Anda di halaman 1dari 6

Geo Image 5 (2) (2016)

Geo Image
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage

PENILAIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR


DESA WANADRI KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BANJARNEGARA

Muhamad Khasyir, Ananto Aji & Wahyu Setyaningsih

Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Info Artikel Abstrak


Diterima Juni 2016 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ancaman, kerentanan, dan kapasitas
Disetujui Juli 2016 bencana tanah longsor serta menganalisis tingkat risiko bencana tanah longsor di
Dipublikasikan November Desa Wanadri. Metode penelitian ini adalah metode kajian risiko bencana. Ka-
2016
jian risiko bencana merupakan pendekatan untuk memperlihatkan potensi dampak
negatif yang timbul akibat suatu potensi bencana yang melanda. tingkat bencana
Keywords:
landslide, threats, vulner- tanah longsor di Desa Wanadri berkisar dari ancaman sedang seluas 76,81 Ha den-
ability, capacity, risk gan jumlah penduduk 175 jiwa yang terancam dan tinggi memiliki jumlah pen-
duduk 4.568 jiwa terancam dengan luas 551,7 Ha. Tingkat kerentanan bencana
tanah longsor di Desa Wanadri berkisar dari rendah seluas 3,7 Ha dan luas tingkat
kerentanan sedang sebesar 624,81 Ha sampai sedang. Tingkat kapasitas bencana di
Desa Desa Wanadri tergolong rendah, sebab indikator dari desa/kelurahan tang-
guh bencana bernilai rendah atau masuk dalam klasifikasi Desa Tangguh Bencana
Pratama. Luas tingkat risiko bencana tanah longsor di Desa Wanadri adalah tinggi
seluas 547,96 Ha, tingkat risiko sedang seluas 76,84 Ha, dan tingkat risiko rendah
seluas 3,7 Ha.

Abstract
The research aims to find out threats, vulnerability,and capacity of landslide disaster, also
analyse the risk level of landslide at Wanadri Village. The research method is disaster risk as-
sesment method. Disaster risk assesment is an approach to show potential negative impact that
appears because of potential disasters that struck. The level of landslide at Wanadri Village
is based on medium threats were covering 76,81 hectares with population is 175 inhabitans
threatened and high threats were covering 557,1 Hectares with population is 4.568 inhabitans
threatened. The vulnerability level of landslide at Wanadri Village which is approximately
from low is 3,7 Hectares and comprehensive level of medium vulnerability is 624,81 Hectares
to medium. The capacity level of disaster at Wanadri Village belongs to low level because the
indicator of Tangguh Village has low score or belongs to the classification of Disaster Resilient
Village Primary. Comprehensive level of risk of landslide disaster at Wanadri are high risk
level is 574,96 Hectares, medium risk level is 76,84 Hectares, and low risk level is 3,7Hectares.

© 2016 Universitas Negeri Semarang


Alamat korespondensi: ISSN 2252-6285
Gedung C1 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Email: geografiunnes@gmail.com
Muhamad Khasyir / Geo Image 5 (2) (2016)

PENDAHULUAN METODE PENELITIAN


Tanah longsor adalah suatu peristiwa alam Penelitian menggunakan metode kajian risiko
yang pada saat ini kejadiannya semakin meningkat. bencana. Kajian risiko bencana merupakan pendeka-
Bencana alam tanah longsor dapat terjadi karena pola tan untuk memperlihatkan potensi dampak negatif
pemanfaatan lahan yang tidak mengikuti kaidah keles- yang timbul akibat suatu potensi bencana yang me-
tarian lingkungan, seperti penggundulan hutan, dan landa. Populasi dalam penelitian ini adalah kecama-
pengambilan sumber daya alam yang melampaui daya tan bawang. Sampel dalam penelitian ini adalah Desa
dukungnya. Perkembangan suatu wilayah akan me- Wanadri, teknik pengambilan sampel dengan teknik
ningkatan kebutuhan akan lahan sebagai tempat ting- purposive sampling yaitu pengambilan anggota sampel
gal dan aktivitas ekonomi, adapun ketersediaan lahan dari populasi dilakukan dengan pertimbangan tertentu
yang ada tidak mengalami perkembangan. Penduduk (Sugiyono, 2012:124). Teknik purposive sampling di-
terpaksa menempati lokasi yang rawan longsor seperti gunakan untuk mengetahui kapasitas bencana tanah
daerah perbukitan dan lereng pegunungan. Aktivitas longsor di Desa Wanadri. Penetapan sampel dilakukan
masyarakat tersebut menyebabkan tingkat kerawanan dengan pertimbangan pemangku kepentingan, masy-
bencana tanah longsor menjadi semakin meningkat. arakat yang masuk wilayah ancaman longsor tinggi,
Rencana penanggulangan bencana di suatu lembaga dan komunitas masyarakat di Desa Wanadri
daerah merupakan amanat dari Undang-undang No- yang secara langsung dan tidak langsung terlibat da-
mor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. lam penanggulangan risiko bencana. Pengkajian risiko
Hal ini diperjelas lagi dalam Peraturan Kepala Badan bencana pada dasarnya adalah menentukan besaran 3
Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun komponen yaitu ancaman, kerentanan, dan kapasitas.
2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Ben- Setiap komponen terdapat indikator sesuai dengan Pe-
cana. Rencana Penanggulangan Bencana merupakan raturan Kepala BNPB No 2 Tahun 2012, penentuan
wujud dari upaya pemerintah terkait dengan perumu- ancaman, kerentanan, dan kapasitas seluruh indika-
san program-program kegiatan dan fokus prioritas pe- tor dibagi menjadi 3 kelas yaitu rendah, sedang, dan
nanggulangan bencana. Potensi kebencanaan yang be- tinggi. Hasil pengkajian risiko bencana terdiri dari 2
ragam, tingkat kerentanan yang cenderung tinggi serta bagian, yaitu peta risiko bencana dan dokumen kajian
tingkat kapasitas penduduk yang masih kurang, diper- risiko bencana.
lukan keberadaan sebuah rencana terpadu yang bergu-
na dalam menghadapi kondisi kebencanaan yang ada. HASIL PENELITIAN
Pada kawasan rawan bencana longsor, kegia- Gambaran Umum Daerah Penelitian
tan pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan Desa Wanadri merupakan satu dari 18 desa
melalui upaya penanggulangan untuk meminimalkan di wilayah Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjar-
dampak akibat bencana yang mungkin timbul. Sub- negara. Desa Wanadri secara geografis terletak pada
stansi pedoman mencakup semua aspek yang terkait 109°036’15,9” sampai dengan 109°037’40,7” Bujur
dengan rencana dan pemanfaatan ruang di kawasan ra- Timur dan 7°027’47,2” sampai dengan 7°029’95,1”
wan bencana longsor, serta pengendalian pemanfaatan Lintang Selatan. Wilayah Desa Wanadri didominasi
ruang. Tanah longsor merupakan bencana alam yang oleh perbukitan dengan ketinggian + 600 meter dari
sebenarnya dapat diramalkan kedatangannya, untuk permukaan laut. Jarak Desa Wanadri dengan kecama-
melakukan pengurangan risiko bencana maka karakte- tan 14,6 km dan jarak dengan ibukota kabupaten se-
ristik bencana harus dikaji secara seksama. Upaya jauh 19,6 km.
pengkajian risiko bencana pada dasarnya ada-
lah menentukan besaran ancaman, kerentanan, dan Ancaman Bencana Tanah Longsor
kapasitas bencana (Muta’ali, 2014:199). Wilayah Desa Wanadri yang sebagian besar
Kecamatan Bawang merupakan salah satu ke- mempunyai ancaman longsor tinggi secara keseluru-
camatan di Kabupaten Banjarnegara yang memiliki han berada di tiga dusun yaitu Dusun Pengantulan,
potensi longsor sedang hingga tinggi, terutama di Desa Dusun Kalilandak, dan Dusun Silangit. Hal ini dipen-
Wanadri. Terdapat 10 kejadian tanah longsor di Desa garuhi oleh faktor topografi wilayah yang curam den-
Wanadri dari tahun 2013 sampai dengan awal tahun gan kemiringan lebih dari 30%. Tutupan lahan yang
2016. Lokasi Desa Wanadri terletak pada wilayah Pe- rendah di Desa Wanadri terdiri dari tegalan/ladang,
gunungan Serayu Selatan, sebagian besar wilayahnya tambang, dan semak belukar. Rendahnya tutupan la-
merupakan perbukitan dengan kemiringan lereng yang han suatu wilayah tentu membuat semakin sedikit
curam. Hal ini yang menyebabkan penulis tertarik daya serap tanah terhadap air hujan yang termasuk
untuk melakukan penelitian di daerah ini dengan ju- tinggi di Desa Wanadri sebesar 3.500-4.000 mm per ta-
dul “Penilaian Risiko Bencana Tanah Longsor Desa hun. Faktor jarak sesar dan intensitas guncangan ma-
Wanadri Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarne- suk klasifikasi sedang sampai tinggi yaitu 5.000 meter
gara.” Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu untuk jarak sesar/patahan sedang serta 10 meter untuk
upaya untuk mendukung pengurangan risiko bencana jarak sesar/patahan tinggi dan 0,25-0,30 gal pada in-
tanah longsor. tensitas guncangan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk men- Dusun Kalilandak memiliki wilayah ancaman
getahui ancaman, kerentanan, dan kapasitas bencana longsor tinggi terluas yaitu 184,57 Ha, sedangkan wi-
tanah longsor dan menganalisis tingkat risiko bencana layah terkecil pada ancaman longsor sedang berada
tanah longsor di Desa Wanadri. pada Dusun Silangit dengan luas 8,47 Ha. Jumlah

2
Muahamad Khasyir / Geo Image 5 (2) (2016)

penduduk yang tinggal pada wilayah ancaman longsor 4 Kalilan- 204,02 1,09 202,93 0
tinggi adalah 4.568 jiwa, sedangkan penduduk pada dak
ancaman longsor sedang 175 jiwa.
5 Silangit 155,01 0 155,01 0

Kerentanan Bencana Tanah Longsor Jml 628,51 3,7 624,81 0


Kerentanan tanah longsor diperoleh dengan Sumber : Hasil Pengolahan dan Analisis 2016
menggabungkan hasil dari setiap komponen dengan
bobot kerentanan tanah longsor, dimana setiap kom- Wilayah Desa Wanadri memiliki kerentanan
ponen diberi harkat atau skor sesuai dengan bobot tanah longsor kategori sedang 624 Ha atau 99,41%
yang ditentukan dalam Peraturan Kepala BNPB No- dari keseluruhan wilayah administrasi. Dusun Kalilan-
mor 2 Tahun 2012. Kerentanan tanah longsor dibagi dak memiliki wilayah kerentanan tanah longsor terluas
menjadi tiga klasifikasi yaitu rendah (<0,333), sedang yaitu 202,93 Ha, sedangkan wilayah kerentanan tanah
(0,333-0,666), dan tinggi (>0,666). Komponen kerenta- longsor terkecil berada di Dusun Krajan Patoman
nan tanah longsor yang digunakan antara lain kerenta- 31,83 Ha.
nan sosial, kerentanan ekonomi, kerentanan fisik, dan
kerentanan lingkungan. Tabel 1 menunjukkan hasil Kapasitas Bencana Tanah Longsor
komponen kerentanan tanah longsor Desa Wanadri. Kapasitas bencana tingkat desa dihasilkan dari
indeks kapasitas yang diperoleh dari hasil Program
Tabel 1 Hasil Komponen Kerentanan Tanah Longsor Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Nilai Desa/Kelu-
rahan Tangguh Bencana diperoleh dari hasil wawan-
No Komponen Hasil Kriteria Bobot
cara dengan instansi pemerintah, lembaga/ organisasi
(%)
masyarakat, tokoh masyarakat, dan korban bencana
1 Kerentanan 0,606 Sedang 40% tanah longsor di Desa Wanadri.
Sosial
2 Kerentanan 1 Tinggi 25% Hasil wawancara dengan instansi pemerintah,
Ekonomi lembaga/ organisasi masyarakat, tokoh masyarakat,
dan korban bencana tanah longsor di Desa Wanadri
3 Kerentanan 0,433 Sedang 25%
kemudian dihitung berdasarkan nilai dari indeks indi-
Fisik
kator/prioritas. Tabel 3 menyajikan hasil dari perhi-
4 Kerentanan 0,599 Tinggi 10% tungan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.
Lingkungan
Sumber : Hasil Pengolahan dan Analisis 2016 Tabel 3 Nilai Indikator Desa/Kelurahan Tangguh
Bencana
Desa Wanadri sebagian besar mempunyai ke- No Indikator Skor
rentanan longsor sedang, hal ini dipengaruhi oleh fak-
tor kelompok rentan yang terdampak bernilai tinggi. 1 Legislasi 1,04
Faktor lahan produktif yang menjadi mata pencahari- 2 Perencanaan 0,58
an masyarakat sebagai petani juga bernilai tinggi lebih 3 Kelembagaan 3,17
dari 200 juta dan pendapatan desa memliki kerentanan
tinggi. Fasilitas umum memiliki nilai tinggi, fasilitas 4 Pendanaan 2,86
pendidikan merupakan faktor penyumbang nilai ter- 5 Pengembangan Kapasitas 3,53
tinggi dalam kerentanan tanah longsor. Hutan lindung 6 Penyelenggaraan Penanggulangan 9,33
memiliki kerentanan tinggi karena luas lebih dari 75 Bencana
Ha. Kondisi rumah warga dan kepadatan penduduk
bernilai sedang. Tabel 2 menyajikan luas kerentanan Jumlah 20,51
bencana tanah longsor di Desa Wanadri. Sumber : Hasil Pengolahan dan Analisis 2016

Tabel 2 Luas Kerentanan Bencana Tanah Longsor Berdasarkan nilai Desa/Kelurahan Tangguh
Desa Wanadri Bencana Desa Wanadri termasuk Desa Tangguh Ben-
cana Pratama, dalam indeks kapasitas memiliki skor
No Dusun Luas Luas Luas Luas
(Ha) Keren- Keren- Keren-
20,51 yang masuk dalam kategori kapasitas bencana
tanan tanan tanan rendah. Penyebab rendahnya nilai kapasitas Desa
Rendah Sedang Tinggi Wanadri adalah rendahnya nilai indikator penyusun
(Ha) (Ha) (Ha) Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, sebagian besar
1 Krajan 31,83 0 31,83 0 indikator masih pada tahap perencanaan. Sedangkan
Patoman implementasi atau kinerja masih sangat sedikit dan
belum adanya mekanisme dalam penanggulangan ri-
2 Karang 103,93 0 103,93 0
Pucung siko bencana.Lampiran 3 menyajikan peta kapasitas
bencana Desa Wanadri berdasarkan indeks kapasitas
3 Pengan- 133,69 2,61 131,08 0
bencana.
tulan

3
Muhamad Khasyir / Geo Image 5 (2) (2016)

Risiko Bencana Tanah Longsor Tingkat Kerentanan Bencana Tanah Longsor


Risiko bencana tanah longsor merupakan kom- Wilayah Desa Wanadri sebagian besar mempu-
binasi indeks ancaman tanah longsor, kerentanan ben- nyai kerentanan longsor sedang, hal ini dipengaruhi
cana tanah longsor, dan kapasitas bencana. Hasil dari oleh faktor kelompok rentan yang terdampak yaitu ra-
penilaian risiko bencana berupa peta risiko bencana, sio jumlah penduduk perempuan 87,02% sebesar 2.207
peta risiko bencana disusun dengan metode overlay jiwa, rasio keluarga non sejahtera 95,76% yaitu 655
pada software ArcGIS 10.1. Perhitungan untuk me- KK menunjukkan ketimpangan ekonomi yang besar,
nentukan risiko bencana berpedoman pada Peraturan dan kelompok umur 40,41% atau 1.365 jiwa. Pendu-
Kepala BNPB Tahun 2012, dengan menggunakan ru- duk cacat di Desa Wanadri berjumlah 11 jiwa, yaitu
mus di bawah ini. 4 jiwa tuna netra dan 7 bisu/tuli. Mata pencaharian
penduduk Desa Wanadri sebagian besar sebagai petani
tradisional serta berpendidikan rendah. Perekonomian
berupa lahan produktif yang menjadi mata pencahari-
Luas risiko bencana tanah longsor tinggi di an masyarakat sebagai petani juga bernilai tinggi lebih
Desa Wanadri adalah 547,96 Ha yang ditempati oleh dari 200 juta dan pendapatan desa memliki kerentanan
4.568 jiwa, sedangkan luas wilayah risiko bencana tinggi. Lokasi fasilitas umum berada di wilayah anca-
longsor sedang 76,84 Ha yang ditempati oleh 175 jiwa, man tinggi menyebabkan nilai kerentanan tinggi pula,
secara keseluruhan luas risiko bencana tanah longsor fasilitas pendidikan merupakan faktor penyumbang
di desa Wanadri 624,8 Ha. Hal ini dikarenakan luas nilai tertinggi dalam kerentanan tanah longsor (lebih
wilayah risiko bencana longsor rendah seluas 3,70 Ha dari 1 milyar). Hutan lindung memiliki kerentanan
berupa tambang pasir putih yang tidak dihuni oleh tinggi karena memliki luas lebih dari 75 Ha. Kondisi
penduduk. Peta risiko tanah longsor yang tersaji pada rumah warga dan kepadatan penduduk bernilai sedang
Gambar 1 (Terlampir). menggambarkan tingkat kesejahteraan ekonomi masih
Dusun yang mempunyai wilayah terluas risiko rendah.
bencana tanah longsor tinggi adalah Dusun Kalilan-
dak seluas 183,48 Ha, sedangkan dusun dengan luas Tingkat Kapasitas Bencana Tanah Longsor
wilayah risiko bencana tanah longsor terkecil yaitu Du- Tingkat kapasitas bencana berdasarkan nilai
sun Krajan Patoman 21,56 Ha. Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Desa Wanadri
Dusun Silangit memiliki penduduk tertinggi termasuk Desa Tangguh Bencana Pratama dengan ni-
yang menempati risiko bencana tanah longsor tinggi lai 20,51 dalam indeks kapasitas memiliki skor 0,333
sebanyak 1.210 jiwa, penduduk terkecil yang menem- atau rendah. Penyebab rendahnya nilai kapasitas Desa
pati wilayah risiko bencana tanah longsor tinggi 735 Wanadri adalah rendahnya nilai indikator/prioritas
jiwa berada pada Dusun Pengantulan. Persentase wila- penyusun Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Ku-
yah bahaya tanah tanah longsor di Desa Wanadri men- rangnya sosialisasi pemerintah desa menyebabkan ke-
capai 99,41% dan 100% penduduk menempati wilayah cilnya partisipasi masyarakat pada upaya membentuk
bahaya tanah longsor. sebuah peraturan desa tentang penanggulangan ben-
cana. Legislasi yang belum tersusun, sehingga pada
PEMBAHASAN upaya-upaya mitigasi bencana tidak dapat dilaksana-
Tingkat Ancaman Bencana Tanah Longsor kan karena belum ada payung hukum yang tetap. Pada
Wilayah Desa Wanadri memiliki ancaman tahap perencanaan penanggulangan bencana yang me-
longsor yang tinggi, dalam kurun waktu tiga tahun te- muat dokumen penanggulangan bencana juga belum
rakhir 2013-2016 terdapat 10 kejadian tanah longsor. terbentuk. Legislasi dan kelembagaan berperan pen-
Total untuk rumah rusak berat 25 buah, rusak sedang ting dalam keluarnya anggaran desa dalam kegiatan-
17 buah, rusak ringan 8 buah, dan rumah terancam kegiatan penanggulangan bencana, selama ini dana
longsor sebanyak 54 buah. Selain merusak rumah dalam penanggulangan risiko bencana diperoleh dari
warga, longsor juga menutup jalan penghubung antar sumbangan warga apabila sudah terjadi bencana.
dusun di Desa Wanadri serta merusak lahan pertani- Kurangnya pengetahuan, pelatihan, dan keter-
an penduduk. Luas ancaman longsor tinggi di Desa libatan tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat
Wanadri adalah 551,72 Ha dan luas ancaman longsor menjadikan ketidakmampuan desa dalam mengem-
sedang sebesar 76,8 Ha. Tingkat ancaman bencana bangkan kapasitas. Penyelenggaraan penanggulangan
longsor di Desa Wanadri bernilai tinggi disebabkan bencana di Desa Wanadri juga belum maksimal, sebab
oleh lima faktor sebagai penyusun tingkat ancaman desa Wanadri belum memiliki peta skala detil, jalur
longsor berupa lereng yang curam, tutupan vegetasi evakuasi, dan sistem peringatan dini bencana tanah
rendah, lokasi desa berada pada sesar/patahan, inten- longsor yang memadai. Lemahnya legislasi, kelemba-
sitas guncangan pada tingkat sedang, dan curah hujan gaan, pendanaan, pengembangan kapasitas, dan pe-
yang tinggi. nyelenggaraan penanggulangan bencana menjadikan
nilai tingkat kapasitas bencana tanah longsor di Desa
Wanadri yang rendah.

4
Muahamad Khasyir / Geo Image 5 (2) (2016)

Tingkat Risiko Bencana Tanah Longsor Sebagian besar wilayah Desa Wanadri memili-
Risiko bencana tanah longsor di Desa Wanadri ki tingkat risiko bencana tanah longsor tinggi, hal ini
diklasifikasikan menjadi tiga kelas berdasarkan risi- disebabkan tingkat ancaman yang tinggi dengan ting-
konya, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Wilayah Desa kat kerentanan sedang, disamping itu tingkat kapasitas
Wanadri yang masuk dalam kategori tinggi sebesar bencana bernilai rendah yang menyebabkan rendah-
87,18%, sedang sebesar 12,23%, dan rendah 0,59%. nya kemampuan masyarakat Desa Wanadri dalam
Dusun Kalilandak memiliki risiko bencana tanah long- penanggulangan risiko bencana tanah longsor. Luas
sor terluas, sedangkan Dusun Krajan Patoman memili- risiko bencana tanah longsor tinggi adalah 547,96 Ha,
ki tingkat risiko bencana tinggi paling kecil. tingkat risiko sedang seluas 76,84 Ha, dan tingkat risi-
Tingginya risiko bencana di sebagian besar ko rendah seluas 3,7 ha.
wilayah Desa Wanadri dipengaruhi oleh faktor fisik, Harapan yang diinginkan dalam proses penilaian
dimana sebagian besar wilayah Desa Wanadri memi- risiko bencana tanah longsor Desa Wanadri antara lain:
liki kemiringan lereng yang curam, berada pada jalur Kepada lembaga pemerintah terutama pe-
patahan, curah hujan tinggi serta tutupan vegetasi yang rangkat desa, perlu melakukan pengawasan dan sosia-
rendah menyebabkan wilayah desa Wanadri memiliki lisasi pemanfaatan lahan pada daerah bahaya bencana
tingkat ancaman yang tinggi. tanah longsor. Hal ini dilakukan untuk mengurangi
Nilai dari tingkat kerentanan tanah longsor meluasnya daerah bahaya tanah longsor dan menekan
menggambarkan penduduk, harta, serta investasi di tingkat kerentanan.
Desa Wanadri yang terancam bahaya tanah longsor. Peningkatan kapasitas bencana harus dilaku-
Hal ini disebabkan penduduk membangun rumah dan kan guna mengurangi tingkat risiko bencana, seperti
fasilitas umum pada daerah yang memiliki ancaman melakukan sosialisai, pendidikan kebencanaan pada
tinggi, juga sebagian besar wilayah Desa Wanadri di tingkat RT, meningkatkan jumlah relawan, reboisasi
gantungkan pada sektor pertanian. Sehingga bila ter- pada lereng terjal, pembuatan tanggul/dinding pena-
jadi tanah longsor pada lahan pertanian, maka akan han tebing, dan pembuatan jalur evakuasi pada tiap
terganggu pula aktifitas ekonomi warga. dusun. Sehingga tingkat risko bencana tanah longsor
Tingkat kapasitas yang rendah sangat berpenga- dapat dikurangi agar tidak menimbulkan kerugian
ruh terhadap tingginya risiko bencana di Desa Wanad- maupun korban jiwa.
ri. Hal ini di karenakan sebagian besar indikator da-
lam program desa/kelurahan tangguh bencana masih DAFTAR PUSTAKA
pada tahap satu, yaitu pada tahap upaya atau wacana. Muta’ali, Lutfi. 2014. Perencanaan Pengembangan
Rendahnya tingkat kapasitas di Desa Wanadri dengan Wilayah Berbasis Pengurangan Risiko Ben-
tingginya tingkat ancaman tentunya tidak bisa mene- cana. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas
kan tingkat kerugian (kerentanan) yang ditimbulkan, Geografi Universitas Gadjah Mada.
sehingga menjadikan tingginya tingkat risiko di Desa Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan
Wanadri. Bencana Nomor 02 Tahun 2012 Tentang Pe-
doman Umum Pengkajian Resiko Bencana.
SIMPULAN Jakarta: BNPB.
Desa Wanadri memiliki ancaman bencana ta- Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor. 22/
nah longsor pada tingkat sedang sampai tinggi. Ting- PRT/M/2007 Tentang Pedoman Penataan
kat ancaman sedang seluas 76,81 Ha dan tingkat anca- Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor.
man tinggi dengan luas 551,7 Ha. Sedangkan tingkat Departemen Pekerjaan Umum. Direktorat Jen-
kerentanan bencana tanah longsor di Desa Wanadri deral Penataan Ruang. Jakarta.
berkisar dari rendah rendah seluas 3,7 Ha dan luas ke- Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan
rentanan sedang sebesar 624,81 Ha. Tingkat kapasitas Pendekatan Kuantitatif. Bandung: ALFABE-
bencana di Desa Desa Wanadri tergolong rendah. Hal TA.
ini dikarenakan indikator dari desa/kelurahan tangguh Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun
bencana bernilai rendah atau masuk dalam klasifikasi 2007 tentang Penanggulangan Bencana. 2007.
Desa Tangguh Bencana Pratama, atau bernilai 0,333 Jakarta: Kementrian Hukum dan HAM Re-
pada skor kapasitas. publik Indonesia.

5
Muhamad Khasyir / Geo Image 5 (2) (2016)

LAMPIRAN

Gambar 1 Peta Risiko Bencana Tanah Longsor