal pada crankcase, dorong keluar


CRANKCASE KANAN:
dari sebelah luar.

Jangan memakai Buanglah crankshaftbearing.


kembalicrankshaft
bearingyang telah
dilepaskan.

PEMERIKSAAN
JARAK RENGGANG KE SAMPING FEELER GAUGE
Ukur jarak renggang ke samping dengan memasukkan
feeler gauge (lidah voeler) antara crankshaft dan kepala
besar connecting rod..

BATAS SERVIS: 0,60 mm

11-7
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
JARAK RENGGANG RADIAL
Letakkan crankshaft pada V-blocks dan ukur jarak
renggang radial kepala besar connecting rod.

BATAS SERVIS: 0,05 mm

CRANKSHAFT
Periksa timing sprocket terhadap keausan atau
WOODRUFF KEY GROOVE
kerusakan.
Sewaktu memasang kembali timing sprocket, tepatkan
bagian tengah gigi sprocket dengan bagian tengah dari
alur woodruffkey (spie) seperti diperlihatkan.

TIMING SPROCKET
Letakkan crankshaft pada stand (alat penopang) atau V-
blocks dan ukur keolengan dengan menggunakan dial
gauge.

Lokasi pengukuran diperlihatkan pada gambar.

BATAS SERVIS: 0,10 mm

Putar outer race (Iingkaran luar) dari left crankshaft


bearing dengan jari-jari.
Bearing harus berputar dengan halusdan tanpa suara.
Juga periksa bahwa bearing inner race (Iingkaran dalam
bantalan) duduk dengan erat pada crankshaft.

Ganti bearing jika outer race tidak berputar dengan


halus, tanpa suara, atau jika inner race duduk dengan
longgar pada crankshaft.

11-8
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
PENGGANTIAN CRANKSHAFT BEARING

Sernprotkan ali pada permukaan gelinding right


crankshaft bearing baru. DRIVER
Hau-hatiagar tidak Dorong masuk right crankshaft bearing dengan sisi
merusakcrankcase. yang ada tandanya menghadap ke atas sampai ia telah
duduk sepenuhnya, dengan menggunakan special
tools.

TOOLS:
Driver 07749-0010000
Attachment, 52 x 55 mm 07749-0010400
Pilot, 22 mm 07746-0041000

Untuk penggantian transmission bearing (hal. 11-15).


.~/I
........ .I
CRANKSHAFT BEARI

PEMASANGAN
3
Sempratkan 1,0 - 2,0 cm ali pada kepala besar
connecting rod. CRANKSHAFT

Pastikanbahwa Tarik crankshaft ke dalam right crankshaft bearing inner


connectingrod race dengan menggunakan specialtool.
beradapada
posisinya di lubang TOOLS:
crankcase. Assembly set, 14 mm 07JMF-KW70100
Assembly collar 07LMF-KAB0110

Pasang transmission (hal. 11-16).


Rakit crankcase (hal. 11-19).

ASSEMBLY SET RIGHT CRANKCASE

TRANSMISSION "(TRANSMISSI)
PELEPASAN
Pisahkan belahan-belahan crankcase (hal. 11-6). COUNTERSHAFT
Lepaskan mainshaft, countershaft dan shift drum
sebagai sebuah assembly (susunan).

11-9
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
Lepaskan countershaft oil seal dari left crankcase.

PEMBONGKARAN
Jangan Bongkar mainshaft, countershaft dan shift drum.
merenggangkan snap SHIFT DRUM
ring lebih daripada Bersihkan semua parts yang telah dibongkar dalam
yang diperlukanuntuk larutan pembersih secara menyeluruh.
pelepasannya.
CATATAN:
Ikutilah jejak parts yang telah dibongkar (gears,
bushings, drum lock plate, friction spring, washers dan
snap rings) dengan menggeser mereka pada sebuah
tool atau memasangnya pada seutas kawat.

MAINSHAFT COUNTERSHAFT
Lepaskan yang berikut dari shift drum:
SHIFT FORKS
- Guidepin clips
- Guidepins
- Shift forks

PIN CLIPS SHIFTDRUM

PEMERIKSAAN
SHIFT FORK
Periksa shift fork terhadap perubahan bentuk atau
keausan tidak normal.
Ukur tebal masing-masing shift fork claw.

BATAS SERVIS: 4,60 mm


Ukur D.O. masing-masing shift fork.
BATAS SERVIS: 34,14 mm

11-10
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATE R
SHIFT DRUM
Periksa alur-alur shift drum terhadap keausan atau
kerusakan.
Ukur D.L. shift drum pada masing-masing ujungnya.

BATAS SERVIS:
Sisi kiri: 23,92 mm
Sisi kanan: 33,93 mm

SHIFTDRUM GROOVES

Periksa shift drum journal (bantalan luncur shift drum)


terhadap keausan tidak normal atau kerusakan.

GEAR/BUSHING/SHAFT
Periksa alur gear shifter terhadap keausan tidak normal
GEAR DOGS
atau kerusakan.
Periksa gear dogs dan gigi-gigi terhadap keausan tidak
normal atau kekurangan pelumasan.

GEAR SHIFTER GROOVE


Periksa lubang-Iubang dogs terhadap keausan tidak
normal atau kekurangan pelumasan.
Ukur D.O. masing-masing gear.
BATAS SERVIS:
M2, M3: 17,04 mm
C1: 18,04mm
C4: 20,04 mm
Periksa C1 gear bushing terhadap keausan atau
kerusakan.
Ukur D.L. dan D.O. gear bushing.
BATAS SERVIS:
D.L.: 17,94 mm
D.O.: 15,04 mm DOG HOLES

Hitung jarak renggang antara gear ke bushing.


BATAS SERVIS:
C1: 0,10 mm

11-11
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
Periksa mainshaft dan countershaft terhadap keausan
tidak normalatau kerusakan.
Ukur D.L. dari mainshaft dan countershaft.
BATAS SERVIS:
Pada M3: 16,95 mm
C1.BUSHING I
COUNTERSHAFT

Pada C1: 14,95 mm


Hitungjarak renggang antara gear ke shaft.
BATAS SERVIS:
M3: 0,09 mm
Hitungjarak renggang antara bushing ke shaft.
BATAS SERVIS:
C1: 0,09 mm MAINSHAFT

TRANSMISSION BEARING
Putar inner race (Iingkaran dalam) dari masing-masing
bearing (bantalan) dengan jari-jari.
Bearings harus berputardenganhalus dan tanpa suara.
Juga periksa bahwa masing-masing bearing outer race
(Iingkaran luar bantalan) duduk dengan erat pada
crankcase.

Ganti bearing jika inner race tidak berputar dengan


halus, tanpa suara, atau jika outer race duduk dengan
longgar pada crankcase.

JAlAN liNTASAN Oll


Tiuplah terbuka jalan lintasan ali dari right crankcase
dengan udara darikornpressor.
Periksa jalan lintasan ali terhadap sumbatan, keausan
atau kerusakan.

11-12
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
PERAKITAN
Bersihkan semua parts dalam larutan pembersih dan
keringkan secara menyeluruh.
Semprotkan oli molybdenum disulfide pada permukaan
dalam masing-masing gear yang berputar dan seluruh
permukaan C1 bushing agar mendapatkan pelumasan
awal.

o x
Rakit semua parts pada posisi mereka semula.
CATATAN:
• Periksa gears terhadap kebebasan pergerakan
atau perputaran pada shaft.
• Pasang washers dan snap rings dengan ujung
yang dipotong menghadap ke sisi gaya dorong.
Jangan memakai kembali snap ring yang aus yang
dapat denganmudah berputar dalam alurnya.
• Periksa bahwa snap rings telah duduk pada alurnya
dan tepatkan celah pada ujung mereka dengan
alur-alurdari spline.
• Periksa bahwa special washers telah duduk pada
alur-alur shaft.

MAINSHAFT:

M2/M3: permukaan dalam


M4: alur shift fork

M3 GEAR(22T)

--:7J M2 GEAR (18T)

-.
SPLINE WASHER
MAINSHAFT M1 GEAR (13T)

--:7J M4 GEAR(24T)

Arah washerand snap ring:

11-13
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
COUNTERSHAFT:

Pasang friction spring ke dalamalur C2 gear.


~ C1/C4: permukaan dalam
Masukkan ujungspringke dalamlubangpadadrum lock
; C3: alur shift fork
plate.

COUNTERSHAFT

)'"

COLLAR . :\,\,.;.
~" .. \~\)
FRICTION SPRING ~~
THRUSTWASHER ...---;~ ..

Masukkan lock washer


tabs ke dalam slotsdari
C4 GEAR (22T) splinewasher.

SPLINE
WASHER

SNAP RING

Arah washerand snap ring:

SHIFTDRUM:

GUIDE PIN CLIPS

--:71 SHIFT DRUM

~
\

/0
GUIDE PINS

11-14
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
PENGGANTIAN TRANSMISSION BEARING
Lepaskan crankshaft (hal. 11-7).
l CRANKCASE KANAN: MAINSHAFT BEARING
Lepaskan bolts dan mainshaft bearing set plates.
Dorong keluar mainshaft bearing dan countershaft
bearing dari rightcrankcase.

Dorong keluar countershaft bearing dari left crankcase.

Keluarkan mainshaft bearing dari left crankcase dengan


menggunakan special tools.

TOOLS:
Bearing remover set, 12 mm 07936·1660101
• Bearing remover shaft, 12 mm 07936·1660120
• Bearing remover head, 12 mm 07936·1660110
Remover weight 07741·0010201

11-15
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
Dorong masuk bearing baru ke dalam crankcase
dengan sisi yang ada tandanya menghadap ke atas
sampai mereka telah duduk sepenuhnya, dengan
menggunakan specialtools.
TOOLS:
Right crankcase mainshaft bearing:
Driver 07749-0010000
Attachment, 37 x 40 mm 07746-0010200
Pilot, 17 mm 07746-0040400
Right crankcase countershaft bearing:
Driver 07749-0010000
Attachment, 32 x 35 mm 07746-0010100
Pilot, 12 mm 07746-0040200
Left crankcase malnshaft bearing:
Driver 07749-0010000
Attachment, 28 x 30 mm 07946-1870100
Pilot, 12 mm 07746-0040200
Left crankcase countershaft bearing:
Driver 07749-0010000
Attachment, 37 x 40 mm 07746-0010200
Pilot, 17 mm 07746-0040400

Oleskan zat pengunci pada ulir mainshaft bearing set


plate bolt seperti ditentukan.

Pasang mainshaft bearing set plates dan bolts pada


right crankcase dan kencangkan bolts.

Pasang crankshaft (hal. 11-9).

PEMASANGAN TRANSMISSION
Oleskan gemuk pada bibir-bibir countershaft oil seal t'i;'·,'(i?'.i,i,,;ji'''j;Jf!!i'j,~'''f!!!!,'f,,;;··i,',.}<'',.:'!)u!j;!!;!d:','.~",'i.
baru.
Pasang oil seal sampai ia telah duduk sepenuhnya.

11-16
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
Sempratkan ali mesin pada transmission gears dan
seluruh permukaan shift drum.
Saling kaitkan mainshaft gears, countershaft gears dan
--"l SHIFT DRUM

shift drum assembly.

Pasang mainshaft, countershaft dan shift drum ke


--"l MAINSHAFT --"l \
COUNTERSHAFT

COUNTERSHAFT
dalam right crankcase.

Putar shift drum untuk memeriksa cara kerja


transmission.

Tepatkan ujung dari lock plate dan alur shift drum.


Rakit crankcase (hal. 11-19).

11-17
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
CAM CHAIN GUIDE SPROCKET
PELEPASAN
Pisahkan belahan crankcase (hal. 11-6).
Tahan cam chainguide sprocket, putarcam chain guide
sprocket spindle berlawanan jarum jam dan lepaskan
dari left crankcase.

PEMERIKSAAN
Periksa sebagai berikut:
- Cam chain guide sprocket terhadap keausan atau CAM CHAIN GUIDE
kerusakan SPROCKET
- Cam chain guide sprocket spindle terhadap keausan
atau kerusakan

SPINDLE
- Spindle journal terhadap keausan tidak normal atau
kerusakan.

PEMASANGAN
Semprotkan oli mesin pada permukaan peluncuran cam
chain guidesprocketspindle.

Pasang spindle pada left crankcase, tahan sprocket dan


kencangkan spindle dengan torsi yangditentukan.

TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m; 7Ibf.ft)

Rakitcrankcase (hal. 11-19).

11-18
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
PERAKITAN CRANKCASE
Bersihkan sealant dari permukaan-permukaan
penyatuan left crankcase dan right crankcase.

Pasang dowelpins pada rightcrankcase.

DOWEL PINS
Oleskan lapisan tipis tetapi menyeluruh dari sealant(zat
perapat) (THREE BOND 1215 atau 1207B atau
LOCTITE 5020 atau sejenisnya) pada permukaan
penyatuan left crankcase kecuali daerah jalan lintasan
eli seperti diperlihatkan.

Pasang left crankcase pada right crankcase.

Pasang dan kencangkan crankcase bolts dalam pola


bersilangan dalam beberapa langkah. BOLTS

11·19
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
Semprotkan oli mesin pada seluruh permukaan cam
chain.
Pasang cam chaindi atas timing sprocket.

Pasang parts yang telah dilepaskan (hal. 11-3) dalam


urutan terbalik dari pelepasan.

KICKSTARTER
PELEPASAN
Lepaskan gearshift linkage (hal. 9-27).
Lepaskan snapring dan retainerdari kickstarler spindle.

Pisahkan belahan crankcase (hal. 11-6).


Lepaskan kickstarter spindle dari right crankcase.

PEMBONGKARAN/PEMERIKSAAN
Lepaskan sebagai berikut:
COLLAR
- Special washer
- Collar
- Return spring

SPECIAL WASHER

11·20
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
- Snap ring
- Starter ratchet STARTER RATCHET
- Ratchet spring

SNAP RING

- Snap ring
- Washer STARTER PINION GEAR
- Starter pinion gear

WASHER

PEMERIKSAAN
Periksa kickstarter spindle terhadap kebengkokan,
keausan atau kerusakan.

Ukur D.L. kickstarter spindle.


BAlAS SERVIS:· 19,94 mm
Periksa starter pinion gear terhadap keausan tidak
normal ataukerusakan.

Ukur D.O. starterpinion gear.


BAlAS SERVIS: 20,08 mm

STARTER PINION GEAR

Periksa starter spindle journals dari left crankcase dan


right crankcase terhadap keausan berlebihan atau
kerusakan.

KICKSTARTER SPINDLE JOURNALS

11-21
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
PERAKITAN
Bersihkan semua parts dalam larutan pembersih dan
keringkan secara menyeluruh.
CATATAN:

o xl
• Pasang washers dan snap rings dengan Uiung-I
ujung yang dipotong menghadap ke sisi dengan
gaya dorong.
• Jangan pakai kembali snap ring aus yang dapat
dengan mudah berputar d! dalam alurnya. I
Periksa bahwa snap rings telah dudukpada alurnya
dan tepatkan celah pada ujungnya dengan alur-alur
pada spline.
Periksa bahwa special washer telah duduk pada
alurnya.

KICKSTARTER SPINDLE RETURN SPRING

COLLAR

SPECIAL WASHER

SNAP RINGS

WASHER
Di lihatdarisebelah dalam:
pasang ratchet spring andfriction
spring seperti di perlihatkan.

STARTER PINION GEAR

RATCHET SPRING

Arahwasher and snap ring:

11-22
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
Semprotkan larutan molybdenum oil pada permukaan
dalam starterpiniongear. -:7J STARTER PINION GEAR

Pastikan bahwasnap Pasang starterpiniongear, washer dan snapring.


ring telah duduk
denganeratpada
alurnya.

WASHER

Pasang ratchet spring pada starterratchet.


STARTER RATCHET
Pastikan bahwasnap Pasang starter ratchet dan snap ring pada kickstarter
ring telahduduk spindle.
denganeratpada
alurnya.

SNAP RING

Pasang return spring pada kickstarter spindle


sementara mentepatkan ujung spring dengan lubarig
pada spindle.

Pasang collar pada kickstarter spindle sementara


mentepatkan alurnya dengan ujung return spring. Tepatkan

11-23
CRANKSHAFT/TRANSMISSION/KICKSTATER
Pasang specialwasher pada kickstarter spindle.
SPECIAL WASHER

PEMASANGAN
Sempratkan ali mesin pada gigi-gigi kickstarter gear.

Pasang kickstarter spindle sementara mentepatkan


ratchet spring-nya dengan alur pada right crankcase
seperti diperlihatkan.

Pasang ujung return spring ke dalam lubang pada right


crankcase seperti diperlihatkan.

Rakit crankcase (hal. 11-19).

Tempatkan retainerpada kickstarter spindle.

Untuksernentara pasang kickstarter pedaldan bolt.


Putar kickstarter pedal dan pasang retainer seluruhnya
sementara mentepatkan giginya yang lebar dengan
splinelebarpadaspindle.

Lepaskan kickstarter pedal.


Keluarkan bolt dan kickstarter pedal.

Pastikan bahwa snap Pasang snapring pada alur kickstarter spindle.


ringtelah duduk
dengan eratpada Pasang gearshift linkage (hal. 9-29).
alurnya.

11-24
12. RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

LOKASI KOMPONEN·KOMPONEN 12·2 FORK 12-11

KETERANGAN SERVIS 12-3 HANDLEBAR 12-20

TROUBLESHOOTING 12-6 STEERING STEM 12-22

RODA DEPAN 12-7

12-1
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
LOKASI KOMPONEN

9 Nrn (0.92 kgf'm, 6.6 Ibf·ft)

,/ I'~

~, /('-'--.

"\C-'v"g'"'
" ,'i (Ii'::)
, ,,'\_:y,

64 Nrn (6.5 kgf'm, 47Ibf·ft)

.--_...----...
._~ .

59 N'm (6.0 kqfm, 44 Ibf-ft)

12-2
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
KETERANGAN SERVIS
UMUM
! PERINGATAN
Seringkali menghirup debu brake pad, apapun komposisi bahannya, dapatmembahayakan
kesehatan.
Jangan menghirup partikel-partikel debu.
Jangan sekali-kali memakai slang udara atau sikat untuk membersihkan susunan rem. Pakailah alat penghisap debu yang
baik.
Bab ini meliputi front wheel (roda depan), fork (garpu), handlebar (stang stir) dan steering stem (poros kemudi).
Sewaktu menservis front wheel, fork atau steering stem, topang sepedamotor dengan menggunakan dongkrak atau alat
penopang lain.
Brakedisc atau pad yang terkontaminasi mengurangi daya pengereman. Buanglah pads yang terkontaminasi dan bersihkan
disc yangterkontaminasi dengan zat pembersih gemuk berkualitas tinggi untukperalatan rem.
Setelah pemasangan front wheel, periksa cara kerja rem dengan menarik brakelever (handel rem).
Untukservis sistem rem, lihathal. 14-3.

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Kedalaman minimum alur kembang ban - Sampai ke
indikator
Tekanan udara ban Pengendara saja 200 kPa (2,00kqf.cm"; 29 psi) -
(dingin) Pengendara dan pemboncenq 200 kPa (2,00kqf.crn"; 29 psi) -
Keolengan poros roda - 0,20
Kolengan wheel rim Radial - 2,0
(pelek roda) Aksial - 2,0
Fork Panjang bebas spring (pegas) 306,8 297,6
Arah spring Dengan Iilitan yang rapat menghadap -
ke bawah
Keolengan pipe(pipa) - 0,20
Fork fluid (minyak garpu) yang Forkfluid -
dianjurkan
Permukaan fluid (ditekan penuh ke 73,0 -
bawah)
Kapasitas fluid 66,0 ± 1 ern" -

TORSIPENGENCANGAN
Steering stem locknut Untuk urutan pengencangan (hal.12-25)
Steering stem top thread Untuk urutan pengencangan (haI.12-25)
Bottom bridge pinch bolt 64 N.m (6,5kgf.m; 47 Ibf.ft)
Handlebar weight screw 9 N.m (0,92 kgf.m; 6,6 Ibf.ft) SL thread screw
Handlebar postmounting nut 59 N.m (6,0kgf.m; 44 Ibf.ft) Unut
Frontaxle nut 59 N.m (6,0kgf.m; 44 Ibf.ft) Unut
Frontbrakedisc socket bolt 42 N.m (4,3kgf.m; 31 Ibf.ft) ALOe bolt; ganti dengan yang baru
Frontsocketbolt 20 N.m (2,0kgf.m; 15 Ibf.ft) Oleskan zat pengunci pada ulir

12-3
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
TOOLS
Bearing remover shaft Bearing remover head, 12 mm Driver
07746-0050100 07746-0050300 07749-0010000

Attachment, 32 x 35 mm Pilot, 12 mm Forksealdriver body


07746-0010100 07746-0040200 07747-0010100

Forksealdriver attachment, 27.2 mm Steering stem socket


07747-0010300 07916-3710101

Ball race remover shaft Ball race remover, 34.5mm Bearing driverattachment
07GMD-KS40100 07948-4630100 07946-3710701

12-4
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Oil seal driver, 53.5 mm Forkseal driverattachment, 35.2 mm Oil sealremover
07947-8800200 07947-KA20200 07748-0010001

or equivalent commercially available.

Spoke wrench, 4.5 x 5.1 mm


07701-0020200

12-5
RODA DEPAN/SUSPENSIIKEMUDI
TROUBLESHOOTING
Kemudi berat
Tekanan udara ban kurang
San rusak
Steering stemtop threads terlalu kencang
Steering headbearing rusak
Steering headbearing race rusak
Steering stembengkok

Kemudi menarik ke satusisi atautidakdapat berjalan lurus


Front axle (poros depan) bengkok
Roda tidak terpasang dengan benar
Front wheelbearings (bantaIan rodadepan) aus atau rusak
Fork (garpu) bengkok
Rangka bengkok
• Steering headbearing(bantalan kepala kemudi) rusak
Swingarm bushings aus atau rusak

Roda depan bergoyang


• Pengikat frontaxle longgar
Rim (pelek)bengkok
Front wheelbearings (bantalan rodadepan) aus atau rusak
San rusak

Roda depan berat perputarannya


Rem depan menyangkut
Frontaxle bengkok
Frontwheelbearingsrusak

Suspensi lunak
Tekanan udaraban rendah
Fork fluid memburuk kondisinya
Seratfork fluid tidak benar
.' Tidakada cukup fluid di dalam fork
Fork spring lemah

Suspensi keras
Tekanan udaraban tinggi
Terlalu banyakfluid di dalam fork
Seratfork fluid tidak benar
Fork pipes bengkok
Fork slider mengikat
Jalan lintasan fork fluid tersumbat

Suspensi berisik
Fork slider bengkok
Fluiddi dalam fork kurang
Pengikat fork longgar

12-6
RODA DEPAN/SUSPENSIIKEMUDI
FRONT WHEEL (RODA DEPAN)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Topang sepedamotor dengan menggunakan dongkrak
atau alat penopang lain yang dapatdisetel.
Lepaskan/pasang sebagai berikut:
- Speedometer cable
- O-ring
- Axlenut
- Frontaxle
- Frontwheel
- Side collar
- Speedometer gearbox

TORSI:
AXLE NUT 59 N.m(6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft)

Ganti speedometer cable O-ring dengan yang baru.


Oleskan gemuk pada front axle, speedometer gear
dan speedometer cable O-ring.
Periksa cara kerja remsetelah pemasangan.
* : 3 9 ke gigi gear
: 0.5- 1.09 ke permukaan dalam gear
~
FRONT AXLE

FRONT WHEEL

AXLE NUT
59 Nrn (6.0kgf'm, 44 Ibf·ft)

Tepatkan alur
speedometer gearbox
dengan boss pada forkleg.

Tepatkan speedometer geartabs Lepaskan tab sementara


dengan alur-alur wheel hub. ~, menekannya ke dalam dan
'iii' melepaskan spedometer cable.

~O-RING
SPEEDOMETER GEARBOX

12-7
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan/pasang sebagai berikut:
- Oust seals
- Socket bolts
- Brake disc
- Wheel bearings
- Distance collar
Ganti socketbolts, bearings dan dust seals dengan
yang baru.
• Oleskan gemuk pada bibir-bibir dust seal, rongga
bearing dan distance collar.
TORSI:
BRAKE DISC
SOCKET BOLT 42 N.m (4,3 kgf.m; 31 Ibf.ft)

Untukpenggantian wheel bearing (hal. 12-9).


Kencangkan bolts dalam
polabersilangan dalam 2
atau 3 langkah.

DISTANCE
~COLLAR

B~AKE DISC .,~


DUST SEAL

S~
~ ~_.

WHEEL BEARING KANAN


~~~O/
\t- .~~
(Tipe roda jari-jari: 6201 U)
(Tipe roda tuangan: 6201 UU)

\ --~
WHEEL BEARING KIRI
.

(Tipe roda jari-jari: 6201 U)


(Tipe roda tuangan: 6201 UU)

Pasang dustseal kanan sampai ia rata


dengan permukaan ujung roda.
Pasang dustseal kiri sampai ia telah
duduk sepenuhnya.
DUST SEAL KIRI

12-8
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PENYETELAN WHEEL CENTER (PUSAT
RODA)
Letakkan rim (pelek) pada meja kerja.
Letakkan wheel hub (pusat roda) di tengah2 rim dan
mulailah menganyam dengan spokes (jari-jari) baru.

Setel posisi wheel hub sehingga jarak dari permukaan


ujung kiri wheel hub sampai bagian samping rim adalah
13,0± 1,0mmseperti diperlihatkan.

TOOL:
Spoke wrench, 4.5 x 5.1 mm 07701-0020200
TORSI: 2,5 N.m (0,25 kgf.m; 1,8 Ibf.ft)
Periksa keolengan rim (hal. 12-10).

PENGGANTIAN BEARING
Pasang bearing remover headke dalam bearing.
.Darisisi berlawanan, pasang bearing remover shaft dan REMOVER SHAFT
dorong bearing keluar dari wheel hub.
Lepaskan distance collar dan dorong keluar bearing
yang lain.

TOOLS:
Bearing remover head, 12 mm 07746-0050300
Bearing remover shaft 07746-0050100

REMOVER SHAFT REMOVER HEAD

Isilah semua rongga bearing dengan gemuk.


ATTACHMENT DRIVER
Jangansekali-kali Dorong masuk sebuah bearing kanan baru secara
memasang kembali tegaklurus dengan sisinya yang tertutup menghadap ke
bearings lama. Sekali atassampai ia telah duduk sepenuhnya.
bearings telah
dikeluarkan, harus TOOLS:
digantidengan yang Driver 07749-0010000
baru.
Attachment, 32 x 35 mm 07746-0010100
Pilot, 12 mm 07746-0040200

fJ ~ BEARING PILOT

12-9
RODA DEPAN/SUSPENSIIKEMUDI
Oleskan lapisan tipis gemuk pada distance collar dan
pasang.
I ~81 ~
Dorong masuk sebuah bearing kanan baru secara I BEARING
tegaklurus dengan sisinya yang tertutup menghadap ke
atas.

TOOLS:
Driver 07749-0010000 I

Attachment, 32 x 35 mm 07746-0010100
Pilot, 12 mm 07746-0040200

PEMERIKSAAN
AXLE (POROS)
Letakkan axle pada V-blocks dan ukur keolengan
dengan dial indicator.

BATASSERVIS: 0,20 mm
Keolengan sebenarnya adalah ~ dari pembacaan total
indicator.

WHEEL BEARIN~ (BANTALAN RODA)


Putar inner race dari masing-masing bearing dengan .
jari-jari, bearing harus berputar dengan halus dan tanpa
suara.
Juga periksa bahwa bearing outer race duduk dengan
erat pada hub.

Ganttbearing» dalatn Lepaskan dan buanglah bearings jika races tidak


pasangan. berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika mereka
duduk dengan longgar pada hub.

WHEEL RIM (PELEK RODA)


Periksa keolengan wheel rim dengan meletakkan roda
padasebuah turning stand (alatpegangan roda).
Putar roda dengan tangan dan bacalah keolengan
dengan menggunakan dialindicator.
Keolengan sebenarnya adalah ~ dari pembacaan total
indicator.

BATASSERVIS:
Aksial: 2,0 mm
Radial: 2,0 mm

12·10
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
FORK (GARPU)
PELEPASAN
Lepaskan frontfender B (hal. 2-5). UPPERPINCH
Gantungkan front Lepaskan brake caliper mounting bolts (baut-baut BOLTS
brake caliperdengan pemasangan brake caliper) dan brake caliper dari fork
seutas kawat sehingga leg (kaki garpu) kanan (hal. 14-12).
;0 thinkbergantung
padafront brake
Lepaskan bottom bridge upper pinch bolts (baut-baut
hose.
Jangan memilinbrake
penjepit atasbottom bridge).
hose. Longgarkan bottom bridge lowerpinch bolts (baut-baut
penjepit bawah bottom bridge) danlepaskan forklegs.

LOWER PINCH
BOLTS
PEMBONGKARAN
Tahan fork sliderdi dalam catok dengan penjepit lunak
atau dengan kain lap. FORK SLIDER SOCKET BOLT

Longgarkan fork socket bolt tetapi jangan lepaskan


dulu.

Letakkan suitable tool (perkakas yang sesuai) pada


spring seat. SUITABLE TOOL

Untuk menghindari Dorong spring seat ke dalam fork pipe dengan SPRING SEAT
hilangnya tegangan, menggunakan sebuah suitable tool dan hydraulic press,
jangan tekanfork kemudian lepaskan stopper ring dengan menggunakan
spring lebihdaripada sebuah obeng kecil,
yang diperlukan.
Spring seat beradadi
bawahtekanan Lepaskan spring seat, O-ring danspring dari forkpipe.
spring. Berhati-
hatilahsewaktu
melepaskanfork
assemblydari
hydraulicpress. SPRING a-RING

Tuangkan fork fluid (minyak sokbreker) keluar dengan


memompa forkpipebeberapa kali.

~ ...

j, I
Ii
,I
://
I
/

12-11
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Lepaskan dust seal.

DUST SEAL

Lepaskan oil sealstopperring.

Lepaskan socketbolt dan sealing washer.


SEALING WASHER

SOCKET BOLT

Lepaskan forkpistondan rebound spring dari forkpipe.


FORK PISTON

REBOUND SPRING

12-12
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Tarik forkpipe keluardari fork slider.

Keluarkan oil seal dengan menggunakan special tool.


i~/I -. FORK PIPE

OIL SEAL REMOVER


TOOL:
Oil seal remover 07748·0010001 atau
sejenisnya yang dapat \ .rv
dibeli di pasaran.

'----~\
i
r-,

OIL SEAL
\\ \,

Keluarkan back-up ring dari forkslider.


BACK-UP RING

~.
~
\~
-. FORK SLIDER

PEMERIKSAAN
FORK SPRING
Ukur panjang bebas forkspring. SPRING
BATAS SERVIS: 297,6 mm
/
r'·I\\II\l\l'fJl.~_1i1l\\R1
I ~

12-13
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
FORK PIPE/SLIDER/PISTON
Periksa fork pipe, fork slider dan fork piston terhadap
tanda gerusan, dankeausan berlebihan atau abnormal. FORK SLIDER

Periksa fork piston ring terhadap keausan atau


kerusakan.
Periksa rebound spring terhadap keletihan atau ""i! FORK PIPE
kerusakan.
Ganti komponen-komponen bilaperlu.
REBOUND ~
SPRING """--
----...~ .

~~.~.
FORK PISTON I
FORK PISTON RING

Letakkan forkpipepada V-blocks danukurkeolengan.


Keolengan sebenarnya adalah Y2 dari pembacaan total
indicator.

BATASSERVIS: 0,20 mm

FORK PIPE BUSHING


Periksalah . guide bushing di dalam fork slider secara
visual.
Gantilah forks/idersebagai sebuah assembly (susunan) GUIDE BUSHING
jika ada gerusan atau goresan berlebihan, atau jika
teflon aus sehingga permukaan tembaga tarnpak pada
BACK-UP RINGING
lebih dari%dariseluruh permukaan.

Periksa back-up ring; ganti bila ada perubahan bentuk


pada titik-titik yang ditunjukkan oleh anak panah pada
gambar.

CHECK POINTS

12-14
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PERAKITAN

FORK PISTON RING _ ,


FORK PIPE FORK PISTON "'ilI'
~'
~,..
.
~
. , . DUST SEAL-·,·············_····_·.
/
. ·.· .,

RIN~~.:~:.:
STOPPER RING
STOPPER
"'~ ~
fI- --.;.? ff:J)

BACK-UP RING ~()


~
OIL SEAL

/
.'
;r", SPRING
SEAT

O-RING

SOCKET BOLT
-'''''
llijll ~

20N'm
(2.0 kgf'm, 15Ibf·ft)

1s.
·.J ,.'

. fI SEALING WASHER REBOUND SPRI~G

Sebelum perakitan, cucilah semua parts dengan larutan


pembersih dengan titik api tinggi atau yang tidak dapat FORK SLIDER
terbakar danseka kering.

Pasang forkpipe ke dalam fork slider.

Pasangforkpiston Jika fork piston ring dilepaskan dari fork piston,


-. FORK PIPE

ringdengan sisinya pasanglah sebuah fork piston ring baru pada alur fork
yang adapotongan piston. " FORK PISTON RING
menghadap ke bawah.

FORK PISTON
.:
12-15
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Pastikan bahwafork Pasang rebound spring dan fork piston ke dalam fork
pistonring telah pipe. FORK PISTON
duduk padaalurnya.

Bersihkan ulir socket bolt dan aleskan zat pengunci


pada ulir bolt. ...
~
~ SEALING WASHER
Pasang dan kencangkan socket bolt dengan sealing
washerbaru pada forkpiston.

.c.w SOCKET BOLT

Pasang back-up ring ke dalam fork slider.


BACK-UP RING

<;
FORK SLIDER

Oleskan fork fluid pada bibiroil seal baru.


FORK SEAL
Pasang oil seal Darong masuk oil seal ke dalam fork slider dengan
DRIVER
dengan sisinya yang menggunakan special tools sampai ia telah duduk
bertanda menghadap seluruhnya.
ke alas.
TOOLS:
Fork seal driver body 07747-0010100
Fork seal driver attachment, 07747-0010300
27.2 mm

~~
__iI'

. . OIL SEAL

12-16
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Pasang oil seal stopper ring ke dalam alur stopper ring
pada forkslider.

Oleskan fork fluid pada bibir dustseal baru.


Jangan mengetuk Pasang dustseal sampai ia telah duduk sepenuhnya. ..,~
bibirdustsealterlalu ...jjII .....
keras. DUST SEAL

Tuanqkan fork fluid yang dianjurkan dalam jumlah yang


ditentukan ke dalam forkpipe.

KAPASITAS FORK FLUID: 66 ± 1 em'


Pompa fO'rk. pipe beberapa kali untuk mengeluarkan
udara yang terperangkap daribagianbawah forkpipe.

Pastikan bahwa tinggi Tekan fork leg sarna sekali ke bawah dan ukur tinggi
permukaan fluid permukaan fluid daribagian atas forkpipe.
ada/ah samadi dalam
keduafork. TINGGI PERMUKAAN FORK FLUID: 73,0 mm

78.5 mm (3.09 in)

12-17
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Tarik fork pipe ke atas dan pasang fork spring dengan
ujungnya yang meruncing menghadap ke bawah.

Tapered side

Lapisi O-ring baru dengan fork fluid dan pasang ke


dalam alurpada spring seat. SUITABLE TOOL

Letakkan fork assembly, spring seat dan stopper ring


pada hydraulic press.
Letakkan suitable tool pada spring seat.

Untuk menghindari Dorong spring seat ke dalam fork pipe sampai alur
hilangnya tegangan. stopper ringtampak.
jangantekanfork
STOPPE
RRING
~~
__iI'

O-RING
...
springlebihdaripada
yangdiperlukan.

SPRING SEAT

Pasang stopper ring ke dalam alur stopper ring pada


forkpipe. .

STOPPER RING

Tahan fork slider dalam catok dengan penjepit lunak


ataudengan kain lap. FORK SLIDER

Kencangkan fork socket bolt dengan torsi yang


ditentukan.

TORSI: 20 N.m (2,0 kgf.m; 15Ibf.ft)

SOCKET BOLT

12·18
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PEMASANGAN
Pasang forkpipeke dalam steering stem. UPPER PINCH BOLT HOLE
Tepatkan IUbang upperpinch boltdengan alurpada fork
pipe seperti diperlihatkan.

FORK PIPE STEERING STEM


Pasang bottom bridge upperpinch bolts.
. . . - - - - - - - - - - _..•._._._ .... _. __ ..
UPPER PINCH
Kencangkan bottom bridge upper/lower pinch bolts BOLTS
dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 64 N.m (6,5kgf.m; 47Ibf.ft)


Pasang sebagai berikut:
- Frontfender B (hal. 2-5)
- Brake caliper (hal. 14-12)

LOWER PINCH
BOLTS
L _

12-19
RODA DEPAN/SUSPENSIIKEMUDI
HANDLEBAR (STANG STIR)
PELEPASAN/PERAKITAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Handlebar rearcover(hal. 2-14) CHOKE CABLE
- Main pipecover(hal. 2-7) SPEEDOMETER /
Lepaskan sebagai berikut dari handlebar clamps. CABLE
- Frontbrake hose
- Throttle cable
- Speedometer cable
- Choke cable

Lepaskan sebagai berikut:


- Mastercylinder/holder/bolts
- Screws/handlebar weights
- Throttle pipe
- Lefthandlebar grip
- Nut/collars/bolt/handlebar post

TORSI:
HANDLEBAR
WEIGHT SCREW 9 N.m (0,92 kgf.m; 6,6 Ibf.ft)
HANDLEBAR POST THROTTLE CABLE
MOUNTING NUT 59 N.m (6,0kgf.m; 44 Ibf.ft)

• Untuk pemasangan handlebar post/handlebar grip


(hal. 12-21).
• Alurkan kawat-kawatlkabel-kabel dengan benar
(hal. 1-15).
Kencangkan upper bolt
SCREW Tepatkan ujung master dulu, kemudian baru lower
9 Nrn (0.92kgf'm, 6.6 Ibf·ft) cylinder dengan tanda titik bolt.
pada handlebar.
HANDLEBAR WEIGHT

,,\ "THRO,TILE PIPE

'@/;:._~
~
tempatkan holder
dengan tanda "UP"
~ menghadap ke alas..

HANDLEBAR POST

/ HANDLEBAR GRIP

->
MASTER CYLINDER
(,I~
~Q~

NUT
59N·m(6.0
kgf'm, 44
Ibf·ft)
COLLAR
COLLAR

12·20 l
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PEMASANGAN HANDLEBAR POST
Pasang handlebar post pada steering stem sementara
mentepatkan lubang-Iubang bolt.
NUT REAR COLLAR
Rearcollarlebih Pasang front/rear collars, boltdannut.
tinggi darifront
collar. Kencangkan nut dengan torsi yang ditentukan.
TORSI: 59 N.m (6,0kgf.m; 44 Ibf.ft)

FRONT COLLAR
'BOLT

PEMASANGAN HANDLEBAR GRIP


Jika handlebar grips telah dilepaskan, oleskan Honda
Bond A atau sejenisnya pada bagian dalam dari grip HANDLEBAR GRIP
dan pada permukaan bersih darileft handlebar.

Tunggu 3 - 5 menit dan pasang grip.

Biarkan lem Putar gripagarlemterbagi merata.


mengering selama J
jam sebelum
memakainya.

LEFT HANDLEBAR

PENGGANTIAN HANDLEBAR INNER WEIGHT


Dorong masuk retainer tab melalui lubang handlebar
dengan obeng atau drib.

Semprotkan lubricant Untuk sementara pasang gripenddanscrew, kemudian


spraymelalui lubang lepaskan inner weight assembly dengan memutar grip
handlebar pada end.
rubberuntuk
memudahkan
pelepasan.

Lepaskan screw, grip end dan rubber cushions dari


innerweight. INNER WEIGHT ~~
Buanglah retainer.
Periksa kondisi darirubber cushions, ganti bilaperlu. -.---
RETAINER

Pasang rubber cushions dansebuah retainer baru pada


innerweight.
Pasang grip end pada inner weight dengan SCREW
mentepatkan boss-nya dengan alurpemasangannya.
Pasang gripendscrew.
RUBBER
CUSHIONS

GRIPEND

12-21
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Masukkan innerweight assembly ke dalam handlebar.
Putar innerweight dan kaitkan retainer tab pada lubang INNER WEIGHT
HOLE
pada handlebar.

Lepaskan gripendscrew dan gripend.

RETAINER GRIP END

STEERING STEM (paRaS KEMUDI)


PELEPASAN
Lepaskan sebagai berikut:
r!2J.~ STEM LOCK NUT
- Fork (hal. 12-11)

~ ~~-
- Handlebar (hal. 12-20)

Longgarkan steering stem lock nut dengan


menggunakan socket wrench.

TOOL: LOCK WASHER


Socket wrench 07916·KM10000
Lepaskan steering stem locknut dan lockwasher.

SOCKET
WRENCH
Hati-hati agartidak Tahan steering stem dan lepaskan top threaddengan
menjatuhkan steering menggunakan stem socket.
stem.
TOOLS:
Steering stem socket 07916·3710101

Hati-hati agartidak Lepaskan upper bearing inner race dan upper steel
nienjatuhkan steering balls (23 balls) sementara menahan steering stem.
stemdan uppersteel UPPER INNER ~;~~. ~"
balls. RACE .,'~~
"-----.. STEEL
Q/ BALLS (23)

12·22
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Hati-hati agartidak Lepaskan steering stem dan lowersteelballs (29 balls).
menjatuhkan steering STEERING STEM
stemdanlowersteel
balls.

~
STEEL BALLS (29)
PENGGANTIAN STEERING STEM
BEARINGS
Selalu ganti steel balls dan races sebagai sebuah
set. UPPER
Lepaskan steering stem (hal. 12-22). OUTER RACE
Lepaskan upper bearing outer race dengan
menggunakan tool sebagai berikut.

TOOL:
Ball race remover shaft 07GMD·KS40100

BALL RACE
REMOVER SHAFT

Lepaskan lower bearing outer race dengan


menggunakan tools berikut ini. BALL RACE
"REMOVER SHAFT
TOOLS:
Ball race remover, 34.5mm 07948·4630100
Ball race remover shaft 07GMD·KS40100

BALL RACE
REMOVER ------~~
LOWER
OUTER RACE

Lepaskan dust seal dari steering stem lower bearing


LOWER INNER RACE
innerrace.
STEERING STEM 1\ /
Lepaskan lower bearing inner race dengan sebuah ~
!

\\t\
. f
pahat atau tool sejenis dengan berhati-hati agar tidak
merusak stem.

DUST SEAL

12-23
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Pasang lower bearing inner race baru dengan
menggunakan tool berikut ini dan hydraulic press. LOWER INNER RACE
~.,
TOOLS:
Fork seal driver attachment, 07947-KA20200
.... --
35.2 mm

o
FORK SEAL DRIVER
ATTACHMENT

Oleskan 3g gemuk dengan zat tahan tekanan sangat


tinggi (dianjurkan: EXCELIGHT EP2 yang dibuat oleh
KYODO YUSHI, Japan atau Shell ALVANIA EP2 atau
\
sejenisnya) pada bibir dust seal baru kemudian pasang
pada lowerbearing innerrace. \\~
....J

-'
...,..
~ DUST SEAL
Dorong masuk upperbearing outer race baru ke dalarn
headpipe dengan menggunakan tools sebagai berikut. DRIVER/ATTACHMENT

TOOLS:
Driver 07749-0010000
------llV
Bearing driver attachment 07946-371'9701

'1 :_.
1 1,.

~:;-----;;;.·:I'

S~ 1:/:
) :1

UPPER OUTER RACE

Dorong masuk lowerbearing outer race baru ke dalam


_ , LOWER OUTER RACE
headpipe dengan menggunakan tools sebagai berikut.
...,..
TOOL:
Oil seal driver 53.5mm 07947-8B00200

Pasang steering stem (hal. 12-25).

OILSEAL
DRIVER

12-24
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
PEMASANGAN
Untukpenggantian steering stem bearing (hal. 12-23).

~ : gemukdengan zat tahan tekanan sangat


~ tinggi (di anjurkan : EXCELIGHT EP2yang /LOCKNUT
di buatoleh KYODO YUSHI, Japan atau
ShellALVANIA EP2atau sejenisnya) ~~ LOCK WASHER
: Oleskan minimum 39 masing-masing
pada lower/upper races danbibirdustseal ~
. '.~' TOPTHREAD

~---
:0' ~
~~ UPPER INNER RACE
Q

,
: ' ~.~~.,...
I I'
UPPER BEARING (23)
--\- ~I ~

I': UPPER OUTER RACE

STEERING STEM
;:~~" ~
<. ~~ LOWER OUTER RACE
~_
tJ.Q
LOWER BEARING (29)

~ ~
,~
~~ LOWER INNER RACE
)~=AL
I
I
f ......

Oleskan 3g gemuk dengan zat tahan tekanan sangat


tinggi (dianjurkan: EXCELIGHT EP2 yang dibuat oleh
KYODO YUSHI, Japan atau Shell ALVANIA EP2 atau
sejenisnya) pada lowerbearing races.

Gantilah bearing Pasang steel balls (29 balls) pada lower bearing outer
races dan balls race.
sebagai sebuah set.

Hati-hati agar tidak Masukkan steering stem ke dalam steering head pipe,
menjatuhkan steering dengan berhati-hati agar tidak menjatuhkan steel balls.
stemdanlowersteel
balls.

Oleskan 3g gemuk dengan zat tahan tekanan sangat


UPPER INNER RACE
tinggi (dianjurkan: EXCELIGHT EP2 yang dibuat oleh
KYODO YUSHI, Japan atau Shell ALVANIA EP2 atau
sejenisnya) pada upper bearing races.
~~.-' ::~
.. '--".'

Gantibearing races Pasang steel balls (23 balls) pada upperbearing outer
danballssebagai race.
sebuahset STEELBALL~ ~
(23 balls) "---'"
Hati-hati agar tidak Pasang upper bearing innerrace pada stem. o
menjatuhkan steering
stemdanuppersteel
balls.

12-25
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Pasang topthread.
Tahan steering stem dan kencangkan stem top thread
sampai ke torsi awal dengan menggunakan special tool.

TOOL:
Steeringstem socket 07916·3710101

TORSI: 25 N.m(2,5kgf.m; 18Ibf.ft)

Putar steering stem beberapa kali sepenuhnya dari


ujung-ke-ujung untuk mendudukkan bearing.

Longgarkan top thread sarna sekali.

Tahan steering stem dan kencangkan stem top thread


dengan torsi yang ditentukan dengan menggunakan
special tool.

TOOL:
Steering stem socket 07916·3710101

TORSI: 2,5N.m(0,25 kgf.m; 1,8Ibf.ft)

12-26
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Putar top thread berlawanan jarum jam sebanyak kira-
kira45 derajat.

'Q., TOP THREAD

Pasang lock washer dengan mentepatkan tab-nya


dengan alur pada steering stem.

Kencangkan steering stem lock nut dengan torsi yang


ditentukan.

TOOLS:
Socketwrench 07916·KM10000 LOCK WASHER

TORSI: 83 N.m (8,5 kgf.m; 61 Ibf.ft)

Putar steering stem dari ujung-ke-ujung beberapa kati.


Pastikan bahwa steering stem bergerak dengan halus SOCKET
tanpa kelonqqaran ataumengikat. WRENCH

Pasang sebagai berikut:


- Fork (hal. 12-19)
- Handlebar (hal. 12-20)

12-27
MEMO
13. RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

LOKASI KOMPONEN·KOMPONEN 13·2 REM BELAKANG 13·14

KETERANGAN SERVIS 13·3 SWINGARM 13·17

TROUBLESHOOTING · 13·5 SHOCK ABSORBER 13·21

RODA BELAKANG 13·6 BRAKE PEDAL 13·22

13-1
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
LOKASI KOMPONEN·KOMPONEN

24 Nrn (2.4kqf-rn, 18Ibf'ft)

~'"
.......,

24 Nrn (2.4kgf'm, 18 Ibf·ft)

kgf'm, 44 Ibf·ft)

kgf'm, 16 Ibf·ft)

24 Nrn (2.4 kgf'm, 18 Ibf·ft)

13-2
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
KETERANGAN SERVIS
UMUM
I PERINGATAN
Seringkali menghirup debu brake shoe, apapun komposisi bahannya, dapat membahayakan kesehatan.
• Jangan menghirup partikel-partikel debu.
Jangan sekali-kali memakai slang udara atau sikat untuk membersihkan susunan rem. Pakailah alat penghisap debu yang
baik.
• Bab ini meliputi pekerjaan servis rear wheel (roda belakang), rear brake (rem belakang), swingarm (Iengan ayun), shock
absorber (sokbreker) danbrake pedal(pedal rem).
• Brake drum atau brake shoe yang terkontaminasi mengurangi daya pengereman. Buanglah shoes yang terkontaminasi dan
bersihkan drum yang terkontaminasi dengan zat pembersih gemuk berkualitas tinggi untuk peralatan rem.
• Sewaktu menservis rearwheel dan suspensi, letakkan sepedamotor pada standard utamanya.
Hanya pakai boltsdan nutspengganti asli Honda untuk semua titik-titik engsel danpemasangan suspensi.

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Kedalaman minimum alurkembang ban - Sampai ke indikator
Tekanan udara ban Pengendara saja 225kPa (2,25 kqf.cm"; 33 psi) -
(dingin) Pengendara dan pembonceng 225 kPa (2,25 kqf.crn"; 33 psi) -
Keolengan poros roda - 0,20
Kolengan wheel rim Radial - 2,0
(pelek roda) Aksial - 2,0
Drive chain (rantai Size-link IRK 420SL - 102RJ -
roda) I DID 420DX - 102RB -
Kekenduran 30 - 40 -
Rem D.O. brake drum 110,0 -110,2 111,0
Jarak main bebas brake pedal 20 - 30

TORSIPENGENCANGAN
Rearaxle nut 59 N.m (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft) U-nut
Driven sprocket nut 32 N.m(3,3kgf.m; 24 Ibf.ft) U-nut
Driven flange stud bolt Lihat hal. 13-11
Rearbrake stopper armnut 22 N.m(2,2kgf.m; 16Ibf.ft)
Rearbrake arm nut 10 N.m(1,0kgf.m; 7 Ibf.ft) U-nut
Shock absorber uppermounting bolt 24 N.m(2,4kgf.m; 18Ibf.ft)
Shock absorber lowermounting cap nut/nut 24 N.m(2,4kgf.m; 18Ibf.ft)
Swingarm pivotnut 59 N.m(6,0kgf.m; 44 Ibf.ft) U-nut

13-3
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
TOOLS
..---------------------,--.--------------------------------------------,------------------------------------,
Driver Pilot, 12 mm Pilot, 17 mm
07749-0010000 07746-0040200 07746-0040400

--------------------------1
Attachment, 32 x 35 mm Attachment, 37 x 40 mm I' Bearing remover shaft
07746-0010100 07746-0010200 07746-0050100

Bearing remover head, 12 mm Spoke wrench, 4.5 x 5.1 mm


07746-0050300 07701-0020200

13-4
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
TROUBLESHOOTING
Roda belakang bergoyang
• Rim (pelek) bengkok
• Wheel bearings (bantalan roda) aus
• Tife (ban) rusak
• Pengikat axle (poros) tidakdikencangkan dengan benar
• Swingarm pivotbushings (bosengsellengan ayun)tidak bekerja dengan baik
• Tekanan udara ban kurang

Suspensi lunak
• Shock absorber springs (pegas peredam kejut)lemah
• Ada kebocoran oli dari damper unit
• Tekanan udaraban rendah

Suspensi kaku
• Shock absorber damper rod bengkok
• Swingarm pivotbushings rusak
• Swingarm pivot bengkok
• Tekanan udaraban tinggi
• Shock absorber bushings rusak

Kemudi menarik ke satusisiatau tidakdapatberjalan lurus


• Rearaxle (poros belakang) bengkok
• Rangka bengkok
• Swingarm pivotbushing rusak
• Perletakan aXle/penyetelan chain tidak sama pada kedua sisi

Daya pengereman lemah


• Penyetelan rem tidak benar
• Brake linings aus
• Brake linings terkontaminasi
• Brake cam aus
•. Brake drum aus
• Gerigi brake arm tidak berhubungan dengan baik
• Brake shoes aus pada permukaan kontak cam

13·5
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
REAR WHEEL (RODA BELAKANG)
PELEPASAN
Letakkan sepedamotor pada standard utamanya.
Lepaskan brake adjusting nut, spring danjoint pin.

Lepaskan sebagai berikut:


- Cotterpin
- Nut
- Washer
- Rubberwasher

Lepaskan bolt dan lepaskan stopper arm dari brake


panel.

Longgarkan axlenut.
Longgarkan .kedua drive chain adjuster lock nuts dan
adjusters.
Dorong rear wheel ke depan danlepaskan drive chain.

Lepaskan sebagai berikut:


- Axle nut
- Rearaxle
- Adjusterplates
- Rear wheel
- Rightsidecollar

Lepaskan brake panel assembly dari right wheel hub


(pusat roda sebelah kanan).

13-6
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Lepaskan side collardari sisi kiri.

PEMERIKSAAN
AXLE (POROS)
Letakkan rearaxle pada V-blocks.
Putar rear axle dan ukur keolengan dengan
menggunakan dial indicator.
Keolengan sebenarnya adalah 1h pembacaan total
indicator.

BATAS SERVIS: 0,20 mm

WHEEL BEARING DAN DRIVEN FLANGE BEARING


Putar inner race (Iingkaran 'dalam) dari masing-masing
bearing (bantalan) dengan jari-jari.
Bearings harus berputar dengan halus dan tanpa suara.
Juga periksa bahwa bearing outer race (Iingkaran luar
bantalan) duduk dengan erat pada wheel hub (pusat
roda) atau driven flange.

Gantibearings dalam Ganti bearings jika inner race tidak berputar dengan
pasangan. halus dan tanpa suara, atau jika outer race duduk
dengan longgar pada wheel hub atau driven flange.

WHEEL RIM (PELEK RODA)


Periksa keolengan rim dengan meletakkan roda pada
sebuah truing stand (alat pegangan roda untuk setel
pelek).
Putar roda dengan pelan, dan bacalah keolengan
dengan dialindicator.
Keolengan sebenarnya adalah 1h dari pembacaan total
indicator.

BATAS SERVIS:
Radial: 2,0 mm
Aksial: 2,0 mm

13-7
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PEMBONGKARAN
Lepaskan dustseal.
Longgarkan driven sprocket nuts jika driven sprocket
akan dilepaskan.

Lepaskan driven flange dari wheelhub kiri.

Gantidamperrubbers Lepaskan damper rubbers dan O-ring.


sebagaisebuah set.

Lepaskan nuts dan driven sprocket.


NUTS

DRIVEN SPROCKET

13-8
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PENGGANTIAN WHEELBEARING
Pasang bearing remover headke dalam wheel bearing.
Dari sisi yang berlawanan pasanglah bearing remover REMOVER SHAFT
shaft dan dorong bearing keluar dari wheel hub.
Lepaskan distance collar dan dorong keluar bantalan
yanglain.

TOOLS:
Bearing remover head, 12 mm 07746·0050300
Bearing remover shaft 07746-0050100

REMOVER SHAFT REMOVER HEAD

Isilahrongga-rongga bearing dengan gemuk.


ATTACHMENT DRIVER
Dorong masuk sebuah bearing kanan baru secara
tegaklurus dengan sisinya -yang tertutup menghadap ke
atas sampai ia duduk sepenuhnya.

TOOLS:
Driver 07749-0010000
· Attachment, 37 x 40 mm 07746-0010200
Pilot, 12 mm 07746-0040200

,,~ BEARING PILOT

Oleskan lapisan tipis gemuk pada distance collar dan


pasang. ~
Dorong masuk sebuah bearing kiri baru secara DISTANCE
tegaklurus dengan sisinya yang tertutup menghadap ke COLLAR
atas.

TOOLS:
Driver 07749-0010000
Attachment, 32 x 35 mm 07746-0010100
Pilot, 12 mm 07746-0040200

13-9
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PENGGANTIAN DRIVEN FLANGE BEARING
Dorong keluar driven flange collar.
TOOLS:
Driver 07749-0010000 DRIVER
Pilot, 17 mm 07746-0040400

PILOT

DRIVEN" .:>

FLANGE
COLLAR

Dorong keluar driven flange bearing.


DRIVEN
FLANGE
BEARING

Dorong rnasuk driven flange collar ke dalam driven


flange bearing baru dengan sisinya yang tertutup
menghadap ke bawah.

TOOLS:
Driver 07749-0010000
Attachment, 37 x 40 mm 07746-0010200 ATTACHMENTI
Pilot, 12 mm 07746-0040400 PILOT

DRIVEN
FLANGE
COLLAR

lsi semua rongga bearing dengan gemuk.


DRIVER
Pasang driven flange bearing dan collar secara
tegaklurus dengan sisinya yang tertutup menghadap ke
atas.

TOOLS:
Driver 07749-0010000
Attachment, 37 x 40 mm 07746-0010200
Pilot, 12 mm 07746-0040200
~
DRIVEN
FLANGE
BEARINGI ' ATTACHMENTI
COLLAR PILOT

13-10
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PERAKITAN
RIGHT WHEEL BEARING (6301 U)

.~~~/
." I ~~
S~
® O-RING

~/~ DAMPER RUBBER

DISTANCE COLLAR
~
S~
D~ST SEAL

DRIVEN FLANGE

/
DRIVEN FLANGE
COLLAR

~ ~ LEFTWHEEL BEARING (6201U)

....~~~
,...
DRIVEN FLANGE BEARING (6203U) 32 Nrn (3.3 kqfrn, 24 Ibf·ft)

PENYETELAN WHEEL CENTER


l.etakkan wheel rim pada meja kerja.
Letakkan wheel hub (pusat roda) pada tengah2 rim
(pelek) dan mulailah menganyam denganjari-jari baru.

Setel posisi wheel hub sedemikian sehingga jarak dari


permukaan samping kanan wheel hub ke sisi dari rim
adalah 6,0 ± 1,0 mm seperti diperlihatkan.

TOOL:
Spoke wrench, 4.5 x 5.1 mm 07701-0020200

TORSI: 3,7 N.m (0,38 kgf.m; 2,7 Ibf.ft)


6.0 ± 1.0 mm
Periksa keolengan rim (hal. 13-7). (0.24 ± 0.04 in)

DRIVEN FLANGE STUD BOLT


Oleskan zat pengunci pada ulir driven flange stud bolt
jika studbolts dilepaskan. 12.7± 0.5 mm
(0.50 ± 0.02 in)
Pasangdan kencangkan driven flange studbolt.

Setelah memasang stud bolts, periksa bahwa tinggi


kepala bolt sampai permukaan driven flange adalah
sesuaidengan spesifikasi.

STUD BOLT

13-11
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PERAKITAN
Pasang damperrubbers ke dalam wheelhub.
Oleskan gemuk pada O-ring baru dan pasang pada alur
dari wheelhub.

Pasang driven flange pada wheelhub.


Pasang driven sprocketdan nuts.
Kencangkan nuts dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 32 N.m (3,3 kgf.m; 24 Ibf.ft)

Oleskan gemuk pada bibir-bibir dust seal baru dan


pasang pada driven flange sampai ia rata dengan
permukaan ujungdrivenflange.

PEMASANGAN
Pasang side collar ke dalam driven flange.

Jaga agargemuk Pasang brakepanel assembly ke dalam wheelhub.


tidakmengenai brake
drum atau daya
pengereman akan
berkurang.

13-12
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Letakkan roda belakang antara lengan-Iengan
swingarm.
Pasang drive chaindi atas driven sprocket.
Oleskan gemukpadapermukaan rear axle.
Pasang sebagai berikut:
- Left adjusterplate
- Rear axle
- Rightside collar
- Rightadjusterplate
- Axle nut

Pasang stopper arm pada brake panel dengan bolt,


rubberwasher, washer dan nut.

Kencangkan nut dengan torsi yangditentukan.


TORSI: 22 N.m(2,2 kgf.m; 16 Ibf.ft)
Pasang sebuah cotterpin baru.

Pasang joint pin ke dalam brake arm, kemudian pasang


spring, brakerod dan adjusting nut.

~ Setel kekenduran drive chain (hal. 3-14).


t! Seteljarak mainbebas brakepedal (hal. 3-17).

13-13
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
-REM BELAKANG
PEMERIKSAAN
Lepaskan rear wheel (hal. 13-6).
Ukur D.O. rear brakedrum.
BATAS SERVIS: 111,0mm
Pasang rear wheel (hal. 13-12),

PEMBONGKARAN
Lepaskan rear wheel (hal. 13-6). SPRINGS
Selalugantt brake Lepaskan brakeshoes dan springs.
shoes sebagai satu
set.
Jika brakeshoes akan
dipakai kembali.
tandailahsemua parts
sebelum
tnetnbongkarnva
sehinggamereka
dapat dipasang pada
lokasinyasemula.

l.epaskan nut, bolt dan brake arm.


Lepaskan indicator plate.

Lepaskan felt seal dan brake cam dari brake panel.


Periksa kondisi dari felt seal, ganti bila perlu.

13-14
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PERAKITAN

*1: oleskan 0.2 - 0.3 9 gemuk


*2: Gear oil

/' *1
~

/'Q'YJ ~
BRAKE CAM

NUT
10 Nrn (1.0 kqf-m, 7Ibf·ft)

*1
~
• ANCHOR PIN

BRAKE PANEL

Oleskan 0,2 - 0,3 ,9 gemuk pada brake panel anchor


pm. .~
Oleskan 0,2 - 0,3 9 gemuk pada permukaan peluncuran ANCHOR PIN
brake cam dan daerah kontak brake shoes.
Pasang brake cam ke dalam brake panel.

Semprotkan oli gear pada felt seal dan pasang pada -:71 FELTSEAL
brake panel. . II

13-15
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
- Pasang indicator plate pada brake cam dengan
mentepatkan giginya yang lebardengan alur lebar pada INDICATOR PLATE

~
brakecam.

Pasang brake arm dengan mentepatkan tanda-tanda


titik padabrakearm dan brake cam.

Pasang brake arm bolt dan nut.


Kencangkan nut dengan torsiyang ditentukan.

TORSI: 10 N.m (1,0 kgf.m; 7Ibf.ft)

BRAKE ARM

BOLT

Jika brakeshoes akan Pasang brake shoesdan springs.


dipakaikembali, SPRINGS
shoesdan springs Pasang rear wheel(hal. 13-12).
horusdipasang
kembalipada
tempatnya semula.

13-16
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
SWINGARM
PELEPASAN
Letakkan sepedamotor pada standard utamanya.
Lepaskan sebagai berikut:
- Exhaustpipe/muffler (hal. 2-19)
- Rear wheel(hal. 13-6)
- Drive chaincover(hal. 2-19)
Lepaskan brake pedal light switch spring dari brake
pedal.

Lepaskan brake pedal return spring dari swingarm dan


brakerod.

Lepaskan rear shock absorber lower mounting cap nut,


nut dan washers:

Lepaskan kedua shock absorber lower mounts dari


swingarm studs.

Lepaskan sebagai berikut:


- Pivotnut/washer
- Bolt
- Plate

13-17
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Lepaskan sebagai berikut:
- Collar
- Pivotbolt
- Swingarm

PEMBONGKARAN/PEMERIKSAAN
Periksa drive chain slider terhadap keausan atau
kerusakan. SLOTS/HOOKS

Lepaskan drive chain slider bosses dari lubang-Iubang BOSSES


pada swingarm.
Lepaskan drive chain slider dengan melepaskan slots-
nya dari hookspada swingarm.

Lepaskan sebagai berikut: .STOPPER ARM


- Cotterpin
- Nut
- Washer
- Spring washer
- Bolt
- Stopper arm

Periksa pivot bushings terhadap keausan atau


kerusakan.
Periksa swingarm terhadap retak-retak ataukerusakan.

SWINGARM BUSHINGS

13-18
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PERAKITAN
Pasang sebagai berikut:
WASHER~. UJR
~
- Stopperarm
- Bolt
- Spring washer
- Washer
- Nut
Kencangkan nut dengan torsi yang ditentukan.
TORSI: 22 N.m(2,2 kgf.m; 16 Ibf.ft)
Pasang cotter pin baru.

Pasang drive chain slider pada swingarm sementara


mentepatkan slots-nya dengan hooks dan bosses-nya Tepatkan DRIVE CHAIN SLIDER
dengan lubang-Iubang.

PEMASANGAN
Alurkan drive chain dan pasang swingarm ke dalam
rangka.
Masukkan pivot bolt dari sisi kiri.

Pasang collar pada pivot bolt.

13-19
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Pasang sebagai berikut:
- Plate
- Pivot nut/washer
- Bolt
Untuksementara kencangkan pivot nut dan bolt.

Kaitkan rear shock absorberlower mounts pada pivots,


kemudian pasang washers dan lower mounting cap nut
dan nut.

Untuk sementara kencangkan rear shock absorber


lower mounting nuts.

Kaitkan ujung yang sempit dari brake. pedal return


spring pada lubang pada brake rod, kemudian kaitkan
ujungyanglebar pada swingarm slot.

BRAKE ROD
HOLE SIDE

\
~~'''7
SWINGARM
SLOT SIDE

13·20
.RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Kaitkan brake lightswitch spring padabrake pedal.

Pasang rear wheel (hal. 13-12).


Turunkan sepedamotor dari standard utamanya dengan
hati-hati dan peganglah sepedamotor dengan erat,
kemudian kencangkan swingarm pivot nut dengan torsi
yang ditentukan.

TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft)


Kencangkan bolt.

Kencangkan rear shock absorber lower mounting cap- I':

nut dan nut dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: . 24 N.m (2,4 kqf.m: 18 Ibf.ft)


Letakkan sepedamotor pads standard utamanya.
Pasang sebagai berikut:
- Drive chain cover(hal. 2-19)
- Exhaust pipe/muffler (hal. 2-19)

SHOCK ABSORBER (SOKBREKER)


PELEPASAN
Letakkan sepedamotor pada standard utamanya.
Lepaskan sebagai berikut:
- Bodycover(hal. 2-9)
- Exhaust pipe/muffler (hal. 2-19).
Lepaskan shock absorber uppermounting bolts.
Sisi kiri: Lepaskan shock absorber lower mounting cap nut dan
washer, kemudian lepaskan shockabsorber.

Sisi kanan: Lepaskan shock absorber lower mounting nut dan


washer, kemudian lepaskan shockabsorber.

13-21
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PEMERIKSAAN
Periksalah shock absorber secara visual terhadap BUSHINGS
keausan atau kerusakan.

Periksa sebagai berikut: ~p


- Perubahan bentukatau kebocoran oli.
- Bushings terhadap keausan atau kerusakan.
Periksa kelancaran cara kerja damper.

PEMASANGAN
Pasang shock absorbers pada rangka.
Kencangkan upper mounting bolts dengan torsi yang
ditentukan.

TORSI: 24 N.m (2,4 kgf.m; 18 Ibf.ft)


Pasang lower mounting cap nut/nut dan washers.
Kencangkan nuts dengantorsi yang ditentukan.

TORSI: 24 N.m (2,4 kgf.m; 18 Ibf.ft)


Pasang sebagai berikut:
- Exheustpipe/muffler (hal. 2-20)
- Body cover (hal. 2-9)

BRAKE PE·DAL (PEDAL REM)


PELEPASAN
Lepaskan exhaustpipe/muffler (hal. 2-19).
Letakkan sepedamotor pada standard utamanya atau
gantung pada katrol.

Lepaskan brake pedal adjusting nut, brake rod, spring


dan joint pin dari brakearm.

Lepaskan kaitan brake pedal return spring dari brake


pedal.

BRAKE PEDAL

13-22
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Lepaskan kaitan brakepedal return spring.

Lepaskan sebagai berikut:


- Pivotnut/washer
- Bolt
- Plate

Lepaskan collar.

Lepaskan kaitan centerstand spring.

13-23
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Lepaskan cotter pin, kemudian lepaskan
pivot.
Lepaskan centerstand dan brakepedal.

Lepaskan centerstand spring plate.

/
SPRING PLATE

Lepaskan cotter pin, washer, dan lepaskan brake rod COTTER PIN BRAKE ROD
WASHER
dari brake pedal.

BRAKE PEDAL
PEMASANGAN
Hubungkan brake rod pada brake pedal, kemudian
~, COTTER PIN BRAKE ROD
pasang washerdan sebuah cotterpin baru.
......

BRAKE PEDAL

13-24 j
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Pasang centerstand spring plate pada boss pada
rangka.

/
SPRING PLATE

Oleskan gemuk pada permukaan peluncuran


centerstand pivot.
Pasang brakepedal, centerstand dan centerstand pivot
pada rangka.

Masukkan centerstand pivot sementara mentepatkan


potongannya dengan potongan pada rangka.

Amankan centerstand pivot dengan cotterpin baru.

Tepatkan

13-25
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Kaitkan ujung sempit dari centerstand spring pada
spring plate, kemudian kaitkan ujung yang lain pada
centerstand.

CENTERSTAND SPRING

SIS1
CENTERSTAND

L (Y-Y~rnll
(~-J
!.
1\
!
!
1, \
/1
I
i ,-
I \
,\
I!
IiI 1\
\ I \ 1.
I
I1\
\ I
1
I

~'----Jl\\l ill
- ..-/\.....A..AJ ..,A.•.J__U

Pasang collar.

Pasang sebagai berikut:


- Plate
- Pivot nut/washer
- Bolt
Kencangkan swingarm pivot nut dengan torsi yang
ditentukan sementara menahan pivot bolt.

TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m; 44 Ibf.ft)


Kencangkan bolt.

13-26 l
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Kaitkan ujung yang sempit ~ dari brake pedal return
spring pada lubang pada brake rod, kemudian kaitkan
ujungyang lebarpada swingarm slot.

SISI LUBANG
BRAKE ROD

SISI SWINGARM

Kaitkan brakelight switch spring padabrakepedal.

Pasang joint pin ke dalam brake arm, kemudian pasang


spring, brakerod dan adjusting nut.

Pasang exhaustpipe/muffler (hal.2-20).


Seteljarak main bebas brake pedal (hal. 3-17).

13-27
MEMO
14. REM HIDRAULIK

LOKASI KOMPONEN·KOMPONEN 14·2 BRAKE PAD/DISC 14·7

KETERANGAN SERVIS 14·3 MASTER CYLINDER 14·9

TROUBLESHOOTING 14·4 BRAKE CALIPER 14·12

PENGGANTIAN BRAKE FLUIDI


AIR BLEEDING , 14·5

14-1
REM HIDRAULIK
LOKASI KOMPONEN

~'.'
~
~."'
~' "~-<.
'',-;.'C.j .

.r 34 Nrn (3.5 kgfm, 25 Ibfft)

34 Nrn (3.5 kqf-m, 25 lbfft)

14-2
REM HIDRAULIK
KETERANGAN SERVIS
UMUM
! PERINGATAN
Seringkali menghirup debu brake pad, apapun komposisi bahannya, dapatmembahayakan kesehatan.
• Jangan menghirup partikel-partikel debu.
Jangan sekali-kali memakai slang udara atau sikat untuk membersihkan susunan rem. Pakailah alat penghisap debu yang
baik.

CATATAN
Minyak rem yang tertumpah akan menyebabkan kerusakan parah pada tense instrumen dan permukaan yang dicat. la juga
berbahaya bagi beberapa parts dari karet. Berhati-hatilah setiap kali membuka reservoir cap; pastikan bahwa reservoir depan
padaposisi horisontal dulu.

• Brake disc ataupad yang terkontaminasi mengurangi daya pengereman. Buanglah pads yang terkontaminasi dan bersihkan
disc yang terkontaminasi dengan bahan pembersih gemukberkualitas tinggi untukperalatan rem.
Periksa sistem rem dengan menjalankan brake lever(handel rem)setelah proses air bleeding (pembuangan udara palsu).
• Jagalah agar bahan-bahan pengotor (kotoran, air,dsb.)tidak masuk ke dalam resetvoir terbuka.
Sekali sistem hidraulik telah dibuka, ataujika remterasa seperti sepons, buanglah udara palsudari sistem.
• Selalu pakai minyak rem baru DOT 3 atau DOT 4 dari kemasan yang belum pernah dibuka sewaktu menservis sistem.
Jangan mencampurkan bermacam-macam jenis minyak rem, mereka mungkin tidakcocoksatu samalain.
• Selalu periksa cara kerja rem sebelum mengendarai sepedamotor.

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Brake fluid (minyak rem)yang dianjurkan DOT3 atauDOT4 -
Indikator keausan brake pad - Sampai ke alur
Tebal brake disc 3,3 - 3,7 3,0
Keolengan brake disc - 0,30
D.O. mastercylinder 11 ,000- 11,043 11,055
D.L. masterpiston 10,957 - 10,984 10,945
D.O. calipercylinder 33,96 - 34,01 34,02
D.L. caliperpiston 33,878 - 33,928 33,87

TORSIPENGENCANGAN
Caliper bleed valve 5,4 N.m(0,55kgf.m; 4,0 Ibf.ft)
Padpin 17 N.m (1,7 kgf.m; 13Ibf.ft) .
Caliper bracket pin bolt 17 N.m(1,7 kgf.m; 13 Ibf.ft)
Caliper mounting bolt 30 N.m (3,1 kgf.m; 22 Ibf.ft) ALoe bolt; ganti dengan yang baru
Brake hose oil bolt 34 N.m (3,5 kgf.m; 25 Ibf.ft)
Master cylinder reservoir cap screw 1,5 N.m(0,15kgf.m; 1,1 Ibf.ft)
Frontbrakelight switch screw 1,2 N.m(0,12 kgf.m; 0,9 Ibf.ft)
Brake lever pivotbolt 1,0 N.m(0,10kgf.m; 0,7Ibf.ft)
Brake lever pivotnut 5,9 N.m(0,60kgf.m; 4,4 Ibf.ft)
Brake hoseclamp bolt 12 N.m (1,2 kgf.m; 9lbf.ft) ALoe bolt, ganti dengan yang baru

14-3
REM HIDRAULIK
TOOL
Snap ring pliers
07914-SA50001

TROUBLESHOOTING
Brake lever (handel rem)terasa lunak atauseperti sepons
• Adaudara di dalamsistem hidraulik
• Adakebocoran padasistem hidraulik
• Caliperpistonseal aus
Brake pad/discaus
• Calipertidak melunorr denganbenar
• Master cylinderpiston cups aus
• Tinggi pennukaan brakefluid (minyak rem)terlalu rendah
• Jalan Iintasan brake fluidtersumbat
Brake pad/disc terkontam inas i
Caliperterkontaminasi
Master cylinder terkontam inas i
Brake disc berubeh bentukmelengkung/berubah bentuk
• Caliperpiston macetlaus
n. Masterpiston macet/aus
Brake lever bengkok

Brake lever keras


Caliperpiston macetlaus
CaliPertidakmeluncurdengan benar
Jalan Iintasan brake fluid tersumbatlterbatasi
Master piston macet/aus
• Brake leverbengkok

Rem menyangkut
• Brake disc/pad terkontam inasi
• Brake disc berubah bentukmelengkung/berubah bentuk
• CaliPertidakrneluncur denganbenar
• Caliperpiston macet
Master piston macet/aus
• Brake hosejointtersumbatiterbatasi

14-4
REM HIDRAULIK
PENGGANTIAN BRAKE FLUIDI
AIR BLEEDING (PEMBUANGAN UDARA
PALSU)
CAT ATAN
Minyak rem yang terlumpah dapat merusak parts yang
dicat, atau terbuat dari plastik atau karet. Letakkan kain
lap menutupiparts ini sewaktu sistem diservis.
Jangan membiarkan bendaasing memasuki sistem
ketikamengisi reservoir.
Sewaktu memakai alat brake bleeder yang dapat
dibeli di pasaran, ikutilah petunuk pemakaian
pabrik pernbuatnya.
r rSCREWS
PENGELUARAN BRAKE FLUID (MINYAK
REM)
Lepaskan handleb ar top cover (haI. 2-12).

Putar handlebar ke kin sampai reservoir pada posisi RESERVOIR


mendatarsebelum mem buka reservoircap. CAP
Lepaskan screws, reservoir cap, setting plate dan
diaphragm.
SETTING
PLATE
DIAPHRAGM

Hubungkan sebuah bleed hose (slang pembuangan)


pada bleedvalve.

Longgarkan bleed valve dan pornpa brake lever sampai


fluid tidak mengalir keluarlagi dari bleedvalve.

Kencanqkan bleedvalve.

PENGISIAN BRAKE FLUID/AIR BLEEDING


Jangan lsi reservoir sampai ke casting ledge (birai tuangan)
mencampurkan dengan DOT 3 atau DOT 4 brake fluid (minyak rem) dari
bermacom-macam kemasan yangbelum pemahdibuka.
jenis fluid. IvIereka
tidak cocoksatusama
lain.

14-5
REM HIDRAULIK
Hubungkan alat brake bleeder yang dapat dibeli di
pasaran pada bleed valve.

Jalankan brakebleeder dan longgarkan bleed valve.


• Periksa tinggi perrnukaan fluid sering-sering
sewaktu membuang udara palsu untukmenghindari
dipompanya masuk udara ke dalam sistem.
Jika memakai brake bleeding tool, ikuti penunjuk
pemakaian pabrik pembuatnya.
Jika udara memasuki bleeder dan daerah di sekitar
ulir bleed valve, rapatkan ulir dengan teflon tape.
Setelah membuang udara palsu sama sekali,
kencangkan bleed valve dengan torsi yang ditentukan.
TORSI: 5,4 N.m (0,55kgf.m; 4,0 Ibf.ft)
Jika tidak ada alat brake bleeder, ikuti prosedur sebagai
berikut:
Jangan lsi reservoir sampai ke casting ledge (birai tuangan)
mencampurkan dengan DOT 3 atau DOT 4 brake fluid dari kemasan
beimacam-macam yang belum pemah dibuka sebelumnya.
jen isfluid. Mereka
tidokcocoksatu sama
lain. Pompa tekanan sistem dengan brake lever sampai
terasa ada tahanan pada lever.

Hubungkan bleed hose pada bleed valve dan keluarkan


udara palsu darisistem sebagai berikut:
Jangan melepaskan 1. Tekan brake lever. Buka bleed valve % putaran dan
brakeleversampai tutup.
bleed valve telah
ditutup.
2. Lepaskan brake' lever perlahan-lahan dan tunggu
beberapa detik setelah ia mencapai akhir dari
lintasannya.
Ulangi langkah-Iangkah 1 dan 2 sampai tidak ada lagi
gelembung-gelembung udara di dalam bleed hose.
Setelah mem-bleeding udara palsu sama sekali,
kencangkan bleed valve dengan torsi yang ditentukan.
TORSI: 5,4 N.m (0,55 kgf.m; 4,0 Ibf.ft)

lsi reservoir sampai ke casting ledge dengan DOT 3


atau DOT 4 brake fluid dan kemasan yang belum
pernah dibuka sebelumnya.

14-6
REM HIDRAULIK
Pasang diaphragm, setting plate dan reservoircap.
Kencangkan screws dengan torsiyang ditentukan. r r=SCREWS

TORS I: 1,5 N.m (0,15 kgf.m ; 1,1 Ibf.ft)


Pasang handlebar topcover (hal.2-2).

RESERVOIR
CAP

SETTING
PLATE
DIAPHRAGM

BRAKE PAD/DISC
PENGGANTIAN BRAKE PAD
Periksa tinggi Dorong caliper pistons seluruhnya ke dalam untuk
petmukaanbrake memungkinkan pemasangan brakepads bani.
jluid di dalam
reservoiroleh karena
operasiini
menyebabkan naiknya
tinggipermukaan
brakejluid

Lepas kan pad pin, O-ring dan b rake pads.

Selalu gantibrake Pasang brake pads baru ke dalam brake calipel


pads dalam pasangan sehingga ujung-ujung mereka duduk pada retainer dan
untukmemastikan bracket pin bolt A.
tekanandisc yang
merata.

14·7
REM HIDRAULIK
Oleskan silioon grease (gemuksilikon) pada O-ring baru
dan pasang pada pad pin.

Pasang pad pin sementara mendorong pads terhadap


pad spring.

~
let
~O-RING
Kencangkan pad pin dengan torsi yang ditentukan.
TORSI: 17 N.m (1,7 kgf.m; 13Ibf.ft)

Jalankan brake lever untuk mendudukkan calipef


pistons terhadap pads.

) .. )"
.J

PEMERIKSAAN BRAKE DISC


Periksa brake disc secara visual terhadap kerusakan
atau keretakan.

Ukur tebal brake disc pada beberapa titik.


BATAS SERVIS: 3,Omm

Ukur keolengan brake disc dengan dial indicator.


BATAS SERVIS: 0,30 mm
Periksa wheel bearings (bantalan roda) terhadap
kelonggaran berlebihan, jika keolengan melampaui
batas servis.
Ganti brake disc jika bearings adalah normal.

Untukpenggantian brake disc (hal. 12-8).

14-8
REM HIDRAULIK
MASTER CYLINDER
PELEP~AN/PEM~ANGAN
Keluarkan brake fluid (hal. 14-5).
Lepaskan handleb ar rear cover (hal. 2-14).
Sewaktu melepaskan Lepaskan oil bolt, brake hosedan sealing washers.
oilboll, tutupilah
ujungdari hoseuntuk Lepaskan bolts, holder dan mastercylinder.
menghindar!
Pasang parts yang telah dilepaskan dalam urutan
kontaniinasi.
terbalik dari pelepasan.
Ganti sealing washerdenganyang bani.
TORSI:
OIL BOLT 34 N.m (3,5 kgf.m; 25 Ibf.ft)
lsi dan air bleed (buang udara palsu) sistem hidraulik Tepatkan ujung master
(hal. 14-5). cylinder dengan tanda titik
pada handlebar.

BOLTS Kencangkan upper


HOLDER
boltdulu, kemudian

~~
baru lower.

~
~,. /;.~ .•. •~~
~
~
.: ,

~ ~ ~ r- L~e-ta-k -a-n-h-o-Id-er- -'


••
/ '<!.U dengan tanda "UP"
menghadap ke atas.

Tempatkan brake
hose eyelet
terhadap stopper.
BRAKE HOSE
OIL BOLT
34 Nrn (3.5 kqf-rn, 25 Ibf·ft)
MASTER CYLINDER

14-9
REM HIDRAULIK
PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan/pasang sebagai berikut:
- Brake leverpivot nut,bolt dan brake lever I
- Screwdan brake lightswitch SNAP RING
- Boot
Lepaskan/pasang snap ring dengan menggunakan
specialtool.
TOOL:
Snap ring pliers 07914-SA50001
Lepaskan/pasang washer, masterpiston dan spring.
Jauhkan piston, cups, spring, snap ring dan booi
sebagai satu set; jangan ganti parts secara
tersendiri.
Ketika memasang cups, jaga agar bibimya tidak
berputar terbalik dengan bagian dalam di sebelah
luar.
Pastikan bahwa snap ring duduk dengan erat pada
alurnya.
• Oleskan brake fluid pada spring, piston cups dan
masterpiston.
• Oleskan silicone grease pada pennukaan luncur
pivot bolt dan daerah kontak brake lever dengan
piston.
Isilah brake fluid dan buang udara palsu dari sistem
hidraulik (hal. 14-5).
TORSI:
PIVOT BOLT 1,0 N.m (0,10 kgf.m; 0,7 Ibf.ft)
PIVOT NUT 5,9 N.m (0,60 kgf.m; 4,4 Ibf.ft)
BRAKE LIGHT
SWITCH SCREW 1,2 N.m (0,12 kgf.m; 0,9Ibf.ft)

MASTER CYLINDER BODY


~l PIVOT BOLT *

jSPRI~
~ 1.0 Nrn (0.10 kqfm, 0.7Ibf-ft)

BRAKE.L1GHT SWITCH

I
PISTON CUPS

SNAP RING

*: Oleskan 0,1 9
BRAKE LEVER PIVOT NUT
dari silicone grease
5.9 Nrn (0.60 kqf-rn, 4.4 Ibf·ft)

ITepatkan switch bossdengan lubang. I

14·10
REM HIDRAULIK
PEMERIKSAAN
Periksa piston cups terhadap keausan, pemburukan
kondisi atau kerusakan.
Periksa spring terhadap keletihan atau kerusakan.
Periksa pennukaan dalam master cylinder dan
pennukaan luar piston terhadap goresan atau
kerusakan.

MASTER PISTON

Ukur D.O. master cylinder.


BATAS SERVIS: 11,055 mm
Ukur O.L. masterpiston.
BATAS SERVIS: 10,945 mm

14-11
REM HIDRAULIK
BRAKE CALIPER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Jagalah agarjluid Keluarkan brake fluid (hal.14-5).
tidak tertumpah ke
ataspartsyang dicat. Lepaskan/pasang sebagai berikut:
atauyang terbuat - Oil bolt/sealing washers
dariplastikatau - lVlounting bolts
karet. - Brake caliper
Letakkan kain lap
menutupi parts ni
setiapkali sistem TORSI:
diservis. BRAKE CALIPER
MOUNTING BOLT 30 N.m(3,1 kgf.m; 22 Ibf .ft)
OIL BOLT 34 N.m(3,5 kgf.m; 25 Ibf .ft)

Gantilah brake caliper mounting bolts dan sealing


washers denganyang baru.
Isilah brake fluid dan buanglah udara palsu dari sistem
hidraulik(hal. 14-5).

~ BRAKE CALIPER
BRAKE CALIPER
S MOUNTING BOLTS
30 Nrn (3.1 kqf-m, 22 Ibf·ft)

....~

OIL BOLT
34 Nrn (3.5 kgf'm, 25 Ibf·ft)
~ SEALING WASHERS

14-12
REM HIDRAULIK
PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Brake pads (hal. 14-7) CALIPER PISTON
- Caliperbracket
- Bracket pin boots
- Pad spring
Letakkan kain lap menutupi piston.
.lunvan III cmakiu
Letakkan caliper body dengan piston menghadap ke
"dora bertekanan
bawah dan sem protkan tiupan-tiupan kedl udara
tinggi atau
bertekanan pada lubang masuk fluid untuk
meletakkannczzte
mengeluarkan piston.
terlaludekat puda
inlet. Lepaskan dust seal/piston seal.
Pasang parts yang dilepaskandalam urutanterbalikdari
pelepasan.
Oleskan brake fluid pada caliper piston dan piston
seal.
• Oleskan silicone grease pada perrnukaan luncur
bracketpin dan dust seal.
• Gantilah piston seal dan dust seal dengan yang
baru sebagai satu set.
BLEED VALVE BRACKET PIN BOOT *: Oleskan minimum 0.4 g dari
silicone grease.
5.4 Nrn (O'~' 4.0 IbHt)
~ r:::::::.,
S~
DUST SEAL

~
~ CALIPER BRACKET

I CALIPER PISTON
Pasang caliperpiston dengan
ujungnya yangterbuka
CALIPER BODY menghadap ke brake pads.
PAD SPRING
PEMERIKSAAN
Periksa caliper cylinders terhadap gerusan, goresan
atau kerusakan.
Ukur D.O. caliper cylinder.

BATAS SERVIS: 34,02 mm

Periksa pistons terhadap gerusan, goresan atau


kerusakan.
Ukur O.L. caliperpiston.

BATAS SERVIS: 33,87 mm

14-13
MEMO
15. BATERAI/SISTEM PENGISIAN
-

LOKASI SISTEM 15·2 BATERAI 15·5

DIAGRAM SISTEM 15·2 PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN ..15·6

KETERANGAN SERVIS 15·3 PEMERIKSAAN ALTERNATOR 15·7

TROUBLESHOOTING 15·4 REGULATORIRECTIFIER 15·9

lEI

15-1
BATERAI/SISTEM PENGISIAN
LOKASI SISTEM
REGULATOR/RECTIFIER

MAIN FUSE 10 A

ALTERNATOR

DIAGRAM SISTEM

~----------..-- y - . To LIGHTING SWITCH

S <.9 >-
MAIN FUSE
10A

I ICC>-<.9S
cc

8 @
Y: Yellow
G: Green
BATTERY REGULATOR/ R: Red
RECTIFIER W: White
ALTERNATOR

15-2
BATERAI/SISTEM PENGISIAN
KETERANGAN SERVIS
UMUM
! PERINGATAN
Baterai mengeluarkan gas-gas yang dapatmeledak; jauhkan percikan bunga api, Iidah api dan rokok. Sediakan ventilasi
memadai sewaktu mengisi muatan listrik.
Baterai mengandung asam sulfat (electrolyte). Kontak dengan kulit atau mata dapatmengakibatkan luka bakar parah.
Pakailah pakaian pelindung dan pelindung muka.
- Jika electrolyte mengenai kulit, bilaslah dengan air.
- Jika electrolyte masuk ke dalam mata, bilaslah dengan airselama sekurangnya 15 menit danmintalah bantuan dokter
dengan segera.
Electrolyte beracun.
- Jikatertelan, minumlah sejumlah besar air ataususudanmintalah bantuan Gawat
Oarurat atau dokterdengan segera.
CAT ATAN
Selalu putarkund kontak ke OFF sebelum melepaskan sebuah komponen Iistrik.
Beberapa komponen Iistrik dapatnJsak jika tennina/-tenninal atau connectors disambungkan ataudilepaskan sambungannya
sementara ignition switch (kuncikontak) padaposisiONdan adaarus listrik yangmengalir.
Untukpenyimpanan jangka waktu panjang, lepaskan baterai, berikan muatan listrikpenuh, dansimpan di tempatkering yang
sejuk. Untukmendapatkan umurpemakaian maksimum, isilah baterai yang disimpan setiapduaminggu.
Untukbaterai yang tetap terpasang pada sepedamotor yang disimpan, lepaskan kabel negatifbaterai danterminal baterai.
Baterai maintenance free (MF) harus diganti jika ia mencapai akhirdariumurpemakaiannya.
Baterai dapatrusakjika di-overcharge (diisi muatan Iistrik berlebihan) atau di-undercharge (kurang pengisian muatan listrik),
atau bila ia dibiarkan berkurang sendiri muatannya untuk jangka waktu lama. Kondisi-kondisi sama ini ikut berperan dalam
memperpendek umur pemakaian baterai. Bahkan pada pemakaian normal, unjuk kerja baterai akan memburuk setelah 2-3
tahun.
Voltase baterai dapatmembaik kembali setelah pengisian muatan listrik baterai, tetapi di bawah beban berat, voltase baterai
akan turun dengan cepat dan akhimya mati. Karena itu, sistem pengisian seringkali diduga sebagai penyebab persoalannya.
Battery overcharge serinqkali diakibatkan oleh persoalan di dalam baterai sendiri, yang mungkin tampak sebaqat gejala
overcharging. Jika selah satu sel baterai ada hubungan singkat dan voltase baterai tidak bertambah, regulator/rectifier
memasok voltase berlebihan ke baterai. Oi bawah kondisi ini, tinggi pennukaan electrolyte akanmenurun dengan cepat.
Sebelum men-troubleshooting sistem pengisian, periksalah apakah baterai dipergunakan dengan baik dan bagaimana
perawatannya. Periksa apakah baterai seringkali di bawah beban berat, seperti 'jika lampu besar dan lampu belakang
menyala terus untukjangka waktu lama tanpa mengendarai sepedamotor.
Baterai akan berkurang muatan listrikdengan sendirinya jika sepedamotor tidakdipakai. Oleh karena itu, isilah baterai dengan
muatan Iistriksetiapduaminggu untukmencegah terjadinya sulfasi.
Sewaktu rnemeriksa sistem pengisian, selalu ikuti langkah-Iangkah pada aliran troubleshooting (hal. 15-4).
Untukservis alternator (hal. 10-3).
PENGISIAN MUATAN LISTRIK BATERAI
Hidup/matikan daya listrik dengan saklar pada charger (alat pengisian muatan listrik baterai), dan bukan pada terminal
baterai. .
Pada waktu mengisi muatan listrik baterai, jangan melampaui arus dan waktu pengisian seperti tertera pada baterai. Mengisi
dengan arus listrik berlebihan ataumemperpanjang waktu pengisian dapatmerusak baterai.
Quick charging (pengisian muatan listrik dengan cepat) hanya boleh dilakukan dalam keadaan darurat, lebih diutamakan
pengisian muatan listrik dengan pelan).
PENGETESAN BATERAI
Bacalah petunjuk pemakaian di dalam Operation Manual untuk battery tester yang dianjurkan untuk detil-detil mengenai
pengetesan baterai. Battery testeryang dianjurkan meletakkan "beban" pada baterai sehingga kondisi bateraisebenarnya pada
waktu ada beban dapatdiukur.
Battery tester yang dlaniurkan: BM-210 atauBATTERY MATE atausejenisnya.

SPESIFIKASI
BAGIAN SPESIFIKASI
Baterai Kapasitas 12 V- 3,0 Ah
Kebocoran arus Iistrik maksimum 20mA
Voltase (200 C) Bermuatan penuh 13,0-13,2 V
Perlu diisi listrikkembali Oi bawah 12,4V
Arus pengisian Normal 0,3A/5 -10 h
Cepat 3,0A/0,5 h
Alternator Kapasitas 0,120kW15.000 menif (rpm)
Tahanan kumparan pengisian (200 C) 0,2-1,0 n

15-3
BATERAIISISTEM PENGISIAN
TROUBLESHOOTING
BATERAI RUSAKATAU LEMAH
1. TEST BATERAI
Lepaskan baterai (hal. 15-5).
Periksa kondisi baterai dengan menggunakan batterytesteryang dianjurkan (hal. 15-6).
BATTERYTESTER YANGDIANJURKAN: BM-210 atau BATTERYMATEatau sejenisnya
Apakah baterai dalam kondisi baik?
YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2.
TIDAK - Baterai rusak
2. TEST KEBOCORAN ARUS LISTRIK
Pasang baterai (hal. 15-5)
Periksa kebocoran arus Iistrik baterai (hal. 15-6).
Apakah kebocoran arus Iistrik di bawah 20 mA?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4.
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3.
3. TEST KEBOCORAN ARUS LISTRIKTANPA REGULATORIRECTIAER TERS AMBUNG
Lepaskan regulator/rectifier connectordan periksa kembali kebocoran arus Iistrikbaterai.
Apakah kebocoran arus Iistrik di bawah 20 mA?
VA - Regulator/rectifier rusak
TIDAK - • Ada hubungan singkatpada wire harness
• Ignition switch (kunci kontak) rusak
4. PEMERIKSAAN KUMPARAN PENGISIAN ALTERNATOR
Periksa kumparan pengisian alternator(hal. 15-7)..
Apakah tahanan kumparan pengisian alternator di antara 0,2 - 1,0 n (20 0
C)?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.
TIDAK - Kumparan pengisian rusak
5. PEMERIKSAANVOLTASEPENGISIAN
Ukur dan catatvoltase baterai dengan menggunakan digitalmultimeter (hal. 15-6).
Hidupkanmesin.
Ukur voltase pengisian (hal. 15-7).
Bandingkan hasil pengukuran denganhasildari pemltunqan berikutini.
STANDARD: Voltase baterai yang diukur < Voltase pengisian yang diukur < 15,5 V
Untuk voltasebaterai (hal. 15-6)
Apakah vo/tase pengisian yang diukur sesuai dengan vo/tase standard?
VA - Baterai rusak
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 6.
6. PEMERIKSAAN SISTEM REGULATOR/RECTIFIER
Periksa voltasedan tahanan pada regulator/rectifier connectors (hal.15-9).
Apakah hasil dari vo/tase dan tahanan yang diperiksa benar?
YA - Regulator/rectifier rusak
TIDAK - • Rangkaian terbuka pada kawatyang bersangkutan
• Kontak longgar atau burukdari terminal yang bersangkutan
• Ada hubungan singkatpada wire harness

15-4
BATERAI/SISTEM PENGISIAN
BATERAI
PELEPASAN/PEMASANGAN
• Selalu putar ignition switch (kund kontak) ke posisi
OFF sebelum melepaskan baterai. BATTERY COVER

~
Buka kunci tempat dudukdan angkat tempat duduk ke
atas.
Lepaskan trim clip dan battery cover sementara I
TRIM\CLlP ....®
...•'.,".; TABS
melepaskan battery cover tabs dari slots di dalam

) 'J, -
---;1

SLOTS

Selalu lepaskan Lepas kan bolt dan lepas kan kabel negatif( - ).
terminalnegatifdulu. Tarik tenninal cover (penutup terminal) positif ke
belakang. POSITIVE BOLTS
~

-.~~.
Lepaskan bolt dan lepaskan kabel positif( + ). (+)CABLE
Keluarkan baterai dan luggage box. NEGATIVE
(-) CABLE
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pengeluaran. \
• Hubungkan kabel pas itif ( + ) pada baterai dulu,
kemudian hubungkan kabel negatif( - ).

15·5
'BATERAI/SISTEM PENGISIAN
PEMERIKSAAN VOLTASE
Ukur voltase baterai dengan menggunakan digital
multimeter yang dapat dibeli di pasaran.

VOLTASE (200 C):


Bermuatan penuh: 13,0 -13,2 V
Perlu diisi kembali: Di bawah 12,4 V
CATATAN:
• Jika akan mengukur voltase baterai setelah
pengisian, jangan sentuh baterai sampai
sekurangnya 30 menit, atau hasil yang akurat tidak
dapat diperoleh oleh karena voltase baterai
berubah-ubah tepat setelah pengisian.

PENGETESAN BATERAI
Bacalah petunjuk pemakaian dari peralatan pengetesan
baterai yang akan dipakai.
TOOL:
Battery tester BM-210, BATTERY MATE
atau sejenisnya

PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN


TEST KEBOCORAN ARUS LISTRIK
Lepaskan batterycover (hal. 15-5).
(-) PROBE (+) PROBE
Putarignitionswitch ke OFF, dan lepaskan kabel negati1
( - ) dari baterai. ,.t;===~=
'[Q]
Hubungkan jarum pengetesan ( + ) amperemeter ke
kabel negatif dan jarum pengetesan ( - ) ke terminal ( - ) em
baterai.
Dengan ignition switch pada posisi OFF, periksalah
terhadap keboooran arus Iistrik.
CATATAN:
@)
• Sewaktu mengukur arus Iistrik dengan tester,
letakkan pada daerah jangkauan pengukuran tinggi
dulu, dan kemudian turunkan ke daerah jangkauan
yang sesuai. Arus Iistrik yang lebih tinggi dan pada
daerah jangkauan yang dipilih dapat memutuskan (-) CABLE
seknnq di dalam tester.
• Sementara mengukur arus listrik, jangan putar
ignition switch ke ON. Lonjakan arus llstrik yang
tiba-tiba dapatmemutuskan sekring di dalam tester.

KEBOCORAN ARUS LISTRIK YANG


DIPERBOLEHKAN: maksimum 20 rnA.

Jika kebocoran arus Iistrik melampaui nilai yang


ditentukan, kemungkinan ada hubungan singkat. Carilah
lokasi hubungan singkat dengan melepaskan
hubungan-hubungan satu demisatu dan mengukur arus
listrik.

15-6
BATERAI/SISTEM PENGISIAN
PEMERIKSAAN VOLTASE PENGISIAN
Lepaskan batterycover (hal.15-5).
CATATAN:
Pastikan bahwa baterai dalam kondisi baik sebelum
menjalankan pemeriksaan ini.
Jangan lepaskan baterai atau setiap kabel pada
sistem pengisian tanpa sebelumnya memutar
ignition switch ke OFF. Kegagalan untuk mengikuti
tindakan pengamanan ini dapat merusak testet
atau komponen-komponen Iistrik.
Panaskan mesinke suhu operasi normal.
Untukmenghindari Matikan mesin dan hubungkan multimeter seperti
hubungan singkat, diperlihatkan.
pastkan yangmana Hubungkan tachometer sesuai dengan petunjuk
adalahterminal atau pemakaian pabrik pembuatnya.
kabelpositifdan
negatif Hidupkan kembali mesin.
Ukur voltase pada multimetersewaktu mesin berputar
pada 5.000 menit' (rpm).
STANDARD: Voltase baterai yang diukur < Voltase
pengisian yang diukur< 15,5V
Untukvoltase baterai (hal. 15-6).

PEMERIKSAAN ALTERNATOR
Lepaskan leM (hal. 16-9).
Lepaskan air supplyhosesdari guides.
Lepaskan altematorwireconnector(Kuning).

Lepas kan altemator2P connector.

15-7
BATERAI/SISTEM PENGISIAN
Periksa tahanan antara terminal-terminal berikut dari 1fWii:3#i.4jfjll!f/!fA1ji!i!!ljl1§..'iiliIi!/,.":;;t,~~
sisi alternator.
STANDARD:
Kumparan pengisian (Putih - Hijau)
0,3 - 1,0 n (pada 200 C)
Kumparan penerangan (Kuning - Hijau):
0,1 - 0,8 n (pada 200 C)

Ganti stator jika tahanan tidak sesuai dengan


spesifikasi.

Untuk pelepasan stator(hal. 10-6).


Pasangparts yang dilepaskan dalam urutanterbalik dari
pelepasan...

ALTERNATOR 2P ALTERNATOR WIRE


CONNECTOR CONNECTOR (kuning)

WG
~
y WG y

@ @

15-8
BATERAI/SISTEM PENGISIAN
REGULATOR/RECTIFIER
PEMERIKSAAN SISTEM
Lepaskan regulator/rectifier (hal. 15-11).
Periksa regulator/rectifier 4P connector terhadap kontak
longgaratauterm inal-terminal yang berkarat.

Jika pembacaan voltase pengisian (hal. 15-7) di luar


spes ifikasi, periksalah regulator/rectifier 4P connector
terminals (sisi wire harness)sebagai berikut:

Bagian Terminal Spesifikasi


Saluran Merah ( + ) dan Harus ada
pengis ianbaterai Massa ( -) voltase
baterai
Saluran Putihdan Hijau 0,3 - 1,0 n
kumparan (pada 20°C)
pengisian
Saluran massa Hijaudan Massa Harus ada
kontinuitas

Jika semua komponen dari sistem pengisian adalah


norm al dan tidak ada sam bungan longgar pada
regulator/rectifier 4P connector, gantilah
regulator/rectifier unit.

REGULATOR/RECTIFIER
4P CONNECTOR

REGULATOR/RECTIFIER
4P CONNECTOR

REGULATOR/RECTIFIER
4P CONNECTOR

15-9
BATERAI/SISTEM PENGISIAN
Lepaskan front top cover(hal. 2-4).
Lepaskan main wire/combination meter sub harness gp
connector, kem udian periksa connector terminals (pada
sisi wire harness)sebagai berikut

Bagian Terminal Spesifikasi


Saluran kumparan Kuning dan 0,1-0,80
penerangan massa (pada 200 C)
Saluran massa Hijau dan Harus ada
massa kontinuitas

Jika semua komponen dan sistem adalah nonnal dan MAIN WIRE/COMBINATION METER
tidak ada hubungan longgar pada regulatorlrectifier SUBHARNESS 9P CONNECTOR
connectors, gantilah regulator/rectifier unit. _ _ _ _ _• •k. . .
~ . ._._ ...

REGULATOR/RECTIFIER
4P CONNECTOR

r------...-y~

REGULATOR/RECTIFIER
4P CONNECTOR

15·10
BATERAI/SISTEM PENGISIAN
PELEPASAN
Lepaskan centercover (hal. 2-6).
Putarignitionswitch ke OFF.
Lepaskan bolt dan terminal massa.
Lepaskan reguJatorlrectifier dari rangka.

Lepaskan regulator/rectifier 4P connector.

PEMASANGAN
Hubunqken regulator/rectifier 4P connector.

Tempatkan regulatorlrectifier sedemikian sehingga sisi


kiri atasnya bertepatan dengan stopperpada rangka.

Alurkan wire Pasang terminal massa dan kencangkan bolt.


harness dengan
benar(hal. 1-15) Pasang centercover (hal. 2-6).

15-11
MEMO
16. SISTEM PENGAPIAN

LOKASI SISTEM 16·2 PEMERIKSAAN SISTEM PENGAPIAN 16·5

DIAGRAM SISTEM 16·2 IGNITION COIL 16·8

KETERANGAN SERVIS 16·3 IGNITION CONTROL MODULE (ICM) 16·9

TROUBLESHOOTING 16·4 IGNITION TIMING 16·10

16-1
SISTEM PENGAPIAN
LOKASI SISTEM

IGNITION SWITCH

MAIN FUSE 10 A

IGNITION CONTROL
MODULE (ICM)

SPARK PLUG

IGNITION COIL
IGNITION PULSE GENERATOR

DIAGRAM SISTEM

IGNITION
MAIN FUSE SWITCH
10A
R

cr: 00(:
a: 00 o
n
(:
::J
co
(:
::J
co
<..? <.9

IGNITION
PULSE
IGNITION
GENERATOR
COIL

BI: Black
BATTERY IGNITION CONTROL Y: Yellow
MODULE (lCM) Bu : Blue
G: Green
R: Red

16-2
SISTEM PENGAPIAN
KETERANGAN SERVIS
UMUM
! PERINGATAN
Jika mesin harus hidupuntuk dapat melakukan pekerjaan tertentu, pastikan bahwa ruang keria berventilasi baik. Jangan sekali-
kali menjalankan mesin di ruangan tertutup. Gas pembuangan mengandung gas karbon monoksida beracun yang dapat
menghilangkan kesadaran dan dapatmembawa kematian.
CAT ATAN
• Beberapa komponen Iistrik dapat rusak jika terminal atau connector dihubungkan atau dilepaskan sewaktu ignition switch
(kunci kontak) padaposisiONdan etueIistrik mengalir.
• Sewaktu menservis sistem pengapian,selalu ikuti larqkah-lanqkah pada troubleshooting (hal. 164).
Ignition timing (pengaturan waktu pengapian) biasanya tidak perlu disetel oleh karena Ignition Control Module (ICM) telah
disetel awal di pabrik.
• Ignition Control Module (ICM) dapat rusak jika dijatuhkan. Juga jika connector dilepaskan sementara arus listrik mengalir,
voltase bertebihan dapatmerusak module. Selalu matikan ignition switch sebelum menservisnya.
• Sistem pengapian yang tidak bekeria 'dengan baik biasanya berhubungan dengan connector yang buruk sambungannya.
Periksalah oonnector-connector itu sebelum melanjutkan. Pastikan bahwa baterai berrnuatan penuh. Penggunaan starter
motor dengan baterai lemah menghasilkan putaran penghidupan mesin yang lebih pelan maupun tidak adanya percikan
bunga api pada busi.
• Pakailah busi dengan derajat panas yang tepat. Penggunaan busi dengan derajat panas yang tidak tepat dapat merusak
mesin.

SPESIFIKASI
BAGIAN SPESIFIKASI
Busi I Standard CPR6EA-9S (NGK) I U20EPR9S (DENSO)
I Pilihan CPR7EA-9S (NGK) I U22EPR9S (DENSO)
Jarakrenggang busi 0,80- 0,90mm
Peakvoltage (voltase puncak) ignition coil minimum 100V
Peakvoltage ignition pulse generator minimum 0,7 V
Ignition timing (pengaturan waktu pengapian) 10°sebelum TMApada putaran stasioner
(tanda "F")

TORSIPENGENCANGAN
Timing holecap 1,5 N.m 90,15 kgf.m; 1,1 Ibf.ft)

TOOLS
Imrie diagnostic tester (model 625) Timing capwrench
atau Peak voltage adaptor, 07709-0010001
07HGJ-0020100

dengan digital multimeter (impedansi


minimum 10MQ/DCV) yang dapat di
beli di pasaran.

16-3
SISTEM PENGAPIAN
TROUBLESHOOTING
Periksa sebagai berikut ini sebelum mendiagnosa sistem
- Spark plug (busi) tidak bekerja dengan baik
- Spark plug cap (topi busi) atau sambungan spark plug wire (kabel busi) longgar
- Air telah memasuki spark plug cap (Voltase sekunder ignition coil bocor)

Tidak ada percikan bunga api pada bus i


Kejadian luar biasa Kemungkinan penyebab
(periksa menurut urutan angka)
Voltase primer Peak voltage (voltase puncak) rendah. 1. Impedansi multimeter terlalu rendah, di bawah 10
ignition coil MQ/DCV.
2. Putaran untuk menghidupkan mesin terlalu pelan.
(Baterai lemah atau gaya dorong pada kickstarter
adalah lemah)
3. Sampling time (waktu pengambilan contoh) dari tester
dan pulsa yang diukur tidak sinkron. (Sistem adalah
normal jika voltase yang diukur sekurangnya sekali di
atas voltase standard.)
4. Connectors tersambung dengan buruk atau rangkaian
terbuka pada sistem pengapian.
5. Ignition coil tidak bekerja dengan baik.
6. Ignition control module (ICM) (dalam hal bila No. 1-5
di atas adalah normal).
Tidak ada peak voltage (voltase 1. Sambungan-sambungan peak voltage adaptor tidak
puncak) baik.
2. Ignition switch tidak bekerja dengan baik.
3. ICM connectors longgar atau tersambung dengan
buruk.
4. Rangkaian terbuka atau sambungan buruk pada
kawat Merah/Hitam dari ICM.
5. Rangkaian terbuka atau sambungan buruk pada
kawatHijau dari ICM.
6. Peak voltage adaptor tidak bekerja dengan baik (hal.
16-5).
7. Ignition pulse generator tidak bekeria dengan baik .
(Ukur peak voltage).
8. ICM tidak bekerja dengan baik (dala~ hal bila No. 1-7
adalah normal). \
Peak voltage adalah normai, tetapi 1. Busi tidak bekerja dengan baik atau arus sekunder
tidak ada percikan bunga api pada ignition coil bocor.
busi. 2. Ignition coil tidak bekerja dengan baik.
Ignition pulse Peak voltage rendah. 1. Impedansi multimeter terlalu rendah; di bawah 10
generator MQ/DCV.
2. Putaran untuk menghidupkan mesin terlalu pelan
(Baterai lem ah atau gaya dorong pada kickstarter
lemah).
3. Sampling time (waktu pengambilan contoh) dan pulsa
yang diukur tidak sinkron (Sistem adalah normal jika
voltase yang diukur adalah sekurangnya sekali di atas
voltase standard).
4. Ignition pulse generator tidak bekerja dengan baik
(dalam hal jika No. 1-3 adalah normal).
Tidak ada peak voltage 1. Peak voltage adaptor tidak bekerja dengan baik (hal.
16-5).
2. Ignition pulse genemtor tidak bekeria dengan baik.

16·4
SISTEM PENGAPIAN
PEMERIKSAAN SISTEM PENGAPIAN
CATATAN:
Jika tidak ada percikan bunga api pada busi,
periksalah semua sambungan terhadap kontak
longgar atau buruk sebelum mengukur peak
voltage.
• Pakailah sebuah digital multimeter dengan
impedansi sebesar minimum 10 MQ/DCV yang
dapatdibeli di pasaran.
• Nilai yang ditayangkan berbeda tergantung pada
impedansi internal dari multimeter.
• Jika memakai Imrie diagnostic tester (model 625),
ikutilah petunjuk pemakaian pabrik pembuatnya.

Sambungkan peak voltage adaptor kepada digital


multimeter, ataugunakan Imrie diagnostic tester. PEAK VOLTAGE ADAPTOR

TOOLS:
Imriediagnostic tester (model 625)atau
Peakvoltage adaptor 07HGJ·0020100
dengan digital multimeter (impedansi minimum
10 MQ/DCV) yang dapatdibeli di pasaran

PEMERIKSAAN PEAK VOLTAGE


ADAPTOR
Sewaktu melakukan pengetesan tegangan tinggi pada
sisi sekunder ignition coil dengan menggunakan peak PEAK VOLTAGE ADAPTOR
voltage adaptor, inner diode dapat rusak. Oleh karena
adaptor yang rusak dapat menyebabkan pembacaan
peak voltage yang tidak benar, selalu pertimbangkan
adanya kerusakan pada adaptorjika pembacaan peak
voltage semuanya tidak normal. ~
Adaptor diode dapat diperiksa dengan mudah dengan
menggunakan prosedur berikut ini Oleh karena itu,
0.

pastikan untuk memeriksa adaptor sebelum mengganti


partsyang menunjukkan nilaitesting yang tidak normal.

Jikaadaptor jack Letakkan multimeter pada daerah jangkauan voltase AC


disentuh segera
dan ukurvoltase jaringan listriklokal.
setelah melepaskan
adaptoranda
Kemudian, hubungkan peak voltage adaptor pada
mungkin multimeter, ukur voltase AC yang sama dengan daerah
mendapatkan kejutan jangkauan voltase DC dan bandingkan dengan voltase
listrik. AC yang telahdiukursebelumnya.
Pastikan untuk
melepaskan adaptor • Adaptoradalah normal jika voltase DC yang diukur
setelah membiarkan
melalui adaptoradalah 1,4kali voltase AC.
voltase menurun
dengan cukup. Adaptor adalah rusak jika voltase DC yang diukur
melalui adaptoradalah 0 V.

16-5
SISTEM PENGAPIAN
IGNITION COIL PRIMARY PEAK VOLTAGE
(VOLTASEPUNCAK PRIMER IGNITION COIL)
CATATAN:
Periksa semua sambungan sistem sebelum
menjalankan pemeriksaan ini. Connectors
yang longgar dapat mengakibatkan
pembacaan yangsalah.
Periksalah kompress i cylinder dan periksa
bahwa spark plug (busi) telah dipasang
dengan benar.

Letakkan sepedamotor pada standard utamanya.


Lepaskan spaik plug cap dari spark plug.
Sambungkan sebuah spark plug yang diketahui bagus
keadaannya pada spark plug cap dan hubungkan spark
plug ke massa pada cylinder head seperti dilakukan
pada test percikan bunga api busi.

Lepaskan centercover (hal. 2-6).


Dengan ignition coil primary wire (kawat primer ignition
coil) tersambung, hubungkan peak voltage adaptor atau
jarum-jarum pengetesan pada ignition coil primary
terminal(terminal primer ignition coil) dan massa.

TOOLS:
Imrie diagnostic tester (model 625) atau
Peak voltage adaptor 07HGJ·0020100
dengan digital multimeter (impedansi minimum
10 Mn/DCV) ya~g dapat dibeli di pasaran

"HUBUNGAN:
Hitam/Kuning ( • ) - Massa badan ( + )

Putar ignition switch ke "ON". IGNITION COIL


(-) PROBE
Jangan menyentuh Putar mesin dengan startermotor dan ukur ignition coil
jarum-jarum tester primary peak voltage (voltase puncak primer ignition
untukmenghindari coil).
kejutanlistrik.

PEAK VOLTAGE: minimum 100 V

Jika peak voltage tidak normal, periksa masing-masing


bagian menurut peta troubleshooting pada hal. 16-4).
Dari ICM
Pasang sparkplug cap pada sparkplug. BUSI YANG
DIKETAHUI
BAGUS
KEADAANYA
(+) PROBE

16-6
SISTEM PENGAPIAN
IGNITION PULSE GENERATOR PEAK
VOLTAGE
CATATAN:
Periksa semua sambungan sistem sebelum
pemeriksaan. Jika sistem telah terlepas
hubungannya, mungkin akan diperoleh peak
voltage yang tidak benar.
Periksa kompressi cylinder dan pastikan bahwa
spark plug telah dipasang dengan benar.

Putarignition switch ke "OFF".


Lepaskan centercover(hal.2-6).
Lepaskan leM dari rangka dan lepaskan leM 3P
connector.
Sambungkan peak voltage adaptor atau jarum-jarum
testerpada leM 3P connector.
TOOLS:
Imrie diagnostic tester (model 625) atau
Peakvoltage adaptor 07HGJ·0020100
dengan digital multimeter (impedansi minimum
10 MQ/DCV) yang dapat dibeli di pasaran

HUBUNGAN: Biru/Kuning (+) - Massa badan (-)


ICM3P CONNECTOR-

n
Jangan m enyentuh Putarignition switch ke "ON".
jarum-jarum tester
untukmenghindari Putar mesin dengan starter motor dan ukur ignition
kejutan listrik. pulse generator peak voltage.

BuN
PEAK VOLTAGE: minimum 0,7 V
Jika peak voltage yang diukurpada leM connector tidak IGNITION
normal, ukurpeak voltage pada ignition pulse qerereio! PULSE
wire connector. GENERATOR

16-7
SISTEM PENGAPIAN
Sambungkan peak voltage tester atau jarum-jarum
pengetes an adaptor pada wire connector term inaJ
(Biru/Kuning)'dan sisi ignition pulse generator.

Dengan cara yang sama seperti pada ICM connector,


ukur peak voltage dan bandingkan dengan voltase yang
diukurpada ICM connector.

Jika peak voltage yang diukur pada ICM adalah


tidak normal dan yang diukur pada ignition pulse
generator adalah nonnal, wire harness ada
rangkaian terbuka atau adahubungan singkat, atau
sambungan longgar.
• Jika kedua peak voltages yang diukur adalah tidak
normal, periksa masing-masing bagian pada peta
troubleshooting (hal. 16-4).
Jika semua bagian adalah normal, ignition pulse IGNITION PULSE GENERATOR WIRE
CONNECTOR (Biru/Kuning)
generator adalah rusak. Lihat hal. 10-6 untuk
penggantian ignition pulse generator.

Pasang paris yang dilepaskan dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

IGNITION PULSE
GENERATOR

IGNITION COIL (KUMPARAN PENGAPIAN)


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepas kan centercover (hal.2-6).
Lepas kan ignition coil wire connectors.
Lepaskan bolts dan ignitioncoil dan rangka.

Lepaskan spark plug cap dari spark plug dan lepaskan


sparkplug wire dari guide.
Tarik keluar spark plug wire darisisi centercover.

Alurkan wireharness Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


dengan benar(hal. 1- pelepasan.
15)

SPARK PLUG CAP

16-8
SISTEM PENGAPIAN
IGNITION CONTROL MODULE (ICM)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan centercover(hal. 2-6).
Putar ignition switch ke "OFF".
Lepaskan ICMdari rangka.
Lepaskan leM 2PI3P connectors.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dad


pelepasan.

PEMERIKSAAN SALURAN
DAYAIMASSA
Lepaskan center cover (hal. 2-6).
Lepaskan reM dari rangka dan lepaskan ICM 2P
connector.

Putar ignition switch ke "ON".


Ukur voltase baterai antara ICM 2P connector dari sisi
wire harness dan massa.
HUBUNGAN: Merah/Hitam ( +) . Massa badan ( - )
Harus ada valtase baterai dengan ignition switch pada
"ON".
Jika tidak ada valtase sewaktu ignition switch pada
"ON", periksa sebagai berikut:
- Wire harness antara baterai dan tCM
- Ignition switch
- Main fuse (sekring utama)10 A SALURAN DAYA:

Putar ignition switch ke "OFF". MAIN FUSE IGNITION


SWITCH
Lepaskan leM 3P connector.
Periksa terhadap kontinuitas antara leM 3P connector 10rR~
dari sisi wire harness dan massa.
HUBUNGAN: Hijau - Massa badan R R/BI

Harus ada kantinuitas pada setiap waktu.


Alurkan wireharness Jika tidak ada kontinuitas, periksa terhadap rangkaian
dengan benar (hal. 1- terbuka padakawathijau.
15). Rj/ ICM 2P CONNECTOR

SALURAN MASSA:

ICM3P CONNECTOR

16-9
SISTEM PENGAPIAN
IGNITION TIMING (WAKTU PENGAPIAN)
Panaskan mesin.
Matikan mesin dan lepaskan timing hole cap dengan
menggunakan spedal tool.

TOOL:
Timing cap wrench 07709-0010001

Hubungkan tachometer.
Bacalah petunjuk Hubungkan timing light pada spark plug wire (kabel
pemakaian timing busi).
light Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner.

PUTARANSTASIONER: 1.400± 100 menlt" (rpm)


Ignition timing adalah tepatjika tanda "F" pada flywheeJ
bertepatan dengan index notch (takik penunjuk) pada
left crankcase cover.

Oleskan oli pada O-ring baru.


Pasang dan kencangkan timing hole cap dengan torsi
yangditentukan. ., ~

TORSI: 1,5 N.m (0,15 kgf.m; 1,1 Ibf.ft)

16·10
17. 5151EM 51 A1ER LIS1RIK

LOKASI SISTEM 17·2 TROUBLESHOOTING 17-4

DIAGRAM SISTEM 17-2 STARTER MOTOR 17·5

KETERANGAN SERVIS 17-3 STARTER RELAY 17.11

17-1
SISTEM STARTER LISTRIK
LOKASI SISTEM
STARTER SWITCH

IGNITION SWITCH
STARTER RELAY

IGNITION CONTROL
MODULE (ICM)

STARTER MOTOR

DIAGRAM SISTEM
IGNITION
MAIN FUSE SWITCH SUB FUSE

R ~R --E2-O+- R/BI 7.5A

STARTER
RELAY

BATTERY

Y/RltfBI

STARTER
SWITCH

BI: Black
STARTER
Y: Yellow
MOTOR
G: Green
R: Red
W: White

17-2
SISTEM STARTER LISTRIK
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Selalu putar ignition switch (kunci kontak)ke posisi "OFF" sebelum menservis startermotor. Motor dapat hidup dengan tiba-
tiba, mengakibatkan luka-Iuka parah.
Baterai yang lemah mungkin tidak dapat memutar starter motor dengan cukup cepat, atau memasok arus listrik pengapian
yang mencukupi.
Startermotor dapat diservisdengan mesin terpasang pada rangka.
Sewaktu memeriksa sistem starter, selaluikuti langkah-Iangkah pada troubleshooting (hal. 17-4).
Jika arus listrik dibiarkan mengalir melalui starter motor untuk memutarnya sementara mesin tidak berputar, starter motor
mungkin akan rusak.
Bacalah informasi komponen sebagai berikut:
- Ignition switch (hal. 18-14)
- Starterswitch (hal. 18-17)

SPESIFIKASI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Panjang sikat startermotor 7,0 3,5

TORSIPENGENCANGAN
Starter motor cable screw 2,0 N.m (0,20 kgf.m; 1,5 Ibf.ft)
Starter motor case screw 4,2 N.m (0,43 kgf.m; 3,1 Ibf.ft)

17-3
SISTEM STARTER LISTRIK
TROUBLESHOOTING
Starter motor tidak berputar
1. Pemeriksaan Standard
Periksa terhadap sebagai berikut:
- Kondisi baterai
- Sekring putus
Apakah bagian-bagian di atas dalam kondisi baik?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2.
flDAK - Ganti atau perbaiki parts yang tidakbekerja dengan baik.
2. Cara kerja Starter Relay
Putar ignition switch ke "ON".
Tekan starterswitch.
Harus terdengar suara "KLlK" ketika starterswitch (tombol starter) ditekan.
Apakah suara "KLIK" terdengar?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3.
flDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.
3. Pemeriksaan Starter Motor Cable
Putar ignition switch ke "OFF".
Periksa terhadap rangkaian terbuka pada startermotorcable.
Apakah kabel di atas dalam kondisi baik?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4.
TIDAK - • Starter motorcable dan startermotorlonggar atau tersambung dengan buruk.
• Rangkaian terbuka pada terminal negatif baterai.
• Rangkaian terbuka pada starter motor cable Merah/Putih antara starter relay
dan startermotor.
4. Pemeriksaan Starter Motor
Hubungkan voltase baterai langsung pada startermotordanperiksa carakerjanya.
Apakah starter motor berputar?
VA - • Rangkaian terbuka pada kawat Merah antara starterrelay dan baterai.
• Starter relay tidakbekerja dengan baik.
TIDAK - Startermotorrusak.
5. Pemeriksaan Rangkaian Starter Relay Coil
Lepaskan starterrelay 5P connector.
Putarignition switch ke posisi "ON" dantekan starterswitch.
Ukurvoltase baterai antara starterrelay 5P connector terminal dari sisi wire harness.

HUBUNGAN: Kuning/Merah ( + ) - Hijau ( • )


Apakah ada voltase baterai?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 6.
TIDAK - • Connector longgar atau tersambung dengan buruk.
• Rangkaian terbuka pada kawat baterai antara baterai dan ignition switch.
• Rangkaian terbuka pada kawat Merah/Hitam dan/atau kawat Hitam antara
ignition switch dan starterswitch.
• Rangkaian terbuka pada kawat Kuning/Merah starterrelay antara starterswitch
dan starterrelay.
• Rangkaian terbuka pada kawat Hijau antara starterrelay dan massa.
• Ignition switch tidak bekerja dengan baik(hal. 18-14).
• Starter switch tidak bekerja dengan baik(hal. 18-17).
6. Pemeriksaan Kontinuitas Starter Relay
Periksa starterrelayterhadap kontinuitas (hal. 17-12).
Apakah ada kontinuitas?
VA - Adakegagalan terputus-putus.
TIDAK - Starterrelay tidakbekerja dengan baik.

17-4
SISTEM STARTER LISTRIK
Starter motor memutar mesin dengan pelan
Voltase baterai rendah.
Kabel terminal baterai tersambung dengan buruk
Kabel startermotortersambung dengan buruk
• Startermotortidakbekerja dengan baik
• Kabel massa baterai tersambung dengan buruk

Starter motor berputar, tetapi mesin tidak berputar


Startermotor berputar terbalik.
- Casetidak dirakitdengan baik.
- Terminals tidakdihubungkan dengan baik.
• Starterclutch tidakbekerja dengan baik.

Starter relayberbunyi "KLIK", tetapi mesin tidak berputar


• Crankshaft tidakberputar karena persoalan pada mesin.
• Starterclutch tidak bekerja dengan baik.

17-5
SISTEM STARTER LISTRIK
STARTER MOTOR
PELEPASAN
Lepaskan right lowerside cover (hal. 2-6).
Lepaskan startermotor 2P connector.
Lepaskan sparkplug wire (kabel busi) dari guide.

Lepaskan bolt dan guide.


Lepaskan kedua bolts dan PAIRcontrolvalve dari stay.

Lepaskan bolts dan startermotor dari mesin.

Lepaskan O-ring.

17-6
SISTEM STARTER LISTRIK
Tarik lepas dust cover.
Lepaskan screwdan startermotorcable. SCREW/GROUND CABLE

Lepaskan screw dan groundcable (kabel massa).

DUST
COVER

SCREW/STARTER MOTOR CABLE


PEMASANGAN
Pasang ground cable dan kencangkan screw dengan
torsi yang ditentukan. SCREW/GROUND CABLE

TORSI: 2,0 N.m (0,20 kgf.m; 1,5 Ibf.ft)


Pasang starter motor cable dan kencangkan screw
dengan torsi yangditentukan.

TORSI: 4,2 N.m (0,43 kgf.m; 3,1 Ibf.ft)


Letakkan dust cover kembali pada tempatnya yang
benar. DUST
COVER

SCREW/STARTER MOTOR CABLE

Lapisi O-ring baru dengan ali mesin dan pasang ke


dalam alur startermotor.

Pasang startermotor dan bolts pada mesin.


Kencangkan bolts.

17-7
SISTEM STARTER LISTRIK
Pasang PAIR control valve pada stay dan bolts,
kemudian kencangkan bolts.
Pasang bolt dan guide, kemudian kencangkan bolt.

Sambungkan startermotor2P connector.


Tempatkan sparkplug wire pada guide.
Pasang right lowerside cover (hal. 2-6).

PEMBONGKARAN
Lepaskan screws dan startermotorcase.
Lepaskan sebagai berikut:
- Armature
- Bracket
- Springs
- Gasket

MOTOR CASE

ARMATURE

SPRING

GASKET

17-8
SISTEM STARTER LISTRIK
PERAKITAN
Pasang springs di dalam brush holders.
BRUSH HOLDERS

SPRINGS
Pasang armature ke dalam bracket sementara
memegang brushes.

BRUSHES
Pasang gasketbaru pada bracket. BRACKET
Kumparan dapat Pasang bracket dan armature pada motor case MOTOR CASE
rusakjika magnet sementara memegang armature shaft pada sisi bracket
menarikarmature dengan erato
terhadap case.

S~ GASKET ARMATURE

Pasang motor case screws dan kencangkan dengan


torsi yang ditentukan. SCREWS

TORSI: 4,2 N.m(0,43 kgf.m; 3,1 Ibf.ft)

17-9
SISTEM STARTER LISTRIK
PEMERIKSAAN
BRUSH (SIKAT)
Periksa brushes terhadap kerusakan dan ukur panjang
brush.

BATAS SERVIS: 3.5 mm

ARMATURE
Jangan memakai Periksa commutator bars (Iempengan komutator) dari
emeryatau kertas armature terhadap perubahan warna. COMMUTATOR BARS
amplaspada
commutator. Bars yang berubah warna dalam pasangan
menunjukkan kumparan-kumparan yang ada hubungan
singkat.
\
Periksa terhadap kontinuitas antara masing-masing
pasangan commutator bars. KONTINUITAS:

Harus adakontinuitas.

Periksa terhadap kontinuitas antara masing-masing


commutator bar dan armature shaft. TIDAK ADA KONTINUITAS:

Tidakboleh ada kontinuitas.

17·10
SISTEM STARTER LISTRIK
STARTER RELAY
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan batterycover (hal. 15-5).
Lepaskan starterrelay dari stay.
Lepaskan starterrelay5P connector.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

PEMERIKSAAN CARA KERJA


Lepaskan batterycover (hal. 15-5).
STARTER RELAY
Putar ignition switch ke "ON".
Tekan starterswitch.
Sistem adalah normal jika starterrelay berbunyi klik.
Jika tidak terdengar suara "KLlK" pada relay, periksalah
sebagai berikut:
- Rangkaian starterrelaycoil (hal. 17-12)
- Test baterai (hal. 15-6)
Jika terdengar suara "KLIK", tetapi starter tidak
berputar, periksalah kontinuitas starter relay (hal. 17-
12).

17-11
SISTEM STARTER LISTRIK
PEMERIKSAAN RANGKAlAN STARTER
RELAY COIL
Lepaskan batterycover(hal. 15-5).
Lepaskan starterrelaydari stay.
Lepaskan starterrelay5P connector.
Putarignition switch ke "ON".
Ukur voltase antara starter relay 5P connector dari sisi
wire harness sementara menekan dan menahan starter
switch.

HUBUNGAN: Kuning/Merah ( + ) - Hijau ( - )


Jika voltase baterai hanya ada sewaktu ignition switch
pada "ON" dan starter switch ditekan, rangkaian adalah
normal. 5P CONNECTOR

IGNITION
MAIN FUSE SWITCH
10 A

SUBFUSE
7.5A
l Y/R~BI~RIBI

STARTER RELAY STARTER


5P CONNECTOR SWITCH

PEMERIKSAAN KONTINUITAS STARTER


RELAY
~. Lepaskan starterrelay(hal. 17-11).
Hubungkan kabel positif sebuah baterai 12V yang
bermuatan penuh pada relay switch terminal A dan
kawat negatifpada terminalB.

Periksa terhadap kontinuitas pada terminal C dan


terminal D.
Harus ada kontinuitas antara terminals C dan 0
sewaktu baterai dihubungkan, dan tidak boleh ada
kontinuitas sewaktu baterai dilepaskan.
Ar~l1C
B ~ 0
STARTER RELAY

ABC 0

17-12
18. LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR

LOKASI SISTEM 18·2 FUEL LEVEL SENSOR 18·11

KETERANGAN SERVIS 18·3 FUEL METER 18-13

PEMERIKSAAN SISTEM IGNITION SWITCH 18-14


PENERANGAN 18-4
HANDLEBAR SWITCHES 18·16
HEADLIGHT 18-6
BRAKE LIGHT SWITCH 18-18
TURN SIGNAL LIGHT 18-6
GEAR POSITION SWITCH 18-18
BRAKE/TAIL LIGHT 18-7
HORN 18-22
COMBINATION METER 18·8
TURN SIGNAL RELAY 18·23

18-1
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
LOKASI SISTEM

FRONT BRAKE LIGHT SWITCH

TURN SIGNAL RELAY LIGHTING SWITCH

COMBINATION METER
STARTER SWITCH

DIMMER SWITCH FUEL LEVEL SENSOR

HORN SWITCH

TURN SIGNAL
LIGHT SWITCH

REAR BRAKE LIGHT SWITCH

GEAR POSITION SWITCH

18-2
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Pastikan untuk memasang dustcoversetelah mengganti bulb (bola lampu).
• Periksa kondisi baterai sebelum menjalankan pemeriksaan yang memerlukan voltase baterai yang benar.
• Alurkan kawat-kawat dankabel-kabel dengan benar setelah menservis masing-masing komponen (hal. 1-15).
• Kode-kode warna sebagai berikut dipakai di sepanjang babini.
Bu =Blue (Biru) Gr =Gray (Abu-abu) P =Pink (Merah muda)
BI = Black (Hitam) Lb = Light blue(biru muda) R = Red (Merah)
Br =Brown (Coklat) Lg =Lightgreen (hijau muda) W =White (Putih)
G = Green (Hijau) 0 = Orange (Jingga) Y = Yellow (Kuning)

SPESIFIKASI
BAGIAN SPESIFIKASI
Bulbs Headlight (Iampu besar) 12V - 32/32 W
(Bola lampu) (High/Low =jauh/dekat)
Position light(Iampu senja) 12 V -3,4 W x2
Brake/tail light(Iampu rem/belakang) 12V -18/5 W
Front turnsignal light(Iampu sein depan) 12V-10Wx2
Rearturn signal light(Iampu sein belakang) 12V-10Wx2
Meter light(Iampu penerangan instrumen) 12V-1,7Wx2
Turn signal indicator (indikator lampu sein) 12V -3,4 W x2
High beam indicator (indikator larnpu iauh) 12V-1,7W
Gear position indicator (indikator posisi gigitransmissi) 12V~1,7Wx4
Indikator neutral 12V-1,7W
Fuse (Sekring) Sekring utama 10A
Sekring tambahan 7,5A

TORSIPENGENCANGAN
Ignition switch mounting bolt 9 N.m (0,92 kqf.rn; 6,6 Ibf.ft) ALoe bolt; ganti dengan yang baru

18-3
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
PEMERIKSAAN SISTEM PENERANGAN
HEADLIGHT (LAMPU SESAR) TIDAK
MENYALA
ATAU LEMAH NYALANYA
Pemeriksaan Standard
Periksa sebagai berikut:
- Bola lampu terbakar atau bola lampu dengan watt
yang tidak sesuai spesifikasi
- Connector longgar
- Lighting switch
- Dimmerswitch
Jika bagian-bagian di atas adalah normal, periksa
sebagai berikut:
Pemeriksaan Rangkaian Penerangan
Lepaskan sebagai berikut:
- Handlebar front cover (hal. 2-12)
- Centercover (hal. 2-6)

Lepaskan alternator wire connector (Kuning).


Putar lighting switch (saklar lampu) ke posisi HL, dan
dimmer switch (saklar dimmer) ke posisl Hi. Periksa
terhadap kontinuitas antara terminal Biru dari headlight
6P,connector dan terminal Kuning dari alternator wire
connector.

Jika ada kontinuitas, periksa sebagai berikut:

-: HEADLIGHT gp
~ CONNECTOR

LIGHTING

Bu
DIMMER

I
SWITCH I
SWITCH

la-l-o- Bu/R--O-O-Y

@
ALTERNATOR WIRE
CONNECTOR (kuning)

18-4
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
Lepaskan regulator/rectifier (hal. 15-11).
Periksa kontinuitas antara terminal-terminal Kuning dari
regulator/rectifier 4P connector dan alternator wire
connector (Kuning).

Jika ada kontinuitas, periksa sebagai berikut:

REGULATOR/RECTIFIER
4P CONNECTOR

ALTERNATOR WIRE
(Yellow) CONNECTOR

Pemeriksaan Massa
Periksa tefhadap kontinuitas antara terminal Hijau dari HEADLIGHT 9P
headlight 6P~connector dan massa. CONNECTOR

Jika ada kontinuitas, periksa kumparan penerangan


(hal. 15-7).

Jika kumparan penerangan adalah normal, periksa


regulator/rectifier (hal. 15-9).

@
1

18-5
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
HEADLIGHT (LAMPU BESAR)
PENGGANTIAN BULB (BOLA LAMPU)
Lepaskan handlebar frontcover(hal.2-12).
Tarik dustcoverke belakang.
Putar socket berlawanan arah jarum jam dan lepaskan
socket dan headlight bulb.
Jika bulb telah disentuh dengan tangan telanjang,
bersihkan dengan kain yang telah dibasahkan dengan
alkohol untuk menghindari kegagalan bulb yang terlalu
dini.
Pasang sebuah headlight bulb baru dengan
mentepatkan tab-nya dengan alur pada headlight unit.
Putar socket searah jarum jam dan pasang dust cover DUST
dengan tanda "TOP" menghadap ke atas. COVER
Pasang handlebar frontcover(hal. 2-12).
Untukpelepasan/pemasangan headlilght assembly (hal.
2-13).

PENGGANTIAN POSITION LIGHT


BULB
(BOLA LAMPU SENJA)
Lepaskan handlebar frontcover(hal. 2-12).
Putar socket berlawanan arah jarum jam dan lepaskan,
kemudian tarik position lightbulb keluardari socket.

Pasang sebuah bulb baru dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

Pasang handlebar frontcover(hal. 2-12). ~

TURN SIGNAL LIGHT (LAMPU SEIN)


PENGGANTIAN BULB
FRONT TURN SIGNAL LIGHT (LAMPU SEIN DEPAN)
Lepaskan handlebar frontcover(hal. 2-12).
Putar socket berlawanan arah jarum jam dan lepaskan,
kemudian tarik ke/uar bulb dari socket.
S~ BULB
Pasang bulb baruda/am urutan terbalik dari pelepasan.
Hanya pakai bulb kuning tua.
Untuk pe/epasan/pemasangan headlight assembly
(hal. 2-13).

SOCKET

18-6
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
REAR TURN SIGNAL LIGHT (LAMPU SEIN
BELAKANG)
Lepaskan brake/taillight unit (hal. 18-8).
Putar socket berlawanan arah jarum jam dan lepaskan,
kemudian tarikkeluar bulb dari socket.
Pasang bulb baru dalam urutan terbalik dari pelepasan.
Hanya pakai bulb kuning tua.

SOCKET
BRAKE/TAIL LIGHT
(LAMPU REM/BELAKANG)
PENGGANTIAN BULB
Lepaskan kedua screws, lenscovers dan brake/taillight
lens dengan melepaskan tab. TAB

Sementara menekan bulb ke dalam, putar berlawanan


arahjarumjam dan lepaskan.

Pasang bulb barudalam urutan terbalik dari pelepasan.

"~!'\"'1
~"/) i

~:. ..,;'

,\
\\ ~
S BULB

18·7
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
PELEPASAN/PEMASANGAN
BRAKE/TAIL LIGHT UNIT
Lepaskan kedua bolts dan washers.
Tarik brake/tail light unit ke atas dan lepaskan
grommets-nya dari bosses pada rear fender dan GROMMETS
rangka.

Lepaskan brake/tail light6P connector. 6P CONNECTOR

BRAKE/TAIL
BOSSES LIGHT UNIT

Lepaskan kedua screws dan brake/tail light cover


dengan melepaskan hook-nya (kaitan). BRAKE/TAIL
LIGHT COVER
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
BRAKE/TAIL
LIGHT UNIT

COMBINATION METER
PENGGANTIAN BULB
Lepaskan handlebar frontcover(hal. 2-12).
Tarik keluar bulb socket dari combination meter
assembly.
Keluarkan bulb dari socket danganti dengan yang baru.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

18-8
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan handlebar rear cover (hal. 2-14).
Lepaskan sebagai berikut:
- Dust cover dan starterswitch 3P connector (Hitam)
- Lighting switch 4P connector
- Dimmerswitch 3P connector
- Turn signalswitch 3P connector (Merah)
- Horn switch 3P connector (Hitam)

)
DUST COVER

Lepaskan screws dan combination meterassembly.


Pasang parts yangdilepaskan dalam urutan terbalikdari COMBINATION METER
pelepasan. SCREWS

18-9
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Hati-hati agar tidak meninggalkan sidik jari di
ataspanel meter.
Hati-hati agar tidak merusak retainer tabs
sewaktu melepaskan lens.
Alurkan combination metersubharness dengan
benar.
Lepaskan sebagai berikut:
- Wire bandscrew/wire band
- Turn signalrelay
- Tiga terminal screws
- Bulbsockets/combination metersub harness
- Lens/meter plate
- Dua screws/washers
- Combination meterpanel
Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari
pembongkaran.
LENS

w----- --'::':.:~

SCREWS/WASHERS

COMBINATION METER
SUB HARNESS
METER PLATE

TERMINAL
SCREWS

TURN SIGNAL RELAY

81

18·10
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
FUEL LEVEL SENSOR
PELEPASAN
Buka kunci tempat duduk dengan anak kunci kontak
dan naikkan tempat duduk ke atas.

Lepaskan fuel level sensor 3P connector (Hitam) dan


lepaskan harness dari clamp.

Putar holder plate berlawanan arah jarum jam dengan


tanglancip dan keluarkan fuelunitholderplate.

Hati-hati agartidak Lepaskan fuel levelsensor dan O-ring.


merusak float arm.

PEMASANGAN
Pasang O-ring barupada fuellevelsensor.
Hati-hati agartidak Pasang fuel levelsensor pada fuel tank.
merusakfloat arm.

Tempatkan holderplateseperti diperlihatkan.

Putar holder plate searah jarum jam sampai tanda-


tanda panah pada holder plate dan fuel tank saling
bertepatan.

18-11
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
Sambungkan fuel level sensor 3P connector (Hitam)
dengan fuel level sensor.
Amankan harness dengan clamp.
Tutup tempat duduk kembali.

PEMERIKSAAN
Ukur tahanan antara connector terminals dengan float

·lq~OI.
pada posisi paling atas (penuh) dan bawah (kosong).
..r~:! ·.}X1J,
120 0 C) f~( .~\

HUBUNGAN POSISI FLOAT G Bu/W


PENUH KOSONG
Y/W
Biru/Putih - Hijau 400 -700 n 25 -45 n
Kuning/Putih - Hijau 25 -45 n 400 -700 n
Kuning/Putih - 450-750 n 450 - 750 n
Biru/Putih
Ganti fuel level sensor jika ia tidak sesuai dengan
spesifikasi.
FUEL LEVEL Kosong
SENSOR

18·12
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
FUEL METER
PEMERIKSAAN RANGKAIAN METER
JARUM FUEL METER TIDAK BERGERAK
Sebelum menjalankan pemeriksaan sistem,
pastikan bahwa bagian-bagian berikut ini adalah
normal.
- Kondisi baterai
- Sekring-sekring
- Meterindicators
Buka kunci tempat duduk dengan anak kunci kontak
dan naikkan tempat duduk.
Lepaskan fuel level sensor 3P connector (Hitam) dan
lepaskan harness dari clamp.
Hubungkan singkat fuel level sensor connector
Jangan tinggalkan terminals pada sisi wire harness dengan kawat
terminal-terminal penghubung.
tersambung dengan
kawatpenyambung HUBUNGAN: Kuning/Putih - Hijau
untukwaktulama,
oleh karena ini akan Putarignition switch ke "ON"dan periksa fuel meter.
mengakibatkan Jikajarum fuelmeterbergerak ke "F", ia adalah normal.
kerusakan padafllel. Jika pemeriksaan di atas adalah normal, periksalah
meter. fuel levelsensor(hal. 18-12).
Jika wire harness adalah normal, gantilah combination FUEL METER
meter assembly dengan yang baru, dan periksa
kembali.
~
3P CONNECTOR

IGNITION
SWITCH
(Hitam)
I
Dari
SEKRING ~ ~BI~.
Bu/W
UTAMA ~ v--

1
Y/W

10A G /

KAWAT PENGHUBUNG
FUEL METER TETAP PADA "F"
Putarignition switch ke "OFF".
Lepaskan handlebar rear cover (hal. 2-14) dan
hubungkan combination meter sub harness 9PI6P
connectors.
Lepaskan fuel level sensor 3P connector (Hitam) (hal.
18-11 ).
Periksa terhadap kontinuitas antara fuel level sensor FUEL METER
connector pada sisi wire harness dan meterterminal. TERMINAL
(Biru/Putih)
HUBUNGAN: Biru/Putih Biru/Putih
Jika tidak ada kontinuitas, ada rangkaian terbuka
padakawat Biru/Putih. FUEL METER
Jika ada kontinuitas, periksa fuel level sensor (hal.
18-12).
Jika fuel level sensor adalah normal, gantilah IGNITION
combination meter assembly dengan yang baru SWITCH
(hal. 18-9)dan periksa kembali. Dari
SEKRING ------".J ~ ~
f

UTAMA
10A lG
=I
FUEL LEVEL SENSOR 3P
CONNECTOR (Hitam)

18-13
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
IGNITION SWITCH (KUNCI KONTAK)
PEMERIKSAAN
Lepaskan front top cover (hal. 2-4).
Putar ignition switch ke "OFF".
Lepaskan ignition switch 2P connector.
Periksa terhadap kontinuitas antara sisi switch dari
connector terminals pada masing-masing posisi switch.
Harus ada kontinuitas antara kawat-kawat dengan kode
warna seperti diperlihatkan.

IGNITION SWITCH
2P CONNECTOR

I~ BAT BATl
ON 0 -0
OFF

LOCK

COLOR R RIBI

PELEPASAN
Lepaskan steering stem (hal. 12-22).
SCREWS
Lepaskan ignition switch 2P connector. IGNITION SWITCH
Lepaskan kedua screws dan ignition switch.

2P CONNECTOR
PEMASANGAN
Tempatkan ignition switch pada posisinya.
SCREWS
Pasang dan kencangkan screws baru dengan torsi yang IGNITION SWITCH
ditentukan. ~~
TORSI: 9 N.m (0,92 kgf.m; 6,6 Ibf.ft)
'Ii'"
Sambungkan ignition switch 2P connector.
Pasang steering stem (hal. 12-25).

2P CONNECTOR

18-14
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
PELEPASAN/PEMASANGAN
KEY SHUTTER (PENUTUP LUBANG KUNCI)
Lepaskan ignition switch (hal. 18-14).
IGNITION SWITCH
Lepaskan socket bolt dan key shutter assembly dari
ignition switch.
Tiup bersih daerah key shuttercover dengan udara dari
kompressor.
Oleskan gemuk pada daerah peluncuran key shutter
cover.
/
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

~
KEY SHUTTER
~~ SOCKET
\
...-__ BOLT

18-15
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
HANDLEBAR SWITCHES
LEFT HANDLEBAR SWITCH
Lepaskan handlebarfront cover (hal. 2-12).
DIMMER
Putar ignition switch ke "OFF". SWITCH
Lepaskan handlebarswitchconnectors.
Periksa terhadap kontinuitas antara connector terminals
pada masing-masing posisi switch.
Harus ada kontinuitas antara terminals kawat dengan
kode warna seperti diperlihatkan pada diagram-
diagram.
----
TURN SIGNAL
SWITCH

TURN SIGNAL
DIMMER SWITCH SWITCH HORN SWITCH

La

IN)

Hi

COLOR Bu/R W Bu COLOR Lb Gr a

18-16
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
RIGHT HANDLEBAR SWITCH
Lepaskan handlebar frontcover (hal.2-12).
LIGHTING SWITCH
Putar ignition switch ke "OFF".
Lepaskan handlebar switch connectors.

Periksa terhadap kontinuitas antara connector terminals


pada masing-masing posisi switch.
Harus ada kontinuitas antara wire terminals dengan
kode-kode warna seperti diperlihatkan pada diagram-
diagram.

STARTER SWITCH

STARTER SWITCH 3P
CONNECTOR (Hitam)

LIGHTING SWITCH STARTE'R SWITCH


HL C1 TL


(N)

COLOR Y/R BI

(N)


COLOR Bu/R Y Br

18-17
I LAMPUIINSTRUMENT/SAKLAR
BRAKE LIGHT SWITCH
OEPAN
Lepaskan handlebar front cover(hal. 2-12).
Lepaskan front brake light switch wire connectors dan
periksa terhadap kontinuitas antara switch terminals.

Harus ada kontinuitas sewaktu brake lever (handel rem)


ditarik dan tidak ada kontinuitas sewaktu lever
dilepaskan.

BELAKANG
Lepaskan ICM (hal. 16-9).
Lepaskan rear brakelight switch wireconnectors.
Periksa terhadap kontinuitas antara connector terminals
pada sisi switch.

Harus ada kontinuitas sewaktu brake pedal (pedal rem)


ditekan dan tidak ada kontinuitas sewaktu pedal
dilepaskan.

GEAR" "POSITiON. SWITCH


PEMERIKSAAN
Putarignition switch ke ON, dan masukkan transmission
ke dalam masing-masing posisi gigi. GEAR POSITION INDICATORS
Periksa cara kerja gear position dan neutral indicator
lights pada masing-masing posisi gigi.

Jika semua indicator bulbs adalah normal tetapi gear


position indicator tidak menyala, periksalah sebagai
berikut:

NEUTRAL INDICATOR

18·18
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
Lepaskan ICM (hal. 16-9).
Lepaskan air supply hoses dari guides.

Lepaskan gearposition switch 6P connector (Hitam).

Periksa terhadap kontinuitas antara terminals pada


masing-masing posisi gigi transmissi.

Gearposition switch adalah normal jika ada kontinuitas


antara kawat-kawat dengan kode warna seperti
diperlihatkan pada diagram.

GEAR GROUND Lg/R Y/R BI/Bu W/Bu P


N 0 -~
1
2
3
4

18-19
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
PELEPASAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Left crankcase rear cover(hal. 2-19)
- leM (hal. 16-9)
Lepaskan air supplyhoses dari guides.

Lepaskan gear position switch 6P connector (Hitam).

Lepaskan bolt dan gearposition switch.

Lepaskan O-ring, contact switch cap dan spring dari


shift drum.

18·20
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
PEMASANGAN
Pasang spring dan contact switch cap ke dalam shift
drum.

Semprotkan oli mesin pada O-ring baru dan pasang


pada gear position switch.

Pasang gear position switch pada crankcase.

Pasang dan kencangkan bolt.

Alurkanwireharness Hubungkan gearposition switch 6P connector (Hitam).


dengan benar(hal. 1-
15).

18-21
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
Amankan air supplyhoses dengan guides.
Pasang sebagai berikut:
- Leftcrankcase rear cover (hal. 2-19)
- leM (hal. 16-9)

HORN (KLAKSON)
PEMERIKSAAN
Lepaskan handlebar frontcover (hal. 2-4).
Lepaskan horn wire connectors.
Hubungkan baterai 12Vke hornterminals.

Horn adalah normal jika ia berbunyi sewaktu baterai


12Vdihubungkan pada horn terminals.

PELEPAS~N/PEMASANGAN
Lepaskan handlebar front cover(hal, 2-4).
Lepaskan horn wire connectors.
Lepaskan bolt/collar/damper rubbers dan horn.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.

18-22
LAMPU/INSTRUMENT/SAKLAR
TURN SIGNAL RELAY
PEMERIKSAAN
Periksa sebagai berikut:
- Kondisi baterai
- Fungsi ignition switch dan turnsignalswitch
- Connectors yanglonggar
- Sub fuse (sekring tambahan) (7,5A)
Jika hal-hal di atas semuanya adalah normal, periksalah
sebagai berikut:
Lepaskan handlebar frontcover(hal. 2-12).
Lepaskan turnsignalrelay2P connector.

Hubungkan singkat terminals Hitam dan Abu-abu dari


TURN SIGNAL RELAY
connector pada sisi harness dengan kawat 2P CONNECTOR
penghubung.
Putar ignition switch ke posisiON.
Periksa turn signal light dengan menggerakkan turn
signalswitch ke kanan dan kiri. From
IGNITION
SWITCH
0/
M
Jika turn signal light tidak menyala, ada rangkaian MAIN ~'G'
terbuka pada wire harness. FUSE
Jika lampu sein menyala, rangkaian adalah normal. 10 A
FUSE
Gantilah turn signalrelay. 7.5A
Pasang parts yangdilepaskan dalamurutan terbalik dari .
pelepasan.
TURN SIGNAL SWITCH

PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan handlebar frontcover(hal. 2-12).
Lepaskan turnsignalrelay2P connector.
Lepaskan turnsignal relay dari combination meter.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

18-23
MEMO
19. DIAGRAM LISTrf'

DIAGRAM LISTRIK 19-2

19-1
~ c c
co
• » »
G)
I\.)
U~H fB
STARTER FRONT BRAKE

UG~CH Fffl
IGNITION IGNITION

COIL
IGNITION CONTROL REGU.LATOR/

MgODULE
(lCM) QRECTIFIER ~fl~1J~~D
REAR BRAKE

L1cwGiWITCH SUB ~~
.~
MAIN
I
a:
BATIERY

~St;J
C)
:;;0 ~
~4P ~~i W 11 2P 3P 4P
o
-:-
FUSE
7.5A
FUSE
~ » 3:
r-
.>~> .~.~~" .~c,. <>~o 0 H ~~" ~:~<:>~~ s:
,... en
-I
CD= -
en 2:!

r~~----+------++------+-+-J
RIGHT FRONT

ii
~

"
TURN SIGNAL LIGHT
12Vl0W
-I
TURN SIGNAL
RELAY
OD= 0
L2PW

G
BI II ~

"
(:" ~

cl=h
IT-? 2P
MINI

YIR
BI
RIGHT REAR
BllBu TURN SIGNAL LIGHT
BI 12Vl0W

:""'" '" sr= ~' =0)


WIBu
9PMINI
BI

=.GE GG'Y~ =Q)


I

"nr
Y Y
NEUTRAL
Br 8t
INDICATOR G G
L~~
12V1.7W
Bu
~: ~;: L+i= _ Br
o
GfY
s-
G

II
HIGH BEAM BIlBu BI/Bu
INDICATOR
12Vl.7W
G
Lb
WIBu
P
WIBu
P ~f~~~0~~lI(jHT
~g=O)
G
TURN SIGNAL G
6PMINI
INDICATOR o

~llr"
12V3.4Wx2 LEFTREAR
Lb Lb
o 0
TURN SIGNAL LIGHT
12Vl0W

Ll~
Y./R YIR
FUEL METER
YIW Y/W YIW
BulW BulW Bu.W

POSITION LIGHT
12V3.4W CD=~
HEADLIGHT
QJ=~
~
"' ~ ~ ~ ~ 6P '
~ ~,,~
12V32W/32W

POSITION LIGHT
12V3.4W

LEFT FRONT
CD=~r
CD= G
~ ;:~ >- ~~~$§~
MINI
BI

8"
<:>~

TURN SIGNAL LIGHT 0


12V10W

[]
~ ~ <':> 3P

~J~~ H~R: ~
0:::' TU:N~S:NAl &J
OO(J
MINI
BI
4 32
IGNITION
PULSE
J o M
GENERATOR

SWITCH LIGHT SWITCH


0 SWITCH HORN
FUEL LEVEL
SENSOR

ALTERNATOR GEAR STARTER


IGNITION SWITCH LIGHTING SWITCH DIMMER SWITCH HORN SWITCH STARTERSWITCH POSITION MOTOR
SWITCH

LglBI BI I BLACK 1/ Br I BROWN


Y I YELLOW 1/ 0 I ORANGE
Bu BLUE Lb LIGHT BLUE
G GREEN L LIGHT GREEN
R RED P PINK
W I WHITE 1/ Gr I GRAY
COLORCOMB: GROUND/MARKING
20. TROUBLESHOOTING

MESIN TIDAK MAU HIDUP ATAU UNJUK KERJA LEMAH PADA


SULIT DIHIDUPKAN 20·2 KECEPATAN TINGGI 20·6

MESIN KEKURANGAN TENAGA 20·3 PENGENDALIAN BURUK 20·7

UNJUK KERJA LEMAH PADA GIGI


SATU DAN PUTARAN STASIONER 20·5

20-1
TROUBLESHOOTING
MESIN TIDAK MAU HIDUP ATAU SULIT DIHIDUPKAN
1. Pemeriksaan Saluran Bahan Bakar
Periksa aliran bahan bakar ke karburator.
Apakah bahan bakar mencapai karburator?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2.
TIDAK - • Saluran bahan bakar atau strainer tersumbat.
• Fueltankcaptersumbat.
• Floatvalve macet tertahan
• Fuelfiltertersumbat
2. Pemeriksaan Busi
Lepaskan danperiksa busi.
Apakah busi basah?
VA - • Karburator banjir
• Throttle valve terbuka terus
• Air cleaner kotor
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3.
3. Test percikan bunga api Busi
Jalankan test percikan bunga api busi.

Apakah percikan bunga api lemah atau tidak ada?


VA - • Busi tidak bekerja dengan baik
• Busi kotor
• Kawat2 sistem pengapian longgar atau terlepas
• Ignition pulsegenerator tidak bekerja dengan baik
• Ignition coil tidak bekerja dengan baik
• Ignition control module (ICM) tidak bekerja dengan baik
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4.
4. Kompressi Cylinder
Periksa kompressi cylinder.
Ap~kah kompressi rendah?

VA - • Valve macet terbuka


• Cylinder danpiston rings aus
• Cylinder headgasket rusak
• Valve macet
• Valve timing tidak benar
• Jarakrenggang klep terlalu kecil
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.
5. Kondisi Menghidupkan Mesin
Hidupkan dengan prosedur normal.
Apakah mesin hidup kemudian mati lagi?
VA - • Cara kerja choke tidak benar
• Penyetelan karburator tidak benar
• Carburetor insulator atau inletpipebocor
• Ignition timing (waktu pengapian) tidak benar (ICM atau ignition pulsegenerator
tidak bekerja dengan baik)
• Bahan bakar terkontaminasi

20·2
MESIN KEKURANGAN TENAGA
1. Pemeriksaan Drive Train
Naikkan roda lepas tanah danputardengan tangan.
Apakah roda berputar dengan bebas?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2.
TIDAK - • Rem menyangkut
• Wheel bearings ausatau rusak
2. Pemeriksaan Tekanan Udara Ban
Periksa tekanan udara ban.
Apakah tekanan udara ban rendah?
VA - • Ventil ban tidak bekerja dengan baik
• Ban bocor
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3.
3. Pemeriksaan Clutch
Berakselerasilah dengan cepat, opergigidarisatu ke dua.
Apakah putaran mesin berubah sesuai dengannya ketika gearshift pedal ditekan?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4.
TIDAK - • Clutch (kopling) slip
• Clutch discs/plates aus
• Clutch discs/plates berubah bentuk melengkung
• Clutch spring lemah
• Ada additive di dalam oli mesin
• Clutch weight tidak bekerja dengan baik
• Clutch lining fidak bekerja dengan baik
• Penyetelan clutch tidak benar

4. Pemeriksaan Unjuk Kerja M-esin


Berakselerasilah dengan ringan.
Apakah putaran mesin naik?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.
TIDAK - • Cara kerja choke tidakbenar
• Air cleaner kotor
• Aliran bahan bakar terbatasi
• Sistem pembuangan gastersumbat
• Fueltankcap tersumbat.
5. Pemeriksaan Spark Plug (Busi)
Lepaskan danperiksalah sparkplug.
Apakah spark plug kotor atau berubah warna?
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 6.
VA - • Plugs kurang mendapatkan perawatan
• Derajat panas busi tidak tepat
• Jarak renggang busi tidaktepat

6. Pemeriksaan Oli Mesin


Periksa tinggi permukaan oli dan kondisinya.
Apakah tinggi permukaan oli mesin benar dan oli dalam kondisi baik?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 7.
TIDAK - • Tinggi permukaan oli terlalu tinggi
• Tinggi permukaan oli terlalu rendah
• Oli terkontaminasi

20-3
TROUBLESHOOTING
7. Pemeriksaan Ignition Timing (Waktu Pengapian)
Periksalah ignition timing.
Apakah ignition timing sesuai dengan ketentuan?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 8.
TIDAK - • Ignition control module (lCM) tidakbekerja dengan baik
• Ignition pulse generator tidakbekerja dengan baik
8. Pemeriksaan Kompressi Cylinder
Jalankan test kompressi cylinder.
Apakah kompressi rendah?
VA - • Jarakrenggang klepterlalu kecil
• Valve macet terbuka
• Cylinder danpiston rings aus
• Cylinder headgasket rusak
• Valve timing tidakbenar
• Valve macet
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 9.
9. Pemeriksaan Karburator
Periksa karburator terhadap sumbatan.
Apakah karburator tersumbat?
YA - Karburator kurang mendapatkan perawatan
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 10.
10.. Pemeriksaan Pelumasan
Lepaskan cylinder headcoverdan periksalah pelumasan.
Apakah valve train (peralatan penggerak klep) mendapatkanpelumasanmemadai?
YA - LANJUTKAN DENGAN LANGl\AH 11.
TIDAK - • Jalan Iintasan oli tersurnbat,
• Oil orifice (Iubang Iintas oli)tersumbat
• Oil strainerscreen kurang mendapatkan perawatan
• Oil centrifugal filterkurang mendapatkan perawatan
11. Pemeriksaan Overheating
Periksa mesin terhadap overheating (panas berlebihan).
Apakah mesin overheating?
YA - • Ada pembentukan karbon secara berlebihan di ruang pembakaran
• Pemakaian bahan bakar dengan kualitas buruk
• Pemilihan jenis bahan bakar yang salah
• Clutch slip
• Campuran bahan bakar terlalu miskin
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 12.
12. Pemeriksaan Engine Knocking (mesin mengelitik)
Berakselerasilah atau jalankan pada kecepatan tinggi.
Apakah ada knocking?
VA - • Piston dan cylinder aus
• Pemilihan jenis bahan bakar yang salah
• Ada pembentukan karbon secara berlebihan di ruang pembakaran
• Ignition timing terlalu maju (ICM atau ignition pulsegenerator tidakbekerja dengan baik)
• Campuran bahan bakar terlalu miskin

20-4
TROUBLESHOOTING
UNJUK KERJA BURUK PADA GIGI SATU
DAN PUTARAN STASIONER
1. Pemeriksaan Penyetelan Putaran Stasioner
Periksa putaran stasioner.
Apakah putaran stasioner benar?
YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2.
TIDAK - Setel putaran stasioner
2. Pemeriksaan Kebocoran Udara Masuk
Periksa terhadap kebocoran pada carburetor insulator dan inletpipe.
Apakah ada kebocoran?
YA - • Insulator rusak
• O-ring tidakbekerja dengan baik
• Inletpipe longgar
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3.
3. Test Busi
Jalankan test busi.
Apakah percikan bunga api lemah atau tidak teratur?
YA - • Busitidakbekerja dengan baik
• Busi kotor
• Kawat-kawat ignition system longgar atau terlepas
• Ignition coiltidakbekerja dengan baik
• Ignition control module (lCM) tidakbekerja dengan baik
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4.
4. Pemeriksaan Ignition Timing
Periksa ignition timing.
Apakah ignition timing benar?
YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 5.
TIDAK - • Ignition control module (lCM) tidakbekerja dengan baik
• Ignition pulse generator tidakbekerja dengan baik
5. Pemeriksaan Air Screw
Periksa penyetelan carburetor air screw.
Apakah penyetelan benar?
TIDAK - Lihathal. 5-16

20-5
I.
~
TROUBLESHOOTING
~: :.·,.· '·. '

fr'
Ii
I~
UNJUK KERJA BURUK PADA KECEPATAN TINGGI
I 1. Pemeriksaan Saluran Bahan Bakar
Lepaskan saluran bahan bakarpada karburator.
Apakah bahan bakar mengalir dengan bebas?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 2.
TIDAK - • Saluran bahan bakardan strainerterbatasi
• Fueltankcap terbatasi
• Fuelfilterterbatasi
2. Pemeriksaan Busi
Lepaskan dan periksa busi.
Apakah busi dalam kondisi baik?
YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 3.
TIDAK - • Busikurang mendapatkan perawatan
• Derajat panas busitidakbenar
• Jarak renggang busitidakbenar
• Air cleaner kotor
• Cara kerja choke tidakbenar
3. Pemeriksaan Karburator
Periksa apakah karburator tersumbat.
Apakah karburator tersumbat?
VA - Karburator kurang mendapatkan perawatan
TIDAK - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 4.
4. Pemeriksaan Ignition Timing
Periksa ignition timing.
Apakah ignitio~n timing benar?
VA - LANJ~TKAN DENGAN LANGKAH 5.
TIDAK - • Ignition control module (lCM) tidak bekerja dengan baik
• Ignition pulsegenerator tidakbekerja dengan baik
5. Pemeriksaan Valve Timing
Periksa valve timing.
Apakah valve timing benet?
VA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 6.
TIDAK - Cam sprocket tidakterpasang dengan baik
6. Pemeriksaan Valve Spring
Periksa valve springs.
Apakah panjang bebas valve spring sesuai dengan spesifikasi?
YA - LANJUTKAN DENGAN LANGKAH 7.
TIDAK - Valve spring tidakbekerja dengan baik.
7. Pemeriksaan Camshaft
Lepaskan dan periksa camshaft.
Apakah tinggi cam lobe sesuai dengan spesifikasi?
TIDAK - Camshaft tidakbekerja dengan baik

20-6
TROUBLESHOOTING
PENGENDALIAN BURUK
Kemudi terasa berat
Steering top thread terlalu kencang
Steering headbearings rusak
Tekanan udara bankurang

Salah satu roda bergoyang


Ada kelonggaran berlebihan pada wheel bearing
Rim(pelek) bengkok
Swingarm pivotbushings aus secara berlebihan
Rangka bengkok

Sepedamotor menarik ke satu sisi


Roda depan dan belakang tidaksebidang
Forkbengkok
Swingarm bengkok
• Axle bengkok
• Rangka bengkok
Penyetelan axle (penyetelan rantai tidak sarna pada kedua sisi)

20-7
MEMO