Anda di halaman 1dari 8

ISSN 0853 – 2788

JKTI, Vol. 17, No. 1, Juni 2015 : 1 - 7 Akreditasi No : 540/AU1/P2MI-LIPI/06/2013

PENGARUH 1,4-BUTANDIOL SEBAGAI POLIOL


PADA MODIFIKASI EPOKSI MENGGUNAKAN POLIURETAN
EFFECT OF 1,4-BUTANDIOL AS POLYOL
ON MODIFICATION OF EPOXY USING POLYURETHANE

Muhammad Ghozali1), Agus Haryono1), Asep Handaya Saputra2) dan Evi


Triwulandari1)
1)
Pusat Penelitian Kimia – LIPI, Kawasan Puspiptek Serpong, 15314, Indonesia
2)
Fakultas Teknik Kimia, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, 16436, Indonesia
Email : ghoqun@yahoo.com

Diterima: 22 Januari 2015, Revisi: 17 Februari 2015, Disetujui: 27 Maret 2015

ABSTRAK of paints and polymer coatings is the most popular


method to protect material against corrosion.
Korosi merupakan fenomena alami yang Polymer coatings used was an epoxy-based organic
menyebabkan penurunan nilai dan fungsi pada resin and polyurethane. Generally, those coating
material. Penggunaan cat dan pelapis polimer materials were used separately. This study carried
merupakan metode yang paling umum untuk out the modification of epoxy with polyurethane in
melindungi material dari korosi. Pelapis polimer order to obtain coating materials as a combination
yang digunakan merupakan resin organik berbasis of epoxy and polyurethane. Expectedly, the chemical
epoksi dan poliuretan. Pada penelitian ini telah reaction between epoxy coating-material and
dilakukan modifikasi epoksi dengan poliuretan polyurethane could improve the characteristics of
sehingga diperoleh bahan pelapis yang merupakan the obtained coating materials. Synthesis of
gabungan antara epoksi dan poliuretan. Diharapkan polyurethane-modified epoxy with 1,4-butanediol as
dengan adanya gabungan secara kimia antara bahan the polyol (ETP-BTD) was conducted by reacting
pelapis epoksi dan poliuretan tersebut dapat epoxy resin, tolonate and 1,4-butanediol
meningkatkan karakteristik bahan pelapis yang simultaneously at 50 oC for 30 min with
dihasilkan. Epoksi termodifikasi poliuretan dengan dibutyltindilaurate as catalyst. Functional group
poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD) dibuat dengan analysis of ETP-BTD was performed by Fourier
mereaksikan resin epoksi, tolonat dan poliol 1,4- Transform Infra Red (FTIR), tensile strength by
butandiol pada 50°C selama 30 menit dengan katalis Ultimate Testing Machine (UTM), adhesion by
dibutiltindilaurat. Analisis gugus fungsi ETP-BTD ASTM D4541 Portable Pull-off Adhesion Testers,
dilakukan dengan Fourier Transform Infra Red water vapor transmission rate by ASTM E96
(FTIR), uji kuat tarik dilakukan dengan Ultimate Desiccant Method and thermal stability was studied
Testing Machine (UTM), uji adhesi dengan ASTM using Thermogravimetric Analysis (TGA). The FTIR
D4541 Portable Pull-off Adhesion Testers, laju analysis results showed that there are urethane
transmisi uap air dengan ASTM E96 Desiccant bonds at 1716-1690 cm-1. These results showed that
Method dan stabilitas termal dipelajari menggunakan modification of epoxy using polyurethane increased
Thermogravimetric Analysis (TGA). Hasil analisis the tensile strength and adhesion, and also
FTIR menunjukkan adanya ikatan uretan pada decreased the water vapor transmission rate of
bilangan gelombang 1716-1690 cm-1. Hasil epoxy.
penelitian menunjukkan bahwa modifikasi resin
epoksi menggunakan poliuretan dapat meningkatkan Keywords: epoxy, modification, polyol,
nilai kuat tarik dan adhesi serta menurunkan laju polyurethane, 1.4-butanediol
transmisi uap air.

Kata kunci: epoksi, modifikasi, poliol, poliuretan; PENDAHULUAN


1,4-butandiol
Korosi merupakan fenomena alami
ABSTRACT
yang menyebabkan kerugian/penurunan
Corrosion is a natural phenomenon causing nilai dan fungsi pada material melalui
degradation value and function of material. The use reaksi kimia atau elektrokimia antara logam

1
JKTI, Vol. 17, No. 1, Juni 2015

dengan lingkungan. Korosi tidak dapat Resin organik lain yang biasa dipakai
sepenuhnya dihindari atau dihilangkan sebagai material pelapis yaitu poliuretan
tetapi dapat dicegah atau dikurangi dengan karena memiliki beberapa kelebihan, antara
berbagai cara, antara lain menjaga lain dalam hal penampakan dan tahan lama,
kebersihan lingkungan, memadukan logam ketahanan terhadap cuaca, tetapi poliuretan
dengan logam lain yang lebih tahan juga peka terhadap kelembaban. Poliuretan
terhadap korosi, menggunakan inhibitor merupakan polimer yang terdiri atas rantai
yang berfungsi sebagai penghalang organik yang tergabung dengan rantai
oksidasi, penggunaan cat dan pelapis. uretan. Poliuretan terbentuk melalui
Diantara metode tersebut, penggunaan cat polimerisasi step-growth. Rantai uretan
dan pelapis polimer merupakan metode RNHCOOR’ dihasilkan melalui reaksi
yang paling umum digunakan karena antara gugus isosianat (N=C=O) dengan
biayanya murah dan mudah diaplikasikan. gugus hidroksil (OH). Poliol berpengaruh
Cat dan pelapis polimer ini dapat terhadap sifat poliuretan, sedangkan
memberikan perlindungan untuk jangka isosianat berpengaruh pada kecepatan
waktu tertentu sehingga dapat mencegah pengeringan. Rasio molar antara gugus
terjadinya korosi pada logam (1,2). hidroksil dan gugus isosianat yang tepat
dapat menghasilkan sifat pelapis yang
Pada umumnya pelapis polimer yang
optimal(7).
digunakan untuk melindungi material dari
korosi merupakan resin organik berbasis Berkaitan dengan keunggulan sifat
epoksi dan poliuretan yang memiliki yang dimilikinya, poliuretan dapat
keunikan sifat dan manfaat serta digunakan untuk meningkatkan sifat resin
keterbatasan tertentu(3). Resin berbasis epoksi. Modifikasi kimia merupakan salah
epoksi umumnya digunakan sebagai resin satu metode untuk mengatasi kelemahan
matrik untuk pelapis polimer, adhesi dan dan meningkatkan sifat epoksi. Salah satu
komposit(4). Epoksi secara luas digunakan modifikasi yang dapat dilakukan adalah
sebagai material pelindung untuk proses pencangkokan. Penelitian tentang
transportasi kelautan, konstruksi dibawah pencangkokan resin epoksi-poliuretan
air, komponen pesawat luar angkasa dan untuk mengatasi kelemahan epoksi yang
komponen otomotif. Aplikasi untuk menyangkut kerapuhan/kegetasan epoksi
kebutuhan bidang-bidang tersebut serta meningkatkan sifat elastis, sifat
memerlukan material pelapis yang memiliki adhesi, sifat mekanik, stabilitas termal, dan
stabilitas termal, ketahanan terhadap bahan ketahanan kimia telah dilakukan(4-8).
kimia dan adhesi yang baik pada berbagai Modifikasi kimia menggunakan
substrat(5). poliuretan pada umumnya dilakukan
Resin epoksi memiliki beberapa dengan pembuatan prepolimer poliuretan
kelebihan antara lain merupakan adhesi terlebih dahulu. Metode ini memiliki
yang baik pada berbagai permukaan, kelemahan karena poliuretan yang
ringan, kekuatan yang baik, tahan lama, terbentuk biasanya mudah mengeras(9).
stabil terhadap uv dan tahan terhadap bahan Penelitian ini bertujuan membuat material
kimia, tetapi resin epoksi juga memiliki pelapis epoksi termodifikasi poliuretan
beberapa kekurangan bila digunakan secara dengan poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD)
murni tanpa modifikasi atau campuran tanpa melalui pembuatan prepolimer
dengan bahan lain, yaitu getas sehingga terlebih dahulu.
mempengaruhi impact strength, kurang
tahan lama, kurang tahan terhadap cuaca(3-
6)
.

2
Pengaruh 1,4-Butandiol Sebagai Poliol pada Modifikasi Epoksi Menggunakan Poliuretan
: Muhammad Ghozali, dkk

BAHAN DAN METODE termodifikasi poliuretan dilakukan diatas


plat besi.
Bahan Analisis Fourier Transform Infrared
Bahan kimia yang digunakan adalah (FTIR) dilakukan dengan instrumen IR
resin epoksi bisfenol A (epoksi YD 128), Prestige-21 Shimadzu untuk mempelajari
tolonat (sebagai isosianat) dan hardener / adanya perubahan gugus fungsi dengan cara
curing agent (Versamide 140) yang membandingkan spektrum epoksi dengan
diperoleh dari PT. Sigma Utama, dan 1,4- epoksi termodifikasi poliuretan dengan
butandiol diperoleh dari E-Merck. poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD). Stabilitas
termal epoksi termodifikasi poliuretan
Epoksi termodifikasi poliuretan
dengan poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD)
dengan poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD)
dipelajari dengan instrumen
dibuat dengan cara mereaksikan secara
Thermogravimetric Analysis Setaram Lab
bersama-sama antara epoksi, tolonat
Sys Evo.
(sebagai isosianat) dan 1,4-butandiol
(sebagai poliol) dalam labu leher tiga pada Uji kuat tarik resin epoksi dan produk
50°C selama 30 menit dengan kecepatan epoksi termodifikasi poliuretan dengan
pengadukan sekitar 200 rpm dengan katalis poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD) dilakukan
dibutiltindilaurat (DBTL) 0,1% pada suhu kamar dengan kelembaban relatif
(berat/berat). Rasio molar NCO/OH antara 40-60% menggunakan alat Ultimate Testing
isosianat dengan poliol 1,4-butandiol yaitu Machine (UTM). Film epoksi termodifikasi
0,5 dan 2,5. Komposisi epoksi poliuretan (ETP) berukuran 10 cm x 2,54
termodifikasi poliuretan dengan poliol 1,4- cm dengan ketebalan sekitar 0,3 mm
butandiol (ETP-BTD) dengan variasi rasio dipasang di antara pegangan (grip)
molar NCO/OH 0,5 dan 2,5 dan variasi instrument uji kuat tarik. Kekuatan tarik
penambahan poliuretan sebesar 5-20% diukur sebagai kekuatan maksimum pada
(berat/berat) dapat dilihat pada Tabel 1. saat sampel putus dibagi dengan luas
penampang sampel.
Tabel 1. Komposisi ETP-BTD Epoksi dan epoksi termodifikasi
Poliuretan 1,4-Butandiol poliuretan dengan poliol 1,4-butandiol
dalam (BTD) (ETP-BTD) diuji daya lekatnya (adhesi)
Epoksi Rasio NCO/OH = Rasio NCO/OH =
(% berat)
menggunakan metode pull-off test ASTM
0,5 2,5
5 ETP-BTD 0,5R 5E ETP-BTD 2,5R 5E
D4541. Dolly pin dilekatkan pada lembaran
10 ETP-BTD 0,5R 10E ETP-BTD 2,5R 10E
besi yang sudah dilapisi dengan material
15 ETP-BTD 0,5R 15E ETP-BTD 2,5R 15E
pelapis yaitu epoksi dan epoksi
termodifikasi poliuretan dengan poliol 1,4-
20 ETP-BTD 0,5R 20E ETP-BTD 2,5R 20E
butandiol (ETP-BTD) dengan ketebalan 0,3
mm. Dolly pin kemudian ditarik ke atas
Film epoksi termodifikasi poliuretan
hingga lapisan material pelapis terlepas dari
dibuat dengan menambahkan curing agent
lembaran besi.
(hardener) dengan perbandingan berat
antara epoksi termodifikasi poliuretan Pengujian laju transmisi uap air pada
dengan curing agent yaitu 2:1. Pembuatan epoksi dan epoksi termodifikasi poliuretan
film dilakukan di atas permukaan papan dengan poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD)
polietilen dengan ketebalan film 0,3 mm. dilakukan menggunakan ASTM E96
Film yang dihasilkan kemudian dianalisis Desiccant Method pada 37,8OC dengan
uji kuat tarik, uji laju transmisi uap air serta kelembaban relatif 90%. Sampel dengan
dan uji sifat termal. Uji adhesi film epoksi ketebalan 0,3 mm dan diameter 10-15 cm
diletakkan pada open mouth test dish yang

3
JKTI, Vol. 17, No. 1, Juni 2015

didalamnya mengandung absorber. Udara berasal dari ikatan uretan –NH-C=O-O-.


dengan kecepatan 0,02-0,3 m/detik Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi
dialirkan melewati spesimen sampel. reaksi antara gugus hidroksil (OH) yang
Absorber kemudian ditimbang secara berasal dari resin epoksi dan poliol 1,4-
berkala untuk menentukan kecepatan laju butandiol dengan gugus isosianat (N=C=O)
transmisi uap air. yang berasal dari tolonat sehingga
membentuk ikatan uretan –NH-C=O-O-
(9,12)
.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Mekanisme kimia pembentukan
Spektrum FTIR epoksi termodifikasi epoksi termodifikasi poliuretan dengan
poliuretan dengan poliol polipropilen glikol poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD)
ditunjukkan (ETP-PPG) pada Gambar 1. ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 1. Spektum FTIR: a) Epoksi; b) ETP-BTD


5E; c) ETP- BTD 10E; d) ETP- BTD
15E dan e) ETP- BTD 20E

Spektrum FTIR resin epoksi (Gambar Gambar 2. Struktur Kimia ETP-BTD


1a) menunjukkan adanya puncak serapan
Tabel 2. Kuat Tarik ETP-BTD
pada bilangan gelombang 3550-3450 cm-1
yang menunjukkan gugus hidroksil (OH) Poliuretan Kuat Tarik ETP-BTD
dalam ( kgf/cm2 )
dari resin epoksi (9,10). Epoksi Rasio NCO/OH = Rasio NCO/OH =
Pada epoksi termodifikasi poliuretan (% berat) 0,5 2,5
0 69,61
dengan poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD)
5 136,34 93,16
(Gambar 1b-e) muncul puncak serapan
pada bilangan gelombang 3500-3270 cm-1 10 127,93 89,07

yang juga menunjukkan adanya gugus 15 118,17 88,18


hidroksil (OH) tetapi bukan gugus hidroksil 20 103,09 79,33
(OH) yang berasal resin epoksi melainkan
gugus hidroksil (OH) yang berasal dari Pada produk epoksi termodifikasi
poliol 1,4-buatandiol, pergeseran puncak poliuretan dengan poliol 1,4-butandiol
serapan ini dipengaruhi oleh adanya gugus (ETP-BTD) menunjukkan bahwa
NH (11). Epoksi termodifikasi poliuretan peningkatan rasio NCO/OH dan
dengan poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD) peningkatan komposisi poliuretan dalam
juga menunjukkan adanya puncak serapan epoksi termodifikasi poliuretan dengan
baru pada bilangan gelombang 1716-1690 poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD) akan
cm-1 yang menunjukkan gugus COO yang menurunkan nilai kekuatan tarik.

4
Pengaruh 1,4-Butandiol Sebagai Poliol pada Modifikasi Epoksi Menggunakan Poliuretan
: Muhammad Ghozali, dkk

Peningkatan nilai kuat tarik ini dipengaruhi interaksi gugus fungsi polar, jembatan
oleh adanya poliuretan yang mengandung hidrogen atau interaksi kimia antara pelapis
soft segment dan hard segment dalam dengan substrat(17).
struktur ETP-BTD. Ketika ETP-BTD
dikenakan gaya maka bagian soft segment Tabel 4. Laju Transmisi Uap Air ETP-BTD
dan hard segment yang ada pada poliuretan
Poliuretan Laju Transmisi Uap Air ETP-BTD
akan berorientasi sehingga mempengaruhi dalam (g/(m2.hari))
ikatan hidrogen yang dapat meningkatkan Epoksi Rasio NCO/OH = Rasio NCO/OH =
nilai kuat tarik ETP-BTD(13-16). Hal ini (% berat) 0,5 2,5
0 10,45
membuktikan bahwa modifikasi epoksi
dengan poliuretan dapat meningkatkan nilai 15 4,07 2,39
kuat tarik epoksi. Makin banyak poliuretan 10 4,71 3,96
yang ditambahkan pada komposisi ETP- 15 6,47 8,22
BTD dapat menyebabkan penurunan nilai 20 2,90 3,85
kuat tarik. Hal ini disebabkan oleh karena
semakin banyak poliuretan yang Epoksi termodifikasi poliuretan
ditambahkan ke dalam ETP-BTD akan dengan poliol 1,4-butandiol memiliki nilai
menyebabkan ETP-BTD semakin fleksibel laju transmisi uap air yang lebih rendah
dan elastis. Sifat fleksibel dan elastis ini daripada resin epoksi. Hal ini kemungkinan
disebabkan oleh hadirnya 1,4-butandiol, disebabkan karena semakin menurunnya
karena ketika poliol linear bifunctional sifat penyerap air dan semakin
yang digunakan untuk membuat rantai meningkatkan sifat hidropobik epoksi
uretan maka sifat poliuretan tersebut akan termodifikasi poliuretan dengan poliol 1,4-
menjadi lebih fleksibel dan elastis sehingga butandiol (ETP-BTD). Semua epoksi
hanya membutuhkan sedikit gaya untuk termodifikasi poliuretan dengan poliol 1,4-
memutuskan atau merusak ETP-BTD(12). butandiol (ETP-BTD) menunjukkan
penurunan terhadap penyerapan
Tabel 3. Nilai Adhesi ETP-BTD
kelembaban yang disebabkan oleh struktur
rigid aromatic hidrophobik. Hal ini
Poliuretan Nilai Adhesi ETP-BTD
Dalam ( MPa )
menunjukkan bahwa penggunaan poliol
Epoksi Rasio NCO/OH = Rasio NCO/OH = 1,4-butandiol dalam dalam ETP-BTD akan
(% berat) 0,5 2,5 meningkatkan ketahanan penyerapan
0 3,8 kelembaban dalam epoksi termodifikasi
5 2,9 2,0 poliuretan dengan poliol 1,4-butandiol
10 3,8 4,7 (ETP-BTD).
15 1,8 2,6
20 6,0 6,0

Penambahan komposisi poliuretan ke


dalam resin epoksi dapat meningkatkan
nilai adhesi produk epoksi termodifikasi
poliuretan dengan poliol 1,4-butandiol
(ETP-BTD). Hal ini disebabkan oleh
adanya ikatan hidrogen dalam epoksi
termodifikasi poliuretan dengan poliol 1,4-
butandiol (ETP-BTD). Ketika pelapis
polimer diaplikasikan pada substrat, reaksi
kimia akan terjadi antara dua permukaan, Gambar 3. Spektrum TGA a) Epoksi dan b) ETP-
yaitu substrat dengan pelapis melalui BTD

5
JKTI, Vol. 17, No. 1, Juni 2015

Stabilitas termal resin epoksi dan Kementrian Riset dan Teknologi atas
epoksi termodifikasi poliuretan dengan dukungan finansial yang telah diberikan.
poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD) Penulis juga mengucapkan terima kasih
ditunjukkan pada gambar 3. Stabilitas kepada PT. Sigma Utama yang telah
termal epoksi dan epoksi termodifikasi membantu menyediakan bahan baku.
poliuretan dengan poliol 1,4-butandiol
(ETP-BTD) menunjukkan kemiripan DAFTAR PUSTAKA
kecenderungan penurunan massa pada suhu
0-265 °C. Akan tetapi pada suhu diatas 1. S. Ahmad, F. Zafar, E. Sharmin, N.
265-425 °C penurunan massa epoksi Garg and M. Kashif. Synthesis and
termodifikasi poliuretan dengan poliol 1,4- characterization of corrosion protective
butandiol (ETP-BTD) lebih cepat daripada olyurethanefattyamide/silica hybrid
resin epoksi. Hal ini disebabkan oleh coating material. Progress in Organic
adanya ikatan uretan yang rentan terhadap Coatings. 73:112–117 (2012)
panas yang berasal dari reaksi antara 1,4-
butandiol dengan tolonat sehingga 2. V.H.V Sarmento, M.G. Schiavetto, P.
menyebabkan terjadinya penurunan Hammer, A.V. Benedetti, C.S.
stabilitas termal epoksi termodifikasi Fugivara, P.H. Suegama, S.H. Pulcinelli
poliuretan dengan poliol 1,4-butandiol and C.V. Santilli. Corrosion protection
(ETP-BTD) sehingga laju penurunan massa of stainless steel by polysiloxane hybrid
epoksi termodifikasi poliuretan dengan coatings prepared using the sol–gel
poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD) lebih cepat process. Surface & Coatings
daripada epoksi (18). Technology. 204:2689–2701. (2010)
3. J.M. Keijman, Properties and use of
KESIMPULAN inorganic polysiloxane hybrid coating
for the protective coatings industry. At:
Epoksi termodifikasi poliuretan 2as Jornadas Da Revista Corrosão E
dengan poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD) Protecção de Materiais Lisboa, 2000.
telah disintesis tanpa melalui tahap 4. S. Lu, J. Ban, C. Yu, and W. Deng.
poliuretan dengan cara mereaksikan epoksi, Properties of Epoxy Resins Modified
tolonat dan poliol 1,4-butandiol secara with Liquid Crystalline Polyurethane.
bersamaan. Hasil analisis FTIR Iranian Polymer Journal. 19(9):669-
membuktikan bahwa telah terjadi reaksi 6780 (2010)
antara epoksi, tolonat dan 1,4-butandiol
dengan terbentuknya ikatan uretan pada 5. T. Li, M.J. Heinzer1, E.M. Redline, F.
epoksi termodifikasi poliuretan dengan Zuo, F.S. Bates and L.F. Francis.
poliol 1,4-butandiol (ETP-BTD). Microstructure and performance of
Modifikasi epoksi menggunakan poliuretan block copolymer modified epoxy
dengan poliol 1,4-butandiol dapat coatings. Progress in Organic Coatings.
meningkatkan nilai kuat tarik dan adhesi 77:1145–1154 (2014)
serta menurunkan laju transmisi uap air 6. K. Dinakaran, M. Alagar and R.S.
resin epoksi pada komposisi tertentu. Kumar. Preparation and characterization
of bismaleimide/1,3-dicyanatobenzene
modified epoxy intercrosslinked
UCAPAN TERIMAKASIH matrices. European Polymer Journal.
39:2225–2233. (2003)
Penulis mengucapkan terima kasih 7. E.A. Papaj, D.J. Mills and S.S. Jamali.
kepada Program Kompetitif LIPI 2014 dan Effect of hardener variation on

6
Pengaruh 1,4-Butandiol Sebagai Poliol pada Modifikasi Epoksi Menggunakan Poliuretan
: Muhammad Ghozali, dkk

protective properties of polyurethane American Chemical Society. 171:179-


coating. Progress in Organic Coatings. 196 (1981)
77:2086–2090 (2014) 16. J. Blackwell, and K.H. Gardner.
8. S. Chen, Y. Tian, L. Chen and T. Hu. Structure of the hard segments in
Epoxy resin/polyurethane hybrid polyurethane elastomers. Polymer.
networks synthesized by frontal 20(1)13-17 (1979)
polymerization. Chemical Materials. 17. M.A. Butt, A. Chughtai, J. Ahmad, R.
18(8):2159-2163 (2006). Ahmad, U. Majeed and I.H. Khan.
9. K. Bouchemal, S.E. Perrier, H. Fessi, I. Journal of Faculty of Engineering and
Bonnet and N. Zydowicz. Synthesis and Technology. 21-45 (2008)
characterization of polyurethane and 18. Prabu, A.A. and M. Alagar. Mechanical
poly (ether urethane) a nocapsules using and thermal studies of intercross-linked
a new technique of interfacial network based on siliconized
polycondensation combined to polyurethane-epoxy/unsaturated
spontaneous emulsification. polyester coating. Progress in Organic
International Journal of Pharmaceutics. Coatings. 49:236-243 (2004)
269:89–100 (2004)
10. M. Bagheri, and R.Z. Rad. Synthesis
and Characterization of main Chain
Liquid Crystalline Polyesters
Containing 2,5-bis (4-
exyloxybenzoyloxy) hydroquinone and
terephthalate Unit. Iran Polymer
Journal. 15:477-486. (2006)
11. Christenson, C.P., M.A. Harthcock and
M.D. Meadows. Model MDI/Butanediol
Morphology, Physical and Mechanical
Properties. Journal Polymer Sciences.
Polymer Physics. 24:1401-1409 (1986)
12. Hsieh, K.H. and J.L. Han. Graft
interpenetrating polymer networks of
polyurethane and epoxy. I. Mechanical
behavior. Journal Polymer Sciences.,
Part B, Polymer Physics. 28(5)623-630
(1990)
13. G. Oertel, Polyurethane handbook. 2nd
ed. Munich:Carl Hanser Verlag, 1994.
14. D. Randall, dan S.Lee. The
polyurethanes book. New York: John
Wiley & Sons, 2003.
15. J. Blackwell, M.R. Nagarajan dan T.B.
Hoitink. The structure of the hard
segments in MDI/diol/PTMA
polyurethane elastomers. In Edwars,
K.E. Urethane Chemistry and
Applications. Washington D.C.

7
JKTI, Vol. 17, No. 1, Juni 2015