Anda di halaman 1dari 11

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR IPS

Di SD 1 MLATI LOR

Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Diagnosis Pembelajaran IPS


Dosen Pengampu : Imaniar Purbasari, M.pd.

Disusun Oleh:
ELI MUNAWAROH
2014-33-092

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2017
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR IPS SD 5 KARANGBENER

Nama Pendiagnosis : Eli Munawaroh


NIM : 201433092
Kelas : 7E
1. Identifikasi Masalah

Nama Siswa : Andrean Ciello Kurniawan


Kelas :3
SD : SD 1 Mlati Lor

2. Standar Kompetensi
1. Memahami dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah.
Kompetensi Dasar
1.1 Menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah.
No Aspek yang
Temuan Faktor Penyebab Cara Mengatasi
. Diamati
1. 1. Kognitif 1. Belum mampu Internal Menurut Gagne (dalam Teny Widya, 1) menyatakan
(Materi IPS) membedakan 1. Lemahnya bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam
a. Materi lingkungan alam dan intelegensi lingkungan yang dapat merangsangnya untuk belajar.
Schramm dari Jerman (dalam Niken dan Dany,
lingkungan lingkungan. Misalnya siswa.
2010:90) menggolongkan media berdasarkan kompleks
alam dan seperti 2. Kurang
suara, yaitu: media kompleks (film, televisi,
lingkungan mengkategorikan memiliki
buatan sawah, jembatan, semangat video/VCD) dan media sederhana (slide, audio,
siswa waduk, perkebunan, belajar untuk transparansi, teks). Selain itu media juga digolongkan
hutan masuk ke dalam meningkatkan berdasarkan jangkauannya, yaitu media masal
jenis lingkungan alam hasil belajarnya. (liputannya luas dan serentak / radio, televisi), media
3. Sulit
atau lingkungan buatan. kelompok (liputannya seluas ruangan / kaset audio,
2. Lambat dalam berkonsentrasi
video, OHP, slide dan lain-lain) dan media individual
melakukan tugas-tugas dalam belajar.
(untuk perorangan / buku teks, telepon, CAI).
kegiatan belajarnya dan 4. Sering Dari pendapat diatas saya berpendapat alangkah
selalu tertinggal dari mengganggu baiknya menggunakan media video. Misalnya dengan
kawan-kawannya dari temannya (jail). video pembelajaran tentang lingkungan alam dan
waktu yang disediakan. 5. Jika ditanya lingkungan buatan. Selain video, dapat menggunakan
tentang materi gambar macam-macam lingkungan alam dan
hanya senyum- lingkungan buatan. Dengan media video dapat menarik
senyum sendiri. perhatian siswa, misalnya seperti Siswa diberi
Eksternal pendampingan pribadi yakni guna mengulas materi agar
1. Kurangnya
lebih jelas dan lebih paham, diperlihatkan gambar
perhatian dari
sawah, jembatan, waduk, perkebunan, dan hutan. Lalu
kedua orang tua
menjelaskan ulang perbedaan lingkungan alam dan
karena sibuk
lingkungan buatan beserta contoh konkretnya berupa
bekerja,
gambar. Setelah siswa paham, dilanjutkan meminta
sementara dia
siswa untuk mengkategorikan tiap gambar sesuai
ikut dengan dengan jenis lingkungannya.
neneknya.
2. Pembelajaran
yang diajarkan
oleh guru
kurang menarik
2. Afektif (Sikap Karakter/watak siswa ini 1. Kurangnya a. Guru dapat melatih siswa untuk disiplin. Mau
Sosial) adalah sebagai berikut. perhatian dari mendengarkan semua perintah dari semua guru, tidak
a. Hanya mendengarkan kedua orang tua hanya guru kelasnya saja.guru harus menanamkan jika
perintah guru karena sibuk semua guru memiliki tugas yang sama, yaitu mendidik
kelasnya saja. bekerja, siswanya agar pandai dan berperilaku baik.
b. Mencari perhatian sementara dia b. Guru dapat memberikan perhatian khusus pada siswa
dengan cara-cara yang ikut dengan asalkan tidak sampai melewati batas dan membuat
tidak baik. neneknya. teman-temannya yang lain merasa iri atau cemburu
2. Pembelajaran
c. Sering melamun dan karena guru hanya memperhatikan satu siswa. Dapat
yang diajarkan
di dalam kelas ia juga dilakukan dengan cara memberitahukan masalah
oleh guru
habiskan dengan asik ini pada wali muridnya dengan begitu orang tua siswa
kurang menarik
bermain sendiri. tersebut dapat memberikan perhatian lebih kepada
d. Sensitif dan mudah anaknya.
tersinggung. c. Guru harus melatih agar siswa ini lebih bersemangat
e. Sering melepas dan mampu bersosialisasi dengan teman-temannya.
sepatunya sehingga di Tidak hanya melamun dan asik dengan dunianya
dalam kelas hanya sendiri. Misalnya seperti mengajaknya ikut berkumpul
memakai kaos kaki dan bermain saat teman-temannya sedang bermain
saja. Meskipun sudah bersama.
sering di tegur guru, d. Karakter siswa ini tidak boleh dimarahi. Dia harus
tetapi masih tetap saja terus dipuji dan dihargai sekecil apapun tindakan
melepas sepatunya. positif yang dilakukannya. Misalnya saat dia
mengerjakan soal dengan benar, berilah pujian seperti
“Iya jawabannya seperti itu anak pintar. Ayo
dikerjakan soal berikutnya. Nanti kalau sudah
dikumpulkan ke bu guru”.
e. Guru harus terus mengingatkan ketertiban dan
kewajiban siswa di dalam kelas untuk terus memakai
sepatunya di dalam kelas. Karena peraturan di SD 1
Mlati Lor yang harus memakai sepatu didalam kelas.
Namun apabila masih tidak bisa, hal ini bisa disiasati
guru kelas dengan cara menerapkan peraturan di
dalam kelas sepatu harus dilepas dan di tata rapih di
rak sepatu yang disediakan.
3. Psikomotorik a. Sudah melakukan Hampir sama a. Guru dapat memberikan bimbingan khusus kepada
(Keterampilan usaha (mau ketika dengan factor siswa tersebut. Penyebab hasil yang dicapai siswa
Sosial) disuruh maju ke internal dan tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan
depan kelas dan eksternal yang mungkin disebabkan karena kemampuan siswa yang
mengerjakan di papan telah saya rendah namun mempunyai keberanian untuk tampil di
tulis) tetapi hasil yang jabarkan pada depan teman-temannya. Siswa sudah memiliki
dicapai tidak aspek kognitif keunggulan dibandingkan temannya, maka guru dapat
seimbang dengan dan afektif lebih menggali pengetahuan siswa lebih dalam lagi
usaha yang telah antara intelektual dan keterampilan siswa dapat
dilakukan. seimbang.
b. Berperilaku yang b. Guru dapat menegur dan mengingatkan siswa tentang
tidak menunjukkan pentingnya dalam menjaga kebersihan badan, pakaian,
kebersihan dalam alat-alat yang dibawa dan yang lainnya. Dengan
berpakaian, badan membiasakan siswa untuk membersihkan anggota
dan alat-alat yang badannya dari disisir dengan rapih, gigi bersih, kuku
dibawa. jari tangan dan kaki terpotong rapih dan tidak berdaki,
c. Tidak cekatan dalam badan tidak berdaki dan tidak berbau keringat. Selain
mengerjakan tugas. memperhatikan kebersihan tubuh juga harus menjaga
d. Kesulitan dalam kebersihan pakaian yang dikenakan sehari-hari, juga
menulis. peralatan sekolah yang dibawa supaya tubuh siswa
e. Berperilaku seperti akan selalu segar dan sehat serta terhindar dari
bos (ketua geng) atau berbagai penyakit.
mendominasi dalam c. Melalui kegiatan diskusi kelompok, setiap anggota
bergaul dengan kelompok memiliki tugas masing-masing yang mau
temannya. tidak mau harus diselesaikan dan mendorong siswa ini
untuk menyelesaikan tanggungjawabnya dan juga
bersosialisasi dengan kelompoknya. Tugas kelompok
ini harus saling berkaitan satu sama lain. Supaya siswa
dapat berpikir secara individu dan menemukan
jawaban dari tugas yang didapatkannya tetapi masih
dalam bentuk berkelompok.
d. Menggunakan asesmen formal jenis Zanner – Bloser
Evaluation Sclaes. Dalam prosedure pelaksanaannya,
guru menuliskan kata atau kalimat di papan tulis dan
anak menyalin tulisan guru tersebut. Selanjutnya, guru
membandingkan tulisan anak dengan kriteria yang
telah ditentukan, yaitu sangat bagus, bagus, biasa, dan
jelek. Kriteria ini ditentukan berdasarkan penilaian
terhadap tulisan yang meliputi lima aspek, yaitu (1)
formasi huruf, (2) kerapian tulisan secara horizontal
(untuk tulisan cetak), (3) kerapian kemiringan huruf
(untuk tulisan miring), (4) spasi, (5) ketepatan bentuk
huruf, dan (6) proporsi dan kualitas garis tulisan
(Jamaris, 2015: 158).
e. Menurut Jamaris (2015: 223), mengaktifkan anak
untuk melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan
target perilaku yang akan diubah, misalnya perilaku
mendominasi diterapi dengan membiasakan anak
untuk sabar menunggu giliran, bekerja sama, saling
berbagi, mengikuti aturan main, dan lain-lain. Perilaku
suka mengejek teman diubah dengan perilaku
menghargai teman, memuji teman, meminta maaf
kalau melakukan kesalahan. Bagi anak yang
mengasingkan diri dan sedih, dibiasakan untuk
memperkenalkan diri, mengekspresikan perasaan dan
pikirannya, berbicara dengan perilaku yang wajar,
tidak malu-malu atau ragu, dan lain-lain.
Pada saat guru mengetahui karakter siswa yang
berperilaku layaknya seperti bos, menyuruh temannya
dan ditakuti temannya, guru harus langsung menegur,
memberi tahu, dan meluruskan jika semua teman itu
sama. Apalagi jika sampai ada masalah bullying,
sesegera mungkin guru memanggil orang tuanya agar
anak ini mendapatkan bimbingan khusus.
4. Kondisi Sosial a. Lingkungan Sekolah - 1. Guru dapat mengubah posisi tempat duduk siswa,
SD 1 Mlati Lor dari yang sebelumnya perempuan-perempuan dan
termasuk kategori SD laki-laki, maka dapat diubah menjadi laki-laki dan
yang cukup maju. Hal perempuan. Selain itu, setiap hari siswa harus
ini dikarenakan berpindah tempat supaya merasakan duduk dari
seringnya ditunjuk deretan depan sampai pojok bagian belakang.
mengikuti berbagai 2. Guru juga dapat mengubah penataan tempat duduk
lomba-lomba tingkat siswa sebagai bentuk pengelolaan kelas, seperti model
kecamatan maupun U, model O, model berhadapan, model L,bentuk V,
kabupaten. melingkar, setengah lingkaran, dan sebagainya.
b. Kondisi Kelas
Siswa di kelas 3 pada
saat guru
menerangakan mereka
tidak memperhatikan,
hanya beberapa yang
memperhatikan
khususnya siswa
perempuan. Jumlah
siswa laki-laki lebih
banyak daripada
perempuan, yaitu laki-
laki 10 dan perempuan
17. Sehingga suasana
kelas sangat gaduh.
Banyak siswa laki-laki
yang sering
mengganggu temannya
sehingga mengganggu
konsentrasi temannya
saat mengerjakan tugas
kelompok. 1. Siswa yang mengalami kesulitan belajar ini harus
c. Lingkungan Keluarga mendapatkan bimbingan tersendiri atau bimbingan
Siswa ini tidak tinggal khusus baik oleh guru, neneknya ataupun lingkungan
dengan kedua orang sekitar.
tuanya melainkan 2. Harus ada pendekatan yang lebih intensif agar siswa
dengan neneknya. ini tidak haus perhatian.
Orang tuanya yang
bekerja di Jakarta
menyebabkan siswa ini
kekurangan perhatian
dari orang terdekat.
Hal ini yang
menyebabkan banyak
perilaku menyimpang
yang dilakukan oleh
siswa.