Anda di halaman 1dari 39

KATA SAMBUTAN

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang


Maha Kuasa, saya menyambut baik atas penerbitan buku
Statistik Daerah yang dilakukan oleh seluruh Badan Pusat
Statistik (BPS) baik di provinsi maupun di kabupaten/kota.
Penyusunan buku Statistik Daerah ini merupakan inovasi
dan pengembangan kegiatan perstatistikan serta
penyebarluasan informasi di pusat dan di daerah sebagai
salah satu upaya untuk mewujudkan visi BPS sebagai
“pelopor data statistik terpercaya untuk semua“.
Penerbitan buku Statistik Daerah dimaksudkan untuk melengkapi ragam publikasi
statistik di daerah diantaranya Daerah Dalam Angka (DDA) yang telah terbit secara
rutin dalam memotret kondisi daerah. Buku ini menyajikan indikator-indikator terpilih
yang dapat menggambarkan secara ringkas namun menyeluruh tentang kondisi
daerah dalam bentuk analisis sederhana.
Saya berharap, buku Statistik Daerah mampu memenuhi harapan pemerintah daerah
dan masyarakat akan kebutuhan data dan informasi statistik secara cepat yang dapat
digunakan sebagai dasar perencanaan, monitoring dan evaluasi tentang
perkembangan pembangunan di berbagai sektor serta membantu para pengguna data
lainnya dalam memahami kondisi umum daerahnya.
Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada
semua pihak yang telah berpartisipasi hingga terbitnya buku ini, dan semoga Tuhan
Yang Maha Kuasa senantiasa meridhoi usaha kita.

Jakarta, 26 September 2016


Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
Kepala,

TTD

DR. Suhariyanto

Statistik Daerah Kota Singkawang 2016 iii


KATA PENGANTAR

Publikasi Statistik Daerah Kota Singkawang 2016 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik
Kota Singkawang. Publikasi ini berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Kota
Singkawang yang dianalisis secara sederhana untuk membantu pengguna data
memahami perkembangan pembangunan serta potensi yang ada di Kota Singkawang.
Publikasi Statistik Daerah Kota Singkawang 2016 diterbitkan untuk melengkapi
publikasi-publikasi yang telah diterbitkan secara rutin setiap tahun. Berbeda dengan
publikasi-publikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis.
Materi yang disajikan dalam Statistik Daerah Kota Singkawang 2016 memuat berbagai
informasi/indikator terpilih yang terkait dengan pembangunan di berbagai sektor di
Kota Singkawang dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam
perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan.
Kritik dan saran konstruktif berbagai pihak sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu memenuhi
tuntutan kebutuhan data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta,
kalangan akademisi maupun masyarakat luas.

Singkawang, 26 September 2016


Badan Pusat Statistik Kota Singkawang
Kepala,

Rosihan Anwar, DP., Sc.

iv Statistik Daerah Kota Singkawang 2016


-

DAFTAR ISI

1. Geografi dan Iklim 1 11. Industri Pengolahan 12


2. Pemerintahan 2 12. Konstruksi 13
3. Penduduk 4 13. Hotel dan Pariwisata 14
4. Ketenagakerjaan 5 14. Transportasi dan Komunikasi 15
5. Pendidikan 6 15. Perbankan dan Investasi 16
6. Kesehatan 7 16. Harga-harga 17
7. Perumahan 8 17. Pengeluaran Penduduk 18
8. Pembangunan Manusia 9 18. Perdagangan 19
9. Pertanian 10 19. Pendapatan Regional 20
10. Pertambangan dan Energi 11 20. Perbandingan Regional 21
21. Lampiran Tabel 24

Statistik Daerah Kota Singkawang 2016 v


Halaman ini sengaja dikosongkan
GEOGRAFI DAN IKLIM
Terdapat delapan gunung dan lima sungai di Kota Singkawang
Luas Kota Singkawang yakni 504 km2, atau hanya 0,34% dari total Luas
Provinsi Kalimantan Barat

Kota Singkawang terletak 148 km arah 6.512 Km2, hutan sebesar 3.280 Km2, dan kebun
Timur Laut dari Kota Pontianak. Berbatasan sebesar 2.619 Km2 .
langsung dengan Kabupaten Sambas dan Peta Kota Singkawang
Kabupaten Bengkayang. Secara astronomis
Kota Singkawang terletak pada 0o 44’ 55,85” –
1o 1’ 21,51” Lintang Utara dan 108 o 51’ 47,6” –
109o 10’ 19” Bujur Timur. Wilayah Kota
Singkawang meliputi area seluas 504 km2 atau
setara dengan 0,34 % dari total luas Provinsi
Kalimantan Barat.

*** Tahukah Anda?


Singkawang merupakan kota terluas ke-11 di
Indonesia setelah Tidore Kepulauan,
Palangkaraya, Dumai, Sorong, Jayapura,
Samarinda, Batam, Padang, Pagar Alam,
Pekanbaru.

Terdapat delapan gunung di Kota


Penggunaan Tanah Satuan 2015
Singkawang, yakni Gunung Besar, Gunung
Kampung/Pemukiman Hektar 358
Sedau, Gunung Besi, Gunung Jintan, Gunung
Industri Hektar 10
Sijangkung, Gunung Sari, Gunung Pasi dan Pertambangan Hektar 1.317
Gunung Poteng. Selain itu terdapat lima sungai Sawah Irigasi Non Teknis Hektar 6.512
yang berfungsi sebagai saluran pembuangan Hutan Hektar 10 936
Kebun Hektar 25 609
dan sarana pengangkutan hasil pertanian dan
Lainnya Hektar 5 658
perikanan, yakni Sungai Singkawang, Sungai
Setapuk Besar, Sungai Sedau, Sungai Wie dan
*** Tahukah Anda?
Sungai Garam. Kota Singkawang juga memiliki
Dari 185 km2 luas wilayah bukit/gunung di Kota
satu danau. Singkawang, hanya kecamatan Singkawang

Penggunaan tanah untuk kampung/ Utara yang tidak memiliki wilayah bukit/gunung.

pemukiman di kota Singkawang pada tahun


2015 sebesar 358 Km2. Penggunaan tanah
untuk industri sebesar 10 Km2, pertambangan
1.317 Km2, sawah irigasi non teknis sebesar

Statistik Daerah Kota Singkawang 2016 1


PEMERINTAHAN
Lebih banyak PNS perempuan
Jumlah pegawai negeri sipil di Kota Singkawang lebih banyak perempuan dibanding laki-laki
dengan perbandingan sekitar 10:8

Statistik Pemerintahan Kota Singkawang 2015

Sejak terbentuk secara definitif pada tahun


Wilayah Administrasi 2013 2014 2015
2001, jumlah kecamatan maupun kelurahan di
Kecamatan 5 5 5 Kota Singkawang tidak mengalami perubahan.
Kelurahan 26 26 26 Jumlah kecamatan sebanyak lima dan jumlah
kelurahan sebanyak 26. Perubahan hanya
Jumlah PNS* 2013 2014 2015
terjadi pada komposisi kelurahan di Kecamatan
Laki-laki 1.932 1.868 1.875
Singkawang Barat dan Singkawang Tengah,
Perempuan 2.506 2.452 2.449
dimana Kelurahan Sungai Wie, yang
Total 4.438 4.320 4.324 sebelumnya masuk ke dalam wilayah
* tidak termasuk pegawai negeri instansi vertikal Kecamatan Singkawang Barat, pada tahun
2003 tercatat ke dalam Kecamatan
*** Tahukah Anda?
Singkawang Tengah.
Dari 4.324 PNS di Kota Singkawang pada tahun
2015, 578 diantaranya adalah pejabat eselon Jumlah pegawai negeri sipil Pemerintah
sementara 3.746 adalah pegawai non eselon. Kota Singkawang mengalami sedikit
peningkatan dari 4.320 pada tahun 2014
menjadi 4.324 pada tahun 2015. Berdasarkan
komposisi pegawai menurut jenis kelamin,
jumlah pegawai perempuan lebih banyak
dibanding jumlah pegawai laki-laki.
Perbandingannya berkisar antara sepuluh
banding delapan.

Data yang ada juga menunjukkan bahwa


terjadi peningkatan kualitas pegawai dari sisi
pendidikan, yaitu semakin meningkatnya
pegawai yang memiliki pendidikan Diploma ke
atas.

*** Tahukah Anda?


Pegawai negeri golongan I di Pemerintah Kota
Singkawang hanya sebesar 2 %, sementara
golongan III ke atas sebesar 79 %

2
PEMERINTAHAN
Ketergantungan terhadap DAU tinggi
Anggaran pembangunan pada tahun 2015 menelan biaya sebesar 769,48 milyar. 61,80 %
sumber dana anggaran ini berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU)

Anggota DPRD Kota Singkawang


Jumlah anggota DPRD Kota Singkawang periode 2014 - 2019
untuk periode 2014 – 2019 sebanyak 60 orang.
Fraksi L P Total
Dari jumlah tersebut hanya tiga orang anggota
PDI PERJUANGAN 11 1 12
dewan yang berjenis kelamin perempuan,
PARTAI KEBANGKITAN
selebihnya adalah laki-laki. 6 2 4
BANGSA
Berdasarkan tingkat pendidikan, 17 orang PARTAI NASDEM 6 2 8
anggota dewan (28%) berlatar belakang PEMBANGUNAN
6 0 6
pendidikan SMA, dan 43 orang (72%) berlatar KEADILAN RAKYAT

belakang pendidikan DIII, S1, dan S2. PARTAI GERINDRA 12 0 12


PARTAI DEMOKRAT 6 0 6
*** Tahukah Anda? KARYA SEJAHTERA
Dari 60 orang anggota DPRD Kota Singkawang, 10 0 10
NASIONAL
hanya ada tiga orang (5 %) anggota perempuan Jumlah 57 3 60
yang berasal dari PDI Perjuangan dan Partai
Kebangkitan Bangsa.
APBD Kota Singkawang, 2015 (milyar rupiah)
Untuk membiayai pembangunan,
rincian 2013 2014 2015
Pemerintah Kota Singkawang pada tahun 2015
Penerimaan 657,30 736,03 774,94
menghabiskan anggaran sebesar 769,48
Belanja 681,70 694,68 769,48
milyar rupiah. Sebanyak 62,2 % dari anggaran
DAU 431,53 467,53 478,94
ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU),
2 % dari Dana Bagi Hasil Pajak. DAK 62,79 47,87 60,02

PAD 51,33 84,01 97,24


Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bagi hasil pajak 27,09 25,74 25,01
Singkawang pada tahun 2015 tercatat sebesar
97,24 milyar. Nilai ini setara dengan 12,6% dari
total penerimaan Kota Singkawang. Sementara
Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 60,02 *** Tahukah Anda?
milyar atau setara dengan 7,8 % dari total Pendapatan asli daerah Kota Singkawang

penerimaan Kota Singkawang. Dengan terbesar (47%) berasal dari retribusi daerah

komposisi seperti ini, terlihat bahwa


ketergantungan Kota Singkawang terhadap
DAU masih sangat tinggi, yakni sebesar
61,8%.

3
PENDUDUK
Kota Singkawang didominasi oleh penduduk muda/dewasa.
Persentase penduduk kelompok umur 15-64 tahun sebesar 64,80 % dari total penduduk Kota
Singkawang pada tahun 2015.

Indikator Kependudukan Kota Singkawang Berdasarkan hasil proyeksi penduduk pada


tahun 2015, penduduk Kota Singkawang
Uraian 2013 2014 2015
berjumlah 207.601 jiwa, dengan penduduk laki-
Jumlah Penduduk 198.742 202,196 207,601
laki sebanyak 106.125 jiwa dan penduduk
Pertumbuhan (%) 2,10 2.09 2.12
perempuan sebanyak 101.476 jiwa.
Kepadatan (jiwa/km2) 394 401 412
Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki
Sex ratio (L/P) (%) 103,74 103.26 104,58
terhadap penduduk perempuan (sex ratio)
Jumlah Rumahtangga 41.960 44,730 46.517
sebesar 104,58 berarti untuk setiap 10.000
Rata-rata ART (jiwa/ruta) 5 5 5
penduduk perempuan di Kota Singkawang,
% Penduduk kelompok umur
diperkirakan terdapat sekitar 10.458 penduduk
0 - 14 thn 30,21 29.95 29.69
laki-laki.
15-64 thn 64,60 64.71 64.80
Pertumbuhan penduduk pada tahun 2015
> 65 thn 5,18 5.34 5.51
sebesar 2,12 %. Dengan luas wilayah sebesar
2
504 km , maka kepadatan penduduk pada
2
*** Tahukah Anda? tahun 2015 adalah sebesar 412 jiwa/km .
Jumlah penduduk Kota Singkawang hasil
Komposisi penduduk di Kota Singkawang
Sensus Penduduk (SP) tahun 2000 sebanyak
didominasi oleh penduduk muda/dewasa. Hal
151.622 jiwa, hasil SP tahun 2010 sebanyak
ini terlihat dari persentase penduduk kelompok
186.462 , dan hasil proyeksi penduduk tahun
2015 sebanyak 207.601 jiwa umur 15-64 tahun, sebesar 64,80 % dari total
penduduk Kota Singkawang pada tahun 2015.
Piramida penduduk Kota Singkawang, 2015
Bila kita cermati gambar piramida penduduk
di samping, terlihat bahwa pada tahun 2014
jumlah penduduk kelompok umur 0-4 tahun
lebih banyak dibanding kelompok umur 5-9
tahun. Dengan tingkat pertumbuhan yang
relatif tetap dalam 3 tahun terakhir, hal tersebut
menandakan laju pertambahan penduduk
alamiah (melalui kelahiran) cukup tinggi.

*** Tahukah Anda?

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota


Singkawang mengeluarkan 4.996 akta kelahiran
selama tahun 2015

4
KETENAGAKERJAAN
Angkatan Kerja Menurun
Pada tahun 2015 tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 57,41 persen. Angka ini
menurun dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 58,01

Dari total penduduk usia kerja (15 tahun ke


atas), lebih dari setengah penduduk Kota
Statistik Ketenagakerjaan Kota Singkawang 2015
Singkawang termasuk dalam angkatan kerja.
Tingkat partisipasi angkatan kerja mengalami Uraian 2013 2014 2015
sedikit perubahan selama periode 2013 – 2015
TPAK (%) 66,53 58,01 57,41
yakni dari 66,53 persen menjadi 57,41 persen.
Tingkat
Pasar tenaga kerja di Kota Singkawang juga 4,59 4,71 6,12
pengangguran (%)
ditandai dengan tingginya angka kesempatan Bekerja (%) 95,41 91,88 93,88
kerja. Hal ini dapat dilihat dari tingginya
UMR (000 Rp) 1 135 1 450 1 650
persentase penduduk usia kerja yang bekerja
yang mencapai lebih dari 94 persen pada Sektor Pertanian (%) 28,92 27,01 24,45
tahun 2015. Tingkat pengangguran terlihat
Sektor Perdagangan 35,43 27,31 33,70
cenderung meningkat selama kurun waktu (%)
2013-2015. Pada tahun 2013 tingkat Sektor Jasa (%) 27,86 24,11 29,23
pengangguran sebesar 4,59 persen. Angka ini
meningkat menjadi 6,12 persen pada tahun
2015.
*** Tahukah Anda?
Berdasarkan sektor pekerjaan yang digeluti,
Pada tahun 2015 sebanyak 43,4 % dari penduduk
pilihan bekerja di sektor pertanian,
yang bekerja, berkarya di sektor formal, dan
perdagangan dan jasa masih mendominasi sebanyak 56,6 % berkarya di sektor informal.
pasar kerja di Kota Singkawang dengan
persentase berturut-turut 24,45 persen; 33,70
persen; dan 29,23 persen. Dibandingkan tahun
sebelumnya, persentase pekerja di sektor
pertanian mengalami penurunan, sedangkan
perdagangan dan jasa mengalami
peningkatan.

Upah minimum regional (UMR) Kota


Singkawang terus meningkat peningkatan.
Selama kurun waktu 2013-2015 UMR Kota
Singkawang meningkat dari Rp 1.1355.000
menjadi Rp 1.650.000 perbulan.

5
PENDIDIKAN
Rata-rata penduduk baru menyelesaikan pendidikan kelas 2 SLTP
Rata-rata lama sekolah di Kota Singkawang sebesar 7,28 tahun. Ini artinya secara rata-rata
penduduk Kota Singkawang baru bersekolah selama 7 tahun atau setara dengan
tingkat 2 pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Indikator Pendidikan Kota Singkawang 2015

Uraian 2013 2014 2015 Pada tahun 2015, angka melek huruf

Rata-rata
penduduk kota Singkawang mencapai 90,54
lama 7.14 7.26 7.28
persen. Secara umum, penduduk laki-laki di
sekolah
Kota Singkawang seperti juga di daerah lain,
Angka Partisipasi Sekolah
memiliki kemampuan baca lebih tinggi
APM APK APM APK APM APK
dibanding penduduk perempuan. Berdasarkan
7-12 84,4 103,5 83,3 104,8 82,8 103,8
data Susenas 2015, sebanyak 88,11 persen
13-15 57,2 84,9 55,2 87,9 56,5 90,2
penduduk Kota Singkawang dapat membaca
16-18 53,8 79,9 56,5 78,8 52,3 89,2 huruf latin; 8,17 persen dapat membaca huruf
arab dan 7,68 persen dapat membaca huruf
*** Tahukah Anda? lainnya (seperti huruf cina dan sebagainya).
Berdasarkan data Susenas 2014, 90,54 persen
Rata-rata lama sekolah di Kota Singkawang
penduduk Kota Singkawang pada tahun 2015
pada tahun 2015 sebesar 7,28 tahun. Ini
sudah dapat membaca, sedangkan 9,46 persen
artinya secara rata-rata penduduk Kota
tidak dapat membaca.
Singkawang baru bersekolah selama tujuh

Persentase penduduk menurut kemampuan baca tahun atau setara dengan tingkat ke dua pada
2015* Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).
Kemamp Jenis Kelamin
uan Total
L P
membaca Terkait dengan perbandingan jumlah murid dan
Huruf latin
47,1 42,1 89,3 guru, pada tahun ajaran 2014/2015, Secara
Huruf arab rata-rata 1 orang guru SMA Mengajar 12 orang
12,2 12,1 24,3
Lainnya siswa, 1 orang guru SMP mengajar sekitar 15
2,6 1,7 4,3
*data Susenas 2015 siswa, dan 1 orang guru SD mengajar 19 siswa
Jumlah Murid, Guru dan Sekolah di Kota Singkawang
2015

*** Tahukah Anda?

Masih ada penduduk usia sekolah (7-18) tahun di


Kota Singkawang yang belum pernah
mengenyam pendidikan (sebanyak 0,64 persen

6
KESEHATAN
Kepedulian terhadap kesehatan cukup tinggi
Sekitar 97,51 persen proses persalinan yang terjadi selama 2013-2015 ditolong oleh dokter
atau bidan..

Puskesmas merupakan tempat rujukan


Statistik Kesehatan Kota Singkawang, 2014
berobat yang paling banyak dan paling sering
diakses oleh masyarakat Kota Singkawang. Uraian 2013 2014 2015
Jumlah puskesmas yang terdapat di Kota
Tempat berobat
Singkawang mencapai 27 unit dengan 9 unit
Rumah Sakit 6 6 6
Puskesmas Kecamatan dan 18 unit
Puskesmas Kelurahan. Puskesmas yang ada Puskesmas 5 5 9

di kecamatan seluruhnya sudah dapat Puskesmas


21 22 18
melayani pelayanan kesehatan reproduksi. kelurahan

Klinik bersalin 2 2 2
Jumlah rumah sakit di Kota Singkawang
pada tahun 2015 tercatat ada 6 unit, dimana 4 Tenaga Kesehatan

rumah sakit dikelola oleh pemerintah dan 2 Dokter 68 71 86


rumah sakit dikelola pihak swasta. Dari enam Bidan 5 6 7
rumah sakit tersebut, 4 rumah sakit telah dapat
Paramedis 785 808 823
melayani kelahiran dengan caesar yakni
Rumah Sakit Daerah Abdul Aziz, Rumah Sakit
Vincensius, Rumah Sakit DKT, dan Rumah *** Tahukah Anda?
Sakit Harapan Bersama. Persentase balita usia 1-4 tahun yang mendapat
imunisasi lengkap di Kota Singkawang mencapai
Tercatat sebanyak 4.130 kelahiran di rumah 95 persen
sakit. Dari 4.130 kelahiran yang tercatat di
Rumah Sakit Kota Singkawang pada tahun
2015, 2.152 kelahiran diantaranya melalui Peristiwa kelahiran menurut proses kelahiran
2015
proses kelahiran Caesar.

*** Tahukah Anda?


23 persen proses kelahiran bayi di Kota
Singkawang pada tahun 2015 ditolong oleh
dokter kandungan, dan 74 persen kelahiran
ditolong oleh bidan.

7
PERUMAHAN
Kualitas perumahan sudah cukup baik
Sekitar 75,5 persen rumah tangga di Kota Singkawang telah memiliki sanitasi yang layak dan 86,44
persen rumah tangga telah mengkonsumsi air minum layak.

Salah satu indikasi rumah sehat menurut


Statistik Perumahan Kota Singkawang Badan Kesehatan Dunia (World Health
Organization / WHO) adalah rumah tinggal
Uraian 2013 2014 2015
yang memiliki luas lantai perkapita minimal 10
Rumah milik sendiri (%) m2. Pada tahun 2015 masih ada sekitar 8,6
Perkotaan 53,2 55,4 54,5 persen rumah tangga di perdesaan dan 12,3
Pedesaan 27,6 27,4 29,9 persen rumah tangga di perkotaan Kota

Rumah Tangga dengan Luas Lantai Singkawang yang tinggal di rumah dengan luas
per kapita <= 10 m2 (%) lantai perkapita kurang dari 10 m2. Berdasarkan
Perkotaan 20,1 12,9 12,3 status kepemilikan bangunan, 84,5 persen

Pedesaan 11,1 6,8 8,6 rumah tangga di Kota Singkawang sudah


menghuni rumah milik sendiri. dimana 54,5
Kualitas Perumahan (%)
persen rumah tangga tinggal di daerah
Lantai bukan tanah 99,6 98,2 99,4
perkotaan dan 29,9 persen tinggal di daerah
Atap layak 95,7 95,8 94,2
pedesaan.
Dinding permanen 82,8 83,6 83,9

Jamban sendiri 84,9 86,9 89,4 Secara umum kondisi perumahan di Kota
Singkawang sudah cukup baik. Hal ini terlihat
dari statistik kualitas rumah yang cukup baik.
*** Tahukah Anda? Lebih dari 99 persen rumah tangga di Kota
3,61 persen rumah tangga di Kota Singkawang pada
Singkawang tinggal di rumah yang berlantai
tahun 2015 belum menggunakan listrik PLN sebagai
bukan tanah. Sekitar 95 persen mempunyai
sumber penerangan di rumah.
atap yang layak (bukan jerami/ijuk), dan 83
persen rumah tangga tinggal di rumah dengan
Rumah Tangga dengan Akses terhadap Air Bersih
2012-2014 dinding permanen.

Penilaian kualitas rumah juga dapat dilihat


dari kelayakan sanitasi. Sanitasi dikategorikan
layak apabila memiliki fasilitas tempat buang
air besar sendiri atau bersama, kloset leher
angsa dan tempat pembuangan akhir tinja
menggunakan tangka/SPAL. Pada tahun 2015,
sekitar 75,5 persen rumah tangga di Kota
Singkawang telah memiliki sanitasi yang layak.

8 Statistik Daerah Kota Singkawang 2016


PEMBANGUNAN MANUSIA
IPM Kota Singkawang tertinggi kedua setelah Kota Pontianak
IPM Kota Singkawang tercatat sebesar 70,03 pada tahun 2015,sedangkan tingkat kemiskinan sebesar
5,88 persen pada tahun 2014. Tingkat kemiskinan Kota Singkawang terendah ketiga di Kalbar.

Kemajuan pembangunan manusia secara


Indeks Pembangunan Manusia
umum dapat ditunjukkan dengan melihat Kota Singkawang
perkembangan indeks pembangunan manusia
(IPM) yang mencerminkan capaian kemajuan di
bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Dengan melihat perkembangan angka IPM tiap
tahun, tampaknya kemajuan yang dicapai Kota
Singkawang dalam pembangunan manusia
terus mengalami peningkatan. Angka IPM Kota
Singkawang mengalami peningkatan yakni dari
69,84 pada tahun 2014 menjadi 70,03 pada
tahun 2015. Sejak tahun 2015 IPM Kota Statistik Kemiskinan Kota Singkawang
*)
Singkawang masuk kategori IPM tinggi Uraian 2012 2013 2014
Pertumbuhan IPM Kota Singkawang pada Garis Kemiskinan 294.960 320.211 355.133
(Rp)
tahun 2015 sebesar 0,27 persen. Jika
Jumlah Penduduk 10.400 13.000 11.970
dibandingkan dengan pertumbuhan IPM Miskin (jiwa)
kabupaten/kota di Kalbar, pertumbuhan IPM Penduduk Miskin 5,31 6,50 5,88
(%)
Kota Singkawang termasuk lambat. Sebagai
Catatan:
perbandingan pertumbuhan IPM Povinsi Kalbar
mencapai 1,08 persen pada tahun 2015.  Penduduk miskin adalah penduduk yang
memiliki rata-rata pengeluaran per kapita

*** Tahukah Anda?


per bulan di bawah Garis Kemiskinan

Jumlah keluarga sejahtera (KS I) pada tahun 2015  Garis Kemiskinan adalah nilai pengeluaran
di Kota Singkawang berdasarkan kriteria kebutuhan minimum makanan yang
BPMPKB mencapai 23.675 keluarga. disetarakan dengan 2100 kilo kalori (kkal)
per kapita per hari ditambah kebutuhan
Tingkat kemiskinan di Kota Singkawang
minimum non-makanan yang mencakup
tergolong cukup rendah jika dibandingkan
perumahan, sandang, pendidikan dan
dengan daerah lain di Kalbar. Persentase
kesehatan.
penduduk miskin di Kota Singkawang *)
 Angka IPM diklasifikasikan menjadi
mengalami penurunan dari 6,5 persen pada
Sangat tinggi (≥ 80), tinggi (70 ≤ IPM < 80),
tahun 2013 menjadi 5,88 persen pada tahun
sedang (60 ≤ IPM < 70), dan rendah (< 60)
2014.

9
PERTANIAN
Produksi telur dan daging ayam ras menurun
Produksi telur ayam ras menurun 4,3 persen, sedangkan produksi daging ayam menurun
hampir 20 persen dibandingkan tahun 2014.

Statistik Tanaman Pangan Kota Singkawang Pertanian merupakan lapangan usaha


Uraian 2013 2014 2015 ekonomi terbesar keempat setelah
Padi perdagangan, konstruksi dan industri
Luas Panen (Ha) 5.347 3.733 5.831 pengolahan di Kota Singkawang, dengan
Produksi (Ton) 17.447 12.592 19.693 pangsa pasar sebesar 12,4 persen. Komoditas
Jagung pertanian unggulan di Kota Singkawang adalah
Luas Panen (Ha) 195 205 133 peternakan, khususnya ayam ras pedaging dan
Produksi (Ton) 958 1.032 664,8 telur ayam ras
Ubi Kayu
Luas Panen (Ha) Jumlah produksi daging ayam selama kurun
67 84 127
Produksi (Ton) waktu 2013–2015 mengalami penurunan yakni
868 1072 1.618
Ubi Jalar dari 7.374 ton pada 2014 menjadi 5.902 ton
Luas Panen (Ha) 43 65 87 pada 2015. Produksi telur juga mengalami
Produksi (Ton) 274 413 571 penurunan yakni dari 22.011 Ton pada tahun
2014 menjadi 21.060 Ton pada tahun 2015.
Luas Panen dan Produksi Padi
di Kota Singkawang Pada komoditas tanaman pangan, padi,
jagung, ubi kayu, dan ubi jalar merupakan
unggulan Kota Singkawang. Pada tahun 2015
terjadi peningkatan luas panen padi di Kota
Singkawang menjadi 5.831 Ha dengan
produksi sebanyak 19.693 Ton. Berbeda
dengan padi, komoditas jagung justru
mengalami penurunan luas panen menjadi 133
Ha dengan produksi 664,8 Ton.
Populasi dan Produksi Ternak Ayam Ras
di Kota Singkawang (000) *** Tahukah Anda?
Penduduk yang bekerja di sektor pertanian
mencapai 24,45 persen dari total penduduk yang
bekerja di Kota Singkawang pada tahun 2015.

Sawi, jeruk dan nenas merupakan produk


buah dan sayuran utama Kota Singkawang.
Pada tahun 2015 produksi sawi, jeruk, dan
nenas masing-masing mencapai 20.293 ton,
9.404 ton, dan 9.382 ton.

10
PERTAMBANGAN DAN ENERGI
Kapasitas Listrik PLN meningkat cukup pesat
Pada tahun 2015 terjadi peningkatan daya kapasitas listrik PLN sebesar 22,7 persen. Peningkatan
kapasitas ini meningkatkan produksi listrik PLN Kota Singkawang sebesar 7,6 pesen

Produksi Listrik Area Singkawang


Sektor pertambangan di Kota Singkawang
berperan tidak terlalu signifikan, sebab bahan
tambang, mineral dan galian yang dihasilkan
memang tidak cukup banyak. Seperti diketahui,
bahan tambang dan mineral yang dihasilkan di
Singkawang hampir tidak ada, hanya bahan
galian saja yang menghasilkan produk berupa
pasir, batu dan tanah. Penggalian yang ada di
Kota Singkawang sebagian besar adalah
penggalian illegal.

Sebagai sumber penerangan dan energi


lain baik di sektor rumahtangga maupun
industri, listrik memegang peranan yang sangat *** Tahukah Anda?
vital. Produksi listrik di area Singkawang, 98 persen rumah tangga di darah perkotaan dan
selama tahun 2015 sebanyak 176.866 82 persen rumah tangga di daerah perdesaan di
Megawatt. Jumlah ini meningkat sebesar 7,6 Singkawang sudah memakai listrik PLN sebagai

persen dibandingkan dengan produksi tahun sumber penerangan di rumah.

2014.

Dengan jumlah pelanggan sebesar 53.404,


Kapasitas dan Beban Puncak Listrik PLN
jumlah listrik yang terjual oleh PLN mencapai di Kota Singkawang
166.221 MWh. Angka ini meningkat sebesar
sembilan persen dibandingkan tahun 2014.

Kapasitas (daya mampu) yang dapat


ditangani oleh PLN pada tahun 2015 sebesar
61.220 KWh. Jika dibandingka tahun 2014,
maka terjadi peningkatan kapasitas (daya
mampu sebesar 15,5 persen

Statistik Daerah Kota Singkawang 2016 11


INDUSTRI PENGOLAHAN
Industri kecil dan rumah tangga berperan penting
Peran penting industri kecil dan rumah tangga terlihat dari jumlah usaha yang mencapai 95 persen dari
total usaha di sektor industri.

Statistik Industri Pengolahan di Kota


Singkawang
Jumlah Industri Sedang (IS) pada tahun
Rincian 2013 2014 2015 2015 tercatat sebanyak 15 perusahaan,
Jumlah Industri menurun dibandingkan dengan jumlah tahun
20 16 15
Sedang (IS)
sebelumnya. Sebaliknya untuk industri kecil
Jumlah Industri
Kecil dan RuTa 197 197 298 dan rumah tangga (IKRT) terjadi pertumbuhan
(IKRT)
usaha yang cukup pesat yaitu dari 197 usaha
Nilai Tambah menjadi 298 usaha.
797,05 920,78 998,52
(miliar)
Pada tahun 2015 Sektor Industri
Tenaga Kerja
4,54 4,81 4,67 menghasilkan 998,52 milyar rupiah dan mampu
sektor Industri (%)
Nilai memberikan kontribusi sebesar 14 persen
Tambah/Tenaga
88,34 94,68 102,99 terhadap perekonomian Kota Singkawang.
Kerja sektor
Industri (juta) Dibandingkan tahun 2014 terjadi pertumbuhan
sebesar 4,7 persen.
Nilai Tambah industri di Kota Singkawang
(miliar rupiah)

*** Tahukah Anda?


Penduduk yang bekerja di sektor industri
mencapai 4,7 persen dari total penduduk yang
bekerja di Kota Singkawang pada tahun 2015.

Selama periode 2012-2015 terus terjadi


peningkatan nilai tambah pertenaga kerja pada
sektor industri. Pada tahun 2015 tercatat nilai
tambah pertenaga kerja sektor industri sekitar
 Industri besar adalah perusahaan yang 102,99 juta rupiah, atau mengalami
mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih.
 Industri sedang adalah perusahaan yang peningkatan sebesar 8,8 persen.
mempunyai tenaga kerja 20 – 99 orang.
 Industri kecil adalah perusahaan dengan tenaga
kerja 5 – 19 orang.
 Industri rumah tangga adalah perusahaan
dengan tenaga kerja 1 – 4 orang.

12 Statistik Daerah Kota Singkawang 2016


KONSTRUKSI
Sektor konstruksi mengalami pertumbuhan sebesar 10,91%
Nilai tambah sektor kontruksi meningkat dari Rp 1.065 milyar menjadi Rp 1.260,06 milyar
pada tahun 2015

Sektor konstruksi menyumbang 15,98 Statistik Konstruksi Kota Singkawang


persen perekonomian di Kota Singkawang
Uraian 2013 2014 2015
pada tahun 2015. Nilai tambah bruto (NTB) (1) (2) (3) (4)
atas dasar harga berlaku yang dihasilkan oleh Jumlah tenaga
6.528 8.087 8.793
sektor ini adalah sebesar 1.260,06 milyar kerja
% tenaga kerja 7,90% 5,00% 4,24%
rupiah. Dibandingkan tahun 2014, terjadi
NTB ADHB
pertumbuhan sektor konstruksi sebesar 10,91 901,09 1.065,18 1.260,06
(milyar rupiah)
persen.
NTB per
138,03 131,72 143,31
Dari sisi tenaga kerja, sektor konstruksi tenaga kerja

mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 4,24


persen atau sekitar 8.793 jiwa. Tenaga kerja Jumlah Tenaga Kerja dan NTB per Tenaga Kerja

sektor konstruksi pada tahun 2015 mengalami


pertumbuhan sebesar 8,7 persen.

*** Tahukah Anda?


Di dalam surat Izin Usaha Jasa Konstruksi
(IUJK), yang wajib dimiliki oleh setiap
perusahaan konstruksi, tercantum
grade/tingkatan dari perusahaan yang
bersangkutan. Grade mengelompokan
perusahaan berdasarkan nilai proyek/pekerjaan
yang dapat ditangani. Grade terendah adalah G2
yang hanya dapat menangani proyek sampai
dengan 300 juta sedangkan tertinggi adalah G7
*** Tahukah Anda?
yang dapat menangani proyek diatas 1 Milyar
Setiap perusahaan konstruksi tergabung dalam
sampai tak terhingga.
suatu asosiasi/perkumpulan usaha konstruksi.
Terdapat beberapa asosiasi/perkumpulan usaha
Produktivitas tenaga kerja didefinisikan konstruksi di Kota Singkawang, seperti
sebagai nilai tambah yang dihasilkan per GAPEKSINDO, GAPENSI, GABPEKNAS,

tenaga kerja. Pada tahun 2015, produktivitas ASPEKSINDO, AKLINDO dan BPK AKSIKDO.

tenaga kerja sektor konstruksi meningkat


sekitar 8,8 persen dari 131,72 juta pertenaga
kerja menjadi 143,32 juta pertenaga kerja.

Statistik Daerah Kota Singkawang 2016 13


HOTEL DAN PARIWISATA
Tingkat hunian hotel bintang lebih tinggi dibanding hotel non bintang
Pada tahun 2015 tingkat hunian hotel bintang yang sebesar 26,1 persen, lebih tinggi
dibanding hotel non bintang yang hanya sebesar 21,0 persen

Go Meh mampu meningkatkan jumlah


Statistik Hotel dan Pariwisata Kota Singkawang wisatawan yang berkunjung ke Kota
Uraian 2013 2014 2015 Singkawang.
JUMLAH AKOMODASI
Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan,
Hotel berbintang 2 2 1
Hotal non bintang 22 23 29 Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota

Total 24 25 30 Singkawang, wisatawan yang berkunjung


JUMLAH KAMAR pada tahun 2015 mencapai 137.369 wisatawan
Hotel berbintang 121 119 89 dalam negeri dan 1.189 wisatawan
Hotal non bintang 759 708 1.030 mancanegara. Jumlah wisatawan ini meningkat
Total 880 827 1.119 1,6 pesen dibandingkan tahun 2014.
JUMLAH TEMPAT TIDUR
Sektor pariwisata di Kota Singkawang
Hotel berbintang 151 175 136
mendorong tumbuhnya hotel dan penginapan.
Hotal non bintang 1.107 1.032 1.435
Total 1.258 1.207 1.571 Pada tahun 2015 terdapat 30 penginapan,
TINGKAT HUNIAN KAMAR dengan jumlah kamar sebanyak 1.119 dan total
Hotel berbintang 29,49 32,59 26,1 tempat tidur mencapai 1.571. Dari jumlah
Hotal non bintang 30,58 24,32 21,0 tersebut, hanya terdapat satu hotel berbintang
RATA-RATA LAMANYA TAMU MENGINAP (hari) tiga. Jumlah tamu yang menginap di hotel
Hotel berbintang 1,7 tercatat sekitar 115 ribu dengan rata-rata lama
Hotal non bintang 1,7 menginap antara 1-2 hari. Jika dibandingkan
antara kapasitas dan tamu yang menginap,
Ikon Kota Singkawang sebagai tempat
maka rata-rata tingkat hunian kamar hotel
tujuan wisata di Kalimantan Barat tak lepas dari
berbintang lebih tinggi dibandingkan hotel non
keindahan alamnya yang meliputi pantai,
bintang.
gunung, danau, dan pulau-pulau dengan taman
lautnya. Palm Beach, Sinka Island Park, dan
Taman Bougenville. merupakan beberapa objek
*** Tahukah Anda?
wisata yang terkenal di Kota Singkawang. Terletak di pesisir pantai dan diapit oleh

Selain terkenal dengan keindahan alamnya, beberapa gunung menjadikan Kota Singkawang
memiliki beberapa lokasi yang indah untuk
Kota Singkawang juga terkenal dengan
dinikmati, diantaranya yang terkenal adalah
Festival Cap Go Meh yang rutin
Palm Beach, Sinka Island Park, dan Taman
diselenggarakan secara meriah di Kota
Bougenville.
Singkawang dan merupakan andalan
pariwisata Kota Singkawang. Perayaan Cap

14 Statistik Daerah Kota Singkawang 2016


TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI
Sektor Komunikasi Meningkat Cukup Pesat
Tahun 2015, sektor komunikasi meningkat cukup pesat, terlihat dari jumlah penguna internet
yang meningkat menjadi 44.914 oang.

Sarana transportasi dan komunikasi yang Statistik Tranportasi dan Komunikasi


baik sangat diperlukan, mengingat Kota Kota Singkawang
Singkawang sebagai salah satu kota tujuan
Uraian 2013 2014 2015
wisata. Selain itu juga diperlukan sarana jalan
panjang jalan (m) 564.710 584063 588.061
khususnya untuk transportasi darat guna
jalan negara (m) 17.300 17.300 17.300
mendukung distribusi barang demi kelancaran
perdagangan. jalan provinsi (m) 23.510 23.510 23.510

jalan kota (m) 523.900 543253 547251


Sampai dengan tahun 2015, pemerintah
telah membangun 588.061 km jalan di Kota pengguna internet 31.696 35.702 44.914

Singkawang. Dari 588 ribu km jalan di Kota


Singkawang, 69 persen diantaranya sudah Jenis Permukaan Jalan di Kota Singkawang
diaspal, satu persen masih berupa jalan kerikil, 2015

dan 30 persen masih berupa tanah. Selama


tahun 2015, pemerintah daerah Kota
Singkawang telah membangun 3.998 km jalan.

*** Tahukah Anda?

Pada tahun 2015, sekitar 89 persen rumah


tangga telah memiliki sarana transportasi
bermotor sendiri.

Perkembangan sektor komunikasi di Kota Jumlah Kendaraan Umum


Singkawang secara umum meningkat cukup di Kota Singkawang, 2015

pesat khususnya akses penduduk terhadap


teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini
terlihat dari jumlah pengguna internet yang
meningkat dari 35.702 warga berumur lebih
dari 15 tahun pada tahun 2014 menjadi 44.914
warga pada tahun 2015.

15
PERBANKAN & INVESTASI
Simpanan masyarakat di bank terus meningkat
Jumlah dana simpanan masyarakat di bank pada tahun 2015 mencapai 3,16 trilyun rupiah
atau meningkat 16,37 persen dibanding tahun sebelumnya

Pada tahun 2015, terdapat 19 unit kantor

Posisi kredit mikro, kecil dan menengah yang


bank di Kota Singkawang. Dengan
diberikan bank di Kota Singkawang (juta), 2015 penambahan satu bank, pada tahun 2015
Sektor 2013 2014 2015 terjadi peningkatan jumlah dana bank
Pertanian simpanan masyarakat yang berasal dari giro,
50.126 43.376 40.851
Pertambangan simpanan berjangka dan tabungan
2.434 2.053 2.175
Perindustrian dibandingkan dengan tahun sebelumnya
49.105 220.607 142.986
Perdagangan
537.897 565.701 616.722 Jumlah dana yang tersimpan di bank pada
Jasa-jasa
122.767 126.043 124.753
tahun 2015 mencapai 23,16 trilyun rupiah.
Jumlah ini meningkat 16,37 persen dibanding
Jumlah rekening & Posisi simpanan masyakarat tahun 2014.
Kota Singkawang, 2015
Komposisi dari ketiga simpanan masyarakat
berupa giro, simpanan berjangka dan tabungan
semakin didominasi oleh tabungan yakni
mencapai 71 % dari total dana yang tersimpan
di bank, atau senilai 1,93 trilyun rupiah.
Bahkan jika dilihat berdasarkan jumlah
rekening yang ada, rekening tabungan yang
ada di bank pada tahun 2015 mencapai
190.032 rekening atau mencapai 96 persen

Komposisi Posisi Simpanan Masyarakat


dari seluruh rekening. Posisi simpanan
Tahun 2015 berjangka/deposito mencapai 1,03 trilyun
rupiah, yang terkumpul dari 5.837 rekening
deposito. Sementara posisi giro mencapai 202
milyar rupiah yang berasal dari 2.107 rekening
giro.

*** Tahukah Anda?

Lebih dari 2/3 kredit mikro, kecil dan menengah


yang disalurkan bank di Kota Singkawang pada
tahun 2015 diserap sektor perdagangan

16
HARGA-HARGA
Inflasi 2015 cukup rendah
Laju inflasi pada tahun 2015 sebesar 4,00 persen. Angka ini jauh dibawah angka tahun 2015
yang sebesar 9,66 persen

Indeks Harga Konsumen dan Inflasi


Indeks harga konsumen yang sering Kota Singkawang
digunakan sebagai indikator kenaikan harga-
Indikator 2012 2013 2014 2015
harga, secara umum terlihat sedikit mengalami
kenaikan, yakni dari 117,67 pada tahun 2014 IHK 100 107,3 117,67 122,38

menjadi 122,38 pada tahun 2015. inflasi 6,15 7,30 9,66 4,00

Komoditi yang mengalami kenaikan harga paling Perkembangan Harga Sembako Terpilih
tinggi selama di Kota Singkaang adalah bahan di Kota Singkawang (Rp/kg)
makanan, sedangkan komoditi yang mengalami
penurunan harga adalah transportasi, komunikasi,
dan jasa keuangan. Indeks bahan makanan
mengalami peningkatan dari 117,59 pada tahun
2014 menjadi 126,99 pada tahun 2015.
Sementara indeks transportasi, komunikasi, dan
jasa keuangan mengalami penurunan dari
123,01 pada tahun 2014 menjdi 120,44 pada
tahun 2015.

IHK dan inflasi Beberapa Komoditi di Kota


Singkawang, 2015
*** Tahukah Anda?
Komoditi IHK Inflasi
Secara rata-rata terjadi penurunan harga UMUM 122,38 4,00
transportasi, komunikasi, dan jasa Bahan Makanan 126,99 7,99
keuangan sebesar 2,09 persen Makanan Jadi, Minuman,
Rokok dan Tembakau 121,06 6,53
Perumahan, Air, Listrik
dan Gas 122,76 1,68
Sejalan dengan meningkatnya indeks Sandang 111,98 6,48
harga relatif pada tahun 2015, tingkat inflasi Kesehatan 118,03 4,58
juga mengalami peningkatan. Laju inflasi pada Pendidikan, Rekreasi dan
Olahraga 123,96 3,70
tahun 2015 sebesar 4,00 persen. Angka ini
Transpor, Komunikasi
cukup rendah jika dibandingkan inflasi tahun
dan Jasa Keuangan 120,44 -2,09
2014 yang sebesar 9,66 persen.

17
PENGELUARAN PENDUDUK
Pengeluaran perkapita Penduduk Terus Meningkat
Rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Kota Singkawang pada tahun 2015 sebesar
Rp.58.500,00 atau meningkat 5,04 persen dibanding tahun 2014

Persentase Pengeluaran Makanan dan Non


Makanan Kota Singkawang (%)
Secara umum tingkat kesejahteraan
penduduk Kota Singkawang mengalami
peningkatan . Hal ini ditunjukkan oleh semakin
meningkatnya pengeluaran perkapita sebagai
pendekatan (proxy) pendapatan.

Rata-rata pengeluaran perkapita penduduk


Kota Singkawang pada tahun 2015 sebesar
Rp.958.500,00, meningkat 5,04 persen
dibanding tahun 2014 yang sebesar
Pengeluaran Penduduk per Kapita Rp.912.600,00. Selama periode 2012-205
Kota Singkawang (Rp)
secara rata-rata terjadi peningkatan
pengeluaran perkapita sebesar 1,87 persen.

Perkembangan tingkat kesejahteraan


penduduk juga dapat dilihat berdasarkan
perubahan pengeluaran yang dialokasikan
untuk makanan dan non-makanan. Semakin
tinggi pengeluaran yang dialokasikan untuk
ket. : r) = revisi non-makanan dapat menunjukkan adanya
perbaikan tingkat kesejahteraan. Berdasarkan

*** Tahukah Anda? data yang tersedia, terlihat bahwa persentase

Sumber penghasilan utama rumah tangga di pengeluaran untuk non-makanan cenderung


Kota Singkawang pada tahun 2015 sebagian lebih besar dibandingkan non makanan selama
besar berasal dari bidang perdagangan; periode 2012 – 2015. Tahun 2015 persentase
konstruksi; dan industri pengolahan. pengeluaran untuk makanan sebesar 49
persen dan persentase pengeluaran untuk non-
makanan sebesar 51 persen.

18
PERDAGANGAN
Perdagangan di Kota Singkawang didominasi oleh pedagang kecil
Tahun 2015, terdapat 5.950 usaha perdagangan dimana 84 persennya adalah usaha perdagangan
kecil.

Jumlah Usaha Perdagangan berdasarkan SIUP


yang telah terbit di Kota Singkawang
Sektor perdagangan berperan sangat besar
bagi perekonomian Kota Singkawang. Sektor
ini menyumbang sekitar 20 persen dari total
PDRB Kota Singkawang pada tahun 2015.
Dengan total nilai tambah mencapai 1.491,14
milyar, sektor ini menempati urutan pertama
penyumbang terbesar bagi perekonomian Kota
Singkawang pada tahun 2015.

Nilai Tambah Bruto dan Pertumbuhan sektor


perdagangan di Kota Singkawang

*** Tahukah Anda?


Hingga tahun 2015, terdapat 5,950 usaha
perdagangan yang memiliki Surat Ijin Usaha
Perdagangan (SIUP) di Kota Singkawang.
Dari jumlah tersebut, 4.999 adalah usaha
perdagangan kecil, 893 adalah usaha
perdagangan menengah dan 113 usaha
perdagangan besar

Jumlah SIUP yang diterbitkan


di Kota Singkawang
Jumlah usaha perdagangan dari tahun ke
tahun terus mengalami peningkatan yakni, Kategori 2013 2014 2015

yakni dari 5.558 usaha pada tahun 2014 Perdagangan Besar 1 1 1


menjadi 5.950 usaha pada tahun 2015. Dari
Perdagangan Menengah 35 29 29
jumlah tersebut, 84 persen merupakan usaha
perdagangan kecil. Perdagangan Kecil 332 316 363

Total 368 346 393

19
PENDAPATAN REGIONAL
Perekonomian Singkawang tumbuh melambat
Perekonomian Kota Singkawang mengalami pertumbuhan sebesar 6,18 persen pada tahun
2015 sedikit lambat dibandingkan pertumbuhan tahun 2014 yang sebesar 6,61 persen.

Perkembangan PDRB Kota Singkawang Perekonomian Kota Singkawang terus


mengalami pertumbuhan. Selama tiga tahun
Uraian 2013 2014* 2015** terakhir pertumbuhan Kota Singkawang selalu di
PDRB adhb
(milyar Rp) 5.889 6.667 7.477 atas enam persen. Pada tahun 2013
PDRB adhk-2000 perekonomian Kota Singkawang tumbuh sebesar
(milyar Rp) 4.982 5.311 5.639
6,6 persen sedangkan pada tahun 2015 tumbuh
PDRB per kapita adhb
(juta Rp) 29,63 32,97 36,01 sebesar 6,18 persen. Meskipun pertumbuhan
PDRB per kapita adhk- Kota Singkawang cukup baik, tetapi jika
2010 (juta Rp) 25,07 26,27 27,16
laju pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan
ekonomi (%) 6,60 6,61 6,18
2015 ini terlihat lebih lambat. Sektor Konstruksi,
Catatan : *Angka Sementara **Angka Sangat Sementara
transportasi dan pergudangan, dan informasi dan
komunikasi merupakan tiga sektor yang memiliki
*** Tahukah Anda? pertumbuhan tertinggi, masing-masing mencapai

Pada tahun 2014, penyumbang terbesar bagi 10,9 persen, 7,6 persen, dan 8,4 persen.
pertumbuhan ekonomi Kota Singkawang yang
sebesar 6,43 persen diberikan oleh sektor Perekonomian Kota Singkawang didominasi
konstruksi Sektor ini mendorong pertumbuhan
oleh perdagangan besar dan eceran, konstruksi,
ekonomi Kota Singkawang sebesar 1,7 persen.
dan industri pengolahan, Peranan ketiga sektor
tersebut pada tahun 2015 masing-masing
mencapai 20 persen, 17 persen, dan 13 persen.
Distribusi Persentase PDRB Menurut kategori
di Kota Singkawang, 2015

*** Tahukah Anda?

PDRB per kapita penduduk Kota Singkawang


tahun 2010 sebesar 22,14 juta rupiah meningkat
63 persen menjadi 36,01 juta rupiah pada tahun
2015.

PDRB perkapita atas dasar harga berlaku


pada tahun 2015 sebesar 36,01 juta rupiah, atau
naik 11,3 persen dari tahun 2014. Berdasarkan
harga konstan PDRB perkapita sebesar 26,27
juta rupiah atau naik 4,8 persen.

20
PERBANDINGAN REGIONAL
Laju pertumbuhan ekonomi dan IPM Kota Singkawang tertinggi kedua
Pada tahun 2015, laju pertumbuhan ekonomi Kota Singkawang tercatat sebesar 6,18%, dan IPM
sebesar 70,03. Baik pertumbuhan ekonomi maupun IPM Kota Singkawang menempati posisi kedua
setelah Kota Pontianak.

Jika dilihat perbandingan antar PDRB berlaku dan PDRB konstan


Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Kab/Kota di Kalimantan Barat Tahun 2015*

untuk beberapa indikator terpilih memperlihatkan


variasi yang cukup besar. PDRB total atas dasar
harga berlaku tahun 2015 tertinggi tercatat di
Kota Pontianak yang sebesar 27,59 trilyun rupiah.
Nilai ini hampir 10 kali lebih besar dibanding
PDRB Kabupaten Kayong Utara yang hanya
sekitar 2,81 trilyun rupiah. Nilai PDRB berlaku
Kota Singkawang berada pada urutan ketujuh
yaitu sebesar 7,48 trilyun rupiah.

PDRB perkapita tahun 2015 tertinggi tercatat


Catatan: *angka Sementara
di Kota Pontianak yang sebesar 45,4 juta rupiah,
kemudian di susul Ketapang sebesar 36,7 juta Persentase Penduduk Miskin Kabupaten/Kota
Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2014
rupiah. Kota Singkawang berada pada urutan
ketiga dengan nilai PDRB perkapita sebesar 36
juta rupiah. Sementara posisi terendah ditempati
Kabupaten Melawi dengan PDRB perkapita
sebesar 18,6 juta rupiah.

Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM)


Kalimantan Barat tahun 2015 sebesar 65,59.
Pada tahun 2015, IPM Kota Singkawang masuk
kategori IPM tinggi (>70) dan berada pada urutan
kedua. IPM tertinggi ditempati Kota Pontianak
IPM Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat
dengan nilai 77,52 dan terendah ditempati 2015
Kabupaten Kayong Utara dengan nilai 60,09.

Persentase penduduk miskin di Kota


Singkawang tahun 2014 sebesar 5,88 %. Nilai ini
masih lebih rendah dibanding persentase
penduduk miskin Kalimantan Barat yang sebesar
8,08%. Persentase penduduk miskin terkecil
berada di Kabupaten Sanggau yang hanya
sebesar 4,47%.

Statistik Daerah Kota Singkawang 2016 21


Halaman ini sengaja dikosongkan
– LAMPIRAN TABEL –
PENDAPATAN REGIONAL

Tabel 1

JUMLAH ANGGOTA DPRD KOTA SINGKAWANG MENURUT FRAKSI,


PENDIDIKAN YANG DITAMATKAN DAN JENIS KELAMIN
PERIODE 2014 – 2019

SLTA Diploma Sarjana Jumlah


Fraksi

L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. PDI PERJUANGAN 3 - 1 1 7 - 11 1

2. PARTAI KEBANGKITAN
2 - 1 1 3 1 6 3
BANGSA

3. PARTAI NASDEM 1 - 2 - 3 - 6 -

4. PEMBANGUNAN KEADILAN
4 - 2 - 6 - 12 -
RAKYAT

5. PARTAI GERINDRA 1 - 2 - 3 - 6 -

6. PARTAI DEMOKRAT 1 - 2 - 3 - 6 -

7. KARYA SEJAHTERA
5 - - - 5 - 10 -
NASIONAL

Jumlah/Total 17 - 10 2 30 1 57 3

Sumber: Sekretariat DPRD Kota Singkawang

24
Tabel 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT KELOMPOK UMUR


DI KOTA SINGKAWANG, 2015

Laki-laki +
Kelompok Umur/ Laki-laki/ Perempuan/
Perempuan/
Ages Male Female
Male + Female

(1) (2) (3) (4)


0-4 11 245 10 734 21 979
5-9 10 117 9 602 19 719
10-14 10 260 9 676 19 936
15-19 10 667 10 238 20 905
20-24 8 930 8 725 17 655
25-29 8 471 7 956 16 427
30-34 7 892 7 405 15 297
35-39 7 573 6 829 14 402
40-44 6 790 6 157 12 947
45-49 6 049 5 680 11 729
50-54 5 472 5 062 10 534
55-59 4 277 4 250 8 527
60-64 3 071 3 038 6 109
65-69 2 250 2 388 4 638
70-74 1 575 1 738 3 313
75+ 1 486 1 998 3 484

Total 106 125 101 476 207 601

Sumber: : Badan Pusat Statistik Kota Singkawang

25
PENDAPATAN REGIONAL

Tabel 3

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS YANG BEKERJA


SEMINGGU YANG LALU MENURUT LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA
DAN JENIS KELAMIN DI KOTA SINGKAWANG, 2015

Lapangan pekerjaan Utama Laki – laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4)

1. Pertanian 23.55 26.18 24,45

2. Industri Pengolahan 14,57 8,87 12,62

3. Perdagangan, Hotel dan Restoran


29,17 42,37 33,70

4. Jasa Kemasyarakatan
13,76 20.15 15.95

5. Lainnya
18.95 2,43 13,28

Jumlah/ Total 100,00 100,00 100,00

Sumber/Source : Survei Angkatan Kerja Nasional 2014

26
Tabel 4

JUMLAH PESERTA UJIAN NEGARA, LULUSAN DAN DROP OUT


PERGURUAN TINGGI DI KOTA SINGKAWANG, 2015

Peserta Ujian Lulus


Drop
Nama Perguruan Tinggi
Out
Sarjana Diploma Jumlah Sarjana Diploma Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. STIT Singkawang - - - 111 - 111 0

2. AKPER Singkawang 44 125 169 118 44 162 7

3. AKBID Singkawang 0 126 126 0 126 126 0

4. STIE Mulia Singkawang 142 - 142 142 - 142 0

5. STKIP Singkawang - - - 140 - 140 0 0

Jumlah 186 251 437 511 170 681 7

Sumber/Source : Masing-masing Perguruan Tinggi di Kota Singkawang

27
PENDAPATAN REGIONAL

Tabel 5

ANGKA PARTISIPASI MURNI (APM) DAN ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) MENURUT
JENJANG PENDIDIKAN DI KOTA SINGKAWANG, 2015

2013 2014 2015


Jenjang
Pendidikan
APM APK APM APK APM APK

(1) (3) (4) (5)

SD/MI 84,35 103,49 83,31 104,79 82,78 103,81

SMP/MTs 57,19 84,91 55,17 87,88 56,46 90,17

SM/MA 53,83 79,93 56,52 78,76 52,30 89,16

Sumber/Source: Dinas Pendidikan Kota Singkawang

28
Tabel 6

JUMLAH TENAGA MEDIS DAN PARAMEDIS DI KOTA SINGKAWANG, 2015

Medis/Medical
Kecamatan Para medis Para
District medicals
Dokter Physician Dr Gigi Dentist

(1) (2) (3) (4)

1. Singkawang Selatan 5 0 51

2. Singkawang Timur 12 2 224

3. Singkawang Utara 4 1 46

4. Singkawang Barat 57 2 411

5. Singkawang Tengah 8 2 91

Total 86 7 823

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Kota Singkawang

29
PENDAPATAN REGIONAL

Tabel 7

REALISASI KEGIATAN IMUNISASI MENURUT JENISNYA


DI KOTA SINGKAWANG, 2015

TT Hamil
Puskesmas Pelaksana BCG DPT 1 Polio 4 Campak
TT 1 TT 2
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Singkawang Selatan 468 449 422 444 173 195

Persentase 315 309 315 309 95 103

2. Singkawang Timur 275 231 225 225 33 29

Persentase 168 151 183 154 11 15

3. Singkawang Utara 288 303 308 322 0 76

Persentase 227 231 229 215 0 60

4. Singkawang Barat 711 574 522 508 20 18

Persentase 397 439 457 457 174 110

5. Singkawang Tengah 572 627 584 665 24 45

Persentase 468 449 422 444 173 195

Jumlah
3421 3314 3245 3299 530 651
Sumber/Source : Dinas Kesehatan Kota Singkawang

30
Tabel 8

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)


KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT, 2015

Harapan Rata-rata
Harapan Pengeluaran
Lama lama IPM
Kabupaten/Kota Hidup Per-kapita
Sekolah sekolah

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1. Kabupaten Sambas 67,94 11,70 6,13 9.195 64,14

2. Kabupaten Bengkayang 72,99 11,14 5,98 8.489 64,65

3. Kabupaten Landak 72,07 12,03 7,06 6.670 64,12

4. Kabupaten Pontianak 70,28 11,91 6,45 7.238 63,37

5. Kabupaten Sanggau 70,58 10,67 6,74 7.622 63,05

6. Kabupaten Ketapang 70,51 10,95 6,56 8.350 64,03

7. Kabupaten Sintang 71,05 10,84 6,70 8.224 64,18

8. Kabupaten Kapuas Hulu 71,94 11,83 7,00 6.640 63,73

9. Kabupaten Sekadau 70,90 11,23 6,55 6.795 62,34

10. Kabupaten Melawi 72,38 10,78 6,42 7.841 63,78

11. Kabupaten Kayong Utara 67,33 11,74 5,37 6.950 60,09

12. Kabupaten Kubu Raya 69,74 12,55 6,56 7.994 65,02

13. Kota Pontianak 72,11 14,48 9,77 13.737 77,52


14. Kota Singkawang 71,04 12,84 7,28 10.982 70,03

Kalimantan Barat 69,87 12,25 6,93 8.279 65,59


Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat

31
PENDAPATAN REGIONAL

Tabel 9

JUMLAH DAN PERSENTASE PENDUDUK MISKIN, GARIS KEMISKINAN


MENURUT KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT,
2014

Penduduk
Garis
Kabupaten/Kota Miskin
Persentase Kemiskinan
(000)

(1) (2) (3) (4)


1. Kabupaten Sambas 49,26 9,46 314.144

2. Kabupaten Bengkayang 16,87 7,20 261.184

3. Kabupaten Landak 48,55 13,71 277.718

4. Kabupaten Pontianak 15 6,00 253.170

5. Kabupaten Sanggau 19,69 4,47 235.298

6. Kabupaten Ketapang 54,2 11,60 330.763

7. Kabupaten Sintang 35,73 9,11 389.160

8. Kabupaten Kapuas Hulu 24,26 10,03 323.786

9. Kabupaten Sekadau 12,12 6,31 240.819

10. Kabupaten Melawi 23,97 12,40 378.309

11. Kabupaten Kayong Utara 9,92 9,55 217.147

12. Kabupaten Kubu Raya 29,47 5,45 286.612

13. Kota Pontianak 30,93 5,15 369.079


14. Kota Singkawang 11,97 5,88 355.133

Kalimantan Barat 407,3 8,08 298.212


Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat

32