Anda di halaman 1dari 17

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK Nama : Muh. Fadli


PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LEMBAR LAPORAN PRAKTIKUM Nim : F 121 16 002
Acara 5 : Filum Brachiopoda

Keterangan :
1. Test
2. Pedicle opening
3. Growth lines
4. Sulcus
5. Delthyrium
6. Brachial valve

No. Sampel :1
Filum : BRACHIOPODA
Kelas : ARTIKULATA
Ordo : SPINFONDA
Family : COMPOSITANIDAE
Genus : Composita
Spesies : Composita sp
Proses pemfosilan : Pertifikasi
Bentuk : Biconveks
Komposisi kimia : Kalsium Karbonat (CaCO3)
Umur : Miss - Perm (435-423 juta tahun yang lalu )
Lingkungan pengendapan : Laut Dangkal ( 200 – 400 m )Zona Neritik tepi (0-100 kaki =
0-30,48m)
Keterangan : Pada No sampel 1 Fosil ini merupakan filum
BRACHIOPODA merupakan suatu kesatuan tubuh filum ini salah satu filum kecil dari
benthic invertebrates, kelas ARTIKULATA, ordo SPINFONDA, family
COMPOSITANIDAE, genus composita dan merupakan spesies composite sp.
Proses pemfosilan fosil ini adalah Petrifikasi. Dimana, cangkang organisme ini dilalui
oleh air yang mengandung ion ion terlarut. Sehingga material yang tidak stabil akan
tergantikan oleh material yang lebih stabil dialam. Kehadiran spesies dari composita
merupakan proses biocoenose. Dimana, spesies ini hidup dan mati pada lokasi yang sama.
Proses tersingkap dari spesies ini dimulai dari organisme yang mati dan tertimbun oleh tanah.
karena tertimbun, maka oksigen dan air sulit untuk menembusnya, sehingga organisme tidak
dapat dirusak oleh predator. Selama proses ini berlangsung, material yang tidak resisten akan
menyesuaikan komposisinya dialam sehingga berubah menjadi mineral yang resisten. pada
saat tertimbun, organisme mengalami proses petrifikasi. Hal ini ditandai dengan banyaknya
material material yang mengeras pada bagian cangkang fosil. Petrifikasi adalah berubahnya
organisme menjadi batuan karena adanya bahan lain. Pada fosil ini senyawa yang berperan
dalam proses petrifikasinya adalah senyawa karbonat (CaCO3). Dimana zat ini berasal dari
kapur yang terlapukan lalu terlarut dalam air dan bercampur dengan cangkang. setelah itu,
organisme ini mengalami lithifikasi. Proses lithifikasi adalah proses pembatuan material yang
terjadi selama puluhan juta tahun lamanya. stelah proses lithifikasi, maka organisme
mengalami proses kompaksi. kemudian setelah kompaksi terjadi proses sedimentasi.
Sedimentasi adalah proses melengketnya material-material sedimen dalam waktu yang lama.
Komposisi kimia dari fosil ini adalah CaCO3, fosil ini umumnya pada laut dangkal, fosil ini
berumur miss - perm (290 – 250 juta tahun yang lalu).

Manfaat dari fosil ini adalah digunakan sebagai fosilk indeks untuk menyusun
statigrafi suatu daerah. fosil ini juga menjadi bukti adanya kehidupan pada masa lampau.

PRAKTIKAN ASISTEN
UNIVERSITAS TADULAKO
FAKULTAS TEKNIK Nama : Irfaldi Iksan
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LEMBAR LAPORAN PRAKTIKUM Nim : F 121 16 067
Acara 5 : Filum Brachiopoda

Keterangan :
1. Test
2. Growth line
3. Commissure
4. Pedicle valve
5. Brachial valve
6. Pedicle opening

No. Sampel : 02
Filum : BRACHIPODA
Kelas : ARTICULATA
Ordo : PENTAMERUSIDA
Family : PENTAMERUSIDAE
Genus : Pentamerus
Spesies : Pentamerus Sowerby
Proses pemfosilan : Permineralisasi
Bentuk : Bikonveks
Komposisi kimia : Kalsium Karbonat (CaCO3)
Umur : Silur (435 - 423 juta tahun yang lalu)
Lingkungan Pengendapan : Laut Dangkal ( 200 – 400 m )Zona Neritik tepi (0-100 kaki =
0-30,48m)
Keterangan : Pada sampel 02 Fosil ini merupakan filum BRACHIOPODA, kelas
ARTICULATA, ordo STROPHOMENIDA, family PENTAMERUSIDAE, genus Pentamerus dan
merupakan spesies Pentamerus optatus.
Proses pemfosilan fosil ini adalah permineralisasi. Dimana, cangkang organisme ini dilalui
oleh air yang mengandung ion ion terlarut. Sehingga material yang tidak stabil akan tergantikan oleh
material yang lebih stabil dialam. kehadiran spesies dari Paraspirifer merupakan proses biocoenose.
Dimana, spesies ini hidup dan mati pada lokasi yang sama. Proses tersingkap dari spesies ini dimulai
dari organisme yang mati dan tertimbun oleh tanah. Karena tertimbun, maka oksigen dan air sulit
untuk menembusnya, sehingga tidak mudah terurai oleh bakteri pembusuk dan juga tubuh organisme
tidak dapat dirusak oleh predator. Selama proses ini berlangsung, material yang tidak resisten akan
menyesuaikan komposisinya dialam sehingga berubah menjadi material yang resisten. pada saat
tertimbun, organisme mengalami proses petrifikasi. Hal ini ditandai dengan banyaknya material
material yang mengeras pada bagian cangkang fosil. Petrifikasi adalah berubahnya organisme menjadi
batuan karena adanya bahan lain. Pada fosil ini senyawa yang berperan dalam proses petrifikasinya
adalah senyawa karbonat (CaCO3). Dimana zat ini berasal dari kapur yang terlapukan lalu terlarut
dalam air dan bercampur dengan cangkang .setelah itu, organisme ini mengalami lithifikasi. Proses
lithifikasi adalah proses pembatuan material yang terjadi selama puluhan juta tahun lamanya . stelah
proses lithifikasi, maka organisme mengalami proses kompaksi. kemudian setelah kompaksi terjadi
proses sedimentasi. Sedimentasi adalah proses melengketnya material-material sedimen dalam waktu
yang lama. komposisi kimia dari fosil ini adalah CaCO3, fosil ini umumnya terdapat pada laut
dangkal, fosil ini berumur Silur (435 - 423 juta tahun yang lalu).

Manfaat dari fosil ini adalah digunakan sebagai fosilk indeks untuk menyusun statigrafi suatu
daerah dan menentukan umur batuan. Selain itu, fosil ini juga menjadi bukti adanya kehidupan pada
masa lampau .

PRAKTIKAN ASISTEN
UNIVERSITAS TADULAKO
FAKULTAS TEKNIK Nama : Muh. Fadli
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LEMBAR LAPORAN PRAKTIKUM Nim : F 121 16 002
Acara 5 : Filum Brachiopoda

Keterangan :
1. Test
2. Hinge line
3. Growth lines
4. Sulcus
5. Brachial valve
6. Pilicatium
7. Pedicle valve

8.

No. Sampel : 03
Filum : BRACHIPODA
Kelas : ARTICULATA
Ordo : SPIRIFERIDA
Family : MESOLOBUSIDAE
Genus : Mesolobus
Spesies : Mesolobus sp
Proses pemfosilan : Pertifikasi
Bentuk : Plano Conveks
Komposisi kimia : Kalsium Karbonat (CaCO3)
Umur : Pennisivilian (435 - 423 juta tahun yang lalu)
Lingkungan Pengendapan : Laut Dangkal ( 200 – 400 m )Zona Neritik tepi (0-100 kaki =
0-30,48m)
Keterangan :
Pada sampel 03 Fosil ini merupakan filum BRACHIOPODA, kelas ARTICULATA, ordo
Spinfonda, family MESOLOBUSIDAE, genus mesolobus dan merupakan spesies mesolobus sp.
Proses pemfosilan fosil ini adalah permineralisasi. Dimana, cangkang organisme ini dilalui
oleh air yang mengandung ion ion terlarut. Sehingga material yang tidak stabil akan tergantikan oleh
material yang lebih stabil dialam. kehadiran spesies dari mesolobus merupakan proses biocoenose.
Dimana, spesies ini hidup dan mati pada lokasi yang sama. Proses tersingkap dari spesies ini dimulai
dari organisme yang mati dan tertimbun oleh tanah. Karena tertimbun, maka oksigen dan air sulit
untuk menembusnya, sehingga tidak mudah terurai oleh bakteri pembusuk dan juga tubuh organisme
tidak dapat dirusak oleh predator. Selama proses ini berlangsung, material yang tidak resisten akan
menyesuaikan komposisinya dialam sehingga berubah menjadi material yang resisten. pada saat
tertimbun, organisme mengalami proses petrifikasi. Hal ini ditandai dengan banyaknya material
material yang mengeras pada bagian cangkang fosil. Petrifikasi adalah berubahnya organisme menjadi
batuan karena adanya bahan lain. Pada fosil ini senyawa yang berperan dalam proses petrifikasinya
adalah senyawa karbonat (CaCO3). Dimana zat ini berasal dari kapur yang terlapukan lalu terlarut
dalam air dan bercampur dengan cangkang .setelah itu, organisme ini mengalami lithifikasi. Proses
lithifikasi adalah proses pembatuan material yang terjadi selama puluhan juta tahun lamanya . stelah
proses lithifikasi, maka organisme mengalami proses kompaksi. kemudian setelah kompaksi terjadi
proses sedimentasi. Sedimentasi adalah proses melengketnya material-material sedimen dalam waktu
yang lama. komposisi kimia dari fosil ini adalah CaCO3, fosil ini umumnya terdapat pada laut
dangkal, fosil ini berumur Pennisivilian (435 - 423 juta tahun yang lalu).

Manfaat dari fosil ini adalah digunakan sebagai fosilk indeks untuk menyusun statigrafi suatu
daerah dan menentukan umur batuan. Selain itu, fosil ini juga menjadi bukti adanya kehidupan pada
masa lampau .

PRAKTIKAN ASISTEN
UNIVERSITAS TADULAKO
FAKULTAS TEKNIK Nama : Muh. Fadli
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LEMBAR LAPORAN PRAKTIKUM Nim : F 121 16 002
Acara 5 : Filum Brachiopoda

Keterangan :
1. Brachial valve
2. Commissure
3. Growth lines
4. Pedicle valve
5. Pedicle opening
6. Test

No. Sampel : 04
Filum : BRACHIOPODA
Kelas : ARTICULATA
Ordo : RHYNCHONELLIDA
Family : RHYNCHONELLIDANIDAE
Genus : Lepidocyclus
Spesies : Lepidocyclus perlamellosum
Proses Pemfosilan : Petrifikasi
Bentuk : Biconveks
Komposisi Kimia : Kalsium Karbonst (CaCO3)
Umur : Devon Atas(444 - 461 juta tahun yang lalu)
Lingkungan Pengendapan : Laut Dalam ( 200- 500 m = 656 – 1640 kaki ) zona Bathyal atas
Keterangan :
Pada sampel 04, Filum BRACHIOPODA, Kelas ARTICULATA, Ordo
RHYNCHONELLIDA, Family RHYNCHONELLIDANIDAE, Genus Lepidocyclus serta
Spesies Lepidocyclus perlamellosum. Kelas ARTICULATA dicirikan dengan cangkang
gampingan, tidak mempunyai lubang anus, mempunyai delthyrium, mempunyai engsel ( gigi
dan lubang gigi), sususan otot sederhana, dan mempunyai brachian untuk menahan lophopor.
Kelas ARTICULATA terdiri dari 6 ordo salah satunya ordo RHYNCHONELLIDA yang
dicirikan Mempunyai beak yang sangat kuat, bentuk cangkang segitiga atau bulat dengan
garis pertautan yang pendek Family RHYNCHONELLIDAE, Genus Lepidocyclus dan
Spesies Lepidocyclus perlamellosum
Lingkungan pengendapan Brachiopoda hidup tertambat di dasar laut, lewat suatu
juluran otot yang disebut pedicle. Untuk memenuhi kebutuhan makanan dan oksigen,
Brachiopoda mempunyai Lophophore yang berfungsi menggerakkan air di sekitarnya
sehingga sirkulasi oksigen ke dalam dan keluar tubuh dapat berlangsung. Begitu pula dengan
makanan. Sebagian besar spesies menghindari lokasi dengan arus kuat atau gelombang, dan
situs khas termasuk bebatuan, celah dan gua, lereng curam kontinental, dan di dasar laut
dalam. Namun, beberapa spesies brachiopoda artikulata melekat pada rumput laut atau di
lokasi yang sangat terlindung di zona pasang surut.
Kegunaan fosil Brachiopoda ini yaitu sangat baik untuk fosil indeks (index fossils)
untuk strata pada suatu wilayah yang luas. Contoh kegunaan fosil brachiopoda dalam geologi
: Brachiopoda dari Klas Inarticulata ; Genus Lingula merupakan penciri dari jenis
brachiopoda yang paling tua, yaitu Lower Cambrian. Secara garis besar, jenis Phylum
Brachiopoda ini merupakan hewan-hewan yang hidup pada Masa Paleozoikum, sehingga
kehadirannya sangat penting untuk penentuan umur batuan sebagai Index Fossils

PRAKTIKAN ASISTEN
UNIVERSITAS TADULAKO
FAKULTAS TEKNIK Nama : Muh. Fadli
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LEMBAR LAPORAN PRAKTIKUM Nim : F 121 16 002
Acara 5 : Filum Brachiopoda

Keterangan :
1. Test
2. Hinge line
3. Pedicle opening
4. Brachial valve
5. Growth line
6. Sulcus
7.

No. Sampel : 05
Filum : BRACHIOPODA
Kelas : INARTICULATA
Ordo : LINGULIDA
Family : LINGULIDAE
Genus : Lingula
Spesies : lingula sp.
Proses Pemfosilan : Petrifikasi
Bentuk : Biconveks
Komposisi Kimia : Kalsium Karbonst (CaCO3)
Umur : Devon (444 - 461 juta tahun yang lalu)
Lingkungan Pengendapan : Laut Dalam ( 200- 500 m = 656 – 1640 kaki ) zona
Bathyal atas
Keterangan :
Pada sampel 05, Filum BRACHIOPODA, Kelas INARTICULATA, Ordo LINGULIDA,
Family LINGULIDAE, Genus Lingula serta Spesies lingula sp. Kelas INARTICULATA
Cangkang atas dan bawah (valve) tidak dihubungkan dengan otot dan terdapat socket dan
gigi yang dihubungkan dengan selaput pengikat.. Kelas INARTICULATA terdiri dari 2 ordo
salah satunya ordo SPIRIFERIDA yang dicirikan dengan garis engsel yang sangat lebar
sehingga terlihat bersayap. Family MUCROSPIRIFERIDAE , Genus Mucrospirifer dan
Spesies Mucrospirifer mucronatus.
Lingkungan pengendapan Brachiopoda hidup tertambat di dasar laut, lewat suatu
juluran otot yang disebut pedicle. Untuk memenuhi kebutuhan makanan dan oksigen,
Brachiopoda mempunyai Lophophore yang berfungsi menggerakkan air di sekitarnya
sehingga sirkulasi oksigen ke dalam dan keluar tubuh dapat berlangsung. Begitu pula dengan
makanan. Sebagian besar spesies menghindari lokasi dengan arus kuat atau gelombang, dan
situs khas termasuk bebatuan, celah dan gua, lereng curam kontinental, dan di dasar laut
dalam. Namun, beberapa spesies brachiopoda artikulata melekat pada rumput laut atau di
lokasi yang sangat terlindung di zona pasang surut.
Kegunaan fosil Brachiopoda ini yaitu sangat baik untuk fosil indeks (index fossils)
untuk strata pada suatu wilayah yang luas. Contoh kegunaan fosil brachiopoda dalam geologi
: Brachiopoda dari Klas Inarticulata ; Genus Lingula merupakan penciri dari jenis
brachiopoda yang paling tua, yaitu Lower Cambrian.. Secara garis besar, jenis Phylum
Brachiopoda ini merupakan hewan-hewan yang hidup pada Masa Paleozoikum, sehingga
kehadirannya sangat penting untuk penentuan umur batuan sebagai Index Fossils
Manfaat dari fosil ini adalah digunakan sebagai fosil indeks untuk menyusun statigrafi
suatu daerah. Selain itu, fosil ini juga menjadi bukti adanya kehidupan pada masa lampau.

PRAKTIKAN ASISTEN
Filum Brachiopoda
2.1 Filum Brachiopoda

Brachiopoda adalah Bivalvia yang berevolusi pada zaman awal periode Cambrian yang masih
hidup hingga sekarang yang merupakan komponen penting organisme benthos pada zaman
Paleozoikum.
Brachiopoda berasal dari bahasa latin brachium yang berarti lengan (arm), dan poda yang
berarti kaki (foot). Brachiopoda artinya hewan ini merupakan suatu kesatuan tubuh yang difungsikan
sebagai kaki dan lengan atau dengan kata lain binatang yang tangannya berfungsi sebagai kaki.
Filum ini merupakan salah satu filum kecil dari invertebrata. Hingga saat ini terdapat sekitar
300 spesies dari filum ini yang mampu bertahan dan sekitar 30.000 fosilnya telah dinamai. Mereka
sering kali disebut dengan “lampu cangkang” atau lamp shell.
Secara umum brachiopoda merupakan salah satu fosil hewan yang sangat melimpah
keberadaannya pada sedimen yang berasal dari zaman paleozoikum. Salah satu kelasnya, yaitu
Inarticulata bahkan menjadi penciri penting (fosil index) zaman Cambrian awal.

Karakteristik Brachiopoda :
Lophoporates coelomate, enterocoelic.
Tubuh tertutup oleh 2 cangkang, satu ke arah dorsal dan yang lainnya ke arah ventral (bilvalvia).
Biasanya melekat pada substrat dengan pedicle.
Cangkang dilapisi oleh mantel yang dibentuk oleh pertumbuhan dinding tubuh dan
membentuk rongga mantel.
Lophophore membentuk kumparan dengan atau tanpa didukung oleh skeletel internal.
Usus berbentuk U.
Mempunyai satu atau sepasang metanefridia.
Sistem peredaran darah terbuka.
Sebagian besar diocious, larve disebut lobate.
Ganate berkembang dari jaringan gonad pada peritonium.
Hidup soliter sebagai organisme bentik di laut.

Kehidupan Filum Brachiopoda :


Hidup di air laut: benthos sessil.
Ada yang hidup di air tawar, namun sangat jarang.
Mampu hidup pada kedalaman hingga 5.600 meter secara benthos sessil.
Genus Lingula hanya hidup pada daerah tropis/hangat dengan kedalaman maksimal 40 m
Hingga saat ini diketahui memiliki sekitar 300 spesies dari Brachiopoda.
Brachiopoda modern memiliki ukuran cangkang rata-rata dari 5mm hingga 8 cm.
Kehadiran rekaman kehidupannya sangat terkait dengan proses bioconoese dan
thanathoconoese.

2.2 Klasifikasi Filum Brachiopoda


Klasifikasi Fillum Brachiopoda dibagi menjadi 2 kelas yaitu klas Articulata/Phygocaulina dan klas
Inarticulata/Gastrocaulina.
Kelas Articulata/Phygocaulina (terdapat hinge/engsel)
Cangkang atas dan bawah (valve) dihubungkan dengan otot dan terdapat selaput dan gigi.
Kelas Articulata / Pygocaulina memiliki masa hidup dari Zaman Cambrian hingga ada beberapa
spesies yang dapat bertahan hidup sampai sekarang seperti anggota dari ordo Rhynchonellida dan
ordo Terebratulida. Berikut adalah ciri-ciri dari kelas Articulata :

a. Cangkang dipertautkan oleh gigi dan socket yang diperkuat oleh otot.
b. Cangkang umunya tersusun oleh material karbonatan.
c. Tidak memiliki lubang anus.
d. Memiliki keanekaragaman jenis yang besar.
e. Banyak berfungsi sebagai fosil index.
f. Mulai muncul sejak Zaman Kapur hingga saat ini.

Pembagian Ordo dalam Kelas Articulata :


Ordo Orthida (Cambrian-Permian)
Ordo Strophomenida (Ordovician-Jurassic)
Ordo Pentamerida (Cambrian-Devonian)
Ordo Rhynchonellida (Ordovician-Recent)
Ordo Spiriferida (Ordovician-Jurassic)
Ordo Terebratulida (Devonian-Recent)

1. Ordo Orthida
Umumnya memiliki sepasang cangkang sangat biconvex dan “straight hinge line”. Impunctate shell =
tidak terdapat indikasi perforasi sama sekali.
Terdapat 2 suborder:
a. Orthacea (impunctate): Orthis dan Platystrophia (Ordovisium).
b. Dalmanellacea (punctate): Dalmanella (Ordovisium ~ Devonian).
2. Ordo Strophomenida
Seperti Orthida yang diperkirakan merupakan nenek moyang (ancestor)-nya, Ordo Strophomenida ini
cangkangnya umumnya juga memiliki straight hinge line.
Ciri lain dari Ordo Strophomenida ini adalah cangkangnya pseudopunctate (cangkangnya tidak
perforate/pori tetapi terdapat bentuk-bentuk kanal yang disebut taleolae), dan umumnya salah satu
cangkangnya cekung (brachial valve) dan cangkang lainnya cembung dengan radial ribs. Kisarannya
dari Ordovisium ~ Jura.

3. Ordo: Pentamerida
Ordo Pentamerida ini juga merupakan turunan langsung dari Ordo Orthida dimana cangkangnya juga
bersifat impunctate. Umumnya berukuran besar dan sangat biconvex, memiliki hinge-line yang
pendek dan delthyrium yang terbuka. Kisaran umurnya adalah Ordovisium ~ Perm.
4. Ordo: Rhynchonellida
Genus ini memiliki cangkang impunctate (tidak memiliki perforasi) dan fibrous, spherical dan hinge
line yang pendek. Umumnya dilengkapi dengan sulcus (lubang pembuangan) dan lipatan yang
berbentuk paruh yang menonjol pada pedicle valve (rostrate).
Diperkirakan merupakan turunan dari Pentamerida sebagai nenek moyangnya (ancestor).
Pertamakali muncul pada Ordovisium Tengah dan mencapai puncak penyebarannya pada
Mesozoikum.

5. Ordo: Spiriferida
Ordo Spiriferida ini adalah kelompok fosil Brachiopoda yang terbesar dan penting, dimana sebagian
besar cangkangnya bersifat impunctate dan sebagian kecil bersifat punctuate. Memiliki radial ribbed
atau cangkang yang terlipat (folded shell) dan bersifat “strongly biconvex”. Biasanya terdapat
“interarea” yang mudah teramati (well developed interarea) pada pedicle valve, tetapi tidak terdapat
pada brachial valve. Penyebaran vertical ordo ini adalah Ordovisium Tengah ~ Permian Atas, ada
beberapa yang berhasil survive sampai Lias.

6. Ordo: Terebratulida
Secara umum cangkangnya bersifat punctate (terdapat kanal-kanal kecil yang menerus sampai
permukaan cangkang), permukaan cangkang relatif licin (smooth), hinge line relatif pendek, foramen
(lubang) berbentuk bundar pada bagian paruh. Diasumsikan merupakan turunan dari Kelompok
Dalmanellacea (Ordo Orthida). Pemunculan pertama-nya diketahui sejak Silur Atas dan mencapai
puncak perkembangannya pada Zaman Kapur.

Kelas Inarticulata/Gastrocaulina (tanpa hinge/engsel)


Cangkang atas dan bawah (valve) tidak dihubungkan dengan otot dan terdapat socket dan gigi
yang dihubungkan dengan selaput pengikat. Berikut ini adalah ciri-ciri dari kelas Inarticulata:

a. Tidak memiliki gigi pertautan (hinge teeth) dan garis pertautan (hinge line).
b. Pertautan kedua cangkangnya dilakukan oleh sistem otot, sehingga setelah mati cangkang akan
terpisah.
c. Cangkang umumnya berbentuk membulat atau seperti lidah, tersusun oleh senyawa fosfat atau
khitinan.
d. Mulai muncul sejak Zaman Cambrian awal hingga sekarang.

Pembagian Ordo dalam Kelas Inarticulata :


Ordo Lingulida
Ordo Acrotretida
1. Ordo Lingulida: katu kecil memanjang.
- Genus Lingula terdapat hampir di seluruh dunia dan mulai ada sejak Ordovisium.
2. Ordo Acrotretida (Inarticulata)
Pedicle valve umumnya “conicle”, “circular” relief tinggi sampai datar, brachial valve datar
(flat). Contoh :
Orbiculoida : Ordovisium – Kapur
2.3 Rekaman Filum Brachiopoda dalam Skala Waktu Geologi

Filum Brachiopoda (Cambrian-Recent)

Kelas Inarticulata (Cambrian-Recent)


Ciri-ciri:
Tidak mempunyai gigi pertautan (hinge teeth) dan garis pertautan (hinge line) pertautan kedua
cangkangnya dilakukan oleh sistem otot, sehingga setelah mati cangkang langsung terpisah.
Cangkangnya umumnya berbentuk membulat atau seperti lidah, tersusun oleh senyawa fosfat atau
khitinan. Hewan ini muncul sejak zaman Cambrian awal hingga masa kini.
Contohnya : Khitinan.
Kelas Articulata (Cambrian-Recent).
Ciri-ciri:

a. Cangkang dipertautkan oleh gigi dan socket.


b. Cangkang umumnya tersusun oleh material karbonatan.
c. Tidak mempunyai lubang anus.
d. Mempunyai keanekaragaman jenis yang besar.
e. Banyak yang berfungsi sebagai fosil index.
f. Mulai muncul sejak Zaman Kapur hingga masa kini.

Ordo Brachiopoda Articulata

a. Order Orthida (Cambrian-Permian)


b. Order Strophomenida (Ordocivian-Jurassic)
c. Order Pentamerida (Cambrian-Devonian)
d. Order Rhynchonellida (Ordovician-Recent)
e. Order Spiriferida (Ordovician-Jurassic)
f. Order Terebratulida (Devonian-Recent)

Pada akhir Zaman Permian, terjadi kepunahan masal yang melibatkan hampir semua
golongan Brachiopoda. Hanya sedikit takson yang selama, seperti golongan Trebratulid dan Lingula,
dan masih terdapat hingga masa kini (Holosen). Brachiopoda masa kini selalu ditemukan dalam
keadaan tertambat dengan menggunakan pedikelnya, baik pada batuan keras maupun cangkang
binatang yang telah mati.

2.4 Fosil Brachiopoda dan kegunaan dalam Geologi

Kegunaan fosil Brachiopoda ini yaitu sangat baik untuk fosil index (index fossil) untuk strata
pada suatu wilayah yang luas. Brachiopoda dari kelas Inarticulata; genus Lingula merupakan penciri
dari jenis brachiopoda yang paling tua, yaitu Lower Cambrian. Jenis ini ditemukan pada batuan
Lower Cambrian dengan kisaran umur 550 juta tahun yang lalu.
Secara garis besar, jenis filum Brachiopoda ini merupakan hewan-hewan yang hidup pada
Masa Paleozoikum, sehingga kehadirannya sangat penting untuk penentuan umur batuan
sebagai index fossil.
Tabel 1.1 Perbedaan Kelas Articulata dan Inarticulata

Klasifikasi Inarticulata Articulata

Calciata
Lingulata Calciata
Approach

Three-part
Linguliformea Craniformea Rhynchonelliformea
Approach

Ordo Lingulida Discinida Craniida Terebratulida Rhynconellida

Engsel Tidak memiliki gigi Gigi dan soket

Anus Bagian depan tubuh, pada usus berbentuk U Tidak ada

Berisi Coelom dengan otot Tidak memiliki coelom, otot


Tidak ada
keluar menyambung dengan badan

Pedicle Tidak ada,


Pendek,
Panjang, di menyambung Pendek, melekat pada
melekat pada
dalam liang pada permukaan keras
permukaan
permukaan

Periostracum Glycosaminoglycans dan kitin Kitin Protein

Lapisan
Glycosaminoglycans
Primer Kalsit
dan apatit (kalsium fosfat)
Cangkang

Lapisan
Kolagen dan protein lainnya
Cangkang Kalsit Protein dan Kalsit
kitin dan apatit
Dalam

Chaetae
sekitar
daerah Ya Tidak ada Ya
bukaan
cangkang

Coelom
Ya Tidak ada Ya
terbagi