Anda di halaman 1dari 2

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Bagi wanita yang siklus haid nya tidak teratur, usia kehamilan bias dihitung dengan
pemeriksaan USG. Dari pemeriksaan USG akan didapatkan data panjang paha, panjang
badan, besar kantong kehamilan, lingkar kepala, dll. Data-data tersebut akan dikonversi
menjadi usia kehamilan oleh alat USG. Sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter
kandungan agar bias dilakukan USG untuk mengetahui usia kehamilan Anda dan juga
mengetahui kondisi kehamilan dan janin Anda. USG yang bias dijadikan patokan usia
kehamilan dan HPL adalah USG di trimester 1 kehamilan. Jika Anda melakukan USG di
trimester 2 dan 3, maka perkiraan usia kehamilan dan HPL akan kurang akurat karena bias
terjadi bias dengan besar dan berat janin.

Rumus Naegele
Nama rumus ini berasal dari nama penemunya, Franz Karl Naegele, dokter kandungan
di Jerman yang hidup di abad 19. Hari perkiraan lahiran (HPL) dihitung berdasarkan
hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda, kemudian dihitung menggunakan rumus
Naegele sebagai berikut:

Tahun: tetap

Bulan: ditambah 9

Hari: ditambah 7

atau

Tahun: ditambah 1

Bulan: dikurangi 3

Hari: ditambah 7

Misalnya hari pertama haid terakhir Anda adalah 21 Januari 2014, maka perkiraan
tanggal persalinan Anda adalah:

Tahun: tetap 2014

Bulan: 1+9 = 10
Hari: 21+7= 28

Maka hari perkiraan bayi Anda lahir adalah 28 Oktober 2014.

Contoh kedua, jika hari pertama haid terakhir Anda adalah 1 Mei 2014 maka perkiraan
tanggal persalinan Anda adalah:

Tahun: 2014+1= 2015

Bulan: 5-3=2

Hari: 1+7= 8

Makahari perkiraan bayi Anda lahir adalah 8 Februari 2015.

Rumus Parikh
Rumus Naegele di atas punya kelemahan. Rumus ini hanya dapat diterapkan pada
wanita yang siklus menstruasinya persis 28 hari. Bagaimana dengan yang tidak?
Rumus Parikh dapat diterapkan pada wanita yang siklus menstruasinya tidak persis 28
hari.

Cara penghitungan dilakukan dengan menghitung saat terjadinya ovulasi, yaitu lama
siklus haid dikurangi 14 hari, sehingga dapat disederhanakan:

Hari perkiraan lahiran = hari pertama haid terakhir + 9 bulan + (lama siklus haid – 21
hari)

Contoh :

HPHT pada tanggal 1 Januari 2011. Jika siklus haidnya 28 hari, maka setelah dihitung
dengan rumus Naegele, maka HPL-nya adalah 8 Oktober 2011. Namun jika siklus
haidnya ternyata adalah 35 hari, maka dengan rumus Parikh, tanggal persalinannya
menjadi:

HPHT + 9bulan + (35-21)hari = 15 Oktober 2012