Anda di halaman 1dari 2

Terkait dengan istilah konstitusi ini Para ilmuwan Hukum Tata Negara telah terjadi

perbedaan pendapat :

1.1. Kelompok yang mempersamakan Konstitusi dengan UUD, antara lain :

a. G.J. Wolhaff, ‘kebanyakan negar-negara modern adalah berdasarkan atas suatu


UUD (konstitusi)’ ;

b. Sri Sumantri, penulis menggunakan istilah konstitusi sama dengan UUD


(grondwet);

c. J.C.T. Simorangkir menganggap bahwa konstitusi adalah sama dengan UUD.

1.2. Kelompok yang membedakan Konstitusi dengan UUD, antara lain :

a. Van Apeldoorn, bahwa UUD adalah bagian tertulis dari konstitusi. Konstitusi
memuat baik peraturan tertulis maupun yang tidak tertulis;

b. M. Solly Lubis, ‘akhirnya jika kita lukiskan pembagian konstitusi itu dalam suatu
skema, maka terdapatlah skema sebagai konstitusi tertulis (UUD) dan konstitusi
tidak tertulis (konvensi)’ ;

c. Moh. Kusnardi dan Harmaly Ibrahim, bahwa setiap peraturan hukum, karena
pentingnya harus ditulis dan konstitusi yang ditulis adalah UUD.

Menurut paham Herman Heller, konstitusi mempunyai arti yang lebih luas dari UUD. Dia
membagi konstitusi dalam 3 (tiga) pengertian :

A. Konstitusi mencerminkan kehidupan politik di dalam masyarakat sebagai suatu


kenyataan (Die Politichie Verfassung als Gesellschaftliche) dan ini belum merupakan
konstitusi dalam arti hukum (ein Rechtsverfassung) atau masih merupakan pengertian
sosiologi/politik dan belum merupakan pengertian hukum ;

B. Unsur-unsur hukum dari konstitusi yang hidup dalam masyarakat itu dijadikan sebagai
suatu kesatuan kaidah hukum (Rechtverfassung) dan tugas mencari unsur-unsur hukum
dalam ilmu pengetahuan hukum disebut ‘abstraksi’ ;

C. Ditulis dalam suatu naskah sebagai undang-undang yang tertinggi yang berlaku dalam
suatu negara. Suatu Rechtverfassung memerlukan dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu
syarat mengenai bentuknya dan syarat mengenai isinya. Bentuknya sebagai naskah
tertulis yang merupakan undang-undang tertinggi yang berlaku dalam suatu negara.
Isinya merupakan peraturan yang fundamental.

Menurut Lord Bryce, terdapat 4 empat (empat) motif timbulnya konstitusi :

1) Adanya keinginan anggota warga negara untuk menjamin hak-haknya yang


mungkin terancam dan sekaligus membatasi tindakan-tindakan penguasa;
2) Adanya keinginan dari pihak yang diperintah atau yang memerintah dengan
harapan untuk menjamin rakyantnya dengan menentukan bentuk suatu sistem
ketatanegaraan tertentu;

3) Adanya keinginan dari pembentuk negara yang baru untuk menjamin tata cara
penyelenggaraan ketatanegaraan;

4) Adanya keinginan untuk menjamin kerjasama yang efektif antar negara


bagian.

KONSTITUSI Konstitusi menurut makna katanya berarti ‘dasar susunan badan politik’ yang
bernama negara. Konstitusi menggambarkan keseluruhan sistem ketatanegaraan suatu
negara, yaitu berupa kumpulan peraturan yang mebentuk, mengatur atau memerintah
negara. K.C Wheare F.B.E seperti dikutip Juniarto mengatakan : Istilah constituion pada
umumnya dipergunakan untuk menunjuk kepada seluruh peraturan mengenai
ketatanegaraan suatu negara yang secara keseluruhan akan menggambarkan sistem
ketatanegaraannya. Sistem ketatanegaraan tersebut terbagi dalam dua golongan, yaitu
peraturan berderajat legal (law) dan berderajat nonlegal (extralegal). Sedangkan dalam
pandangan Bolingbroke : Yang dimaksud konstitusi,jika berbicara dengan cermat dan
tepat, adalah kumpulan hukum, lembaga, dan kebiasaan, yang berasal dari prinsip-prinsip
tertentu … yang menyusun sistem umum, dan masyarakat setuju untuk diperintah
menurut sistem itu. Berdasarkan pendapat di atas, maka pada dasarnya peraturan-
peraturan (konstitusi) ada yang tertulis sebagai keputusan badan yang berwenang,
berupa UUD atau UU dan ada yang tidak tertulis yang berupa ‘ussages, understanding,
custums atau convention’. Istilah konstitusi dalam perkembangannya mempunyai dua
pengertian : 1). Dalam pengertian yang luas, konstitusi berari keseluruhan dari ketentuan-
ketentuan dasar atau hukum dasar (droit constitutionelle), baik yang tertulis ataupun
tidak tertulis ataupun campur tangan keduanya; 2). Dalam pengertian sempit (terbatas),
konstitusi berarti piagam dasar atau undang-undang dasar (loi constitutionelle), ialah
suatu dokumen lengkap mengenai peraturan-peraturan dsar negara. Misal UUD RI 1945,
Konstitusi USA 1787. Perubahan Konstitusi Menurut Dasril Radjab, perbuatan mengubah
harus diartikan dengan mengubah konstitusi, yang dalam bahasa Inggris adalah To Amend
The Constitution sedangkan dalam bahasa Belanda disebut dengan Verandring
(Veranderingen) in e Grondwet. Sedangkan menurut John M. Echols menyebutkan bahwa
amandement dalam arti bahasa mengubah undang-undang dasar. Lebih tegas menurut
Sri Soemantri : Dengan memperhatikan pengalaman-penngalaman dalam mengubah
konsttusi di Kerajaan Belanda, Amerika Serikat, dan Soviet Unui, maka mengubah undang-
undang dasar tidak hanya mengundang arti menambah, mengurangi, atau mengubah
kata-kata dan istilah maupun kalimat dalam undang-undang dasar. Tetapi juga berarti
membuat isi ketentuan udang-undang dasar menjadi lain daripada semula, melalui
penafsiran