Anda di halaman 1dari 6

Haloo...

Sudah lama sekali saya tidak aktif di blog ini, setelah saya buka-buka lagi post terakhir saya itu di
tahun 2013 pada saat saya masih kelas 12 SMA semester 1. Sekarang sudah akhir tahun 2017, saya
adalah mahasiswa semester 7 di Teknik Sipil Universitas Udayana. Sudah empat tahun lamanya saya
tidak pernah nge-blog lagi! Yah, memang dulu tujuan saya membuat blog adalah hanya untuk mengikuti
kompetisi dari SMP sampai dengan SMA. Lalu saya masuk ke jurusan kuliah yang sangat bertolak
belakang dengan bidang saya waktu sekolah menengah yaitu di blogging dan networking. Akhirnya blog
ini terbengkalai deh hahaha

Namun sekarang, saya tertarik untuk mengaktifkan blog saya ini lagi. Saya rasa blog ini akan lebih
menarik dan bermanfaat apabila saya gunakan untuk (mungkin) sharing tentang ilmu teknik sipil (saya
harap kedepannya bisa seperti itu haha) dan juga pengalaman saya mengenai berbagai hal. Salah satu
pengalaman yang ingin saya bagikan di kesempatan kali ini adalah tentang student exchange ke Jepang.
Ya, di awal Bulan Desember 2017 ini saya berkesempatan untuk ikut program student exchange selama
satu minggu ke Yamaguchi University, Jepang mewakili Fakultas Teknik Universitas Udayana. Ingin tahu
lebih lanjut tentang pengalaman saya ini? Let's check this out, guys!

Saya akan membuat post ini dalam bentuk Q&A (Questions and Answers), agar memudahkan pembaca
(dan saya juga hehe) dalam membaca review saya ini. Oke, langsung saja ke pertanyaan pertama...

Kenapa bisa ikut kegiatan student exchange ini?

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan ke saya, dan saya lalu akan menjawab, iya ya, kenapa ya?
Mungkin rejeki anak soleh wkwkwk.

Tapi sebenarnya bukan itu, setiap hal pasti ada prosesnya. Termasuk ikut sertanya saya di program
student exchange ini. Jadi ini dimulai sejak saya sedang di semester 6 awal, dimana saya diajak oleh
senior saya untuk ikut mendampingi mahasiswa Jepang yang datang ke Teknik Unud. Tentunya tawaran
tersebut langsung saya terima, kapan lagi bisa berkomunikasi langsung dengan mahasiswa
internasional? Mahasiswa Jepang yang datang tersebut akan mengikuti Global Engineering Program
(GEP). Ini adalah kegiatan kolaborasi dan kerjasama antara Universitas Udayana, Bali dengan Yamaguchi
University (YU), Jepang. Untuk yang penasaran sama kegiatan dari program ini, langsung saja tengok
video ini ya hehehe.

(VIDEO)
Oke, saya sendiri sudah sekali menjadi anggota pendamping, dan di kesempatan berikutnya saya
dipercaya untuk menjadi koordinator pendamping mahasiswa GEP. Mungkin karena itu, dosen saya
yang menjadi Head of GEP memberikan kesempatan pada saya dan senior saya untuk membalas
kunjungan dari YU, dengan mengikuti program student exchange ke Jepang! Cus lahh kami ke
Yamaguchi, Jepang hehehe

Yamaguchi? Dimananya Tokyo ya itu?

Yamaguchi adalah salah satu prefektur di pulau yang sama dengan Tokyo. Bagi kalian yang sudah tau
tentang Jepang, negara ini adalah negara kepulauan, sama dengan negara kita Indonesia. Mungkin bisa
dilihat jarak Yamaguchi dari Tokyo dengan maps ini:

(MAPS)

Untuk Yamaguchi University sendiri memiliki tiga kampus, dan karena saya adalah anak teknik maka
saya mengunjungi kampus Faculty of Engineering Yamaguchi University di Ube, Yamaguchi. Kampus ini
dikenal dengan nama Tokiwa Campus.

Seperti apa sih kampusnya dan suasana perkuliahan di Ube?

Ube itu adalah kota kecil, jauhhhh lebih sepi daripada Fukuoka (ini adalah kota yang sempat saya
kunjungi selama di Jepang, akan saya review di post berikutnya). Namun hal ini yang membuat suasana
perkuliahannya menjadi nyaman, menurut saya ya. Tidak terlalu banyak kendaraan, bahkan transportasi
umum saja juga jarang saya lihat. Mahasiswa pergi ke kampus dengan berjalan kaki, menggunakan
sepeda, atau naik mobil. Sepeda motor? Jarang juga saya lihat wkwk. Tapi secara umum, suasana
perkuliahan dan lingkungan kampusnya nyamannn.

(Kasi Foto Yamaguchi University dan Pemandangan Kampusnya)

Kebetulan saat saya berkunjung ke Yamaguchi adalah waktunya musim dingin di Jepang. Dan untungnya
lagi, saya berkesempatan merasakan first snow di Yamaguchi! I'm a lucky man wkwk

(Kasi video salju di jepang)

Lalu, apa saja kegiatannya selama di YU?

Saat saya menginjakkan kaki pertama kali di Tokiwa Campus YU, saya langsung diajak ke main building
(bisa dibilang ini bangunan dekanat tekniknya). Agenda pertama adalah penerimaan kami oleh Dekan
dan dosen-dosen YU. Dosennya professor dan associate professor semua coyy, ngeri juga pas makan
siang sushi bento bareng mereka hehehe

Lalu setelah itu, saya mengunjungi laboratorium yang ada di Teknik YU. Pada saat inilah saya baru tau
bahwa, terdapat perbedaan antara sistem akademik perguruan tinggi di Jepang (khususnya di YU ya)
dengan Unud. Yap, saya masuk ke laboratorium namun isinya tidak ada alat uji beton atau alat triaxial
untuk uji tanah seperti bayangan saya! Jadi yang dimaksud laboratorium di YU adalah workstation
(tempat kerja) dari mahasiswa dan dosen pembimbingnya. Mereka bakal bersama-sama di satu
ruangan, dan masing-masing mendapat komputer yang bisa isi dua monitornya tiap orang! Di sini lah
bagusnya sistem lab ini, mahasiswa S1 tahun ke empat, mahasiswa S2 dan mahasiswa S3 dengan dosen
pembimbing yang sama akan fokus mengerjakan penelitian mereka. Mereka dapat dengan mudah
membahas progress penelitian mereka setiap waktu, kan mereka bakal selalu ketemu soalnya hehe.
Kagum deh dengan sistem ini!

Agenda saya di YU sebagian besar adalah mengunjungi lab ini untuk mempelajari penelitian-penelitian
mahasiswa disana. Jika mereka memiliki alat-alat praktikum dari penelitian yang sedang mereka lakukan
maka saya akan diajak ke lab yang lebih besar yaitu lab praktikumnya. Tujuan dari kunjungan saya ke lab
ini adalah untuk mencari penelitian yang cocok dengan apa yang sedang saya pelajari sekarang di Unud,
ya siapa tau tertarik dan ada kesempatan untuk lanjut S2 disana, Astungkara....

Lab di YU ini ada banyak sekali macamnya! Penelitian mereka juga beraneka ragam. Di lab struktur dan
material saja, tiap dosen pembimbing memiliki topik yang berbeda-beda. Ada yang mempelajari
penelitian mengenai porous pavement, GPS, InSAR, tunnel excavation, underground space design, desain
seismik jembatan, pemodelan dan verifikasi model struktur dengan numerical analysis, material dengan
cement admixtures, CFRP (Carbon Fiber Reinforced Polymer), penulangan perkerasan dengan mesh
panel, jembatan rangka baja dan korosi pada material baja di jembatan, material beton, agregat ringan,
bahan tambah (admixtures), dan perawatan beton (curing). Kalau di lab tanah, mempelajari penelitian
dengan ring shear test method, residual shear strength, metode perbaikan tanah, kestabilan lereng,
ground disaster prevention, dan produksi methane hydrate (MH) dalam tanah.

Untuk lab teknik lingkungan, mempelajari penelitian tentang photogammetri yaitu pembuatan topografi
sungai menggunakan teknik fotografi dan drone. Ini sumpah keren luar biasa, karena labnya punya
banyak drone! Lalu di lab lainnya ada yang mempelajari penelitian tentang microbial fuel cell (MFC) yaitu
penggunaan mikroba dan limbah untuk energi terbarukan. Jepang memang benar-benar fokus dengan
hal energi terbarukan, karena mereka sadar energi yang sekarang tidak bisa terus-menerus digunakan.
Maka diperlukan energi baru yang ramah lingkungan. Jeg topp!!

Artinya, waktu di Yamaguchi sibuk hanya untuk mengunjungi laboratorium? Apa nggak ada kegiatan
di luar kelas?

Oh tentu saja ada dong! Tiap jam istirahat makan siang, saya akan mampir ke kafetaria kampus.
Kafetarianya besar coy! Karena kafetarianya terpusat jadi cuma satu aja tapi besar. Kafetarian ini juga
super bersih dan enak (tapi bikin kanker : kantong kering) hehehe. Sekali makan di kafetaria bisa
merogoh kocek 500-700yen (sekitar Rp 60.000-80.000). Tapi untuk minumnya, gratisss wkwk.

Selain itu, saya berkesempatan untuk ikut serta di acara Tea ceremony. Ini adalah salah satu budaya
Jepang yang sangat klasik, karena ga sembarangan juga cara minum tehnya! Ada tata cara yang harus
dipelajari setiap akan meminum teh atau memakan manisan yang diberikan. Cara membuat greentea
nya juga sulit borr! Memang hebat sensei-sensei yang sudah ahli dalam bidang tea ceremony ini!

Kegiatan saya di kampus YU selalu dimulai dari pagi lalu berakhir di sore hari. Di malam harinya, adalah
waktu jalan-jalan bersama teman2 GEP! Sebuah keberuntungan karena saya memiliki banyak teman di
YU, saat saya yang berkunjung kesana maka saya di-treat oleh mereka, makan-makanan yang enak-enak
lalu mengobrol sampai subuh di penginapan saya!

Penginapannya di sana seperti apa?

Penginapan saya ini sungguh menarik. Dengan menggunakan Japanese Style Room, Tatami, benar-benar
terasa seperti tinggal di rumah orang Jepang! Untuk harganya, 4000yen per orang per malam! Memang
begini sih standar hidup orang Jepang, kanker beneran saya disana wkwkwk

Hal yang menarik dari penginapan ini, sampai WC nya pun unik. Orang Jepang memang sangat kreatif
bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Di WCnya bisa ada krannya lo! Ada yang tau fungsinya apa? Tentu
saja untuk cuci tangan setelah kita melaksanakan tuga mulia membuang dosa di perut wkwk, dan air
buangan dari kran ini akan tertampung untuk dibuang saat kita menggunakan WC ini lagi. Luar biasa!

Nah tadi kan katanya makan-makan tiap malam sama teman-teman GEP. Makanan di Ube yang
dapat dicoba seperti apa saja?

Saya berkesempatan mencoba makanan di restoran Cina depan penginapan saya. Ini enak dan harganya
860yen. Lalu di malam berikut, saya mencoba Kaiten Sushi. Ada yang tau kan? Yap, sushi yang disiapkan
per piring, bisa tinggal comot saja! Harga per piringnya rata-rata 100yen. Tapi, jangan sampai kerakusan,
seperti saya pingin coba banyak akhirnya 1000yen habis juga haha!

Makanan lainnya yang saya coba adalah Okonomiyaki. Makanan ini seperti martabak telur lah kalau di
Indonesia. Harganya? 700yen untuk satu porsinya. Dan kita bisa masak sendiri lo! Jadi di meja kita
langsung ada penggorengannya, salah satu pengalaman yang seru bagi saya!

Di malam terakhir saya di Yamaguchi, saya mencoba Katsu Don. Harganya 900yen per porsi. Kenyangnya
luar biasaa, gede porsinya!

Nah, makanan sudah. Untuk tempat menariknya, Di Ube ada tempat menarik apa saja?

Sebenarnya saya tidak sempat ke banyak tempat di Ube. Karena waktu yang sangat singkat hehe. Tapi
saya berkesempatan mengunjungi Tokiwa Park, salah satu taman yang terkenal di Ube. Kebetulan saya
berkunjung ke sana saat malam hari, dan sedang ada acara Tokiwa Illuminations. Ini adalah acara seperti
Nusa Dua Light Festival kalau di Bali. Banyak lampu-lampu yang indah, dan ada taman bermainnya juga!
Sayang pas saya dan teman-teman berkunjung kesana pukul 21.25, tamannya tutup pukul 21.30, jadi
cuma sebentar sekali dapat kelilingnya! Untung saja gratis tanpa dipungut biaya untuk masuk ke tempat
ini hehehehe

Hal-hal apa saja yang tak terlupakan dari student exchange ini?

Banyak hal tak terlupakan dari kunjungan saya ke YU ini. Yang pertama, mendengar logat bahasa inggris
dari orang Jepang dan Vietnam, unik! Mereka memang tidak terlalu fasih menggunakan bahasa inggris,
jadi accentnya terdengar tidak biasa hehehe. Tapi ada juga kok yang englishnya so fluent, enak didengar.

Hal lainnya adalah bertemu dengan banyak mahasiswa Unud dan Indonesia, banyak sharing tentang
berbagai hal mengenai Jepang dan Indonesia. Mereka semua sangat baik dan ramah. Mahasiswa
internasionalnya juga enak diajak ngobrol. Mereka berasal dari Timor Leste, Thailand, Vietnam,
Bangladesh, dan negara lainnya. Ini membuat saya semakin tertarik untuk melanjutkan studi ke luar
negeri, karena dapat membuka wawasan kita tentang dunia luar.

Saya juga berkesempatan melihat teleclass antara YU dan UNUD. Jadi di Udayana ada program S2
double-degree mengenai remote sensing. Kuliahnya di tahun pertama adalah kuliah di Unud dengan
beberapa teleclass dengan dosen YU. Mereka seperti kuliah online gitu. Nanti kalau mereka lolos, bisa
melanjutkan studinya satu tahun lagi di YU. Sangat menarik!
Hal terakhir adalah bertemu lagi dengan teman-teman GEP. Akhirnya saya dapat membalas kunjungan
mereka dengan langsung bertemu di Jepang. Saya harap pertemanan tersebut akan berlanjut terus, dan
semoga dapat bertemu lagi di lain kesempatan!

Nah sepertinya sekian dulu review saya tentang student exchange ke Yamaguchi University ini.
Sebenarnya masih ada yang saya ingin review yaitu pengalaman saya di Fukuoka. Ini adalah salah satu
kota besar di Jepang loo. So, see you in my next post!