Anda di halaman 1dari 10

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI

PADA LESI MENISKUS DEXTRA

Disusun Oleh :

Andi Sarfika Tri Astuty


Emma Janet Pontoan
Indah Yuliani
Muh. Muslim Hasan
Nahdatunnisa Arumahi
Nurul Dinda Ayustina

PROGRAM STUDI D.IV FISIOTERAPI


POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR
2016
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI
PADA LESI MENISKUS DEXTRA

1. Assesment Fisioterapi

A. Anamnesis

a. Anamnesis umum
Nama : Tn.A
Umur : 26 tahun
Jenis Kelamin : Laki- Laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Atlet Sepak Bola
Hobby : Olahraga
Alamat : Jln.Paccerakkang Daya.

b. Anamnesis khusus

Keluhan Utama : Nyeri dan lutut terasa terkunci pada saat fleksi -
ekstensi
Lokasi Keluhan : Lutut bagian dextra
Sifat Keluhan : Terlokalisir
Kapan Terjadinya : 3 hari yang lalu
RPP : 3 hari yang lalu pada saat pasien berebutan bola atas ,
dia melompat dan pasien terjatuh pada posisi fleksi dan sedikit rotasi pada
knee. Saat itu pasien merasakan seperti suatu kerobekan terjadi
dilututnya., yang diikuti oleh ketidakmampuan dalam mengekstensikan
lututnya.
Riwayat Penyakit Dahulu : tidak ada
Riwayat Penyakit Penyerta : tidak ada penyakit pernyerta yang dapat
memprovokasi timbulnya penyakit sekarang

B. Pemeriksaan

a. Vital Sign

 Tekanan Darah: 160/100 mmHg


 Denyut Nadi : 74 x/menit
 Pernafasan : 22 x/menit
 Temperatur : 370 C

b. Inspeksi

 Statis
- Pasien datang dengan keadaan pincang dan cenderung menumpu
pada kaki yang sehat.
- Lutut pasien tidak terdapat kelainan
 Dinamis

- Pada saat pasien diminta untuk berjalan pasien terlihat menahan


sakit(nyeri)

c. Pemeriksaan Fungsi Gerakan Dasar

 Orientasi tes
Squad and bounching
Hasilnya : Hypermobility pada knee joint dan lebih lambat dari
gerakan normal. Pasien melakukannya dengan sangat hati- hati.
 Aktif

Fleksi : Adanya nyeri pada tibiofemoral joint


Ekstensi : Adanya nyeri pada tibiofemoral joint
Internal rotasi : Terdapat nyeri
Eksternal rotasi : Terdapat nyeri

 Pasif

Fleksi : Nyeri dengan elastis endfeel


Ekstensi : Nyeri dengan elastis endfeel
Internal rotasi : Nyeri dengan elastis endfeel
Eksternal rotasi : Nyeri dengan elastis endfeel

 TIMT

Hasil : Tidak ada yang Khas

C. Pemeriksaan Spesifik

a. Vas Test
Hasil
0 5,5 10
Interpretasi : Nyeri sedang

b. Palpasi

Adanya nyeri tekan pada bagian medial lutut.

c. Appley Test 1

Tujuan : Untuk memprovokasi nyeri akibat tear meniscus.


Teknik : Pasien dalam posisi tengkurap dengan knee fleksi 90o. Praktikan
meletakkan satu tangan di atas tumit pasien dan tangan satunya di atas
plantaris kaki pasien untuk menyiapkan kompresi. Praktikan selanjutnya
mengaplikasikan penekanan secara kuat sepanjang aksis longitudional
tibia pasien. Sekali lagi, lakukan kompresi disertai dengan endorotasi dan
eksorotasi tibia.

Hasilnya : Terdapat nyeri ketika rotasi diaplikasikan dibawah kompresi

d. Applet Test 2

Tujuan : Untuk memprovokasi nyeri akibat tear meniscus

Teknik ; Pasien dalam posisi tengkurap dengan posisi knee flexi 900.
Praktikan meletakkan satu tangan pada ankle pasien dan menyiapkan
distraksi. Sementara satu lutut praktikan diletakkan pada sisi posterior
distal paha pasien dengan kuat tetapi comfortable untuk mempertahankan
posisi paha tetap di bed selama tes dilakukan. Praktikan lalu secara pasif
mengaplikasikan distraksi pada knee pasien secara longitudional
sepanjang garis tibia. Sekali lagi, lakukan distraksi disertai dengan
endorotasi dan eksorotasi tibia.

Hasilnya : Nyeri berkurang ketika tes distraksi dilakukan

e. Meniscal Quadrant Test

Tujuan : untuk mengindentifikasi lokasi lesi pada meniscus.

Teknik : Pasien dalam posisi terlentang, praktikan secara pasif


menggerakkan tungkai pasien dalam empat quadrant test.
Untuk mengetes antero medial quadrant, gerakan knee pasien ke arah atas
full ekstensi knee.

Untuk mengetes antero lateral quadrant, gerakan knee pasien ke arah atas
full flexi hip dan knee, endorotasi tibia, lalu bawa tungkai kea rah bawah
full ekstensi knee.

Untuk mengetes antero postero medial quadrant, gerakan knee pasien ke


arah full ekstensi, endorotasi tibia lalu bawa tungkai kearah atas full fleksi
hip dan knee.

Untuk mengetes antero postero lateral quadrant, gerakan knee pasien ke


arah full ekstensi , eksorotasi tibia lalu bawa tungkai kea rah atas full
fleksi hip dan knee.

Hasilnya : Tedapat nyeri dan suara popping pada antero medial quadrant

f. McMurray

Tujuan : untuk mengetahui adanya gangguan pada meniscus medial dan


lateral

Caranya : Pemeriksa memfeleksikan lutut pasien secara penuh, minta


pasien untuk rileks lalu Genggam tumit pasien dengan satu tangan dan
tangan yang lain , Satu tangan yang lain menjepit dengan thumb pada satu
garis sendi dan jari tengah pada sisi yang lainnya

Selanjutnya, rotasikan tibia terhadap femur dan secara bertahap lutut


pasien diekstensikan ke arah medial ato ke arah lateral

Hasil : terdapat nyeri pada ekstensi ke arah medial berari terjadi


kelainan pada meniscus medial.
D. Diagnosa Fisioterapi

“Nyeri dan penguncian sendi lutut akibat cidera meniscus medial.

E. Problematik FT

Nyeri,
Kelemahan otot
Keterbatasan ROM
Gangguan ADL jongkok ke berdiri

F. Program Rencana Tindakan Fisioterapi

a. Tujuan Jangka Pendek

 Menurunkan nyeri
 menambah ROM
 Meningkatkan kekuatan otot
 Memperbaiki ADL jongkok-berdiri dan berjalan

b. Tujuan Jangka Panjang

Meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional knee joint

G. Penatalaksanaan Fisioterapi

a. IRR
Tujuan : untuk melancarkan sirkulasi darah dan sebagai preeliminer
exercises
Teknik : pasien dalam posisi tidur terlentang, fisioterapi memberikan
pemanasan IRR pada bagian lutut
b. TENS
Tujuan : untuk mengurangi nyeri
Teknik : Pasien dalam posisi terlentang lalu ke empat pet diletakkan di
lutut pasien bagian lateral,medial,superior dan inferior
Dosis :
F :6 x seminggu
I :65 mA
T : 4 pad
T :10 menit

c. Static Kontraksi
Teknik : Pasien dalam keadaan tidur terlentang kemudian tangan
fisioterapi yang kanan diletakkan dibawah lutut pasien dan bersamaan
dengan itu kaki didorso fleksikan kemudian pasien disuruh menekan
tangan fisioterapi.
Dosis :
F : 6 x seminggu
I : 8x hitungan/30x repetisi
T : kontraksi isometrik konsentrik
T : 10 menit

d. SLR exercises
Tujuan : untuk meningkatkan kekuatan otot dan mencegah kontraktu otot
dan atropi
caranya : pasien tidur terlentang kemudian psien di suruh muntuk
mengangkat tungkainya daln berbagai posisi, 30, 50, 70 derajat, kemudian
ft memberikan tahanan sampai hitungan ke 8.

e. F.Leg exstension dan foot movement


Tujuan : untuk menjaga stabilitas sendi dan mengurangi peradangan, juga
melancarkan sirkulasi darah
Caranya : pasien bisa dalam posisi duduk atau baring, kemudian tungkai
di luruskan sambil menggerakkan ankle dilakukan selama 5 menit

f. ROM Exercises Knee, berupa :


Active Knee Fleksi heel slide
Atau dapat dimulai dengan short-arc active knee extention
Atau Fleksi knee dalam posisi duduk

g. Quadricep exercises dengan NWB


Tujuan : untuk melatik kekuatan Quadricep dan untuk mencegah atropi.
Caranya : pasien duduk di bed kemudian kakinya terjuntai ke bawah,
pasien di suruh menggerakkan ke arah depan dan belakang
Catatan : pada hari 1-7 pasien belum bisa diberikan latihan yang berat
karena ada menimbulkan kerusakan fatal atau ruptur kembali pada
meniscus, namun apabila sudah masuk pada hari ke 7-14 sudah mulai
bisa di berikan latihan sedang-agak berat agar kekuatan otot bertambah
dan tidak terjadi atropi

H. Edukasi

 Pasien diminta untuk mengompres kedua tungkainya dengan air hangat


±10 menit
 Pasien diminta banyak istirahat,

I. Home Program

 Pasien diminta untuk melakukan static kontraksi pada lutut


 Pasien diminta untuk melakukan gerakan-gerakan pada knee dan ankle,
misalnya fleksi knee, dorso fleksi- plantar fleksi ankle.

J. Prognosis

Qua ad Vitam : Baik


Qua ad Sanam : Baik
Qua ad Fungsional : Terganggu
Qua ad Cosmetican : Baik

K. Evaluasi

 Sesaat

Setelah diterapi, pasien merasakan nyerinya agak sedikit berkurang, ROM


masih tetap, masih terdapat kelemahan otot, dan pasien masih
merasakan sakit apabila melakukan gerakan jongkok berdiri.

 Berkala

Setelah beberapa kali di terapi ROM sudah bertambah,nyeri berkurang,


dan terdapat peningkatan kekuatan otot.

0 4 10