Anda di halaman 1dari 3

CRITICAL APPRAISAL

1. Deskripsi Umum
1.1 Desain penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelittian analitik observasional menggunakan studi
prospektif dengan desain penelitian cross sectional.
1.2 Populasi target, populasi terjangkau, dan sampel
1.2.1 Populasi Target
Kasus kematian tidak wajar yang masuk ke autopsi medikolegal di Kepulauan
Canary, Spanyol
1.2.2 Populasi Terjangkau
Kasus kematian tidak wajar yang masuk ke autopsi medikolegal di Departemen
Forensik Las Palmas Kepulauan Canary, Spanyol selama tahun 2015.
1.2.3 Sampel
Sampel pada penelitian ini adalah 137 subjek yang telah diautopsi dan tersedia
sampel darah pada 29 subjek, vitreous humor tersedia pada 13 subjek dan 95 subjek
yang memiliki keduanya.
1.3 Cara pemilihan sampel
Pada penelitian ini cara pemilihan sampel adalah total sampling.
1.4 Variabel bebas
Variabel bebas pada penelitian ini adalah jenis kelamin, usia, status kewarganegaraan, dan
penyebab kematian
1.5 Variabel tergantung
Variebel tergantung pada penelitian ini adalah kadar ethanol dalam darah dan vitreous humor
1.6 Hasil utama penelitian
Hasil penelitian ini adalah 46% kasus positif alkohol dalam darah dan/atau vitreous, dimana
setengahnya adalah wisatawan. Proporsi etanol positif lebih tinggi diantara pria dibanding
wanita meskipun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik. Konsentrasi alkohol serum
(BAC) lebih tinggi pada laki-laki di atas 60 tahun. Penyebab terbanyak meninggal karena
kecelakaan lalu lintas, dan korban memiliki proporsi positif alkohol tertinggi , dan rasio BAC
dan alkohol di vitreous humor (AIVH) lebih tinggi pada korban kecelakaan lalu lintas.
Proporsi kasus tenggelam dengan hasil alkohol positif masih menjadi perhatian, terutama
tempat-tempat yang menjadi tempat wisata seperti di Pulau Canaria. Hal utama yang menjadi
sorotan pada penelitian ini adalah adanya hubungan mengkonsumsi alkohol dengan
kecelakaan lalu lintas karena kelompok ini menunjukkan konsentrasi alkohol paling tinggi
dan pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan sesaat setelah minum alkohol dengan
kejadian kecelakaan lalu lintas pada subyek.

2. Validitas Interna, Hubungan Non Kausal


2.1. Hasil dipengaruhi bias
Pada penelitian ini ditemukan bias berupa perbedaan farmakodinamik dan farmakokinetik
alkohol pada setiap subyek yang mana akan mempengaruhi kadar puncak alkohol dalam
darah, keseimbangan difusi dan waktu eliminisinya. Seharusnya pada penelitian ini
ditambahkan farmakodinamik dan farmakokinetik alkohol dan hubungannya dengan jenis
kelamin dan umur.
2.2. Hasil dipengaruhi faktor peluang
Penelitian ini tidak dipengaruhi oleh faktor peluang
2.3. Observasi dipengaruhi perancu
Pada penelitian ini memiliki faktor perancu berupa tingkat pendapatan, adanya penyakit jiwa
sebelumnya (seperti depresi atau skizofrenia), atau adanya paparan obat lain yang sah atau
obat terlarang (yaitu benzodiazepin, antidepresan trisiklik, ganja, kokain, dan lain-lain)

3. Validitas Interna, Hubungan Kausal


3.1. Hubungan waktu
Pada penelitian ini tidak disebutkan hubungan waktu yang jelas. Sebaiknya pada penelitian
ini ditetapkan interval waktu postmortem sebelum pengambilan sampel darah dan vitreous
humor
3.2. Asosiasi
Asosiasi pada penelitian ini kurang kuat karena dari hasil statistik didapatkan bahwa kadar
alkohol dalam darah secara statistik lebih tinggi pada kelompok subjek yang meninggal
dalam kecelakaan lalu lintas, dalam penelitian ini juga menunjukkan terdapat perbedaan
signifikan antara antara rasio BAC : VHAC dengan penyebab kematian dari data
perbandingan rasio tersebut dapat kita simpulkan bahwa subyek yang meminum alkohol
sesaat sebelum mengemudi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan
lalu lintas yang fatal.
3.3. Hubungan dosis
Pada penelitian ini terdapat hubungan dosis ethanol dalam darah dan vitreous humor dengan
penyebab kematian.
3.4. Hasil konsistensi dalam penelitian
Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan konsistensi
3.5. Hubungan bersifat spesifik
Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang spesifik.
3.6. Ada Koherensi
Pada penelitian ini terdapat koherensi dengan teori yang sudah ada.
3.7. Ada biologically plausible
Pada penelitian ini tidak terdapat biologically plausible.

4. Validitas Eksterna
4.1. Hasil dapat diterapkan pada subjek terpilih
Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada subjek terpilih.
4.2. Hasil dapat diterapkan pada populasi terjangkau
Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada populasi terjangkau.
4.3. Hasil dapat diterapkan pada populasi yang lebih luas
Hasil penelitian ini pada populasi yang lebih luas tidak dapat dinilai, dikarenakan penelitian
ini dilakukan pada suatu kriteria inklusi tertentu.