Anda di halaman 1dari 9

PERCOBAAN III

MENGAMATI MORFOLOGI DAN SKELETON PADA


CICAK (Cosymbotus platyurus)

A. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui morfologi cicak (Cosymbotus platyurus)
2. Mahasiswa dapat mengetahui struktur tulang vertebrate pada cicak
(Cosymbotus platyurus)

B. Dasar Teori
Pemanfaatan reptil sebagai binatang peliharaan, konsumsi dan obat-obatan
telah berkembang ke berbagai negara. Bahkan dalam dua dekade terakhir,
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara pengekspor reptil terbesar di dunia.
Kegiatan pemanfaatan reptil walaupun memberikan keuntungan ekonomi
namun dapat menimbulkan dampak negatif yang cukup besar. Eksploitasi
berlebihan dan tidak terkontrol dapat mengancam kelestarian satwa tersebut
(Endarwin, 2006: 2).
Reptil merupakan hewan yang bisa ditemukan di hampir setiap celah di
penjuru dunia. Reptil memiliki karakteristik hidup dalam banyak wujud dan
rupa, sehingga mereka bisa bertahan hidup dalam segala habitat yang berbeda.
Terdapat reptil yang berkulit cerah dan berwarna-warni, tapi kebanyakan jenis
reptil memiliki warna kulit yang berkamuflase degan lingkungannya (Parker,
2014: 7).

Gambar 1. Bermacam Bentuk Tubuh Dari Reptil


Sumber: en.wikipedia.org
2

Semua reptil sama-sama memiliki ciri-ciri fisik tertentu. Seperti hewan


vertebrata lainnya, reptil memiliki rangka dalam, dengan tengkorak untuk
melindungi otaknya. Beberapa jenis reptil dapat melahirkan bayinya, tetapi
kebanyakan berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) yang cangkangnya
kuat. Berbeda dengan ikan dan hewan amfibi, reptil meletakkan telurnya di
daratan. Reptil juga memiliki kulit bersisik yang kering (Parker, 2014: 9).
Termasuk dalam kelas reptil adalah kadal dan ular (ordo squamata), kura-
kura dan penyu (ordo chelonia), buaya dan aligator (ordo crococilia), tuatara
atau Spenodon punetalium (ordo rhychocephalia). Keempat ordo ini
merupakan wakil yang representatif dari 14 ordo yang diketahui berkembang
pada zaman mesozoikum, yang merupakan zaman dominasi reptilia (Jasin,
1992: 100).
Menurut Jasin (1992: 100), bahwa terdapat ciri-ciri khusus dari Kelas
Reptilia, yaitu sebagai berikut:
1. Tubuh dibungkus oleh kulit kering yang menanduk (tidak licin), biasanya
dengan sisik atau bercarapace. Beberapa terdapat kelenjar permukaan kulit
2. Mempunyai dua pasang anggota gerak, yang masing-masing lima jari
dengan kuku-kuku yang cocok untuk lari, mencengkram, dan naik pohon.
Pada yang masih hidup di air kakinya mempunyai bentuk dayung, dan pada
ular bahkan tidak memiliki kaki
3. Skeletonnya mengalami penulangan secara sempurna, tempurung kepala
mempunyai satu condylus occipitalis
4. Jantung belum sempurna, terdiri atas empat ruangan, dua aurcula dan
sebuah ventriculus (pada Crocodilia terpisah menjadi dua, tetapi masih
berlubang, yang disebut foramen panizzae). Terdapat sepasang archus
aurticus, benerythrocyt dengan bentuk oval biconvex dan dengan nukleus
5. Pernafasan selalu dengan paru-paru. Pada penyu bernafas juga dengan
cloaca
6. Memiliki 12 nervi canialis
7. Suhu tubuh tergantung pada lingkungan
3

8. Fertilisasi terjadi di dalam tubuh, biasanya mempunyai alat kopulasi, telur


besar dengan banyak yolk, berselaput kulit lunak atau bercangkok tipis.
Telur biasanya diletakkan di suatu tempat, dibiarkan menetas sendiri, tetapi
pada beberapa hewan misalnya kadal dan ular, telur dierami oleh sang
betina
9. Segmentasi secara meroblastis, mempunyai membran embryonis. Anak
yang lahir atau menetas mirip dengan yang dewasa, tidak terdapat
metamorphose.

Gambar 2. Contoh Dari Hewan Reptil- Crocodiles


Sumber: biologigonz.blogspot.com
Menurut Jasin (1992: 101), bahwa Reptilia menunjukkan kemajuan bila
dibandingkan dengan Amphibia. Hal ini ditunjukkan dengan:
1. Mempunyai penutup tubuh yang kering dan berupa sisik yang merupakan
penyesuaian hidup dalam menjauhi air
2. Ekstremitas cocok untuk bergerak dengan cepat
3. Adanya kecenderungan ke arah pemisahan darah yang beroksigen dan tidak
beroksigen dalam jantung
4. Sempurnanya proses penulangan
5. Telur sesuai sekali untuk pertumbuhan di darat, mempunyai membran dan
cangkok guna melindungi embryon.
Bentuk luar tubuh reptilia bermacam-macam, yakni ada yang bulat, pipih
(penyu), bulat panjang (ular), berbentuk gelendong berekor (kadal, buaya, dll).
Umumnya tubuh dapat dibagi atas bagian cephal, cervix, truncus, dan cauda.
Mulut yang agak panjang bertepi dengan gigi kecil runcing yang terletak dalam
lekuk. Dekat ujung moncong sebelah dorsal terdapat nares externa (nostril).
4

Mata besar terletak lateral dengan palpebra superior (kelopak mata sebelah
atas) dan terdapat membarana nictilana yang transparant yang terletak di
bawah kelopak mata. Di belakang mata terdapat lekukan yang tertutup oleh
kulit, sebagai lubang telinga yang memiliki membran tympani. Anus sebagai
akhir cloaca merupakan celah transversal (melintang) yang terletak di bawah
dasar dari extremitas posterior. Hewan yang memiliki lubang cloaca
transversal disebut Plagiotremata (Jasin, 1992: 102).

Gambar 3. Contoh Dari Hewan Reptil- Familia Gekkonidae


Sumber: hiveminer.com
Anggota Familia Gekkonidae merupakan kelompok hewan melata yang
lebih dikenal sebagai cicak dan tokek. Seperti halnya kadal pada umumnya,
anggota Familia Gekkonidae memiliki dua pasang tungkai, tympanum, dan
tulang dada. Hewan ini dapat dijumpai di berbagai habitat yang berbeda dari
daerah hutan hingga ke perumahan. Beberapa jenis yang diketahui mampu
beradaptasi di lingkungan perumahan adalah Gekko gecko, Hemidactylus
frenatus, H, garnoti, Cosymbotus platyurus dan Gebyra mutilata (Irham, 2012:
23).
Famili Gekkonidae merupakan satu dari enam belas famili dalam orgo
Squamata (Reptilia) yang sukses hidup sampai sekarang. Anggota famili ini
secara umum dikenal dengan nama cicak dan tokek. Famili Gekkonidae terdiri
atas 85 genus dan lebih dari 800 spesies yang terdapat diseluruh dunia.
Beberapa spesies cicak dan tokek mampu hidup berdampingan dengan manusia
dan penyebarannya sangat luas, terutama di daerah tropis. Cook dan Richards
(1999) menyatakan bahwa spesies cicak merupakan hewan yang mudah
menyebar dan membentuk koloni. Hal ini ditunjang oleh sifatnya sebagai
5

omnivora dan kemampuan hewan betinanya menyimpan sperma. Selain itu,


cicak di daerah tropis bisa aktif bereproduksi sepanjang tahun (Saepudin,
2004: 9).
Menurut Saepudin (2004: 9), bahwa terdapat ciri-ciri dari famili
Gekkonidae, yaitu sebagai berikut:
1. Bentuk badan pipih ke arah lateral
2. Tipe gigi pleurodont
3. Lidah pendek dan sedikit berlekuk pada bagian anterior
4. Lidah licin atau dengan papila-papila
5. Ukuran mata besar dengan pupil vertikal, tanpa kelopak mata atau kelopak
mata tidak dapat digerakkan
6. Tipe ekor fragile
7. Sisik halus dengan tipe granular dan tuberkal di bagian dorsal tubuh, serta
heksagonal atau cycloid yang tersusun imbricate pada bagian ventral tubuh
8. Habitat bersifat arboreal dan teresterial, dengan makanan utama berupa
serangga, reptil kecil, serta binatang pengerat yang lebih kecil, tetapi
terdapat pula yang dapat memakan buah-buahan dan madu
9. Hampir semua spesies dari famili Gekkonidae bersifat nokturnal.
Cicak merupakan salah satu anggota Lacertlilia yang mempunyai
kemampuan autotomi dan regenerasi ekor sehingga sangat menarik untuk
diteliti. Setelah peristiwa autotomi ekor akan terjadi proses regenerasi sehingga
tumbuh ekor baru yang bentuk dan ukurannya hampir sama dengan ekor
semula. Perbedaan ekor asli dengan hasil regenerasi terutama terletak pada
struktur vertebrata dan medulla spinalis (Basrawi, 2012: 1).
Menurut Haries (2008: 2), bahwa terdapat beberapa jenis cicak dengan
karakteristik bentuknya, yaitu sebagai berikut:
1. Hemidactylus frenatus
Hemidactylus frenatus (Gambar 4) memiliki ciri-ciri warna tubuh bagian
dorsal putih abu-abu sampai coklat, terkadang-kadang terdapat garis tebal
putus-putus berwarna hitam, tidak terdapat lipatan kulit pada kedua sisi
badan (lipatan kulit tidak jelas), ekor bulat memanjang dengan enam sisik
6

tuberkal. Jari tanpa selaput, kadang-kadang pada pangkal antara jari ketiga
dan keempat terdapat sedikit selaput, bagian ventral jari dengan dua baris
lamela berpasangan, pada ventral jari keempat kaki belakang terdapat 9-10
lamela, diameter lubang telinga sekitar seperempat sampai seperdua kali
dari diameter mata, jumlah sisik pada bibir atas 10-12 dan pada bibir bawah
8-10, serta jantan memiliki 30-36 lubang femoral.

Gambar 4. Morfologi Dari Cicak Hemidactylus frenatus


Sumber: Haries, 2008: 2
2. Gehyra mutilata
Gehyra mutilata (Gambar 5) memiliki ciri-ciri warna tubuh bagian dorsal
abu-abu sampai hitam, terkadang diselingi oleh bintik-bintik kecil berwarna
hitam dan putih dengan pola merata, ekor pipih memanjang dengan pinggir
bergerigi, jari pendek dan cenderung bulat melebar, dengan proximal
berselaput dan lamela pada bagian ventral proximal jari hanya satu baris,
cakar pada jari pertama kecil atau tidak ada, diameter lubang telinga sekitar
sepertiga sampai duapertiga kali dari diameter mata; jumlah sisik pada bibir
atas 8-11 dan pada bibir bawah 6-9; jantan memiliki lubang femoral
sebanyak 14-22.

Gambar 5. Morfologi Dari Cicak Gehyra mutilata


Sumber: Haries, 2008: 3
3. Cytrodactylus marmoratus
Cyrtodactylus marmoratus (Gambar 6) memiliki ciri-ciri warna tubuh
bagian dorsal coklat kehitaman, terdapat garis tebal putus-putus berwarna
putih dan bagian dorsal di lindungi granul kecil, kepala besar dengan warna
7

gelap tidak beraturan dan dilapisi granul (butir) kecil, ekor bulat memanjang
dengan bagian atas berwarna coklat terang, dengan bintik-bintik coklat
hitam sampai ke belakang, kadang-kadang berbentuk pita menyilang; jari
panjang, proximal jari sedikit melebar, sedangkan distal jari ramping dan
bagian ventral jarinya hanya dengan satu baris sisik, diameter lubang telinga
sekitar seperdua kali dari diameter mata; jumlah sisik pada bibir atas 11 dan
pada bibir bawah 9, jantan memiliki lubang femoral sebanyak 4-6 dan
lubang preanal sebanyak 12 atau 13.

Gambar 6. Morfologi Dari Cicak Cyrtodactylus marmoratus


Sumber: Haries, 2008: 4
4. Cyrtodactylus fumosus
Cyrtodactylus fumosus (Gambar 7) memiliki warna tubuh bagian dorsal
coklat kehitaman, terdapat garis tebal putus-putus seperti pita berwarna
putih, ekor bulat memanjang, jari panjang dan ramping, proximal jari sedikit
melebar, sedangkan distal jari ramping dan bagian ventral jarinya hanya
dengan satu baris sisik, diameter lubang telinga sekitar sepertiha kali dari
diameter mata, jumlah sisik pada bibir atas 10-11 dan pada bibir bawah 9-10
dan jantan memiliki rangkaian lubang femoral sebanyak 42-52.

Gambar 7. Morfologi Dari Cicak Cyrtodactylus fumosus


Sumber: Haries, 2008: 4
Pada reptil, terdapat skeleton axialis yang terdiri atas tempurung kepala dan
vertebrae. Tempurung kepala ada yang bermoncong panjang, yang merupakan
tulang yang keras pada hewan yang dewasa. Rahang bawah yang panjang
8

bersendi pada tulang quadrat yang telah bersatu dengan tulang cranium. Bagian
ventral dari cranium merupakan plat yang keras. Columna vertebralis terdiri
atas lima tipe, yaitu: cervix, thorax, lumbal, sacrum, dan cauda. Pada cervix,
terdapat tulang rusuk pendek yang bebas (costae cervicalis), sedangkan pada
bagian thorax dan sternum dihubungkan oleh costae thoracalis dengan
perluasan tulang-tulang rawan. Diantara sternum dan ox pubic, terdapat costae
abdominalis (Jasin, 1992: 103).

Gambar 8. Struktur Skeleton Dari Cicak (Cosymbotus platyurus)


Sumber: imgrid.net
9

C. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Papan Paraffin 1 buah
b. Dissecting set 1 unit
c. Sarung Tangan 1 pasang
2. Bahan
a. Cicak (Cosymbotus platyurus)
b. Alkohol 100%
c. Kapas

D. Prosedur Kerja
1. Alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan untuk praktikum
2. Toples diisi dengan alkohol 100%. Kemudian, cicak (Cosymbotus
platyurus) dimasukkan ke dalam toples tersebut dan ditutup
3. Toples kemudian digoncang sebentar, cicak (Cosymbotus platyurus)
ditunggu hingga pingsan
4. Cicak (Cosymbotus platyurus) lalu dikeluarkan dari toples dan diletakkan
pada papan bedah
5. Cicak (Cosymbotus platyurus) kemudian diamati morfologinya
6. hasil pengamatan digambar dan diberi keterangan.