Anda di halaman 1dari 4

Mata Kuliah : PL 626

Nomor Tugas : 04
Tanggal Penyerahan : 13 Maret 2017
Kelas :A
Dosen : Ir. Supratignyo Aji .,MT

HAMBATAN BERINVESTASI PROPERTI

KABUPATEN TANGERANG

Tugas ini disusun dalam rangka memenuhi mata kuliah Perencanaan Properti

Disusun oleh :

(B – 10)

HADI FITRIANSYAH (143060050)

ZUISSAR WAHYU PRASETYA (143060066)

LORENZO A. MOZES (143060082)

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PASUNDAN

2017
Tiga pusat pertumbuhan di Kabupaten Tangerang

• Pusat Pertumbuhan Serpong:


Meliputi enam kecamatan, yaitu Serpong, Ciputat, Pondok Aren, Legok dan
Curug yang menjadi pusat pertumbuhan pemukiman.

• Pusat Pertumbuhan Balaraja dan Tigaraksa:


Berupa kawasan industri, pemukiman dan pusat pemerintahan. Meliputi
delapan kecamatan, yaitu Balaraja, Rajeg, Pasar Kemis, Tigaraksa, Kresek,
Cisaka, Cikupa, Kronjo, Jayanti, Jambe dan Panongan.

• Pusat Pertumbuhan Teluknaga:


Meliputi lima kecamatan, yaitu Teluknaga, Kosambi, Sepatan, Mauk,
Pakuhaji, Kemeri dan Sukadiri. Diarahkan untuk pengembangan sektor
pariwisata bahari dan alam, industri maritim, pelabuhan laut, perikanan dan
pertambakan.

Adapun masalah permukiman berkaitan dengan pemilihan lokasi yang


kurang tepat, misalnya daerah yang rawan banjir, daerah yang sulit
mendapatkan air, keadaan tanahnya yang labil dan sebagainya. Kebutuhan
lahan selalu meningkat dalam bidang permukiman tersebut seringkali tidak
terpenuhi, karena jumlah penduduk cenderung selalu meningkat sedangkan
luas lahan relatif tidak bertambah. Dalam proses perancangan dan
perencanaannya, manusia dan alam ditempatkan dalam prioritas yang sama
sebagai faktor penentu utama yang penting, dan yang dihasilkan harus
bertanggung jawab dan dapat mengembangkan kehidupan seutuhnya sesuai
dengan kapasitas sumber daya alam dan ekosistem yang ada. Adapun beberapa
hambatan yang dialami para investor dalam berinvestasi, diantara adalah :
1. Biaya Produksi yang Tinggi
Masalah lain yang mungkin dihadapi para Investor dalam berinvestasi
adalah biaya produksi yang tinggi. Tingginya biaya produksiakan sangat
berpengaruh terhadap tingginya harga barang yang nantinya akan langsung
berimplikasi terhadap sulitnya pemasaran. Beberapa hal yang mempengaruhi
tingginya biaya produksi adalah ketidakefisiensinya alat – alat produksi serta
banyaknya karyawan yang bekerja kurang maksimal sehingga terjadi “The Law of
Diminishing Return ” yang menyebabkan tingginya production cost padahal
income yang diterimaperusahaan tidak sebanding denga pengeluarannya.
2. Kondisi Pasar yang Kurang Baik/Pemasaran yang Sulit serta
Prospek keDepan yang Kurang Bagus
Salah satu hambatan yang mungkin dialami para Invetor dalam berinvestasi
adalah hambatan yang berupa sulitnya pemasaran dan prospek ke depan yang
kurang baik. Hal ini seringkali ditandai oleh lesunya pasar.Beberapa penyebab
hambatan yang berupa kesulitan pemasaran antara lain :
 Barang yang diproduksi dan dipasarkan kurang digemari dipasaran atau dengan
kata lain kurang dibutuhkan.
 Perekonomian nasional yang memburuk adanya krisis moneter.
 Pembungkusan barang tidak baik sehingga kurang menarik para konsumen
 Pelayanan yang diberikan kurang memuaskan para konsumen.
 Harha barang yang terlalu tinggi bila dibandingkan harga barang sejenis dari
kompetitor – kompetitornya.

3. Regulasi Pemerintah yang Menghambat Investor dalam


Berinvestasi
Masalah lain yang mungkin dihadapi para Investor dalam berinvestasi
adalah regulasi pemerintah yang bersifat menghambat.parainvestor dalam
menginvestasikan modalnya. Regulasi dan kepastian hukummerupakan hal yang
sangat urgen bagi para Investor karena sebaik apapun pasar dan bahan baku namun
apabila tidak diimbangi oleh regulasi pemerintah yang bersifat mendukung maka
dapat dipastikan para Investorakan enggan menginvestasikan modalnya. Beberapa
karakteristik regulasiyang bersifat menghambat antara lain :
 Terlalu tingginya biaya fee/ royalty yang harus dibayarkan kepada Pemerintah
setempat.
 Tidak adanya perlindungan terhadap para Investor.
 Biaya pembebasan lahan yang terlampau tinggi.

4. Persaingan yang Tidak Sehat


Masalah lain yang tak kalah berbahayanya dengan maslah lainnyayang bisa
dihadapi para Investor dalam berinvestasi adalah adalah adanya persaingan tidak
sehat antara para entrepreneur. Hal ini biasanya ditandai denga adanya desas –
desus yang bersifat provokatif dan menyerang slahsatu atau lebih dari entrepreneur.
Hal ini dikarenakan adanya ketidakmampuan dalam memberikan pelayanan secara
maksimal terhadappara konsumen serta ketidakmampuan untuk bersaing secara
sehat sehinngga pelakunya memilih persaingan secara tidak sehat.