Anda di halaman 1dari 10

KRISTAL- MINERAL

PENDAHULUAN

• Mineral dalam pengertian geologi adalah suatu bahan yang terbentuk secara alamiah
berupa padatan kristalin yang inorganik (Monroe & Wicander, 1997)

• Mineral tersusun oleh sejumlah atom yang membentuk kerangka 3 dimensi tertentu
dan memiliki sejumlah keteraturan yang berpengaruh terhadap perawakan mineral.

• Kristalinitas terkait dengan keteraturan dalam susunan atom dan kalau tidak teratur
disebut amorphous.

KRISTALOGRAFI

Difinisi:

 Kristalografi adalah ilmu yang mempelajari kristal dan berstatus kristalin, terbentuk
secara alamiah yang merupakan dasar dalam mempelajari batuan dan mineral (Cox et
al., 1974)

 Kata krialografi berasal dari Yunani: crystallon = tetesan dingin beku; dan graphein =
menulis

 Sebelum perkembangan kristalografi difraksi sinar X, studi kristal didasarkan pada


geometri kristal, hal ini termasuk mengukur sudut permukaan kristal relatif terhadap
sumbu referensi teoritis (sumbu kristalografi) dan menetapkan kesetangkupan kristal
yang bersangkutan. Yang pertama dilaksanakan menggunakan goniometer

 Kristal adalah suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunnya terkemas
secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi

 Padat adalah keadaan benda, diciri-cirikan dengan volume dan bentuk yang tetap.
Dalam benda padat, atom/molekul berdekatan, atau "keras"; tetapi, tidak mencegah
benda padat berubah bentuk atau terkkompresi. Dalam fase padat, atom memiliki
order ruang; karena semua benda memiliki energi kinetik, atom dalam benda padat
yang paling keras bergerak sedikit, tetapi gerakan ini tak terlihat

TUJUAN KRISTALOGRAFI:

 Menentukan jenis permukaan bidang kristal

 Bagaimana kembaran kristal terjadi

 dll
• Struktur dalam dari mineral

• Bidang kristal

• Simetri

• Sistem kristal

• Sumbu kristalografi

• Konsistensi sudut bidang kristal

• Miller indeces

Struktur Dalam dari Mineral

• Struktur dari sodium chloride

• Simbol menunjukkan posisi dari dua tipe ion

• Struktur dari caesium chloride


Quartz Crystal

Rose des Sables, suatu formasi kristal gips


Two dimensional hexagonal close packing

Three dimensional hexagonal close packing

Three dimensional cubic close packing


Example miller indices

Centring in orthorhombic unit cells

The inversion centre

Octahdral and Tetrahedral sites


Point symmetry of benzene

Point symmetry of thiourea

Sumbu Kristal

Miller Indices

ELEMENTS OF SYMMETRY. :

 PLANES OF SYMMETRY, AXES OF SYMMETRY, and CENTER OF


SYMMETRY.  crystal system
SIFAT FISIK MINERAL

Mineral dapat dikenali berdasarkan sifat fisiknya, yaitu:

• Bentuk kristal

• Belahan dan rekahan

• Kekerasan

• Berat jenis

• Warna

• Warna gores

• Kilap

Macam-macam bentuk dan perawakan kristal (Cox dkk, 1988):

 Acicular; Bentuk kristal menyerupai jarum, misal: zeolite

 Bladed: bentuk kristal memanjang (elongated) dan pipih flattend) dalam satu arah,
misal: kyanite

 Botryoidal; massa bulat-bulat menyerupai buah anggur, misal chalcedony

 Fibrous: kelompok yang berbentuk menyerupai susunan helaian benang-benang


paralel, misal asbestos

 Mammilated: massa bulat-bulat yang mirip botryoidal, tapi bentuk tonjolannya agak
memipih, misal malachite

 Massive: kumpulan kristal tanpa keteraturan bentuk

 Micaceous: bentuk yang mudah dipecah-pecah menjadi lempengan tipis, misal


muscovite, biotite

 Platy: bentuk kristal yang sangat pipih

 Prosmatic; kristal yang bentuknya memanjang dengan bidang-bidang prismatik


yanfiliforg berkembang bagus, misal quartz, hornblende

 Reniform: massa bulat-bulat yang menyerupai bentuk ginjal, misal hematite

 Tabular: kristal yang agak pipih dalam satu arah, misal barite, feldspars

 Filiform: bentuk yang menyerupai kawat, membelit/terpilin (twisted), misal native


silver
Cystal Form: General Forms and Special Forms

 Suatu bentuk umum adalah suatu bentuk pada kelas kristal tertentu yang memotong
semua sumbu kristalografi dengan panjang yang berbeda  (hkl); dalam monoclinic,
triclinic, and orthorhombic crystal systems, bentuk {111} adalah general form

 Pada sistem tetragonal bentuk {121} is general form

 Pada sistem isometric general form  {123}

 Semua bentuk lain yang mungkin hadir  special form.

Belahan (Cleavage) dan Rekahan (Fracture)

 Belahan adalah salah satu sifat mineral yang mempunyai kecenderungan untuk
membelah, tetapi tidak sumua mineral mempunyai belahan.

 Contoh :

 Biotite mempunyai belahan satu arah;

 Feldspar mempunyai belahan dua arah yang berpotongan saling tegak lurus

 Halite mempunyai belahan 3 arah yang salih tegak lurus

 Calcite mempunyai belahan 3 arah yang berpotongan tidak tegak lurus dengan
pecahan rhombohedron

 Fluorite dan diamond mempunyai belahan 4 arah

 Sphalerite dan zinc dengan belahan 6 arah

 Rekahan adalah retakan pada mineral sepanjang bidang yang tidak beraturan

Kekerasan

 Kekerasan adalah resistensi mineral terhadap abrasi

 Kekerasan relatif suatu mineral ditentukan dengan menggunakan skala Mohs


Kekerasaan Mineral Kekerasan sejumlah benda

10 Diamond

9 Corundum

8 Topaz

7 Quartz

Kikir baja (6,5)


6 Orthoclase

5 Apatite Gelas (5,5 – 6)

4 Fluorite

3 Calcite Logam tembaga (3)

2 Gypsum Kuku (2,5)

1 Talc

Berat Jenis (Specific Gravity)

 Berat jenis adalah perbandingan antera berat mineral dan berat volume air

 Pada mineral silikat ferromagnesia (2,7 – 4,3) cenderung lebih berat dibandingkan
dengan bukan ferromagnesia (2,6 – 2,9)

 Contoh lain berat jenis graphite (2,09 – 2,33), sedang diamond (3,5) keduanya
mempunyai komposisi kimia yang sama
Warna (Color)

 Warna merupakan salah satu sifat mineral, tetapi tidak bersifat diagnostik

 Sejumlah mineral dapat memiliki berbagai variasi warna

 Contoh:

 Barite dapat berwarna putih pucat, merah muda, kehijauan, kebiruan dan
kekuningan

 Quartz: dapat berwarna violet, merah muda putih susu atau tidak berwarna

 Mineral dapat dibagi berdasarkan kecenderungan warna relatif, yaitu:

 Warna mineral yang cenderung gelap (mafic minerals)  silikat


ferromagnesia

 Warna mineral yang cenderung terang (felsic minerals)  bukan silikat


ferromagnesia

Gores (Streak)

 Gores adalah warna mineral dalam bentuk bubuk untuk mendapatkannya yaitu dengan
cara menggoreskan mineral

Kilap (Luster)

 Kilap dari suatu mineral biasanya diamati pada permukaan bidang kristal atau pada
permukaan belahan yang segar.

 Istilah yang digunakan dalam mendiskripsi kilap adalah:

 Metallic: galena, pyrite, chalcopyrite

 Pearly: selenite (gypsum) dan beberapa variasi barite

 Resinous: sphalerite (zinc blende)

 Silky (sutra): ditunjukkanoleh beberapa mineral fibrous seperti gypsum

 Vitrious: kilap seperti kaca, quartz