Anda di halaman 1dari 8

FAKTOR-FAKTOR IBU YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MOLA

HIDATIDOSA

Maternal factors that influence the incidence of hydatidiform mole

Rochany Septiyaningsih 1* Dhiah Dwi Kusumawati2 Arini Ulfah3


1,2,3
STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap
Jl.Cerme No.24 Sidanegara Cilacap 53223
Rochany.septiyaningsih87@gmail.com

ABSTRAK
Dua puluh persen kasus mola hidatidosa berkembang menjadi keganasan trofoblastik.
Beberapa faktor dapat mempengaruhi timbulnya molahidatidosa. Penelitian ini bertujuan
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian mola hidatidosa di RSUD Cilacap
tahun 2011-2015. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Jumlah sampel adalah 104 responden. Analisis data menggunakan Chi Square dan Regresi
Logistic. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara usia dan
paritas dengan kejadian mola hidatidosa (p value = 0,047 dan p value = 0,042). Sedangkan
tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara sosio ekonomi dengan kejadian
mola hidatidosa (p value = 1,000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ibu yang
mempengaruhi kejadian mola hidatidosa adalah usia dan paritas. Sedangkan yang tidak
mempengaruhi adalah sosio ekonomi.

Kata Kunci: Mola hidatidosa, usia, paritas, sosio ekonomi

ABSTRACT
Twenty percent of cases develop into a malignancy of hydatidiform mole trophoblastic.
Several factors can affect the incidence of molar pregnancy. This study aims to determine the
faktors that influence the incidence of mola hidatidosa in Cilacap General Hospital 2011-
2015. This research method used descriptive correlation with cross sectional approach, using
purposive sampling technique. Sample was 104 respondents. Correlation test used Chi
Square and Logistic Regression. The results of the study are statistically significant
relationship between age and parity with the incidence of mola hydatidifom (p value = 0.047
and p value = 0.042). While there was no statistically significant relationship between socio-
economic incidence of mola hydatidifom (p value = 1.000). The conclusion is thematernal
factor affecting the incidence of mola hydatidiform is the age and parity. While that does not
affect is socio-economic.

Keywords: hydatidiform mole, age, parity, socioeconomic

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. X, No. 2, September 2016 17


PENDAHULUAN Tidak ada kasus koriokarsinoma yang
Mola hidatidosa merupakan penyakit dilaporkan berasal dari mola parsial,
yang berasal dari kelainan pertumbuhan walaupun pada 4% pasien dengan mola
trofoblas plasenta atau calon plasenta dan parsial dapat berkembang penyakit
disertai dengan degenerasi kistik villi dan trofoblastik gestasional persisten
perubahan hidopik. Mola hidatidosa yang nonmetastatik yang membutuhkan
dikenal awam sebagai hamil anggur kemoterapi (Monga, 2006).
merupakan kehamilan abnormal berupa Kehamilan mola hidatidosa karena
tumor jinak yang terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan kromosom pada
kegagalan pembentukan bakal janin, kehamilan. Faktor penyebab terjadinya
sehingga terbentuk jaringan permukaan kehamilan mola hidatidosa antara lain sel
membran (villi) yang mirip gerombolan buah telur yang secara patologi sudah mati tetapi
anggur (Norma & Dwi, 2013, h.161). terhambat untuk dikeluarkan, adanya
Frekuensi insiden kehamilan mola imunoseletif dari trofoblas, status sosial
hidatidosa masih cukup tinggi. Frekuensi ekonomi yang rendah, paritas yang tinggi,
insiden di Asia menunjukan lebih tinggi defisiensi protein dan adanya infeksi virus
daripada di negara barat. Di Indonesia 1:51 serta faktor kromosom yang belum jelas
sampai 1:141 kehamilan, di Jepang 1: 500 (Yahya, 2014).
kehamilan, di USA 1:1450 sementara itu di Mola hidatidosa lebih sering terjadi
Inggris 1:1500. Secara umum sebagian besar pada puncak umur reproduktif. Wanita pada
negara di dunia 1:1000 kehamilan. Hal ini umur remaja muda atau premenopausal yang
mungkin dikarenakan sebagian besar negara paling berisiko. Wanita dengan umur 35
Asia mempunyai jumlah penduduk yang tahun ke atas memiliki peningkatan risiko 3
masih di bawah garis kemiskinan (status kali lipat. Wanita lebih tua dari 40 tahun
sosio ekonomi yang rendah) yang mengalami peningkatan sebanyak 7 kali lipat
menyebabkan tingkat gizi yang rendah dibandingkan wanita yang lebih muda.
khususnya defisiensi protein, asam folat dan Seberapa banyak partus sepertinya tidak
karoten (Sisca, 2013). mempengaruhi risiko (Monga, 2006).
Pada pasien dengan mola hidatidosa, Seorang ibu yang sering hamil ataupun
20% kasus berkembang menjadi keganasan melahirkan mempunyai risiko yang lebih
trofoblastik. Setelah mola sempurna tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak
berkembang, invasi uterus terjadi pada 15% sering melahirkan, karena semakin banyak
pasien dan metastasis terjadi pada 4% kasus. jumlah kehamilan dan jumlah kelahiran yang

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 18


dialami ibu maka semakin tinggi risiko untuk lakukan di RSUD Cilacap dengan melihat
mengalami komplikasi kehamilan dan data rekam medik, didapatkan data bahwa
persalinan. Berdasarkan penelitian yang kejadian kehamilan mola hidatidosa masih
dilakukan di Rumah Sakit Labuang Baji jarang terjadi. Kejadian mola hidatidosa di
Makassar tahun 2007, diperoleh hasil RSUD Cilacap pada tahun 2011 tercatat 13
sebanyak 21 ibu yang mengalami kejadian kasus, tahun 2012 sebanyak 11 kasus, tahun
Mola hidatidosa dan di dapatkan 11 ibu 2013 sebanyak 10 kasus dan pada tahun 2014
(52,38 %) dengan paritas risiko rendah dan sebanyak 12 kasus pada tahun 2015 sebanyak
ibu (47,62 %) yang tergolong risiko tinggi 7 kasus (Rekam medik RSUD Cilacap,
(Iskandar, 2009) . 2015).
Kejadian mola hidatidosa akan Berdasarkan uraian di atas, maka
meningkat pada wanita yang pernah penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut
mendapat mola hidatidosa dan kehamilan dengan judul “Faktor-Faktor Ibu Yang
kembar. Namun, kejadian mola hidatidosa Mempengaruhi Kejadian Mola hidatidosa di
berulang ini agak jarang. Munculnya mola RSUD Cilacap Tahun 2011-2015”
hidatidosa dijumpai sekitar 1-2% kasus
(Iskandar, 2009). Prevalensi mola hidatidosa METODE
lebih tinggi di Asia, Amerika, dan Amerika Penelitian ini menggunakan metode
Latin dibandingkan dengan negara-negera survei deskriptif dengan pendekatan cross
Barat. Di negara-negara Barat dilaporkan sectional. Populasi dalam penelitian adalah ibu
1:200 atau 2000 kehamilan. Di negara-negara hamil dengan mola hidatidosa di RSUD
berkembang 1:100 atau 600 kehamilan Cilacap Tahun 2011-2015 adalah sebanyak 52
(Sofian, 2012, h.167). orang dan ibu hamil normal sebanyak 52
Insidensi mola hidatidosa yang terjadi orang. Teknik pemilihan sampel yang
di beberapa rumah sakit-rumah sakit besar di digunakan adalah purposive sampling.
Indonesia pada tahun 2009 tercatat di RS Dr. Penelitian ini menggunakan data sekunder
Cipto Mangunkusumo Jakarta persalinan dan dan menggunakan lembar checklist untuk
1:49 kehamilan, 11-16 per 1000 kehamilan, mengetahui usia, paritas dan sosio ekonomi.
Soetomo Surabaya tercatat 1:80 persalinan Analisis univariat dilakukan untuk
dan di RS Dhamhoer Martadisoebrata mengetahui distribusi frekuensi, dan
Bandung 9-21 per 1000 kehamilan (Sofian, prosentase masing-masing variabel yang
2012, h.167). diteliti (Notoatmodjo, 2002). Analisis
Studi pendahuluan yang peneliti bivariat digunakan untuk mengetahui dua

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 19


variabel yang diduga memiliki hubungan kejadian mola hidatidosa
Tabel 3. Hubungan sosio ekonomi dengan
atau korelasi (Notoatmodjo, 2010, h.183).
kejadian mola hidatidosa
Analisis bivariat menggunakan Chi Square Kejadian Tidak Mola Mola
Hidatidosa Hidatidosa
dan analisis multivariat menggunakan f % f %
Sosio ekonomi
Regresi Logistik. Rendah 51 98 51 98
Tinggi 1 2 1 2
Total 52 100 52 100
HASIL OR = 1,000 p = 0,752
Sumber data: Data sekunder 2011-2015, diolah 2016
A. Hubungan usia dengan kejadian mola
hidatidosa Dari tabel 1 menunjukkan ada hubungan
Tabel 1. Hubungan usia dengan kejadian antara sosio ekonomi dengan kejadian
mola hidatidosa
Kejadian Tidak Mola Mola mola hidatidosa di RSUD Cilacap tahun
Hidatidosa Hidatidosa
f % f % 2011-2015 (p = 0,752 < α = 0,05).
Usia
D. Hubungan Faktor Usia, Paritas dan
Tidak Berisiko 35 50 25 50
Risiko 17 19,2 27 11,5 Sosio Ekonomi dengan Kejadian Mola
Total 52 100 52 100 hidatidosa
OR = 0,45 p = 0,047 Tabel 4. Analisis Regresi Logistik
Sumber data: Data sekunder 2011-2015, diolah 2016 Hubungan Faktor Usia, Paritas dan Sosio
Ekonomi dengan Kejadian Mola
Dari tabel 1 menunjukkan ada hubungan
hidatidosa
antara usia dengan kejadian mola Variabe CI 95%
l OR Bata Bata P
hidatidosa di RSUD Cilacap tahun 2011- s s
bawa atas
2015 (p = 0,047 < α = 0,05). h
Ste Usia 2,25 0,33 1,30 0,2
B. Hubungan paritas dengan kejadian p1 28
mola hidatidosa Sosio 1,47 0,19 0,84 0,0
Tabel 2. Hubungan paritas dengan ekonom 16
kejadian mola hidatidosa i
Tidak Mola Mola Ste Usia 0,39 0,18 0, 82 0,
Kejadian p2 014
Hidatidosa Hidatidosa
f % F % N 178
Paritas observa
si
Rendah 38 73 28 53,8
Tinggi 14 27 24 46,2
Sumber data: Data sekunder 2011-2015, diolah 2016
Total 52 100 52 100
OR = 0,45 p = 0,042 Tabel 4 menunjukkan bahwa secara
Sumber data: Data sekunder 2011-2015, diolah 2016
statistik variabel usia (p = 0,014; OR =
Dari tabel 2 menunjukkan ada hubungan
0,393) merupakan faktor determinan yang
antara paritas dengan kejadian mola
mempengaruhi kejadian mola hidatidosa
hidatidosa di RSUD Cilacap tahun 2011-
di RSUD Cilacap Tahun 2011-2015.
2015 (p = 0,042 < α = 0,05).

C. Hubungan sosio ekonomi dengan

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 20


PEMBAHASAN Hasil penelitian ini juga sejalan dengan
1. Hubungan faktor usia dengan kejadian penelitian yang dilakukan oleh Lailatul yang
Mola Hidatidosa berjudul “faktor-faktor yang berhubungan
Hasil uji chi square menunjukkan ada dengan terjadinya Mola hidatidosa di RSUP
hubungan yang bermakna antara faktor usia Kariadi Semarang” menyatakan proporsi ibu
ibu dengan kejadian mola hidatidosa di hamil dengan mola hidatidosa terbanyak pada
RSUD Cilacap Tahun 2011-2015 ( p = 0,047 usia berisiko yaitu 62,8%, hasil analisis
<  = 0,05). Berdasarkan nilai OR = 0,45 dengan chi-square didapatkan nilai ρ = 0,021
dapat dinyatakan bahwa usia ibu merupakan < α = 0,05 yang berarti ada hubungan antara
faktor risiko terjadinya mola hidatidosa. Ibu usia dengan kejadian mola hidatidosa.
hamil pada kelompok usia berisiko 0,45 kali 2. Hubungan faktor paritas dengan
lebih besar mengalami mola hidatidosa kejadian mola hidatidosa
dibandingkan dengan ibu hamil pada Hasil uji chi square menunjukkan ada
kelompok tidak berisiko. hubungan yang bermakna antara faktor
Menurut Martini (2008) pada wanita paritas ibu dengan kejadian mola hidatidosa
yang berumur di bawah 20 tahun rentan di RSUD Cilacap Tahun 2011-2015 ( p =
menghadapi kehamilan mola hidatidosa atau 0,042 <  = 0,05). Berdasarkan nilai OR =
hamil anggur, karena alat reproduksi belum 0,45 dapat dinyatakan bahwa paritas ibu
siap untuk dibuahi dan insidennya 4-10 kali merupakan faktor risiko terjadinya mola
dari mereka yang usianya 20-35 tahun. hidatidosa. Ibu hamil pada kelompok paritas
Sedangkan menjelang awal atau akhir yang berisiko 0,45 kali lebih besar
reproduksi seorang wanita terdapat frekuensi mengalami mola hidatidosa dibandingkan
mola hidatidosa yang relatif tinggi dalam dengan ibu hamil pada kelompok paritas
kehamilan dikarenakan ovum lebih rentan yang tidak berisiko.
terhadap fertilisasi yang abnormal, biasanya Hasil penelitian ini sesuai dengan teori
terjadi gangguan meosis yang dapat yang menyatakan bahwa ibu dengan paritas
mengakibatkan terjadinya mola hidatidosa. tinggi memberikan gambaran tingkat kehamilan
Efek usia yang paling menonjol terlihat pada yang banyak, dapat mengakibatkan berbaga
wanita yang melebihi usia 35 tahun, yaitu risiko kehamilan termasuk mola hidatidosa,
frekuensi relatif kelainan tersebut 10 kali semakin banyak jumlah kelahiran yang dialami
lebih besar dibandingkan pada usia 20-35 seorang wanita semakin tinggi risikonya untuk
tahun. mengalami komplikasi. Hal ini disebabkan
karena secara fisik jumlah paritas yang tinggi

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 21


mengurangi kemampuan uterus sebagai media dengan keadaan sosio ekonomi rendah maka
pertumbuhan janin. Kerusakan pada pembuluh akan memenuhi zat-zat gizi yang diperlukan
dinding uterus mempengaruhi sirkulasi nutrisi tubuh kurang sehingga mengakibatkan
ke janin dimana jumlah nutrisi akan berkurang gangguan dalam pertumbuhan dan
dibandingkan kehamilan sebelumnya. Hal ini perkembangan janinnya.
dapat menimbulkan komplikasi yang dapat Tidak adanya hubungan antara sosio
memicu terjadinya mola hidatidosa (Satria, ekonomi ibu dengan kejadian mola
2011). hidatidosa ini juga dikarenakan ada faktor-
Hasil penelitian ini sejalan dengan faktor lain yang lebih kuat mempengaruhi
Lailatul yang menyatakan ada hubungan terjadinya mola hidatidosa seperti paritas dan
antara paritas ibu hamil dengan kejadian usia kehamilan yang terlalu ekstrim. Jadi,
mola hidatidosa dengan nilai p = 0,010. kejadian mola hidatidosa tidak dipengaruhi
3. Hubungan faktor sosio ekonomi dengan oleh sosio ekonomi saja, meskipun ibu
kejadian mola hidatidosa dengan sosio ekonomi rendah.
Hasil uji chi square menunjukkan tidak 4. Faktor determinan yang berhubungan
ada hubungan yang bermakna antara faktor dengan kejadian mola hidatidosa
sosio ekonomi dengan kejadian mola Hasil penelitian menunjukkan bahwa
hidatidosa di RSUD Cilacap Tahun 2011- secara statistik variabel usia (p = 0,049; OR
2015 ( p = 0,752 >  = 0,05). Berdasarkan = 2,224) merupakan faktor determinan yang
nilai OR = 1,000 dapat dinyatakan bahwa mempengaruhi kejadian mola hidatidosa di
sosio ekonomi merupakan faktor risiko RSUD Cilacap Tahun 2011-2015. Hasil
terjadinya mola hidatidosa. Ibu hamil dengan penelitian ini sejalan dengan penelitian
keadaan sosio ekonomi rendah berisiko 1,000 Martini (2008) tentang mola hidatidosa
kali lebih besar mengalami mola hidatidosa didapatkan bahwa adanya usia berisiko ( <
dibandingkan dengan ibu hamil dengan sosio 20 tahun dan > 35 tahun) mempunyai resiko
ekonomi tinggi. 4-10 kali lebih besar untuk terjadi mola
Hasil penelitian ini tidak sejalan hidatidosa dibandingkan dengan usia yang
dengan teori yang disampaikan oleh Satria tidak beresiko.
(2011) bahwa mola hidatidosa banyak
ditemukan pada sosio ekonomi rendah. KESIMPULAN
Dalam masa kehamilan keperluan akan zat Faktor ibu yang mempunyai pengaruh
gizi meningkat. Hal ini diperlukan untuk dengan mola hidatidosa adalah usia ibu.
memenuhi kebutuhan perkembangan janin, Sedangkan faktor-faktor yang tidak

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 22


mempunyai pengaruh adalah paritas dan Manuaba. 2009. Memahami Kesehatan
Reproduksi Wanita Edisi 2. Jakarta :
sosio ekonomi ibu.
EGC
. 2012. Ilmu Kebidanan, Penyakit
Kandungan dan KB. Jakarta : EGC
UCAPAN TERIMA KASIH
Martini, A. 2009. Gambaran Angka Kejadian
Penulis mengucapkan terimakasih Mola Hidatidosa Di Rsud Labuang Baji
Makassar Periode Januari–Desember
kepada para perawat dan bidan di ruang
2008, diakses dari
rawat maternitas RSUD Cilacap yang telah http://www.scribd.com/doc/120230036
/Kejadian-Mola-Hidatidosa-di-Rsud-
banyak membantu dalam proses pengambilan
Labuang-Baji-Makassar#scribd
data sehingga penelitian ini dapat Monga, A. 2006. Gynaecology By Ten
Teachers, dikses dari :
diselesaikan dengan baik.
http://medicallibrary90.wikispaces.com
/file/view/Self+Assessment+by+Ten+T
eachers+EMQS+MCQS+SAQS+and+
DAFTAR PUSTAKA
OSCES+in+Obstetrics+amp+Gynaec
Arikunto, S. 2014. Prosedur Penelitian, Suatu ology.pdf
Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Norma, N & Dwi, M. 2013. Asuhan
Cipta Kebidanan Patologi. Yogyakarta: Nuha
Caragih, N. 2013. Pengertian Karakteristik Medika
Secara Umum diakses dari: Notoatmodjo S. 2010. Metodologi Penelitian
http://www.trendilmu.com/2015/06/pe Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
ngertian-karakteristik secara- Pambudi, MKI. 2011. Hubungan
umum.html Karakteristik Responden Dengan
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah. Motivasi Untuk Berobat Herbal Di
2009. Profil Kesehatan Jawa Tengah Klinik Herbal Insani Depok Tahun
Tahun 2009. Semarang: Dinkes Prop. 2011, diakses dari :
Jateng http://library.upnvj.ac.id/index.php?p=s
Hidayat AAA. 2009. Metode Penelitian how_detail&id=7645
Keperawatan dan Teknik Analisis Ratnaningsih, E. & Astuti, NT. 2010.
Data. Jakarta : Salemba Medika Gambaran Karakteristik Ibu Hamil,
Iskandar, H. 2009. Gambaran Angka Tingkat Pengetahuan serta Sikap
Kejadian Mola Hidatidosa di RSUD terhadap Asupan Gizi Ibu Hamil di
Labuang Baji Makassar Periode Januari Rumah Sakit Panti Wilasa ”Citarum”
– Desember 2008, Semarang, Jurnal Kebidanan Panti
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/1 Wilasa, Vol. 1 No. 1, Oktober 2010,
21/jtptunimus-gdl-iskandar-6020-3- diakses dari :
babii.pdf http://ejurnal.akbidpantiwilasa.ac.id/
Lubis, A. 2011. Hubungan Antara Riwayat index.php/kebidanan/article/download/
Persalinan Preterm dengan Kejadian 5/4
Persalinan Preterm, diakses dari Reeder, Martin & Griffin. 2011.
http://www.academia.edu/6063042/ Keperawatan Maternitas Kesehatan
Mansjoer, A. dkk., 2007. Kapita Selekta Wanita, Bayi dan Keluarga Volume 2
Kedokteran. Jakarta : Media Edisi 18. Jakarta: ECG
Aesculaplus Saifuddin, AB. 2010. Ilmu Kebidanan.
Manuaba, Ida Ayu Chandanita, Ida Bagus Jakarta : PT. Yayasan Bina Pustaka
Gde Fajar Manuaba dan Ida Bagus Gde Sarwono Prawirohardjo

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 23


Saryono. 2008. Metodologi Penelitian Yulaikah, S. & Novika, VJ. 2010.
Kesehatan. Yogyakarta : Mitra Karakteristik Ibu Bersalin Dengan
Cendikia Offset Episiotomi Di Rumah Bersalin Marga
Sarwono, J. 2010. Pengolahan dan Analisa Waluya Surakarta Periode 1 Januari
Data, diakses dari : 2008-31 Desember 2009
http://www.psend.com/users/jsarwono/ http://jurnal.akbid-
bab15.html mu.ac.id/index.php/jurnalmus/article/
Satria, 2011 Gambaran Angka Kejadian download/79/62
Mola Hidatidosa di RSUD Tenriawaru Reeder, Martin, 2011.Keperawatan
Kelas B Kab. Bone Tahun 2008-2010, Komunitas: Kesehatan Wanita, Bayi
diakses dari : http://akbid-batari-toja- dan Keluarga, jilid 2.Jakarta: EGC
watampone.co.id/2011/02/gambaran- Fitriyani. 2012.Gambaran ibu dengan mola
angka-kejadian-mola-hidatidosa.html hidatidosa di RSUD Sekarwagi 2012
Simbolon, YW. 2013. Laporan Kasus: Mola diakses dari:
Hidatidosa, diakses dari : http://www.library.gunadarma.ac.id/rep
https://xa.yimg.com/kq/groups/814819 ository/view/3774899/gambaran-ibu-
44/2132130294/name/YW+Lapsus+mo dengan-mola-hidatidosa-di-rsud-
la+hidatidosa+Mentawai.pdf sekarwangi 2012.html/
Sisca,L. 2013. Mola Hidatidosa/ Hamil Sarah Damongilala.2015. PROFIL MOLA
Anggur, diakses dari : HIDATIDOSA DI BLU RSUP PROF.
https://dokterbagus.wordpress.com/201 DR.R.D. KANDOU MANADO
3/08/23/mola-hidatidosa hamil- anggur/ diakses
Sofian, A. 2012. Sinopsis Obstetri Jilid 1. dari:http://download.portalgaruda.org/a
Jakarta : EGC rticle.php?article=332537&val=1001&t
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian itle=PROFIL%20MOLA%20HIDATI
Kuantitatif Kualitatif dan R&D. DOSA%20DI%20BLU%20RSUP%20
Bandung : Alfa Beta PROF.%20DR.%20R.%20D.%20KAN
Varney, H.. 2007. Buku Ajar Asuhan DOU%20MANADO
Kebidanan Edisi 4 Volume 2. Jakarta :
EGC Yahya, MC. 2014. Mola
hidatidosa, diakses dari :
http://www.jevuska.com/2014/02/12/m
ola-hidatidosa/

Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 24