Anda di halaman 1dari 24

GENERATOR

Makalah Dibuat sebagai Tugas Mata Kuliah Praktikum Mesin Konversi Energi

Oleh :
Kelompok 2

Nama :
Ali Satria Wijaya 061540411547
Daud Ifadah 061540411549
Efransyah 061540411552
Fatma Cahyani 061540411554
Nurul Qomariah 061540411563
Tiara Dwi Putri 061540411566
Yuniar Balqis 061540411568
Devina Sanchia Samosir 061540411886
M. Evit Kurniawan 061540411894
Kelas : 5 EG A
Dosen Pengampuh : Tahdid , S.T., M.T.
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK ENERGI
PALEMBANG
2017
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya makalah ini
dapat terselesaikan. Makalah ini disusun dalam rangka untuk menyempurnakan
hasil diskusi yang telah dilakukan. Adapun pembuatan makalah ini bertujuan untuk
menambah wawasan penulis maupun pembaca mengenai Generator.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangan,
untuk itu penulis berharap datangnya saran dan kritik yang sifatnya membangun
dari pembaca guna penyempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberi manfaat, baik bagi penulis
maupun bagi orang lain yang membacanya.

Palembang, 18 Desember 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iv

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

1.1. Latar belakang ........................................................................................ 1

1.2. Rumusan Masalah .................................................................................. 1

1.3. Tujuan ..................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3

2.1. Pengertian ............................................................................................... 3

2.2. Jenis-jenis Generator .............................................................................. 3

2.2.1. Generator AC .......................................................................................... 4

a Prinsip Kerja Motor AC .................................................................... 5

b. Macam-macam Generator AC ....................................................... 6

Motor Kapasitor ...................................................................................... 6

2.2.2. Generator DC .......................................................................................... 11

a. Konstruksi Generator DC ............................................................ 11

b. Prinsip kerja Generator DC ......................................................... 12

c. Jangkar Generator DC ................................................................. 14

d. Reaksi Jangkar ............................................................................. 14

e. Jenis-Jenis Generator DC ............................................................ 16

BAB III PENUTUPAN ....................................................................................... 17

3.1. Kesimpulan ........................................................................................... 17

2.2. Saran ..................................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 18

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Prinsip Medan Magnet Utama dan Medan magnet Bantu Motor Satu
fasa ......................................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2. Grafik Gelombang arus medan bantu dan arus medan utama ...... Error!
Bookmark not defined.
Gambar 3. Medan magnet pada Stator Motor satu fasaError! Bookmark not
defined.
Gambar 4. Rotor Sangkar ....................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 5. Motor kapasitor ..................................................................................... 6
Gambar 6. Pengawatan motor kapasitor dengan pembalik putaran. ....................... 7
Gambar 7. Pengawatan dengan Dua Kapasitor ....................................................... 8
Gambar 8. Karakteristik Torsi Motor kapasitor ...................................................... 8
Gambar 9. Motor shaded pole, Motor fasa terbelah................................................ 9
Gambar 10. Penampang motor shaded pole. ........................................................... 9
Gambar 11. Komutator pada motor universal ....................................................... 10
Gambar 12. Stator dan rotor motor universal ....................................................... 11
Gambar 13. Konstruksi Generator DC .................................................................. 12
Gambar 14. Pembangkitan Tegangan Induksi ....... Error! Bookmark not defined.
Gambar 15. Tegangan Rotor yang dihasilkan melalui cincin-seret dan komutator.
................................................................................ Error! Bookmark not defined.
Gambar 16. Jangkar Generator DC ....................................................................... 14
Gambar 17. Medan Eksitasi Generator DC........................................................... 15
Gambar 18. Medan Jangkar dari Generator DC (a) dan Reaksi Jangkar (b) ........ 15
Gambar 19. Generator dengan Kutub Bantu (a) dan Generator Kutub Utama, Kutub
Bantu, Belitan Kompensasi (b) ............................................................................. 16
Gambar 20. Generator Penguat Terpisah. .............. Error! Bookmark not defined.
Gambar 21. Karakteristik Generator Penguat TerpisahError! Bookmark not
defined.
Gambar 22. Diagram Rangkaian Generator Shunt Error! Bookmark not defined.
Gambar 23. Karakteristik Generator Shunt ............ Error! Bookmark not defined.
Gambar 24. Diagram Rangkaian Generator KomponError! Bookmark not
defined.

iv
Gambar 25. Karakteristik Generator Kompon ....... Error! Bookmark not defined.

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Dunia kelistrikan kita mengenal suatu alat yang di sebut motor listrik dan
generator listrik. Secara sederhana, generator listrik berfungsi untuk mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik sedangkan motor listrik berfungsi untuk
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Kedua fungsi dari masing-masing
alat tersebut terdapat hubungan. Sebuah generator akan bekerja dengan di bantu
motor listrik untuk menggerakkan generator tersebut.
Fungsi generator tersebut menjadikan alat ini sangat diperlukan dalam
kehidupan sehari-hari. Generator sendiri ada dua macam yaitu generator arus searah
(DC) dan generator arus bolak-balik (AC). Pembahasan kali ini, kami akan
mencoba menjelaskan tentang generator yaitu generator listrik arus bolak-balik,
untuk mendapatkan daya pada generator listrik arus bolak-balik (AC). Sistem
pembangkitan listrik yang sudah umum digunakan adalah mesin generator tegangan
AC, di mana penggerak utamanya bisa berjenis mesin turbin, mesin diesel atau
mesin baling-baling, dalam pengoperasian pembangkit listrik dengan generator,
karena faktor keandalan dan fluktuasi jumlah beban, maka disediakan dua atau
lebih generator yang dioperasikan dengan tugas terus-menerus, cadangan dan
bergiliran untuk generator-generator tersebut.
Penyediaan generator tunggal untuk pengoperasian terus menerus adalah
suatu hal yang riskan, kecuali bila bergilir dengan sumber PLN atau peralatan UPS,
untuk memenuhi peningkatan beban listrik maka generator-generator tersebut
dioperasikan secara paralel antar generator atau paralel generator dengan sumber
pasokan lain yang lebih .

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa itu generator?
2. Apa saja jenis-jenis dari generator?
3. Bagaimana prinsip kerja generator AC dan DC?
4. Apa saja jenis – jenis generator AC dan DC?

1
1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian generator.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis generator.
3. Untuk mengetahui prinsip kerja generator AC dan DC.
4. Untuk mengetahui jenis - jenis generator AC dan DC.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian
Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi
energi listrik. Tenaga mekanik bisa berasal dari panas, air, uap, dll. Energi listrik
yang dihasilkan oleh generator bisa berupa Listrik AC (listrik bolak-balik) maupun
DC (listrik searah). Hal tersebut tegantung dari konstruksi generator yang dipakai
oleh pembangkit tenaga listrik.
Generator berhubungan erat dengan hukum faraday. Berikut hasil dari hukum
faraday “ bahwa apabila sepotong kawat penghantar listrik berada dalam medan
magnet berubah-ubah, maka dalam kawat tersebut akan terbentuk Gaya Gerak
Listrik ”.
Bila sebatang logam panjang berada di dalam medan listrik,(Eo), maka akan
menyebabkan elektron bebas akan bergerak ke kiri yang akhirnya akan menimbulkan
medan listrik induksi yang sama kuat dengan medan listrik sehingga kuat medan total
menjadi nol. Dalam hal ini potensial kedua ujung logam menjadi sama besar dan
aliran elektron akan berhenti, maka kedua ujung logam terdapat muatan induksi. Agar
aliran elektron bebas berjalan terus maka harus muatan induksi ini terus diambil,
sehingga pada logam tidak timbul medan listrik induksi. Dan sumber ggl (misal
baterai) yang dapat membuat beda potensial kedua ujung logam harganya tetap,
sehingga aliran electron tetap berjalan.

2.2. Jenis-jenis Generator


2.2.1. Teori Pembangkitan Listrik

1. Induksi Elektromagnetik

Generator ini menggunakan prinsip hukum Faraday yaitu bila sebuah konduktor
digerakkan di dalam medan magnet, maka akan timbul arus induksi pada
konduktor tersebut.

2. Arah Gaya Listrik

Arah dari gaya gerak listrik yang dibangkitkan pada sebuah konduktor dalam
medan magnet akan berubah dengan bertukarnya arah dari magnetic flux dan arah
gerakan konduktor.

3
Hal ini dapat ditunjukkan dengan kaidah tangan kanan Fleming yaitu;

“Apabila sebuah penghantar bergerak keluar memotong garis gaya magnet, maka
gaya gerak listrik akan bergerak ke kiri”.

2.2.2. Generator AC
Berdasarkan karakteristik dari arus listrik yang mengalir, motor AC
(Alternating Current, Arus Bolak-balik) terdiri dari 2 jenis, yaitu:
- Motor listrik AC / arus bolak-balik 1 fasa
- Motor listrik AC / arus bolak-balik 3 fasa
Namun pada pembahasan dalam makalah ini di titik beratkan pada motor
listrik AC 1 fasa, yang terdiri dari:
- Motor Kapasitor
- Motor Shaded Pole
- Motor Universal

4
a Prinsip Kerja Motor AC
Perhatikan prinsip kerja dari suatu generator arus bolak-balik sederhana pada
Gambar Ujung-ujung kumparan yang berada di dalam medan magnetik terhubung
pada cincin 1 dan cincin 2 yang ikut berputar jika kumparan diputar.

Gambar: Prinsip Kerja Generator AC (Arus Bolak Balik)

Cincin-cincin tersebut terhubung dengan sikat karbon A dan B. Kedua sikat


karbon ini tidak ikut berputar bersama cincin dan kumparan.
Ketika kumparan berputar, terjadi arus listrik induksi pada kumparan. Arus
induksi ini mengalir melalui sikat karbon sehingga lampu menyala. Saat posisi
kumparan tegak lurus terhadap arah medan magnetik, arus induksi berhenti
mengalir sehingga lampu padam.

Beberapa saat setelah kumparan melanjutkan putarannya, arus listrik induksi


kembali mengalir dalam kumparan tetapi dengan arah yang berbeda sehingga
lampu kembali menyala.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa generator arus bolak-balik


menghasilkan arus bolak-balik yang dinamakan arus AC (alternating current).
Grafik arus bolak-balik yang dihasilkan generator arus bolak-balik dapat
dilukiskan pada Gambar.

5
Grafik: Arus Bolak-balik yang dihasilkan Generator AC

b. Macam-macam Generator AC
Motor Kapasitor
Motor kapasitor satu phasa banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga
seperti motor pompa air, motor mesin cuci, motor lemari es, motor air
conditioning. Konstruksinya sederhana dengan daya kecil dan bekerja dengan
tegangan suplai PLN 220 V, oleh karena itu menjadikan motor kapasitor ini
banyak dipakai pada peralatan rumah tangga.

Gambar 1. Motor kapasitor

Belitan stator terdiri atas belitan utama dengan notasi terminal U1-U2, dan
belitan bantu dengan notasi terminal Z1-Z2 Jala-jala L1 terhubung dengan terminal
U1, dan kawat netral N terhubung dengan terminal U2. Kondensator kerja berfungsi
agar perbedaan sudut phasa belitan utama dengan belitan bantu mendekati 90°.

6
Pengaturan arah putaran motor kapasitor dapat dilakukan dengan (lihat
gambar 6):
- Untuk menghasilkan putaran ke kiri (berlawanan jarum jam) kondensator
kerja CB disambungkan ke terminal U1 dan Z2 dan terminal Z1 dikopel
dengan terminal.
- Putaran ke kanan (searah jarum jam) kondensator kerja disambung kan ke
terminal Z1 dan U1 dan terminal Z2 dikopel dengan terminal U1.

Gambar 2. Pengawatan motor kapasitor dengan pembalik putaran.

Motor kapasitor dengan daya diatas 1 KW di lengkapi dengan dua buah


kondensator dan satu buah saklar sentrifugal. Belitan utama U1-U2 dihubungkan
dengan jala-jala L1 dan Netral N. Belitan bantu Z1-Z2 disambungkan seri dengan
kondensator kerja CB, dan sebuah kondensator starting CA diseri dengan kontak
normally close (NC) dari saklar sentrifugal, lihat gambar 7.
Awalnya belitan utama dan belitan bantu mendapatkan tegangan dari jala-
jala L1 dan Netral. Kemudian dua buah kondensator CB dan CA, keduanya
membentuk loop tertutup sehingga rotor mulai berputar, dan ketika putaran
mendekati 70% putaran nominalnya, saklar sentrifugal akan membuka dan kontak
normally close memutuskan kondensator bantu CA.

7
Gambar 3. Pengawatan dengan Dua Kapasitor

Fungsi dari dua kondensator yang disambungkan parallel, CA+CB, adalah


untuk meningkatkan nilai torsi awal untuk mengangkat beban. Setelah putaran
motor mencapai 70% putaran, saklar sentrifugal terputus sehingga hanya
kondensator kerja CB saja yang tetap bekerja. Jika kedua kondensator rusak maka
torsi motor akan menurun drastis, lihat gambar 8.

Gambar 4. Karakteristik Torsi Motor kapasitor

Motor Shaded Pole


Motor shaded pole atau motor phasa terbelah termasuk motor satu phasa daya
kecil, dan banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga sebagai motor
penggerak kipas angin, blender. Konstruksinya sangat sederhana, pada kedua ujung
stator ada dua kawat yang terpasang dan dihubung singkatkan fungsinya sebagai
pembelah phasa.

8
Belitan stator dibelitkan sekeliling inti membentuk seperti belitan transfor
mator. Rotornya berbentuk sangkar tupai dan porosnya ditempatkan pada rumah
stator ditopang dua buah bearing.

Gambar 5. Motor shaded pole, Motor fasa terbelah.

Irisan penampang motor shaded pole memperlihatkan dua bagian, yaitu


bagian stator dengan belitan stator dan dua kawat shaded pole. Bagian rotor sangkar
ditempatkan di tengah-tengah stator, lihat gambar 10.

Gambar 6. Penampang motor shaded pole.

Torsi putar dihasilkan oleh adanya pembelahan phasa oleh kawat shaded pole.
Konstruksi yang sederhana, daya yang kecil, handal, mudah dioperasikan, bebas

9
perawatan dan cukup di suplai dengan Tegangan AC 220 V, jenis motor shaded
pole banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga kecil.

Motor Universal
Motor Universal termasuk motor satu phasa dengan menggunakan belitan
stator dan belitan rotor. Motor universal dipakai pada mesin jahit, motor bor tangan.
Perawatan rutin dilakukan dengan mengganti sikat arang yang memendek atau
pegas sikat arang yang lembek. Kontruksinya yang sederhana, handal, mudah
dioperasikan, daya yang kecil, torsinya yang cukup besar motor universal dipakai
untuk peralatan rumah tangga.

Gambar 7. Komutator pada motor universal

Bentuk stator dari motor universal terdiri dari dua kutub stator. Belitan rotor
memiliki dua belas alur belitan dan dilengkapi komutator dan sikat arang yang
menghubungkan secara seri antara belitan stator dengan belitan rotornya. Motor
universal memiliki kecepatan tinggi sekitar 3000 rpm.

10
Gambar 8. Stator dan rotor motor universal

Aplikasi motor universal untuk mesin jahit, untuk mengatur kecepatan


dihubungkan dengan tahanan geser dalam bentuk pedal yang ditekan dan
dilepaskan.

2.2.3. Generator DC
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang
mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC menghasilkan arus
DC / arus searah. Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari
rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker), jenis
generator DC yaitu:
1) Generator penguat terpisah
2) Generator shunt
3) Generator kompon

a. Konstruksi Generator DC
Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet
permanent dengan 4-kutub rotor, regulator tegangan digital, proteksi terhadap
beban lebih, starter eksitasi, penyearah, bearing dan rumah generator atau casis,
serta bagian rotor. Gambar 13 menunjukkan gambar potongan melintang
konstruksi generator DC.

11
Gambar 9. Konstruksi Generator DC

Generator DC terdiri dua bagian, yaitu stator, yaitu bagian mesin DC yang
diam, dan bagian rotor, yaitu bagian mesin DC yang berputar. Bagian stator terdiri
dari: rangka motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan terminal box. Sedangkan
bagian rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor, kipas rotor dan poros rotor.
Bagian yang harus menjadi perhatian untuk perawatan secara rutin adalah
sikat arang yang akan memendek dan harus diganti secara periodic / berkala.
Komutator harus dibersihkan dari kotoran sisa sikat arang yang menempel dan
serbuk arang yang mengisi celah-celah komutator, gunakan amplas halus untuk
membersihkan noda bekas sikat arang.

b. Prinsip kerja Generator DC


Perhatikan prinsip kerja generator arus searah pada Gambar! Generator arus
searah hanya memiliki satu cincin yang terbelah di tengahnya yang dinamakan
komutator.

12
Gambar: Prinsip Kerja Generator DC (Arus Serarah)

Salah satu belahan komutator selalu berpolaritas positif dan belahan komutator
lainnya berpolaritas negatif. Hal ini menyebabkan arus listrik induksi yang
mengalir hanya memiliki satu arah saja, yaitu dari komutator berpolaritas positif
menuju sikat karbon, lampu, dan kembali ke komutator berpolaritas negatif.

Arus listrik yang mengalir dalam satu arah saja dinamakan arus listrik searah
atau direct current (DC). Grafik arus searah yang dihasilkan generator arus searah
ditunjukkan pada Gambar.

Grafik: Arus Searah yang dihasilkan Generator DC

Dari uraian yang telah kamu pelajari, pada generator terdapat dua bagian. Bagian
yang pertama dinamakan rotor, yaitu bagian-bagian generator yang bergerak,
seperti kumparan dan cincin konduktor. Bagian yang kedua dinamakan stator,
yaitu bagian-bagian generator yang tidak bergerak, seperti magnet dan sikat.

13
Contoh generator sederhana adalah dinamo sepeda. Dinamo sepeda mengandung
kumparan kawat yang berputar di antara dua magnet. Ketika berputar, roda sepeda
akan memutar kumparan di antara dua magnet tetap.

c. Jangkar Generator DC
Jangkar adalah tempat lilitan pada rotor yang berbentuk silinder beralur.
Belitan tersebut merupakan tempat terbentuknya tegangan induksi. Pada umumnya
jangkar terbuat dari bahan yang kuat mempunyai sifat feromagnetik dengan
permiabilitas yang cukup besar.
Permiabilitas yang besar diperlukan agar lilitan jangkar terletak pada derah yang
induksi magnetnya besar, sehingga tegangan induksi yang ditimbulkan juga besar.
Belitan jangkar terdiri dari beberapa kumparan yang dipasang di dalam alur
jangkar. Tiap-tiap kumparan terdiri dari lilitan kawat atau lilitan batang.

Gambar 10. Jangkar Generator DC

d. Reaksi Jangkar
Fluks magnet yang ditimbulkan oleh kutub-kutub utama dari sebuah
generator saat tanpa beban disebut Fluks Medan Utama (Gambar 17). Fluks ini
memotong lilitan jangkar sehingga timbul tegangan induksi.

14
Gambar 11. Medan Eksitasi Generator DC

Bila generator dibebani maka pada penghantar jangkar timbul arus jangkar.
Arus jangkar ini menyebabkan timbulnya fluks pada penghantar jangkar tersebut
dan biasa disebut FIuks Medan Jangkar (Gambar 18).

Gambar 12. Medan Jangkar dari Generator DC (a) dan Reaksi Jangkar (b)

Munculnya medan jangkar akan memperlemah medan utama yang terletak


disebelah kiri kutub utara, dan akan memperkuat medan utama yang terletak di
sebelah kanan kutub utara. Pengaruh adanya interaksi antara medan utama dan
medan jangkar ini disebut reaksi jangkar. Reaksi jangkar ini mengakibatkan
medan utama tidak tegak lurus pada garis netral n, tetapi bergeser sebesar sudut α.
Dengan kata lain, garis netral akan bergeser. Pergeseran garis netral akan
melemahkan tegangan nominal generator.
Untuk mengembalikan garis netral ke posisi awal, dipasangkan medan magnet

15
bantu (interpole atau kutub bantu), seperti ditunjukkan pada Gambar 19(a).

Gambar 13. Generator dengan Kutub Bantu (a) dan Generator Kutub Utama,
Kutub Bantu, Belitan Kompensasi (b)

Lilitan magnet bantu berupa kutub magnet yang ukuran fisiknya lebih kecil
dari kutub utama. Dengan bergesernya garis netral, maka sikat yang diletakkan pada
permukaan komutator dan tepat terletak pada garis netral n juga akan bergeser. Jika
sikat dipertahankan pada posisi semula (garis netral), maka akan timbul percikan
bunga api, dan ini sangat berpotensi menimbulkan kebakaran atau bahaya lainnya.
Oleh karena itu, sikat juga harus digeser sesuai dengan pergeseran garis netral. Bila
sikat tidak digeser maka komutasi akan jelek, sebab sikat terhubung dengan
penghantar yang mengandung tegangan. Reaksi jangkar ini dapat juga diatasi
dengan kompensasi yang dipasangkan pada kaki kutub utama baik pada lilitan
kutub utara maupun kutub selatan, seperti ditunjukkan pada gambar 19 (a) dan (b),
generator dengan komutator dan lilitan kompensasinya.
Kini dalam rangkaian generator DC memiliki tiga lilitan magnet, yaitu:
- lilitan magnet utama
- lilitan magnet bantu (interpole)
- lilitan magnet kompensas

e. Jenis-Jenis Generator DC
Seperti telah disebutkan diawal, bahwa generator DC berdasarkan dari
rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker) dibagi
menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Generator penguat terpisah
2. Generator shunt

16
3. Generator kompon

BAB III
PENUTUPAN

3.1. Kesimpulan
1. Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi
energi listrik. Tenaga mekanik bisa berasal dari panas, air, uap, dll. Energi
listrik yang dihasilkan oleh generator bisa berupa Listrik AC (listrik bolak-
balik) maupun DC (listrik searah).
2. Generator terbagi menjadi generator AC dan generator DC.
3. Prinsip Kerja Generator adalah menghasilkan energi listrik dengan
menggerakkan elektron menggunakan gaya induksi elektromagnetik
4. Generator AC ada beberapa macam, yaitu motor kapasitor, motor shaded
pole, motor universal.
5. Generator DC ada beberapa macam, yaitu generator kompon, generator shunt,
dan generator penguat terpisah.

1.2. Saran
Sesuai pembahasan mengenai Generator, penulis mengharapkan pembaca
dapat memahami Generator AC dan Dc dengan baik.

17
DAFTAR PUSTAKA

Pupax. 3 November 2011. Materi Generator AC dan DC, (online),


(http://pupax23-elektrotugaskonversienergi.blogspot.co.id/2011/11/materi-
generator-ac-dan-generator-dc.html 3 november 2011, diunduh 16 Juni 2017).

https://agungmutaqin96.blogspot.co.id/2017/04/prinsip-kerja-generator-
beserta.html

18