Anda di halaman 1dari 3

Efektivitas Tanaman Lidah Buaya Sebagai Obat Penyakit Gastritis

Lidah buaya merupakan tanaman yang fungsional karena semua bagian tanaman ini dapat
digunakan sebagai bahan dari produk kecantikan maupun sebagai obat dari berbagai penyakit.
Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, ditemukan bahwa lidah buaya mengandung zat atau
senyawa aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa kandungan dalam gel atau
lendir dari tanaman lidah buaya ini dapat digunakan sebagai obat dari penyakit gastritis. Enzim
dari lidah buaya yang dapat berperan dalam proses penyembuhan gastriris yaitu, enzim alliase,
alkaline phosphates, amylase, carboxypeptidase, catalase, cellulose, lipase, dan peroxide yang
dapat membantu proses metabolisme, mengurangi mikroorganisme dalam perut, menetralkan
keasaman perut, dan dapat menghilangkan sembelit. Lidah buaya juga memiliki kandungan
mukopolisakarida yang berguna untuk memulihkan radang, termasuk radang saluran pencernaan.
Kandungan mineral dalam lidah buaya seperti Zn, K, Fe, dan vitamin A, B1, B2, B12, C, dan E,
juga berperan dalam proses penyembuhan penyakit gastritis. (Y.Padmadisastra, et al., 2009)
Selain kandungan diatas, lidah buaya juga mengandung saponin, antrakuinon, dan kuinon.
Kandungan dalam lidah buaya memiliki kemampuan sebagai antiseptik, sedangkan kandungan
antrakuinon dan kuinonnya berkhasiat sebagai antibiotik, penghilang rasa sakit dan merangsang
pertumbuhan sel baru.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Eamlamnam.K, et al., (2006) yang
mengkolaborasikan antara lidah buaya dengan sukralfat memiliki efek sitoprotektif pada
lambung. Dilaporkan bahwa lidah buaya dalam penelitian ini dapat menyembuhkan luka pada
hewan yang diteliti dan dapat meningkatkan perfusi dari kapiler mukosa pada lambung. Peneliti
mengungkapkan lidah buaya dapat menurunkan sekresi asam lambung dan meningkatkan sekresi
lendir yang dapat menyembuhkan peradangan ulkus lambung. Lidah buaya juga bertindak
sebagai agen inflamasi pada tukak lambung. Penelitian ini juga menemukan bahwa lidah buaya
juga dapat menurunkan kadar leukosit dan tingkat TNF- α dalam jaringan inflamasi.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Keshavarzi.Z, et al,. (2014)
yang meneliti pengaruh ekstrak air daun lidah buaya pada sekresi asam lambung, otak, dan kadar
air usus dengan metode eksperimen dengan mengambil 3 sample hewan untuk dilakukan
penelitian. Sample dibagi menjadi tiga kelompok, dimana kelompok pertama diberikan obat-
obatan, kelompok kedua tanpa pengobatan, dan kelompk ketiga diobati dengan pemberian secara
lidah buaya secara oral. Hasil dari penelitian tersebut ditemukan bahwa lidah buaya dapat
menghambat sekresi asam lambung dan melindungi lambung terhadap lesi mukosa akibat
aktivitas gastroprotektif pada lidah buaya terhadap asam lambung. Penelitian tersebut ternyata
tidak menunjukkan efek yang signifikan terhadap kadar air pada otak yang juga menjadi topik
pada jurnal tersebut. Lidah buaya dapat mengakibatkan berkurangnya vasokonstriksi dan
meningkatnya perfusi kapiler mukosa lambung yang dapat menyembuhkan luka pada lambung.
Tampaknya lidah buaya juga memiliki efek toksik pada usus dua belas jari karena dapat
meningktakan kadar air dalam usus dua belas jari akibat dari beberapa enzim yang terdapat pada
tanaman lidah buaya ini.
Berdasarkan studi pada tahun 2014 menemukan lidah buaya memiliki beberapa aktivitas
biologis termasuk anti inflamasi dan efek penyembuhan luka. Penelitian yang dilakukan oleh
Jimmy E. O. & Udim N. A., (2014) ini untuk mengetahui obat yang tepat dalam penyembuhan
cedera lambung akibat pemberian obat anti inflamasi nonsteroidal (NSAID) yang paling sering
diresepkan oleh dokter di seluruh dunia, namun memiliki efek samping yaitu cedera pada
lambung. Melalui metode eksperimen dengan mengambil 3 sample hewan yaitu tikus yang
dibagi menjadi tiga kelompok, pada kelompok pertama tikus hanya diberikan air suling,
kelompok kedua tikus diberikan obat NSAID saja, sedangkan kelompok ketiga diberikan 200 mg
lidah buaya yang dilarutkan dalam air suling dan diberikan obat NSAID. Pada penelitian tersebut
ternyata lidah buaya dapat menghambat peradangan, mengurangi sitokin inflamasi, neutrofil
cheomattractants, dan stres oksidatif yang dapat mengakibatkan melemahnya cedera pada
lambung.
Lidah buaya jika digunakan secara eksternal dapat menyembuhkan luka dan dapat
sebagai bahan dari produk kecantikan karena dapat menenangkan kulit. Manfaat yang sama
dapat dirasakan pada bagian internal seperti saluran pencernaan, ketika dicerna lidah buaya dapat
menurunkan iritasi dan meningkatkan penyembuhan lambung. Berdasarkan studi, pengolahan
lidah buaya seperti jus secara langsung dapat mempercepat proses penyembuhan pada lambung
karena tidak menghilangkan kandungan dalam lidah buaya tersebut. (Jimmy E. O. & Udim N.
A., 2015)
Aplikasi lidah buaya dapat digunakan sebagai strategi baru terhadap penyembuhan
kerusakan lambung dalam praktek klinik dan dapat menjadi pilihan alternative yang menarik
untuk digunakan. Sebuah studi menunjukkan efek lidah buaya ternyata dapat mengurangi stress,
peradangan, dan perbaikan lambung. (Werawatganon.D, et al., 2014)

DAPUS
Eamlamnam.K., Patumraj.S.,Visedopas.N., et al..2006. Effects of Aloe vera and sucralfate on
gastric microcirculatory changes, cytokine levels and gastric ulcer healing in rats.
http://www.wjgnet.com/1007-9327/12/2034.asp.

Werawatganon.D.,Rakananurak.N.,Sallapant.R., et al..2014. Aloe vera attenuated gastric injury


on indomethacin-induced gastropathy in rat.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4087681/.

Keshavarzi.Z., Rezapour.T.M.,Vatanchian.M., et al..2014.The effects of aqueous extract of Aloe


vera leaves on the gastric acid secretion and brain and intestinal water content following
acetic acid- induced gastric ulcer in male rats.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25050311.

Y. Padmadisastra, Sidik, S. Ajizah.2009.Formulasi Sediaan Cair Gel Lidah Buaya (Aloe vera
Linn.) Sebagai Minuman Kesehatan. http://pustaka.unpad.ac.id/wp-
content/uploads/2009/06/formulasi_sediaan_cair_gel_lidah_buaya.pdf.