Anda di halaman 1dari 77

Terapi Diet Pada Kondisi

End Stage Renal Disease

Yufrida Leni Fayakun


OVERVIEW :

 Review Nutritional Care Process


Expand NCP skill – GGK post hemodialisa
PAGT
Suatu metode pemecahan masalah yang menggunakan berfikir
kritis dan membuat keputusan dalam mengatasi masalah gizi dan
memberikan asuhan gizi yang aman, efektif, berkualitas tinggi

Masalah Gizi

 Ketidakseimbangan antara asupan dengan kebutuhan gizi pasien


 Masalah Gizi Aktual, Saat Ini, beresiko atau potensial
 Berkaitan dengan status gizi klien

Focus: Individualized care (not standardized care)


Phases and Steps in
Nutrition Care Process

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes Bandung - 2017


1/6/ 2017
Phase One: Step 1: Nutrition Assessment
Problem Identification Step 2: Nutrition Diagnosis

Step 3: Nutrition Intervention


Phase Two:
Step 4: Nutrition Monitoring &
Problem Solving
Evaluation
4
Langkah Terstandar
Pengkajian Diagnosa Intervensi Mon Ev

1/6/ 2017
Gizi Gizi Gizi Gizi

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


Bandung - 2017
1. FH PROBLEM
2. BD (What)
3. AD ETIOLOGI
4. PD (Why)
5. CH
CS SIGNS/ SYMPTOMS 5
(How do I know?)
Bahasa Terstandar

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


1/6/ 2017
6

Bandung - 2017
RD’s role -CKD

 Memahami penyebab CKD

1/6/ 2017
 Mengembangkan rencana gizi secara individual &

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
berbasis fakta untuk meningkatkan kualitas hidup
pasien GGK

 Maintain Good Nutritional Status


 Slow Progression
 To Treat Complications
7
ASESMEN GIZI

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


1/6/ 2017
8

Bandung - 2017
Asesmen Gizi
The registered dietitian nutritionist (RDN) uses accurate and
relevant data and information to identify nutrition-related

1/6/ 2017
problems.

Nutrition assessment : proses sistematik mengumpulkan, verifikasi &

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
interpretasi data untuk  membuat keputusan apa masalah dan penyebab
masalah gizi.

DATA DATA
DATA
Biokimia ,Tes & Riwayat Terkait
Riwayat Klien
Prosedur Medis Gizi & Makanan
9
DATA DATA
Antropometri Fisik-Klinis
Kondisi Medis & Masalah Gizi

Kondisi
Medis

1/6/ 2017
Dampak
/fisik terapi
GAGAL GINJAL Faktor
KRONIK risiko gizi

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


Bandung - 2017
Faktor
lingkungan
lain

Masalah Gizi
(ketidakseimbangan antara
asupan & makanan) 10
Asesmen Gizi - Riwayat Klien
 Nephrotic Syndrome
 Glomerularnephritis
 Acute Renal Failure

1/6/ 2017
 Diabetes
 Hypertension
Risiko Gizi

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
 HIV
 Riwayat keluarga gagal ginjal
 Infeksi saluran kencing yg berulang
 Lansia
 Obesitas
 CKD – stage & prosedur terapi
11
Drug/nutrient interactions, or potential issues with
digestion and absorption of nutrients
CKD

1/6/ 2017
Pre –
Hemodialisa

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Hemodialisa &
Transplantasi

Chronic kidney disease (CKD) is a syndrome of progressive 12


& irreversible loss of the excretory, endocrine, & metabolic
functions of the kidney secondary to kidney damage
Fungsi Normal - Ekskresi

1. Mengatur keseimbangan total air dalam tubuh dengan


cara :

1/6/ 2017
 Mempertahankan keseimbangan inorganic-ion
 Mengekskresi sisa hasil metabolisme & bahan kimia asing

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
 Memproduksi urea & selanjutnya mengeliminasinya

Pada kondisi starvasi lama atau puasa  mensintesa


2. lactate, pyruvate, amino acids, glycerol, free fatty acids,
& beta-hydroxybutyrate menjadi 45% energi baru dalam
bentuk glukosa 13
Fungsi Normal Endokrin
Mengatur :
1. Tekanan darah

1/6/ 2017
2. Metabolisme tulang
3. Produksi sel darah merah

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Contoh :
 Kondisi hipotensi, ginjal mensekresi hormon renin  merubah angiotensinogen
menjadi angiotensin II (merupakan vasoconstrictor potensial yg mengembalikan
tekanan darah kembali normal

 Menghasilkan erythropoietin  sum sum tulang produksi sel darah merah 14


(pengangkut O2)
Fungsi Normal - Metabolik

Peran ginjal dalam memproduksi vitamin D3-


aktif

1/6/ 2017
Mendukung uptake Ca di usus halus & berfungsi

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
sebagai subsrat esensial dalam mempertahankan
dan memperbaharui tulang

15
Gambaran kondisi medis CKD -5
Kondisi klinis

Itching Weakness
GFR < 15
NO URINE
MASALAH Muscle
OUTPUT Malaise

1/6/ 2017
METABOLIK Cramping
MASALAH Changes in skin Poor sleeping
waste products
ENDOKRIN colour habits
in the blood

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Increased skin
Fatigue
pigmentation

Loss appetite

gastrointestinal
Weight Loss Malnutrisi
problems

16
Dampak Terapi Hemodialisa
Pumps
circulating  Loss protein  efek katabolik
blood terapi HD
Semiper  Acidemia  ESRD

1/6/ 2017
meable  Anoreksia  uremia
membrane  Loss appetiete  toksin ginjal

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
 Loss cadangan gizi
Exchanges Pump  Malnutrisi
Dialyzing fluid  PICA (es, starch, dirt, flour, and
aspirin)
 Penambahan BB diantara dialisis

Chronic Long-term Dialysis : 17


Penyakit tulang, anemia, masalah endokrin 
malnutrition jika tidak dimonitor dengan baik
Dampak Terapi – Transplantasi Ginjal
1. FASE AKUT – POST TRANSPLANT

 Corticosteroids

1/6/ 2017
Tekanan darah, insulin resistance, diabetes, hyperlipidemia

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
 Infeksi
Muscle weakness malnutrisi

2. FASE KRONIK – POST TRANSPLANT

Anemia, kanker, CVD, infeksi, diabetes, obesitas, 18


neurological, osteoporosis, komplikasi paru
IMMUNOSUPPRESSANTS

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


1/6/ 2017
19

Bandung - 2017
Asesmen Gizi - CKD
 Review Medical Record :
- Kondisi kesehatan, interaksi obat/makanan, isu potensial 
pencernaan & absorbsi zat gizi

1/6/ 2017
 Interview asupan makanan/zat gizi biasanya :

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
- Perubahan selera makan, asupan makan – progres CKD & eliminasi
(output urin & stool)
 Interview asupan makanan/zat gizi saat ini
 Interview sosial barier terkait asupan
 Asesmen fisik : TB, BB, SGA, tanda kekurangan
zat gizi
20
 Review indikator biokimia/lab yg berkaitan dg
CKD
Asesmen Gizi - Biokimia Data

1/6/ 2017
Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Kondisi klien : gangguan fungsi organ atau dampak
(tanda/gejala) dari masalah gizi

21
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - BD

PENILAIAN HASIL INTERPRETASI


eGFR eGFR (mL/min/1.73m2) - Menilai fungsi ginjal
- Monitor efektifitas terapi diet

1/6/ 2017
Kidney failure - < 15 ● eGFR stabil – terapi sesuai
● eGFR turun – progres CKD.

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
UACR UACR (mg/g) - Menilai fungsi ginjal
(Rasio Normal 0–30 - Monitor respon thdp terapi &
albumin- Albuminuria > 30 progres CKD
creatinin ● Naik – risiko tinggi progres
urin) CKD
● Turun – respon thdp terapi
& berkaitan dg perbaikan
ginjal & outcome CVD
22
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - BD
PENILAIAN HASIL INTERPRETASI
Albuminuria Turun atau stabil jumlah - Berkaitan dengan jumlah
albumin dlm urin (lihat asupan protein. Evident-
UACR) asupan sesuai kebutuhan 
menurunkan albuminuria

1/6/ 2017
Albumin Albumin > 4.0 g/dL - Malnutrisi pd CKD
Normal range: 3.4–5.0 g/dL - Adekuasi kalori & zat gizi

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
- Serum albumin utk monitor
status gizi
Serum albumin < 4.0 g/dL, - Hypoalbuminemia akibat :
(khusus awal dialysis  asupan protein &/ kalori
prediksi morbiditas & rendah, uremia, metabolic
mortalitas) (Kaysen et al, acidosis, albuminuria,
2008). inflammasi, atau infeksi
Transferrin TSAT (N) >20% - Idem
Saturation TSAT < N - anemia
(TSAT) 23
Ferritin Ferritin (N) > 100 ng/mL - Idem
Ferritin < N – anemia
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - BD
PENILAIAN HASIL INTERPRETASI
Blood urea N : BUN < 20 mg/dL - Adekuasi kalori & zat gizi
nitrogen - Bukan indikasi status gizi
(BUN) - BUN naik berkaitan dg
menolak makanan nilai
biologi tinggi

1/6/ 2017
Hb - Hemoglobin (N) 11–12 g/dL

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Hemoglobin Hb < N - anemia - Terjadi pd awal CKD karena
inadekuat sintesis
erithropoietin oleh ginjal

Transferrin TSAT >20% (N) - anemia


Saturation Ferritin > 100 ng/mL (N)
(TSAT)

24
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - BD

PENILAIAN HASIL INTERPRETASI


Bicarbonate Bicarbonate (CO2) > 22 - Risiko acidosis metabolik
(CO2) mEq/L akibat penurunan ekskresi

1/6/ 2017
beban asam
Normal range: 21–28 mEq/L - Asupan protein sumber asam
metabolik. Dapat meningkat

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
bila ada pembatasan protein
makanan (Gennari et al,
2006)

25
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - BD
PENILAIAN HASIL INTERPRETASI
Potassium Potassium: 3.5–5.0 mEq/L
(K) (Normal)

Hiperkalemia : > 5.0 mEq/L - Hiperkalemia akibat ekskresi

1/6/ 2017
Na ↓, asupan makanan
tinggi K, asidosis metabolik, &
interaksi obat yg

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
menghambat ekskresi K
RAAS (antagonists for blood
pressure control)

Sodium (Na) Hiponatremia : Na < 135 - Akibat renal chronic renal


mEq/L failure

26
Asesmen Gizi - Physical Data

1/6/ 2017
Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Kondisi klien : dampak (tanda/gejala) dari masalah gizi

27
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - PD
PENILAIAN HASIL INTERPRETASI
SGA - Score 2-3 - Kondisi status gizi klien awal
generated Score 4 – malnutrisi berat - Perubahan status gizi selama
asuhan
- Compromised atau tdk dg

1/6/ 2017
stage CKD
- Evaluasi bersama data FH &
PD

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Tekanan < 140/90 mmHg - Progres CKD & risiko CVD
Darah - Na berperan dlm kontrol CKD
(akibat perubahan ekskresi Na)

 Physical signs/symptoms of nutrient deficits


 Edema
 Penampilan fisik  malnutrisi (muscle wasting), kulit kering 28
 Lemah, kemampuan fisik berkurang
 kualitas hidup rendah
Asesmen Gizi -
Anthropometri Data

1/6/ 2017
Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Kondisi klien : dampak (tanda/gejala) dari masalah gizi

29
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - AD

Gunakan penilaian klinis untuk menentukan data


Antropometri :

 Berat aktual

1/6/ 2017
 Riwayat perubahan BB (baik long-term & yg terakhir)
 Rangkaian pengukuran BB (dimonitor secara terus menerus)

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
 Penilaian untuk memperkirakan dampak edema, ascites & polycystic
organs.

Ketidakmampuan mencapai asupan gizi optimal 


outcome rendah/jelek
30
Riwayat Gizi dan Makanan

1/6/ 2017
Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
MASALAH GIZI & PENYEBABNYA

31
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - FH
Uremia, perubahan rasa,
interaksi obat & makanan, prilaku
PICA, dialisis & jadwal, GI
problem &

Isue perencanaan menu Perubahan nafsu makan

1/6/ 2017
Masalah –

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Akses jenis dan jumlah Pemahaman modifikasi
makanan
Asupan mkn & dampak terapi
Makanan & Zat
Gizi Kurang

KOMPOSISI & KECUKUPAN – asupan, 32


pola hidangan & alergi & intoleransi
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - FH

Perbedaan parameter- Evaluasi perubahan


parameter data berdasarkan terapi berdasarkan hasil

1/6/ 2017
status kesehatan lalu & saat ini lab, fisik & peny
Masalah –

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Pemberian Identifikasi kebutuhan &
Makanan & Zat waktu untuk memodifikasi
Gizi rencana gizi

33
Termasuk : diet sebelum & saat ini, preskripsi diet,
modifikasi diet, lingkungan makan, enteral & parenteral
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - FH

Jenis obat & suplemen


Cara pemberian obat

1/6/ 2017
Dosis & jadwal pemberian
Masalah – Obat-

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Kebutuhan suplemen makanan obatan &
&/ penilaian obat (hiper- suplemen Penggunaan, keamanan &
kalemia/phosphatemia makanan - efektifitas obat alternatif
herbal

34
Termasuk : preskripsi & penggunaan obat, herbal &
produk obat alternatif
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - FH

Gaya/Kemampuan interaktif 
potensi kesuksesan MNT

1/6/ 2017
Masalah –

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Pengetahuan,
Penyebab/hambatan/ Kepercayaan &
kegagalan dibalik kepatuhan sikap Keterlibatan pasien/klien thdp
diet intervensi gizi

35
Termasuk : pemahaman konsep gizi,
konflik/perasaan/emosi, body image & ketertarikan dg
makanan & BB, & kesiapan berubaha
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - FH

1/6/ 2017
Masalah –

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Prilaku
Prilaku – pola makan (mis: sikap,
Ketrampilan/prilaku merawat
keterlibatan, pengetahuan, intensitas,
diri, gaya hidup, & fokus hidup
kesiapan & keinginan berubah,
pasien
dukungan sosial, isu sosial & psikologis

36
Termasuk : aktivitas & kegiatan-kegiatan yang
mempengaruhi pencapaian tujuan gizi
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - FH

Dukungan keluarga

1/6/ 2017
Masalah –

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Akses Makanan

Barier & konflik lain yang Riwayat masalah makan &


mengganggu akses, pemilihan faktor lain (penilaian obat,
dan persiapan makanan aktifitas fisik dan isu makanan)

37
Termasuk : pengaruh asupan & avalaibilitas sumber-
sumber yg aman  suplai makanan & air sehat
Asesmen Gizi ~ Indikator Asuhan Gizi - FH

1/6/ 2017
Masalah –

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Aktifitas fisik,
kognitif & fisik

38
Termasuk : kemampuan spesifik  self-feeding,
aktivitas hidup sehari-hari
DIAGNOSIS GIZI

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


1/6/ 2017
39

Bandung - 2017
Komponen Diagnosis Gizi
 Menggambarkan perubahan pada status gizi klien.

1/6/ 2017
PROBLEM Biasanya menggunakan kata : perubahan
(kelebihan, inadekuat, gangguan, risiko dll

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


Bandung - 2017
 Diagnostic Label - TERMINOLOGI
ETIOLOGI
 Berkaitan dengan penyebab atau faktor yang
berkontribusi terhadap masalah gizi

 Faktor subjektif & objektif yg menunjukkan fakta


SIGN/SYMPTOM bahwa ada masalah gizi
 Menggambarkan derajat dan banyaknya masalah 40
Parameter & Masalah Gizi
PARAMETER MASALAH GIZI
Asupan energy tidak mencukupi NI 1.4, NI 5.2, NI 2.1, NI 1.6, NI
5.3, NC 3.1
Kelebihan asupan protein NC 2.2 NI 5.4 NI 5.7.2

1/6/ 2017
Asupan protein tidak mencukupi NI 2.1 NI 5.2 NI 5.7.1
Kelebihan asupan fosfor NI 5.4 NC 2.2

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Kelebihan asupan Kalium NC 2.2
Kelebihan asupan natrium NI 3.2 NI 5.4 NC 2.2
Asupan mineral tidak mencukupi NI 5.10.1 NC 2.2
Perilaku menjalani diet yang kronik NI 5.10.1 NC 3.1 NB 1.5
Kegagalan sebelumnya untuk melakukan NB 1.3
perubahan perilaku yang efektif sesuai
target
Obat obatan yang diketahui mempunyai NC 2.3 NC 2.4 41
interaksi dengan makanan
Parameter & Masalah Gizi
PARAMETER MASALAH GIZI
Ketidakmampuan untuk memilih ( misalnya NB 1.7
akses) atau tidak mau memilih, atau tidak
tertarik dalam pemilihan makanan yang sesuai

1/6/ 2017
dengan pedoman
Emosi, kecemasan, atau frustrasi sekitar waktu NB 2.6

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
makan
pCO2 abnormal NI 2.4 NI 2.7 NC 2.2
pO2 abnorma l NC 2.2

42
Integrasi Dan Analisis Data Hasil Asesmen –
identifikasi tanda & gejala masalah gizi

1/6/ 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Bandung - 2017
43
Kemungkinan Masalah Gizi
 Inadekuat protein
 Malnutrisi
 Perubahan Fungsi GI
 Gangguan utilisasi zat gizi

1/6/ 2017
 Perubahan nilai lab terkait gizi
 Interaksi obat dan makanan

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
 Penurunan BB tidak diharapkan
 Penambahan BB tidak diharapkan
 Kurang pengetahuan
 Pemilihan makanan yang salah
 Tidak patuh diet
 Kurang mampu monitoring diri
 Gangguan kemampuan mempersiapkan makanan/hidangan 44
 Kualitas hidup terkait gizi kurang baik
 Akses makanan terbatas
Beberapa Pengertian Diagnosis Gizi

 Malnutrisi
Asupan E &/ P yg tdk cukup dlm jangka waktu lama &
menyebabkan kehilangan cadangan lemak tubuh &/ pengerutan

1/6/ 2017
otot

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
 Perubahan Nilai Lab Terkait Gizi
Perubahan karena komposisi tubuh, pengobatan, perubahan
sistem tubuh/ genetik, atau perubahan kemampuan
mengeliminasi sisa hasil proses pencernaan dan metabolik
 Gangguan utilisasi zat gizi
45
Perubahan kemampuan memetabolisme zat gizi & substansi
biokatif
ETIOLOGI

1/6/ 2017
 Dalam diagnosis gizi penting dilakukan IDENTIFIKASI ETIOLOGI atau
faktor penyebab dari terjadinya problem gizi.

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


Bandung - 2017
 Etiologi ini akan MENGARAHKAN PADA INTERVENSI GIZI yang akan
dilakukan.
 Bila intervensi terapi gizi tidak dapat mengatasi faktor etiologi,
maka target intervensi gizi ditujukan untuk MENGURANGI tanda dan
gejala problem gizi 46
Kategori Penyebab atau faktor resiko
ETIOLOGI yang mempunyai kontribusi
pada masalah

■ Keyakinan dan Sikap

1/6/ 2017
■ Budaya
■ Pengetahuan

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


Bandung - 2017
■ Fungsi fisik
■ Fisiologik Untuk yang berikut, kategori sendiri
dapat sebagai penyebab atau faktor
■ Sosial-Personal
risiko yang berkontribusi pada
■ Terapi diagnosis gizi
 Psikologis ■ Akses
47
■ Perilaku
CONTOH : Komponen Diagnosis Gizi
PROBLEM ETIOLOGI SIGN/SYMPTOM

Perubahan nilai Disfungsi -Hiperkalemia (K: 10 mEq/L)

1/6/ 2017
lab terkait gizi ginjal - Hyphopastemia (Ph : 1,6
(NC 2.2) mg/dl)

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


Bandung - 2017
- GFR rendah : 15
- Penurunan BB > 5% dlm 1
bln
- edema, anoreksia, mual,
muntah
- asupan P > 25% dr keb
- asupan K > 13% dr keb
- cairan > 500 ml 48
- kurang pengetahuan gizi
terkait diet ginjal
INTERVENSI GIZI

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


1/6/ 2017
49

Bandung - 2017
Konsep Intervensi Gizi
 TUJUAN :
Memperbaiki atau memecahkan diagnosis gizi

1/6/ 2017
 FUNGSI :

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Mengkomunikasikan preskripsi gizi atau rencana asuhan gizi

 DOMAIN :
 Food and/or Nutrient Delivery—majority of interventions
 Nutrition Education
 Nutrition Counseling 50
 Coordination of Care
Penentuan Intervensi Gizi
PROBLEM Mengarahkan tujuan intervensi

1/6/ 2017
gizi
ETIOLOGI Menentukan strategi intervensi

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


Bandung - 2017
gizi (4 Domain)
SIGN /
SYMPTOM

51
Rencana Intervensi Gizi - CKD
Lanjutan contoh :

1/6/ 2017
ND Intervensi Gizi
PROBLEM Perubahan nilai lab Memperbaiki nilai lab

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
terkait gizi (NC 2.2) terkait gizi
ETIOLOGI Disfungsi ginjal - Pemberian terapi
diet ginjal
- Edukasi gizi awal
SIGN /
SYMPTOM
52
HEMODIALISIS BERTUJUAN MEMBUANG SISA HASIL
METABOLISME MAKANAN/RACUN DAN AIR
STATUS GIZI PASIEN HEMODIALISIS 2015 – 2016 DI RSCM
Status Gizi Kurang KDOQI —> 18-70%

Status 2015 2016

1/6/ 2017
Gizi (n= 160) (n=188)

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
26 34
Kurang (16.2%) (18.1%)

74 91
Baik (46.2%) (48.4%)

54
60 63
Lebih (37.5%) (33.3%)
Tujuan Diet pada pasien HD
(PGK stad V TKK < 15 ml/mt)

• Memperbaiki dan mempertahankan status gizi optimal

1/6/ 2017
• Mengganti kehilangan zat gizi pada saat hemodialisis
• Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
• Mengendalikan kondisi terkait PGK seperti anemia, peny
tulang, kardiovaskular, DM

55
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
1/6/ 2017
56

Bandung - 2017
Hal Penting pada pasien HD

Makanan harus cukup kalori & Tinggi Protein


Mengontrol Asupan Cairan
Mengontrol Asupan Garam & Kalium
Mengontrol Asupan Phosfor
HD yang cukup & rutin sesuai anjuran
INTERVENSI DIET, TARGET TERUKUR
PADA PGK DENGAN HEMODIALISIS
Antropometri :
BMI 20-25. BB interdialilis naik 5% dari BBK

1/6/ 2017
Labolatorium :
Albumin ≥ 4 g/dl
Kalium 3.5-5.5 mEq/L
Phosfor 4-6 mg/dl

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Kalsium 8.5-10.5 mg/dl
Gula darah 80-200 mg/dl, HbA1c <7 %
Kholesterol 150-250 mg/dl
HB 11-12 g/dl

Klinis/fisik :
Cukup otot dan simpanan lemak
Tekanan darah pada batas yang dapat diterima
Kapasitas fungsional optimal

Dietary : 58
Asupan 80% dari anjuran
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
1/6/ 2017
59

Bandung - 2017
Anjuran Kebutuhan Zat Gizi pada
Pasien HD (individual)
Energi : 35 Kcal/kg BB/hari apabila usia >60 th 30 Kcal/kgBB

1/6/ 2017
Protein : HD 1.2 gr BBI/hari. 50% protein bernilai biologi tinggi
Lemak : ± 30% dari total energi
Karbohidrat : ± 60 % dari total energi

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Na : 1g + 2g bila urine 1 liter/24 jam
K : 2g + 1g bila urine 1 liter/ 24 jam (40 mg/kgBB)
Ca : 800-1200 mg, max 2000 mg
P : 8 – 17 mg/kg BB/hari (800-1000 mg)
Air : sesuai dgn jumlah urine output sehari + 500 cc s/d 750 cc
apabila sdh tdk ada urine max 1 liter

60
Contoh Perhitungan Diet & Menu Pasien HD
Pria TB=167 cm, BBI= 60.3 kg, umur 40 th

Kebutuhan Energi : 35 Kcal/kgBBI = 2100 Kcal


Kebutuhan Protein :1.2 gr/kgBBI = 72 gr, 50% HBV 36 gr protein hewani

Pagi : Roti isi jam 80 gr 1p sumber energi


Telur rebus 60 gr 1p sumber protein

PK. 10.00 : Kue –kue + sirup ½ P sumber energi

1/6/ 2017
Siang : Nasi 200 gr 2p sumber energi
Ikan pepes 50 gr 1p sumber protein
Daging empal 50 gr 1p sumber protein

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Tempe tumis 50 gr 1p sumber protein
Cap cay goreng 50 gr ½ p sumber vitamin dan mineral
Apel 100 gr 1p sumber vitamin dan mineral

PK.16.00 : Kue-kue + madu 2 sdm ½ P sumber energi

Malam: Nasi 200 gr 2p sumber energi


Ayam Goreng 80 gr 2 p sumber protein
Tahu bacem 50 gr ½ sumber protein
Cah wortel 50 gr ½ sumber vit dan mineral
Pepaya 100 gr 1p sumber vit dsn mineral

Pk.10,00 & Pk 16.00 Kue apem & kue putu mayang + sirup & madu 61
Total 6 p sumber energi 6 -7 p sumber protein
BAGAIMANA MEMENUHI
KEBUTUHAN…..?
PROTEIN NABATI
• Tahu, tempe

1/6/ 2017
• 2-3 porsi sehari
PROTEIN HEWANI

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
 Ayam, daging, susu,
telur, ikan sesuai jumlah
sehari
 3-4 porsi sehari

62
Tip’s dan Trik mengurangi garam
dalam margarine
• Campur mentega/margarine dengan air dalam panci atau
penggorengan, perbandingan mentega dengan air berkisar 1:

1/6/ 2017
1
• Rebus hingga mentega/margarie lumer dan aduk-aduk
• Matikan kompor , biarkan dingin dan mentega kembali

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
membeku
• Buanglah air rebusan yang berada dibawah
mentega/margarine
• Kita sudah mendapatkan mentega/margarine bebas dari
garam

63
Sayur & Buah Tinggi Kalium
• Daun pepaya 50 g/saji 302 mg
• Bayam 50 g/ssaji 208 mg

1/6/ 2017
• Kentang 200 g/saji 792 mg
• Melon 190 g/saji 515 mg

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
• Alpukat 50 g/saji 118 mg
• Pisang 50 g/saji 218 mg
• Duku 80 g/saji 186 mg
• Durian 35 g/saji 210 mg Kalium :
• Tinggi bila >201 mg/saji
• Tomat 100 g/saji 242 mg
• Sedang bila 101-200 mg/saji
• Susu bubuk 20 g/saji 240 mg • Rendah bila < 100 mg/saji
64
Tip”s dan Trik Mengurangi Kalium
Bahan Makanan

1/6/ 2017
• Potong-potong bahan makanan (sayur & buah)
• Rendam bahan makanan selama 2 jam dengan air hangat, air

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
rendaman 1: 10
• Buang air rendaman, cuci di air yang mengalir
• Masak bahan makanan dengan air, banyaknya air 5 kali bahan
makanan
• Pada buah untuk menambah rasa, tambahkan gula, daun pandan,
kayu manis, daun jeruk seperti kita membuat koktil buah

65
PASIEN HEMODIALISIS
HARUS MENGONTROL ASUPAN AIR
Tip's untuk mengendalikan air
minum
• Karena asupan cairan harus dibatasi

1/6/ 2017
maka masukan air kadalam botol sesuai
kebutuhan sehari. Setiap kali minum dari
botol

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
• Untuk mengatasi rasa haus cobalah
permen, 1 slice jeruk manis, permen, air
dingin/batu es, berkumur,atau mandi
• Kurangi garam, gunakan bumbu-bumbu.

67
PHOSPOR DAN KALSIUM
• Phospor adalah mineral yang penting bagi tubuh dan
berhubungan dengan kalsium  harus seimbang
• Ginjal sehat  kelebihan phospor akan dibuang

1/6/ 2017
• PGK  Phospor menumpuk dalam tubuh
• PGK  Penyerapan kalsium berkurang

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
• Jika phospor tinggi dalam darah
 memicu kalsium keluar dari tulang
 Tulang menjadi keropos dan rapuh
 menumpuk di kulit  gatal
68
PHOSPOR & KALSIUM….?
• Umumnya pasien HD Phospor dibatasi
• Perlu obat pengikat , karena diit tinggi protein  tinggi
phospor

1/6/ 2017
• Konsumsi protein tinggi fosfor dikurangi sebagai contoh
salmon, kerang, keju, kacang2an seperti almond, daging

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
babi.
• Kalsium tinggi  perlu minum susu tinggi kalsium rendah
Phospor (susu khusus HD)
• Dianjurkan lebih sering telur terutama putihnya serta
hasil olahan nya dan ayam
• Perlu suplementasi kalsium, pada umumnya bahan
makanan sumber calsium mengandung phospor tinggi 
69
kecuali keong , rebon
KANDUNGAN KALSIUM DAN FOSFOR
DALAM 100 gram BAHAN MAKANAN
Bahan Makanan Kalsium (mg) Fosfor (mg)
Tempe 155 326

1/6/ 2017
Tahu 223 183

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Bayam 150 35
Tepung susu 904 694
Ikan mujaer 96 209
Teri segar 500 500
Rebon kering 2306 265 70
Intervensi
CONTOH :
1. PEMBERIAN MAKANAN dan ZAT GIZI

Tujuan : menjaga berat badan aktual, mengurangi fatigue, dan mencegah


retensi cairan

1/6/ 2017
Diet 1500 Kalori , 30 g protein, 184 KH. 60
Preskripsi diet :
lemak .Cairan 750 ml. Batasi garam dan bm
yg mengandung kafein, 6 kali porsi kecil

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
2. EDUKASI – KONTEN/MATERI
Tujuan : mengurangi beban ginjal terkait makanan dan zat gizi
Memberikan pengetahuan mengenai diet rendah protein dan
tips mengatasi anoreksia.

71
MONEV GIZI

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


1/6/ 2017
72

Bandung - 2017
MONEV GIZI
TUJUAN :
Melihat efektifitas intervensi  progres tujuan perencanaan

1/6/ 2017
 No Improvement
 Improving

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
 Resolved
 Diagnosis No Longer Applies

DOMAIN :
 Food/Nutrition Related History Outcomes
 Anthropometric Measurement Outcomes
 Biochemical Data, Medical Tests, and Procedure
Outcomes 73
 Nutrition-Focused Physical Finding Outcomes
MONEV

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


1/6/ 2017
74

Bandung - 2017
Monitoring Hasil Laboratorium Pasien HD
Pemeriksaan Lab 1 bulan 3 bulan 3–6 bulan 6 bulan

Serum albumin X

1/6/ 2017
BMI X
BB interdialisis X

Bandung - 2017
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
Serum Ca, P, K X
TIBC, transferin X
Serum bikarbonat X
Serum C-reaktif protein X

SGA X
Wawancara diet X
Profil lipid X
75
CASCADE of NUTRITION CARE & HEALTH OUTCOMES
Changes in knowledge, belief/
atittude/ behavior, access

change in physical signs &

1/6/ 2017
Improved nutrient intake
symptoms

Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes


Bandung - 2017
Health & disease
outcome
FH BD AD PD Cost outcome

Patient QoL
76
NUTRITION CARE HEALTHCARE OUTCOMES
OUTCOMES
Bahan Ajar DIV Gizi Poltekkes
1/6/ 2017
77

Bandung - 2017