Anda di halaman 1dari 20

Jurnal KBP Volume 1 - No. 2, September 2013

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN PADA PT. BPR BUDISETIA

Syaiful Anwar STIE”KBP” Padang

ABSTRAK

Informasi akuntansi dapat berfungsi sebagai perangsang untuk menyadari adanya masalah dengan cara penyajian penyimpanan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang ditetapkan dalam anggaran atau dengan memberitahukan kepada manajer bahwa mereka gagal dalam pencapaian keluaran atau sasaran laba yang telah ditetapkan lebih dahuluPenelitian lapangan dilakukan dengan melakukan penelitian langsung di PT. BPR Budisetia. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan data teoritis yang bersumber dari buku-buku, majalah dan literatur yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. Dalam melakukan analisa terhadap sistem informasi akuntansi pengambilan keputusan manajemen dilakukan dengan membandingkan antara teori dengankenyataan yang ada dan kemudian mempelajari perbedaan. Hasil penelitian ini Sistem informasi akuntansi pada perusahaan PT. BPR Budisetia padang dapat menyajikan informasi yang cukup jelas, karena sistem informasi akuntansinya sudah berpedoman pada standar akuntansi yang sebenarnya terjadi, perusahan terlihat menggunakan buku besar. Untuk kegiatan operasinya perusahaan telah menggunakan formulir dan dokumen. Formulir dan dokumen tersebut menunjukkan fungsi fungsi yang semestinya, sehingga hal ini tidak dapat menimbulkan praktek praktek yang tidak sehat. Karena faktur dibuat dua lembar, lembar pertama untuk perusahaan dan lembr kedua untuk pelanggan.

Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Dan Pengambilan Keputusan Manajemen

PENDAHULUAN Keadaan ekonomi di Indonesia saat ini penuh dengan persaingan dan kondisi politik serta keamanan yang selalu mempengaruhi ekonomi nasional dan daerah, yang juga berdampak pada sektor perbankan. Oleh sebab itu, untuk mempertahankan kelangsungan usahanya Bank-Bank berlomba-lomba untuk meningkatkan sumber dana Bank yang kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit.

254

Untuk lebih memperkuat dan mempertegas asa legalitas bisnis perbankan, pemerintah telah menetapkan Undang-undang No.7 tahun 1992 yang kemudian direvisi dengan Undang-Undang No.10 tahun 1998 tentang perbankan. Tujuan ditetapkanya undang perbankan ini adalah untuk mewujudkan bisnis perbankan yang sehat, handal dan menjadikan Bank mampu menghadapi persaingan yang bersifat global, serta

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

dengan kelembagaan perbankan akan lebih baik dalam menghadapi tantangan dimasa yang akan datang. Berdasarkan Undang-undang No.10 tahun 1998, menyatakan Bank adalah badan usaha yang tugas utamanya sebagai perantara keuangan (financial intermediary), yang menyalurkan dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana (idle fund surplus unit) kepada pihak yang membutuhkan dana atau kekurangan dana (deficit unit) pada waktu yang ditentukan menurut Dendawijaya (2005: hal 14). Lembaga keuangan adalah semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya di bidang keuangan menarik dana dan menyalurkan kepada masyarakat. Pengertian Bank menurut Undang No.10 tahun 1998 adalah: Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyrakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan lagi kepada masyakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk- bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Manajemen penting hubungannya dengan tugas pengambilan keputusan. Hakekat dalam pengambilan keputusan adalah melakukan yang sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penentuan yang datang dari alternatif yang dihadapi, melakukan tindakan, dimana tindakan yang dipilih menurut perhitungan adalah yang paling tepat, maka diperlukan informasi yang jelas terhadap keputusan yang di ambil tersebut. Tanpa adanya informasi yang jelas tidak mungkin keputusan dilakukan dengan baik. Keputusan adalah merupakan respon terhadap masalah yang timbul atau peluang bagi perusahaan. Informasi akuntansi dapat memberikan peringatan kepada manajemen mengenai adanya masalah yang segera memerlukan

perhatian, pendidikan pengalaman, tempramen, bakat pribadi dan faktor perilaku lainnya, menentukan apakah suatu masalah di anggap sebagai suatu kritis, menjanjikan peluang atau pemicu pengambilan keputusan. Dalam menghadapi berbagai masalah manajer bertindak sebagai pelaku. Pengambilan keputusan memiliki cara- cara yang beragam. Adanya beberapa manajer menyukai status quo beraksi terhadap peristiwa besar yang tidak diduga sebelumnya, dan beberapa manajer lain akan beraksi cepat untuk pembedaan tersebut, penyelesaian yang memuaskan ditemukan dan dilaksanakan. Jika masalah peluang telah ditonjolkan untuk menarik perhatian masalah atau peluang tersebut harus segera dirumuskan. Informasi akuntansi mempunyai kemampuan untuk memperjelas masalah yang dihadapi oleh manajemen Informasi yang dibutuhkan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan berasal dari informasi intern dan ekstern. Dimana masing-masing informasi bisa berbentuk financial maupun non financial. Informasi yang dihasilkan digunakan untuk setiap kegiatan manajemen ada dalam perusahaan. Masing-masing tingkatan membutuhkan informasi yang berbeda. Sistem informasi merupakan suatu sistem yang melaksanakan pengumpulan data, mengontrol, dan mengelola data sehingga dihasilkan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai dalam suatu tujuan atau untuk berbagai macam tujuan jika keputusan tidak membawa hasil maka dikatakan akuntansi tidak memadai dan tidak berkualitas. Informasi akuntansi dapat berfungsi sebagai perangsang untuk menyadari adanya masalah dengan cara penyajian penyimpanan kinerja sesungguhnya

255

dengan sasaran yang ditetapkan dalam anggaran atau dengan memberitahukan kepada manajer bahwa mereka gagal dalam pencapaian keluaran atau sasaran laba yang telah ditetapkan lebih dahulu. Untuk mengetahui apakah sistem informasi yang ada pada PT. BPR Budisetia telah membentuk para pengambil keputusan. Dalam hal ini para manajemen telah berjalan efektif dalam meningkatkan fungsi perencanaan dan pengendalian produksi. Dan apakah sistem informasi akuntansi telah memberikan informasi yang dibutuhkan dalam perannya untuk meningkatkan fungsi-fungsi tersebut.

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Pengertian Bank Definisi mengenai Bank pada dasarnya tidak berbeda satu sama lain, walaupun ada perbedaan hanya pada tugas atau usaha Bank. Ada yang mendefenisikan Bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun usaha yang bergerak dibidang keuangan baik itu menghimpun uang atau memberikan uang kepada pihak yang memerlukan dan yang lainnya. Sedangkan defenisi lain mengatakan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Dendawijaya, 2005 ; 5) Stuartl ( 2000, 26) mengatakan Bank adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat alat pembayarannya sendiri atau dengan uang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan memperedarkan alat alat penukar baru berupa uang giral.

256

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

Menurut A. abdurachman dalam artikel (2000, 1) bahwa Bank adalah jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan barang barang berharga, membiayai usaha perusahaan dan lain lain. Menurut Kashmir (2003, 11) Bank adalah Lembaga Keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut kemasyarakat serta memberikan jasa Bank lainnya. Menurut Undang Undang No. 10 Tahun 1998 tentang PerBankan, Bank adalah : Badan usaha menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Sebelum dilakukannya Undang undang No. 7 Tahun 1992 Bank dapat digolongkan dalam berbagai jenis sesuai dengan kegiatan usahanya, namun setelah diberlakukan Undang undang tersebut, jenis Bank yang diakui secara resmi hanya terdiri dari dua jenis yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). BPR adalah Bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan atau dalam bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Pengertian BPR menurut undang undang RI nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan adalah : Bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalulintas pmbayaran

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

Dari pengertian diatas terlihat bahwa secara umum fungsi dan kegiatan usaha dari BPR sama dengan Bank Umum Konvensional, hanya ada beberapa hal yang membedakannya yaitu antara lain tidak adanya demand deposit atau giro dan tidak memberikan jasa lalulintas pembayaran.

Jenis Bank Jenis atau bentuk Bank bermacam macam, tergantung pada cara

penggolongannya. Berdasarkan Pasal 5 Undang undang No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan UU No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan terdapat dua jenis Bank, yaitu :

1. Bank Umum

2. Bank Perkreditan Rakyat

Sumber Dana Bank Dalam melakukan kegiatan usahanya sehari hari, Bank harus mempunyai dana dan dapat memberikan kredit kepada masyarakat. Pengertian dana

Bank menurut kuncoro dan suhardjo (2002, 151) adalah : Semua hutang dan modal yang tercatat pada neraca Bank sisi pasiva yang dapat dipergunakan sebagai modal operasional Bank dalam rangka kegiatan penyaluran atau penempatan dana “ Dana Bank yang digunakan sebagai modal operasional adalah kegiatan usaha tersebut dapat bersumber dari :

1. Dana Pihak Kesatu (Dana Sendiri) Dana sendiri adalah Dana yang berasal dari para saham Bank atau pemilik Bank. Dalam neraca Bank dana tersebut tercatat dalam pos modal dan cadangan yang tercantum dalam sisi pasiva. Dana terdiri dari beberapa pos atau bagian, yaitu :

a. Modal yang disetor, yaitu jumlah uang yang disetor secara efektif oleh para pemegang saham pada waktu Bank berdiri.

b. Cadangan cadangan, adalah sebagian laba dari Bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang akan dipergunakan untuk menutupi timbulnya resiko dikemudian hari.

c. Laba yang ditahan (retained earnings), adalah bagian laba yang menjadi milik pemegang saham, akan tetapi oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diputuskan untuk tidak dibagi dan dimasukkan kembali.

2. Dana Pihak Kedua (Dana Pinjaman dari pihak diluar Bank) Dana pinjaman dari pihak diluar Bank yang lazim disebut dengan dana pihak kedua adalah dana yang berasal dari pihak yang memberikan pinjaman kepada Bank, yang terdiri dari empat pihak yaitu :

a. Pinjaman dari Bank lain di dalam negeri yang lebih dikenal dengan pinjaman antar Bank (interBank call money)

b. Pinjaman dari Bank atau lembaga keuangan diluar negeri, yang biasanya berbentuk pinjaman jangka menengah panjang.

c. Pinjaman dari lembaga keuangan bukan Bank (LKBB), pinjaman dari LKBB ini kadangkala tidak benar benar bentuk pinjaman atau kredit, atau lebih banyak berbentuk surat berharga yang dapat diperjualbelikan sebelum tanggal jatuh tempo.

d. Pinjaman dari Bank sentral (Bank Indonesia), pinjaman dari BI diperoleh apabila Bank yang bersangkutan ditunjuk oleh BI untuk menyalurkan pinjaman ke sektor sektor usaha yang mendapatkan prioritas dari pemerintah untuk dikembangkan, seperti kredit kredit program, misalnya kredit investasi pada

257

sektor sektor ekonomi (sektor pertanian, industri kecil, koperasi, kredit untuk golongan ekonomi lemah dan sebagainya) 3. Dana Pihak Ketiga (Dana Masyarakat) Dana Masyarakat adalah dana dana yang berasal dari masyarakat baik perorangan ataupun badan usaha, yang diperoleh bank dengan menggunakan berbagai instrument produk simpanan yang dimiliki oleh

Bank.

Dana Masyarakat yang dihimpun

oleh Bank dengan produk produk simpanan adalah sebagi berikut :

a. Tabungan (saving deposit), tabungan adalah simpanan pihak ketiga yang dikeluarkan oleh Bank yang penyetoran dan penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku masing masing Bank.

b. Deposito (time deposit), deposito

atau simpanan berjangka watu adalah simpanan pihak ketiga pada Bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan operasi suatu perusahaan. Terutama pada pemberian informasi keuangan untuk pengambilan keputusan yang relevan kepada perorangan atau kelompok baik yang berada dalam sistem maupun diluar sistem. Untuk mengerti apa itu sistem informasi akuntansi dan bagaimana hubungan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen maka perlu memahami apa yang dikatakan dengan sistem dan apa itu

258

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

sistem informasi. Secara harfiah kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu sistem yang dapat diartikan sebagai “keseluruhan yang terdiri dari berbagai macam bagian”. Untuk memahami sistem maka perlu mengetahui defenisi sistem itu sendiri. Beberapa defenisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli:

Menurut Baridwan (2004:3) mendefenisikan;“Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur yang berhubungan dan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh (terintegrasi) untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan”. Menurut Mulyadi (2002:2) memberikan pengertian mengenai sistem sebagai berikut : “Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan yang bekerjasama mencapai tujuan sistem. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar”. Dari defenisi sistem tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem adalah suatu kumpulan dari prosedur atau elemen yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi sistem sangat diperlukan sehingga unsur-unsur dari sistem tersebut dapat bekerjsama untuk melaksanakan suatu kegiatan perusahaan dalam mencapai suatu tujuan. Sedangkan informasi adalah vital bagi badan usaha atau organisasi lainnya. Informasi ini penting bagi setiap perusahaan disebabkan peranannya yang besar dalam aktivitas rutindan non rutin perusahaan. Dalam hal informasi ini diibaratkan darah karena sama dengan tubuh manusia yang mendapatkan darah. Dimana tubuh tersebut akan mati tidak berfungsi lagi. Begitu pula sistem yang tidak mendapatkan informasi maka sistem

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

tersebut akan lumpuh dan akhirnya akan mati total. Informasi-informasi yang berguna bagi sistem yang bersangkutan akan menghindari proses kelumpuhan dari sistem itu sendiri. Perlu dibedakan data dengan informasi itu sendiri karena sering terjadi salah pengertian antara data dengan informasi. Data merupakan sesuatu dari input yang belum jadi diolah jadi masih mentah belum ada manfaatnya untuk tujuan yang diinginkan. Data ini setelah diolah akan digunakan oleh orang yang membutuhkan maka data ini akan menjadi informasi. Lebih lanjut dibawah ini akan diberikan defenisi tentang informasi yang dikemukakan oleh para ahli yaitu:

Menurut Wilkison (2005:5) Setelah diterjemahkan; “Informasi merupakan keterangan-keterangan yang berarti dan berguna untuk orang yang menggunakan seperti yang diharapkan”. Dari pendapat di atas terlihat bahwa suatu informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata yang digunakan untuk mengambil keputusan. Menurut Soemarso, S.R. (2009: Jadi sistem informasi 11) adalah; “Menyediakan informasi keuangan maupun non keuangan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan organisasi atau perusahaan secara efektif. Melalui sistem ini diproses informasi yang diperlukan untuk menyusun laporan keuangan pada semua pihak yang membutuhkan data tersebut sebagai bahan informasi”. Sedangkan menurut Mulyadi (2002:11); “Sistem informasi merupakan terintegrasi untuk mengumpulkan mengklasifikasi memproses menganalisa dan

mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan kepada semua pihak yang membutuhkan baik pihak interen maupun eksteren”. Dari defenisi sistem informasi tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa informasi adalah kumpulan dari data yang harus diolah dan diproses juga dikelompokkan yang berguna bagi orang yang membutuhkan data tersebut sebagai bahan informasi perusahaan. Sedangkan pengertian sistem informasi adalah suatu kumpulan dari suatu prosedur atau kerangka yang saling berhubungan dari data yang dioleh dan diproses juga dikelompokkan dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan kesemua yang membutuhkan untuk mencapai suatu tujuan. Setelah diuraikan pengertian sistem dan informasi maka berikut ini akan diuraikan tentang akuntansi itu sendiri yang dikemukakan oleh para ahli yaitu:

Menurut George H. Bodnar (2006:1) , yang dimaksud dengan akuntansi adalah: “Sistem informasi dan akuntansi adalah mendefenisikan juga mengumpulkan serta memproses dan mengkomunikasikan informasi ekonomi tentang kesatuan untuk memperluas keragaman/kemampuan orang”. Menurut Soemarso (2009:64); “Pada hakekatnya akuntansi merupakan sistem informasi terhadap masalah operasi yang ekonomis dan efisien. Akuntansi juga membentuk sebagian besar informasi umum yang dinyatakan secara kualitatif. Dalam konteks ini akuntansi menjadi bagian dari sistem informasi umum dari suatu kesatuan yang beroperasi. Sekaligus menjadi bagian dari suatu bidang dasar yang dibatasi oleh konsep informasi”. Dari defenisi akuntansi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah proses yang terdiri dari

259

mengidentifikasi pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi yang berguna dalam pengambilan keputusan mengenai kesatuan usaha yang bersangkutan kepada semua pihak yang membutuhkan baik interen maupun eksteren. Pengertian sistem akuntansi menurut Mulyadi (2002:3); “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan

pengelolaan perusahaan”. Dari defenisi sistem akuntansi tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem akuntansi adalah kumpulan prosedur atau elemen untuk mencatat mengklasifikasikan kejadian-kejadian tersebut sehingga dapat menyediakan informasi secara lengkap dan benar dan dapat dipercaya dalam bentuk laporan

keuangan dari

suatu

lembaga/perusahaan. Pengertian sistem informasi akuntansi merupakan kelanjutan dari masalah sistem informasi dan akuntansi menurut Asniati (2003:5) sistem informasi akuntansi adalah: “Sistem pengumpulan data dan pemrosesan data transaksi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan”. Sedangkan pengertian sistem informasi akuntansi menurut Bodnar dan Hopwod (2006:1) Setelah diterjemahkan adalah; “Kumpulan elemen-elemen yang diatur untuk

mengubah dan menjadi informasi untuk mencapai tujuan tertentu”. Dari defenisi sistem informasi akuntansi tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi adalah suatu kumpulan elemen dari suatu sistem dalam pengolahan data dan mengumpulkan data juga mengubah data tersebut menjadi suatu inforasi supaya

260

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

informasi tersebut dapat dijadikan suatu bahan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu. Dari pengertian diatas dapat

disimpulkan sistem tersebut mempunyai sifat-sifat dan karakter tertentu yaitu mempunyai komponen- komponen batas sistem dan lingkungan di luar sistem juga penghubung masukan keluaran pengolahan dan sasaran atau tujuan.

a. Komponen sistem Setiap sistem terdiri dari beberapa komponen sistem yang tersebut juga dengan sub sistem. Masing-masing sub sistem harus saling berintegrasi saling bekerja sama untuk membentuk suatu kesatuan terpadu atau terintegrasi. Sebagai contoh dari komponen- komponen sistem akuntansi manual yaitu terdiri dari dokumen-dokumen dasar sebagai komponen masukan juga catatan-catatan seperti buku jurnal; buku pembantu; neraca saldo serta peralatan-peralatannya maupun komponen-komponen pengolahan laporan keuangan seperti misalnya neraca; laporan laba-rugi; laporan perubahan modal; modal ditahan.

b. Batasan sistem Batas menunjukkan pemisah dari bagian dengan bagian lainnya. Begitu pula dengan batas sistem yaitu menunjukkan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem lainnya. Dengan adanya batas sistem tersebut dapat dipandang satu kesatuan.

c. Lingkungan diluar sistem Dengan adanya batas sistem dapat ditentukan mana yang merupakan lingkungan di luar sistem. Lingkungan luar dari sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem yang akan mempengaruhi operasi tersebut. Lingkungan luar sistem bisa merugikan sistem atau

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

bisa

yang bersangkutan.

juga

menguntungkan

sistem

Hubungan Sistem Informasi Akuntansi Dengan Sistem Informasi Manajemen Dari pengertian-pengertian di atas dapat diketahui hubungan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen. Hubungan itu terlihat dengan lebih dahulu memberikan pengertian dari sistem

informasi manajemen. Sistem informasi akuntansi memiliki ciri-ciri (karakteristik) yang ada pada sistem informasi manajemen. Kedua sistem informasi ini memanfaatkan semua jenis sumber data yang sama dan mempunyai siklus pengelolaan data yang menghasilkan informasi untuk perencanaan dan pengendalian manajemen. Perbedaan kedua jenis informasi ini terletak pada ruang lingkupnya saja. Berdasarkan pada keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan bagian dari sistem informasi manajemen atau dengan kata lain sistem informasi akuntansi adalah sub sistem dari sistem informasi manajemen dalam suatu perusahaan. Kemudian dapat diidentifikasikan dua jenis informasi manajemen dimana sistem informasi akuntansi lebih banyak terlibat yaitu:

a. Informasi keuangan.

b. Informasi yang timbul dari

pengolahan data transaksi. Walaupun banyak informasi manajemen pada kenyataannya menyangkut dua kategori tersebut misalnya informasi mengenai persediaan atau penjualan dalam unit bukanlah suatu informasi keuangan tetapi sering dihasilkan dari pengolahan transaksi. Demikian juga analisa anggaran dan informasi modal merupakan jenis informasi keuangan

yang timbul secara langsung dari pengolahan transaksi. Jadi dapat dikatakan kedua jenis informasi ini adalah unsur manajemen yang saling

berkaitan.

Fungsi dan Tujuan Sistem Informasi Akuntansi Fungsi sistem informasi akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:

a. Mengumpulkan data Dalam fungsi ini meliputi mengambil data dari kegiatan operasi perusahaan yang berhubungan dengan data-data ini perlu dipisah-pisahkan antara jumlah fisik barang dan uang. Kemudian mencatat ke formulir- formulir atau dikenal dengan dokumen sumber. Tugas berikutnya dalam mengumpulkan data adalah memberikan data-data ini kebagian pemprosesan data.

b. Pemprosesan data Dalam fungsi ini untuk memproses data sehingga dihasilkan informasi. Informasi akuntansi tersebut bisa membantu manajemen dalam pemprosesan data ini dimana perlu adanya tahap pengapsahan dari data dan pengelompokkan data. Semua ini ditunjukkan agar informasi yang dihasilkan nantinya bsa berguna sesuai yang diingini.

c. Manajemen data Fungsi ini terdiri dari tiga langkah pokok yaitu; penyimpanan serta pemutakhiran dan rektrif (pengulangan). Penyimpanan data bisa dilakukan dengan file atau data base. Pemutakhiran yaitu menyesuaian data yang tersimpan agar mencerminkan operasi. Kegiatan dan keputusan yang terbaru. Rektrif merupakan mengambil data kembali yang tersimpan untuk diproses lebih dahulu atau dijadikan informasi.

261

d. Pengendalian dan mengamankan data-data akuntansi Fungsi disini adalah untuk menjaminkan keakuratan data dan melindungi data dan juga informasi disini mencakup pemeliharaan terhadap bermacam-macam buku dan rekening-rekening. e. Pengadaan informasi akuntansi yang berupa laporan Fungsi ini merupakan fungsi yang terakhir dari sistem informasi akuntansi tersebut yaitu penyiapan laporan dari data-data yang telah diproses. Untuk itu diperlukan analisis dan interprestasikan dari data-data yang ada. Kedua pengkomunikasikan dari laporan- laporan tersebut pada pihak yang berkepentingan. Tujuan dari sistem informasi akuntansi dapat dinyatakan beberapa bagian di bawah ini:

a. Suatu sistem informasi akuntansi memberikan metode yang teratur untuk mengumpulkan dan mengorganisir juga memproses data-data transaksi perusahaan dan kemudian mengkomunikasikannya dalam bentuk informasi. Sehingga dapat dipakai sebagai alat bantu bagi manajemen guna mendukung pengambilan keputusannya. b. Sistem informasi akuntansi akan menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi manajemen dalam pelaksanaan operasi harian perusahaan. Dengan informasi ini kegiatan perusahaan bisa dikendalikan oleh manajemen. Misalnya kegiatan produksi disini manajemen akan mendapatkan informasi tentang kegiatan produksi yaitu berupa data-data hasil produksi (data-data ini dihasilkan dalam sistem informasi akuntansi) dari data-data tersebut manajemen bisa melihat hasil yang telah

262

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

dicapai/terjadi dengan standar yang telah ditetapkan. Bila ada penyimpangan maka perlu ada perbaikan untuk masa-masa yang akan datang. c. Sistem informasi akuntansi bertujuan untuk menghasilkan informasi yang besar bagi pihak- pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Dalam hal ini yaitu pihak di luar perusahaan (pemakai eksternal). Dari fungsi dan tujuan sistem informasi akuntansi mempunyai peranan dalam menyajikan informasi akuntansi untuk sebagai alat dalam perencanaan dan pengendalian juga pengambilan keputusan manajemen. Dengan semakin besarnya aktivitas perusahaan dan semakin banyak masalah-masalah yang timbul maka peranan sistem informasi akuntansi sebagai alat dalam membantu fungsi pimpinan perusahaan semakin penting.

Sistem Informasi Akuntansi Sebagai Alat Dalam Pengambilan Keputusan Manajemen Informasi yang dibutuhkan Informasi yang dibutuhkan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan yaitu informasi yang mempunyai karakteristik dasar seperti:

relevansi; kuantivitabilitas; kecermatan; kepadatan; dan ketepatan waktu. Informasi yang dimaksud disini yaitu informasi keuangan yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi.

Jenis Keputusan Manajemen Ada beberapa jenis keputusan yang dilakukan oleh manajemen dalam kegiatan perusahaan. Masing-masing jenis keputusan ini dibagi berdasarkan berbagai cara pengolahannya. 1. Berdasarkan kegiatan manajerial ada 4 jenis keputusan;

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

a. Keputusan perencanaan strategi.

b. Keputusan perencanaan taktis.

c. Keputusan pengendalian manajemen.

d. Keputusan pengendalian operasional.

2. Berdasarkan struktur masalah ada 3 macam jenis keputusan;

a. Keputusan terprogram.

b. Keputusan semi otomatik.

c. Keputusan tidak terprogram.

3. Berdasarkan sumber daya

5

jenis keputusan;

a. Keputusan tentang sumber daya manusia.

b. Keputusan tanah.

ada

c. Keputusan tentang fasilitas.

d. Keputusan tentang pembiayaan.

e. Keputusan tentang data.

4. Berdasarkan

sifat

masalah

ada

6

jenis keputusan;

a. Keputusan berjalan.

b. Keputusan satu kali.

c. Keputusan berjangka.

d. Keputusan komplek.

e. Keputusan jangka pendek.

f. Keputusan jangka panjang.

5. Berdasarkan fungsi operasional;

a. Keputusan akuntansi.

b. Keputusan tentang produksi.

c. Keputusan tentang pemasaran.

d. Keputusan tentang bahan.

Informasi yang dihasilkan Sebagaimana diketahui dari penjelasan sebelum ini, bisa dikatakan bahwa produk dari suatu system informasi adalah informasi. Begitu pula system informasi akuntansi dimana produk system ini adalah informasi keuangan dan informasi yang dihasilkan dari data transaksi, yang terakhir dimaksud adalah informasi unit dari persediaan, jumlah unit dan harta yang dimiliki dan lain-lain. Informasi akuntansi yang dihasilkan tersebut digunakan oleh pihak internal perusahaan dan pihak eksternal

perusahaan. Pihak internal perusahaan yaitu pihak dalam perusahaan seperti manajemen dan bagian-bagian yang ada dalam perusahaan, menyangkut setiap tingkatan manajemen. Pihak eksternal perusahaan yaitu pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan itu sendiri seperti pemilik, pemerintah, calon investor dan lain sebagainya. Berdasarkan kegunaan informasi ini maka ada tiga jenis informasi yang dihasilkan oleh system informasi akuntansi sebagaimana dinyatakan oleh Wilkinson dalam bukunya dibawah ini:

a) Informasi akuntansi untuk membantu pengambilan keputusan managerial.

b) Informasi akuntansi untuk pelaksanaan operasi harian.

c) Informasi akuntansi untuk pemakai

eksternal perusahaan. Dari jenis informasi yang dihasilkan oleh system informasi akuntansi tersebut, penulis akan menekankan jenis informasi yang dihasilkan untuk perusahaan (kadang-kadang informasi untuk pihak dalam perusahaan). Sekali lagi ditekankan bahwa informasi yang dihasilkan oleh system informasi akuntansi yaitu berupa dokumen, laporan, dan informasi lainnya yang hanya, atau sekurang-kurangnya pada dasarnya dinyatakan dalam bentuk satuan uang. Menurut Horngren, akuntansi dapat menyediakan tiga macam tipe informasi, dimana masing-masing

mempunyai arti yang berbeda. Tiga macam informasi yang dihasilkan tersebut yaitu:

a. Informasi pengumpul data Informasi ini merupakan akumulasi dari data, dimana informasi ini bisa menjawab pertanyaan, apakah pekerjaan telah dilaksanakan dengan baik atau belum. Aspek dari akumulasi ini bisa digunakan untuk

263

menilai operasi dan posisi organisasi atau perusahaan, sehingga bisa dikendalikan. Informasi pengumpulan data berguna untuk manajemen level bawah misalnya mandor, dan untuk pihak luar perusahaan juga (biasanya dalam bentuk yang tersaring/lebih ringkas). Bagi manajemen bahwa informasi ini digunakan untuk pengendalian operasi, dimana untuk melihat apakah operasi telah dilakukan sesuai yang diingini atau belum. Informasi ini dalam bentuk yang lebih ringkas bisa dipergunakan oleh pihak luar untuk menilai atau mengevaluasi operasi perusahaan. Jadi dapat dikatakan bahwa informasi pengumpulan data digunakan untuk tujuan operational kontol . Contohnya hasil dari biaya-biaya yang telah dikeluarkan, dimana ditampilkan lewat laporan biaya penjualan jumlah dan unit dari bahan yang dibeli selama informasi ini lebih detail pada kegiatan operasi.

b. Informasi pengarah perhatian Pelaporan dan interprestasi dari informasi ini akan memusatkan perhatian pada masalah-masalah ketidakberesan, masalah operasi, ketidak efisien dan kesempatan- kesempatan yang dapat dilakukan, sehingga dapat dijawab pertanyaan apa permasalahan yang seharusnya diamati. Informasi ini dapat membantu manajemen dalam perencanaan dan pengendalian jangka pendek dan juga berhubungan dengan analisa dan investigasi terhadap laporan-laporan internal akuntansi yang sifatnya rutin.

c. Informasi pemecah masalah Aspek akuntansi ini melibatkan perhitungan-perhitungan yang tepat

264

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

dari hasil-hasil relative terhadap cara-cara yang memungkinkan dilakukan tindakan yang akan diambil. Disini disediakan beberapa alternative untuk dipilih. Dimana dengan menyajikan perhitungan- perhitungan yang melihat hasil yang diperoleh bila alternative tersebut dipilih. Masing-masing alternative terbaik yang dipilih. Pemecahan masalah biasanya berhubungan dengan keputusan yang berulang- ulang serta situasi yang membutuhkan analisa laporan khusus akuntansi.

Proses pengambilan keputusan Pengambilan keputusan adalah suatu proses pemikiran dalam rangka pemecahan suatu masalah untuk memproses hasil guna dilaksanakan, proses pengambilan keputusan secara detail merupakan fungsi dari informasi, tingkah laku, keadaan lingkungan dimana secara keseluruhannya akan membentuk suatu pembuatan keputusan. Atau dapat dikatakan, proses keputusan dapat kita anggap sebagai sebuah arus penyelidikan sampai perencanaan dan kemudian pada pemilihan. Suatu keputusan diambil adalah untuk dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Pengambilan keputusan akan dapat dilakukan oleh:

a. Individu.

b. Suatu kelompok atau group.

c. Suatu organisasi. Biasanya dalam suatu perusahaan yang cukup besar dan kompleks, pengambilan keputusan akan melibatkan banyak personil.

METODE PENELITIAN Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

adalah:

:

1) Penelitian Lapangan (field research)

a.

Transaksi penerimaan kas

Penelitian lapangan dilakukan

b.

Transaksi pemindah bukuan

dengan melakukan penelitian langsung di PT. BPR Budisetia.

c.

Transaksi penarikkan tabungan dan deposito

2) Penelitian Kepustakaan (library

d.

Transaksi pembayaran kas

research) Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan data teoritis

Untuk melaporkan data yang terjadi dari transaksi transaksi perusahaan kedalam laporan keuangan PT. BPR

yang bersumber dari buku-buku, majalah dan literatur yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

Budisetia menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan metode aplikasi yaitu pencatatan akuntansi dengan menggunakan aplikasi komputer.

Teknik Analisa Data Dalam melakukan analisa terhadap sistem informasi akuntansi pengambilan keputusan manajemen dilakukan dengan membandingkan antara teori dengan kenyataan yang ada dan kemudian mempelajari perbedaan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem Informasi Akuntansi Pada. PT. BPR Budisetia Dalam pembahasan sistem informasi akuntansi pada PT. BPR Budisetia, penulis telah melakukan penelitian langsung keperusahaan dengan melihat sistemnya dan tanya jawab. Hasil penelitian tersebut akan disajikan dibawah ini dengan menjelaskan sistem akuntansi dan laporan laporan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi tersebut. Bentuk sistem akuntansi perusahaan sangat tergantung pada jenis usaha dari perusahaan itu sendiri dan keadaan perusahaannya. PT. BPR Budisetia adalah yang bergerak di bidang perbankan. Bank ini sangat bermanfaat bagi nasabah, karena bank ini melakukan penyetoran dan penarikan dapat diantarkan dan dijemput ke tempat nasabah tabungan yang dilakukan oleh karyawan BPR. Beberapa jenis transaksi yang terjadi pada perusahaan adalah sebagai berikut

Pembukuan yang dilakukan di BPR Budisetia yaitu dengan menggunakan buku neraca harian aktiva dan pasiva, rincian laba rugi, dan listing buku besar, sehingga tidak menimbulkan kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan setiap akhir periode

akuntansi.

Disamping buku buku dan catatan perusahaan juga mempergunakan beberapa dokumen dalam rangka memperlancar operasi perusahaan serta bukti telah terjadinya transaksi. Proses pencatatan dalam perusahaan hanya terdiri dari akuntansi keuangan saja, yaitu proses pencatatan atas transaksi yang terjadi mulai dari pencatatan dokumen dasar sampai dengan didapatnya laporan keuangan.

Prosedur Sistem Akuntansi Perusahaan Dalam perusahaan besar maupun kecil, untuk mengerjakan sesuatu harus mengikuti atau mentaati semacam peraturan atau cara yang dinamakan prosedur. Prosedur prosedur ini ditujukan untuk mengolah data, melancarkan operasional dan pencegahan dan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan wewenang dan juga bisa dikatakan sistem tersebut berjalan maka harus ada prosedur. PT. BPR Budisetia juga membutuhkan

265

suatu prosedur, Prosedur yang ada pada PT. BPR Budisetia adalah prosedur setoran tunai dan pengambilan tunai. Prosedur setoran tunai dan pengambilan tunai pada BPR Budisetia dilakukan secara debet dan kredit.

Unsur Unsur Sistem Akuntansi a. Formulir Dan Dokumen Yang Digunakan Setiap perusahaan akan memerlukan dan menggunakan formulir formulir dan dokumen dokumen yang berbeda sesuai dengan kebutuhan atas transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah formulir dan dokumen harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menyajikan informasi yang akurat pada saat yang tepat dan efisien. Dokumen adalah formulir formulir yang digunakan dalam perusahaan, dalam rangka pencatatan pertama atas transaksi yang terjadi. Dokumen dokumen tersebut harus memberikan informasi yang jelas dan terinci serta menyebutkan pihak pihak yang bertanggung jawab dalam transaksi tersebut. Dengan kata lain formulir harus dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Seperti halnya perusahaan lain, PT. BPR Budisetia juga menggunakan beberapa formulir dan dokumen dalam melakukan transaksi untuk melayani permintaan langganan. Formulir dan dokumen tersebut bertujuan sebagai alat kontrol atau pengawasan dan untuk memperlancar jalannya operasional perusahaan. Jumlah formulir dan dokumen yang digunakan perusahaan tidaklah banyak, karena perusahaan sebagian besar masih menggunakan bahasa dan perintah

266

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

lisan dalam kegiatannya. Pada PT. BPR Budisetia dokumen yang dipergunakan tidaklah banyak. Dokumen tersebut hanya berupa dokumen kas masuk dan dokumen

kas keluar. Berikut penjelasan dari dokumen dokumen tersebut :

1. Dokumen Kas Masuk Dokumen ini dipergunakan sebagai bukti pembayaran atas transaksi setoran tunai yang dilakukan oleh perusahaan.

2. Dokumen kas keluar

Dokumen ini digunakan oleh perusahaan sebagai bukti atas pembelian tunai alat alat atau biaya biaya operasional yang dibutuhkan untuk kegunaan operasi kantor.

b. Buku Harian Yang Digunakan Untuk mencatat setiap transaksi didalam perusahaan, perusahaan menyelenggarakan pembukuan. Dalam melaksanakan pembukuan perusahaan menggunakan jurnal dan

buku besar. Buku harian ini digunakan oleh perusahaan untuk mencatat transaksi yang muncul setiap hari, buku buku ini terdiri dari :

1. Buku kas

2. Buku besar

c. Laporan yang dihasilkan Sebagaimana dinyatakan dalam pembahasan landasan teori bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi yaitu informasi keuangan dan non keuangan yang dikomunikasikan dalam bentuk laporan. Laporan yang dihasilkan untuk kepentingan manajerial dalam pelaksanaan fungsi operasional disebut laporan intern. Sedangkan laporan yang dihasilkan untuk pihak luar disebut dengan ekstern. Laporan keuangan merupakan produk aktif dan siklus akuntansi

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

yang telah dilakukan perusahaan atau dapat disebut juga dengan output dari akuntansi. Dari catatan catatan pembukuan yang telah dilakukan perusahaan dapat dilihat atau disusun berbagai macam laporan. Adapun laporan laporan yang disusun oleh PT. BPR Budisetia adalah :

1. Neraca harian (aktiva, pasiva dan laba rugi)

2. Listing buku besar

3. Buku kas

4. Jurnal harian kas masuk, kas keluar dan pemindah bukuan.

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Pengambilan Keputusan Manajemen Sistem Informasi akuntansi Sistem informasi pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang saling terkait satu dengan yang lainnya, sehingga dapat memproses data transaksi yang di butuhkan yang berfungsi bersama untuk mencapai suatu tujuan. Demikian pula dengan Sistem informasi akuntansi, merupakan gabungan dari tiga unsur kata yaitu sistem, informasi dan akuntansi, masing-masing kata yang tergabung dalam pengertian system, informasi, akuntansi tersebut memiliki maknanya sendiri, yaitu :

a. Sistem Menurut Baridwan sistem adalah suatu kerangka dari prosedur - prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan. Pada dasarnya sistem terdiri dari beberapa unsur, yaitu : masukan ( input), proses ( procces ) merupakan suatu

yang dapat

mentransformasikan input menjadi output. Sedangkan output berarti yang menjadi tujuan, sasaran, atau

aktivitas

target pengorganisasian suatu sistem.

b. Informasi Informasi merupakan komoditas yang sangat penting bagi perusahaan, karena dengan adanya informasi akan membantu dalam operasi dan pengambilan keputusan sehari-hari. selain itu informasi juga merupakan keluaran ( output ) dari suatu proses pengolahan data. Informasi ini biasanya telah tersusun dengan baik dan mempunyai arti bagi penerimanya, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan oleh manajemen.

c. Akuntansi Menurut Soemarso menyatakan akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Selain itu, Akuntansi merupakan suatu proses yang dimulai dari transaksi, pencatatan, pengikhtisaran, dan laporan pengambilan keputusan mengenai perusahaan yang bersangkutan dengan akuntansi. Dengan demikian informasi yang dihasilkan berguna dalam penilaian.

Sistem Bank diklasifikasikan sebagai “hybrid” sistem, yang menyediakan operasi akuntansi dasar, bank dukungan software sistem informasi keputusan, produk perbankan offline (asuransi, usaha pengelolaan keuangan) diimplementasikan dan dilaksanakan pada jaringan intra kantor untuk melayani pelanggan. Sistem akuntansi Bank berada di bawah peraturan negara bagian dan federal instansi untuk memastikan keakuratan dan integritas sistem akuntansi bank.

267

Sistem General Ledger

Buku besar merupakan inti pengolahan akun dan sistem informasi di bidang

perbankan

diakses untuk melakukan transaksi rekening. Ini catatan setiap transaksi, yang interface dengan penunjukan rekening. Sebuah buku besar bank umum dapat sedikit berbeda dari buku besar industri modern umum karena Perbankan sistem peraturan kepatuhan tertentu yang ditetapkan oleh Federal

Reserve Bank (FRB) dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC). buku besar beroperasi pada perangkat lunak. Aplikasi Akuntansi Pinjaman Bank membuat sebagian besar uang mereka melalui pinjaman dan investasi. Melalui pinjaman lunak akuntansi, personil bank dapat memproses bentuk dan dokumen yang diperlukan untuk membuat keputusan pada berdiri kredit pelangganSisi manajerial aplikasi akuntansi pinjaman manajer dapat mengakses data untuk memeriksa portofolio pinjaman bank, hasilkan pemeriksaan kepatuhan untuk auditor dan rekening melacak kerugian kredit cadangan. Aplikasi Rekening Nasabah Akun Pelanggan menyediakan aplikasi pengidentifikasi unik kunci utama untuk menghubungkan informasi pelanggan ke nomor rekening yang diberikan oleh sistem informasi selama pembuatan akun. Rekening pelanggan dipertahankan pada sistem dan dirujuk oleh nomor rekening, yang diadakan di sebuah lapangan di buku besar. Nomor rekening nasabah adalah link untuk pelanggan untuk berinteraksi dengan aplikasi perbankan online dan offline sistem. Informasi akun nasabah juga merupakan dasar pelaporan transaksi kecuali untuk masalah account berbagai pelanggan. Aplikasi Internet Banking

Buku besar adalah catatan

268

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

Solusi terbaru dalam sistem informasi bank yang berbasis aplikasi web yang mendukung internet banking. Internet banking program antarmuka dengan sistem informasi akuntansi melalui server web atau portal dengan situs atau halaman melakukan peran sebagai sebuah template atau “titik akses.” Melalui web server yang aman, pelanggan dapat melakukan tindakan, yang dapat mempengaruhi, memperbarui atau mengubah status buku besar. Manajemen analisis laporan yang berkaitan dengan Internet banking, seperti berapa banyak pelanggan yang menggunakan Internet untuk deposito, transfer dan lainnya produk perbankan akses. aplikasi perbankan internet juga digunakan untuk pemasaran online produk bank melalui perangkat lunak pemasaran diciptakan untuk lembaga bank.

System Informasi Pelaporan Kepada

Bank Indonesia Sistem Informasi Manajemen Sektor Perbankan Bank Indonesia (SIM- SPBI), SIMSPBI merupakan sistem informasi terpadu untuk mendukung tugas pengawasan, pemeriksaan dan pengaturan perbankan BI. Tujuan dari penerapan SIM-SPBI adalah :

a. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem pengawasan dan pemeriksaan bank.

b. Menciptakan keseragaman (standarisasi) dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan bank.

c. Mengoptimalkan Pengawas dan Pemeriksa Bank dalam menganalisa kondisi bank sehingga dapat meningkatkan mutu pengawasan dan pemeriksaan bank.

d. Memudahkan audit trail oleh pihak yang berkepentingan

e. Keamanan dan integritas data serta

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

informasi

Sistem Informasi Manajemen Pengawasan BPR (SIMWAS BPR) SIMWAS-BPR merupakan sistem informasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem pengawasan BPR. Melalui SIMWAS, pengawas BPR akan mampu mengoptimalkan kegiatan analisis terhadap kondisi BPR, mempercepat diperolehnya informasi kondisi keuangan BPR (termasuk Tingkat Kesehatan BPR), meningkatkan keamanan dan integritas data serta informasi perbankan. Modul-modul yang tersedia dalam aplikasi SIMWAS BPR antara lain modul perizinan pendirian BPR, data pokok BPR, Tingkat Kesehatan BPR, status BPR, cabut izin usaha dan likuidasi BPR. Sistem informasi akuntansi akan menghasilkan output berupa informasi akuntansi yang diperlukan bagi pihak intern dan ekstern perusahaan. Informasi akuntasi bagi pihak intern perusahaan akan membantu manajemen dalam melaksanakan fungsinya yaitu dalam perencanaan, pengendalian dan dalam pengambilan keputusan manajemen. Dengan sendirinya sistem informasi akuntansi tersebut akan sangat penting artinya bagi fungsi fungsi manajemen. Sistem informasi akuntansi akan mempunyai bantuan yang kongkrit bagi manajemen, bila sistem tersebut telah memenuhi atau mensuplai informasi yang sesuai dengan kebutuhan manajemen dalam memperlancar kegiatan manajemen dalam mengelola perusahaan. Peranan sistem informasi akuntansi bagi pihak perusahaan, dalam hal ini manajemen jelas sangat penting. Sebab sistem informasi akuntansi bersama - sama dengan sistem informasi lainnya menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen sebagai dasar

pengambilan keputusan dalam melaksanakan tindakan-tindakannya. Peranan sistem informasi akuntansi diniliai efektif apabila telah memberi kontribusi yang besar kepada pihak manajemen di dalam pengambilan keputusan. Bagi pihak di luar perusahaan, peranan sistem informasi akuntansi juga tak kalah penting, yaitu sebagai penghasil informasi ekstern dalam bentuk laporan keuangan yang berguna sebagai dasar penilaian dan analisa terhadap kondisi perusahaan. Dari laporan - laporan tersebut, pihak luar perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat. Peranan sistem informasi, baik bagi manajemen maupun pihak perusahaan, tidak terlepas dari fungsi yang dijalankannya yaitu bukan hanya sekedar pengolah atau pemrosesan data, tetapi sistem informasi akuntansi juga menjalankan mulai dari fungsi pengumpulan data, pemrosesan atau pengolahan data, manajemen data, pengendalian dan pengamanan data, serta fungsi penyedia informasi. Bertitik tolak dari laporan keuangan seorang manajer akan dapat mengetahui kekayaan dan faktor faktor yang dapat menguntungkan serta merugikan bagi perusahaan. Berdasarkan faktor tersebut maka seorang manajer dapat mengambil kebijaksanaan terhadap perusahaan yang dipimpinnya demi tercapainya sukses dimasa yang akan datang. Hal ini sangat penting sebab maju mundurnya suatu perusahaan tergantung pada keputusan yang diambil oleh manajer dalam mengelola perusahaan. Pada PT. BPR Budisetia peranan sistem informasi akuntansi sangatlah penting, hal itu dapat terlihat dari prosedur yang dijalaninya. Setiap diadakan rapat direksi dokumen dokumen sistem informasi akuntansi

269

harus disajikan dengan mengetahui bagimana penggunaan sistem informasi akuntansi mereka, sehingga mereka juga bisa mengetahui apakah siatem informasi akuntansi meningkat atau malah lebih berkurang dari sebelumnya. Pada PT. BPR Budisetia padang, subsistem sistem informasi akuntansi memproses transaksi keuangan dan non keuangan. Subsistem sistem infomasi akuntansi yang digunakan yaitu pertama sistem pemprosesan transaksi yang mendukung operasi bisnis setiap hari dengan sejumlah dokumen dan pesan pesan untuk para pemakai seluruh organisasi, kedua sistem pelaporan keuangan buku besar yang menghasilkan laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan laporan laporan lainnya yang ditetapkan oleh hukum. PT. BPR Budisetia sering mengalami masalah yang berhubungan dengan sistem informasi akuntansi yaitu masalah kekakuan, kegagalan informasi, dan motivasi individual. Manfaat yang diperoleh perusahaan setelah menggunakan sistem informasi akuntansi yaitu menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien, meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan, meningkatkan efisiensi, meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan, menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan. Hal itu dapat kita lihat dari penyajian neraca, apakah tiap tahun perusahaan mengalami penurunan atau peningkatan, berikut penyajian dari laporan neraca.

Laporan Neraca Neraca memberikan informasi mengenai sifat dan jumlah investasi

270

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

dalam sumber daya manusia perusahaan, kewajiban kepada kreditur perusahaan dan ekuitas pemilik perusahaan dalam sumber daya bersih

perusahaan.

Neraca yang dikeluarkan setiap akhir bulan atau akhir tahun untuk kepentingan manajemen, menunjukkan posisi keuangan perusahaan setiap

akhir tahun. Neraca harus disusun secara sistematis, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan perusahaan pada masa satu periode akuntansi. Neraca memberikan sumbangan kepada

laporan keuangan dengan memberikan dasar untuk:

a. Perhitungan tingkat pengembalian

b. Pengevaluasian struktur modal

perusahaan

c. Penilaian likuiditas dan solvabilitas dari perusahaan tersebut Untuk mengadakan pertimbangan tertentu atas resiko resiko perusahaan dan untuk menilai arus kas masa depan,

seorang harus menganalisis neraca dan menentukan likuiditas dan fleksibilitas keuangan perusaha

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

Tabel 1 Neraca PT.BPR Budisetia Tahun 2008- 2012

KETERANGAN

2008

2009

2010

2011

2012

AKTIVA

         

Kas

405.804

476.248

54.138

59.882

30.498

Sertifikat Bank Indonesia ( SBI )

-

-

-

-

-

Antar Bank Aktiva

         

a. Pada Bank Umum

1.608.890

241.633

260.728

1.207.278

999.986

b. Pada BPR

-

324.117

1.485

70.100

100

Kredit Yang Diberikan

         

a. Pihak Terkait

6.468.162

8.471.644

165.284

-

16.500

b. Pihak Tidak Terkait

-

104.629

6.914.197

4.197.944

2.130.249

Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif

57.070

-

1.312.354

257.969

119.302

Aktiva dalam Valuta Asing

-

-

-

-

-

Aktiva Tetap dan Inventaris

         

a. Tanah dan gedung

-

-

-

-

-

b. Akumulasi Penyusutan dan

         

Gedung

-

-

-

-

-

c. Inventaris

244.003

336.769

367.769

386.034

395.578

d. Akumulasi Penyusutan Inventaris

88.156

144.691

195.572

202.173

317.066

Antar Kantor Aktiva

-

-

-

-

-

Aktiva Lain lain

331.382

380.703

292.080

150.223

77.472

Jumlah Aktiva

8.913.015

9.981.794

6.547.755

5.611.319

3.214.015

PASIVA

         

Kewajiban yang Segera dapat Dibayar

62.992

23.594

20.704

9.641

8.272

Tabungan

         

a. Pihak Terkait

1.509.567

3.313

13.353

310.028

210.386

b. Pihak Tidak Terkait

-

1.837.898

1.124.175

1.184.241

838.096

Deposito Berjangka

         

a. Pihak Terkait

4.140.240

-

-

322.500

-

b. Pihak Tidak Terkait

-

4.892.800

4.176.000

2.782.000

1.624.000

Kewajiban Kepada Bank Indonesia

-

-

-

-

-

Antar Bank Pasiva

2.304.775

2.172.899

1815.598

714.449

308.809

Pinjaman Yang Diterima

-

-

-

-

-

Pinjaman Subordinasi

-

-

-

-

-

Rupa - rupa pasiva

42.972

46.294

18.243

42.436

30.872

Ekuitas

         

a. Modal Dasar

4.000.000

4.000.000

4.000.000

8.000.000

8.000.000

b. Modal yang Belom disetor

3.000.000

3.000.000

3.000.000

4.450.000

3.050.000

271

Peranan Sistem Informasi

(Saiful Anwar)

KETERANGAN

2008

2009

2010

2011

2012

c. Agio

-

-

-

-

-

d. Disagio

-

-

-

-

-

e. Modal Sumbangan

-

-

-

-

-

f. Modal Pinjaman

-

-

-

-

-

g. Dana Setoran Modal

-

-

150.000

-

-

h. Cadangan Revaluasi Aktiva

         

Tetap

-

-

-

-

-

i. Cadangan Umum

-

-

-

-

-

j. Cadangan Tujuan

-

-

-

-

-

k. Laba yang Ditahan

-

-147.531

4.996

(1.770.318)

(3.304.175)

l. Saldo Laba (rugi) tahun berjalan

301.469

152.527

-1.775314

(1.533.858)

(1.452.245)

Jumlah Pasiva

8.913.015

9.981.794

6.547.755

5.611.319

3.214.015

SIMPULAN DAN SARAN Dari uraian yang telah dipaparkan sebelumnya mengenai peranan sistem informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan manajemen pada PT. BPR Budisetia Padang dan dibandingkan dengan teori yang didapat melalui referensi maupun melalui perkuliahan dapat ditarik kesimpulan antara lain.

a. Sistem informasi akuntansi pada perusahaan PT. BPR Budisetia padang dapat menyajikan informasi yang cukup jelas, karena sistem informasi akuntansinya sudah berpedoman pada standar akuntansi yang sebenarnya terjadi, perusahan terlihat menggunakan buku besar. Untuk kegiatan operasinya perusahaan telah menggunakan formulir dan dokumen. Formulir dan dokumen tersebut menunjukkan fungsi fungsi yang semestinya, sehingga hal ini tidak dapat menimbulkan praktek praktek yang tidak sehat. Karena faktur dibuat dua lembar, lembar pertama untuk perusahaan dan lembr kedua untuk pelanggan.

b. PT. BPR Budisetia Padang dalam

272

pengambilan keputusan manajemen sudah sesuai dengan peranan sistem informasi akuntansi. Dimana pada PT. BPR Budisetia Padang telah menggunakan laporan keuangan. Dimana para manajer tingkat atas sudah menggunakan laporan keuangan perusahaan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang berguna bagi perusahaan.

Saran Dari uraian diatas telah dikemukakan pada bagian terdahulu sistem informasi akuntansi dapat dianggap memadai bagi PT. BPR Budiseta Padang, penulis mencoba menyajikan saran saran yag mungkin dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan pada masa yang akan datang, guna memperbaiki atau menyempurnakan sistem informasi akuntansinya. Adapun saran saran yang diajukan adalah :

a. Sebaiknya perusahaan lebih mempertimbangkan pemakaian standar akuntansi yang jelas pada penyajian informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi yang selama ini dijalankan masih terdapat

Jurnal KBP, Vol. 1, No. 2, September 2013: 254 - 273

kelemahan. Kelemahan tersebut mendasar sekali, yakni dalam menjalankan sistem informasi akuntansi tidak ada pihak dalam

perusahaan yang mengerti apabila terjadi kerusakan dalam system.

lebih

berpedoman pada teori dan teknis akuntansi. Hal ini diupayakan agar

perusahaan lebih maju dan berkembang pada masa masa yang akan datang dan tercapainya hasil yang maksimal guna meningkatkan laba perusahaan. Karyawannya ditambah sesuai dengan batas batas efisiensi, hal ini bertujuan untuk memajukan perusahaan kelak.

b. Para

manajer

tingkat

atas

DAFTAR PUSTAKA

Asniati, 2003, Akuntansi Keuangan Menengah I, Universitas Andalas, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Padang Baridwan Zaki, 2004, Intermediate Accounting, Edisi Kedelapan, Penerbit BPFE, Yogyakarta George H, Wiliam S. Hopwood, 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Indonesia, Penerbit Salemba Empat, Jakarta Hongren T. Charles, 2004, Akuntansi Indonesia, Edisi Kelima, Penerbit Salemba Empat, Jakarta Joseph W. Wilkinson, 2003. Sistim Akuntansi dan Informasi, Jilid I, Penerbit Erlangga Mulyadi, 2002, Sistim Akuntansi, Edisi Kedua, Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta Soemarsono S.R, 2009, Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi Kelima, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta Steven C.Lawlor, 2003, Sistim Informasi Akuntansi Winarno, Wingwahyu. 2004, Sistim Informasi Akuntansi, Bagian

Penerbitan STIE, YKP

273