Anda di halaman 1dari 5

1.

SIMPLE/UNICAMERAL BONE CYST


a. Definisi
Adalah bukan suatu neoplasma tetapi rongga berisi cairan di tulang, dilapisi
oleh jaringan fibrosa terkompresi, berisifat jinak, tidak bermetastasis (menyebar) di
luar tulang. Kista dapat tumbuh lebih invasif untuk mengisi sebagian besar
metaphysis tulang dan menyebabkan fraktur patologis. Pada anak pada masa
pertumbuhan, SBC terjadi pada bagian atas tulang humerus (50-60%) atau bagian
atas tulang femur (25-30%). Pada orang dewasa, cenderung terjadi pada tulang pipih
(panggul, rahang, tengkorak atau tulang rusuk) atau tulang tumit (calcaneus).
Kista yang lebih invasif juga bisa menghancurkan piring pertumbuhan tulang,
yang menyebabkan pemendekan tulang. Shortening di lengan atas (humerus)
biasanya tidak menyebabkan masalah fungsional, tetapi dapat menghasilkan
masalah kosmetik jika terjadi pada anak usia dini.
b. Epidemiologi
Simple bone cyst lebih sering terjadi pada anak usia 5-15 tahun dengan usia rata
rata 9 tahun. Banyak peneliti beranggapan kista yang terjadi pada dekade pertama
kehidupan lebih agresif. Simple bone cyst terjadi dua kali lipat lebih sering pada
laki-laki. Lesi ini menempati 3% dari seluruh tumor pada tulang.
c. Etiologi dan Patofisiologi
Penyebab tidak diketahui, suatu teori menyatakan bahwa kista muncul dari
growth palate yang berlebihan atau kantong yang abnormal dari jaringan synovial
yang mengelilingi sendi. Menurut penelitian Cohen menyatakan bahwa penyebab
simple bone cyst adalah terhambatnya drainase jaringan interstisial pada area tulang
yang berkembang dengan cepat. Beberapa berspekulasi mengatakan bahwa trauma
yang berulang pada tulang beresiko juga mengalami kista tulang. Tapi masih belum
terbukti.
Patogenesis dari simple bone cyst masih belum dapat diketahui. Pada
pemeriksaan secara umum, kista mengekspansi korteks tulang. Periosteum yang
intak terbungkus dengan lapisan kortikal tipis. Kista biasanya berisi cairan serous
jernih, pada beberapa kasus produk darah dapat ditemukan dalam cairan bila
sebelumnya telah didahului oleh fraktur. Membran dengan ketebalan berbeda
membatasi dinding dalam kista tersebut. Septum fibrosa dapat terbentuk bila
sebelumnya terdapat fraktur, sehingga menghasilkan gambaran kista yang
multilokuler.
d. Morfologi
- Lokasi paling sering di bagian proksimal metafisis sentrik os humerus dan
os femur.
- Lesi single, osteolitik
- Batas geographic
- Tidak terdapat reaksi periosteal
Kesimpulan: slow growing bone tumor suspek simple bone cyst
e. Gejala Klinis
Kebanyakan simple bone cyst tidak menimbulkan gejala dan ditemukan secara
kebetulan. Hal ini terjadi ketika tes x-ray atau tes lainnya yang tidak berkaitan
dengan lainnya dan kista ditemukan secara tidak sengaja.
Beberapa kista ditemukan setelah tulang patah, karena tidak menunjukkan gejala,
kista dapat berkembang dan melemahkan tulang dan membuat tulang disekitar
menjadi rentan patah walaupun hanya dengan trauma ringan, hal ini disebut fraktur
patologi.
Pasien mungkin menyadari adanya pembengkakan yang sedikit nyeri pada area
tulang jika kista menyebabkan tulang melebar.
f. Diagnosis
Simple bone cyst dapat terjadi pada anak- anak dan dewasa, lokasi yang sering
terkena adalah ujung tulang panjang, yang paling sering adalah proximal humerus,
proximal femur, dan proximal tibia. Kista sendiri tidak menimbulkan banyak gejala
dan bisa menimbulkan fraktur patologi.
Pemeriksaan dilakukan dengan X-ray, pemeriksaan ini memberikan gambaran
yang jelas dari struktur tulang dan biasanya cukup baik menunjukkan adanya simple
bone cyst. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan penting yang dilakukan oleh
seorang dokter untuk mendiagnosis simple bone cyst.
Pemeriksaan X-ray menunjukkan suatu “welhHiefined”, berlobus, area
radiolusen pada metafisis dan diafisis tulang. Pada pemeriksaan radiologis kista
tampak dibagian tengah dan terdapat penipisan korteks tulang dan ekspansi kista ke
segala arah.
g. Diagnosis Banding
Terkadang, tes pencitraan tambahan diperlukan untuk membedakan simple bone
cyst dari kista yang lain seperti aneurisma bone cyst. Pada aneurysma tulang kista
berisi cairan darah. Pemeriksaan MRI dan CT scan dapat memberikan informasi
rinci mengenai gambaran kista, pada aneurisma bone cyst akan menunjukkan
banyak rongga-rongga yang berisi cairan dibandingkan dengan rongga yng
ditemukan pada simple bone cyst.

h. Penatalaksanaan
Pembedahan dilakukan jika simple bone cyst menimbulkan nyeri, pertumbuhan
kista menjadi lebih besar atau menimbulkan fraktur.
- Aspirasi dan suntikan
Prosedur ini dilakukan dengan cara jarum dimasukkan ke dalam kista
untuk drainase cairan, ini disebut aspirasi, kemudian kista disuntik dengan
zat yang dapat menghambat pembentukan kista kembali. Beberapa suntikan
berkala diperlukan dalam beberapa bulan. Obat yang digunakan adalah
metilprednisolon dengan dosis 80-200 mg.
- Curretage dan Bone Graf
Prosedur ini dilakukan dengan cara kista di aspirasi kemudian dikorek
keluar, setelah itu lubang akan dimasukkan bone graft.
i. Prognosis
Hasilnya baik dengan melakukan kuretase dan bone graft atau injeksi
metilprednisolon berkala.
Urutan baca:
- Tampak lesi di proksimal metafisis Os Humerus Dextra
- Tampak lesi sentrik
- Lesi single, Osteolitik
- Batas geographic
- Tidak ada reaksi periosteal
- Tidak terdapat matrix
- Tidak terdapat soft tissue replacement/bulging soft tissue mass.

Kesimpulan: “Slow Growing Bone Tumor SUSPECT Simple Bone Cyst”