Anda di halaman 1dari 2

PENGGUNAAN KACAMATA BERLENSA CEMBUNG

Pasti kalian sudah mengetahui kacamata itu apa dan bagaimana bentuknya.
Coba tengok kanan atau kiri anda mungkin ada yang sedang menggunakan
kacamata. Seperti yang kalian
tau, kacamata merupakan alat
yang digunakan untuk
membantu kerja mata sebagai
alat optik. Kacamata
digunakan saat mata kita
sudah tidak bisa lagi berfungsi
secara normal atau mengalami
kelainan. Kacamata terdiri
dari lensa dengan kekutatan
yang diatur untuk membantu agar bayangan bisa terbentuk tepat di retina kita.
Untuk mengetahui tentang kacamata, kita mulai dengan mengetahui tentang titik
dekat dan titk jauh manusia lalu kita klasifikasikan macam-macam kacamata yang
cocok dipakai oleh mata berdasarkan kelainannya.
Titik dekat dan titik jauh
 Titik dekat mata (Sn) atau Punctum Proximum (PP) adalah jarak terdekat yang
masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata oleh mata dalam keadaan
berakomodasi maksimum (lensa dalam keadaan paling tebal dan lebih
cembung)
 Titik jauh mata atau Punctum Remotum (PR), yaitu jarak terjauh yang masih
dapat dilihat mata dalam keadaan tak berakomodasi (lensa dalam keadaan
paling tipis dan lebih pipih)
Untuk mata normal, titik dekatnya yaitu sekitar 25 cm dan titik jauhnya
berada di titik tak hingga (~).
Hypermetropi (rabun dekat)
 Mata tidak mampu melihat objek dalam jarak dekat
 Titik dekat penderita ini lebih besar dari titik dekat mata normal
 Bayangan terbentuk di belakang retina
 Kacamata yang cocok bagi penderita yaitu kacamata berlensa positif
(cembung)
 Prinsip lensa positif disini digunakan untuk memindahkan (memundurkan)
obyek pada jarak baca normal menjadi bayangan di titik dekat mata tersebut
sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas. S = 25 cm , S’ = - PP
penderita