Anda di halaman 1dari 25

BAB 10

Mengidentifikasi dan Mencegah Penipuan

1. Apa itu Penipuan?


Dalam konteks korporasi dapat berarti salah satu dari 2 kategori utama: penghapusan dana atau
asset dari bisnis atau dengan sengaja menampilkan posisi keuangan yang keliru dari sebuah
bisnis.

Penipuan mungkin secara umum didefiniskan sebagai “perampasan dengan tipu daya”. Secara
hokum, penipuan didefinisikan sebagai “menampilkan fakta palsu dibuat dengan mengetahui
tentang kepalsuannya, atau tanpa keyakinan dalam kebenarannya, atau secara ceroboh tidak
peduli, apakah itu benar atau salah.

Dalam konteks korporasi, penipuan dibagi menjadi 2 kategori:

Kategori Keterangan
Penghapusan dana atau asset dari sebuah bisnis Contoh yang paling jela dalam hal ini adalah
pencurian langsung, baik kas atau asset
lainnya. Namun, betuk penipuan juga
mencakup langkah-langkah yang lebih halus,
seperti klaim yang berlebihan.
(par. 1)
Kesengajaan menampilkan posisi keuangan Ini termasuk kelalaian atau kesalahan
yang keliru dari sebuah bisnis pelaporan catatan akuntansi perusahaan.

Ini bukan daftar contoh yang lengkap, setiap bisnis berbeda dengan caranya sendiri dan
menawarkan kesempatan yang berbeda untuk penipuan dapat terjadi. Anda harus mampu berpikir
tentan situasi dan mengidentifikasi sendiri daerah dan cara-cara dimana penipuan dapat terjadi

1.1 Penghapusan dana atau asset dari sebuah bisnis

Penipuan umum termasuk penipuan penggajian, konspirasi dengan pihak lain, pencurian asset.
Tindakan lebih licik termasuk teeming dan lading dan memanipulasi rekonsiliasi bank dan buku
kas untuk menyembunyikan pencurian.

1.1.1 Pencurian Kas


Karyawan dengan akses terhadap kas mungkin tergoda untuk mencurinya. Contoh utama
adalah pencurian kas kecil. Pengambilan jumlah kecil dengan selang waktu mungkin dapat
hilang tanpa diketahui.

1.1.2 Pencurian Persediaan

Demikian pula, karyawan mungkin mencuri persediaan barang. Hal yang paling kecil dalam
hal ini adalah karyawan mengambil alat tulis kantor, walaupun barang yang lebih besar dapat
juga diambil. Contoh-contoh tersebut adalah jenis canggih dari penipuan, dimana secara
umum tidak terdeteksi karena jumlah mereka yang tidak material. Secara keseluruhan, akan
cenderung terlalu kecil untuk memilika dampak yang serius pada hasil dan kinerja jangka
panjang.

1.1.3 Penipuan Penggajian

Karyawan di dalam dan luar departemen penggajian dapat melakukan penipuan penggajian.

a. Karyawan di luar departemen dapat memalsukan kertas jam kerja mereka, contohnya
dengan mengklaim lembur selama berjam-jam dimana mereka tidak benar-benar bekerja.
b. Karyawan dari departemen penggajian mungkin mempunyai kesempatan secara sengaja
salah memperhitungkan lembar pembayaran yang dipilih, juga menerapkan peningkatan
tingkat gaji, atau dengan mengubah jam pada tingkat yang diterapkan.
c. Kemungkinan lain, anggota fiktif dapat ditambahkan dalam daftar penggajian. Penipu
membuat sebuah rekening bank atas nama palsu dan mengumpulkan uang ekstranya. Ini
paling cocok untuk organisasi besar dengan jumlah karyawan yang tinggi, dimana
manajer tidak secara pribadi mengenal karyawan.

1.1.4 Teeming and Lading

Ini salah satu penipuan terkenal pada buku besar penjualan. Pada dasarnya, teeming and
lading adalah pencurian penerimaan kas atau cek. Mengatur penerimaan berikutnya, belum
tentu dari pelanggan yang sama, terhadap hutang untuk menyembunyikan pencurian.

1.1.5 Pelanggan Fiktif

Ini adalah caran yang lebih rumit untuk mencuri persediaan. Pesanan palsu diatur dan barang
dikirim secara kredit. “Pelanggan” yang gagal membayar barang dan biaya akhirnya
dihapuskan sebagai sebagai kredit macet. Untuk jenis kecurangan ini bekerja, karyawan harus
memiliki tanggung jawab untuk mengambil pesanan barang juga otoritas untuk menyetujui
kredit untuk pelanggan baru.

1.1.6 Kolusi dengan Pelanggan


Karyawan mungkin berkolusi dengan pelanggan untuk menipu bisnis dengan memanipulasi
harga atau kualitas atau kuantitas dari barang yang dikirim.

a. Contohnya, manajer penjualan atau direktur dapat mengurangi harga yang dikenakan
pada pelanggan dengan imbalan dipotong dari tabungan. Kemungkinan lain, karyawan
dapat menghapus hutang atau masalah nota kredit dengan imbalan hadiah uang.
b. Tindakan kolusi lain yang mungkin bagi karyawan untuk menekan faktur atau
melaporkan kuantitas kurang atas pengiriman barang dalam laporan pengiriman. Lagi,
pelanggan mungkin memberikan karyawan uang insentive untuk melakukan hal ini.

1.1.7 Pasokan Palsu Barang atau Jasa

Ini biasanya melibatkan staff senior yang memfaktur perusahaan secara palsu untuk barang
atau jasa yang tidak pernah dipasok. Sebagai contoh menggunak jasa konsultasi. Untuk
meningkatkan keaslian, dalam banyak kasus individu yang terlibat akan membuat perusahaan
pribadi yang memfaktur perusahaan untuk jasanya. Jenis penipuan ini bisa cukup sulit untuk
dibuktikan.

1.1.8 Membayar untuk barang yang tidak diterima

Karyawan mungkin berkolusi dengan pemasok, yang menerbitkan faktur untuk jumlah yang
lebih besar dari jumlah yang sesungguhnya dikirim. Pembayaran tambahan yang dilakukan
perusahaan dibagi atara kedua belah pihak.

1.1.9 Penilaian anggaran rapat atau target kinerja

Tim manajemen akan langsung setuju bahwa pengaturan anggaran dan tujuan merupakan
bagian penting dari perencanaan dan merupakan unsur penting untuk sukses. Namun, target
tersebut dapat menyamarkan penipuan. Dalam beberapa kasus, mengetahui bahwa hasil tidak
mungkin dipertanyakan ketika target telah dicapai, karyawan dan/atau manajer mengambil
dan mengantongi setiap keuntungan lebih dari target.

1.1.10 Manipulasi rekonsiliasi bank dan buku kas

Sering teknik paling sederhana dapat menyembunyikan penipuan paling besar. Kita lihat
sebelumnya seberapa mudah teknik teeming dan lading untuk menyembunyikan sebuah
pencurian. Demikian pula, langkah sederhana lainnya seperti deskripsi yang salah mengenai
item dan pengguanaan dari kompensasi debit dan kredit untuk membuat rekonsiliasi kerja
sering memastikan bahwa penipuan tidak terdeteksi.

1.1.11 Penyalahgunaan dana pension atau asset lainnya

Tipe penipuan ini meneriman profil di masa lalu. Perusahaan yang tidak sehat mungkin
menggunakan dana pension dan mencuri asset untuk digunakan sebagai jaminan dalam
memperoleh pinjaman keuangan. Kemungkinan lain, asset perusahaan dapat ditransfer
menjadi dana pada over valuasi yang signifikan.

1.1.12 Pelepasan asset kepada karyawan

Dimungkinkan bagi karyawan untuk mengatur membeli asset perusahaan (contoh: mobil)
untuk penggunaan pribadi. Dalam situasi ini, mungkin terdapat ruang untuk memanipulasi
nilai buku dari asset sehingga karyawan membayar di bawah nilai pasar untuk itu. Ini dapat
terjadi karena over-depresiasi asset terkait.

1.2 Kesengajaan menampilkan posisi keuangan yang keliru dari sebuah bisnis

Disini kita mempertimbangkan contoh dimana tujuannya adalah untuk melebih-lebihkan


keuntungan. Catatan, bagaimanapun, bahwa dengan membalikkan logika we juga dapat
menggunakan itu sebagai contoh metode dimana karyawan secara sengaja memperkecil
keuntungan. Anda harus melakukan sendiri latihan ini.

1.2.1 Penilaian berlebih persediaan

Persediaan merupakan daerah yang sangat menarik bagi manajer yang ingin meningkatkan
aktiva bersih secara artificial. Ada beberapa macam cara dimana persedian dinilai secara
salah untuk tujuan akun.

a. Catatan persedian dapat dimanipulasi, khususnya dengan sengaja salah menghitung pada
jumlah persediaan.
b. Pengiriman kepada pelanggan dapat dihilangkan dari buku.
c. Pengembalian kepada pemasok dapat tidak dicatat
d. Persediaan yang using tidak dihapuskan tetapi ditampilkan pada beban dalam laporan
posisi keuangan.
1.2.2 Ketidakmampuan memulihkan kebijakan hutang yang tidak dapat ditegakkan

Piutang lama yang jelas tidak akan terbayar harus dihapuskan. Namun, dengan tidak
melaksanakan kebijakan ini menajamen dapat menghindari dampak negative pada laba dan
asset bersih.

1.2.3 Penjualan Fiktif

Dapat disalurkan melalui rekening dengan sejumlah cara.

1.2.4 Manipulasi kegiatan akhir tahun

Tanggal cut-off memberi manajer kesempatan untuk mengubah laporan keuangan. Penjualan
dibuat sebelum akhir tahun dapat secara sengaja melebihkan faktur dan catatan kredit dengan
sebuah permintaan maaf pada awal tahun. Ini dapat menigkatkan omset dan laba selama
tahun yang baru berakhir. Menunda pencatatan pembelian barang sebelum akhir tahun dapat
mencapai tujuan yang sama.
1.2.5 Memperkecil Beban

Secara jelas, kesalahan melaporkan seluruh biaya secara akurat akan meningkatkan angka
laba.

1.2.6 Manipulasi angka depresiasi

Sebagai sebuah beban yang tidak memiliki efek arus kas, depresiasi dapat secara mudah
disesuaikan. Menerapkan tingkat yang salah atau kebijakan yang tidak konsisten untuk
memperkecil depresiasi akan menghasilkan laba yang lebih tinggi dan nilai buku yang lebih
tinggi, memberikan kesan yang lebih menguntungkang pada kesehatan keuangan.

2. Potensi untuk Kecurangan

UK telah menyaksikan sejumlah penipuan berprofil tinggi., terutama pada kasus BCCI, Maxwell,
Bank Baring. Insiden penipuan nyata, terutama karena perusahaan enggan untuk memplublikasikan
kejadian tersebut. Namun, semua bisnis-tanpa diharapkan- menghadapi risiko penipuan: tanggung
jawab direktur adalah mengendalikan risiko tersebut.

2.1 Prasyarat penipuan

Ada 3 prasyarat atau pra kondisi yang harus ada supaya penipuan mungkin terjadi:
ketidakjujuran, motivasi dan kesempatan.

Hal itu penting untuk diketahui, karena jika satu atau lebih hari hal itu dapat dihilangkan, risiko
penipuan akan berkurang.

2.1.1 Ketidakjujuran

Kejujuran adalah kualitas subjetiv, ditafsirkan secara beragam menurut norma-norma etika,
budaya dan hokum yang berbeda. Namun, kita dapat mendefinisikan ketidakjujuran sebagai
sebuah kecenderungan atau sifat individu untuk bertindak dengan cara yang bertentangan
dengan norma etika, social, organisasi dan hokum yang diterima berhubungan dengan
keadilan dan jujur. Sifat ini mungkin terbentuk dari:

a. Faktor kepribadian: keinginan tinggi untuk berprestasi, status atau keamanan; keinginan
kompetitif untuk mendapatkan keuntungan diatas orang lain, rendahnya hormat terhadap
otoritas.
b. Faktor budaya: nilai nasional atau keluarga, dimana dapat lebih fleksibel atau anti otoritas
dati hokum dan praktik yang berlaku di organisai. (Nilai budaya tentang etik bisnis
“suap”- atau – “hadiah”- contohnya, bervariasi. “Berbohong” juga konsep yang sangat
tidak pasti: beberapa nilai budaya “menjaga wajah” (atau menyetujui) memberi lebih
secara terbatas tanggapan sebenarnya.)
2.1.2 Motivasi

Selain kecenderungan umum atau keinginan untuk bertindak tidak jujur, kesempatan harus
muncul, individu butuh motivasi khusus untuk melakukannya. Kita akan membahas konsep
motivasi pada Bab 15, tetapi pada tempatnya, melibatkan perhitungan apakah suatu tindakan
tertentu berharga. Individu mempertimbangkan:

a. Manfaat potensial dari suatu tindakan: kepuasan beberapa kebutuhan, atau pemenuhan
beberapa tujuan, yang berkaitan.
b. Sanksi potential atau konsekuensi negative dari suatu tindakan, atau kehilangan yang
dibutuhkan untuk mendapatkannya.

Tujuan individu atau motiv untuk perilaku kecurangan dapat berupa:

a. Kebutuhan atau keinginan keuangan, atau kecemburuan terhadap orang lain (dalam kasus
pencurian atau kecurangan untuk memperoleh uang)
b. Keinginan untuk melakukan kekuatan negating atas mereka yang berkuasa.
c. Keinginan untuk menghindari hukuman.

2.1.3 Kesempatan

Bahkan jika seseorang berkeinginan betindak tidak jujur dan mempunya sebuah motiv untuk
melakukannya, mereka masih harus menemukan kesempatan atau pembukaan untuk
melakukannya: sebuah celah hukum atau system pengendalian bahwa:

 Mengijinkan aktivitas penipuan terjadi tanpa terdeteksi, atau


 Membuat risiko deteksi dapat diterima, mengingat penghargaan yang tersedia.

Seorang individu akan memiliki dorongan yang tinggi untuk melakukan penipuan jika ia
memberikan kecenderungan untuk ketidakjujuran dan penghargaan untuk penipuan tertentu
yang tinggi dan ada peluang untuk melakukan tindakan penipuan dengan sedikit kesempatan
deteksi atau dengan sanksi sepele jika tertangkap.

2.2 Menilai risiko penipuan

Tanda dari risiko tinggi penipuan termasuk indikasi dari kurangnya integritas, tekanan yang
berlebihan, lemahnya system pengendalian, transaksi tidak wajar, dan kurangnya bukti audit.

Titik awal untuk setiap tim manajemen yang ingin mengatur pengendalian internal untuk
mencegah dan mendeteksi kecurangan menjadi penilaian sejauh mana perusahaan terkena risiko
penipuan. Pendekatan terbaik adalah untuk mempertimbangkan secara terpisah sejauh mana
factor eksternal dan internal dapat menyebabkan risiko penipuan.

2.2.1 Factor Eksternal

Pertama, mempertimbangkan pasar secara keseluruhan. Dalam lingkungan umum mana


bisnis beroperasi dapat menunjukkan factor yang meningkatkan risiko penipuan. Misalnya,
kecenderungan untuk de-layer dapat mengurangi tingkat pengawasan yang dilakukan di
banyak organisasi, mungkin tanpa menempatkan apapun ditempatnya.

Kemudian, sedikit mempersempit fokus dan mempertimbangkan apakah industry dimana


perusahaan beroperasi secara utama terkena dampak beberapa jenis penipuan. Misalnya,
industry bangunan mungkin sangat rentan terhadap risiko pencurian bahan baku, industry
perjalanan mungkin menghadapi risiko akibat penggunaan ekstensif dari agen dan perantara
dan industry ritel harus waspada terhadap penyalahgunaan kartu kredit.

2.2.2 Faktor internal

Setelah mempertimbangkan gambaran besar, langkah berikutnya adalah untuk menerapkan


logika yang sama pada tingkat perusahaan. Fokus pada risiko umum dan khusus dalam
perusahaan itu sendiri.

Waspada terhadap lingkungan yang dapat meningkatkan profil risiko perusahaan.

 Perubahan lingkungan operasi


 Anggota baru
 Pembaruan atau peningkatan system informasi
 Operasi baru di luar negeri
 Pertumbuhan pesat
 Teknologi baru
 Produk baru
 Restrukturisasi perusahaan

Sejumlah factor muncul terus menerus sebagai masalah yang mungkin mengindikasikan
potensi penipuan. Perhatian harus diberikan jika factor-faktor ini terungkap ketika menilai
risiko eksternal dan internal.

2.2.3 Risiko Bisnis

Sejumlah faktor cenderung sering muncul sebagai indikator situasi potensial penipuan; ini
dapat dikategorikan dalam risiko bisnis dan personil.

Sebuah peringatan manajer akan selalu disadari lingkungan industry atau bisnis dimana
organisasi beroperasi.

a. Tingkat laba atau margin menyimpang secara signifikan dari norma perusahaan
Sebagai aturan praktis, jika sesuatu menjadi terlalu baik untuk menjadi kebenaran, maka
umumnya itu adalah kecurangan. Jika salah satu dari hal di bawah ini terjadi, alarm harus
segera berbunyi.
(i.) Perusahaan tiba-tiba mulai menampilkan laba jauh di atas yang diperoleh oleh
perushaan lain dalam industry yang sama
(ii.) Laba meningkat pesat tetapi biaya tidak meningkat
(iii.) Permintaan untuk barang tertentu meningkat secara signifikan
(iv.) Investor tampaknya mendapati perusahaan luar biasa menarik.

Pola tersebut dapat mengindikasikan masalah seperti manipulasi catatan akuntansi, kolusi
dengan pelanggan yang sudah ada atau menciptakan pelanggan fiktif.

Demikian pula, hasil menunjukkan bahwa organisasi berkinerja relatif rendah terhadap
pesaing mungkin merupakan indikasi pencurian, kolusi dengan pemasok atau kesalahan
yang disengaja dalam catatan akuntasi.

b. Opini Pasar
Jika pasar memiliki opini yang rendah tentang perusahaan,ini mungkin mengindikasikan
sesuatu tentang produk perusahaan, karyawannya, atau caranya menjalankan bisnis.
c. Struktu kompleks
(i.) Organisasi dengan struktur grup yang kompleks, termasuk jumlah domestic dan
luar negeri anak perusahaan dan cabang, mungkin lebih rentan terhadap
penipuan.
(ii.) Ukuran tipis kelompok dapat menawarkan banyak kesempatan untuk kehilangan
transaksi atau untuk menyembunyikan hal-hal dalam saldo akun.
(iii.) Selanjutnya, jumlah besar karyawan mengkontribusi karyawan anonym pada
tingkat tertentu, sehingga lebih mudah untuk menyembunyikan penipuan.
2.2.4 Risiko personil

Penipuan bukan hal yang biasanya mudah disembunyikan. Perilaku seseorang sering
memberi petunjuk kepada fakta keterlibatan mereka dalam penipuan.

a. Perilaku rahasia
Seorang hakim pengadilan tinggi pernah menggambarkan kerahasiaan sebagai 'badge
penipuan'. Jika seseorang mulai berperilaku dalam cara yang lebih rahasia daripada
umumnya dianggap normal, maka mungkin menyebabkan untuk diperhatikan.
b. Gaya hidup mewah
Indikator terkenal dari penipuan adalah gaya hidup melebihi pendapatan individu. Kasus
terbaru yang melibatkan seorang inspektur Pajak yang mulai mengemudi mobil sport
mahal, mengambil liburan mewah dan sebagainya. Ini kemudian terungkap bahwa ia
dibayar oleh pengusaha kaya sebagai imbalan untuk membantu dia untuk menghindari
pajak.
c. Long Hours atau Untaken Holidays
Workaholics atau karyawan yang tidak mengambil hak libur penuh mereka mungkin
mencegah penggantian sementara untuk menutupi penipuan.
d. Gaya manajemen otokratis
Di beberapa organisasi manajer tunggal atau direktur memiliki kontrol eksklusif atas
bagian penting dari bisnis. Ini dapat memberikan ruang yang luas untuk penipuan,
terutama ketika situasi ini diperparah oleh sedikit, jika ada, tinjauan independen dari
kegiatan tersebut oleh orang lain di tingkat senior.
e. Kurangnya pemisahan tugas
Karyawan kadang-kadang memiliki lebih dari satu bidang tanggung jawab, terutama
dalam bisnis kecil di mana jumlah staf sedikit. Ini dapat memudahkan karyawan untuk
melakukan dan menyembunyikan tindakan penipuan. Misalnya, jika karyawan yang
mempersiapkan lembar pembayaran juga orang yang memberi kewenangan pembayaran,
penipuan pembayaran akan relatif mudah untuk dilakukan dalam praktik.
f. Karyawan bermoral rendah
Satu motif penipuan adalah kebencian terhadap perusahaan. Staf dapat mulai menipu
perusahaan karena mereka merasa bahwa mereka tidak dihargai cukup untuk pekerjaan
mereka atau karena mereka terlewati untuk sebuah promosi yang layak bagi mereka.
Kemungkinan lainnya, moral staf yang rendah dapat menyebabkan kerusakan
pengendalian internal, menghasilkan peluang untuk penipuan.

2.3 Potensi untuk Penipuan Komputer


Organisasi menjadi semakin tergantung pada komputer untuk sistem operasional serta
informasi akuntansi dan manajemen. Dengan ketergantungan ini datang sebuah peningkatan
penipuan. Komputer sering menjadi kendaraan untuk kegiatan melakukan penipuan.

Masalah utama terkait dengan computer.


a. Hacker computer. Kemungkinan dari seorang tidak dikenal mencoba untuk memaksa
masuk ke dalam system dapat meningkatkan potensi penipuan terhadap apa yang
dilindungi perusahaan.
b. Kurangnya pelatihan dalam tim manajemen. Banyak orang yang memiliki kekurang yang
melekat pada pemahaman mengenai bagaimana system computer bekerja. Manajer senior
sering menjadi orang yang paling sedikit mengerti computer. Mereka juga mungkin yang
paling enggan menerima pelatihan, lebih memilih mewakilkan tugas kepada asisten.
Tanpa disadari manajer, staf junior dapat mengamankan sejumlah besar informasi
keuangan dan menemukan cara untuk mengubahnya.
c. Mengidentifikasi risiko. Kebanyakan perusahaan tidak mempunyai sumber daya untuk
tetap mengikuti perkembangan teknologi computer. Hal ini membuat semakin sulit untuk
memeriksa bahwa semua celah besar dalam pengendalian telah ditutup, bahkan jika
manajer mengerti computer.
d. Perlunya kemudahan akses dan system fleksibel. Pada kebanyakan kasus, perusahaan
menggunakan kpmputer untuk mempermudah dan mempercepat operasi. Untuk
mencapai tujuan tersebut, sering kali dibutuhkan kemudahan akses dan system fleksible.
Namun, menerapkan pengendalian yang ketat dapat menekan fitur.

3. Implikasi Penipuan kepada Organisasi


Meski jelas bahwa penipuan buruk untuk bisnis, tepatnya dalam cara mana perusahaan
dipengaruhi tergantung pada jenis penipuan yang dilakukan.
3.1 Penghapusan dana atau asset dari sebuah bisnis
Implikasi keuangan langsung
Laba lebih rendah dari seharusnya. Bisnis mempunyai kas dan asset sedikit, dan oleh karena
itu posisi asset bersih melemah. Imbalan kepada pemegang saham akan turun sebagai
akibatnya.
Pengaruh jangka panjang pada kinerja perusahaan
Pengurangan pada modal kerja membuat semakin sulitnya bagi perusahaan untuk beroperasi
secara efektif. Pada masalah yang paling serius, penipuan akhirnya dapat mengakibatkan
runtuhnya bisnis dinyatakan sukses, seperti Barings.
3.2 Kekeliruan yang disengaja pada posisi keuangan dalam bisnis
Laporan keuangan tidak memberikan pandangan yang benar dan jujur pada situasi keuangan
dalam bisnis. Hasil dapat secara palsu ditingkatkan atau, biasanya jarang, kurang dilaporkan.
Juga mungkin bahwa manajer yang bertanggung jawab atas divisi tertentu secara artifisial
dapat meningkatkan hasil divisi mereka, sehingga menipu senior management.
3.2.1 Jika hasil dilaporkan berlebihan
Sebuah perusahaan dapat mendistribusikan terlalu banyak keuntungannya kepada
pemegang saham.
Laba ditahan menjadi lebih rendah dari yang diyakini, mengarah kepada potensi
kekurangan modal kerja. Ini membuat aktivitas harian semakin sulit untuk bekerja
secara efektif.
Keputusan yang salah dapat dibuat, berdasarkan pada pengetahuan tidak akurat dari
sumber daya yang tersedia.
Dampak dari penipuan juga dapat mempengaruhi pemegang saham jika laporan
keuangan atas mana mereka bergantung menampilkan kekeliruan.
a. Investor membuat keputusan berdasarkan pada informasi tidak akurat akan
menemukan bahwa hasil actual menyimpang dari harapan.
b. Pemasok akan memperpanjang kredit tanpa mengetahui posisi keuangan
perusahaan.

3.2.2 Jika hasil terlalu rendah


Imbalan kepada investor dapat berkurang tidak semestinya
Jika perusahaan diturunkan dalam bursa saham, harga saham mungkin jatuh dan
kekuatan pasar akan terkikis.
Akses untuk pinjaman keuangan dapat terbatasi jika asset terlalu rendah.
Publisitas negative dapat merugikan bisnis dengan mempengaruhi persepsi public.
Konsekuensi hokum. Akhirnya, penipu membuka diri mereka sendiri untuk
kemungkinan tertangkap. Tergantung pada skala dan keseriusan pelanggaran
beberapa bahkan mungkin menghadapi hukuman penjara.

4. Sistem untuk mendeteksi dan mencegah kecurangan


4.1 Mengutamakan Pencegahan
Untuk mencegah penipuan, manajer harus sadar akan risiko dan tanda dari penipuan.
Pencegahan kecurangan harus menjadi bagian integral dari strategi perusahaan. Mengelola
risiko dari penipuan adalah sebuah bagian kunci untuk mengelola risiko bisnis secara umum,
dan jika prosedur manajemen risiko perusahaan lemah, manajemen risiko fraud juga
cenderung tidak berhasil.
Beberapa perkembangan terakhir, terutama perampingan, bagaimanapun berarti bahwa
pengendalian tertentu yang dirancang untuk mencegah penipuan, misalnya pemisahan tugas,
mungkin tidak dapat dilakukan. Karenanya ini sama pentingnya sistem pengendalian
dirancang juga untuk mendeteksi dan menyelidiki kecurangan.

4.2 Alasan untuk Penipuan


Manajemen harus mengerti tentang bagaimana dan kenapa kecurangan dapat muncul. Contoh
termasuk:
a. Risiko untuk penipuan dapat ditingkatkan oleh beberapa factor yang spesifik untuk
industry. Laba margin yang lebih rendah karena meningkatnya persaingan mungkin
sebuah godaan untuk memanipulasi hasil.
b. Faktor-faktor spesifik untuk bisnis juga dapat meningkatkan risiko penipuan.
(i) Faktor Personil seperti kewenangan yang luas diberikan kepada manajer yang
dominan.
(ii) Faktor Organisasi seperti ketidakjelasan tanggung jawab atau kurangnya
pengawasan untuk daerah terpencil.
(iii) Faktor Strategi seperti kurang strategi bisnis atau penekanan besar ditempatkan
pada penghargaan menurut hasil.
c. Perubahan keadaan juga dapat meningkatkan risiko penipuan. Sering sebuah system
pengendalian dapat menjadi tidak memadai sebagai sebuah hasil dari perubahan dalam
bisnis, terutama perubahan-perubahan dalam teknologi atau organisasi internal.
d. Daerah khusus, sebagai contoh penjualan tunai adalah yang biasanya berisiko tinggi.
4.3 Alasan untuk pengendalian buruk
Manajemen juga perlu untuk mengerti factor yang dapat menghalangi pengendalian
beroperasi sebagaimana semestinya.
 Pengendalian tidak akan berfungsi dengan baik jika terdapat sebuah kekurangan atas
tekanan dalam pemenuhan atau kurangnya pemahaman atas kenapa pengendalian
dibutuhkan, bagaimana mereka harus beroperasi, dan siapa yang harus
mengoperasikan mereka.
 Masalah staff seperti kurangnya pegawai, pegawai berkualitas rendah atau kurang
termotivasi dapat menghalangi operasi pengendalian.
 Perubahan dalam pegawai senior dapat mengarah pada kurangnya pengawasan pada
masa transisi.
 Pekanan pada otonomi pada manajemen operational dapat menyebabkan
pengendalian terlewati.
4.4 Kebijakan Pencegahan Umum
Kebijakan pencegahan termasuk penekanan pada etika, staff dan prosedur pelatihan.
Pengendalian-pengendalian dalam area bisnis tertentu seperti pemisahan tugas dan
persyaratan dokumentasi juga penting.
Manajer dapt menerapkan pengendalian umum tertentu yang dirancang untuk mencegah
penipuan.
a. Menekankan etika dapat mengurangi kesempatan atas fraud. Beberapa
perusahaan mempunyai kode etik formal dimana karyawan dimintai menandai
area tertutup seperti hadiah dari pelanggan. Manajemen dapat juga memastikan
bahwa mereka menetapkan “contoh yang baik”.
b. Pengendalian pegawai adalah sarana yang sangat penting untuk mencegah
penipuan. Prosedur wawancara dan perekrutan secara cermat termasuk
mendapatkan referensi dapat menjadi penyaringan efektiv untuk ketidakjujuran
pegawai. Sistem penghargaan dan keluhan dapat mencegah demotivasi pegawai.
c. Pelatihan dan peningkatan kesadaran dapat menjadi penting. Terdapat banyak
contoh penipuan terjadi dimana orang-orang yang tanpa disadari dekat terkejut
bahwa mereka tidak tahu apa yang telah terjadi. Oleh karena itu pendidikan
kesadaran penipuan harus menjadi bagian integral dari program pelatihan,
terutama bagi para manajer dan staf di daerah berisiko tinggi seperti pembelian,
dan staf dengan peran kunci dalam pencegahan dan deteksi penipuan, misalnya
sumber daya manusia.
4.5 Pencegahan Penipuan di bidang bisnis yang spesifik
Pengendalian juga akan diperlukan dalam area spesifik bisnis dimana sebuah risiko tinggi
atas kecurangan telan teridentifikasi.
a. Pemisahan tugas adalah pengendalian kunci dalam pencegahan penipuan. Akhirnya
tekanan operasional dapat berarti bahwa pemisahan tidak lengkap. Manajemen harus
tetap mengidentifikasi fungsi yang harus tetap terpisah, contohnya memisahkan fungsi
penandatanganan cek dari otorisasi pembayaran.
b. Dokumen yang sesuai diwajibkan untuk semua transaksi.
c. Batasan pengendalian seperti hanya mengijinkan pegawai untuk memelih pemasok dari
daftar yang disetujui, atau membatasi akses untuk jaringan computer dengan kata sandi
dapat mengurangi kesempatan kecurangan.
d. Tindakan tertentu harus dilarang seperti meninggalkan terminal computer tanpa log off.
e. Kerja Audit Internal harus berkonsentrasi pada area ini.
4.6 Deteksi dan pencegahan
Tujuan utama dari semua sistem pengendalian internal harus untuk mencegah fraud. Namun,
sifat dasar dari fraud adalah orang-orang menemukan cara menyiasati sistem yang ada. Hal
itu sama pentingnya, karena itu, untuk memiliki pengendalian dalam wewenang untuk
mendeteksi kecuranga jika dan ketika itu terjadi.
4.7 Pengendalian Internal
Pengendalian harus dikembangkan dengan cara terstruktur, mengambil catatan dari semua
gambaran risiko dan berfokus pada risiko kunci yang teridentifikasi dalam setiap area bisnis.
Mari kita berpikir tentang pengendalian tepat yang dapat melawan fraud.
4.8 Pengendalian fisik
Tampaknya secara dasar, keamanan fisik adalah alat penting dalam pencegahan fraud.
Menjaga asset berwujud dengan terkunci membuat ini sulit bagi pegawai untuk mengakses
aset dan dapat melangkah semakin jauh untuk memperkecil fraud.
4.9 Pemisahan tugas
Pegawai yang memiliki tanggung jawab terhadap berbagai tugas mempunyai lingkup lebih
untuk melakukan dan menyembunyikan fraud. Oleh karena itu, cara nyata untuk
mengendalikan risiko adalah dengan pemisahan tugas.
Jika tugas seorang karyawan tidak melampaui satu domain, akan lebih sulit bagi seorang
pegawai untuk menyembunyikan fraud. Lebih mungkin bahwa ini diangkat pada tahap
berikutnya dalam proses.
Oleh karena itu, contohnya, pegawai yang bertanggung jawab untuk mencatat pesanan
penjualan seharusnya bukan orang yang sama dengan orang yang mengurus laporan
persediaan. Ini akan lebih mempersulit pemalsuan laporan persediaan atau penjualan, karena
perbedaan antara angka penjualan dan persediaan akan tampak.
Pemisahan tanggung jawab untuk pengepakan barang untuk dikirim dari tugas pencatatan
juga akan membantu untuk meminimalkan risiko pencurian dan meningkatkan kemungkinan
deteksi.
4.10 Kebijakan otorisasi
Mewajibkan otorisasi tertulis dari seorang anggota staff senior adalah sebuah cara
pencegahan yang baik. Ini meningkatkan akuntabilitas dan juga mempersulit untuk
menyembunyikan transaksi penipuan.
4.11 Tanda tangan pelanggan
Mewajibkan pelanggan untuk memeriksa dan menandatangani tanda terima barang atau jasa
memastikan bahwa mereka tidak dapat menuntut bahwa pengiriman tidak sesuai dengan
pesanan mereka.
Ini juga memberikan konfirmasi bahwa petugas pengiriman melakukan tugas mereka dan
bahwa apa yang dikirim sesuai dengan apa yang dilaporkan.
4.12 Lebih menggunakan kata daripada angka
Menuntut semua kuantitas ditulis secara lengkap. Ini lebih sulit untuk mengubah text
daripada angka.
4.13 Dokumentasi
Dokumen terpisah harus digunakan untuk mencatat order penjualan, dispatch, pengiriman
dan detail faktur. Melakukan pencocokan sederhana lalu kemudian mengambil setiap
perbedaan dan membawa pada penemuan dari setiap perubahan.
4.14 Penomoran berurutan
Menomori formulir pemesanan, document pengiriman atau faktur membuat sangat mudahnya
untuk mengetahui jika sesuatu hilang.
4.15 Tanggal
Menulis tanggal pada formulir dan faktur membantu dalam pengujian cut-off. Contohnya,
jika dokumen pengiriman bertanggal sebelum akhir tahun dilaporkan sesudah akhir tahun ini
memungkinkan bahwa hasil dimanipulasi.
4.16 Prosedur standar
Prosedur standar harus didefinisikan dengan jelas untuk operasi bisnis normaldan harus
diketahui semua pegawai. Sebagai contoh:
 Pemeriksaan independen haru dilakukan pada keberadaan pelanggan baru.
 Credit tidak seharusnya diberikan pada pelanggan baru sampai sejarah kreditnya
diperiksa.
 Semua pembayaran harus diotorisasi oleh anggota staff senior.
 Slip upah atau gaji harus diambil secara pribadi.
Segala penyimpangan dari norma-norma ini seharusnya menjadi cukup terlihat.

4.17 Libur
Seperti yang telah dikatakan, fraud sulit untuk disembunyikan. Menegakkan kebijakan hari
libur dengan bersikeras bahwa semua pegawai harus mengambil hak libur penuh mereka
karena itu adalah pengendalian internal yang penting. Dua minggu absen sering menjadi
waktu yang cukup untuk menampakkan fraud.
4.18 Kebijakan rekrutmen
Kebijakan karyawan memainkan bagian sangat penting dalam mengembangkan kultur
perusahaan dan menghalangi fraud.sesuatu yang sejelas memeriksa informasi dan referensi
yang diberikan pelamar dapat mengurangi risiko munculnya ketidakjujuran pegawai.
4.19 Keamanan computer
Ini akan dibahas secara detail dalam Bab 18. Namun, beberapa pengendalian di atas
(pengendalian akses, pemisahan tugas, otorisasi dan sebagainya) akan diterapkan.
4.20 Tanggung Jawab manajer dan staff
Manaje dan staf seharusnya sadar akan tanggung jawab mereka untuk membantu mendeteksi
fraud. Pendeteksian fraud juga dibantu dengan memiliki informasi yang siap tersedia dan
mengijinkan whistleblowing.
Jika fraud untuk ditemukan, penting bagi semua orang terlibat dalam penemuan harus sadar
akan tanggung jawab mereka.
a. Manajer operasional harus waspada akan tanda-tanda dari fraud kecil, secara baik
memeriksa pekerjaan yang telah dilakukan pegawai dan juga mengetahui apa yang
sedang dilakukan pegawai.
b. Staf keuangan harus waspada terhadap terhadap item atau tren yang tidak biasa dalam
data akuntansi, juga informasi keuangan yang tidak lengkap.
c. Staf personalia harus waspada untuk tanda ketidakpuasan atau moral rendah, dan juga
harus (jika memungkinkan) menyadari hubungan pribadi diantara pegawai yang bekerja
sama.
d. Staf audit internal mempunyai tanggung jawab untuk memastikan sistem dan
pengendalian direview secara menyeluruh. Salah satu pelaksanaan seperti kunjungan
mendadak dapat dilakukan selama kerja tahunan audit.
e. Staf audit eksternal diperlukan untuk menilai risiko bahwa penipuan mungkin memiliki
dampak material pada akun perusahaan ketika merencanakan pekerjaan audit mereka.
Mereka diwajibkan untuk melaporkan semua kasus penipuan kepada manajemen, kecuali
mereka mencurigai manajer terlibat dalam penipuan. Auditor eksternal juga harus
melaporkan kepada manajemen setiap kelemahan material dalam sistem akuntansi dan
pengendalian internal.
f. Direktur non-eksekutif harus bertidak terhadap tanda ketidakjujuran oleh manajemen
eksekutif senior. Komite audit harus memeriksa kinerja organisasi dalam pencegahan
fraud dan melaporkan segala hal mencurigakan kepada dewan.

4.20.1 Petugas Fraud


Beberapa organisasi besar telah mengangkat petugas fraud, yang bertanggung jawab
untuk memulai dan mengawasi investigasi fraud, menerapkan rencana menanggapi
fraud, dan segala tindak lanjut. Petugas fraud harus dapat berbicara dengan staf
secara rahasia dan dapat memberikan nasihat tanpa berkonsultasi dengan manajer
senior.

4.21 Ketersediaan Informasi


Ini tentu saja penting bahwa informasi haru tersedia untuk memungkinkan manajemen untuk
mengidentifikasi tanda atas tindakan fraud, atau lingkungan dimana fraud mungkin terjadi.
a. Sistem akuntansi biaya dan manajemen harus memberikan informasi tepat dengan detail
cukup untuk memungkinkan manajemen mengidentifikasi bagian bisnis yang mempunyai
kinerja tidak sesuai dengan harapan. Hasil actual harus dibandingkan dengan hasil
dianggarkan dan ditemukan penjelasan atas variasi yang signifikan.
b. Prosedur personil seperti rapat staf, penilaian dan wawancara mungkin menunjukkan
moral yang rendah atau staf yang berada di bawah tekanan yang tidak semestinya.
c. Batas atas pelaporan harus jelas. Staf harus tahu kepada siapa mereka harus melaporkan
segala kecurigaan.
4.22 Whistleblowing
Kemungkinan atas penemuan akan fraud telah meningkat karena undang-undang baru di
beberapa Negara yang memberikan perlindungan hak pegawai untuk “whistleblower”,
pegawai yang mengungkapkan fraud atau malpraktik di tempat kerja. Undang-undang
meliputi pengungkapan tertentu "kegagalan relevan", termasuk melakukan tindak pidana,
kegagalan untuk mematuhi undang-undang, membahayakan kesehatan dan keselamatan atau
merusak lingkungan
Beberapa pengusaha memperkenalkan prosedur perhatian formal, yang menetapkan
bagaimana whistleblower potensial harus mengkomunikasikan perhatian mereka.
4.23 Investigasi fraud
Organisasi harus menetapkan rencana sebuah rencana menanggapi fraud, menetapkan
bagaimana metode dant tingkat fraud dan tersangka yang mungkin harus diselidiki.
Jika hal terburuk terjadi harus ada rencana menanggapi fraud, sebuah strategi untuk
penyelidikan dan menguraikan konsekuensi terhadap fraud yang terjadi.
Tindakan tertentu mungkin harus dilakukan segera ketika fraud muncul. Hal ini mungkin
termasuk memastikan keamanan laporan yang digunakan untuk menyelidiki apa yang telah
terjadi, dan juga mengamankan asset yang mungkin rentan untuk pencurian. Prosedur
mungkin harus termasuk mencurigai staf, mengubah password dan sebagainya.
Prosedur penyelidikan harus dirancang dengan tujuan berikut dalam pikiran:
a. Menetapkan besarnya kerugian, memastikan kepada siapa itu jatuh dan menilai bagaimana
hal ini dapat dipulihkan.
b. Memperlihatkan bagaimana penipuan terjadi.
c. Mempertimbangkan siapa lagi yang mungkin telah terlibat dalam fraud.
d. Menilai apakah fraud dulu tidak terdeteksi karena pengendalian yang ada tidak dioperasikan
dengan tepat, atau apakah pengendalian yang ada akan tidak memungkinkan pencegahan dan
pengidentifikasian fraud
Keputusan kunci dalam penyelidikan fraud akan termasuk siapa yang akan terkait dalam
penyelidikan dan juga apakah investigasi akan dilakukan secara rahasi. Bimbingan yang
dihasilkan perusahaan KPMG telah menyoroti pentingnya mendapatkan secara cepat gambaran
kegiatan yang diduga fraud dengan meninjau dokumen pribadinya (diary, file, tagihan beban, dll)
dan juga menghubungi orang-orang yang bekerja dengannya.

Akhirnya pendeteksian dan pencegahan penipuan tidak hanya menuntut strategi yang jelas, tetapi
juga kemauan untuk menegakkan pengendalian.

4.24 Mengembangkan sistem pengendalian


Lingkungan di mana organisasi berada dan beroperasi berubah secara terus-menerus. Risiko
yang dihadapi organisasi juga berubah dari waktu ke waktu. Beberapa risiko akan menurun
seiring waktu, risiko lainnya akan meningkat, risiko baru akan muncul.

Untuk sistem dtujukan untuk mengendalikan dan meminimalkan dampak dari risiko menjadi
efektif mereka juga harus berubah dan beradaptasi. . Sistem pengendalian harus
dikembangkan untuk menghadapi risiko yang muncul dalam perubahan lingkungan. Oleh
karena itu, sistem pengendalian harus ditinjau secara terus menerus, dan, jika diperlukan
dirubah atau disesuaikan, dalam rangka mengatasi risiko baru.

Ini terutama berlaku di mana undang-undang berubah, seperti perubahan yang relatif baru di
Inggris untuk undang-undang pencucian uang dan suap. Sistem pengendalian harus
memungkinkan organisasi dan individu yang bekerja dalam organisasi untuk memenuhi
kewajiban hukum di bawah undang-undang baru.

5.1. Tanggung jawab Direktur:

Dalam perusahaan tertutup ada tanggung jawab direktur untuk mencegah dan mendeteksi
penipuan. Hal-hal yang harus dilakukan:

a. Memastikan bahwa aktivitas entitas diselenggarakan dengan jujur dan aset-aset terlindung
atau dilindungi secara aman.
b. Menyelenggarakan cara-cara untuk mencegah terjadinya penipuan atau bentuk ketidakjujuran
lainnya dan untuk mendeteksi hal-hal lain yang terjadi.
c. Memastikan sebaik-baiknya pengetahuan, kepercayaan, informasi keuangan apakah hal
tersebut digunakan secara internal atau dilaporkan sesuai dengan kenyataan.

5.2. Peraturan Auditor:

Tanggung jawab auditor eksternal hanya sekedar untuk memberikan opini terkait dengan laporan
keuangan, apakah diberikan secara kebenaran dan pandangan yang jujur dari kondisi keuangan tersebut.
Auditor harus menrancang aturan-aturan untuk mengaudit sebelum mengambil sebuah keputusan dalam
menganalisis tindakan penipuan atau tindakan dengan rekayasa penipuan yang canggih. Karena adanya
kesalahan si auditor harus mendokumentasikan hasil-hasil analisis dan bukti diserahkan ke manajemen.
Jika ditemukan kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan oleh perusahaan kepada auditor dan
direktur tidak memberikan tanggapan terkait dengan laporan yang terjadi, maka auditor harus membuat
laporan dengan hasil tersebut. Jadi tanggung jawab seorang direktur itu harus bisa mencegah dan
mendeteksi terjadinya penipuan dalam laporan keuangan. Sehingga jika direktur tidak dapat menjelaskan
tentang laporan euangan, maka direktur tersebut telah melakukan kecurangan dalam perusahaan.

6. Pencucian Uang:

Pertumbuhan globalisasi ini menciptakan banyak kesempatan terjadinya pencucian uang dimana
pemerintah dan lembaga internasional berupaya untuk melawan undang-undang. Salah satu efek dari
globalisasi dan pergerakan pasar modal bebas adalah pertumbuhan dalam pencucian uang. Pencucian
uang ini bisa ditujukan dalam berbagai bentuk transaksi yang bertujuan untuk menutupi atau
menyamarkan sumber dari tindakan kriminal terkait dengan transaksi tersebut. Pencucian uang juga
digunakan oleh organisasi kriminal dan juga organisasi teroris, kadang juga dilakukan untuk menghindari
pembayaran pajak. Pencucian uang selanjutnya juga melibatkan sejumlah agen dan entitas keuangan dari
perusahaan kriminal dan perusahaan teroris, maupun pihak-pihak yang melakukan tindakan korupsi atau
pihak yang merekayasa pajak.

6.1 RISIKO-RISIKO TERKAIT PRODUK DAN PELAYANAN PERUSAHAAN

Beberapa jenis usaha berisiko lebih tinggi dari pada yang lainnya, terhadap pencucian uang.
Sebagai contoh, kesepakatan bisnis dalam jual beli barang mewah dengan nilai tinggi, dapat berisiko
dijual kembali lewat pasar gelap ataupun dikembalikan kembali pada pengecer dalam pertukaran yang
dicek secara sah oleh mereka.

Meningkatnya kompleksitas bentuk kejahatan finansial, menuntut pihak nasional pemerintahan


dan Uni Eropa untuk memperundang-undangkannya dan meregulasikan pelaksanaan transaksi-transaksi
tersebut.

Pada saat yang sama, Otoritas Pelaksana Finansial (FCA) meminta agar para professional yang
terikat dalam ketentuan layanan finansial harus mengingatkan para pihak yang berwenang (otoritas
perusahaan) ketika mereka menemukan transaksi yang illegal telah mengambil alih. (*bila ditemukan
transaksi illegal dalam perusahaan). Sebagaimana yang tertuang dalam buku sumber FCA (SYSC) yang
termasuk dalam ketentuan anti-pencucian uang.

*SYSC= Senior Management Arrangement, System and Control- merupakan handbook dari FCA

6.2 DAMPAK-DAMPAK DARI REGULASI (TATA CARA/ ATURAN/ KETENTUAN)

Informasi berikut terkait khususnya dengan perusahaan-perusahaan di Eropa, namun regulasi-


regulasi yang sama juga diterapkan di negara-negara lain.

Perusahaan-perusahaan yang dipengaruhi regulasi-regulasi tersebut harus menilai risiko


terjadinya pencucian uang dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menilai risiko-risiko tersebut.
6.2.1 Menilai risiko- Pendekatan risiko

Pendekatan risiko terdiri atas beberapa tahap

 Mengidentifikasi pencucian uang yang relevan terhadap bisnis.


 Memperhatikan secara rinci penilaian risiko pada beberapa area seperti perilaku konsumen/
pelanggan dan saluran-saluran pengiriman.
 Mendesain dan mengimplementasikan kontrol untuk mengelola dan memperkecil segala
risiko yang teridentifikasi.
 Mengawasi efektifitas dari kontrol-kontrol tersebut dan melakukan peningkatan bila perlu.
 Melakukan pencatatan terhadap tindakan yang telah diambil dan alasan dari tindakan
tersebut.

Waktu dan biaya dari pelaksanaan penilaian semacam itu tergantung dari ukuran dan
kompleksitas dari jenis usaha, namun akan dibutuhkan pertimbangan usaha untuk memastikan
kembali kepatuhan terhadap regulasi-regulasi tersebut.

6.2.2 Dasar Penilaian Pelanggan

Bisnis dengan tipe-tipe pelanggan tertentu, berisiko atas tindakan pencucian uang dan
selanjutnya akan dibutuhkan tindakan-tindakan yang lebih ketat untuk melindungi mereka.
Berikut tipe-tipe pelanggan yang memiliki kecenderungan berisiko:

1. Pelanggan-pelanggan baru dalam jumlah banyak, pada sesekali atau suatu transaksi.
2. Pelanggan yang diperkenalkan pada perusahaan anda oleh pihak ke tiga, yang mungkin tidak
menilai potensi risiko mereka sebelumnya.
3. Pelanggan-pelanggan yang tidak pada area bisnis anda.
4. Pelanggan yang berbisnis dengan menggunakan uang tunai dalam jumlah besar saat transaksi.
(*Patut dicurigai, karena mungkin saja tindakan tersebut dilakukan karena mereka menghindari
terdeteksinya bukti transfer atau menyamarkan asset – karena bila via bank kejahatan finansialnya
akan lebih mudah ditelusuri, dibanding dengan uang tunai).
Pelanggan-pelanggan lain yang memiliki kecenderungan risiko termasuk mereka yang tidak
bersedia menyebutkan identitasnya dan yang ikut pada transaksi yang tidak komersil. Sebelum
perusahaan memulai kesepakatan bisnis dengan pelanggan, mereka harus menguji perilaku-
ketaatan/ketepatan pelanggan.

6.2.3 Menerapkan “Customer Due Diligence” / CDD

Ini merupakan istilah umum atas langkah yang diambil untuk mengecek bahwa identitas
pelanggan anda sesuai dengan identitas yang dijelaskannya pada anda / Cek kebenaran identitas). Dalam
prakteknya, cara terbaik dan termudah yang dapat digunakan adalah dengan menanyakan identitas seperti
paspor, SIM, beserta dengan tagihan-tagihan utilitas dan pernyataan bank. Dalam tatanan pribadi, jika
kita mencoba untuk mengajukan pinjaman atau membuka akun di bank, sangat umum bila diminta untuk
menyerahkan identitas.

Jika pelanggan berpura-pura menjadi bagian dari pihak ke tiga, sangat penting untuk mengidentifikasi
siapakah sebenarnya/ latar belakang pihak ke tiga tersebut.
6.2.4 Menerapkan CDD
Pebisnis harus menerapkan CDD kapanpun mereka merasa membutuhkannya, namun
setidaknya dilakukan pada situasi-situasi berikut:
a. Saat mengumumkan kerjasama bisnis. Seperti halnya sebuah hubungan, ini akan
berkelanjutan maka penting untuk mengumumkan identitas dan kredibilitas pada
permulaan. Anda boleh saja mengumumkan informasi seperti sumber/ asal muasal dana
yang akan digunakan pelanggan anda, copy dari laporan keuangan saat ini dan detil dari
usaha pelanggan atau pemilik usaha.
b. Saat melaksanakan sebuah “transaksi yang jarang” senilai 15,000 euro atu lebih –
transaksi tidak dilakukan dalam kerjasama berkelanjutan. Anda harus menilik pada
transaksi terkait yang berwujud transaksi individu sebesar 15,000 euro atau lebih yang
mungkin disusutkan menjadi lebih kecil, transaksi terpisah untuk menghindari
pengecekan.
c. Ketika anda memiliki kekhawatiran mengenai informasi yang teridentifikasi, yang anda
lakukan sebelumnya.
d. Ketika lingkungan bisnis pelanggan anda berubah – sebagai contoh perubahan pada
kepemilikan usaha pelanggan atau perubahan signifikan lainnya pada jenis aktivitas
bisnis pelanggan tersebut.

6.2.5 Pengawasan Berkelanjutan atas Bisnis Anda

Ini penting bagi anda untuk memiliki sistem yang efektif atas kontrol internal
untuk melindungi bisnis anda dari pencucian uang. Para karyawan harus dilatih secara
tepat dalam menerapkan kontrol internal dan siaga untuk setiap potensi masalah. Ada
karyawan khusus yang dipilih sebagai pihak melaporkan setiap kegiatan yang
mencurigakan, yang disebut sebagai Petugas Pelaporan Pencucian Uang.

Berkas-berkas yang lengkap dari adanya kebijakan mengenai anti pencucian


uang dan prosedur-prosedur terkait harus tersimpan dan diperbaharui dengan tepat.
Karyawan harus terus mendapat informasi atas segala perubahan yang terjadi.

6.2.6 Memelihara Kelengkapan dan Pembaharuan Penyimpanan Data

Pebisnis pada umumnya dituntut untuk melengkapi dan meperbaharui data untuk laporan
keuangan dan keperluan audit, namun ini juga dilakukan untuk menunjukkan kepatuhan
terhadap peraturan mengenai pencucian uang.Kebijakan mengenai pencucian uang di
Eropa menuntut agar informasi dari setiap pelanggan tersimpan selama 5 tahun sejak
tanggal transaksi diselesaikan atau tanggal berakhirnya kerjasama bisnis.
6.3 Undang-undang Inggris

Pencucian uang telah berpengaruh pada jumlah atas tindakan parlemen yang berbeda, tetapi hal
ini sebagian besar telah dibongkar dan diganti oleh acuan SYSC milik FCA.

6.4 kategori tindak pidana

Di Inggris, ada berbagai pelanggaran yang berkaitan dengan pencucian uang, termasuk
pemberian tip oleh pencuci uang (atau dicurigai pencuci uang) dan tidak melaporkan kecurigaan
yang wajar.

Ada tiga kategori tidak pidana:

Laundering: akuisisi, kepemilikan atau penggunaan hasil tindak pidana, atau menbantu
mentransfer atau menghapus properti kriminal. Hal ini berkaitan dengan sifat, sumber, lokasi,
disposisi, gerakan atau kepemilikan properti. pencucian uang termasuk memiliki pendapatan atas
seseorang memiliki kejahatan, dan mempermudah setiap penanganan atau kepemilikan properti
terpidana, yang dapat berbentuk apapun, termasuk dalam uang atau bernilai uang, surat berharga,
harta berwujud dan property tidak berwujud. Tidak ada batasan “de minimis”, sehingga
pelanggaran pencucian uang dapat dilakukan dalam hal hanya 1 euro.

Kegagalan untuk melaporkan oleh individu: kegagalan untuk mengungkapkan pengetahuan atau
dugaan pencucian uang (kecurigaan lebih dari spekulasi, tapi bukti atau pengetahuan secara
singkat)
tipping off: mengungkapkan informasi kepada setiap orang jika pengungkapan dapat
mengganggu proses penyelidikan, perdagangan narkoba, pencucian uang narkoba, kegiatan
terorisme, atau pencucian hasil tindak pidana

Untuk tujuan pencucian, properti pidana didefinisikan oleh s 3 CJA sebagai properti dimana
tersangka pelaku kejahatan mengetahui (atau terduga) merupakan atau mewakili yang
berhubungan dengan setiap tindak pidana. ini adalah setiap perilaku yang merupakan atau
merupakan suatu tindak pidana di Inggris.

Dalam kaitannya dengan pencucian, seseorang mungkin memiliki pembelaan jika mereka
membuat keterbukaan informasi kepada otoritas:

 sesegera mungkin setelah transaksi


 sebelum transaksi terjadi

Alternatif, mereka mungkin memiliki pembelaan jika mereka dapat menunjukkan ada alasan
yang masuk akal untuk tidak membuat pengungkapan.

Dalam kaitannya dengan kegagalan untuk melaporkan, orang yang mencurigai pencucian uang
harus mengungkapkan ini ke Pencucian Uang dinominasikan Pelaporan Officer (MLRO) dalam
organisasi mereka jika memiliki salah satu, atau langsung ke Badan Kejahatan Terorganisir
Serius (SOCA) dalam bentuk Mencurigakan Laporan Kegiatan (SAR). SOCA memiliki
bertanggungjawab di Inggris untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi yang
berhubungan dengan semua perusahaan dari kejahatan terorganisir serius, termasuk pencucian
uang dan kegiatan yang terkait.MPLRO atau SOCA yang dinominasikan juga memberitahu
orang di pusat kecurigaan mereka tentang pengungkapan. Ada pertahanan yang menyatakan
bahwa orang tersebut tidak tahu bahwa tipping off akan mengganggu proses penyelidikan.

6.5 Sanksi
Hukum menetapkan hukuman berikut dalam kaitannya dengan pencucian uang :
a . 14 tahun penjara dan / atau denda , karena sadar membantu dalam pencucian dana pidana
b . 5 tahun penjara , dan / atau denda , karena kegagalan untuk melaporkan pengetahuan atau
kecurigaan pencucian uang , dan 2 tahun untuk ipping off " a pencuci dicurigai . Diduga pelaku
pencucian uang tidak boleh waspada .
6.6 Proses pencucian Uang
Proses pencucian uang biasanya melibatkan tiga fase :
• Penempatan - ini adalah pembuangan awal dari hasil kegiatan ilegal awal menjadi aktivitas
bisnis tampaknya sah atau properti misalnya ' smurfing ' dimana jumlah kecil membelok dengan
sejumlah lembaga untuk menghindari kecurigaan dan anti - money persyaratan pelaporan
pencucian .
• Layering - ini melibatkan transfer uang dari bisnis ke bisnis atau tempat ke tempat untuk
menyembunyikan asli sumber misalnya di bawah atau di atas menilai faktur untuk menyamarkan
gerakan uang .
• Integrasi - yang telah berlapis , uang memiliki penampilan dana yang sah misalnya seorang
individu dapat menggunakan uang tunai untuk berjudi di kasino dan menerima cek untuk setiap
kemenangan . Cek kemudian dapat membelok sebagai hasil dari perjudian , terlepas dari sumber
asli uang .

Untuk akuntan , aspek yang paling mengkhawatirkan dari undang-undang tentang pencucian
uang berkaitan dengan pelanggaran ' gagal untuk mengungkapkan ' . Hal ini relatif mudah untuk
mengidentifikasi sebenarnya 'pengetahuan' pencucian uang , dan oleh karena itu kebutuhan untuk
mengungkapkan hal itu, tetapi istilah ' kecurigaan ' pencucian uang tidak didefinisikan . Terdekat
ada definisi adalah bahwa kecurigaan lebih dari spekulasi belaka tapi jatuh pendek dari bukti
atau pengetahuan . Ini is'a pertanyaan penghakiman .

6.7 Peran Otoritas Keuangan Perilaku


Selain undang-undang Inggris , ada aturan lain yang berlaku untuk perusahaan investasi (yaitu
perusahaan yang menjual jasa keuangan atau saham )
The FCA SYSC acuan dan Joint Pencucian Uang Steering Group ( JMLSG ) memberikan
panduan yang sama , dan karena itu paralel tapi aturan yang terpisah . Perusahaan investasi wajib
memiliki :
a) Sistem kontrol untuk memantau kemungkinan kegiatan pencucian uang
b) Pencucian Uang Pelaporan Officer ( MLRO ) yang bertanggung jawab atas pengawasan
kegiatan anti pencucian uang .
c ) Prosedur pelaporan internal . Staf harus mampu mengidentifikasi transaksi yang
mencurigakan , memahami prosedur pelaporan , dan dapat memberitahu MLRO setiap orang
yang mereka curigai terlibat dalam pencucian uang .
d ) catatan yang memadai seperti:
 Salinan bukti identitas yang diperoleh
 Sebuah catatan di mana salinan bukti identitas dapat diperoleh
 Prosedur untuk pelaporan internal dan eksternal
 Bukti identitas pemohon harus dipertahankan selama lima tahun dari akhir hubungan
perusahaan dengan klien , atau
 Pelatihan Pencucian uang yang diberikan kepada semua staf yang menangani transaksi (
atau yang mengelola orang lain yang bertanggung jawab untuk menangani transaksi )
yang mungkin melibatkan pencucian uang

Meskipun perusahaan investasi mungkin khususnya beresiko terlibat dengan klien yang mencari
untuk mencuci uang , metode yang digunakan untuk pencucian uang kotor tersebut bisa sangat
kompleks. Mereka mungkin melibatkan trust , perusahaan ( baik lepas pantai sebuah onshore )
dan bisa melibatkan penggunaan instrumen perbankan yang relatif kompleks.
Oleh karena itu semua perusahaan , manajer dan penasihat mereka harus menyadari masalah
pencucian uang dan tidak jatuh busuk dari peraturan.
Ada persyaratan hukum bagi organisasi untuk mengambil tindakan berikut.
• Untuk mengatur prosedur dan membangun akuntabilitas bagi individu senior mengambil
tindakan untuk mencegah pencucian uang
• Untuk mendidik staf dan karyawan tentang potensi masalah pencucian uang
• Untuk mendapatkan bukti yang memuaskan identitas di mana transaksi ini selama lebih dari
€15.000
• Untuk melaporkan keadaan yang mencurigakan (sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan)
• Tidak untuk mengingatkan orang-orang yang mungkin atau diselidiki untuk pencucian uang
• Untuk menyimpan catatan dari semua transaksi selama lima tahun
6.8 Biaya kepatuhan
Semua aktifitas tersebut tidak datang murah, terutama jika kebijakan dan prosedur yang didirikan
untuk pertama kalinya. Selain itu, peraturan di negara Inggris bahwa semua akuntan dalam
praktik publik harus diawasi dan dipantau sesuai dan harus terdaftar dengan badan pengawas.
ACCA adalah salah satu dari badan-badan pengawas dan bertanggung jawab untuk memantau
anggotanya sendiri. Pengawasan tersebut datang dengan biaya namun dan perusahaan dipantau
diharapkan untuk membayar biaya untuk layanan ini.

6.9 Financial Action Task Force ( FATF )


Satuan Tugas Keuangan Aksi ( FATF ) is'an badan antar -pemerintah yang tujuannya adalah
pengembangan dan promosi kebijakan, baik di tingkat nasional maupun internasional , untuk
memerangi pencucian uang dan pendanaan teroris ' (website FATF www.fatf-gafi.org ) . FATF
saat ini memiliki lebih dari 30 negara anggota termasuk Inggris, banyak negara Uni Eropa,
Turki, India, Cina, Jepang, Selandia Baru, Amerika Serikat, Brasil dan Argentina.

Anggota FATF berkomitmen untuk menerapkan standar FATF dan memiliki anti pencucian
uang mereka ( AML ) / pembiayaan kontra - teroris ( CTF ) sistem saling menilai. Sebuah negara
perlu melakukan hal berikut untuk melaksanakan rekomendasi FATF secara efektif .

Berhasil menyelidiki dan menuntut pencucian uang dan pendanaan teroris


• Menghilangkan penjahat dari hasil kejahatan mereka dan sumber daya yang dibutuhkan untuk
membiayai kegiatan terlarang mereka
• Membutuhkan lembaga keuangan dan bisnis lain dan profesi untuk melaksanakan langkah-
langkah yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah pencucian uang dan pendanaan teroris
• Pastikan bahwa lembaga keuangan dan bisnis lain dan profesi sesuai dengan AML /
persyaratan KKP
• Meningkatkan transparansi orang dan pengaturan hukum
• Mengimplementasikan mekanisme untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi AML / upaya
KKP di abd tingkat domestik internasional
6.10 Dana Moneter Internasional ( IMF )

IMF semakin terlibat dalam menangani risiko pencucian uang . Pada bulan September 2010 ,
IMF mengeluarkan lembar fakta yang disebut ' The IMF dan Melawan Pencucian Uang dan
Pendanaan Terorisme ' di mana ia menyoroti ancaman terhadap stabilitas ekonomi dan keuangan
. Ini mendukung perlunya AML / rezim KKP kuat dan merekomendasikan standar FATF dalam
hal tersebut .
IMF mempromosikan diri sebagai forum natural untuk berbagi informasi, mengembangkan
pendekatan umum untuk masalah dan mempromosikan kebijakan dan standar yang diinginkan '
untuk melawan pencucian uang dan pendanaan terorisme.