Anda di halaman 1dari 4

Nama : Tuti Siti Huryah

NIM : B1033161037
Prodi : Akuntansi (Malam)
Makul : Manajemen Operasional

PERTANYAAN

1. Sebutkan perbedaan antara kapasitas desain dan kapasitas efektif ?


2. Asumsi apakah yang digunakan dalam analisis titik impas ?
3. Dari manakah manager memperoleh data untuk analisis titik impas?
4. Apakah yang menjaga data pendapatan agar tidak keluar dari garis lurus sewaktu
dilakukan analisis titik impas?
5. Dalam kondisi apakah sebuah perusahaan menginginkan kapasitasnya lebih kecil
daripada permintaan dan lebih besar daripada permintaan?
6. Jelaskan bagaimana net present value merupakan alat yang tepat untuk
membandingkan beberapa altenatif investasi!
7. Apakah yang dimaksud dengan kapasitas efektif?
8. Apakah yang dimaksud dengan efisiensi?
9. Bagaimanakah kita menghitung output aktual atau output yang diperkirakan?

JAWABAN

1. Kapasitas Design (Design Capacity) merupakan output (pengeluaran) maksimum


sebuah sistem secara teoritis dalam suatu periode waktu tertentu dengan kondisi ideal.
Kapasitas desain beroperasi hingga mencapai batas maksimum, sedangkankapasitas
efektif beroperasi di bawah kapasitas desain.

Kapasitas Efektif (Effective Capacity) merupakan kapasitas yang diperkirakan akan


dicapai perusahaan dengan bauran produk, metode penjadwalan, pemeliharaan, dan
standar kualitas tertentu. Kapasitas efektif lebih efisien daripada kapasitas desain.

Contoh :
Sara Bakery memiliki pabrik yang memproduksi roti Deluxe untuk sarapan dan ingin
memahami kapasitasnya dengan lebih baik. Tentukan kapasitas desain, utilitas, dan
efisiensi pabrik ini saat memproduksi roti Deluxe.
Minggu lalu Sara Bakery memproduksi 148.000 roti. Kapasitas efektif pabrik adalah
175.000 roti. Lini produksinya beroperasi 7hari seminggu dengan 3 giliran kerja
masing-masing 8 jam per hari. Lini tersebut dirancang untuk memproduksi roti
Deluxe isi kacang dan rasa kayu manis dengan tingkat output 1.200 roti per jam.

Kapasitas Desain :
(7hr x 3 giliran kerja x 8 jam) x (1.200 roti/jam) = 201.600 roti
Kapasitas Efisiensi :
Output Aktual / Kapasitas Efektif = 148.000/175.000 = 84,6%

2. Analisis Break Even Point berguna apabila beberapa asumsi dasar dipenuhi. Asumsi-
asumsi tersebut adalah :
1) Ada beberapa asumsi dalam analisis break even yang tercermin dalam anggaran
perusahaan masa yang akan datang. Dalam pemakaian analisis break even
pointterdapat batasan-batasan sehingga pemakaian BEP dalam hal perencanaan
laba inihanya tepat apabila variabel-variabel yang dipakai menghitung analisis
titik impasberubah
2) Bahwa biaya pada berbagai tingkat kegiatan dapat diperkirakan jumlahnya secara
tepat. Dengan demikian perubahan tingkat produksi dapat dijabarkan menjadi
perubahan tingkat biaya.
3) Biaya yang dapat diperkirakan itu dapat dipisahkan mana yang bersifat variabel
dan mana yang merupakan beban tetap (fixed cost). Analisa Break even hanya
dapat dihitung bilamana sebagian biaya merupakan bebean tetap.
4) Tingkat penjualan sama dengan tingkat produksi, artinya apa yang diproduksi
dianggap terjual habis. Dengan demikian tingkat persediaan barang jadi tidak
mengalami perubahan, atau perusahaan sma sekali tidak menyediakan stock
barang jadi.
5) Harga jual produk perusahaan pada berbagai tingkat penjualan tidak mengalami
perubahan. Ini berarti pasarnya demikian sempurna atau bahwa share pasaran
perusahaan sedemikian kecilnyasehingga tidak akan mampu merubah harga pasar
yang terjadi.
6) Efesiensi perusahaan pada berbagai tingkat kegiatan juga tidak berubah, sehingga
biaya variable setiap unit produk sama untuk berbagai volume produksi.
7) Tidak terdapat perubahan pada berbagai kebijakan pimpinan yang secara
langsung berpengaruh terhadap beban tetap keseluruhan. Dengan demikian biaya
tetap keseluruhan juga tidak berubah.
8) Perusahaan dianggap seakan-akan hanya menjual satu macam produk akhir.
Bilamana dalam kenyataannya produk yang dibuat lebih dari satu macam, maka
sales mix dipertahankan tetap sama.

3. Dari data historis laporan keuangan, dimana data yang diambil yaitu total penjualan
dan total biaya (biaya tetap dan biaya variabel). Jika total biaya penjualan sama
dengan total biaya (biaya tetap dan biaya variabel), maka anilisis titik impas bias
dilakukan dan penentuan titik impasnya bias dilakukan dengan tepat.

4. - Tingkat laba yang ingin dicapai dalam suatu periode


- Kapasitas produksi yang tersedia, atau yang mungkin dapat ditingkatkan
- Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, mencakup biaya tetap maupun biaya
variable.
5. Perusahaan menginginkan kapasitasnya lebih kecil daripada permintaan
jikaperusahaan mengalami kendala yang mengakibatkan kerugian misalnya
kurangnya fasilitas yang dibutuhkan untuk memproduksi permintaan yang ada,
sehinggaperusahaan mengambil tindakan untuk memperkecil produksi walaupun
tingkatpermintaan pada saat itu tinggi.

Perusahaan meninginkan kapasitasnya lebih besar daripada permintaan pada saat


pendapatan perusahaan berkurang akibat persaingan yang tinggi sehinggaperusahaan
meningkatkan kapasitas dengan memperbanyak produksi walaupunpada saat itu
permintaan kecil

6. NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon
dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau
dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang
yang didiskontokan pada saat ini. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang
perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan
manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. Jadi perhitungan NPV mengandalkan
pada teknik arus kas yang didiskontokan.

Net present value (alias NPV) merupakan salah satu dari alat yang paling membantu
yang ada untuk membuat keputusan finansial. Biasanya, NPV itu digunakan untuk
memperkirakan apakah suatu pembelian atau investasi itu lebih berharga dalam
jangka panjang dibandingkan sekedar menginvestasikan sejumlah uang di dalam
bank. Walaupun sering digunakan di dunia finansial perusahaan, ini dapat juga
digunakan untuk tujuan sehari-hari. Secara umum, NPV dapat dihitung sebagai
penjumlahan (P / (1 + i)t) - C untuk setiap nilai bulat positif sampai t dimana t
merupakan lama periode waktu, P merupakan aliran masuk kas Anda, C
merupakan investasi awal Anda, dan I merupakan persenan diskon Anda.
7. Kapasitas efektif merupakan kapasitas yang diperkirakan dapat dicapai oleh
perusahaan dengan keterbatasan operasi yang ada sekarang.

8. Kapasitas desain (design capacity) adalah output maksimum sistem secara teoritis
pada suatu periode waktu tertentu dengan kondisi ideal

9. Output yang diperkirakan = (kapasitas efektif) (efisiensi)


Contoh :
Sebuah stasiun kerja beroperasi 2 giliran kerja per hari, 5 hari per minggu (8 jam per
giliran kerja) dan memiliki 4 mesin dengan kemampuan sama. Kondisi inimerupakan
kapasitas efektifnya. Jika stasiun kerjanya memiliki efisiensi sistem 95%,berapakah
output yang diperkirakan dalam jam per minggu ?
Penyelesaian :
Diketahui efisiensi 95 % = 0,95
Kapasitas Efektif = 5 hari X 8 jam X 2 shift X 4 mesin= 320
Jadi, Output yang diperkirakan = (kapasitas efektif) (efisiensi)= (320) (0,95)= 304