Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn.

M
DI RT. 03 RW. VI KELURAHAN BANGETAYU WETAN
SEMARANG

DI SUSUN OLEH :
Eny Isnawati
09.211.0022

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2012
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. IDENTITAS UMUM KELUARGA


a. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. M
Umur : 33 tahun
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Swasta
Nomor Telpon : 085799868260
Alamat : RT. 03 RW VI Kelurahan Bangetayu Wetan

b. Komposisi Keluarga:
No Nama L/P Umur (th) Hub. Pekerjaan Pendidikan
Keluarga
1. Ny. I P 28 Istri Ibu Rumah Tangga SMP
2 An.M L 3 Anak Belum Bekerja Belum Sekolah

c. Genogram:

Ny. I, 28 th
Tn. M, 33 th
Perokok

An. M, 3 th
Keterangan :
: perempuan
: laki-laki
: pasien
X : meninggal
: tinggal satu rumah

1
d. Type Keluarga:
Keluarga Tn. M termasuk dalam keluarga Nuclear Family dimana terdiri dari
ayah, ibu, dan 1 anak.
e. Suku Bangsa:
Keluarga Tn. M merupakan keluarga suku jawa, bahasa yang digunakan
sehari-hari bahasa jawa dan bahasa indonesia, tidak ada kebiasaan keluarga
dipengaruhi oleh suku yang mempengaruhi kesehatannya.
f. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi Kesehatan:
Keluarga Tn. M beragama Islam dan seluruh anggota keluarganya
melaksanakan sholat lima waktu. Keluarga berpandangan jika segala penyakit
berasal dari yang maha kuasa, jika yang dimakan berasal dari hal yang baik
(halal) maka insyaallah akan menangkal datangnya penyakit. Segala penyakit
datangnya dari Allah SWT, maka sebagai umat manusia harus sabar dan
bertawakal.
g. Status sosial ekonomi keluarga:
Penghasilan keluarga Tn. M diperoleh dari Tn. M yang bekerja sebagai
pedagang makanan. Ny. I yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan
rata-rata sebulan Rp 1.000.000,- yang dipergunakan untuk keperluan makan
sehari-hari. Keluarga tidak mempunyai tabungan khusus untuk kesehatan, tiap
bulannya keluarga bisa menabung meski hanya sedikit. Barang yang dimiliki
keluarga dirumah kompor gas, TV 14 inchi, rice cooker, kipas angin.
1. Upaya lain : tidak ada upaya sampingan/ penghasilan lain yang dimiliki
keluarga.
2. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan : Rp. 800.000,00
h. Aktivitas rekreasi keluarga:
Keluarga jarang pergi ketempat rekreasi acara bersama, kalau pergi biasanya
ke pasar malam dan berkunjung ke rumah nenek. Keluarga biasanya mengisi
waktu luang berkumpul di ruang santai untuk menonton TV bersama.
II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini:
Saat ini keluarga Tn. M berada pada fase keluarga dengan anak usia pra anak
sekolah, tugas perkembangan keluarga dengan anak pra sekolah seperti :
memenuhi kebutuhan anggota keluarga( tempat tinggal), membantu anak
bersosialisasi, mempertahankan hubungan yang sehat di dalam/diluar
2
keluarga, pembagian waktu untuk individu, istri dan anak, pembagian
tanggung jawab anggota keluarga dan kegiatan untuk mengembangkan
pertumbuhan dan perkembangan anak.
b. Tugas perkembangan keluarga yang sudah terpenuhi dan yang belum
terpenuhi serta kendalanya:
Tugas perkembangan keluarga Tn. M yang sudah terpenuhi meliputi keluarga
pasangan baru, keluarga dengan anak pertama, keluarga dengan anak usia pra
sekolah, sedangkan tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi yaitu
keluarga dengan anak usia sekolah, keluarga dengan anak usia remaja,
keluarga dengan anak dewasa, keluarga orang tua usia pertengahan dan lansia
c. Riwayat kesehatan keluarga:
1. Riwayat kesehatan keluarga saat ini
Tn. M mengeluh terkadang maag nya kambuh, biasanya merasakan perih
dan mililit di bagian perut, serta terkadang batuk kering.Tn. M memiliki
kebiasaan perilaku hidup yang kurang sehat, yaitu perilaku merokok. Tn M
menjadi perokok aktif lebih dari 15 tahun. Tn. M sudah mengetahui bahwa
merokok dapat menggangu kesehatan, tetapi mereka masih tetap merokok
karena merasa belum merasakan keluhan kesehatan yang berhubungan
dengan merokok. Dalam sehari rokok yang dalam sehari ± 1 bungkus. Tn.
M merokok jenis rokok filter. Tn. M mengurangi merokok ketika sedang
batuk, dan belum pernah berkeinginan untuk berhenti merokok. Tn. M,
tidak mengetahui bahaya merokok secara menyeluruh dan tidak
mengetahui kandungan rokok. Ny. I tidak memiliki keluhan kesehatan saat
ini.
2. Riwayat kesehatan masing-masing
a. Tn. M
Tn. M mengatakan bahwa dirinya memiliki riwayat penyakit maag,
kadang – kadang batuk kering.
b. Ny.A
Ny. A mengatakan bahwa dirinya dalam kedaan sehat, meskipun kB
Suntik 3 bulan, haidnya juga teratur.
c. An. M
An. M mengatakan bahwa dirinya ketika masih sekolah PAUD. Dan
Ny. I mengatakan dulu pernah terkena demam berdarah.
3
3. Sumber pelayanan kesehatan :
Tn. M mengatakan bahwa sumber pelayanan kesehatan yang sering
dimanfaatkan adalah Klinik, Puskesmas, dokter terdekat, dan Rumah
Sakit.

III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN


a. Karakteristik Rumah
1. Luas Rumah : 10 X 15 M
2. Type rumah : Semi permanen.
3. Kepemilikan : Hak milik pribadi
4. Jumlah dan ratio kamar : 2 kamar
5. Ventilasi : 5 ventilasi, ventilasi jendela sering dibuka.
6. Pemanfaatan ruangan : kamar tidur, ruang santai, dapur dan kamar
mandi
7. Septic tank : sudah ada (1 buah), jarak antara septictank
dengan sumber air kurang lebih ada 8 M.
8. Sumber air minum : air dimasak
9. Kamar mandi/WC : ada (1 buah)
10. Sampah dan limbah RT : memiliki tempat sampah yang berada
dibelakang rumah/ kebun.
11. Kebersihan lingkungan : lingkungan kelihatan bersih, penerangan nya
cukup.
Denah rumah

Ruang Dapur
Kamar 1 Kamar 2
Halaman Tamu
depan
rumah

Ruang TV Kamar
Ruang makan mandi

Septic
tank

4
b. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Keluarga Tn. M tinggal di lingkungan yang berpenduduk cukup, mayoritas
penduduknya bersuku Jawa. Tn. M mengatakan bahwa sering mengikuti acara
perkumpulan di RT yang diadakan setiap 1 bulan sekali, pengajian yang
diadakan setiap 1 minggu sekali. Ny. I mengikuti PKK yang diadakan setiap 1
bulan sekali pengajian yang diadakan setiap 1 minggu sekali.

IV. STRUKTUR KELUARGA


a. Pola/cara komunikasi keluarga :
Keluarga Tn. M mengatakan komunikasi dalam keluarga paling sering
dilakukan pada sore dan malam hari, karena pada saat itulah antar anggota
keluarga saling bertemu, komunikasi antar anggota berjalan dengan baik,
komunikasi di keluarga Tn. M menggunakan bahasa jawa dan bahasa
indonesia.
b. Struktur kekuatan keluarga (Anggota keluarga yang dominan dalam
pengambilan keputusan) :
Dalam keluarga saling terbuka satu sama lain. Apabila ada masalah di dalam
keluarga, Tn. M selalu berdiskusi dengan istrinya, dalam keluarga, semua
anggota keluarga bebas menyatakan pendapat. Pengambil keputusan dilakukan
secara musyawarah hasil keputusan bersama.
c. System pendukung keluarga :
Keluarga Tn. M bila ada masalah keluarga termasuk masalah keuangan,
biasanya dibantu oleh saudara terdekat, dan tetangga yang tinggal berdekatan
dengan rumah Tn. M.
d. Struktur peran (peran masing-masing anggota keluarga)
 Tn. M adalah kepala keluarga yang bertugas untuk mencari nafkah
dengan cara menjadi pedagang makanan.
 Ny. I adalah istri yang mempunyai 1 orang anak bertugas sebagai ibu
rumah tangga.
 An. M seorang anak yang hiperaktif.
 Dalam melaksanakan peran masing-masing tidak ada masalah.
e. Mobilitas Geografis Keluarga :
Keluarga Tn. M pernah berpindah tempat tinggal sudah 2 kali (pertama : ikut
mertua di RT : 3 & kedua : di RT 3 sekarang).

5
V. FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi Afektif :
Semua anggota keluarga Tn. M saling menyanyangi dan saling terbuka satu
sama lain. Respon keluarga sangat bangga bila ada anggota keluarga berhasil
dan keluarga merasa sangat sedih bila ada anggota keluaga yang meninggal,
sakit atau kehilangan.
b. Fungsi Sosialisasi :
Keluarga Tn. M selalu mengajarkan dan menanamkan perilaku sosial yang
baik. Keluarga juga cukup aktif bermasyarakat dengan mengikuti kegiatan
yang ada dalam masyarakat.
c. Fungsi Perawatan Kesehatan
1. Kemampuan mengenal masalah kesehatan
Keluarga hanya mengenal hipertensi itu hanya penyakit tekanan darah
tinggi, tetapi keluarga tidak tahu penyebab, gejala dan bagaimana cara
pencegahan hipertensi tersebut. Keluarga mengetahui merokok dapat
merusak kesehatan tetapi tidak memahami secara mendalam mengenai
masalah kesehatan.
2. Kemampuan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan
Apabila ada keluarga yang sakit, keluarga langsung memeriksakan
keadaanya ke puskesmas atau dokter terdekat.
3. Kemampuan melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang sakit.
Apabila anak ataupun istri Tn. M sedang sakit, Tn. M selalu memberikan
perhatian yang lebih kepada istri dan anak-anaknya, misalnya dengan cara
memeriksakan keadaanya ke puskesmas atau dokter terdekat. Begitupun
sebaliknya apabila Tn. M sedang sakit istri dan anak-anaknya jg
memberikan perhatian kepada Tn. M .
4. Kemampuan menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan
kesehatan.
Keluarga cukup mampu menciptakan lingkungan yang sehat karena
penataan barang-barang rumah tangga tertata rapi, begitupun dengan
pengelolaaan sampah di buang ditempat sampah di belakang rumah.
5. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.
Keluarga sudah mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti klinik,
Puskesmas, dokter terdekat dan Rumah Sakit.

6
d. Fungsi Reproduksi
Ny. I sekarang menggunakan KB Suntik 3 bulan, tapi pengen punya anak lagi
jadi mau berhenti KB suntiknya.

VI. STRESS DAN KOPING KELUARGA


a. Stressor jangka pendek dan panjang
Stresor jangka pendek yang dirasakan Tn. M bersumber pada masalah
kesehatan yang dialaminya, karena Tn. M merasakan sakit di perut (maag),
sudah di lakukan pemeriksaan ke dokter katanya ada iritasi di lambung dan
batuk kering yang sering dialaminya. Stresor jangka panjang yang dialami Tn.
M bersumber pada kesehatannya, (karena kedua orang tuanya memiliki
riwayat hipertensi) Tn. M merasa kadang – kadang kurang enak badan, dan
berdoa semoga cepat sembuh serta akan menjaga pola makannya.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor dan strategi koping
yang digunakan.
Upaya keluarga Tn. M dalam mengatasi stres biasanya dengan cara
mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengikuti kegiatan perkumpulan
dimasyarakat untuk menghibur diri.
c. Strategi Koping
Keluarga biasanya berdiskusi dalam menghadapi masalah dan mengambil
keputusan yang terbaik bagi keluarga, dan jika masalah tidak memperoleh
jalan keluar, Tn. M sering menghadapinya dengan pasrah menerima apa
adanya dan bertawakal.

VII. AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI ANGGOTA KELUARGA


a. Nutrisi
Keluarga Tn M mengatakan dalam keluarga suka semua makanan jadi
kebutuhan nutrisi setiap hari dapat terpenuhi. Keluarga makan 3 kali dalam
sehari.
b. Eliminasi
Keluarga Tn. M tidak mengalami gangguan BAK dan BAB selama 3 bulan
terakhir.
c. Mobilisasi
Keluarga Tn. M semua dapat beraktivitas atau bergerak secara normal.

7
d. Intake Cairan
Untuk masukan cairan/ minum keluarga Tn. M disesuaikan dengan kebutuhan,
dalam sehari keluarga Tn. M minum ± 6-8 gelas dalam sehari, minum air
putih/ kopi maupun air teh.
e. Personal Hygine
Keluarga Tn. M selalu membersihkan diri sebelum ataupun sesudah
beraktivitas.

VIII. PEMERIKSAAN FISIK


ASPEK Tn. M Ny. I An. M
Tekanan Darah 110 / 80 120/80 -
(mmHg)
Nadi (x/mnt) 80 88 92
Suhu ( 0C ) 36 36 36,8
TB dan BB 168 & 50 150& 46 70 & 13
(Cm dan Kg)
Rambut kepala Normal, rambut Normal, rambut Normal, rambut
ikal, hitam, pendek lurus, hitam, lurus, hitam,
panjang. pendek.
Mata, Telinga, Terdapat gangguan Tidak ditemui Tidak ditemui
Mulut, pada mata, jika gangguan pada gangguan pada
Hidung, membaca mata, telinga, mata, telinga,
Tenggorokan. menggunakan kaca mulut dan gigi mulut dan gigi
mata. Tidak bersih, gigi sudah bersih, hidung
ditemui gangguan tanggal 2 buah, dan tenggorokan
pada telinga, mulut hidung dan normal.
dan gigi bersih, tenggorokan
gigi sudah tanggal normal.
4 buah, hidung dan
tenggorokan
normal.
Leher Tidak ada kaku Tidak ada kaku Tidak ada kaku
leher, pembesaran leher, pembesaran leher, pembesaran

8
kelenjar tidak ada, kelenjar tidak ada, kelenjar tidak ada,
pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar jugularis kelenjar jugularis kelenjar jugularis
tidak ada. tidak ada. tidak ada.
Sisrem Insepksi: Ictus Insepksi: Ictus Insepksi: Ictus
kardiovaskuler cordis tdk tampak cordis tdk tampak cordis tdk tampak
Palpasi:Ictus cordis Palpasi:Ictus Palpasi:Ictus
teraba pada linea cordis teraba pada cordis teraba pada
mid clavikula linea mid linea mid
sinistra ICS ke 5 clavikula sinistra clavikula sinistra
Askultasi:S1 danS2 ICS ke 5 ICS ke 5
reguler Askultasi:S1 Askultasi:S1
Perkusi: danS2 reguler danS2 reguler
Pekak Perkusi: Perkusi:
Pekak Pekak
Sistem Inspeksi:pengemba Inspeksi:pengemb Inspeksi:pengemb
respirasi ngan dada kana dan angan dada kana angan dada kana
kiri simetris dan kiri simetris dan kiri simetris
Palpasi:Vocal Palpasi:Vocal Palpasi:Vocal
vremitus vremitus vremitus
kanan dan kiri kanan dan kiri kanan dan kiri
sama sama sama
Perkusi: Perkusi: Perkusi:
Sonor Sonor Sonor
Auskultasi: Auskultasi: Auskultasi:
Vesikuler ,ronkhi( - Vesikuler ,ronkhi( Vesikuler ,ronkhi(
), -), -),
wheezing(-). wheezing(-). wheezing(-).
Abdomen Inspeksi : bentuk Inspeksi : bentuk Inspeksi : bentuk
perut datar. perut datar. perut datar.
Auskultasi : Auskultasi : Auskultasi :
peristaltik usus peristaltik usus peristaltik usus >
15x/ menit 18x/ menit 20x/ menit

9
Perkusi : tympani Perkusi : tympani Perkusi : tympani
Palpasi : tidak ada Palpasi : tidak ada Palpasi : tidak ada
nyeri tekan. nyeri tekan. nyeri tekan.
Ektermitas atas Kaki kiri terasa Tidak ada Tidak ada
dan bawah ngilu ketika berdiri kelainan kelainan
persendian lama. Tidak ada pergerakan, pergerakan,
kelainan kekakuan sendi, kekakuan sendi,
pergerakan, kekuatan otot 5, kekuatan otot 5,
kekakuan sendi, ROM aktif. ROM aktif.
kekuatan otot 5,
ROM aktif.
Sistem Tidak ada Tidak ada Tidak ada
genetalia gangguan gangguan gangguan
Sistem syaraf Tidak ada masalah Tidak ada Tidak ada
masalah masalah

IX. HARAPAN KELUARGA


a. Terhadap masalah kesehatannya
Keluarga Tn. M berharap seluruh anggota keluarga sehat semua, tidak ada
yang sakit serius dan penyakit dahulu tidak kambuh lagi. Keluarga berharap
semoga semua anggota keluarganya selalu mendapatkan perlindungan Allah
SWT.
b. Terhadap petugas kesehatan yang ada
Tn. M berharap petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang
maksimal kepada masyarakat dan membantu untuk mencegah serta mengobati
penyakit yang diderita oleh keluarganya.

X. ANALISA DATA
No. Data Masalah Penyebab
1. Subjektif : Ketidakefektifan ketidakmampuan
 Tn. M mengeluh terkadang maag nya pemeliharaan untuk membuat
kambuh, biasanya merasakan perih dan kesehatan penilaian yang
mililit di bagian perut, serta terkadang tepat
batuk kering.
 Pengetahuan keluarga Tn. M mengenai
penyakit maag masih kurang. Gejala
maag perut perih dan mililit, sedangkan
makanan yang harus di hindari yang

10
pedas dan kecut. Tn. M dan keluarga
tidak mengetahui komplikasi penyakit
maag.
Objektif:
 Keluarga Tn. M ketika ditanya tentang
penyakit maag hanya menjawab
sebisanya dan tampak tersenyum.
 Hasil pemeriksaan Tn. M
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Nadi : 80 x / menit
Suhu : 36 0C
2. Subjektif : Perilaku Pemahaman yang
 Tn. M mengatakan memiliki kebiasaan kesehatan tidak adekuat
merokok lebih dari 15 tahun. Tn. M beresiko
sudah mengetahui bahwa merokok dapat
menggangu kesehatan, tetapi masih tetap
merokok karena merasa belum merasakan
keluhan kesehatan yang berhubungan
dengan merokok. Dalam sehari rokok
yang dalam sehari ± 1 bungkus. Tn. M
merokok jenis rokok filter.
 Tn. M mengurangi merokok ketika
sedang batuk, belum pernah berkeinginan
untuk berhenti merokok
 Tn. M tidak mengetahui bahaya merokok
secara menyeluruh dan tidak mengetahui
kandungan rokok.
Objektif:
Ketika datang kerumah Tn. M terlihat Tn. M
sedang merokok.

XI. PENILAIAN SKORING DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


a. Diagnosa I
Diagnosa Kriteria Bobot Skor Pembenaran
Keperawatan
Ketidakefektifan Sifat masalah: 1 3/3 x 1= Tn. M saat ini
pemeliharaan a. Actual : 3 1 sedang menderita
kesehatan b. Ancaman : 2 maag dan kedua
berhubungan dengan c. Potensial : 1 orang tuanya
ketidakmampuan memiliki riwayat
untuk membuat hipertensi .
penilaian yang tepat Kemungkinan masalah 2 1/2 x 2 = Ny. I mengetahui
dapat diubah: 1 bahwa Tn. M
a. Mudah : 2 menderita maag
b. Sebagian : 1 dan berusaha
c. Tidak dapat diubah : untuk
0 menanggulangi
Potensial masalah untuk 1 3/3 x 1 = Dengan
dicegah: 1 mengupayakan
a. Tinggi : 3 pendidikan
b. Sedang : 2 kesehatan yang

11
c. Rendah/cukup : 1 melibatkan semua
anggota keluarga,
diharapkan
mampu untuk
meningkatkan
kewaspadaan
mengenai
penyakit maag.
Menonjolnya masalah: 1 1/2 x 1 = Tn. M
a. Masalah dirasakan, 1/2 menganggap
harus segera penyakitnya
ditangani : 2 sudah biasa saja.
b. Masalah dirasakan
tapi tidak harus
ditangani : 1
c. Masalah tidak
dirasakan : 0
Total Skor 3 1/2

b. Diagnosa II
Diagnosa Kriteria Bobot Skor Pembenaran
Keperawatan
Perilaku kesehatan Sifat masalah: 1 1/3 x 1= 1 Tn. M memiliki
beresiko a. Actual : 3 kebiasaan
berhubungan dengan b. Ancaman : 2 merokok.
pemahaman yang c. Potensial : 1
tidak adekuat. Kemungkinan masalah 2 1/2 x 2 = Tn. M belum
dapat diubah: 1 pernah berfikir
a. Mudah : 2 untuk berhenti
b. Sebagian : 1 merokok.
c. Tidak dapat
diubah : 0
Potensial masalah untuk 1 2/2 x 1= Dengan
dicegah: 1 mengupayakan
a. Tinggi : 3 pendidikan
b. Sedang : 2 kesehatan yang
c. Rendah : 1 melibatkan
semua anggota
keluarga,
diharapkan
mampu untuk
dapat
meningkatkan
pengetahuan
kewaspadaan
mengenai
perilaku
merokok.
Menonjolnya masalah: 1 2/2 x 1= 1 Keluarga
a. Masalah dirasakan, mengetahui
harus segera bahwa merokok
ditangani : 2 dapat
b. Masalah dirasakan mengganggu

12
tapi tidak harus kesehatan tetapi
ditangani : 1 keluarga tetap
c. Masalah tidak merokok.
dirasakan : 0
Total Skor 4

XII. PRIORITAS MASALAH


Prioritas Diagnosa Keperawatan Keluarga Skor
1. Perilaku kesehatan beresiko berhubungan dengan 4
pemahaman yang tidak adekuat
2. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan 3 1/2
dengan ketidakmampuan untuk membuat penilaian yang
tepat

13
X. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Tanggal & Waktu Diagnosa keperawatan Implementasi Respon Keluarga/klien
27 – 10 - 2012 Perilaku kesehatan 1. Bersama keluarga S: keluarga mengatakan tertarik
(17.00 wib) beresiko berhubungan mengidentifikasi. terhadap materi kesehatan
dengan pemahaman tentang rokok.
yang tidak adekuat. Keluarga merasa perlu untuk
melaksanakan PHBS.
O: keluarga aktif dalam
mengidentifikasi akibat perilaku
merokok.
Keluarga aktif mengajukan
pertanyaan terkait dengan rokok.
S : keluarga Tn.M mengatakan
2. Melakukan pendidikan merokok itu ada nikotinnya dan
kesehatan tentang bisa menyebabkan penyakit di
perilaku merokok. paru – paru.
O: keluarga Tn. M tampak
kooperatif dan aktif bertanya jika
ada yang kurang dimengerti

28 – 10 – 2012 Ketidakefektifan a. Mengobservasi TTV S : keluarga mengatakan bersedia


18.30 WIB pemeliharaan kesehatan ditensi
berhubungan dengan O : Tn M: TD 110/80 mmhg
ketidakmampuan untuk b. Memberikan pendidikan S : keluarga Tn.M mengatakan
membuat penilaian yang kesehatan penyakit maag itu tandanya perut terasa
tepat gastritis kepada keluarga perih dan sakit. Biasanya karena
Tn. M. sering telat makan dan pola
makan yang tidak teratur.
O: keluarga Tn. M tampak
kooperatif dan aktif bertanya jika
ada yang kurang dimengerti

S : keluarga mengatakan rokok


c. Memberikan penjelasan itu racun dan tidak bagus untuk
kepada keluarga tentang kesehatan
manfaat mengubah O : keluarga Tn. M tampak
perilaku merokok. mendengarkan dengan baik saat
1. mahasiswa sedang menjelaskan
dan bertanya jika ada yang tidak
dimengerti

14
XI. EVALUASI

Tanggal & Waktu Diagnosa Keperawatan Evaluasi


27 September 2012 Perilaku kesehatan S: keluarga mengatakan sudah faham dengan
Jam : 18.20 beresiko berhubungan penjelasan tentang rokok.
dengan pemahaman yang O: keluarga mampu untuk mengulangi
tidak adekuat
penjelasan perawat, keluarga tahu pengertian,
kandungan rokok, komplikasi merokok dan
manfaat tidak merokok.
A: intervensi pendkes berjalan dengan lancar
dan sesuai dengan tujuan yang ditentukan
P: verifikasi tingkat pemahaman pada 2 hari
berikutnya dan anjurkan untuk melaksanakan
ilmu yang telah didapatkan melalui penkes.

S: keluarga mengatakan sudah faham tentang


Ketidakefektifan
28 September 2012 pengertian, penyebab, tanda & gejala gastritis,
pemeliharaan kesehatan
Jam: 20.30 WIB serta bagaimana cara mencegah dan mengobati
berhubungan dengan
gastritis
hambatan kognitif.
O: keluarga antusias mengikuti jalannya
penyuluhan kesehatan tentang gastritis (maag).
A: intervensi pendkes berjalan dengan lancar
dan sesuai dengan tujuan yang ditentukan.
P: anjurkan klien untuk melaksanakan pada saat
keluarga gastritis (maag).

15