Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bila tiap orang yang bertemu ditanya apakah tahu apa itu darah, niscaya tidak ada
seorangpun yang menjawab “tidak”. Setidak-tidaknya orang tahu bahwa darah adalah
suatu cairan berwana merah yang keluar dari tubuh oleh sebab apa saja misalnya karena
pecahnya pembuluh darah atau luka yang tampak ataupun tidak tampak, tidak sengaja
akibat kecelakaan atau sakit terentu maupun disengaja. Bila dilihat komposisi darah yang
unik, karena sifatnya yang likuid atau cair, berbeda dengan organ tubuh lainnya yang
bersifat solid, berada dalam suatu pembuluh tertutup, tetntunya darah juga memiliki
peran dan fungsi teretntu yang tidak dimiliki oleh jaringan atau organ tubuh lainnya.
Mengingat komposisi darah yang kompleks dan mampu menjangkau hamper semua
bagian tubuh, darah dengan masing-masing kompenen penyusunnya baik secar individu
maupun secara bersama-sama tentu memiliki peran yang sangt berbeda dengan organ-
orgab padat. Dengan berbagai peran yang diembannya, darah memiliki fungsi dengan
cakupan yang luas dalam memelihara kesehatan tubuh.
Pada dasarnya, fungsi organ-organ dalam tubuh baik organ padat maupun cair khususnya
darah diperankan oleh sitem organ dan jaringan serta unsur-unsur penyusunnya. Tetapi
karena jaringan dan organ mendapat pasukan darah yang membawa bahan-bahan yang
diperlukan untuk fungsi tersebut, maka darah disamping berfungsi untuk dirinya juga
berperan dalam penyelenggaraan fungsi organ yang divaskularisasi. Darah mampu
menjalankan fungsi karena darah mengandung berbagai unsure atau komponen
sebagaimana telah diuraikan.
Dalam darah terdapat komponen selular dan nir-selular yang mampu berperan secara
sendiri-sendiri ibaratnya sebagai pemain tunggal atau bersama-sama sebagai tim. Dengan
masing-masing ataupun secara tim berperan, darah secara utuh mampu megemban fungsi
yang sedemikian kompleks. Berbeda dengan organ solid berfungsi disuatu lokasi, darah
memiliki fungsi lintas batas, organ maupun sistem. Dalam perjalannya darah memasok
cairan dan nutrient maupun bahan-bahan yang terlarut maupun koloidal di dalamnya,
sesampai diorgan-organ tadi, darah juga memperoleh titipan metabolit, sisa dan sampah
metabolic diangkut dan dikeluarkan lewat alat-alat ekskresi. Lewat peran dan fungsi yang
demikian ini darah dapat diandalkan dalam menjad homeostasis individu. Adanya
gangguan pada salah satu atau lebih organ maupun sistem, darah dapat dipakai sebagai
representasi kondisi tubuh lewat pemeriksaan darah dilaboratorium. Pemeriksaan
laboratorium sudah semestinya memberikan hasil objektif yang dapat dipercaya,
sepanjang pemeriksaan dilakuan dengan prinsip good laboratory practice. Akan lebih
baik lagi apabila pmeriksaan laboratorium juga diiringi dengan informasi mengenai
kondisi fisk pasien.
Dalam uraian berikut, darah dilihat fungsinya dalam sistem fisiologis, sehingga dapat
dimaklumi betapa satu organ hemopoietik befungsi untuk banyak sistem dalam tubuh.

B. Rumusan Masalah
1. Sebutkan apa saja karakteristik dari darah ?
2. Apa saja komponen dari darah ?
3. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan darah ?
4. Sebutkan fungsi darah ?
5. Apa definisi hematopoiesis ?
6. Apa definisi hemostasis ?
7. Bagaimana proses pembekuan darah ?

C. Manfaat Penulisan
Agar mahasiswa dapat mengetahui fisiologi sistem hematologi (darah) dalam tubuh
secara teoritis.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Karekteristik Darah

Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang darah, organ
pembentuk darah dan penyakitnya. Hematologi berasal dari kata Yunani “haima”
yang berarti darah
Darah merupakan komponen esensial mahluk hidup yang berada dalam ruang
vaskuler, karena peranannya sebagai media komunikasi antara sel ke berbagai
bagian tubuh dengan dunia luar karena fungsinya membawa oksigen dari paru-
paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru untuk
dikeluarkan, membawa zat nutrient dari saluran cerna kejaringan kemudian
menghantarkan sisa metabolisme melalui organ sekresi seperti ginjal,
menghantarkan hormon dan materi-materi pembekuan darah.
Karekteristik umum darah meliputi warna, visikositas, pH, volume dan
kompsisinya.
1. Warna
Darah arteri berwarna merah muda karena banyak oksigen (O2) yang berikatan
dengan hemoglobin dalam sel darah merah.
Darah vena berwarna merah tua/gelap karena kurang oksigen dibandingkan
dengan darah arteri.
2. Visikositas
Visikositas darah ¾ lebih tinggi dari pada viskositas air yaitu sekitar 1.048 sampai
1.066.
3. pH
pH darah bersifat alkaline dengan ph 7,35 sampai 7,45 (netral 7,00)
4. Volume
Pada orang dewasa volume drah sekitar 70 sampai 75 ml/kg BB, atau sekitar 4
sampai 5 liter darah.
5. Komposisi
Darah tersusun atas dua komponen yaitu plasma darah dan sel-sel darah.
a. Plasma darah yaitu bagian cair darah (55%) yang sebagian besar terdiri
dari air (92%), 7% protein, 1 % nutrient, hasil metabolism, gas pernapasan,
enzim, hormone-hormon, faktor pembekuan darah dan garam anorganik. Protein-
protein dalam plasma terdiri dari serum albumin (alpha-1 globulin, alpa-2
globulin, beta globulin dan gamma globulin), fibrinogen, protombine dan protein
esensial untuk koagulasi. Serum albumin dan gamma globulin sangat penting
untuk mempertahankan tekanan osmotic koloid, dan gamma globulin juga
mengandung antibody, (immunoglobulin) seperti IgM, IgG, IgD, dan IgE untuk
mempertahankan tubuh terhadap mikroorganisme.
b. Sel-sel darah/butir-butir darah (bagian padat) kira-kira 45%, terdiri atas
eritrosit atau sel darah merah (SDM) atau red blood cell (RBC), leukosit atau sel
darah putih (SDP) atau white blood cell (WBC) dan trombosit atau platelet. Sel
darah merah merupakan unsure terbanyak dari sel darah (44%) sedangkan sel
darah putih dan trombosit 1 %. Sel darah putih terdiri dari basofil, eosinofil,
neutrofil, limfosit dan monosit.
B. Komponen-Komponen Darah

a. Plasma darah adalah salah satu penyusun darah yang berwujud cair serta
mempengaruhi sekitar 5% dari berat badan manusia. Plasma darah memiliki
warana kekuning-kuningan yang didalamnya terdiri dari 90% air, 8% protein, dan
0,9% mineral, oksigen, enzim, dan antigen. Sisanya berisi bahan organik, seperti
lemak, kolestrol, urea, asam amino, dan glukosa.
Plasma darah merupakan cairan darah yang berfungsi untuk mengangkut dan
mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh bagian tubuh manusia, dan
mengangkut zat sisa metabolisme dari sel-sel tubuh atau dari seluruh jaringan
tubuh ke organ pengeluaran.
Di dalam plasma darah terdapat beberapa protein terlarut yaitu:
a. Albumin berfungsi untuk memelihara tekanan osmotik
b. Globulin berfungsi untuk membentuk zat antibodi
c. Fibrinogen adalah sumber fibrin yang berfungsi dalam proses pembekuan
darah.
Skema susunan darah manusia, disebutkan bahwa plasma darah terdiri atas serum
dan fibrinogen. Seperti yang telah dijelaskan diatas, fibrinogen adalah sumber
fibrin yang berfungsi dalam proses pembekuan darah, sedangkan serum adalah
suatu cairan berwarna kuning. Serum berfungsi sebagai penghasil zat antibodi
yang dapat membunuh bakteri atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita.
b. Sel darah merah
Sel darah merah adalah sel yang memiliki fungsi khusus mengangkut oksigen ke
jaringan-jaringan tubuh dan membantu pembuangan karbondioksida dan proton
yang dihasilkan oleh metabolism jaringan. Sel darah merah berbentuk cakram
bikonkaf dengan diameter sekitar 7,5 mikron, tebal bagian tepi 2 miron dan
bagian tengahnya 1 mikron atau kurang, tersusun atas membrane yang sangat tipis
sehingga sangat mudah terjadi difusi oksigen, karbondioksida dan sitoplasma,
tetapi tidak mempunyai inti sel. Sel darah merah yang matang mengandung 200-
300 juta hemoglobin(terdiri dari hem merupakan gabungan protoporfirin dengan
besi dan globin adalah bagian dari protein yang tersusun atas 2 rantai alfa dan 2
rantai beta) dan enzim-enzim seperti G6PD (glucose 6-phosphate dan
dedydogenase). Hemoglobin mengandung kira-kira 95% protein dalam sel darah
merah. Sel darah merah memiliki masa hidup 120 hari sejak dibentuk dijaringan
hematopoietic. Proses dimana eritrosit diproduksi dimaksuderitropoiesies. Sel
darah merah yang rusak akhirnya akan pecah menjadi partikel-partikel kecil di
dalam hati dan limpa. Sebagian besar sel yang rusak dihancurkan oleh limpa dan
yang lolos akan dihancurkan oleh hati. Hati menyimpan kandungan zat besi dari
hemoglobin yang kemudian diangkut oleh darah ke sumsum merah tulang untuk
membentuk sel darah merah yang baru. Sumsum merah tulang memproduksi
eritrosit, dengan laju produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik. Produksi dapat
distimulasi oleh hormon eritoprotein (EPO) yang disintesa ginjal. Hormon ini
sering digunakan para atlet dalam suatu pertandingan sebagai doping. Saat
sebelum dan sesudah meninggalkan sumsum tulang belakang, sel yang
berkembang ini dinamakan retikulosit dan jumlahnya sekitar 1% dari semua darah
yang beredar.
Pada orang dewasa sehat terdapat sekitar 4,7-6,1 juta sel darah merah/mcl pada
laki-laki dan sekitar 4,2-5,4 juta sel darah merah/mcl pada perempuan.
Hemoglobin
Hemoglobin adalah protein berpigmen merah yang terdapat dalam sel darah
merah. Normalnya dalam darah pada laki-laki 15,5 g/dl dan pada wanita 14,0 g/dl.
Rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCHC = Mean Cell Concentrartion of
Haemolobin) pada sel darah merah 32g/dl.
Fungsi hemoglobin adalah mengangkut oksigen dari paru-paru dan dalan
peredaran darah untuk dibawah kejaringan. Ikatan hemoglobin dengan oksigen
disebut (HbO2). Disamping oksigen, hemoglobin juga membawa karbondioksida
dan dengan karbondioksida membentuk karbonmonoksidahemoglobin (HbCO),
juga berperan dalam keseimbangan pH darah.

c. Sel darah putih

Sel darah putih merupakan komponen seluler penting dalam darah yang berperan
dalam sistem kekebalan. Dikenal adanya tiga jenis sel darh putih, yaitu limfosit
(baik B maupun T), granulosit (neutrofil,eosinofil, dan basofil) dan monosit. Pada
keadaan normal jumlah sel darh putih atau leukosit 5000-10.000 sel per mm3.
Dalam darh tepi, jumlah sel darh putih relative paling sedikit dibandingkan
dengan dua sel darah lainnya dengan masa hidup 13-20 hari. Fungsi utama sel
darh putih adalah menagatsi infalamsi dan immunitas. Sel darah putih memiliki
ciri-ciri, antara lain tidak berwarna (bening), bentuk tidak tetap (ameboid), berinti,
dan ukurannya lebih besar daripada sel darah merah.

Berdasarkan ada tidaknya granula di dalam plasma, leukosit dibagi:


1. Leukosit Bergranula (Granulosit)

· Neutrofil adalah sel darah putih yang paling banyak yaitu sekitar 60%.
Plasmanya bersifat netral, inti selnya banyak dengan bentuk yang bermacam-
macam dan berwarna merah kebiruan. Neutrofil bertugas untuk memerangi
bakteri pembawa penyakit yang memasuki tubuh. Mula mula bakteri dikepung,
lalu butir-butir di dalam sel segera melepaskan zat kimia untuk mencegah bakteri
berkembang biak serta menghancurkannya

· Eosinofil adalah leukosit bergranula dan bersifat fagosit. Jumlahnya sekitar


5%. Eosinofil akan bertambah jumlahnya apabila terjadi infeksi yang disebabkan
oleh cacing. Plasmanya bersifat asam. Itulah sebabnya eosinofil akan menjadi
merah tua apabila ditetesi dengan eosin. Eosinofil memiliki granula kemerahan.
Fungsi dari eosinofil adalah untuk memerangi bakteri, mengatur pelepasan zat
kimia, dan membuang sisa-sisa sel yang rusak.

· Basofil adalah leukosit bergranula yang berwarna kebiruan. Jumlahnya hanya


sekitar 1%. Plasmanya bersikap basa, itulah sebabnya apabila basofil ditetesi
dengan larutan basa, maka akan berwarna biru. Sel darah putih ini juga bersifat
fagositosis. Selain itu, basofil mengandung zat kimia anti penggumpalan yang
disebut heparin.

2. Leukosit Tidak Bergranula (Agranulosit)

· Limfosit adalah leukosit yang tidak memiliki bergranula. Intiselnya hampir


bundar dan terdapat dua macam limfosit kecil dan limfosit besar. 20% sampai
30% penyusun sel darah putih adalah limfosit. Limfosit tidak dapat bergerak dan
berinti satu. Berfungsi sebagai pembentuk antibodi.

· Monosit adalah leukosit tidak bergranula. Inti selnya besar dan berbentuk
bulat atau bulat panjang. Diproduksi oleh jaringan limfa dan bersifat fagosit.

Antigen adalah apabila ada benda asing ataupun mikroba masuk ke dalam tubuh,
maka tubuh akan menganggap benda yang masuk tersebut adalah benda asing.
Akibatnya tubuh memproduksi zat antibodi melalu sel darah putih untuk
menghancurkan antigen. Glikoprotein yang terdapat pada hati kita, dapat menjadi
antigen bagi orang lain apabila glikoprotein tersebut disuntikkan kepada orang
lain. Hal ini membuktikan bahwa suatu bahan dapat dianggap sebagai antigen
untuk orang lain tetapi belum tentu sebagai antigen untuk diri kita sendiri. Hal
tersebut juga berlaku sebaliknya.
Leukosit yang berperan penting terhadap kekebalan tubuh ada dua macam:
Sel Fagosit

Sel fagosit akan menghancurkan benda asing dengan cara menelan (fagositosis).
Fagosit terdiri dari dua macam:

1. Neutrofil, terdapat dalam darah

2. Makrofag, dapat meninggalkan peredaran darah untuk masuk kedalam


jaringan atau rongga tubuh

Sel Limfosit

Limfosit terdiri dari:

1. T Limfosit (T sel), yang bergerak ke kelenjar timus (kelenjar limfa di dasar


leher)

2. B Limfosit (B Sel)

Keduanya dihasilkan oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui
pembuluh darah, menghasilkan antibodi yang disesuaikan dengan antigen yang
masuk ke dalam tubuh. Seringkali virus memasuki tubuh tidak melalui pembuluh
darah tetapi melalui kulit dan selaput lendir agar terhindar dari lukosit. Namun
sel-sel tubuh tersebut tidak berdiam diri. Sel-sel tersebut akan menghasilkan
interferon suatu protein yang dapat memproduksi zat penghalang terbentuknya
virus baru (replikasi). Adanya kemampuan ini dapat mencengah terjadinya
serangan virus.
d. Trombosit
Trombosit atau sel-sel penggumpal (pemebeku darah) meruapakan sel tak berinti,
berbentuk cakram dengan diameter 2-5 um, berasal dari pertunasan sel raksasa
berinti banyak megakariosit yang terdapat pada sum-sum tulang. Pada keadaan
normal jumlah trombosit sekitar 150.000-300.000/uL darah dan mempunyai masa
hidup sekitar 1 sampai 2 minggu atau kira-kira 8 hari. Trombosit tersusun atas
substansi fospolipid yang penting dalam pemebekuan dan juga menjaga keutuhan
pemebuluha darah serta memeprbaiki pembuluh darah kecil yang rusak.
Trombosit diproduksi di sumsum tulang kemudian sekitar 0% beredar disirkulasi
darah dan hanay 20% yang dismpan dalam lmpa sebagai cadangan.
Trombosit atau platelet merupakan bagian dari sel darah yang sangat penting
dalam proses pembekuan darah. Normalnya pemebentukan pemebekuan atau lisis
darah tergantung pada keutuhan pembuluh darah, adekuatnya jumlah fungsional
trombosit, 13 faktor pembekuan dan kontrol fibronolitik.
Pada saat kita mengalami luka, permukaan luka tersebut akan menjadi kasar. Jika
trombosit menyentuh permukaan luka yang kasar, maka trombosit akan pecah.
Pecahnya trombosit akan menyebabkan keluarnya enzim trombokinase yang
terkandung di dalamnya. Enzim trombokinase dengan bantuan mineral kalsium
(Ca) dan vitamin K yang terdapat di dalam tubuh dapat mengubah protombin
menjadi trombin. Selanjutnya, trombin merangsang fibrinogen untuk membuat
fibrin atau benang-benag. Benang-benang fibrin segera membentuk anyaman
untuk menutup luka sehingga darah tidakkeluar lagi.

C. Pertumbuhan dan perkembangan darah


1) Selama perkembangan embrio. Hematopoiesis (pertumbuhan dan
perkembangan darah) pertama kali berlangsung dalam kantong kuning telur dan
berlanjut dihati,limpa,nodus limfe,dan seluruh seluruh sumsum tulang janin yang
berkembang.
2) Setelah lahir dan selama masa kanak-kanak,sel-sel darah terbentuk dalam
sumsum semua tulang.
3) Pada orang dewasa,sel darah hanya terbentuk pada sumsum tulang merah
yang ditemukan dalam tulang membrabosa seperti sternum,iga,vertebra,dan
tulang ilia girdel pelvis. Sel-sel darah yang sudah matang masuk ke sirkulasi
utama dari sumsum tulang melalui vena rangka.
Tempat pembentukan darah berbeda-beda sesuai perkembangan usianya.Pada
janin yang masih berumur 3 minggu, darah dibentuk di bagian yang disebut
yolksac, kemudian berpindah ke hepar, lien, dan sumsum tulang sampai janin
tersebut lahir. Pada bayi yang masih berumur kurang dari 5 tahun, darah dibentuk
di tulang rangka, kemudian setelah dewasa berpindah ke tulang belakang, iga dan
bagian proksimal tulang panjang.
Proses pembentukan darah dimulai oleh sel pluripotensial, sel ini kemudian
membelah menjadi 3 sel, dimana sel pertama akan berkembang menjadi sel induk
pluripotensial, sel kedua berkembang menjadi sel limfosit, sedangkan sel yang
ketiga membelah lagi, ada yang menjadi sel eritrosit, trombosil, neutrofil,monosit,
eusinofil, dan basofil.Banyak faktor yang mempengaruhi pembentukansel-sel
darah, seperti zat besi, vitamin B, asam folat, dll.
Semua sel darah diturunkan dari hemositoblas (sel batang primitif) pada sumsum
tulang, yang dibagi dan dibedakan menjadi lima jenis sel yaitu:
a. Proeritoblas.
Proeritoblas mengalir melalui sejumlah tahapan (eritoblas basofilik, eritoblas
kromatofilik, nermoblas, dan retikulosit) dan setelah matang menjadi eritrosit.
Selama masa perkembangan eritrosit mensintesis jemoglobin, suatu pigmen
pembawa oksigen, dan melepas organelnya. Nukleus mengecil dan akhirnya
keluar dari sel. Setelah nukleus hilang, eritrosit tetap berada dalamsumsum tulang
selama bebrapa hari smpai matang dan kemudian dilepas ke dalam sirkulasi.
b. Meioblas
Merupakan asal promeilosit, yang mengalami penyimpanan dalam
perkembangannya menjadi tiga jenis sel yang disebut granulosit : neutrofil,
eusinofil, dan basofil.
c. Limfoblas, merupakan asal limfosit
d. Monoblas, merupakan asal monosit. Limfosit dan monosit disebut
agranulosit.
e. Megakarioblas, membentuk megakarioblas yang merupakan asal trombosit.

D. Fungsi Darah
Secara umum fungsi darah adalah :
1. Transport Internal
Darah membawa berbagai macam substansi untuk fungsi metabolisme
Darah membawa berbagai macam substansi untuk fungsi metabolism.
a. Respirasi. Gas oksigen dan karbondioksida dibawa oleh hemoglobin
dalam sel darah merah dan plasma, kemudian terjadi pertukaran gas diparu-paru.
b. Nutrisi. Nutrient/zat gizi diabsorbsi dari usus. Kemudian dibawa dalam
plasma darah ke hati dan jaringan-jaringan lain yang digunakan untuk
metabolisme.
c. Sekresi. Hasil metabolisme dibawa ke plasma kedunia luar ginjal.
d. Mempertahankan air, elektrolit, dan keseimbangan asam basa dan juga
berperan dalam hemoestasis.
e. Regulasi metabolism, hormone dan enzim atau keduanya mempunyai efek
dalam aktivitas metabolism sel, dibawa kedalam plasma.
2. Proteksi tubuh terhadap bahaya mikroorganisme, yang merupakan fungsi dari
sel darah putih
3. Proteksi terhadap cedera dan perdarahan. Proteksi terhadap respon cedera
peradangan local terhadap jaringan. Pencegahan perdarahn merupakan fungsi dari
trombosit Karena adanya faktor pembekuan darah , fibrinolitik yang ada dalam
plasma darah.
4. Mempertahankan temperatur tubuh
Darah membawa panas dan bersikulasi keseluruh tubuh. Hasil metabolisme juga
menghasilkan energi dalam bentuk panas.
Secara khusus fungsi dari sel darah adalah :
1. Fungsi sel darah merah
Sel darah merah terdiri dari mebran dan hemoglobin. Hemoglogin berfungsi
untuk mengangkut oksigen yang dipengaruhi oleh PH darah dan temperatur.
2. Fungsi sel darah putih
Fungsi utama sel darh putih adalah menagatsi infalamsi dan immunitas. Misalnya
neutrofil utamanya memakan benda asing atau fagositosis, demikian juga dengan
monosit. Limfosit T membunuh sel secara langsung atau membentuk limfokin
suatu substansi yang memperkuat aktivitas sel fagosit, sedangkan limfosit B
menghasilkan antibodi, yaitu suatu molekul protein yang akan menghancurkan
benda asing. Eosinofil dan basofil berfungsi sebagai tempat penyimpanan
berbagai material biologis kuat seperti histamine, serotonin dan heparin.material
sangat penting dalam suplai darah ke jaringan.
3. Fungsi Trombosit
Fungsinya berkaitan dengan pembekuan darah dan hemostasis (menghentikan
pendarahan). Bila pembuluh darah mengalami injuri atau kerusakan maka dapat
dihentikan dengan serangkaian proses :
a. Permukaannya menjadi lengket, sehingga memungkinkan trombosit saling
melekat dan menutup luka karena ada pembekuan darah
b. Merangsang pengerutan pembuluh darah, sehingga terjadi penyempitan
ukuran lubang pembuluh darah.

E. Hemopoisis (Hematoposis)
Hemopoisis atau hematopoisis adalah proses pembentukan dan pematangan
darah. Pada orang dewasa proses pembentukan darah terjadi disumsum tulang,
seperti pada tulang tengkorak, vertebra, pelvis, sternum, iga dan episifis tulang-
tulang panjang. Pada usia 0-3 bulan intrauterine terjadi pada yolk sac, pada usia 3-
6 bulan intrauterine terjadi pada hati dan limfa.
Organ-rgan yang penting dalam hematoposis adalah :
a. Limfa
Limpa berada dibawah diapragma sebelah kiri dari lambung. Tersusun atas tiga
tipe jaringan yaitu white pulp, red pulp dan marginal pulp, ketiga jaringan ini
berperan dalam keseimbangan pembentukan dan pemecahan sel darah.
White pulp berisi limposit dan makropag yang berfungsi menyaring darah dan
membersihkan sel darah dari sel – sel asing dan sel darah merah yang tua.
Red pulp merupakan sinus – sinus vascular yang berisi sel – sel darah merah dan
trombosit sedangkan Marginal pulp merupakan tempat terakhir dari arteri dan
pembuluh darah lainnya.
b. Hati
Hati merupakan organ yang sangat penting dalam eritroposis, terutama jika
produksi sel darah merah dalam sumsum tulang yang tidak normal. Hati
merupakan tempat utama produksi dari faktor pembekuan darah dan pratrombin,
menghasilkan vitamin k. Vitamin K berperan dalam mengaktifkan faktor
pembekuan darah VII, IX, X dan prothombin.

Pembentukan darah dimulai dari adanya sel induk hemopoetik. Sel induk yang
paling primitive adalah sel induk pluripotent. Pembentukan darah memerlukan
bahan – bahan sepertin vitamin B12, asam folat, zat besi, cobalt, magnesium =,
tembaga (CU), senk(Zn), asam amino, vitamin C dan B kompleks.

F. Hemostasis
Hemostasis adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh yang amat penting dalam
menghentikan perdarahan pada pembuluh darah yang luka. Mekanisme
hemostasis mempunyai dua fungsi primer yaitu untuk menjamin bahwa sirkulasi
darah tetap cair ketika di dalam pembuluh darah, dan untuk menghentikan
perdarahan pada pembuluh darah yang luka. Hemostasis normal tergantung pada
keseimbangan yang baik dan interaksi yang kompleks. Terdapat beberapa fase
penting pada mekanisme ini, diantaranya fase pembentukan sumbatan oleh
platelet (keping darah) dan fase proses pembekuan darah. Proses pembekuan
darah atau koagulasi adalah proses yang kompleks yang mana darah membentuk
gumpalan (bekuan darah) guna menutup dan memulihkan luka serta
menghentikan pendarahan.
Unsur-Unsur Proses Pembekuan Darah
Proses pembekuan darah tidak akan terjadi tanpa adanya ‘aktor’ yang berperan.
Koagulasi melibatkan trombosit dan komponen faktor koagulasi.

 Trombosit
Trombosit atau keping darah adalah elemen berbentuk cakram di dalam darah.
Trombosit berkumpul secara berdempet-dempetan selama proses pembekuan
darah normal. Trombosit digolongkan sebagai sel darah, tetapi sebenarnya
trombosit adalah bagian dari sel-sel sumsum tulang yang besar yang disebut
dengan megakaryocytes.
 Faktor koagulasi (faktor pembekuan)
Faktor koagulasi adalah protein, sebagian besar diproduksi oleh organ hati.
Terdapat banyak faktor koagulasi, 13 diantaranya diberi nama dengan huruf
romawi. Saat ini banyak protein-protein baru yang ditemukan namun tidak
diberikan penamaan dengan angka romawi.
G. Proses pembekuan darah
Bagaimana Proses Pembekuan Darah Terjadi?
Koagulasi atau pembekuan darah adalah transformasi darah dan cairan menjadi
gel padat. Koagulasi merupakan mekanisme hemostatik tubuh yang paling kuat
dan hal ini diperlukan untuk menghentikan pendarahan. Siklus pembekuan darah
normal melewati serangkaian interaksi yang kompleks. Berikut adalah proses
pembekuan darah yang terjadi melalui jalur / jaras intrisik dan ekstrinsik.

a. Jalur intrinsik
Mencetuskan proses pembekuan darah intravaskuler. Semua unsur yang
diperlukan untuk pembekuan darah melalui jalur ini tersedia dalam darah. Jalur
intrinsik dalam pembekuan diaktifkan ketika suatu pembuluh darah mengalami
cedera.
b. Jalur Ekstrinsik
Jalur ini menyebabkan proses pembekuan darah yang keluar dari pembuluh darah
ke jaringan sekitarnya sewaktu cidera. Jalur ekstrinsik merupakan jalur pintas
karena memerlukan empat langkah pembekuan.
Pembentukan bekuan darah
Faktor-faktor pembekuan memberi sinyal terhadap satu sama lain untuk
melakukan reaksi berantai yang cepat. Reaksi ini dikenal sebagai kaskade
koagulas. Pada tahap akhir kaskade ini, faktor koagulasi yang disebut trombin
mengubah fibrinogen menjadi helai-helai fibrin. Fibrin menempel pada trombosit
untuk membuat jaring yang memerangkap lebih banyak trombosit dan sel.
Gumpalan (bekuan) pun menjadi lebih kuat dan lebih tahan lama.
Penghentian proses pembekuan darah
Protein-protein lain akan menghentikan faktor pembekuan agar gumpalan tidak
berlanjut lebih jauh dari yang diperlukan.
Ketika jaringan kulit yang rusak sembuh, otomatis sumbatan tidak diperlukan
lagi. Helai fibrin pun hancur dan darah mengambil kembali trombosit dan sel-sel
dari bekuan darah.
Kelainan Proses Pembekuan Darah
Dapat terjadi kelainan pada proses pembekuan darah. Misalnya pada penyakit
hemofilia, yang mana penderita kekurangan faktor koagulasi VIII atau IX. Pada
penyakit ini, perdarahan yang terjadi sulit berhenti.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang darah, organ
pembentuk darah dan penyakitnya. Hematologi berasal dari kata Yunani “haima”
yang berarti darah.
Darah merupakan komponen esensial mahluk hidup yang berada dalam ruang
vaskuler, karena peranannya sebagai media komunikasi antara sel ke berbagai bagian
tubuh dengan dunia luar karena fungsinya membawa oksigen dari paru-paru ke
jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru untuk dikeluarkan, membawa
zat nutrient dari saluran cerna kejaringan kemudian menghantarkan sisa metabolisme
melalui organ sekresi seperti ginjal, menghantarkan hormon dan materi-materi
pembekuan darah.
Strukurt sel darah terdiri dari :
1. Plasma darah
2. Sel darah merah (eritrosit)
3. Sel darah putih (leukosit)
4. Trombosit (pembekuan darah)
Fungsi darah adalah :
a. Transport Internal
Darah membawa berbagai macam substansi untuk fungsi metabolisme
Darah membawa berbagai macam substansi untuk fungsi metabolism.
b. Respirasi. Gas oksigen dan karbondioksida dibawa oleh hemoglobin dalam sel
darah merah dan plasma, kemudian terjadi pertukaran gas diparu-paru.
c. Nutrisi. Nutrient/zat gizi diabsorbsi dari usus. Kemudian dibawa dalam plasma
darah ke hati dan jaringan-jaringan lain yang digunakan untuk metabolisme.
d. Sekresi. Hasil metabolism dibawa ke plasma kedunia luar ginjal.
Hemopoisis atau hematopoisis adalah proses pembentukan dan pematangan darah.
Pada orang dewasa proses pembentukan darah terjadi disumsum tulang, seperti pada
tulang tengkorak, vertebra, pelvis, sternum, iga dan episifis tulang-tulang panjang.
Pada usia 0-3 bulan intrauterine terjadi pada yolk sac, pada usia 3-6 bulan intrauterine
terjadi pada hati dan limfa.
Hemostasis adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh yang amat penting dalam
menghentikan perdarahan pada pembuluh darah yang luka.

SARAN
Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan
pembaca semuanya. Serta diharapkan, dengan diselesaikannya makalah ini, baik
pembaca maupun penyusun dapat memahami fisiologi sistem hematologi.
DAFTAR PUSTAKA

Tarwoto, Ns, S.Kep, Aryani Ratna Ns,S.Kep, Wartonah,Ns,S.kep, 2009, Anatomi dan
fisiologi untuk mahasiswa keperawatan. Jakarta : CV. Trans Info Media
Sofro M Salam Abdul, 2012, Darah. Yogyakarta : Pustaka Belajar
Waterburg Larry, 2001, Buku Saku Hematologi, ahli bahasa : Sugi Suhandi, EGC,
Jakarta
Daniel S. Wibowo, 2008, Anatomi Tubuh Manusia, Grasindo, Jakarta
Syaifudin. Anatomi Fisiologi keperawataan.2006. jakarta : Buku Kedokteran.