Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT PADA BAHAN PANGAN


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia
Dosen Pengampu :
1. Epa Paujiah, M.Si
2. Asrianty Mas’ud, M.Pd

Oleh:
Nama : Intan Permatasari Nurjamilah
NIM : 1152060046
Kelompok : 7 (Tujuh)
Kelas/ Semester : B/ V

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
BANDUNG
2017
IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT PADA BAHAN PANGAN

Intan Permatasari Nurjamilah

Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan MIPA

Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Bandung

2017

A.H. Nasution No. 105 Cibiru Bandung

Intan_permatasarinurjamilah@yahoo.co.id

I. PENDAHULUAN
1.1 LANDASAN TEORI
Karbohidrat atau sakarida adalah polihidroksi aldehid atau
polihidroksi keton, atau senyawa yang dihidrolisis dari keduanya. Unsur utama
penyusun karbohidrat adalah karbon, hydrogen dan oksigen. Jumlah atom
hydrogen dan oksigen memiliki perbandingan 2:1 seperti molekul air,
misalnya glukosa 12:6 atau 2:1, sukrosa 22:11 atau 2:1. Karbohidrat
merupakan pusat metabolism tanaman hijau dan organisme fotosintetik lain
yang menggunakan energy matahari untuk melakukan pembentukan
karbohidrat. (Hamid, 2005 : 77)
Di Negara-negara berkembang kurang lebih 80% energy makanan
berasal dari karbohidrat. Menurut neraca bahan makanan 1990 yang
dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistika, di Indonesia energy berasal dari
karbohidrat merupakan 72% jumlah energy rata-rata sehari yang dikonsumsi
oleh penduduk. Di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa
Barat, angka ini lebih rendah, yaitu rata-rata 50%. Nilai energy karbohidrat
adalah 4kkal per gram. Almatsier, 2010 : 98)
Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam dua golongan,
yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Semua jenis
karbohidrat terdiri atas karbohidrat sederhana atau gula sederhana, arbohidrat
kompleks mempunyai lebih dari dua unit gula sederhana dalam satu molekul,
karbohidrat sederhana terdiri atas :
1. Monosakarida yang terdiri atas jumlah atom C yang sama dengan molekul
air, yaitu [C6(H2O)6] dan [C5(H2O)5]
2. Disakarida yang terdiri atas ikatan 2 monosakarida dimana tiap 12 atom C
ada II molekul air [c12(H2O)11]
3. Gula alcohol merupakan bentuk alcohol dari monosakarida
4. Oligosakarida adalah gula rantai pendek yang dibentuk oleh glukosa,
galaktosa, dan fruktosa. (Almater, 2012 : 102)
Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat hidrolisis menjadi
karbohidrat yang lebih sederhana. Monosakarida ini dapat diklasifikasikan
sebagai triosa, pentose, heksosa, atau heptosa, bergantung pada jumlah atom
karbon, dan sebagai aldose atau ketosa bergantung pada gugus aldehida atau
keton yang dimiliki senyawa tersebut. (Murray, dkk, 2009 : 48)
Disakarida adalah produk kondensasi dua unit monosakarida. Ada
empat jenis disakarida yaitu, sukrosa atau sakarosa, maltose, laktosa dan
trehalosa. Disakaria dapat dipecah kembali menjadi dua molekul
monosakarida melalui hidrolisis. (Almatsier, 2010 : 62)
Gula alkohol terdapat di dalam alam dan dapat pula dibuat secara
sintetis. Ada empat jenis gula alkohol, yaitu sorbitol, manitol, dulsitol, dan
inositol. (Almatsier; 2010 : 106)
Oligosakarida adalah produk kondensasi tiga sampai sepuluh monosakarida.
Sebagian besar oligosakarida tidak dicerna oleh enzim dalam tubuh manusia.
(Murray, dkk, 2009: 50)
Indonesia dikenal sebagai salah satu Negara dengan keanekaragaman
hayati tertinggi di dunia. Namun ironinya, Indonesia hanya mengandalkan satu
jenis tanaman sebagai sumber pangan utamanya, yaitu berasdan gandum saja
namun didukung pula oleh jenis-jenis komoditas strategis seperti umbi-
umbian, dan pohon-pohonan penghasil pangan. (Sibuea, dkk, 2014 : 1048-
1409)
Pisang merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki potensi
besar untuk dikembangkan serta dimanfaatkan oleh masyarakat karena
memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Buah pisang memiliki kandungan nutrisi
dan gizi sangat tinggi yaitu sebagai sumber energy karena mengandung
karbohidrat, mineral serta vitamin A dan B yang penting bagi tubuh. (Putra,
dkk, 2015 : 1)
Bahan pangan sumber karbohidrat merupakan prioritas pertama, selain
sebagai sumber energy utama, juga dapat menghasilkan rasa lapar dengan
segera dan mendatangkan rasa puas setelah mengkonsumsinya dalam jumlah
yang cukup. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah
penghasil energi di dalam tubuh. (Huwae, 2014 : 59)

1.2 TUJUAN
 Melakukan uji kebenaran karbohidrat secara kualitatif
 Mengetahui jenis karbohidrat yang terdapat dalam beberapa bahan
makanan yang digunakan.
II. METODOLOGI PENGAMATAN
2.1 Waktu dan Tempat
Waktu : Rabu, 27 September 2017
Tempat : Laboratorium Biologi FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung
2.2 Alat dan bahan
Alat yang digunakan untuk praktikum, yaitu tabung reaksi, pipet tetes,
rak tabung, penjepit tabung, gelas kimia, pembakae spirtus, objek gelas dan
mortar sedangkan bahan yang digunakan pada saat praktikum adalah larutan
ekstrak dari berbagai buah dan bahan pangan lainnya, reagen Molisch
sebanyak 5% α-naftol di dalam etanol. Reagen benedict, reagen barfoed,
reagen seliwanoff, H2SO4 pekat, iodin, asam asetat, fenil hidrasin dan juga
akuades.
2.3 Langkah kerja
1. Siapkan uji Molisch
Pertama-tama masukkan 2ml larutan uji ke dalam tabung reaksi,
kemudian tambahkan 2 tetes reagen molisch, lalu homogenkan, setelah itu
miringkan tabung reaksi, kemudian tambahkan larutan H2S04 pekat dengan
hati-hati melalui dinding tabung sampai terbentuk dua lapis larutan.
2. Siapkan uji iodin
Pertama-tama masukkan 1ml larutan uji ke dalam tabung reaksi,
kemudian tambahkan 2 tetes larutan iodin, lalu amati perubahan yang terjadi.
3. Siapkan uji Benedict’s
Pertama-tama masukkan 5ml reagen benedict ke dalam tabung reaksi,
kemudian tambahkan 8 tetes larutan yang diperiksa, lalu panaskan dengan api
langsung atau di dalam air mendidih selama 2 menit, kemudian dinginkan.
4. Siapkan uji Barfoed
Pertama-tama tambahkan 2ml reagen barfoed ke dalam 2ml larutan
yang akan diperiksa, kemudian panaskan sampai 3 menit di dalam air
mendidih, lalu dinginkan di bawah air mengalir, kemudian amati endapan
merah yang terbentuk didasar tabung.
5. Siapkan uji Seliwanoff
Pertama-tama masukkan 3ml reagen seliwanoff ke dalam 1 ml larutan
yang akan di uji, lalu didihkan selama 30 detik, kemudian dinginkan, setelah
itu amati perubahan warna yang terjadi.
III. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Uji Iodine

Uji ekstrak buah Sebelum Sesudah


mangga
Sebanyak 1 ml
ditambah 2 tetes iodine

Uji ekstak buah Sebelum Sesudah


strawberry sebanyak 1
ml di tambah 2 tetes
iodine

Uji ekstak buah jambu Sebelum Sesudah


air sebanyak 1 ml di
tambah 2 tetes iodine

3.2 Uji Benedict


Uji ekstak buah mangga Sebelum Sesudah
sebanyak 8 tetes di
tambah 3 ml benedict
di panaskan selama 2
menit lalu di dinginkan
Uji ekstak buah Sebelum Sesudah
strawberry sebanyak 8
tetes di tambah 3 ml
benedict di panaskan
selama 2 menit lalu di
dinginkan

Uji ekstak buah jambu Sebelum Sesudah


air sebanyak 8 tetes di
tambah 3 ml benedict
di panaskan selama 2
menit lalu di dinginkan

3.3 Uji Molish


Uji ekstak buah alpukat Sebelum Sesudah
sebanyak 2 ml dan
ditetesi 2 tetes benedict
ditambah H2S04

3.4 Uji Barfoed


Uji ekstak buah jeruk Sebelum Sesudah
sebanyak 2 ml dan
ditambah 2 ml barfoed
di panaskan selama 3
menit lalu di dinginkan
3.5 Uji Seliwanoff
Uji kstrak buah pepaya Sebelum Sesudah
sebanyak 1 ml dan
ditambah 3n ml
seliwanoff di panaskan
selama 30 detik lalu di
dinginkan

Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa
Yunani σάκχαρον, sákcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa
organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi
dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa),
cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan
materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan
jamur).
Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula
sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa.
Banyak karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang
terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang, disebut
polisakarida, misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida dan
polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan
oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).
Oleh karena itu, dalam praktikum identifikasi karbohidrat pada bahan pangan
ini dilakukan beberapa uji yaitu mengenai identifikasi umum adanya karbohidrat
pada suatu bahan. Dimana, bahan yang digunakan dalam hal ini adalah buah-
buahan yang terdiri dari buah mangga, buah strawberry, buah jambu air, buah
jeruk, buah alpukat dan buah papaya. Dalam identifikasi umum karbohidrat bahan
uji yang digunakan adalah uji iodine, uji benedict, uji barfoed, uji molisch dan uji
Seliwanoff.
Berdasarkan hasil praktikum, pada uji iodine yang menggunakan sampel
ekstak buah mangga yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml dan
ditambah iodine sebanyak 2 tetes didapat bahwa ekstak buah mangga tidak
mengalami perubahan setelah ditetesi oleh iodine, mengapa demikian karena buah
mangga termasuk kedalam kelompok karbohidrat komplek yaitu polisakarida jenis
selulosa. Pada 1 ml ekstrak buah strawberry yang ditetesi iodine sebanyak 2 tetes
mengalami perubahan warna menjadi merah pekat, didapat bahwa strawberry
mengandung karbohidrat komplek polisakarida jenis dekstrin. Pada ekstrak buah
jambu air yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml dan di tetesi 2
tetes iodine, dapat dilihat adanya perubahan dari warna merah menjadi coklat, buah
jambu air mengandung karbohidrat kompleks polisakarida jenis glikogen. Uji
iodine dilakukan untuk membuktikan adanya kandungan pati dalam suatu bahan
pangan yang merupakan sampel dengan meneteskan larutan iodine pada bahan
pangan dan mengamati perubahan warna yang terjadi.
Pada uji benedict dengan menggunakan sampel yang sama di dapat hasil
bahwa pada ekstak buah mangga yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi
sebanyak 8 tetes dan dicampur benedict sebanyak 3ml dapat dilihat adanya
perubahan warna dari kuning menjadi jingga yang berarti bahwa ekstrak buah
mangga mengandung karbohidrat sederhana disakarida dengan jenis maltosa. Pada
ekstrak buah strawberry yang dimasukkan kedalam tabung reaksi sebanyak 8 tetes
dan dicampur dengan 3 ml benedict dapat dilihat adanya perubahan warna dari
merah menjadi cokelat itu berarti buah strawberry mengandung karbohidrat
sederhana monosakarida dengan jenis sukrosa. Uji benedict yang terakhir pada
ekstrak buah jambu air sebanyak 8 tetes dan dicampur dengan 3 ml larutan
benedict dapat dilihat adanya perubahan warna dari warna merah menjadi warna
jingga hal ini menandakan bahwa buah jambu air mengandung karbohidrat
sederhana disakarida dengan jenis maltosa. Uji benedict dilakukan untuk
mengetahui gula – gula pereduksi yang terkandung dalam dalam bahan pangan
dengan cara meneteskan larutan benedict pada larutan sampel bahan pangan dan
dipanaskan dalam air yang mendidih, dinginkan kemudian amati perubahan warna
yang terjadi.
Pada uji molish yang menggunakan sampel ekstrak buah alpukat sebanyak 2
ml yang kemudia di tetesi larutan molish sebanyak 2 tetes lalu di kocok hingga
homogen, setelah di miringkan dapat dilihat adanya endapan berwarna ungu namun
tidak terbentuk cincin, bisa jadi karena larutan molish yang digunakan sudah rusak
sehingga saat pengamatan tidak menghasilkan hasil yang sesuai, buah alpukat
termasuk buah yang mengandung banyak karbohidra.
Selanjutnya uji barfoed dengan menggunakan sampel buah jeruk sebanyak 2
ml dan dicampur dengan 2ml larutan uji barfoed yang kemudian di panaskan
selama 3 menit di atas api secara tidak langsung dapat dilihat tidak adanya
perubahan warna pada ekstrak buah dan tidak terdapat endapan sehingga
menunjukkan adanya kandungan disakarida.
Uji yang terakhir yaitu uji seliwanoff dengan menggunakan ekstrak buah
pepaya yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml dan di tambahkan
larutan uji seliwanoff sebanyak 3 ml yang dipanaskan di atas api selama 30 detik,
dapat dilihat adanya perubahan dari warna jingga menjadi coklat hal ini
menandakan bahwa buah papaya mengandung karbohidrat sederhana
monosakarida jenis glukosa.
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Ekstrak buah mangga yang ditetesi iodine mengandung polisakarida berupa
selulosa, ekstak buah strawberry mengandung karbohidrat kompleks
polisakarida berupa dekstrin, dan pada ekstrak buah jambu air mengandung
polisakarida berupa glikogen.
2. Ekstrak buah mangga yang ditetesi larutan benedict mengandung karbohidrat
sederhana disakarida berupa maltosa, ekstrak buah strawberry mengandung
karbohidrat sederhana monosakarida berupa sukrosa dan ekstrak buah jambu
air mengandung karbohidrat sederhana disakarida berupa maltosa.
3. Ekstrak buah alpukat yang di uji menggunakan molish terbentuk endapan
berwarna ungu tetapi tidak terbentuk lapisan cincin dikarenakan molish sudah
rusak, ekstrak buah alpukat mengandung banyak karbohidrat.
4. Ekstrak buah jeruk yang di uji menggunakan barfoed mengandung karbohidrat
disakarida.
5. Ekstrak buah pepaya yang di uji dengan seliwanoff mengandung karbohidrat
monosakarida berupa glukosa.
V. DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Garamedia Pustaka Utama
Hamid, A Toha, Abdul. 2005. Biokimia : Metabolisme Biomolekul. Jakarta :
Alfabeta
Huwae, Barrey, R. 2014. Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu
Yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku. Jurnal Biopendix. Vol 1 No. 1 : 59
Murray, R, K, dkk. 2009. Biokimia Harper. Jakarta : Buku Kedokteran EGC
Putra, Sutanto, P, dkk. 2015. Kajian Berat Segar Dan Kandungan Karbohidrat
Terlarut Total Pada Setiap Tingkat Kematangan Buah Pisang Kepok (Musa
Paradisiaca formatypica). Jurnal Penelitian. Vol 2 No. 1 : 1
Sibuea, Sihol, Marito, dkk. 2014. Identifikasi Dan Inventarisasi Jenis Tanaman
Umbi-umbian Yang Berpotensi Sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif Di
Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Penelitian. Vol 2 No. 4 : 1408-1409