Anda di halaman 1dari 49

BIOLOGI

PLANTAE (Dunia Tumbuhan)


A. Kompetensi Inti :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkanpengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar :
1. Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah
2. Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur sesuai data dan fakta, disiplin, tanggung jawab,
dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan
pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama,
cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam
dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam
kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.
3. Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio
berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan
peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi:


1. Mengidentifikasi ciri-ciri umum Plantae.
2. Membandingkan ciri morfologi antara tumbuhan Bryophyta, Pteridophyta, dan
Spermatophyta
3. Menjelaskan dasar-dasar klasifikasi Bryophyta
4. Menjelaskan klasifikasi Brophyta
5. Menjelaskan klasifikasi Pteridophyta.
6. Membandingkan metagenesis pada pteridophyta.
7. Menjelaskan dasar-dasar klasifikasi spermatophyta
8. Mengklasifikasikan spermatophyta berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki.
9. Memberikan contoh Gymnospermae beserta perannya
10. Memberikan contoh Angiospermae beserta perannya
11. Menjelaskan dasar-dasar klasifikasi Angiospermae
12. Mengidentifikasi tentang peranan spermatophyta dalam kehidupan sehari-hari
13. Mengkomunikasikan peranan spermatophyta dalam kehidupan sehari-hari.
14. Membandingkan reproduksi angiospermae dan gymnospermae.
15. Membuat laporan tertulis hasil pengamatan berbagai tumbuhan spermatophyte

1|Plantae
PETA KONSEP
TUMBUHAN ( PLANTAE)

Pengertian Lumut ( Bryophyta) Paku ( pteridophyta) Tumbuhan berbiji


( spermatophyte)

Fotosintesis Cara hidup


Fotoautotrof Cara hidup fotosintesi Cara hidup
dan parasit
( fotosintesis) s
Ciri –ciri Ciri – ciri
Ciri-ciri
Reproduksi
Reproduksi
Reproduksi
Peranan
Peranan Peranan
Klasifikasi
Klasifikasi Klasifikasi

Psilopsida
Hepeticopsida (paku purba) Gymnospermae Angiospermae
( lumut hati) (tumbuhan berbiji (tumbuhan berbiji
Lycopsida terbuka) tertutup)
Anthoceratopsida (paku kawat)
( lumut tanduk )
Equisetopsida Cycadinae,coniferae, Dicotyledoneae,Magn
Bryopsida (paku ekor kuda) gnetinae,Ginkgoinae oliopsida,Monocotyled
( lumut daun ) onea, Lihopsida
Pteropsida
(paku sejati)

Kata Kunci
 Angiospermae • Fern • Pteridophyta
 Anteridium • Gametofit • Spermatophyta
 Arkegonium • Gymnosperma • Sporofit
 Bryophyta • Metagenesis • Tracneophyta
 Cormophyta • Moss

2|Plantae
PENDAHULUAN
APAKAH TUMBUHAN ITU ?

Sebagian besar orang tidak kesulitan


membedakan tumbuhan. Hewan berpindah
tempat, sedangkan tumbuhan berakar ditempat
tertentu. Namun, apa sebenarnya ciri khas
tumbuhan ? Seperti hewan, tumbuhan adalah
makhluk hidup yang terdiri atas banyak sel. Berbeda dengan hewan, tumbuhan
membuat makanan sendiri melalui fotosintesis, yaitu proses yang menjaring energi
dari cahaya matahari.
Sebagian besar tumbuhan memiliki akar, batang, juga daun, serta kebanyakan
berkembangbiak dengan menghasilkan bunga dan biji. Alga, fungi, lichen memiliki
karakteristik mirip tumbuhan, namun tidak termasuk dalam kingdom tumbuhan.
Kehidupan dibumi bergantung pada tumbuhan. Semua hewan makan tumbuhan
atau makan hewan yang lain yang menyantap tumbuhan. Tumbuhan juga melepaskan
oksigen-gas yang dibutuhkan semua hewan untuk bernafas.

Ayat Al-Qur’an Yang Menjelaskan Tentang Tumbuhan

3|Plantae
BAHAN AJAR POKOK BAHASAN

I. Pengertian Tumbuhan
Tumbuhan (plantae) merupakan organisme eukariotik (memiliki membrane
sel); multiseluler (bersel banyak); memiliki akar, batang, dan daun;memiliki dinding
sel yang mengandung selulosa. Pada umumnya memiliki klorofil a dan b sehingga
dapat melakukan fotosintesis serta dapat menyimpan cadangan makanan. Namun
beberapa jenis tumbuhan ada yang berklorofil sehingga tidak melakukan
fotosintesis.
Berdasarkan ada atau tidak adanya pembuluh angkut tumbuhan dibedakan
atas dua macam, yaitu sebagai berikut:
 Tumbuhan tidak berpembuluh (non tracheophyta)yang meliputi tumbuhan lumut
(Bryophyta).
 Tumbuhan berpembuluh (tracheophyta) yang meliputi tumbuhan paku
(Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (spermatophyta).

II. Tumbuhan Lumut (Bryophyta)


Bryophyta (Yunani, bryon = lumut, phyton = tumbuhan) merupakan anggota
kingdom Plantae (tumbuhan) yang paling sederhana dan bisa dikatakan sebagai
bentuk peralihan antara Thallophyta atau tumbuhan bertalus (belum memiliki
akar, batang, daun sejati) dengan Cormophyta atau tumbuhan berkormus (sudah
memiliki akar, batang, daun sejati). Lumut dikenal sebagai moss.

A. Cara Hidup dan Habitat Lumut


Lumut memiliki klorofil sehingga besar lumut merupakan tumbuhan
terestrial atau hidup di daratan. Lumut mudah ditemukan terutama di tempat
yang lembab (higrofit), di tanah, tembok , bebatuan lapuk , dan menempel
(epifit) di kulit pohon. Namun ada pula lumut yang hidup di air (hidrofit),
misalnya Ricciocarpus natans. Di tempat yang lembap dan teduh. Lumut
tumbuh subur dan tampak sebagai hamparan hijau. Contohnya lumut gambut
(Sphagnum) yang tumbuh di bioma tundra di daerah kutub utara.

4|Plantae
Gambar 1.1. (a) bentuk lumut dibebatuan,(b) lumut tanduk, (c) lumut air.

B. Ciri-ciri Tubuh Lumut


1. Bentuk dan Ukuran Tubuh Lumut
Tubuh lumut ada yang berbentuk lembaran, misalnya lumut hati
(Hepaticopsida), ada pula yang berbentuk seperti tumbuhan kecil dan tegak ,
misalnya lumut daun ( Bryopsida ). Lumut yang berukuran kecil umumnya
memiliki tinggi sekitar 1 – 2 cm, sedangkan lumut yang berukuran besar
tingginya sekitar 20 cm .
Lumut berbentuk tumbuhan kecil yang berdiri tegak dan memiliki
bagian – bagian tubuh yang mirip akar, batang, dan daun. Bagian tubuh yang
menyerupai akar pada lumut disebut rizoid. Fungsi rizoid adalah untuk
menyerap air dan garam mineral, serta untuk melekat pada habitatnya. Daun
lumut sangat tipis ( hanya terdiri atas selapis sel ) dan tulang daun terdiri
atas beberapa lapis sel. Pada ujung batang terdapat titik tumbuh yang
mengakibatkan lumut tumbuh memanjang. Lumut hanya mengalami
pertumbuhan membesar.
Tubuh lumut tidak memiliki pembuluh angkut floem maupun xilem.
Jaringan pengangkut berupa jaringan empulur. Air diserap oleh rizoid
dengan cara imbibisi. Kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh melalui
proses difusi. Sel- sel tubuh lumut memiliki plastid yang mengndung
klorofil a dan b, serta memiliki dinding sel tetapi tidak diperkuat oleh lignin
seperti tumbuhan darat lainnya.

5|Plantae
Sumber : pak-pandani.blogspot.co.id
Gambar 1.2 Skema struktur tubuh lumut daun Polytrichum sp dengan sporangium.
2. Struktur dan Fungsi Tubuh Lumut Bentuk Gametofit

Gambar 1.3 Bentuk gametofit lumut : (a) Polytrichum sp. (mirip tumbuhan
kecil) dan (b) Lunaralia cruciata (berbentuk lembaran).
Gametofit adalah bentuk tumbuhan lumut yang tampak berwarna hijau,
berbentuk lembaran (seperti tumbuhan kecil), dan membentuk alat kelamin
(gametangium) yang menghasilkan gamet (sel kelamin). Sel kelamin jantan
(spermatozoid) dihasilkan oleh alat kelamin jantan disebut anteridium,
sedangkansel kelamin betina (ovum) dihasilkan oleh alat kelamin betina
yang disebut arkegonium. Lumut yang memiliki anteridium sekaligus
arkegonium disebut monoesis (berumah satu) atau homotalus.
Lumut yang hanya memiliki salah satu jenis alat kelamin (anteridium
atau arkegonium saja) disebut diesis (berumah dua) atau heterotalus.
Sedangkan gametofit yang memiliki arkegonium disebut Gametofit betina.
Pada gametofit betina akan tumbuh sporofit.

6|Plantae
3. Struktur dan Fungsi Tubuh Lumut Bentuk Sporofit
Sporofit adalah bentuk tumbuhan lumut yang
menghasilkan spora. Sporofit ada yang berwarna kecoklatan,
kekurangan, kemerahan, atau keungguan sporofit menumpang
di atas gametofit, bertangkaian dan berbentuk seperti terompet
atau kapsul. sporofit mendapatkan air, garam mineral, Dan zat
makanan dari gametofit. Sporofit berukuran lebih kecil
daripada gametofit dengan masa hidup lebih pendek. Sporofit
membentuk sporogonium yang memiliki bagian – bagian
vaginula (selaput pangkal tangkai), seta (tangkai), dan
sporangium (korak spora).
Sporagium berbentuk kapsul yang dilindungi oleh
kaliptra, misalnya terdapat pada lumut daun. Sporangium
tersusun dari bagian- bagian apofisis, teka (theca), dan
operkulum (penutup). Bila operkulum terlepas maka tampak
gigi peristom yang berfungsi melemparkan spora pada saat
udara kering sehingga spora tersebar. Spora terlindungi oleh
sporopollenin. Spora lumut memiliki bentuk dan ukuran yang
sama sehingga disebut homospora atau isospora.

C. Reproduksi Lumut
Pada lumut terjadi reproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual
(generatif). Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan spora melalui
pembelahan meiosis sel induk spora di dalam sporangium (kotak spora).Spora
tersebut kemudian tumbuh menjadi gametofit.Pada lumut hati, reproduksi secara
aseksual (vegetatif) juga dapat dilakukan dengan pembentukan gemmae cup
(piala tunas) dan fragmentasi (pemutusan sebagian tubuhnya).Sementara
reproduksi seksual terjadi melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid yang
menghasilkan zigot. Zigot tersebut akan tumbuh menjadi sporofit. Sporofit
berumur pendek; sekitar 3 – 6 bulan.
Dalam siklus hidupnya, lumut mengalami pergiliran keturunan
(metagenesis) antara generasi gametofit yang berkromosom haploid (n) dengan

7|Plantae
generasi sporofit yang berkromosom diploid (2n). Metagenesis pada siklus
hidup lumut daun dapat digambarkan sebagai berikut.

Sumber: http://www.sridianti.com/reproduksi-lumut.html
Gambar 1.5 Siklus Hidup lumut daun (contohnya Polytrichum commune)
1. Spora berkromosom haploid (n) yang jatuh di habitat yang cocok
akanberkecambah, sel – selnya membelah secara mitosis, dan tumbuh
menjadi protonema yang haploid (n).
2. Protonema akan tumbuh menjadi gametofit (tumbuhan lumut) jantan dan
betina yang haploid (n).
3. Tumbuhan lumut yang sudah dewasa akan membentuk alat kelamin jantan
(anteridium) dan alat kelamin betina (arkegonium).
Keterangan :
n = haploid
2n = diploid

Sumber: http://www.kopi-ireng.com/2015/02/metagenesis-tumbuhan-lumut.html
Gambar 1.6 Skema pergiliran keturunan (metagenesi) pada lumut

8|Plantae
4. Anteridium menghasilkan spermatozoid berflagel yang berkromosom
haploid (n). ovum yang berkromosom haploid (n). ovum memproduksi zat
gula dan protein yang merangsang pergerakan spermatozoid menuju ovum.
Pergerakan spermatozoid disebut kemotaksis.
5. Fertilisasi ovum oleh spermatozoid menghasilkan zigot yang berkromosom
diploid (2n).
6. Zigot mengalami pembelahan secara mitosis dan tumbuh menjadi embrio
(2n).
7. Embrio tumbuh menjadi sporofit yang diploid (2n).
8. Sporofit akan membentuk sporogonium (2n) yang memiliki kotak spora
(sporangium).
9. Di dalam kotak spora terdapat sel induk spora diploid (2n) yang akan
membelah secara meisosis dan menghasilkan spora – spora yang haploid (n).
D. Klasifikasi Lumut
Terdapat sekitar 16.000 spesies lumut yang sudah dikenali dan
diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Hepaticopsida (lumut hati),
Anthocerotopsida (lumut tanduk), dan Bryopsida (lumut daun).
1. Hepaticopsida (Lumut Hati)
Lumut hati merupakan tumbuhan talus dengan tubuh berbentuk

lembaran, pipih, dan berlobus.Pada umumnya lumut hati tidk


berdaun, misalnya Marchantia dan Lunularia. Namun, ada lumut hati
yang berdaun, misalnya jungermannia. Lumut hati tumbuh mendatar
dan melekat pada substrat dengan menggunakan rizoidnya.Lumut
hati banyak ditemuan di tanah yang lembab, terutama di hutan hujan
tropis.Ada juga yang tumbuh di permukaan air, misalnya
Ricciocarpus natans.
Pada beberapa jenis lumut hati, misalnya Marchantia dan
Lunalaria, Gametofit memiliki struktur khas berbentuk seperti
mangkok yang disebut gemmae cup (piala tunas). Gemmae cup
berfungsi sebagai alat reproduski secara vegetatif karena didalamnya
terdapat gemmae atau tumbuhan lumut kecil yang bila terlepas dan
terpelanting oleh air hujan akan tumbuh menjadi lumut baru.
9|Plantae
Pada umumnya, Lumut hati berumah dua, misalnya Marchantia sp.
Namun , ada pula yang berumah satu. Pada lumut hati yang berumah dua,
gametofit betina membentuk arkegoniofor yang dibagian ujung tangkainya
terdapat struktur berbentuk cawan dengan tepi berlekuk tidak dalam.Di
bagian atas cawan terdapat anteridium yang menghasilkan sel kelamin jantan
(spermatozoid) berflagel dua. Bila spermatozoid membuahi ovum maka
terbentuk zigot yang akan tumbuh menjadi sporofit. Sporofit terletak
tersembunyi di bagian bawah cakram arkegoniofor. Sporofit (2n) akan
membentuk sporogonium yang akan menghasilkan spora (n).
Terdapat sekitar 6.500 spesies lumut hati, antara lain Marchantia
polymorpha, Ricciocarpus natans, pellia calycina, dan Riccardia indica.
2. Anthocerotopsida (Lumut Tanduk)
Anthocerotopsida atau hornwort berbentuk seperti lumut hati, tetapi
sporofitnya berbentuk kapsul memanjang seperti tanduk dan mengandung
kutikula.Sporofit tumbuh dari jaringan cawan arkegonium.Setelah sporofit
masak, bagian ujungnya akar terbelah dua. Sporogonium memiliki benang –
benang elater yang mengatur pengeluaran spora, dan pada kapsulnya
terdapat stomata. Anteridium dan arkegonium ada yang terletak pada talus
yang sama (berumah satu), ada pula yang terletak pada talus yang berbeda
(berumah dua).
Lumut tanduk tumbuh di batuan atau tanah yang lembab.Terdapat
sekitar 100 species lumut tanduk, antara lain Anthoceras punctatus,
Phaeoceros laevis, Folioceros, dan Leiosporoceros.
3. Bryopsida (Lumut Daun)
Bryopsida merupakan lumut sejati. Jumlahnya paling banyak
dibandingkan spesies dari dua kelas yang lain dan menutupi sekitar 3% dari
permukaan daratan bum. Lumut daun mudah ditemukan di permukaan tanah,
tembok, batu- batuan, atau menempel di kulit pohon.Tubuh lumut daun
berbentuk seperti tumbuhan kecil yang tumbuh tegak.Pada umumnya tinggi
lumut ini kurang 10 cm, namun ada pula yang mencapi 40 cm, misalnya
polytrichum commune.Bila diperhatikan dengan cermat, tubuh lumut daun
merupakan kormus yang memiliki bagian yang menyerupai akar (rizoid,

10|Plantae
batang, dan daun). Rizoid tersusun dari banyak sel (multiseluler)dan
bercabang.
Lumut daun mengalami pergiliran keturunan antara gametofit dengan
sporofit. Gametofit dewasa akan membentuk alat kelamin jantan
(anteridium) yang akan menghasilkan spermatozoid. Sedangkan alat kelamin
betina (arkegonium) akan menghasilkan ovum. Ada yang berumah satu dan
ada pula yang berumah dua. Fertilisasi ovum oleh spermatozoid akan
menghasilkan zigot yang kemudian tumbuh menjadi sporofit. Sporofit
membentuk sporogonium yang bentuknya bervariasi, antara lain bulat,
kapsul horizontal, kapsul tegak, atau kerucut berparuh.Sporogonium
memiliki sporangium yang didalamnya terdapat banyak spora. Spora dapat
tumbuh menjadi lumut daun yang baru bila jatuh pada habitat yang cocok.
Selain dengan spora, lumut daun spaghnum dapat pula bereproduksi dengan
fragmentasi.
Terdapat sekitar 10.00 spesies lumut daun, antara lain Polytrichum
commune, Polytrichum hyperborcum,Sphagnum, Squarrosum, Sphagnum
palustre, Dichodontium, dan Campylopus.
E. Peranan Lumut Bagi Manusia
Beberapa jenis tumbuhan lumut bermanfaat bagi manusia, antara lain
Marchantia polymorpha sebagai obat hepatitis dan Sphagnum untuk bahan
pembalut dan bahan bakar. Meskipun ukuran tubuhnya kecil, namun lumut
mampu tumbuh dan menutupi areal yang luas sehingga berfungsi untuk
menahan erosi, menyerap air, dan menyediakan sumber air pada saat musim
kemarau. Lumut melakukan fotosintesis sehingga berperan menyediakan
oksigen untuk lingkungannya. Lumut dapat tumbuh di habitat di mana
tumbuhan lain tidak dapat tumbuh, maka lumut termasuk vegetasi perintis
setelah lichen (lumut kerak).

11|Plantae
III. Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Tumbuhan paku (fern) atau Pteridophyta (Yunani, pteron = bulu,
phyton = tumbuhan) merupakan kelompok Plantae yang tubuhnya sudah
berbentuk kormus atau sudah memliki bagian akar, batang, dan daun
sejati. Susunan daun seperti bulu (menyirip).Tumbuhan paku dapat
bereproduksi dengan spora sehingga disebut Cormophyta berspora.
Berbeda dengan lumut, pteridophyta merupakan tumbuhan vaskuler
(Tracheophyta) karena sudah memiliki pembuluh angkut xilem
(pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis). Masyarakat juga
mengenal tumbuhan paku dengan istilah pakis. Kajian evolusi
menyatakan bahwa tumbuhan vaskuler berspora (tumbuhan paku)
diperkirakan sudah ada dan mendominasi hutan selama masa
Karboniferus sekitar 360 juta tahun silam.
A. Cara Hidup dan Habitat Pteridophyta
Tumbuahn paku merupakan organisme fotoautotrof, artinya dapat
membuat makanan sendiri dengan cara berfotosintesis. Tumbuhan paku
dapat tumbuh di berbagai habitat, terutama di temapt yang lembab
(higrofit), di air (hidrofit), permukaan batu atau tanah, dan menempel
(epifit) dikulit pohon. Tumbuhan paku yang tumbuh di tanah, misalnya,
Adiantum cuneatum (suplir), dan Alsophila glauca (paku tiang).
Tumbuhan paku yang hidup di tanah berair, misalnya Marsilea sp.
Tumbuhan paku yang hidup di air, misalnya Azolla pinnata dan.
Tumbuhan paku yang hidup menempel di pohon, misalnya Platycerium
bifurcatum (paku tanduk rusa) dan Asplenium nidus (paku sarang
burung). Tumbuhan paku melimpah dan tumbuh subur di daerah hutan
hujan tropis.
B. Ciri-ciri Tubuh Pteridophyta
1. Bentuk dan Ukuran Tubuh Pteridophyta
Tumbuhan paku termasuk Cormophyta, terbentuk seperti tumbuhan
tingkat tinggi, dengan ukuran tubuh yang bervariasi. Ada yang berukuran
hanya beberapa sentimeter, misalnya paku air Azolla caroliniana.Ada pula
yang berbentuk seperti pohon dengan tinggi sekitar 5 meter, misalnya paku

12|Plantae
tiang Alsophila glauca. Para ahli menduga tumbuhan paku di masa
Karboniferus ada yang tingginya mencapai 15 m – 40 m.
Tumbuhan paku juga mengalami pergantian bentuk gametofit dan
sporofit.Sporofit mudah dibedakan karena memilki ukuran yang lebih besar
dan memiliki bentuk yang lebih kompleks daripada gametofit.
2. Struktur dan Fungsi Tubuh Pteridophyta Berbentuk Sporofit
Sporofit memiliki bagian – bagian tubuh, yaitu akar, batang, dan daun.
Rizoidnya sudah berkembang ke bentuk akar. Sel- sel penyusun batang dan
daun memiliki klorofil sehingga tampak berwarna hijau. Batang tumbuhan
paku bercabang – cabang dan ada yang berkayu. Ada juga batang yang
memiliki rambut-rambut halus (berbulu). Tumbuhan paku memiliki batang
yang tumbuh di bawah permukaan tanah (rizom). Tumbuhan paku memiliki
susunan pembuluh angkut bertipe radial, bila xilem dan floem tersusun
menjari, misalnya pada Lycopodium dan pada Selaginella.Pembuluh xilem
berfungsi untuk mengangkut air dan garam –garam mineral dari akar ke
daun, sedangkan floem berfungsi mengangkut zat organik hasil fotosintesis
dari daun ke seluruh bagian tubuh.
Tumbuhan paku pada umumnya berdaun, dan
daunnya memiliki urat-urat daun.Daun tumbuhan paku
ada yang berukuran besar, disebut makrofil. Ada pula
daun yang berukuran kecil, disebut mikrofil. Mikrofil
berbentuk sisik, misalnya pada Equisetum (paku ekor
kuda). Tumbuhan paku yang tidak berdaun disebut
paku telanjang, misalnya Psilotum. Daun tumbuhan
paku muda yang menggulung disebut fiddlehead
(circinnate, sirsinat). Gulungan akan terbuka ketika
daun muda tumbuh menjadi daun dewasa.
Daun dewasa dapat dibedakan berdasarkan
fungsinya, yaitu sebagai berikut:

 Tropofil , adalah daun yang berfungsi khusus untuk fotosintesis dan


tidak mengandung spora.
 Sporofil , adalah daun yang menghasilkan spora.
13|Plantae
Berdasarkan ukuran dan bentuk daunnya , tumbuhan paku dibedakan
menjadi dua macam,yaitu sebagai berikut:
 Paku heterofil, memiliki dua macam daun yang berbeda ukuran dan
bentuknya. Contohnya paku sisik naga Drymoglossum yang memiliki
sporofil dengan ukuran lebih panjang daripada tropofil.
 Paku homofil, memiliki daun dengan ukuran dan bentuk yang sama.
Contohnya Adiantum cunninghamii (suplir) dan Nephrolepis.

Gambar 1.10 (a) Paku homofil Adiatum cunninghamii (suplir), dan (b)
Paku heterofil Drymoglosum sp.
Spora dihasilkan di dalam sporangium (kotak spora).Sporangium pada
tumbuhan paku terkumpul dalam bentuk berikut:
 Sorus. sporangium berada di dalam kotak terbuka atau tertutup oleh
indunsium. Di dalam sporangium terdapat annulus, yaitu sejumlah sel
penutup yang berdinding tebal dan membentuk cincin. Bila sporangium
kering, annulus akan membuka dan menyebarkan spora. Sorus terdapat
di permukaan bawah daun dengan susunan yang beraneka ragam, antara
lain, sejajar tulang daun, berjajar di tepi daun, tersebut berbentuk noktah,
dan zig-zag. Contonya Nephrolepis dan Adiantum.
 Strobilus. sporangium membentuk suatu bangubn kerucut bersama
sporofil. Contohnya Lycopodium dan Selaninella.
 Sporokarp. sporangium dibungkus oleh daun buah (karpelum).
Contohnya Salvinia, Marsilea, Azolla, dan paku air lainnya.

14|Plantae
Gambar 1.11 (a) Sorus pada Nephrolepis, (b) Strobilus pada equisetum
sp, (c) Sporokap (tanda panah) pada Marsilea sp.

Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku


dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut,
 Paku homospora atau isospora; menghasilkan satu jenis spora dengan
bentuk dan ukuran yang sama. Paku homospora disebut juga berumah
satu karena sporanya akan tumbuh menjadi protalium pembentuk
anteridium maupunarkegonium. Contohnya Lycopodium, Nephrolepis,
Drymoglossum, dan Dryyopteris filix-mas.
 Paku heterospora atau anisospora; menghasilkan dua jenis spora
dengan ukuran yang berbeda. Spora yang berukuran besar (makrospora
atau megaspore) berkelamin betina yang akan tumbuh menjadi
makroprotalium atau megaprotalium pembentuk arkegonium. Spora yang
berukuran kecil (mikrospora) berkelamin jantan yang akan tumbuh
menjadi mikroprotalium pembentuk anteridium. Paku heterospora disebut
juga berumah dua. Contohnya Selaginella (paku rane). Salvinia ,
Marsilea (semanggi).
 Paku peralihan atau campuran; menghasilkan spora yang berukuran
sama, tetapi jenisnya berbeda (berkelamin jantan atau betina). Spora
dapat tumbuh menjadi protalium yang akan membentuk salah satu alat
kelamin ; arkegonium atau anteridium saja. Paku peralihan termasuk
berumah dua. Contohnya Equisetum debile (paku ekor kuda).

15|Plantae
3. Struktur dan Fungsi Tubuh
Pteridophyta Berbentuk Gametofit
Gametofit pada tumbuhan paku berupa talus; ada
yang berukuran kecil (beberapa millimeter) dan ada
yang berukuran besar.Pada umumnya gametofit
berbentuk lembaran seperti hati atau daun waru yang
disebut protalium (protalus). Gametofit melekat
pada substrat dengan menggunakan rizoid. Gametofit
berukuran kecil, misalnya pada Equisetum dan
Lycopodium, sedangkan gametofit berukuran besar ,
misalnya pada platycerium bifurcatum (paku tanduk
rusa). Pada umumnya sel-sel gametofit mengandung
klorofil dan dapat berfotosintesis.Pada jenis tumbuhan paku tertentu,
misalnya yang bersimbosis dengan jamur, zat organik diperoleh dari jamur
simbion karena gametofitnya tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat
berfotosintesis.
Gametofit akan membentuk alat kelamin jantan (anteridium) dan alat
kelamin betina (arkegonium). Anteridium akan menghasilkan spermatozoid
berflagel. Sedangkan arkegonium menghasilkan ovum (sel telur).Tumbuhan
paku berumah dua memiliki gametofit uniseksual yang hanya membentuk
salah satu alat kelamin (anteridium atau arkegonium saja), misalnya paku
heterospora dan paku peralihan.
C. Reproduksi Pteridophyta
Tumbuahn paku bereproduksi secara seksual (vegetatif) maupun seksual
(generatif).Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan spora
melalui pembelahan meiosis sel induk spora yang terdapat di dalam sporangium
(kotak spora). Spora akan tumbuh menjadi gametofit. Selain pembentukan
spora, reproduksi secara aseksual juga dapat dilakukan dengan rizom. Rizom
akan tumbuh menjalar dan membentuk tunas-tunas tumbuhan paku yang
berkoloni (bergerembol). Reproduksi seksual terjadi melalui fertilisasi ovum
oleh spermatozoid berfalgel yang menghasilkan zigot. Zigot tersebut akan
tumbuh menjadi sporofit. Dalam siklus hidupnya, tumbuhan paku mengalami

16|Plantae
pergiliran keturunan (metagenesis) antara generasi gametofit yang berkromosom
haploid (n) dan generasi sporofit yang berkromosom diploid (2n).
Metagenesisi pada siklus hidup tumbuhan pakunhomospora adalah sebagai
berikut:
1) Spora berkromosom haploid (n) bila jatuh di habitat yang cocok akan
berkecambah. Sel-selnya membelah secara mitosis dan tumbuh menjadi
protalium (gametofit) yang haploid (n).
2) Protalium membentuk alat kelamin jantan (anteridium)dan betina
(arkegonium) yang haploid (n).
3) Anteridium menghasilkan spermatozoid berflagel (n) dan arkegonium
menghasilkan ovum (n).
4) Spermatozoid (n) membuah ovum (n) di dalamarkegonium dan
menghasilkan zigot yang diploid (2n).
5) Zigot (2n) mengalami pembelahan secara mitosis dan tumbuh menjadi
tumbuhan paku (sporofit) yang diploid (2n). tumbuhan paku tersebut tumbuh
keluar dari arkegonium induknya.
6) Sporofit (tumbuhan paku) dewasa menghasilkan sporofit (2n) atau daun
penghasil spora.
7) Sporofit (2n) memiliki sporangium (2n). di dalam sporangium terdapat sel
induk spora berkromosom diploid (2n). sel induk spora (2n) mengalami
pembelahan meiosis dan menghasilkan spora yang haploid (n).

Sumber: http://makeyousmarter.blogspot.co.id/
Gambar 1.12 Siklus hidup tumbuhan paku homospora
17|Plantae
Gambar 1.13 Skema pergiliran keturunan Gambar 1.14 Skema pergiliran keturunan
(metagenesis pada tumbuhan paku homospora) (metagenesis pada paku heterospora)
Sumber: https://puputandriani1105.wordpress.com/2013/06/20/tumbuhan-paku-pteridophyta/

Sumber: https://puputandriani1105.wordpress.com/2013/06/20/tumbuhan-paku-pteridophyta/
Gambar 1.15 Skema pergiliran keturunan (metagenesis) pada tumbuhan paku peralihan
D. Klasifikasi Pteridophyta
Terdapat sekitar 20.000 spesies tumbuhan paku yang sudah di kenali dan
diklasifikasikan. Klasifikasi tumbuhan paku dapat dilakukan berdasarkan
berikut.
 Ada atau tidak adanya daun, serta bentuk dan susunan daunnya.
 Susunan sporangium, jenis, bentuk dan ukuran sporanya.
 Bentuk, susunan anatomi tubuh, dan lain-lain
18|Plantae
Tumbuhan paku (pteridophyta) diklasifikasikan menjadi empat subdivisi,
yaitu :
1. Psilopsida (Paku Purba)
Psilopsida (yunani, psilos =
telanjang) merupakan tumbuhan paku
purba (primitif) yang sebagian
anggotanya sudah punah dan ditemukan
sebagai fosil. Tumbuhan ini diduga
hidup pada periode antara zaman
silurian dan devonian. Hanya beberapa
spesies yang masih hidup di bumi saat ini, misalnya psilotum nudum.
Paku purba memiliki struktur tubuh yang relatif masih sangat
sederhana, dengan tinggi sekitar 30 cm – 1 m. Sporofit (2n) pada umumnya
tidak memiliki daun dan akar sejati, tetapi memiliki rizom yang dikelilingi
rizoid. Pada paku purba yang memiliki daun. Ukuran daun kecil (mikrofil)
dan berbentuk seperti sisik. Batang berabang-cabang (dikotomus),
Berklorofil, dan ssudah memiliki sistem vaskuler (pembuluh) untuk
mengangkut air serta garam mineral.Sporangium dibentuk diketiak ruas
batang. Sporangium menghasilkan satu jenis spora dengan bentuk dan
ukuran yang sama (homospora). Gametofit (n) tersusun dari sel-sel yang
tidak berklorofil sehingga zat organik didapatkan dari simbiosis dengan
jamur.
Jenis paku yang termasuk psilopsida, antara lain rhynia (paku tidak
berdaun) yang telah memfosil.Psilopsida yang saat ini masih hidup dibumi,
yaitu tmesipteris, ditemukan tumbuh dikepulauan pasifik.Sementara
psilotum tumbuh didaerah tropis dan subtropis.
2. Lycopsida (Paku Kawat)
Lycopsida (paku kawat/ paku rambut) disebut juga club moss (lumut
gada) atau ground pine (pinus tanah), tetapi sebenarnya bukan merupakan
lumut atau pinus. Lycopsida diduga sudah ada dibumi pada masa devonian,
dan tumbuh melimpah selama masa karboniferus. Lycopsida yang hidup
pada masa tersebut kini telah menjadi fosil atau endapan batubara. Pada
masa karbonifenus lycopsida berukuran tubuh besar (sekiar 3 m) hidup
19|Plantae
rawa-rawa selama jutaan tahun, tetapi punah ketika rawa-rawa tersebut
mulai mengering. Sementara lycopsida yang berukuran kecil dapat bertahan
hidup hingga sekarang. Lycopsida banyak tumbuh di hutan-hutan daerah
tropis, tumbuh ditanah atau epifit dikulit pohon, tetapi tidak bersifat parasit.

Sumber: http://idkf.bogor.net/
Gambar 1.17 Paku Kawat
Bagian tubuh lycopsida yang mudah dilihat merupakan generasi
sporofit (2n). Sporofit tersusun dari sel-sel yang mengandung klorofil dan
memiliki daun berbentuk seperti rambut atau sisik yang tersusun rapat pada
batang.Batang terbentuk seperti kawat.Pada ujung batang-batang terdapat
sporofil dengan struktur berbentuk gada (strobilus) yng mengandung
sporangium. Sporangium menghasilkan spora. Lycopsida ada yang
menghasilkan satu jenis spora (homospora), misalnya lycopsida sp., ada pula
yang menghasilkan dua jenis spora (heterospora), misalnya selaginella sp.
Gametofit (n) berukuran kecil dan tidak berklorofil sehingga zat
organik diperoleh dengan cara bersimbiosis dengan jamur. Gametofit ada
yang menghasilkan dua jenis alat kelamin (biseksual), misalnya lycopodium
sp., ada pula yang menghasilkan satu jenis alat kelamin (uniseksual)
misalnya selaginella sp.
3. Sphenopsida atau Equisetopsida (Paku Ekor Kuda)
Sphenopsida disebut paku ekor kuda (horsetail) karena memiliki
percabangan batang yang khas berbentuk ulir atau lingkaran sehingga
menyerupai ekor kuda. Paku ekor kuda sering tumbuh ditempat berpasir.
Sporofitnya berdaun kecil (mikrofil) atau berbentuk sisik, warnanya agak
transparan dan tersususn melingkar pada batang. Batang sphenopsida
berongga dan beuas-ruas. Batang tampak keras karena tersusun oleh sel-sel
20|Plantae
dengan dinding sel mengandung silika (sehingga dikenal juga sebagai
scouring rushes atau ampelas, yang dapat digunakan sebagai penggosok).
Batang memiliki rhizoma. Pada ujung beberapa batang terdapat strobilus
yang didalamnya terdapat sporangia. Sporangium menghasilkan spora yang
berbentuk dan ukurannya sama, tetapi ada yang berjenis jantan maupun
betina, sehingga paku ekor kuda disebut sebagai paku peralihan.

Sumber: http://idkf.bogor.net/
Gambar 1.18 Paku Ekor Kuda
Gametofit paku ekor kuda berukuran kecil (hanya beberapa milimeter)
dan mengandung klorofil sehingga dapat berfotosintesis. Gametopit ada
yang menghasilkan alat kelamin jantan (anteridium), ada pula yang
menghasilkan alat kelamin betina (arkegonium). Gametofit jantan tumbuh
daro spora jantan, sedangkan gametofit betina tumbuh dari spora betina.
Dengan ukuran yang besar dan tingginya mencapai 15 m. Sphenopsida
merupakan pembentuk endapan batubara. Sphenopsida yanga dapat bertahan
hidup dibumi hingga saat ini hanya sekitar 25 spesies. Pada umumnya,
sphenopsida berasal dari genus Equisetum (sekitar 15 spesies), dengan
ukuran tubuh (tinggi) rata-rata 1 m, tetapi ada pula yang mencapai 4,5 m.
Sphenopsida tumbuh ditepian sungai yang lembap dan daerah subtropis
belahan bumi utara. Contoh sphenopsida antara lain Equisetum
ramosissimum, Equisetum arvense dan Calamites (sudah punah).

21|Plantae
4. Pteropsida (Paku Sejati)

Sumber: http://idkf.bogor.net/
Gambar 1.19 Paku Sejati
Pteropsida (paku sejati) atau pakis merupakan kelompok tumbuhan
paku yang sering kita temukan diberbagai habitat terutama ditempat yang
lembap. Pteropsida hidup ditanah, di air, atau efipit di pohon.Pteropsida
yang hidup dihutan hujan teopis sangat beraneka ragam jenisnya, namun,
pteropsida juga ditemukan didaerah beriklim sedang (subtropis).
Sprofit pteropsida memiliki akar, batang, dan daun.Ukuran batang
bervariasi; ada yang kecil dan ada pula yang besar seperti pohon.Batangya
erada dipermukaan tanah (rizomi).Daun pteropsida berukuran lebih besar
dibanding kelompok tumbuhan paku yang lainnya.Pada umumnya daun
berbentuk lembaran berukuran besar (makrofil), dan majemuk (terbagi
menjadi beberapa lembaran), dengan tulang daun bercabang-cabang.Daun
yang masih muda menggulung (circinate).Pteropsida memiliki sporofil
(daun yang menghasilkan spora) dan trofil (daun untuk fotosintesis dan tidak
mengandung spora).Pada sporofil terdapat sporangium yang terkumpul
didalam sorus dibawah permukaan daun.Pada pteropsida yang hidup di air,
sporangium terkumpul dalam sporokarp.
Gametofit pteropsida memiliki klorofil, dengan ukuran yang bervariasi
(disebut juga protarium).Gametofit bersifat biseksual atau uniseksual.
Terdapat sekitar 12.000 spesies Pteropsida, antara lain, Adiantum
fimbriatum, Asplenium nidus, dan Marsilea creanata.

22|Plantae
E. Peranan Pteridophyta Bagi Manusia
Tumbuhan paku memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia,
namun ada pula yang merugikan. Tumbuhan paku yang bermanfaat antara lain
sebagai berikut :

 Tanaman hias, misalnya adiantum (suplir, Platycerium sp. (paku tanduk rusa),
asplenium nidus (paku sarang burung). Nephrolepis, dan alsophida glauca
(paku tiang).
 Bahan obat-obatan, antara lain wquistetum (paku ekor kuda) yang memiliki
fungsi diuretik (melancarkan pengeluaran urine) dan selaginella plana (obat
luka).
 Bahan makanan (sayuran), misalnya marsilea crenata (semanggi) dan
pteridium aquilinum (paku garuda).
 Pupuk hijau, misalnya azolla pinnata bersimbiosis dengan ganggang biru
anabaena azollae yang mampu mengikat gas nitrogen (N2) bebas.
 Pembuatan petasan (pyrotechnics), dengan menggunakan spora lycopodium
sp.
 Tiang bangunan, misalnya alsophila glauca.
 Bahan penggosok (ampelas), misalnya equistetum sp.
Tumbuhan paku yang merugikan manusia, misalnya salvinu molesta
(kayambang), merupakan gulma tanaman padi.

Tabel 1.1 perbedaan Bryophyta dan Pteridophyta


No Faktor Bryophyta Pteridophyta
1. Bentuk tubuh Peralihan antara talus Kormus (memiliki
dengan kormus akar,batang,daun
sejati)
2. Pembuluh angkut Tidak ada Ada
3. Tumbuhan dominan Generasi gametofit Generasi sporofit
dengan haploid (n) yang diploid (2n)

23|Plantae
LEMBAR KERJA SISWA

Untuk X SMA / MA
A. Judul : Mengamati Tumbuhan Paku
B. Tujuan : 1. Mengetahui ciri- ciri dari tumbuha paku
2. Memahami perbedaan dari dua jenis tumbuhan paku

C. Alat dan bahan


1) Buku/ Kertas Portofolio
2) Penggaris
3) Pulpen
4) Tumbuhan paku :
a. Suplir
b. Paku kelor
D. Langkah kerja
1) Amatilah tumbuhan paku yang telah disediakan
2) Bandingkan kedua jenis tumbuhan paku tersebut
3) Tulislah hasil pengamatan pada tabel pengamatan
E. Tabel pengamatan
Nama Bentuk Warna Tinggi
No Keterangan
tumbuhan Daun Akar Daun Batang tumbuhan
1.
2.
Dst.

F. Pertanyaan
Isilah pertanyaan di bawah ini dengan melihat hasil pengamatan yang terdapat di dalam table !
1. Apa perbedaan yang terlihat jelas dari kedua tumbuhan paku tersebut ?
2. Apakah bentuk dan tekstur daun tumbuhan paku tersebut sama? Jelaskan!
3. Berikan pendapatmu tentang perbedaan dan persamaan tumbuhan paku yang telah kalian
amati !

G. Kesimpulan

24|Plantae
IV. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Tumbuhan berbiji atau spermatophyta (yunani,
sperma = biji, phyton = tumbuhan) meliputi semua
tumbuhan berpembuluh yang bereproduksi secara
genetatif dengan membentuk biji. Di dalam biji (seed)
terdapat calon individu baru (embrio sporofit atau
lembaga) beserta cadangan makanan (endosperma) yang
terbungkus oleh lapisan pelindung.

A. Cara Hidup dan Habitat Spermatophyta


Pada umumnya spermatophyta bersifat fotoautotrof karena memiliki
klorofil untuk berfotosintesis. Contohnya Eucalyptus sp. dan Aster sp. Namun,
ada pula yang tidak memiliki klorofil sehingga hidup berparasit pada tumbuhan
lainnya untuk mendapatkan zat organik, contohnya Cuscuta sp. (tali putri) yang
bersifat parasit penuh. Benalu (Denrophthoe pentandra, Scrrula atropurpurea)
bersifat setengah parasit karena mendapatkan air dan garam mineral dari
tumbuhan lain, tetapi memiliki klorofil dan dapat berfotosintesis.

Sumber: sutamrin.files.com Sumber: 4.bp.blogspot.com


Gambar 1.21 Rafflesia arnoldii Gambar 1.22 Benalu merupakan
merupakan spermatophyte yang spermatophyta yang hidup
hidup parasit penuh. setengah parasit.

Spermatophyta merupakan kelompok tumbuhan yang beradaptasi


dengan baik dilingkungan darat, meskipun adapula yang tumbuh dilingkungan
air. Spermatophyta yang hidup di air, misalnya teratai dan eceng gondok.

25|Plantae
Spermatophyta yang hidup didarat dapat hidup bebas ditanah, epifit dipohon,
atau parasit pada tumbuhan lainnya.Spermatophyta yang hidup epifit, misalnya
Coelogyne pandurata (anggrek hitam).

Gambar 1.23 Contoh Spermatophyta: (a) Nymphaea odorata (teratai) hidup di


air, dan (b) Coelogyne pandurata (anggrek hitam) hidup epifit di pohon.
B. Ciri-ciri Tubuh Spermatophyta
1. Bentuk dan Ukuran Tubuh Spermatophyta
Spermatophyta tergolong cormophyta karena dapat dibedakan
dengan jelas bagian-bagian tubuhnya yang meliputi akar, batang, dan daun.
Tubuhnya makroskopis dengan ukuran yang bervariasi ada spermatophyta
yang berukuran hanya beberapa sentimeter misalnya rumput-rumputan
(graminae), namun ada pula yang berukuran besar hingga berdiameter 7m
dengan tinggi 115m misalnya redwood (sequoiadendron giganteum dan
sequoiadendron sempervirens) di Redwood National and State Park
California Amerika
Bentuk tubuh spermatophyta dapat dibedakan atas semak, perdu,
pohon,dan liana.
 Semak (berbatang pendek, merayap, berumpun). Contohnya rumput teki
(Cyperus rotundus) dan serai (Andopogon nardus).
 Perdu (berbentuk seperti pohon tetapi batangnya kecil dan pendek),
contohnya bungan pukul empat (mirabilis jalapat) dan cabai (Capsicum
annuum).
 Pohon (berbatang besar dan tinggi), contohnya jambu air (Eugenia
aquea) dan jati (Tectona grandits).
26|Plantae
 Liana (berbentuk seperti tali tambang dan tumbuh melilit pada pohon
lain), contohnya pada rotan (calamus rotang) dan sirih (piper betle).

2. Struktur dan Fungsi Tubuh Spermatophyta


Tumbuhan berbiji yang kita lihat merupakan generasi sporofit (2n).
Sementara generasi gametofit(n) telah tereduksi dan terikat pada sporofitnya
atau dikelilingi oleh jaringan sporofit. Berbentuk sporofit tumbuhan berbiji
memiliki akar, batang, dan daun.Akar dapat berbentuk serabut atau
tunggang. Batang ada yang berkambium, ada pula yang tidak berkambium.
Daun memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. Tulang daun berbentuk
lurus, menyirip, atau menjari. Tumbuhan berbiji memiliki pembuluh angkut,
baik xilem maupun floem, pada akar, batang, maupun daunnya.
Spermatophyta memiliki alat perkembangbiakan genetatif berupa
strobilus atau bunga.Strobilus dimiliki oleh gymnospermae (tumbuhan
berbiji terbuka), sedangkan bunga dimiliki oleh angiospermae (tumbuhan
berbiji tertutup).
Berdasarkan letak bakal biji atau bijinya, tumbuhan berbiji
(spermatophyta) dikelompokan menjadi dua divisi, yaitu sebagai berikut.
 Gymnospermae atau pinophyta (tumbuhan berbiji terbuka) adalah
kelompok tumbuhan yang bakal bijinya tidak terlindungi oleh daun buah
(karpel) atau bijinya berada pada bilah-bilah strobilus berbentuk sisik.
 Angiospermae atau magnopoliphyta (tumbuhan berbiji tertutup) adalah
kelompok tumbuhan yang bakal bijinya terlindungi oleh daun buah. Daun
buah merupakan ovarium (megasporofil) yang sudah matang dan
dindingnya menebal atau berdaging.

27|Plantae
Tabel 1.2 Perbandingan istilah pada struktur homolog pteridophyta dan spermatophyta.

Pteridophyta Spermatophyta
Megasporofil Daun buah (khusus pada angiospermae)
Megasporangium Nuselus integumen
Megaspora Megaspora
Gametofit betina Kantong embrio (khusus pada angiospermae)
Mikrosporofil Benang sari (khusus pada angiospermae
Mikrosporangium Kantong serbuk sari (biasanya pada angiospermae)
Mikrospora gametofit jantan Serbuk sari

C. Gymnospermae (Pinophyta)
Gymnospermae (yunani, gymnos = terbuka, sperma = biji) yang banyak
dikenal yaitu tumbuhan konifer atau pinus yang memiliki konus (strobilus atau
runjung). Istilah konifer, berasal dari struktur reproduktif pada tumbuhan
tersebut yang merupakan kumpulan sporofil berbentuk sisik.

1. Ciri-ciri Tubuh Gymnospermae


Tumbuhan berbiji terbuka memiliki ciri utama, yaitu bakal bijinya
tumbuh dan terletak di luar megasporofil (ovarium) megasporofil berupa

28|Plantae
sisik pendukung bakal biji yang terkumpul dalam bentuk strobilus (runjung)
berkayu (kecuali pada cycas).
Sporofil jantan dan betina terpisah sehingga dapat dibedakan ciri-ciri
fisiknya.Gymnospermae berumah dua hanya memiliki salah satu strobilus
(jantan atau betina), sedangkan gymnospermae berumah satu memiliki
kedua jenis strobilus.

Sumber: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/
Gambar 1.27 (a) Strobilus jantan, dan (b) Stoblus betina pada
tumbuhan Pinus sp.
Gymnospermae merupakan tumbuhan tahunan yang berkayu dengan
bentuk yang bervariasi. Sistem perakarannya berentuk tunggang atau
serabut. Batang dapat tumbuh membesar dan ada yang bercabang-cabang.
Batang gymnospermae memiliki trakeid yang tersusun dari sel-sel berentuk
memanjang dan runcing yang berfungsi untuk mengangkut air dari bawah ke
atas atau dari akar ke daun.trakeid merupakan bentuk awal xilem. Daun
memiliki bentuk yang bervariasi; ada yang kecil dan tebal berbentuk jarum
ada pula yang tipis seperti lembaran.
2. Siklus Hidup Gymnospermae
Generasi yang dominan pada gymnospermae adalah sporofit pohon
pinus merupakan sporofit yang berkromosom diploid (2n) gymnospermae
bereproduksi secara generatif (seksual) dengan membentuk biji.Alat
reproduksi berupa stobilus terbentuk ketika tumbuhan sudah dewasa.
Penyerbukan pada umumnya terjadi dengan bantuan angin (anemogami).
Gymnospermae mengalami pembuahan tunggal.
Siklus hidup tumbuhan berbiji terbuka, misalnya pinus dijelaskan
sebagai berikut.
29|Plantae
1) Pohon pinus (sporofit) berkromosom diploid (2n) yang sudah dewasa
membentuk strobilus jantan (konus serbuk sari) dan strobilus betina
(konus yang berovulasi).
2) Strobilus jantan memiliki sporofil berupa daun reproduktif kecil yang
mengandung ratusan mikrosporangia. Sel-sel di dalam mikrosporangia
mengalami pembelahan meiosis menghasilkan gametofit jantan berupa
butir serbuk sari yang haploid (n).
3) Strobilus betina memiliki sporofil berbentuk sisik. Setiap sisik
memiliki dua bakal biji. Masing-masing bakal biji memiliki
megasporangium (nuselus) yang terlindungi oleh lapisan integumen,
dengan sebuah bukaan berbentuk lobang kecil yang disebut mikrofil.
4) Penyerbukan terjadi bila serbuk sari jatuh pada strobilus betina
kemudian terisap masuk kedalam bakal biji melalui mikropil namun
proses pembuahan ovum oleh sel sperma baru akan terjadi sekitar satu
tahun setelah terjadinya penyerbukan.

Gambar 1.28 Siklus hidup Gynospermae (Pinus merkusii)


5) Di dalam strobilus betina terjadi pembelahan meiosis sel induk
megaspora (2n) yang terdapat didalam nuselus; dihasilkan empat sel
haploid (n). Namun demikian, hanya satu sel yang bertahan hidup dan
tumbuh menjadi megaspora (n), sedangkan tiga sel lainnya mengalami
reduksi, lalu mati.

30|Plantae
6) Megaspora (n) membelah secara mitosis berulang-
ulang dan tumbuh menjadi jaringan gametofit betina (n). Jaringan
gametofit betina yang membedakan dengan mikrofil akan membentuk
arkegonium. Arkegonia yang terbentuk berjumlah dua atau tiga yang
masing-masing mengandung satu ovum.
7) Sementara itu, serbuk sari yang jatuh pada liang
bakal biji (mikrofil) akan berkecabah membentuk tabung atau buluh
serbuk sari, menembus nuselus menuju ke ruang arkegonium. Di
dalam buluh serbuk sari terdapat satu sel genetatif yang membelah
menjadi dua sel, yaitu sel steril (dislokator) dan sel spermatogen. Sel
spermatogen membelah menjadi dua sel spermatozoid dengan ukuran
yang berbeda (satu sel berukuran besar dan satu sel berukuran kecil).
Saat mencapai ovum. Sel steril (dislokaror) dan sel spermatozoid yang
berukuran kecil mati, sedangkan sel spermatozoid (n) yang berukuran
besar membuah salah satu ovum (n) sehingga terbentuklah zigot (2n).
8) Zigot (2n) akan tumbuh menjadi embrio (2n) yang merupakan sporofit
baru. Embrio tersebut memiliki akar yang belum sempurna dengan
beberapa daun embrionik embrio mendapatkan makanan dari jaringan
gametofit (n) embrio (2n) dan cadangan makanan (n) dikelilingi oleh
selaput biji (2n) yang berasal dari integumen sporofit induk. Jadi,
sebuah biji gymnospermae terdiri atas tiga generasi yaitu dua generasi
sporofit (2n) dan satu generasi gametofit (n).

31|Plantae
3. Klasifikasi Gymnospermae
Divisi gymnospermae dibagi menjadi empat kelas, yaitu Cycadinae,
coniferae,gnetinae, dan ginkgoinae.
a. Cycadinae
Tumbuhan ini disebut juga “palem sagu” karena bentuk fisik
tubuhnya yang mirip dengan palem, tetapi bukan golongan palem sejati.
Cicadinae memiliki batang pendek dan tidak bercabang dengan
pertumbuhan yang sangat lambat. Cicadinae memiliki daun majemuk
dengan helaian daun menyirip. Daun-daun tersusun spiral rapat di
sekelilingnya batangnya. Daun muda menggulung seperti tumbuhan
paku. Dibawah tanah terdapat akar tunggang yang panjang dan berumbi.

Pada batang deket pangkal akar. Tumbuh tunas (calon individu baru)
yang merupakan cara perkembangbiakan vegetatif.
Cycadinae termasuk tumbuhan berumah dua (diesis) karena
mikrospora dan megaspora dihasilkan oleh tumbuhan yang
berbeda.mikrospora dihasilkan oleh tumbuhan jantan, sedangkan
makrospora dihasilkan oleh tumbuhan betina. Cycadinae tumbuh di
daerah tropis dan subtropis. Contoh Cycadinae antara lain Cycas rumphii
(pakis haji). Cycas revoluta, Dioon edule, dan Zamia floridana.
b. Coniferae
Coniferae atau dikenal sebagai kelompok tumbuhan konifer
diduga tumbuh melimpah pada masa mesozoikum hingga saat ini
coniferae merupakan tumbuhan dominan penyusun hutan konifer
dibelahan bumi utara, dan sebagian tumbuh dipegunungan teropis.
Conifarae pada umumnya berupa pohon yang tinggi, contohnya general
sherman (squoiadendron giganteum) yang merupakan pohon tertinggi di
dunia. Daun konifer berbentuk kecil, tebal, seperti jarum atau sisik, dan
tampak selalu berwarna hijau (evergreen).
Conifarae pada umunya berjumlah satu karena memiliki dua jenis
konus; jantan dan betina terletak pada cabang yang berbeda.konus jantan
berukuran lebih kecil dibandingkan konus betina. Konus jantan tumbuh
secara bergerombol. Contoh konifer antara lain pinus merkusii ordo
32|Plantae
pinales), taxus baccata (ordo taxales), agathis dammara (damar) (ordo
araucariales), dan podocarpus neriifolius (ki putri) (ordo podocarpales).
c. Gnetinae
Gnetinae merupakan tumbuhan berbentuk pohon atau liana dengan
batang bercabang atau tidak bercabang. Gnetinae memiliki daun tunggal
berbentuk lembaran dengan susunan daun berhadapan dan tulang daun
menyirip. Strobilus tidak berbentuk kerucut. Gnetinae merupakan
tumbuhan berumah dua atau berkelamin tunggal. Contoh gnetinae antara
lain : Gnetum gnemon (melinjo) (ordo Gnetales), Ephedra sinica (ordo
Ephedrales), dan Welwitschia mirabilis (ordo Walwitschiales), Ephedra
merupakan ginospermae yang melakukan pembuahan ganda seperti pada
angiospermae sehingga dikatakan memiliki hubungan kekerabatan
paling dekat dengan angiospermae.
d. Ginkgoinae

Gambar 1.33 Contoh Bunga Ginkgo jantan dan betina


Ginkgoinae merupakan tumbuhan berbentuk pohon dengan tinggi
mencapai 30 m- 50 m. Batangnya bercabang-cabang dengan tunas yang
pendek. Daun ginkgoinae berbentuk kipas dengan tangkai yang panjang,
tulang daun bercabang (menggarpu), dan daun mudah gugur. Ginkgoinae
merupakan tumbuhan berumah dua. Tumbuhan tersebut dapat bertahan
hidup dengan lingkungan dengan polusi udara tinggi. Contoh ginkgoinae
antara lain Ginkgo biloba (ordo ginkgoales). Ginkgo adiantoides dan

33|Plantae
Ginkgo garneri merupakan jenis Ginkgoinae yang sudah punah dan
menjadi fosil.

4. Manfaat Gymnospermae
Tumbuhan gymnospermae memiliki beberapa manfaat yang penting
dalam kehidupan manusia, antara lain sebagai berikut.
 Bahan industri kertas, contohnya podocarpus, pinus, sequoia, dan agathis.
 Obat-obatan, contohnya ginkgo biloba dan pinus (getahnya untuk obat
luka).
 Kosmetika, contohnya ginkgo biloba, sebagai agen anti penuaan.
 Bahan makanan, contohnya gnetum gnemon (daunnya untuk sayuran dan
bijinya untuk membuat emping).
 Tanaman hias, contohnya Cycas, Dioon edule, dan Cupressus.
 Bahan industri terpentin, contohnya Pinus.
 Bahan kayu bangunan, contohnya Podocarpus, Sequoia (kayu merah), dan
Agathis (untuk bahan kayu lapis atau tripleks.

Gambar 1.34 Contoh Gymnospermae : (a) Cydinae (pakis haji), (b)


Gninae (Melinjo), (c) Coniferae (pinus), (d) Ginkgoinae (Ginkgo biloba)

34|Plantae
D. Angiospermae (Magnoliophyta)
Angiospermae (yunani, angeion = wadah, sperma = biji ) disebut juga
Anthophyta (yunani, anthos = bunga, phyton = tumbuhan), yang memiliki
bunga sebagai alat perkembangbiakan secara generatif.
Berdasarkan kajian fosil yang pernah ditemukan diduga angiospermae
sudah ada dibumi sejak awal masa kretaseus (sekitar 130 juta tahun silam) dan
telah menyebar luas menjadi tumbuhan dominan di bumi pada akhir masa
kretaseus (sekitar 65 juta tahun silam).
1. Ciri-ciri Tubuh Angiospermae
Angiospermae memiliki ciri utama, yaitu bakal bijinya di dalam
megasporofil yang termodifikasi menjadi daun baah (karpel) sehingga
serbuk sari harus menembus jaringan daun buah untuk mencapai bakal biji
dan membuahi ovum. Pada umumnya daun buah berdaging tebal, misalnya
pada mangga, jeruk, dan semangka. Pada kacang-kacangan, misalnya
buncis, kapri, kacang panjang, daun buah berupa kulit polong yang tipis.
Daun buah berfungsi melindungi biji agar tidak kekeringan pada saat
mengalami dormansi (tidak aktif).
Tubuh angiospermae memiliki bentuk dan ukuran yang
bervariasi. Ada yang berupa tumbuhan berbunga kecil berdiameter sekitar 2
mm, misalnya wolffia, hingga pohon raksasa dengan tinggi lebih dari 100
m, misalnya pohon gom (eucalyptus regnans) dari australia. Tubuhnya
terdiri atas bagian akar, batang, daun, dan bunga.Akar angiospermae
berbentuk serabut atau tunggang.Batangnya ada yang berkambium atau
tidak berkambium, serta memiliki pembuluh xilem yang diperkuat oleh serat
dengan dinding sel yang tebal dan berlignin.Daun angiospermae memiliki
tipe tulang daun yang bervariasi; lurus, menyirip, dan menjari.
Bunga sebagai alat reproduksi gnetatif tumbuh dari tunas yang mampat
dengan empat lingkaran daun yang termodifikasi menjadi kelopak (sepal)
yang pada umumnya berwarna hijau, mahkota (petal) yang pada umumnya
berwarna cerah, benang sari (stamen), dan putik (karpel). Pada bunga
kastuba (euphorbia pulcherrima) dan bagenvil ( bougainvillea spectabilis)
terdapat daun pelindung (braktea) yang besar dan berwarna lebih cerah
daripada bunganya sendiri yang berukuran kecil.
35|Plantae
2. Siklus Hidup Angiospermae

Sumber: http://tatangsma.com/2014/10/struktur-bunga-dan-sifat-bunga.html
Gambar 1.36 Sruktur Bunga
Tumbuhan berbunga yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi
sporofit (2n) yang dominan. Seperti pada gymnospermae, generasi gametofit
pada angiospermae bersifat heterospora. Bunga sporofit akan menghasilkan
megaspora dan mikrospora.
1) Bunga pada sporofit (2n) memiliki kepala sari yang didalamnya terdapat
sel induk mikrospora (2n).
2) Sel induk mikrospora (2n) mengalami pembelahan secara meiosis
menghasilkan mikrospora yang haploid (n).
3) Mikrospora (n) mengalami pembelahan mitosis menghasilkan gametofit
jantan berupa butir serbuk sari yang haploid (n).
4) Pada bakal biji terdapat sel induk megaspora induk megaspora
membelah scara meiosis menghasilkan empat sel megaspora (n). Namun,
hanya satu sel megaspora yang hidup, sedangkan tiga lainnya mengalami
degenerasi (mati).
5) Megaspora yang hidup akan membentuk gametofit betina (sel kandung
lembaga atau sel kantong embrio) inti kandung lembaga membelah
secara mitosis tiga kali berturut-turut. Pembelahan inti tersebut tidak
diikuti dengan pembelahaan sitoplsma; disebut kariokenesis. Dan
kariokinesis dihasilkan 8 inti (nukleus) yang akan tumbuh menjadi satu
ovum (n), dua sinergid (n), tiga antipoda (n), dan dua inti polar yang
bersatu disebut inti kandung lembaga sekunder (2n).

36|Plantae
6) Bila terjadi penyerbukan, serbuk sari (n) akan berkecambah berbentuk
buluh (tabung0 serbuk sari yang intinya akan mengalami kariokinesis
dan menghasilkan dua inti, yaitu satu inti vegetatif (n) dan satu inti
genetatif (n). Inti genetatif (n0 membelah lagi secara kariokinesis
sehingga menghasilkan dua inti, yaitu satu inti sperma l (n) dan satu inti
sperma ll (n).

Sumber : http://marlisadarwi.blogspot.co.id/2015/02/reproduksi-tumbuhan-
berbiji.html
Gambar 1.37 Sikus Hidup Angiospermae
7) Setelah buluh serbuk sari sampai dimikrofil, inti vegetatif mengalami
degenerasi. Inti sperma 1 (n) membuahi ovum (n) dan menghasilkan
zigot (2n). Inti sperma ll(n) membuahi inti kandung lembaga sekunder
(2n) dan menghasilkan endosperma (3n). Pembuluh (fertilisasi) pada
angiospermae disebut pembuahan ganda.
8) Zigot (2n) akan tumbuh menjadi embrio (2n). Endosperma (3n)
berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio. Struktur yang
meliputi embrio, endospema, dan selaput biji disebut biji. Ketika bakal
biji tumbuh menjadi biji, ovarium akan berkembang menjadi buah yang
melindungi biji dan membantu pemencarannya. Bila biji jatuh ditempat
yang cocok, biji akan tumbuh menjadi tumbuhan sporofit baru.

37|Plantae
Tabel 1.3 Perbedaan gymnospermae dan angiospermae
No Faktor Gymnospermae Angiospermae
1. Pembuluh angkut dari bawah Trakeid Xilem
ke atas
2. Alat reproduksi genetatif Strobilus (konus) Bunga
3. Bakal biji Tidak dilindungi oleh Dlindungi oleh daun buah
daun buah (karpel) (karpel)
4. pembuahan Tunggal Ganda

3. Klasifikasi Angiospermae
Divisi angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu dicotyledoneae
(magnoliopsida) dan monocotyledoneae (liliopsida).
a. Dicotyledoneae (Magnoliopsida)

Sumber: http://www.yuksinau.com/2016/03/tumbuhan-dikotil.html
Gambar 1.38 Ciri-ciri tumbuhan dikotil
Dicotyledoneae (tumbuhan dikotil) memiliki beberapa ciri, yaitu
sebagai berikut.
 Keping biji berbelah dua.
 Berkas vaskuler (pembuluh angkut) pada betang bertipe kolateral
trbuka (antara xilem dengan floem terdapat kambium) dan tersusun
melingkar dengan kedudukan xilem di sebelah dalam dan floem di
sebelah luarnya. Sementara berkas vaskuler pada akar bertipe radial
(letak xilem dan floem bergantian menurut jari-jari lingkaran).
 Batang dan akar memiliki kambium sehingga terjadi pertumbuhan
sekunder dan dapat tumbuh membesar.
 Batang bercabang-cabang dengan ruas batang yang tidak jelas.

38|Plantae
 Berakar tunggang yang bercabang-cabang.
 Tidak memiliki pelindung ujung akar (koleoriza) dan pelindung ujung
batang (koleoptil).
 Berdaun tunggal atau majemuk, menjari, dan umumnya tidak
berpelapah.
 Bagian bunga (kelopak bunga, mahkota bunga, bertangkai berjumlah 4
atau 5, atau kelipatannya).
Berikut ini contoh family dalam suatu ordo pada kelompok
Dicotyledoneae (Magnoliopsida) serta contoh tumbuhannya.
1) Ordo Casuarinales
Famili Casuarinaceae
Casuarinales berbentuk pohon, berumah satu atau dua, memiliki
ranting jarum yang hijau dengan sendi antar-ruas yang beralur.Daun
casuarinaceae tereduksi (kecil), bunga dalam buah berbentuk
kerucut, dan buah bongkol berbentuk kerucut.Terdapat sekitar 70
spesies casuarinaceae. Contohnya cemara laut, banyak tumbuh
dipantai berpasir dan cemara gunung.
2) Ordo Capparaceales
Famili Capparaceae
Caparaceae berbentuk perdu, pohon, atau liana berkayu, daunnya
tunggal atau majemuk menjari, dan berukuran kecil.Buah berbentuk
kapsul memanjang (disebut buah buni). Contohnya Gynandropsis
speciosa dan Capparis spinosa.

3) Ordo Malvales
Famili Malvaceae
Malvaceae berbentuk perdu atau pohon.Daunnya tunggal
menjari atau berurat daun menjari di bagian pangkal. Bunganya
memiliki 5 daun kelopak daun 5 daun mahkota, berkelamin dua,
benangsari banyak, tangkai sari bersatu, dan tangkai putik berada
diatasnya. Contohnya kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis),
kapas (Gossypium sp), dan Abutilon sp.

39|Plantae
4) Ordo Myrtales
Famili Myrtaceae
Myrtaceae berbentuk pohon atau perdu, daunnya tampak selalu
hijau dan beraroma jika diremas, contohnya Eucaliptus dan Eugania
caryophyllus (cengkih)
5) Ordo Fabales
Famili Leguminosae (Fabaceae)
Laguminosae berbentuk perdu atau pohon, ada pula yang
memanjat. Leguminosae memiliki daun buah memanjang yang akan
berkembang menjadi polong (legum). Sebagian besar leguminosae
memiliki bintil-bintil pada akar yang merupakan bentuk simbiosis
dengan bakteri penambat nitrogen (rhizobiumsp) leguminosae terdiri
atas tiga sub famili, yaitu mimoosoideae, caesalpinioideae, dan
papilionoideae (faboideae). Contoh Mimosoideae, yaitu Mimosa
pudica (putri malu) dan Leucaena leucocephala (petai cina). Contoh
Caesalpineae, yaitu Caesalpinia pulcherrima (bunga merak) dan
Delonix regia (flamboyan).Contoh papilionoideae (berbunga bentuk
kupu-kupu), yaitu Arachis hypogaea (kacang tanah) dan Crotalaria
juncea (orok-orok).
6) Ordo Gentianales
a. Famili Apocynaceae
Apocynaceae berbentuk pohon, perdu, atau liana
berkayu.Batangnya bergetah putih.Pada umumnya memiliki
bunga dengan warna mencolok, berukuran besar, dan berbau
harum.Contohnya Catharanthus roseus (tapak dara) dan
Allamanda cathartica (alamanda).
b. Famili composite (asteraceae)
Composite berbentuk perdu atau pohon.Bunganya memiliki
bonggol berbentuk tabung. Contohnya Lactuca sativa (selada)
dan Chrysanthemum.

40|Plantae
7) Ordo Piperales
Famili piperaceae
Piperaceae berbentuk perdu atau semak, ada yang
memanjat dengan akar lekat. Daun memiliki bau aromatik atau rasa
pedas.Contohnya Piper batle (sirih) dan Piper nigrum (lada).
8) Ordo Rosales
Famili rosaceae
Rosaceae merupakan kelompok mawar, berbentuk semak
namun ada pula yang memanjat, berduri tempel atau tidak berduri.
Contohnya Rosa hybrida (mawar) dan Malus sylvesteris (apel).
9) Ordo Solanales
Famili solanaceae
Solanaceae merupakan kelompok terong-terongan.Semak
basah.Bunganya berbentuk terompet. Contohnya kecubung, dan
Solanum lycopersicum (tomat).
10) Ordo Magnoliales
Famili Magnoliaceae
Magnoliaceae berbentuk pohon atau perdu.Daun tunggal dan
pada saat rontok meninggalkan bekas berbentuk cincin pada
ranting.Kelopak dan mahkota tidak selalu dapat dibedakan dengan
jelas. Contohnya Michelia champaca (cempaka atau kantil)
11) Ordo Caryphyllales
Famili Nyctaginaceae
Nyctagina berbentuk pohon, perdu, atau memanjat berdaun
tunggal; ada yang memiliki daun pelindung berwarna hijau atau
berwarna lain. Contohnya Bougainvillea spectabilis dan Mirabilis
jalapa (bunga pukul empat).
12) Ordo Nymphaeales
Familia Nymphaeaeceae
Nymphaeaeceae merupakan tumbuhan air atau rawa.Daun
tenggelam atau mengapung. Contohnya Nymphaea nouchali (teratai
kecil) dan Nelumbium nelumbo (teratai besar).

41|Plantae
13) Ordo Sapindales
Famili Rutaceae
Rutaceae berbentuk pohon atau perdu, daun memiliki kelenjar
minyak. Contohnya Citrus maxima (jeruk bali) dan kemuning.

b. Monocotyledoneae (Liliopsida)

Sumber: http://www.yuksinau.com/2016/03/tumbuhan-monokotil.html
Gambar 1.49 Ciri-ciri Tumbuhan Monokotil
Monocotiledoneae (tumbuhan monokotil) memiliki beberapa ciri,
yaitu sebagai berikut:
 Keping biji tunggal atau satu.
 Berkas vaskuler (pembuluh angkut) pada batang bertipe kolateral
tertutup (antara xilem dengan floem tidak terdapat kambium). Letak
xilem dan floem tersebar atau tidak teratur.
 Pada umumnya batang dan akar tidak memiliki kambium sehingga
tidak terjadi pertumbuhan sekunder dan tidak tumbuh membesar.
Namun, ada pula tumbuhan monokotil yang berkambium, misalnya
sisal (agave sisalana).
 Pada umumnya batang tidak bercabang, memiliki rambut-rambut
halus, dan ruas-ruas pada batang tampak jelas.
 Berakar serabut.
 Ujung akar dilindungi oleh koleoriza dan ujung batang dilindungi oleh
koleoptil.
 Pada umumnya berdaun tunggal, krcuali pada kelompok palem. Urat
daun sejajar atau melengkung dan berpelepah daun.

42|Plantae
 Bagian bunga (kelopak bunga, mahkota bunga. Benang sari berjumlah
tiga atau kelipatan tiga.

Berikut contoh famili dalam satu ordo pada kelas


monocotiledoneae (liliopsida) serta contoh tumbuhannya.
1) Ordo Liliales
Famili Liliaceae
Liliaceae merupakan lemak basah, ada yang memanjat; memiliki
akar rimpang, umbi, atau umbi lapis. Contohnya Lilium regale
(bunga lili) dan bunga tulip.
2) Ordo Asparagales
a. Famili Amaryllidaceae
Amaryllidaceae merupakan semak basah menahun.Memiliki
umbi, umbi lapis, atau akar rimpang. Contohnya Polianthes
tuberosa (bunga sedap malam) dan Zephyranthes rosea
(kembang coklat).
b. Famili Orchidaceae
Orchidaceae merupakan kelompok anggrek yang merupakan
tumbuhan semak menahun.Sebagian orchidaceae hidup epifit,
memiliki akar rimpang, dan memiliki daun berdaging. Contohnya
Vanda tricolor dan Spathoglottis plicata (anggrek tanah).
3) Ordo Aracales
Famili Palmae (arecaccae)
Palmae berbentuk pohon atau memanjat.Pada batang terdapat bekas
daun berbentuk cincin.Daun palmae menyirip atau berbentuk kipas,
dengan pangkal pelepah daun yang melebar.Contohnya Metroxylon
(sagu) dan Cocos nucifera (kelapa).

4) Ordo Poales
a. Famili Gramineae (Poaceae)
Gramineae merupakan kelompok rumput-rumputan.
Gramineae memiliki batang silindris, agak pipih, persegi, dan
berongga; berdaun tunggal dan berpelepah dan bunga tersusun

43|Plantae
dalam bulir, berbiji satu, dan batang berbuku-buku. Contohnya
Imperata cylindrica (alang-alang) dan Oryza sativa (padi).
b. Famili Bromeliaceae
Bromeliaceae termasuk kelompok nanas-nanasan yang
berbentuk semak basah. Contohnya Ananas comosus (nanas).
5) Ordo Zingiberales
a. Famili Musaceae
Musaceae merupakan kelompok pisang-pisangan.Musaceae
memiliki semak atau pohon, berbatang semu yang terdiri atas
pelepah daun; tulang daun menyirip; dan bunga berbentuk
karangan. Contohnya Musa paradisiace (pisang).
b. Famili Zingiberaceae
Zingiberaceae merupakan kelompok jahe-jahean
zingiberaceae berbentuk semak basah menahun memiliki batang
tegak dengan daun berpelepah yang memeluk batang. Contohnya
Zingiber officinale (jahe) dan Alpinia galanga (lengkuas).
6) Ordo Caryophyllales
Famili Cactaceae
Cactaceae merupakan kelompok kaktus, memiliki batang yang
menyimpan air (sukulen). Daunnya kecil berbentuk sisik (rambut)
atau berbentuk duri tempel contohnya Opuntia elatior (buahnya
dapat dimakan).
7) Ordo Pandanales
Famili pandanaceae
Pandanaceae berbentuk pohon, perdu. Atau semak.Daun
pandanaceae terkumpul rapat dan bertulang daun sejajar. Daun yang
rontok meninggalkan bekas berbentuk cincin pada batangnya.
Contohnya Pandanus tectorus (pandan).

Klasifikasi angiospermae sistem terbaru, yaitu sistem APG lll


(angiosperm phylogeny group lll) tahun 2009 mengelompokan
angiospermae berdasarkan filogenetik (hubungan kekerabatan
evolusioner). Angiospermae dikelompokan menjadi beberapa klad
44|Plantae
(clade). Klad adalah suatu kelompok taksonimi yang anggotanya
merupakan tumbuhan-tumbuhan dengan leluhur yang sama. Sistem
klasifikasi ini telah memindahkan beberapa tumbuhan anggota
kelompok monokotil kedalam kelompok tumbuhan dikotil, misalnya
hydatellaceae dari kelompok poales.Sekarang dianggap lebih dari
kekerabatannya dengan Nymphacales.

4. Peranan Angiospermae
Tumbuhan angiospermae dapat dimanfaatkan untuk menunjang
kehidupan manusia, antara lain sebagai makanan pokok (padi, jagung, ubi
jalar, singkong), bahan sayuran (bayam, ketuk, labu siam, kacang panjang),
dan bahan obat-obatan (kina, jahe, kunyit, sambiloto). Namun demikian, ada
pula tumbuhan angiospermae yang merugikan, misalnya rumput yang
tumbuh liar dapat mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya pertanian.

45|Plantae
RANGKUMAN
 Tumbuhan (plantae) merupakan organisme eukariotik (memiliki membrane sel);
multiseluler (bersel banyak); memiliki akar, batang, dan daun;memiliki dinding sel yang
mengandung selulosa.
 Bryophyta diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu hepaticopsida (lumut hati,
anthocerotopsida (lumut tanduk), dan bryopsida (lumut daun).
 Pteridophyta diklasifikasikan menjadi empat subdivisi, yaitu psilopsida (paku purba),
lycopsida (paku kawat), sphenopsida atau equisetopsida (paku ekor kuda), dan
pteropsida (paku sejati)
 Spermathopyta dikelompokkan menjadi dua divisi, yaitu Gymnospermae atau pinophyta
(tumbuhan berbiji terbuka) dan angiospermae atau magnoliophyta (tumbuhan berbiji
tertutup)

46|Plantae
DAFTAR PUSTAKA

Buku

Burnie, David. 2006. e.explore Tumbuhan, New York: Erlangga

Campbell, Neil A., 2012, Biologi Edisi 8 jilid 2, Jakarta: Erlangga

Ningtyas, Irna., 2013, Biologi SMA/MA kelas X, Jakarta: Erlangga

Gambar

http://www.kopi-ireng.com/2015/02/metagenesis-tumbuhan-lumut.html
http://www.sridianti.com/reproduksi-lumut.html
https://puputandriani1105.wordpress.com/2013/06/20/tumbuhan-paku-pteridophyta/
http://www.kajianteori.com/2015/02/klasifikasi-tumbuhan-paku-pteridophyta.html
http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/SMP/Biologi/Dunia%20Tumbuh-
tumbuhan/PRODUK/materi03a.html
https://4.bp.blogspot.com/-Le-SiN-AwHg/Vlm0UHb3v4I/AAAAAAAAAvY/-
ixp9cPd2mc/s1600/benalu.jpg
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5f/Teratai.JPG
http://previews.123rf.com/images/petrenko/petrenko1305/petrenko130500035/19861478-
Largest-tree-in-the-world-General-Sherman-tree-in-Giant-Forest-of-Sequoia-National-Park-
in-Tulare-Co-Stock-Photo.jpg
http://zakroz.blogspot.co.id/2011/04/jenis-jenis-tumbuhan-paku-spermatophyta_30.html
http://dpengertian.blogspot.co.id/2012/05/tumbuhan-biji-terbuka-gymnospermae.html
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTn2LgOqQOfV1xJ1S9-
cu6LgRLJBAKeMm7tfixOJ_Hegmt2KKOu
http://hsscream.blogspot.co.id/2015/05/kelas-cycadinae.html
http://marlisadarwi.blogspot.co.id/2015/02/reproduksi-tumbuhan-berbiji.html
http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2012/12/tumbuhan-berbiji-terbuka-gymnospermae-
klasifikasi-pengertian.html
http://www.photomazza.com/?Ginkgo-biloba
http://www.mataduniakami.id/2016/03/pengertian-ciri-ciri-klasifikasi-dan.html?m=0
http://www.yuksinau.com/2016/03/tumbuhan-dikotil.html
https://australianseed.com/shop/item/casuarina-equisetifolia-

47|Plantae
http://manfaatbuahdaun.blogspot.co.id/2014/10/manfaat-kembang-sepatu-untuk-
pengobatan.html
http://keyserver.lucidcentral.org/weeds/data/media/Html/opuntia_elatior.htm
http://kelmerjosari.malangkota.go.id/2016/08/19/tanaman-jahe/
http://www.petanihebat.com/2014/07/tanaman-pandan.html
http://pernikdunia.com/bunga/gambar-bunga-cempaka-indah/attachment/gambar-bunga-
cempaka-kuning-michelia-cempaka/
https://id.wikipedia.org/wiki/Bunga_pukul_empat
http://www.farmasi-id.com/herbal-obat-tradisional/teratai-nelumbium-nelumbo-druce/
http://id.pricepedia.org/jual/duniabibit-tanaman-kemuning-55436a2fb050974ea02f914d.html
http://flowerian.com/180/cara-menanam-bunga-lili-putih.html
http://sarungpreneur.com/cara-budidaya-tanaman-padi-secara-baik-dan-benar/

48|Plantae