Anda di halaman 1dari 2

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PENGGUNAAN ALAT

PERAGA DAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM


PEMBELAJARAN SAINS KELAS IV SD 3 SUNGAPAN ARGODADI
Latar Belakang
Pembelajara Sains di SD 3 Sungapan memiliki beberapa kelemahan diantaranya, siswa
kurang dilibatkan dan hanya menjadi objek pendengar pada saat kegiatan belajara mengajar. Ini
disebabkan kurangnya guru menggunakan alat peraga dan metode yang berariasi sehingga siswa
cepat bosan dalam mengikuti pembelajaran. Dampaknya adalah siswa menjadi pasif dalam
kegiatan proses belajar mengajar sehingga daya serap siswa rendah. Terbukti dari hasil ulangan
harian yang dilakukansebelum tndakan nilai rata-rata kelasnya 46% untuk pelajaran Sains dan
51% untuk bahasa Indonesia.
Untuk meningkatkan penguasaan materi pelajaran Sains dan Bahasa Indonesia siswa
kelas IV SD 3 Sungapan, maka diperlukan pembelajaran melalui peneltian tindakan kelas.
Penelitian tindakan kelas ini jua bertujuan mencari model pembelajaran yang efektif untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa, untuk itu peneliti mencoba menggunakan pedekata
keterampilan proses dan alat peraga yang tepat dalam pembelajaran tersebut.
Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
1. Untuk mengetahui manfaat penggunaan alat peraga dalam pembelajaran Sains dan
Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD
2. Untuk mengetahui manfaat penggunaan pendekatan keterampilan proses dalam
pembelajaran Sains dan Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD
3. Untuk meningkatkan prestasi belajara siswa kelas IV SD
4. Untuk memperbaiki kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran Sains dan Bahasa
Indonesia.
Identifikasi Masalah
Dalam beberapa kali ulangan hanya 6 orang dari 25 siswa di kelas IV SD 3 Sungapan
yang mencapai tingkat penguasaan materi sebesar 70% ke atas. Selama pembelajaran
berlangsung sebagian besar siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru, sehingga ketika
dibelri pertanyaan, siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar, begitu juga ketika guru
memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya tentang perubahan lingkungan, tidak ada satu
siswapun yang berani bertanya.
Berdasarkan hasil refleksi dari peneliti dan diskusi dengan supervisor terungkap beberapa maslah
yang terjadi selama proses pembelajran, yaitu :
1. Dalam menerangkan pembelajaran Sains guru jarang memanfaatkan sumber belajar/alat
peraga
2. Penjelasan yang disampaikan oleh guru terlalu abstrak
3. Minat dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran masih kurang
4. Guru kurang memberi contoh dan latihan ketika menjelaskan materi
5. Banyak konsep Sains yang belum dipahami
6. Guru kurang melibatkan siswa dlam proses pembelajaran
7. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaiakan
guru.