Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH KONSEP BANGUN INDUSTRI

TUGAS MATA KULIAH


PERENCANAAN KAWASAN INDUSTRI

Disusun Oleh:

Zahua Mahira Reymonda Heriyanto 155060601111056

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2017
A. PENGERTIAN
Pengertian Industri menurut UU No.5 Tahun 1986 Tentang Perindustrian, industri
adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi
dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi lagi penggunaannya,
termasuk kegiatan rancang bangun industri dan perekayasaan industri.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian meletakkan industri


sabagai suatu pilar ekonomi yang memberikan peran cukup besar kepada pemerintah dalam
mendrong untuk kemajuan industri nasional secara terencana, yang mengarahkan menjadi
tumbuh lebih cepat dan mengejar kekurangan dari negara yang lebih maju

Berdasarkan Undang-Undang No.5 Tahun 1984 Rancang bangun industri adalah


kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan pendirian industri atau pabrik secara
keseluruhan atau bagian-bagiannya sedangkan perekayasaan industri adalah kegiatan industri
yang berhubungan dengan perencanaan dan pembuatan mesin atau peralatan pabrik atau
peralatan industri lainnya.

B. KARAKTER
Berdasarkan Dokumen Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-
2035 memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Industri manufaktur kelas dunia (world class manufacturing), yang memiliki basis
industri yang kuat dengan kondisi:
a. Tumbuh dan berkembangnya industri manufaktur dengan berbasis sumber
daya nasional
b. Terbangunnya modal dasar dan prasyaratpembangunan industri
c. Terbentuknya daya saing yang kuat di pasar internasional.
2. Struktur industri yang kuat sebagai motor penggerak utama (prime mover)
perekonomiandengan ciri sebagai berikut:
a. Mempunyai kaitan (linkage) yang kuat dan sinergis antarsubsektor industri dan
dengan berbagai sektor ekonomi lainnya
b. Memiliki kandungan lokal yang tinggi
c. Menguasai pasar domestik;
d. Memiliki produk unggulan industri masa depan
e. Dapat tumbuh secara berkelanjutan
f. Mempunyai daya tahan (resilience) yang tinggi terhadap gejolak
perekonomian dunia.
3. Sinergitas yang kuat antaraindustri kecil, menengah, dan besar yang menjalankan
perannya sebagai sebuah rantai pasok (supply chain). Sinergitas tersebut harus
dibangun melalui hubungan yang saling menguntungkan dan saling membutuhkan
antarskala usaha sektor industri secara nasional.
4. Peran dan kontribusi industri manufaktur yang semakin penting dalam ekonomi
nasional sebagai tumpuan bagi penciptaan lapangan kerja, penciptaan nilai tambah,
penguasaan pasar domestik, pendukung pembangunan berkelanjutan, dan
menghasilkan devisa.

C. KERANGKA PIKIR
Berdasarkan Dokumen Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-
2035 kerangka pikir mencakup :

1. Industri Andalan yaitu industri prioritas yang berperan besar sebagai penggerak
utama (prime mover) perekonomian di masa yang akan datang, selain itu juga
memperhatikan potensi sumber daya alam sebagai sumber keunggulan
komparatif, industri andalah tersebut memiliki keunggullan kompetitif yang
mengandalkan sumber daya manusia yang berpengetahuan dan terampil, serta
ilmu pengetahuan dan teknologi
2. Industri Pendukung yaitu industri prioritas yang memiliki peran sebagai factor
pemungkin (enabler) bagi pengembangan industri andalan secara efektif, efisien,
integratif dan komprehensif.
3. Industri Hulu yaitu industri prioritas yang bersifat sebagai basis industri
manufaktur yng menghasilkan bahan baku yang dapat disertai perbaikan
spesifikasi terntentu yang dugunakan untuk industri hilirnya
4. Modal Dasar yaitu faktor sumber daya yang digunakan dalam kegiatan industri
untuk menghassilkan barang dan jasa serta dalam penciptaan nilai tambah atau
manfaat yang tinggi. Modal dasar yang diperlukan dan digunakan dalam kegiatan
industri adalah
a. Sumber daya alam yang diolah dan dimanfaatkan secara efisien, ramah
lingkungan dan berkelanjutan, sebagai bahan baku maupun sumber energi
bagi kegiatan industri
b. Sumber Daya manusia yang memiliki kompetensi kerja pengetahuan,
keterampilan, dan sikap) yang sesuai di bidang industri
c. Pengembangan, penguasaan, dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas
serta inovasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, nilai tambah, daya
saing, dan kemandirian sektor industri nasional.
5. Prasyarat, yaitu kondisi ideal yang dibutuhkan agar tujuan pembangunan industri
dapat tercapai. Prasyarat yang dibutuhkan untuk mewujudkan industri andalan,
pendukung dan hulu, serta dalam pemanfaatan sumber daya di masa yang akan
datang adalah:
a. Penyediaan infrastruktur industri di dalam dan di luar kawasan industri dan/
atau di dalam kawasan peruntukan Industri
b. Penetapan kebijakan dan regulasi yang mendukung iklim usaha yang
kondusif bagi sektor industri
c. Penyediaan alokasi dan kemudahan pembiayaan yang kompetitif untuk
pembangunan industri nasional.

D. PENETAPAN INDUSTRI PRIORITAS


Berdasarkan Dokumen Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-
2035 penetapan indsutri prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan:

1. Kepentingan nasional sebagai tujuan pembangunan industri diantaranya adalah:


a. Peningkatan kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan ekonomi
dari negara lain
b. Keamanan, kesatuan, dan konektivitas wilayah Indonesia secara strategis
c. Persebaran kegiatan ekonomi dan industri secara lebih merata ke seluruh
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Permasalahan terkait pertumbuhan ekonomi yang dihadapi diantaranya adalah:
a. Penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja melalui
penciptaan lapangan kerja produktif
b. Struktur industri yang lemah yang ditandai dengan kurangnya keterkaitan
antara satu sektor industri dengan industri lainnya, tingginya kandungan
impor bahan baku dan komponen, dan lemahnya daya saing di pasar global.
3. Keinginan untuk mengejar ketertinggalan dari negara maju dilakukan melalui
peningkatan produktivitas yang dapat dicapai melalui pemanfaatan teknologi
yang sesuai.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka dirumuskan kriteria penentuan industri


prioritas sebagai berikut

1. Kriteria secara kuantitatif terdiri dari :


a. Memenuhi kebutuhan dalam negeri dan substitusi impor, atau memiliki
potensi pasar yang tumbuh pesat di dalam negeri
b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penyerapan tenaga kerja, atau
berpotensi dan/atau mampu menciptakan lapangan kerja produktif
c. Memiliki daya saing internasional, atau memiliki potensi untuk tumbuh dan
bersaing di pasar global
d. Memberikan nilai tambah yang tumbuh progresif di dalam negeri, atau
memiliki potensi untuk tumbuh pesat dalam kemandirian
e. Memperkuat, memperdalam, dan menyehatkan struktur industri
f. Memiliki keunggulan komparatif, penguasaan bahan baku, dan teknologi.
2. Kriteria secara kualitatif terdiri dari:
a. Memperkokoh konektivitas ekonomi nasional
b. Menopang ketahanan pangan, kesehatan dan energi
c. Mendorong penyebaran dan pemerataan industri.

E. PENTAHAPAN INDUSTRI PRIORITAS


Berdasarkan Dokumen Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-
2035 penetapan indsutri prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan:

JENIS INDUSTRI
NO INDUSTRI PRIORITAS 2015-2019 2020-2024 2025-2035
1 Industri Pangan Industri Pengolahan Ikan
1. Ikan awet (beku,
kering, dan asap)
dan fillet
2. Aneka olahan ikan,
JENIS INDUSTRI
NO INDUSTRI PRIORITAS 2015-2019 2020-2024 2025-2035
rumput laut
danhasil laut
lainnya (termasuk
carrageenan,
minyak ikan,
suplemen dan
pangan fungsional
lainnya)
Industri Pengolahan Susu
1. Susu untuk 1. Susu untuk
kesehatan (susu kesehatan (susu
cair, bubuk dan cair, bubuk dan
condensed) condensed)
2. Probiotic dan 2. Probiotic dan
pangan pangan
fungsional fungsional
lainnya lainnya berbasis
berbasis susu susu
Industri Bahan Penyegar
1. Bubuk coklat 1. Kopi 1. High value tea
2. Lemak coklat dekafeinasi 2. Suplemen
3. Makanan dan 2. Aneka pangan berbasis teh
minuman daricoklat olahan berbasis
4. Suplemen dan kopi organik
pangan fungsional 3. Suplemen dan
berbasis kakao pangan
fungsional
berbasis kopi
4. High value tea
5. Suplemen
berbasis teh
Industri Pengolahan Minyak Nabati
1. Fortified cooking
oil (natural dan
non-natural)
2. Pangan fungsional
berbasis minyak
nabati
Industri Pengolahan Buah-Buahan dan Sayuran
1.Buah/sayuran
dalamkaleng
2.Fruit/vegetable layer
3.Suplemen dan
pangan fungsional
berbasis limbah
industri pengolahan
buah
Industri Alat Kesehatan
1. Produk disposable 1. Produk 1. Produk
and consumables disposable and disposable and
2. Hospital Furniture consumables consumables
3. Implan Ortopedi 2. Hospital 2. Hospital
4. Electromedical Furniture Furniture
devices 3. Implan 3. Implan Ortopedi
5. Diagnostic Ortopedi 4. Electromedical
instrument 4. Electromedical devices
6. PACS (Picture devices 5. Diagnostic
Archiving and 5. Diagnostic instrument
JENIS INDUSTRI
NO INDUSTRI PRIORITAS 2015-2019 2020-2024 2025-2035
Communication instrument 6. PACS (Picture
System) 6. PACS (Picture Archiving and
7. Software and IT Archiving and Communication
8. Diagnostics Communicatio System)
reagents n System) 7. Software and IT
7. Software and 8. Diagnostics
IT reagents
8. Diagnostics 9. POCT (Point of
reagents Care Testing)
9. POCT (Point of 10. Radiologi
Care Testing)
10. Radiologi
2 Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, Industri Tekstil
Dan Aneka 1. Serat tekstil 1. Serat tekstil 1. Serat tekstil
2. Rajut mikro nano
3. Garmen fesyen 2. Dissolving pulp 2. Smart apparel
4. Tekstil Khusus rayon 3. Rajut
3. PET recycle 4. Tekstil Khusus
4. Garment
functional and
smart apparel
5. Rajut
6. Tekstil Khusus
Industri Kulit dan Alas Kaki
1. Alas kaki 1. Alas kaki 1. Produk kulit
2. Produk kulit 2. Produk kulit khusus
khusus (advanced khusus (advanced
material) (advanced material)
3. Kulit sintetis material) 2. Kulit sintetis
4. Bahan kulit 3. Kulit sintetis 3. Bahan kulit
nonkonvensional 4. Bahan kulit nonkonvensiona
nonkonvension l
al

Industri Furnitur dan Barang Lainnya dari Kayu


1. Kerajinan, ukir- 1. High tech High value
ukiran dari kayu furnitur kayu kerajinan dan
2. Furnitur kayu dan dan rotan furnitur
rotan bersertifikat
industri hijau
2. Kerajinan
dengan bahan
baku limbah
industri
pengolahan
kayu
Industri Peralatan Komunikasi
1. Transmisi 1. Transmisi Transmisi
telekomunikasi telekomunikasi telekomunikasi
2. Smart mobile (radar dan (satelit)
phone satelit)
2. Smart mobile
phone

3 Industri Pembangkit Energi Industri Alat Kelistrikan


JENIS INDUSTRI
NO INDUSTRI PRIORITAS 2015-2019 2020-2024 2025-2035
1. Motor/generator 1. Motor/ 1. Motor/generator
listrik generator listrik listrik
2. Baterai 2. Baterai 3. Solar 2. Baterai
3. Solar cell cell 3. Solar cell
3. Pembangkit 4. Pembangkit
Listrik Tenaga Listrik Tenaga
Nuklir Nuklir
4 Industri Barang Modal, Industri Mesin dan Perlengkapan
Komponen, Bahan Penolong, Dan Industri Komponen
Jasa Industri Industri Bahan Penolong
Industri Pakan
Industri Barang dari Kayu
Industri Pulp dan Kertas
5 Industri Logam Dasar Dan Bahan Industri Pengolahan dan Pemurnian Besi dan Baja Dasar
Galian Bukan Logam Industri Pengolahan dan Pemurnian Logam Dasar Bukan Besi
Industri Resin Sintetik dan Bahan Plastik
Industri Karet Alam dan Sintetik
Industri Barang Kimia Lainnya
Sumber : Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035

Rancang bangun industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan


perencanaan pendirian industri atau pabrik secara keseluruhan selain itu juga kita dapat
memperhatikan dalam perencanaan kawasan industri seperti

a. Kondisi Geologis dan Topografis


b. Kondisi tanah dan tata guna lahan, jangan merubah fungsi awal guna lahan untuk
pertanian yang dirubah menjadi industri
c. Kesesuaian dengan Rencana Induk kota atau dengan rencana pengembangan
wilayah/ kabupaten/REPELITA
d. Jaringan transportasi yang memadai dan tersedia
e. Infrastruktur yang mendukung
f. Pengaruh adanya industri terhadap lingkungan sekitar
g. Keserasian dengan lingkungan, kalau bisa jangan terlalu dekat dengan kawasan
permukiman
KESIMPULAN
Dalam mendirikan atau melakukan perencanaan kawasan industri, sebuah industri tidak
terlepas dari sebuah rancang bangun ddan perekayasaan industri. Pembangunan sebuah
industri atau pabrik dilakukan dengan sesuai ketentuan atau arahan agar kegiatan di dalam
industri tersbut berjalan lancar dan adanya perencanaan industri dapat membuat peralatan,
alata atau mesin yang digunakan oleh industri tersebut dapat membantu kegiatan produksi
dalam perusaahhan satu dengan perusahaan lainnya
DAFTAR PUSTAKA

Undang Undang No. 5 Tahun 1984 Tentang Perindustrian

Dokumen Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian

Jayamulya, (1991), Evaluasi Lahan Untuk Industri, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada