Anda di halaman 1dari 4

BISNIS INTERNASIONAL

FOUR SEASONS HOTEL & RESORT

Dosen Pengampu : Drs. I Ketut Nurcahya, MM

Oleh :

Ni Kadek Ema Yunita (1506205008)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2017
FOUR SEASONS HOTEL & RESORT

A. Profil Four Season Hotel and Resort


Pengusaha kanada yang bernama Isadore Sharp memulai bisnis hotel pada tahun
1960. Pada awal karirnya sebagai arsitek muda, Sharp bekerja di perusahaan ayahnya.
Awalnya Sharp mendesain sebuah motel untuk keluarga temannya, yang kemudian
menginspirasi Sharp untuk membuka hotel sendiri di Toronto. Hotel pertama yang
didirikan oleh Sharp pada tahun 1961 adalah motor hotel untuk para wisatawan yang
sedang berbisnis di Toronto. Sharp membangun beberapa hotel lagi yang tidak begitu
mewah, tetapi belum menamakan Four Season sebelum akhirnya hotel yang dibangun
Sharp memasuki kawasan London. Ketika Sharp mulai membangun hotel di London,
perkembangan Four Seasons dimulai. Sharp berpendapat untuk mulai membangun hotel
di kota kota besar dunia, dimana pelanggan akan merasakan diperlakukan berbeda
berdasarkan status sosial mereka. Kemudian hotel secara resmi dibuka pada tahun 1970.
Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay adalah salah satu hotel bintang lima
dengan konsep resort yang terletak di kawasan tebing pantai Jimbaran. Four Seasons
Resort Bali at Jimbaran Bay merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Bali Giri
Kencana. PT Bali Giri Kencana membeli royalty Four Seasons dari Four Seasons Hotel
Inc. Toronto, Canada. Four Seasons Hotel Inc. sendiri didirikan
oleh chairman sekaligus chief executive officer-nya Isadore Sharp. Sedangkan
untuk home office-nya sendiri berada di Toronto, Canada. Mulai dibuka pada 24 juni
1992, sampai saat ini Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay masih eksis menjadi
salah satu resort terkemuka di Bali, meskipun akhir-akhir ini banyak
sekali resort dan luxury villa yang dibuka di Bali. Saat ini Four Seasons Resort Bali at
Jimbaran Bay dipimpin oleh Mr. John O’Sullivan sebagai general manager-nya.
B. Produk
Produk dari Four Seasons Horel Inc. ini yaitu vila dan private residance (Royal
Villa, Ocean Front Two Bedroom Villa, Two Bedroom Villa, Deluxe Ocean View One
Bedroom Villa, Ocean View One Bedroom Villa, One Bedroom Villa, Four Bedroom
Residance Villa, Three Bedroom Residance Villa, Three Bedroom Garden Residance
Villa, dan Two Bedroom Garden Residance Villa); F&B Service (Taman Wantilan
Restaurant, Pantai Jimbaran (PJ’s) Restaurant, Warung Mie Restaurant, Pool Terrace
Café, Terrace Bar & Lounge, dan Villa Service); outlet pendukung lainnya (The Spa at
Jimbaran, Tennis Courts & Gym, Bussiness Centre, Cooking School, Ganesha Gallery,
Boutique & Gallery, Beach Watersport Bale, dan Library & Lounge).
C. Strategi yang Digunakan dalam Memasuki Pasar Internasional
Hotel -hotel yang tidak berdiri sendiri yang tergolong dalam jaringan hotel atau
lebih dikenal dengan Chain Hotels. Hotel-hotel yang tidak berdiri sendiri ciri khasnya
adalah bahwa hotel ini mempunyai hubungan dalam kepemilikan dan cara
pengelolaannya dengan perusahaan lainnya. Four Seasons Hotel Inc. dalam memasuki
pasar internasional menggunakan strategi kontrak manajemen, dimana satu perusahaan
memberikan perusahaan lainnya pelatihan keahlian manajemen dalam periode yang
sudah di tentukan. Dalam hal ini Four Seasons Hotel Inc. bekerja sama dengan PT Bali
Giri Kencana. PT Bali Giri Kencana membeli royalty Four Seasons dari Four Seasons
Hotel Inc. Toronto, Canada. Selain itu, Four Seasons Hotel Inc. memiliki perusahaan
induk, dimana hotel-hotel yang berada dibawah kepemilikan perusahaan lain atau
merupakan unit perusahaan tersebut. Induk perusahaan akan memberikan patokan cara-
cara mengelola dan kebijakan-kebijakan atas hotel-hotel yang dimilikinya.
D. Hambatan
1. Bahasa
Bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya verbal, namun termasuk juga bahasa
nonverbal atau bahasa tubuh. Dengan begitu, salah satu hambatan Four Seasons
Hotel Inc. dalam mengembangkan usahanya di Indonesia khususnya di Bali yaitu
penggunaan bahasa yang berbeda.
2. Adat dan Budaya
Adat dan budaya yang berbeda antarnegara bisa menyebabkan masalah dalam
hubungan bisnis. Bukan hanya bahasa saja yang perlu dipelajari oleh manajer
internasional, tetapi adat dan budaya jaga perlu dipelajari agar terjalin hubungan
kerja yang baik. Hal ini juga merupakan salah satu hambatan Four Seasons Hotel Inc.
dalam memasuki pasar internasional, hal ini dikarenakan perbedaan budaya yang
signifikan khusunya budaya Indonesia yang lebih menganut adat ketimuran
dibandingkan dengan negara-negara barat (western). Tentunya hal ini perlu
penyesuasian yang lebih mengkhusus dari para manajer internasional untuk
memasuki pasar internasional.
3. Kurs Mata Uang
Kurs menjadi masalah potensial dalam perdagangan internasional. Hal ini
dikarenakan kecendurangan mata uang negara indonesia (Rupiah) yang cenderung
mengalami pelemahan (depresiasi) terhadap dollar. Hal ini tentunya akan
memberikan dampak yang besar terhadap perusahaan yang melakukan perluas pada
negara yang dituju. Four Seasons Hotel Inc. tentunya akan sulit mengkonversi mata
uang akibat fluktuasi kurs yang terjadi setiap saat. Perdagangan internasional akan
sulit dilakukan negara-negara yang terkena dampak apresiasi mata uang asing.
4. Kestabilan Politik, Sosial dan Ekonomi
Kestabilan politik dalam suatu negara juga mempengaruhi kegiatan dalam pasar
internasional. Untuk itu, Four Seasons Hotel Inc. perlu meninjau keadaan politik,
sosial, dan ekonomi negara yang dituju untuk memasuki pasar internasional karena
hal tersebut akan memberikan dampak yang signifikan mengenai keberadaan dan
kemajuan usaha yang akan dilakukan. Seperti misalnya kedatangan tamu-tamu
internasional untuk berlibur juga dipengaruhi oleh kestabilan suatu negara. Bisnis
skala internasional seringkali menghadapi konflik, ini terjadi antara negara asal
(home country) dan negara tempat beroperasi (host country). Konflik biasanya
berkisar antara ekonomi, kekuasaan dan budaya.
5. Solusi dan Saran
Solusi dan saran yang dapat diberikan untuk mengatasi beberapa hambatan yang
dihadapi Four Seasons Hotel Inc yaitu dengan mengembangkan kemampuan sumber
daya manusia khususnya manajer internasional mengenai bahasa, adat dan budaya
dimana ingin memperluas atau melakukan ekspansi terhadap usaha yang akan didirikan
khususnya dalam hal ini Four Seasons Hotel Inc. Selain itu, dalam melakukan ekspansi
atau kontrak manajemen dengan negara lain pihak perusahaan tentunya harus
memperhatikan pergerakan kurs mata uang negara tempat beroperasi (host country)
terhadap mata uang negara asal (home country). Sehingga saran yang dapat diberikan
yaitu dapat menggunakan lindung nilai (hedging). Lindung nilai adalah suatu strategi
yang diciptakan untuk mengurangi timbulnya risiko bisnis yang tidak terduga, di
samping tetap dimungkinkannya memperoleh keuntungan dari invetasi yang dilakukan.
Selain itu, hal lainnya yang perlu diperhatikan perusahaan yaitu memperhatikan
kestabilan politik, sosial, dan ekonomi dimana perusahaan melakukan ekspansi
khususnya dalam hal ini Four Seasons Hotel Inc. Sehingga nantinya risiko-risiko yang
ditimbulkan akibat kontrak manajemen ini dapat dikendalikan.