Anda di halaman 1dari 3

1.

Keunggulan Kandungan / Komposisi ASI


ASI disebut sebagai "makanan yang sempurna" untuk sistem pencernaan
bayi, komponen ASI yaitu laktosa, protein (whey dan kasein), dan lemak sangat
mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang baru lahir.
Sebagai perbandingan, bayi yang disusui tidak mendapat kesulitan dengan
pencernaannya jika dibandingkan dengan mengkonsumsi susu formula bayi. ASI
cenderung lebih mudah dicerna sehingga bayi yang disusui jarang mengalami
diare atau sembelit.
ASI juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan bayi
yang baru lahir. Seorang ibu yang sehat tidak memerlukan tambahan vitamin atau
suplemen gizi, kecuali vitamin D. ASI memang mengandung beberapa vitamin D,
dan vitamin D diproduksi oleh tubuh saat kulit terkena sinar matahari. Namun,
paparan sinar matahari meningkatkan risiko kerusakan kulit, sehingga orang tua
disarankan untuk meminimalkan paparan. Akibatnya, AAP merekomendasikan
bahwa semua bayi harus diberikan suplemen vitamin D selama 2 bulan pertama
dan seterusnya sampai bayi mendapatkan cukup vitamin atau diberi tambahan
susu formula yang diperkaya D (setelah usia 1 tahun).
US Food and Drug Administration (FDA) mengatur perusahaan susu
formula untuk memastikan bahwa mereka menambahkan semua nutrisi yang
diperlukan (termasuk vitamin D) dalam produk susu formula mereka. Susu
formula komersial ingin meniru nutrisi yang terkandung dalam ASI, tetapi
komposisi dan kombinasinya tidak cocok dan tidak tepat jika dibandingkan
dengan ASI. Kenapa? Karena ASI adalah zat hidup yang dihasilkan oleh ibu untuk
bayinya, sebuah proses yang tidak dapat diduplikasi di pabril.

2. Fungsi Pemberian ASI Selama 6 Bulan

ASI merupakan sumber gizi terbaik untuk 6 bulan pertama bayi. ASI
mengandung sumber karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup, dan
menyediakan enzim pencernaan, mineral, vitamin, dan hormon yang bayi
butuhkan. ASI juga mengandung antibodi dari ibu yang dapat membantu bayi
melawan infeksi. Jadi, pemberian ASI sangat diperlukan bayi selama 6 bulan
kelahirannya.

3. Masalah Gizi.

a. Bayi

 Diarrhea

- Solusi: Bayi seharusnya tidak boleh diberi bayi obat anti-diare, kecuali
diresepkan oleh dokter. Meskipun diare akan reda dengan sendirinya, bayi
yang terlalu dehidrasi harus diberikan larutan elektrolit atau cairan melalui
tabung (IV) intravena, jaga area popok bersih, cuci setiap selesai buang air
besar. Selain itu, diare disebabkan oleh bakteri E. coli dan bayi
memerlukan pengobatan antibiotik untuk menghentikan diare.

b. Anak-anak

 Gastroenteritis

- Solusi: Ganti cairan yang hilang dengan minuman yang cocok seperti
cairan rehidrasi oral (Gastrolyte atau Hydralyte) yang dapat membantu
menggantikan cairan yang hilang dengan cepat.

c. Remaja

 Obesitas

- Solusi: Mengganti nasi putih dengan brown-rice atau dengan roti gandum
dan sereal gandum dan mengkonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah
yang cukup, hindari mengkonsumsi olahan makanan ringan, dan rajin
berolahraga setiap hari. Semua itu dapat mengkontrol berat badan agar
terhindar dari obesitas.
DAFTAR PUSAKA
1. DiSanto, J and DiSanto, K.Y. 2012. About Breastfeeding: Nutrition and
ease of digestion, The Nemours Foundation. (Online),
(http://kidshealth.org/parent/growth/feeding/breast_bottle_feeding.ht
ml#, Accessed September 3, 2013).
2. Burd, I. 2012. Your baby's first few weeks: Breastfeeding vs. Bottle
Feeding, University of Maryland Medical. (Online),
(http://umm.edu/health/medical/pregnancy/your-babys-first-few-
weeks/breastfeeding-vs-bottle-feeding, Accessed September 3, 2013).

3. Medibank. 2009. Nutrition Issues, (Online),


(http://www.wiggleintohealth.com/nutrition/nutrition-issues.html,
Accessed September 3, 2013).
4. Renee, A. 2012. New Born & Baby: Diarrhea In Babies, WebMD Medical,
(Online), (http://www.webmd.com/parenting/baby/baby-diarrhea-causes-
treatment, Accessed September 4, 2013).