Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

UJI KUALITATIF LIPID


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia
Dosen Pengampu :
1. Epa Paujiah, M.Si
2. Asrianty Mas’ud, M.Pd

Oleh:
Nama : Intan Permatasari Nurjamilah
NIM : 1152060046
Kelompok : 7 (Tujuh)
Kelas/ Semester : B/ V

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
BANDUNG
2017
UJI KUALITATIF LIPID

Intan Permatasari Nurjamilah

Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan MIPA

Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Bandung

2017

A.H. Nasution No. 105 Cibiru Bandung

Intan_permatasarinurjamilah@yahoo.co.id

I. PENDAHULUAN
I.1 LANDASAN TEORI
Dikehidupan sehari hari kita mengenal lemak atau lipid, Lemak dan minyak ditemui
dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai mentega dan lemak hewan. Minyak umumnya
berasal dari tumbuhan, contohnya minyak jagung, minyak zaitun, minyak kacang, dan lain-
lain. Walaupun lemak berbentuk padat dan minyak adalah cairan, keduanya mempunyai
struktur dasar yang sama. Lemak dan minyak adalah triester dari gliserol, yang dinamakan
trigliserida (Hart, 1987 : 256)

Suatu lipid didefinisikan sebgai senyawa organik yang terdapat dalam alam serta tak
larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non polar seperti suatu hidrokarbon atau
dietil eter. Lipid adalah senyawa yang merupakan ester dari asam lemak dengan gliserol
yang kadang-kadang mengandung gugus lain. Lipid tidak larut dalam air, tetapi larut dalam
pelarut organic seperti eter, aseton, kloroform, dan benzene (Salirawati et al, 2007 : 428)

Lipid tidak memiliki rumus molekul yang sama, akan tetapi terdiri dari beberapa
golongan yang berbeda. Berdasarkan kemiripan struktur kimia yang dimiliki, lipid dibagi
menjadi beberapa golongan, yaitu Asam lemak, Lemak dan fosfolipid ( Salirawati et al,
2007 : 431)

Lemak dan minyak adalah trigliserida atau triasilgliserol, kedua istilah ini berarti
“triester (dari) gliserol”. Perbedaan antara suatu lemak dan minyak bersifat sebarang: pada
temperatur kamar lemak berbentuk padat dan minyak bersifat cair. Sebagian besar gliserida
pada hewan adalah berupa lemak, sedangkan gliserida dalam tumbuhan cenderung berupa
minyak (fessenden & fessenden, 1982: 86)

Senyawa-senyawa yang termasuk dalam lipid ini dapat dibagi dalam beberapa
golongan. Ada beberapa cara penggolongan yang di kenal. Bloor membagi lipid dalam tipe
golongan besar yakni :

1. Lipid sederhana, yaitu ester atau lemak dengan berbagai alcohol. Contohnya : lemak
atau gliserida dan lilin (Waxes)

2. Lipid gabungan, yaitu ester atau asam lemak yang mempunyai gugus tambahan.
Contohnya : Fosfolipid, dan serebrosida.

3. Derivat lipid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid. Contohnya :
asam lemak, gliserol, dan sterol (Poedjiadi, 2004 : 52)

Minyak ikan adalah salah satu zat gizi yang mengandung asam lemak kaya manfaat
karena mengandung sekitar 25 % asam lemak jenuh dan 75 % asam lemak tak jenuh. Asam
lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid yang disingkat PUFA, diantaranya
DHA, ARA, dan EPA dapat membantu proses tumbuh-kembangnya otak (kecerdasan),
perkembangan indera pengelihatan, dan sistim kekebalan tubuh bayi balita. Kandungan
minyak di dalam ikan ditentukan beberapa faktor, yaitu jenis ikan, jenis kelamin, umur
(tingkat kematangan), musim, siklus bertelur, letak geografis perairan dan jenis makanan
yang dikonsumsi ikan tersebut (Panagan, 2012. Vol 15 No 3(C) : 15321-103)

Fungsi lipid seperti minyak dan lemak sebagai nutrisi dan sebagai energi cadangan
makanan yang disimpan pada jaringan adiposa dalam tubuh dalam bentuk lipoprotein
fosfolipid yang berfungsi sebagai pengangkut zat-zat yang melewati membran sel steroid
senyawa- senyawa memiliki beberapa fungsi misalnya kolesterol berperan dalam proses
pengangkutan lemak dalam tubuh. Estrogen dan testoleron berfungsi sebagai hormon kelamin
: dehidroksikolesteroldan ergastrol berperan sebagai provitamin D (Winarno, 2002 : 81)

Asam lemak merupakan asam organik atas rantai hidrokarbon lurus yang pada satu
ujung mempunyai gugus karboksil (COOH) dan pada ujung lain gugus metil (CH3). Asam
lemak alami biasanya mempunyai rantai dengan jumlah atom karbon genap yang berkisar
antara empat sampai dua puluh dua karbo (Almatsier, 2004 : 52)
Asam lemak yang disimpan sebagai triasilgliserol berfungsi sebagai bahan bakar dan
merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Gliserofosfolipid dan sfingolipid yang
mengandung asam- asam lemak ester ditemukan pada membran dan di dalam lipoprotein
darah di antara muka (interface) antara komponen lemak struktur-stuktur tersebut dengan air
di sekelilingnya. Lemak-lemak membran ini membentuk sawar hidrofobik diantara
kompartemen-kompartemen subseluler serta antara konstituen-konstituen sel dan lingkungan
eksternal (Lehninger, 2006 : 195)

1.2 TUJUAN

Mahasiswa diharapkan mampu mendeteksi keberadaan lipid pada bahan pangan,


mengetahui zat yang mampu melarutkan lipid dan mengetahui ketidakjenuhan lipid.

II. METODOLOGI PENGAMATAN


2.1 Waktu dan Tempat
Waktu : Rabu, 18 Oktober 2017
Tempat : Laboratorium Biologi FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung
2.2 Alat dan Bahan
Dalam praktikum ini saya alat-alat yang digunakan yaitu sebagai berikut :
tabung reaksi, rak tabung, dan pipet tetes. Selain alat-alat diatas saya juga
menggunakan bahan-bahan yaitu, bahan uji berupa jus apel, jus mangga, jus alpukat,
minyak zaitun, minyak kelapa, margarin, minyak goreng, reagen sudan III, akuades,
alkohol 96 %, dietil eter, kloroform, dan Na2CO3.
2.3 Langkah Kerja
a. Uji deteksi lipid
Pertama-tama masukkan larutan uji sebanyak 1 ml ke dalam tabung reaksi,
kemudian tambahkan sudan III sebanyak 2 ml. setelah itu amati perubahan yang
terjadi selama 1 menit.
b. Uji kelarutan lipid
Pertama-tama siapkan 5 buah tabung reaksi, lalu berikan label pada setiap
tabung reaksi. Kemudian masukkan masing-masing 1 ml reagen uji aquades,
alkohol 96 %, kloroform, larutan Na2CO3 2 % dan dietil eter ke dalam tabung
reaksi. Setelah itu masukkan larutan uji sebanyak 2 tetes, lalu homogenkan.
Kemudian biarkan beberapa saat, lalu amati kelarutan yang terjadi.
c. Uji ketidakjenuhan lipid
Pertama-tama siapkan tabung reaksi, lalu berikan label pada tabung reaksi.
Kemudian masukkan sebanyak 4 tetes bahan uji, lalu masukkan 4 tetes
kloroform. Setelah itu tambahkan tetes demi tetes iodine hingga tidak ada
perubahan warna. Lalu hitung jumlah tetesan iodine tersebut.

III. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


Pada praktikum uji kualitatif lipid kami menggunakan beberapa bahan uji yaitu,
minyak kelapa (VCO), minyak goreng, minyak zaitun, margarin, jus apel, jus mangga,
dan jus alpukat. Dilakukan dengan 3 cara pengujian yaitu uji deteksi lipid, uji ini
menggunakan perlakuan pelarut sudan III dengan cara memasukkan pada tabung reaksi
sebanyak 2 ml ditambah dengan 1 ml larutan uji, selanjutnya uji kelarutan lipid
menggunakan perlakuan pelarut sebanyak 1 ml alkohol 96 %, 1 ml akuades, 1 ml
kloroform, 1 ml dietil eter, dan 1 ml Na2CO3 2 % yang ditambahkan larutan uji sebanyak
2 tetes. Kemudian uji ketidaklarutan lipid dengan menggunakan perlakuan pelarut
kloroform sebanyak 4 tetes dan tetesan iodine hingga tidak ada perubahan warna yang
ditambah dengan 4 tetes larutan uji.
1. Deteksi Lipid

Minyak Kelapa Murni Minyak Goreng Margarine Minyak Zaitun


(VCO)

2 ml sudan III 2 ml sudan III 2 ml sudan III 2 ml sudan III


ditambah 1 ml larutan ditambah 1 ml larutan ditambah 1 ml ditambah 1 ml
uji (Mengandung uji (Mengandung larutan uji larutan uji
lipid) lipid) (Mengandung (Mengandung lipid)
lipid)
Jus Alpukat Jus Mangga Jus Apel

2 ml sudan III 2 ml sudan III 2 ml sudan III


ditambah 1 ml larutan ditambah 1 ml larutan ditambah 1 ml
uji (Lipid belum uji (Mengandung larutan uji
terdeteksi) (Mengandung
sedikit lipid)
lipid)
Uji deteksi lipid menggunakan sudan III ini digunakan untuk menunjukkan bahan uji
yang mengandung lipid atau lemak dan perubahan warna yang terbentuk menjadi jingga
atau merah. Hasil uji deteksi lipid ini dapat dilihat pada hasil pengamatan perubahan
warna yang terbentuk yaitu merah terdapat pada minyak kelapa (VCO), minyak goreng,
minyak zaitun dan margarin, kemudian pada jus alpukat terbentuk warna coklat
sedangkan pada jus mangga dan jus apel terbentuk warna merah bata. Percobaan uji
deteksi lipid pada bahan uji tidak semuanya mengandung lipid. Bahan uji yang
mengandung lipid, yaitu minyak kelapa (VCO), minyak goreng, minyak zaitun, jus
mangga dan jus apel sedangkan bahan uji yang tidak mengandung lipid yaitu, jus
alpukat. Namun, seharusnya semua bahan uji ini mengandung lipid, hal ini bisa terjadi
dikarenakan bahan yang digunakan mungkin terlalu encer atau pelarut yang digunakan
tidak sesuai dengan takaran yang seharusnya.

2. Uji Kelarutan Lipid

Minyak Kelapa Murni (VCO)


Aquades Alkohol 96% Kloroform Larutan Na2CO3 Dietil eter
2%

1 ml aquades 1 ml alkohol 96 1 ml kloroform 1 ml Na2CO3 2% 1 ml eter


ditambah 2 % ditambah 2 ditambah 2 tetes ditambah 2 tetes ditambah 2
tetes larutan uji tetes larutan uji larutan uji larutan uji (Tidak tetes larutan uji
(Tidak terlarut) (Terlarut (Terlarut semua) terlarut) (Tidak terlarut)
sebagian)
Minyak Goreng
Aquades Alkohol 96% Kloroform Larutan Na2CO3 Dietil eter
2%

1 ml aquades 1 ml alkohol 96 1 ml kloroform 1 ml Na2CO3 2% 1 ml eter


ditambah 2 % ditambah 2 ditambah 2 ditambah 2 tetes ditambah 2 tetes
tetes larutan uji tetes larutan uji tetes larutan uji larutan uji (Tidak larutan uji (Tidak
(Tidak terlarut) (Terlarut (Terlarut) terlarut) terlarut)
sebagian)
Margarin
Aquades Alkohol 96% Kloroform Larutan Na2CO3 Dietil eter
2%

1 ml aquades 1 ml alkohol 1 ml kloroform 1 ml Na2CO3 2% 1 ml eter


ditambah 2 tetes 96% ditambah 2 ditambah 2 tetes ditambah 2 tetes ditambah 2
larutan uji (Tidak tetes larutan uji larutan uji larutan uji tetes larutan
terlarut) (Tidak terlarut) (Terlarut semua) (Tidak terlarut) uji (Terlarut
sebagian)
Jus Alpukat
Minyak Zaitun
Aquades
Aquades Alkohol 96%
Alkohol 96% Kloroform
Kloroform Larutan Na
Larutan Na22CO
CO33 Dietil
Dietil eter
eter
2%
2%

1 ml aquades 1 ml alkohol 1 ml kloroform 1 ml aquades 1 ml eter


1ditambah
ml aquades2 tetes 196% ditambah
ml alkohol 962 ditambah 2 tetes
1 ml kloroform 1ditambah
ml Na2CO 2 3 2% 1 ml eter 2
ditambah
ditambah 2 tetes %tetes larutan2uji
ditambah larutan
ditambahuji2 tetes ditambah 2 tetes
tetes larutan uji ditambah
tetes 2
larutan
larutan uji (Larut (Terlarut)
larutan uji (Tidak tetes larutan uji (Terlarut)
larutan uji larutan uji
(Terlarut) tetes larutan
uji (Terlarut
sebagian) (Tidak terlarut) uji (Terlarut)
terlarut) (Terlarut (Terlarut) sebagian)
sebagian)

Jus Mangga

Aquades Alkohol 96% Kloroform Larutan Na2CO3 Dietil eter


2%
1 ml aquades 1 ml alkohol 96% 1 ml kloroform 1 ml a Na2CO3 2% 1 ml eter
ditambah 2 tetes ditambah 2 tetes ditambah 2 tetes ditambah 2 tetes ditambah 2
larutan uji larutan uji larutan uji larutan uji tetes larutan uji
(Terlarut semua) (Terlarut semua) (Terlarut sedikit) (Terlarut semua) (Terlarut
sebagian)
Jus Apel
Aquades Alkohol 96% Kloroform Larutan Na2CO3 Dietil eter
2%

1 ml aquades 1 ml alkohol 96 1 ml kloroform 1 ml Na2CO3 2% 1 ml eter


ditambah 2 tetes % ditambah 2 ditambah 2 tetes ditambah 2 tetes ditambah 2
larutan uji tetes larutan uji larutan uji larutan uji tetes larutan uji
(Terlarut) (Terlarut) (Terlarut (Terlarut semua) (Terlarut
sebagian) semua)

Uji kelarutan yang ingin diketahui yaitu kelarutan lipid pada beberapa pelarut, pada
uji kelarutan lipid, umumnya lemak dan minyak tidak larut dalam air, tetapi sedikit larut
dalam alkohol dan larut sempurna dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, aseton,
benzene, atau pelarut nonpolar lainnya. minyak dalam air akan membentuk emulsi yang
tidak stabil karena bila dibiarkan, maka kedua cairan akan memisah menjadi dua lapisan.
Sebaliknya, minyak dalam soda (Na2CO3) akan membentuk emulsi yang stabil karena
asam lemak yang bebas dalam larutan lemak bereaksi dengan soda membentuk sabun.
Sabun mempunyai daya aktif permukaan, sehingga tetes-tetes minyak tersebar
seluruhnya. (Yazid, 2006 : 231)

Dapat dilihat pada hasil pengamatan dengan perlakuan alkohol 96% sejenis minyak
tidak terlarut dalam alkohol karena tidak mempunyai sifat tidak larut dalam pelarut polar
dan larutan dalam pelarut nonpolar. Bahan yang terlarut dalam alkohol terdapat pada
bahan uji jus mangga, jus alpukat, dan jus apel, pada minyak zaitun, minyak kelapa
(VCO) dan pada minyak goreng bahan uji hanya terlarut sebagian, sedangkan pada
bahan uji margarin tidak terlarut sama sekali Pada uji aquades didapat hasil bahwa
bahan yang terlarut dalam aquades yaitu, jus mangga, jus alpukat, dan jus apel,
sedangkan pada margarin, minyak goreng, minyak zaitun, dan minyak kelapa (VCO)
tidak terlarut dalam aquades. Pada bahan uji jus memiliki pelarut polar. Pada perlakuan
pelarut dietil eter bahan uji yang tidak terlarut yaitu minyak kelapa (VCO) dan minyak
goreng, sedangkan pada jus mangga, jus alpukat, dan margarin hanya terlarut sebagian
dan pada bahan jus apel dan minyak zaitun terlarut pada pelarut eter menandakan adanya
zat lemak. Pada bahan uji kloroform yang terlarut sebagian yaitu pada bahan uji jus
mangga dan jus apel, sedangkan pada jus alpukat, margarin, minyak zaitun, minyak
kelapa (VCO), dan minyak goreng bahan uji bersifat zat nonpolar karena terlarut pada
pelarut kloroform. Kemudian pada pelarut Na2CO3 pada pencampuran bahan uji jus
mangga, jus alpukat dan jus apel terlarut karena membentuk emulsi, sedangkan pada
margarin, minyak kelapa (VCO), minyak goreng dan minyak zaitun tidak terlarut dalam
pelarut Na2CO3 karena tidak terbentuk emulsi tetapi terbentuk sabun. Berdasarkan
literature, umumnya lemak dan minyak tidak larut dalam air, namun sedikit larut dalam
alkohol dan larutan sempurna dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, aseton,
benzene atau pelarut nonpolar lainnya. (Lehninger, 1982 : 195)

3. Uji Ketidakjenuhan Lipid

Minyak Kelapa Murni Minyak Goreng Margarine Minyak Zaitun


(VCO)

4 tetes kloroform 4 tetes kloroform 4 tetes kloroform 4 tetes kloroform


ditambah I tetes ditambah 1 tetes iodine ditambah 5 tetes ditambah 7 tetes
iodine (Lipid tidak (lipid tidak jenuh) iodine (lipid sedikit iodine (lipid
jenuh) jenuh) jenuh)
Jus Alpukat Jus Mangga Jus Apel
4 tetes kloroform 4 tetes kloroform 4 tetes kloroform
ditambah 4 tetes ditambah 3 tetes iodine ditambah 3 tetes
iodine (lipid tidak (lipid tidak jenuh) iodine (lipid tidak
jenuh) jenuh)

Uji ketidakjenuhan lipid digunakan untuk mengetahui asam lemak yang diuji apakah
termasuk asam lemak jenuh atau tidak jenuh pada bahan uji dengan menggunakan
pereaksi iodine dan kloroform, dimana reaksi yang terjadi adalah reaksi adisi oleh iodine.
Reaksi positif ketidakjenuhan asam lemak ditandai dengan timbulnya warna merah asam
lemak, lalu warna kembali menjadi warna awal kuning bening. Warna merah yang
kembali pudar menandakan bahwa terdapat banyak ikatan rangkap pada rantai
hidrokarbon asam lemak. Trigliserida yang mengandung asam lemak yang mempunyai
ikatan rangkap dapat diadisi oleh golongan halogen. Pada uji ketidakjenuhan, pereaksi
iodine akan mengoksidasi asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya
menjadi berikatan tunggal. Warna merah muda yang hilang selama reaksi menunjukkan
bahwa asam lemak tak jenuh telah mereduksi pereaksi iodine. (Anggraeni, 2015 : 162)
Dapat dilihat pada hasil pengamatan pada minyak kelapa (VCO), minyak goreng,
margarin, jus alpukat, jus apel dan jus jus mangga mengandung lipid tidak jenuh dan
telah mereduksi preaksi iodine, sedangkan pada minyak zaitun terdapat perubahan warna
menjadi warna awal pada tetesan ke 7 sehingga minyak zaitun termasuk kedalam bahan
uji yang mengandung lemak jenuh hal ini menandakan bahwa terdapat banyak ikatan
rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak.

IV. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada uji deteksi
lipid, dapat dilihat bahwa bahan uji yang mengandung lipid terdapat pada minyak kelapa
VCO, minyak goreng, minyak zaitun, dan margarin. Pada bahan uji jus mangga dan jus apel
hanya terdapat sedikit lipid, sedangkan pada jus alpukat tidak terdeteksi adanya lipid. Deteksi
pada bahan uji yang mengandung lipid terdapat pada keberadaan lipid untuk menunjukkan
bahan uji yang mengandung lipid atau lemak dan perubahan warna yang terbentuk yaitu
jingga atau merah. Pada uji kelarutan lipid, bahan uji jus alpukat, jus mangga dan jus apel
dapat larut dalam pereaksi aquades, alkohol, kloroform, Na2CO3, dan dietil eter, sedangkan
pada bahan uji minyak kelapa VCO larut pada preaksi kloroform dan dietil eter, minyak
zaitun larut pada alkohol, kloroform dan dietil eter, minyak goreng hanya larut dalam preaksi
alkohol dan kloroform dan margarin hanya larut dalam pereaksi kloroform dan dietil eter
saja. Pada uji ketidakjenuhan lipid dapat dilihat bahwa dari ketujuh bahan uji yang digunakan
dihasilkan data yaitu, bahan uji yang mengandung lemak tidak jenuh terdapat pada bahan uji
minyak kelapa VCO, minyak goreng, margarin, jus mangga, jus apel dan jus alpukat.
Sedangkan bahan uji yang mengandung lemak jenuh hanya terdapat pada bahan uji minyak
zaitun. Reaksi positif pada uji ketidakjenuhan lipid ditandai dengan timbulnya warna merah
asam lemak, lalu warna yang terbentuk kembali menjadi warna awal yaitu warna iodine.

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. 2004. Prinsip-prinsip Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Anggraeni, Meilani, dkk. 2015. Uji Kualitatif Lipid. Jurnal Sains. Vol 9 No. 2 : 162
Fessenden, RJ dan Joan F. 1982. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.

Hart, Harold. 1987. Kimia Organik Edisi Keenam. Jakarta : Erlangga.

Lehninger, A.L. 2004. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.

Panagan, Almunady T, dkk. 2012. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Asam Lemak Tak Jenuh
Omega-3, Omega-6 dan Karakteristrik Minyak Ikan Patin (Pangasius pangasius).
Jurnal Penelitian Sains. Vol 15 No 3(C) : 15321-103

Poedjiadi, Anna. 2005. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia Press

Salirawati et al. 2007. Belajar Kimia Mekanik. Jakarta: Grasindo

Winarno FG. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : Gramedia

Yazid, Estien. 2006. Penuntun Praktikum Biokimia. Yogyakarta : Andi