Anda di halaman 1dari 5

Prosedur Penelitian

Fig. 1. Skema diagram proses FCS (a) and gambar aktual (b) alat FCS

A. FCS Proses
FCS terdiri dari sistem pengadukan, pengontrol suhu dan pembuangan. Pada sistem
pengaduakan, FCS terdiri dari stirring rod yang dilengkapi dengan helicoid blade,dimana fungsi
utamanya adalah mengubah leburan logam menjadi semisolid slurry yang berkualitas tinggi. Di sistem
ini tejadi perubahan luas permukaan dalam jumlah yang besar antara solidifying melt, helicoid blade
dan barrel selama proses preparasi slurry sehingga menyebabkan proses preparasi ini menjadi sangat
efisien dalam proses pembuangan panas secara cepat. Kabel pemanas dilitikan di sekeliling dinding
stainless steel barrel. Pada bagian sistem pembuangan dikendalikan oleh discharge handle dan
graphite blockage yang dihubungkan dengan sebuah center pin. Graphite lining dilekatkan pada
bagian dalam stirring chamber untuk mengatasi terjadinya sticking.

B. Bahan baku yang digunakan berupa alloys yang meliputi commercially available cast Al-
alloys A356 dan A380, commercially available wrought Al-alloy 7075, dan commercially
available cast Mg-alloy AZ91D. Komposisi kimia dan titik pembekuan dapat dilihat di
Table 1.
C. Preparasi Slurry dan FCS Rheo-HPDC
Alloys akan mulai meleleh ketika dipanaskan di atas top-loading resistance furnaces pada
suhu 70oC. Leburan logam kemudian didinginkan hingga suhu pouring mencapai (0-
30)oC setelah proses drossing dan degassing. Kemudian lelehan akan dituang ke dalam FCS untuk
dilakukan proses pre-heated. Setelah diaduk beberapa waktu, lelehan berubah menjadi semisolid
slurry, dan dimasukkan ke dalam shot sleeve mesin HPDC untuk dilakukan pencetakan solid.
Parameter proses FCS serta model dan parameter HPDC yang digunakan untuk setiap jenis logam
dapat dilihat pada tabel 2.
D. Pengamatan Struktur Mikro
Sampel mikro dimasukkan pada beberapa daerah Rheo-HPDC yaitu A,B,C,D yang dapat
dilihat pada Figure 2. Kemudian, sampel were ground (arti????), dipoles, dan dicetak
dengan menambahkan 0.5% volume dari larutan HF untuk daerah A,B,C sedangkan pada
daerah D ditambahkan 4% volume dari larutan asam nitrat dalam etanol. Struktur mikro
akan teramati dengan menggunakan optical microscopy (OM) dan scanning electrom
microscopy (SEM). Ukuran rata-rata dari partikel dapat diukur dengan software Image
Tool 3.0. dan shape factor dapat dihitung dengan persamaan :
dimana S dan L adalah luas dan 4πS
F
keliling partikel. L2
E. Uji Konsentrasi dan Daya Tarik
Untuk mengetahui pengaruh FCS terhadap microsegregation ingots, pengukuran konsentrasi
dilakukan dengan Inductively couple plasma atomic semission spectrometry (ACPAES). Rasio
segregasi dapat diestimasikan dengan persamaan :
dimana Ci adalah elemen persen Ci  Ca
massa dalam partikel dan Ca adalah φ  Ca  100%
elemen persen massa rata-rata dalam
radial ingot secara keseluruhan.
Daya tarik dapat diuji dari luas penampang melintang dari sampel diambil pada daerah E,F,G, dan H
sesuai dengan ASTM E8 M (Figure 2.) Dimensi dari sampel adalah 3mm × 1,6 mm dengan panjang
13 mm. Kemudian sampel diuji dengan mengunakan universal machine pada suhu ruang.

F. Simulasi numerik
Flow-3D software digunakan dalam simulasi numerik terhdapat suhu dan komposisi leburan 7075
alloy dalam FCS. Hasil simulasi akan diperoleh lewat post-processing block setelah dilakukan
perhitungan. Flow-3D software juga bisa digunakan untuk mengsimulasikan distribusi suhu dari auto
control arm parts dari A356 alloy selama proses pengisian. Spesifikasi parameter dan kondisi
penginputan yang digunakan terdapat dalam table 3.
Perlu diketahui bahwa slurry   100 E T  0,0135 
273
non- EμT  0,0135
exp 143  0,527 
 
merupakan fluida
newtonian. Viskositas    
T  355,6 2 2 0,4
1  0,25 E T γ
merupakan salah satu properti
yang paling penting untuk mengontrol rheologycal behavior, dan model Carreau’s dapat digunakan
untuk mencegah terjadinya perubahan nilai viskositas dalam aliran 3D. Nilai viskositas dari 7075 alloy
slurry untuk shear rates yang berbeda, persamaan Carreau’s : dengan
Dimaana μ adalah viskositas slurry, γ adalah shear rate dan T adalah temperatur slurry.
Sedangkan untuk A356 alloy digunakan persamaan :
dengan  
T  0,0025
105 E273
E Tμ exp   T  233,362
- 1553,7
0,0025  0,25  
 1  100,792 E  γ 
 2 2
T
0,6 