Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ESAI MATA KULIAH BIOFOTONIK

“APLIKASI AKUSTO-OPTIK DALAM BIDANG BIOFOTONIK”

Dimas Panglima Putera


140310130046

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2017
1. Pendahuluan

Léon Brillouin adalah seorang ahli fisika dari Perancis yang pertama kali berteori bahwa

cahaya dapat dibawa oleh gelombang bunyi di suatu medium untuk menerangkan efek akusto-

optik yang dianalogikan seperti suatu kisi difraksi. Pada tahun 1922, Ia melakukan eksperimen

dengan menggunakan tabung akustik yang dilewati oleh cahaya, sehingga terjadi penghamburan

gelombang cahaya oleh gelombang bunyi. Gelombang bunyi menghasilkan tekanan periodik dari

suatu material yang berpropagasi, hal tersebut mempengaruhi perubahan sesuai dengan indeks bias

dari medium.

Interaksi antara gelombang cahaya dengan gelombang bunyi disebut dengan interaksi

akusto-optik. Akusto-optik atau yang disebut dengan elasto-optik merupakan fenomena perubahan

indeks bias medium yang disebabkan oleh regangan mekanik karena gelombang bunyi yang

melaluinya. Gelombang bunyi yang merambat pada medium tersebut akan menghasilkan regangan

dan tegangan yang merupakan perubahan indeks bias secara periodik. Periode variasi regangan

dan indeks bias panjang gelombang sama dengan panjang gelombang bunyi.

Perangkat akusto-optik tersusun tiga komponen utama, yaitu transduser piezoelektrik,

medium akusto-optik dan sumber laser. Transduser berfungsi untuk mengubah sinyal listrik ke

dalam material akusto-optik, sehingga terjadi perambatan gelombang bunyi pada material. Sumber

cahaya koheren yang berasal dari laser berfungsi agar terjadi interaksi gelombang akustik dengan

gelombang optik di dalam material tersebut. Interaksi tersebut menghasilkan berkas radiasi optik

dalam bentuk peristiwa modulasi, difraksi dan defleksi. Pada penelitian tentang pola radiasi, yang

diamati adalah dalam bentuk pola spekel dari hamburan (scattering) berkas laser yang melewati

medium akusto-optik.

2
Dalam teknologi biomedis, ada dua metode yang dilakukan untuk pendeteksian maupun

pemantauan penyakit, yaitu metode invasive (melukai) dan metode non invasive (tanpa melukai).

Metode invasive banyak digunakan dalam penanganan medis, namun karena metode tersebut

banyak memiliki kerugian dan resiko yang besar bila digunakan untuk mendeteksi neoplasia, dan

resiko terbesarnya dalah menyebabkan kematian. Sehingga dibutuhkan teknologi non-invasive (

tanpa melukai) untuk deteksi dini neoplasia (polirefasi sel abnormal).

Pencitraan optik di jaringan biologis sangat dibutuhkan karena sensitivitas tinggi yang

memungkinkan deteksi dini potensi neoplasma (massa abnormal jaringan akibat dari neoplasia).

Pencitraan optik untuk deteksi dini dimungkinkan karena informasi optik dapat digunakan untuk

menyimpulkan parameter fisiologis tertentu seperti saturasi oksigen hemoglobin dan konsentrasi

hemoglobin. Saturasi oksigen hemoglobin berkaitan erat dengan keadaan metabolik lesiyang

menjadi parameter diagnostik yang penting. Namun, sesolusi tinggi pencitraan optik adalah sebuah

tantangan karena cahaya sangat tersebar di jaringan biologis. Untuk memenuhi tantangan ini,

kombinasi dari teknologi optik dan ultrasonik telah dieksplorasi, karena gelombang ultrasonik

menyebar jauh lebih sedikit di jaringan biologis daripada gelombang optik dan dapat memberikan

informasi lokalisasi untuk pencitraan.

2. Teknologi Ultrasound AOT dan PAT

Ada dua tipe pencitraan ultrasound-mediated biophotonic, yaitu AOT dan PAT. Ultrasound

adalah suatu alat pencitraan yang digunakan untuk mendeteksi suatu penyakit. AOT (Acousto-

Optik Tomography) biasa disebut dengan ultrasound-modulated tomografi optik. PAT (Photo-

Acoustic Tomografi) juga disebut OPTO-akustik atau tomografi thermoacoustic. Kedua teknologi

tersebut, kontras pencitraan didasarkan pada sifat optik dari jaringan biologi, dan resolusi

3
pencitraan didasarkan pada gelombang ultrasonik yang diproduksi secara internal dalam jaringan

biologis.

Tujuan dari kedua teknologi ini adalah untuk menggabungkan keuntungan kontras sifat

optik dan keuntungan resolusi ultrasound. Pencitraan didasarkan terutama pada sifat optik dari

jaringan biologi, dan resolusi pencitraan terutama didasarkan pada gelombang ultrasonik yang baik

disediakan eksternal atau diproduksi secara internal, dalam jaringan biologis. Bahkan, mediasi

ultrasonik mengatasi kedua kelemahan resolusi pencitraan optik murni di jaringan tebal dan

kontras dan bintik kerugian dari pencitraan ultrasonik murni.

Dalam AOT, gelombang ultrasonik difokuskan ke jaringan biologis. Setiap cahaya yang

dikodekan oleh ultrasound memberikan sinyal pencitraan. Resolusi aksial sepanjang sumbu

akustik dapat dicapai dengan ultrasonic-frequency, sedangkan lateral resolusi dapat diperoleh

dengan memfokuskan gelombang ultrasonik. Dalam PAT, sumber short pulse-laser digunakan

untuk menyinari sampel jaringan. Gelombang foto-akustik tereksitasi dengan ekspansi

thermoelastic yang diukur oleh wideband ultrasonik transduser di sekitar sampel, dan memperoleh

gelombang foto-akustik yang kemudian digunakan untuk merekonstruksi distribusi penyerapan

optik. AOT ataupun PAT, keduanya dapat mengatasi keterbatasan optik yang ada maupun

keterbatasan ultrasonic yang ada.

AOT ataupun PAT tergantung pada cahaya balistik atau quasiballistic atau backscattered

seperti halnya OCT (Optical Coherrence Tomography). Setiap cahaya memberikan kontribusi

untuk sinyal pencitraan. AOT dan PAT bebas dari speckle artifact yang dipresentasikan di OCT

dan pulse-echo ultrasonography. Keuntungan dari AOT dan PAT adalah sebagai berikut:

a. Kombinasi kontras elektromagnetik yang tinggi dan resolusi akustik yang tinggi.

4
b. Potensi untuk pencitraan fungsional simultan oksigenasi darah dan volume darah.

Sebagai perbandingan, functional magnetic resonance imaging (fMRI) yang hanya

mengukur hemoglobin terdeoksigenasi.

c. Rasio tinggi antara kedalaman pencitraan dan resolusi.

d. Tidak ada speckle artifact

e. Resolusi skala dan kedalaman pencitraan dengan variasi frekuensi ultrasonik.

f. Kemampuan untuk secara bersamaan mendapatkan gambar AOT / PAT dan

gambar USG murni dari lintas-bagian yang sama dari sampel untuk nilai tambah

diagnostik. Dua jenis gambar dapat coregistered alami.

g. Penggunaan non-ionizing radiation tidak menimbulkan bahaya. Kedua laser dan

ultrasound di AOT atau PAT adalah non-ionizing radiation dan menyinari jaringan

biologis dalam batas aman.

5
DAFTAR PUSTAKA

1) Yudoyono,G , Rohedi, Ali Y, Susilo, E, & Soetijono, A, (2001), Buku Ajar

Optoelektronika, Jurusan Fisika ITS.

2) Wang L.V., Ultrasound-mediated Biophotonic Imaging: A review of Acousto-

Optical Tomography and Photo-Acoustic Tomography, (IOS Press,123-138, 2004).

3) Webster, J, Bioinstrumentation, (2003), John Wiley & Sons, Inc ;University of

Wiconsin.