Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.

1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

Perancangan Dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance Pada Android

Sariyun Naja Anwar, Isworo Nugroho dan Endang Lestariningsih


Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Stikubank Semarang
Email: sariyunna@yahoo.co.id; wwk6259@gmail.com; endang_lestari51@yahoo.com

Abstrak

Aplikasi Semarang Guidance dibuat untuk memberikan informasi lokasi penting bagi masyarakat
yang membutuhkan petunjuk jalan lokasi wisata. Hal ini didasarkan pada masih banyak masyarakat
yang belum mengetahui lokasi terdekat tempat-tempat wisata. Penelitian ini menggunakan model
pengembangan SDLC. Model analisisnya menggunakan Use Case, Activity, Class Diagram, E-R
Diagram dan kamus data. Manfaatnya dapat memberikan kemudahan dalam mengetahui letak dan
posisi geografis tempat wisata terdekat disekitar pengguna beserta informasi pendukung dengan
melalui ponsel Android. Dalam aplikasi ini menginformasikan dan visualisasi objek dalam bentuk
maps. selain itu terdapat rute untuk menuju objek wisata yang dipilih, pencarian objek wisata, dan
menu pendukung lainnya. Aplikasi ini berbentuk mobile application dan juga web service dengan
bahasa pemrograman untuk mobile application JAVA dan SQLITE sebagai database, web service
PHP dan MYSQL sebagai database.

Kata Kunci: Location Based Service, Android, Wisata, Lokasi

PENDAHULUAN memberikan informasi wisata beserta penjelasan


singkatnya dan menampilkan peta rute terdekat
Sebagai ibukota propinsi Jawa Tengah,
menuju lokasi wisata yang akan dituju melalui
kota Semarang merupakan suatu kota yang
Google Maps APIs.
memiliki banyak tempat yang bisa dikunjungi
bagi wisatawan. Namun tidak semua tempat- Dengan adanya aplikasi mobile semarang
tempat menarik di Semarang diketahui oleh guidance berbasis android ini diharapkan
wisatawan karena kurangnya informasi. Media kebutuhan informasi akan tempat wisata dan
informasi yang tersedia saat ini berupa media tempat menarik lainnya di Semarang dapat
cetak (koran, brosur, buku) serta media televisi terpenuhi.
dan website.
PERUMUSAN MASALAH
Perkembangan teknologi komputasi mobile
telah meningkat pesat. Hal ini ditandai dengan
a. Bagaimana membuat aplikasi mobile dengan
menggunakan teknologi Location Based
semakin banyaknya fungsi pada perangkat
Service (LBS) di platform Android?
mobile tersebut seperti tersedia Global
Positioning System (GPS) yang telah terintegrasi, b. Bagaimana membuat aplikasi yang dapat
dan tersedianya layanan berdasarkan lokasi menampilkan peta dan rute perjalanan
(Location Based Service). Sistem operasi pada menuju lokasi wisata di kota Semarang?
telepon selular juga terus mengalami
perkembangan, diantaranya adalah android. c. Bagaimana membuta database informasi
lokasi wisata di Kota Semarang yang dapat
Dalam membantu wisatawan dalam diakses oleh user melalui mobile device
menemukan lokasi wisata di kota Semarang, android dan dapat diupdate oleh admin
dibangunlah sebuah aplikasi yang dapat melalui web ?

148 Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

TUJUAN DAN MANFAAT saja informasi yang diberikan tetap berkaitan


dengan kebutuhan pelanggan.
Merancang aplikasi mobile menggunakan
teknologi Location Based Service (LBS) di 1.2. Lokasi Dalam LBS.
platform Android pada objek-objek wisata di kota
Lokasi dapat dinyatakan dalam bentuk data
Semarang berdasarkan koordinat posisi
spasial atau deskripsi teks. Data spasial dapat
perangkat mobile yang didapat dari GPS, dan
dinyatakan menggunakan latitude, longitude dan
peta yang didapatkan dengan menggunakan
altitude. Latitude dinyatakan dalam nilai 0 - 90
Google Maps API, serta menentukan petunjuk
derajat utara atau selatan dari garis khatulistiwa.
arah jalan (rute) dengan menggunakan Google
Longitude dinyatakan dengan nilai 0 – 180
Maps Direction. Manfaatnya diharapkan akan
derajat timur atau barat dari prime meridian.
mempermudah pengguna android mobile dalam
Prime meridian adalah sebuah garis virtual yang
memperoleh informasi wisata yang diinginkan di
melewati sebuah kota bernama Greenwich di
kota Semarang.
Inggris. Altitude menyatakan tinggi permukaan
TELAAH PUSTAKA dari permukaan laut. (Sunyoto 2009).
1. Location Based Service (LBS) 1.3. Komponen LBS
Layanan Berbasis lokasi (LBS) adalah Layanan Berbasis Lokasi terdiri lima
layanan yang dapat diakses melalui mobile komponen utama yaitu : (Akbar, 2011)
device yang dilengkapi kemampuan untuk
a. Mobile Devices: Suatu alat yang digunakan
memanfaatkan lokasi dari mobile device
oleh pengguna untuk meminta informasi
tersebut. Layanan berbasis lokasi dapat
yang dibutuhkan.
digambarkan sebagai suatu layanan yang berada
pada pertemuan tiga teknologi yaitu: Geographic b. Comunication Network: Jaringan
Information System, Internet Service, dan Mobile komunikasi yang mengirim data pengguna
Devices. Hal ini dapat dilihat pada gambar dan informasi yang diminta dari mobile
dibawah ini: terminal ke Service Provider kemudian
mengirimkan kembali informasi yang
diminta ke pengguna. Communication
network dapat berupa jaringan seluler (GSM,
CDMA), Wireless Local Area Network
(WLAN), atau Wireless Wide Area Network
(WWAN)
c. Positioning Component: Untuk memproses
sesuatu dalam mengendalikan layanan maka
posisi pengguna harus diketahui peta.
Gambar 1. LBS sebagai simpang tiga Teknologi d. Service and Aplication Provider: Penyedia
layanan menawarkan berbagai macam
1.1. Jenis Layanan LBS layanan kepada pengguna dan bertanggung
Secara garis besar jenis Layanan Berbasis jawab untuk memproses informasi yang
Lokasi dapat dibagi menjadi dua (Agus Sucista, diminta oleh pengguna.
2012), yaitu: e. Data and Content Provider: Penyedia
a. Pull Service: Layanan diberikan berdasarkan layanan tidak selalu menyimpan semua data
permintaan dari pelanggan akan kebutuhan yang dibutuhkan yang bisa diakses oleh
suatu informasi. pengguna. Untuk itu, data dapat diminta dari
content provider.
b. Push Service: Layanan ini diberikan
langsung oleh service provider tanpa Komponen dasar LBS digambarkan dibawah ini:
menunggu permintaan dari pelanggan, tentu

Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android 149
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

pada layer inilah aplikasi dapat dirancang dan


dibuat, seperti content providers yang berupa
sms dan panggilan telepon.
c. Libraries
Adalah layer dimana fitur-fitur Android
berada, biasanya para pembuat aplikasi
mengakses libraries untuk menjalankan
aplikasinya.
d. Android Run Time
Gambar 2. Komponen Dasar LBS Adalah layer yang membuat aplikasi Android
2. Android dapat dijalankan dimana dalam prosesnya
menggunakan Implementasi Linux.
Android merupakan sistem operasi mobile.
Android tidak membedakan antara aplikasi inti e. Linux Kernel
dengan aplikasi pihak ketiga. Application Adalah layer dimana inti dari sistem operasi
Programming Interface (API) yang disediakan Android itu berada. Berisi file-file sistem
menawarkan akses ke hardware, maupun data- yang mengatur sistem processing, memory,
data ponsel sekalipun, atau data sistem sendiri. resource, drivers, dan sistem-sistem operasi
Bahkan pengguna dapat menghapus aplikasi inti Android lainnya.
dan menggantikannya dengan aplikasi pihak
ketiga. (Nazruddin, 2011). Arsitektur Android 3. Global Positioning System (GPS)
dapat digambarkan seperti pada Gambar 3. GPS merupakan sistem navigasi dengan
menggunakan teknologi satelit yang dapat
menerima sinyal dari satelit. Sistem ini
mengirimkan sinyal gelombang mikro ke bumi.
Sinyal ini diterima oleh alat penerima (receiver)
di permukaan, dimana GPS receiver ini akan
mengumpulkan informasi dari satelit GPS,
seperti:
a. Waktu. GPS receiver menerima informasi
waktu.
b. Lokasi. GPS memberikan informasi lokasi
dalam tiga dimensi: Latitude, Longitude dan
Gambar 3. Arsitektur Android Elevasi
Secara garis besar Arsitektur Android c. Kecepatan. Ketika berpindah tempat, GPS
dapat dijelaskan sebagai berikut: dapat menunjukkan informasi kecepatan
a. Application dan Widgets berpindah tersebut.
Adalah layer yang berhubungan dengan d. Arah perjalanan. GPS dapat menunjukkan
aplikasi saja, dimana biasanya aplikasi yang arah tujuan.
didownload kemudian diinstalasi dan e. Simpan lokasi. Tempat-tempat yang sudah
jalankan aplikasi tersebut. pernah atau ingin dikunjungi bisa disimpan
b. Application Frameworks oleh GPS receiver.
Adalah layer dimana para pembuat aplikasi f. Komulasi data. GPS receiver dapat
melakukan pengembangan yang akan menyimpan informasi track, seperti total
dijalankan di sistem operasi Android, karena perjalanan yang sudah pernah dilakukan,

150 Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

kecepatan rata-rata, kecepatan paling tinggi, cara mengumpulkan informasi awal tentang
kecepatan paling rendah, waktu/jam sampai keberadaan sistem yang sudah ada untuk
tujuan, dan sebagainya. (Wishnu, 2012). menemukan permasalahan yang terjadi. Kegiatan
yang dilakukan mengumpulan data primer
METODE PENELITIAN
dengan metode survei dan melakukan
1. Lokasi Penelitian pengamatan langsung ke lapangan dan
Lokasi obyek penelitian adalah berbagai wawancara dengan responden yaitu para
tempat obyek wisata di kota Semarang. pengelola wisata dan wisatawan. Disamping itu
Disamping itu pendukung wisata meliputi bank, juga melakukan studi pustaka.
rumah sakit, puskesmas, kantor kepolisan, Untuk memperoleh data tertentu, seperti
sekolahan, universitas dan kantor pemerintahan. untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi,
digunakan metode diskusi kelompok terarah
2. Model Pengembangan
(focus group discussion). Data yang diperoleh
Penelitian ini menggunakan metode Action kemudian dianalisis dengan metode desk
Research, dengan model pengembangan System analysis.
Development Life Cycle (SDLC). Model ini
dipilih karena memiliki keuntungan dapat 1.2. Identifikasi Sistem
melakukan identifikasi permasalahan sistem lama Identifikasi sistem yang dibangun akan
secara rinci dan dapat mengidentifikasi dan menampakan bagian software yang berjalan pada
menentukan kebutuhan sistem baru yang akan hardware. Hardwarenya adalah handphone yang
dibangun secara tepat. Selain itu metode SDLC digunakan pengguna. Untuk software yang
ini memiliki tahapan pengembangan yang digunakan yaitu sistem operasi Android. Model
terstruktur yang dapat digambarkan sebagai arsitektur sistem yang dibangun ini tampak
berikut. seperti gambar berikut ini :

Gambar 5. Arsitektur sistem


Pengguna akan berinteraksi dengan sistem
melalui antarmuka GUI (Graphical User
Interface) pada perangkat mobile. Pada sistem
ini, aplikasi ini bersifat client-server, yaitu
pengguna mengakses data yang terdapat pada
web server. Masukan data yang dimasukkan akan
Gambar 4. Tahapan Dalam SDLC disimpan dalam database web server, sehingga
Setiap tahapan dijelaskan sebagai berikut : jika ada pencarian data, maka data yang
diinginkan akan dicari ke database server yang
Tahap I. Analisis Sistem selanjutnya dikirimkan ke client yang meminta
Pada tahap Analisis Sistem akan data.
melakukan kegiatan sebagai berikut : 1.3. Identifikasi Kebutuhan Sistem
1.1. Analisis Kebutuhan Pengguna Pelaksanaan identifikasi kebutuhan sistem
Kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan ini digambarkan dalam use case. Dalam aplikasi

Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android 151
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

ini dapat diidentifikasi dua aktor yaitu user dan penelitian ini nantinya operasinya hanya
admin. Untuk aktor user dapat menjalankan dilakukan berupa pengujian lapangan oleh user.
sedikitnya 5 use case utama yaitu login aplikasi,
HASIL DAN PEMBAHASAN
melakukan pengolahan data yang nantinya akan
dikirim ke server kemudian memulai mengakses 1. Analisis Permasalahan Sistem Saat Ini.
maps untuk visualisasi lokasi, track GPS untuk Teknologi yang diaplikasikan di
dapat melihat daftar lokasi obyek wisata ataupun perangkat mobile phone saat ini yaitu teknologi
mencari lokasi obyek wisata yang berada di Global Positioning System (GPS). Dengan
sekitar pengguna. Sedangkan disisi admin dapat memanfaatkan GPS, pengguna dapat mengetahui
mengolah basis data server. posisi keberadaannya secara real time. Location-
Tahap II. Desain Sistem Based Service (LBS) memanfaatkan teknologi
GPS dalam pengaplikasiannya. Selain dapat
Pada tahap desain sistem bertujuan
mengetahui posisi pengguna, aplikasi LBS juga
memodelkan aplikasi yang akan
dapat menentukan posisi tempat-tempat tertentu.
diimplementasikan nantinya. Kegiatan pada
Dan dengan kombinasi ini, aplikasi LBS akan
tahap desain dilaksanakan dalam dua langkah,
mencari rute untuk menghubungkan posisi
yaitu :
pengguna dengan suatu tempat.
1. Membuat desain umum sistem dengan tool
Bagi seseorang yang bepergian ke suatu
class diagram yang dapat menggambarkan
daerah yang belum dikenalnya, dia akan kesulitan
proses yang terjadi dalam masing-masing
untuk mencari suatu lokasi tempat. Untuk
class beserta atributnya dan keterkaitannya
mempermudah kondisi ini, maka diperlukan
dengan class-class yang lain.
suatu aplikasi informasi rute dan deskripsi
2. Hasil dari class diagram sistem baru tersebut singkat serta menampilkan peta melalui Google
diurai dan diberikan atribut untuk Maps APIs.
menunjukkan identitas setiap entitas sehingga
2. Analisis Kebutuhan Non Fungsional
terjadi Kamus Data. Setelah terbentuk atribut
yang unik dalam setiap entitas selanjutnya Analisis kebutuhan non fungsional
dibuat rancangan Entity-Relational Diagram. menggambarkan kebutuhan sistem yang
Dari E-R Diagram tersebut terbentuklah suatu menitikberatkan pada properti perilaku yang
table dalam sebuah database. dimiliki oleh sistem, diantaranya kebutuhan
perangkat keras, perangkat lunak, serta user
Tahap III. Development
sebagai bahan analisis kebutuhan yang harus
Pada tahap development bertujuan dipenuhi dalam perancangan sistem yang akan
membangun software aplikasi dan database diterapkan.
sistem sesuai dari hasil rancang sistem. Pada
a. Analisis Kebutuhan H/W dan S/W
tahap ini dilakukan dua tahapan penting setelah
hasil desain sistem yaitu: Adapun perangkat yang diperlukan pada
tahap pembangunan dan tahap implementasi
1. Membuat coding interface untuk user (User
terdiri atas perangkat keras yaitu laptop dengan
Interface /UI), dan database
procesor core i3 dan handphone berbasis Android
2. Melakukan pengujian user interface dan dan perangkat lunak yaitu Android SDK.
database.
b. Analisis Pengguna Sistem (User)
Tahap IV. Deplyoment
Tahapan ini untuk mengetahui siapa saja
Tujuan dari deplyment adalah perangkat aktor yang terlibat dalam menjalankan sistem.
lunak yang dibangun siap untuk digunakan oleh Pengguna a p l i ka s i dibagi atas dua bagian,
calon penggunanya. Kegiatan tahap ini yaitu: Pengguna mobile dan Administrator.
semestinya melakukan instalasi software pada
komputer pengguna (user) dan. Namun dalam

152 Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

3. Analisis Kebutuhan Fungsional b. Analisis Kebutuhan Data


Analisis kebutuhan fungsional Analisis kebutuhan data yang diperlukan
menggambarkan proses kegiatan yang akan antara lain data: Restoran, SPBU, rumah sakit,
diterapkan dalam sebuah sistem dan menjelaskan ATM, hotel, bank, tempat ibadah, tempat
kebutuhan yang diperlukan sistem agar sistem perbelanjaan, stasiun kereta api, museum,
dapat berjalan dengan baik serta sesuai dengan terminal, wisata alam, Polsek, poliklinik, kantor
kebutuhan. Analisis kebutuhan fungsional ini pos, kantor pemeintahan, data sekolah dan data
meliputi analisis kebutuhan sistem, analisis universitas.
kebutuhan data, spesifikasi sistem dan
c. Analisis Arsitektur Aplikasi
pemodelan sistem.
Arsitektur fisik sistem mengacu kepada
a. Analisis Kemampuan Aplikasi
model arsitektur aplikasi two tier. Arsitektur
1) Aplikasi mampu menghubungkan suatu fisik sistem terdiri dari tiga komponen utama
lokasi wisata melalui nomer telpon yang yaitu Client (Frontend), application Server
disediakan. (Web Admin dan Web Service), dan database
Server. Arsitektur aplikasi informasi rute dan
2) Aplikasi mampu memberikan informasi lokasi wisata ini ditunjukan oleh Gambar 3
lokasi wisata yang akan dituju. dibawah ini.
3) Aplikasi memungkinkan masyarakat
dapat mengakses informasi mengenai
lokasi wisata yang diinginkan melalui
mobile android.
4) Aplikasi dapat memberikan fasilitas
bagi enduser untuk dapat menambah
database informasi wisata.
5) Aplikasi akan memberikan informasi
rute dari tempat asal ke lokasi wisata
yang dituju.
6) Aplikasi memiliki kemampuan untuk
Gambar 3. Arsitektur Aplikasi
menampilkan peta lokasi wisata yang
diinginkan enduser. 4. Fitur Perangkat Lunak
7) Aplikasi mampu memberikan informasi Aplikasi ini memiliki fitur fungsi-fungsi
wisata yaitu deskripsi singkat wisata perangkat lunak sesuai dengan wewenang yang
tersebut. dimiliki admin dan enduser, yaitu:
8) Aplikasi dapat melakukan pencarian a. Wewenang Admin
suatu wisata. 1). Mengelola konten secara keseluruhan
9) Aplikasi akan memberikan informasi 2). Melakukan update konten database
waktu tempuh dan jarak tempuh dari
tempat asal ke lokasi yang dituju dengan 3). Mengelola upload database ke domain
jalan kaki atau berkendaraan. 4). Mngelola fungsi-fungsi update konten
10) Aplikasi diinstall pada mobile berbasis 5). Melakukan backup dan restore data
Android.
b. Wewenang enduser
11) Aplikasi menguplode database wisata
1). Dapat melihat informasi rute danlokasi
dalam suatu domain.
wisata

Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android 153
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

2). Dapat melakukan download aplikasi


secara online
3). Dapat melakukan pencarian rute
danlokasi wisata
4). Dapat melakukan penambahan database
pada aplikasi.
5. Model Aplikasi
a. Diagram Use Case
Dalam diagram use case menunjukan
interaksi antara aktor dan system. Aktor
pertama yaitu pengguna aplikasi frontend (User
Mobile), yang berinteraksi dengan aplikasi
frontend yang bergerak pada
mobile/handphone. Aktor kedua yang Gambar 5. Diagram Class
berperan adalah admin yang berinteraksi pada
aplikasi backend pada CMS berbasis web. 6. Kamus Data
Kamus data adalah daftar data elemen
(bagian dari database) yang digunakan dalam
view menu
<<include>> aplikasi ini.

search tourism place


<<include>> Nama Field Deskripsi Tipe Leng
<<include>>
Web Server th
wisatawan
ID Kategori ;
ID Interger 4
search component
Zoom Map
primary key
<<extend>> nama_kategor
Nama kategori Varchar 20
<<include>>
i
view map
ID pengguna,
Google Map API ID_USER char 5
Primary Key
Username dari
USERNAME Varchar 15
Gambar 4. Diagram Use Case pengguna
Password dari
b. Class Diagram PASSWORD Varchar 100
pengguna
Diagram ini merupakan gambaran keadaan IS_ADMIN Status Char 5
atribut atau properti dari sistem yang melakukan Id fasilitas ;
ID Integer 4
primary key
manipulasi fungsi atau metode. Berikut ini
gambaran class diagram dari system. Kategori_id ID kategori Integer 2
Nama Nama fasilitas Varchar 50
Medium
Alamat Alamat fasilitas
text
Latitude Latitude lokasi Varchar 15
Longitude longitude lokasi Varchar 15
Infomasi detail Medium
Info
fasilitas text
Gambar / icon
Gambar Vachar 20
fasilitas
Infomasi detail Medium
Info
fasilitas text
Gambar / icon
Gambar Vachar 20
fasilitas

154 Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

ID Id komentar Integer 11 9. Flowchart


Id_fasilitas ID fasilitas Integer 11
pemberi
komentar
User identitas Varchar 30
pemberi
komentar
Waktu Waktu komentar Varchar 15
Komentar Isi komentar Text
Id foto; primary
ID Integer 11
key
ID fasilitas
Id_fasilitas Integer 11
upload foto
identitas
User Varchar 30
pemberi foto
foto yang
Foto Varchar 50
ditambahkan
Gambar 8. Flowchart Aplikasi
7. Relasi Tabel
10. Perancangan User Interface
Perancangan grafis dan antarmuka terdiri
dari dua bagian utama yaitu disain grafis dan
antarmuka frontend application dan backend
application.
a. Perancanagan Antar Muka Frontend
Application
1) Antarmuka menu utama aplikasi
frontend
Gambar 6. Relasi Tabel
8. Struktur Navigasi
Pada tahapan ini akan memberikan
gambaran bentuk aplikasi dalam bentuk struktur
menu.

Gambar 9. Tampilan Awal Aplikasi

Gambar 7. Struktur Navigasi

Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android 155
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

2) Perancangan Menu Utama 5) Perancangan antarmuka Map

Gambar 10. Tampilan Menu Utama Gambar 12. Tampilan Antarmuka Peta
3) Perancangan antarmuka list view 6) Perancangan antarmuka Navigator GPS
kategori

Gambar 13. Tampilan Antarmuka


Gambar 11. List View Kategori Navigator GPS
4) Perancangan antarmuka Detail sub 7) Perancangan antara muka Penambahan
kategori data

Gambar 14. Antarmuka Tambah Data


Gambar 12. Detail Sub Kategori PENGUJIAN
Hasil yang
No Pengujian Pengamatan Status
diharapkan
1 Gambar/Logo Pengguna Pengguna
Pembuka dapat melihat dapat melihat ok
gambar/logo gambar/logo

156 Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

2 Menu Pengguna Pengguna Admin utama web utama web


Utama/katego dapat melihat dapat melihat ok admin admin
ri menu utama menu utama 16 Halaman Menampilkan Menampilkan
3 Halaman Sub Pengguna Pengguna Pengolahan form form
kategori dapat melihat dapat melihat Sub Kategori pengolahan pengolahan
ok
jenis-jenis jenis-jenis sub sub kategori, ok
sub sub kategori kategori,dab dan
4 Halaman Dapat melihat Dapat melihat update sub updatesub
Detail per sub detail / detail / kategori kategori
kategori informasi informasi ok
setiap sub setiap sub KESIMPULAN
kategori kategori
5 Halaman Peta Menampilkan Menampilkan
1. Sistem dirancang menggunakan pemodelan
(Klik tombol halaman peta halaman peta UML dan metodologi SDLC. Dalam Class
ok
Peta) lokasi sub lokasi sub diagram dijelaskan ada 2 tipe pengguna
kategori kategori sesuai tingkat hak aksesnya yaitu pengguna
6 Halaman Menampilkan Menampilkan dan administrator, sedangkan untuk
Arah (Klik arah menuju arah menuju
tombol Arah) ke lokasi sub ke lokasi sub ok rancangan basis datanya sebanyak 5 tabel
kategori yang kategori yang yaitu table katagori, tabel User admin, tabel
dipilih dipilih sub katagori, tabel komentar dan tabel upload
7 Halaman Dapat Pengguna foto.
Inputan memberikan dapat
ok
Komentar komentar i memberikan 2. Sistem ini diimplementasikan menggunakan
komentar script PHP pada sisi web serta java pada
8 Halaman Dapat Penggunadap aplikasi android. Pada sisi aplikasi android
Inputan foto memasukan at
foto pada sub memasukan ok untuk user dibangun menggunakan eclipse
kategori foto pada sub Juno, Java JDK7, SDK Rev.20, ADT dan
kategori dibangun untuk perangkat dengan versi
9 Halaman Dapat Pengguna android minimum 2.3 (API 10). Sistem ini
Pencarian melakukan dapat
ok menggunakan MySQL untuk proses
Sub Kategori pencarian sub melakukan
/ Lokasi kategori pencarian sub implementasi tabel atau basis datanya.
10 Halaman Dapat Dapat 3. Hasil pengujian perangkat lunak
Tambah Data melakukan melakukan
(Klik tombol tambah jenis tambah jenis ok membuktikan sistem ini mampu untuk
Tambah sub kategori sub kategori memberikan informasi terkait suatu objek
Data) yang lain yang lain wisata serta beberapa fitur yang
11 Halaman Dapat Dapat memanfaatkan location based service.
Lokasi menampilkan menampilkan
Terdekat lokasi sub lokasi sub ok SARAN
(Klik tombol kategori kategori
Terdekat) terdekat terdekat 1. Pada aplikasi ini belum adanya fitur call yang
12 Halaman Dapat Dapat dapat menguhubungi langsung tempat yang
menyimpan menyimpan menyimpan dituju.
Negati
peta (Klik gambar peta gambar peta
ve
tobol Simpan 2. Pada bagian fitur Simpan Peta belum bisa di
Peta) implementasikan, oleh karena itu untuk tahap
13 Halaman Menampilkan Menampilkan
Nomor daftar nomor halaman
pengembangan berikutnya, fitur ini bisa
Telepon telepon daftar nomor ok ditambahkan.
Penting Kota penting telepon
Semarang
3. Sebaiknya aplikasi ini dapat diintegrasikan
14 Halaman Admin dapat Admin dapat dengan jejaring sosial agar dapat saling
Login Admin masuk ke masuk ke berkomunikasi antara pengguna.
ok
Web halaman web halaman web
utama admin utama admin 4. Pada pengembangan selanjutnya, aplikasi
15 Halaman Menampilkan Menampilkan Semarang Guidance dapat di upload ke Play
ok
Utama Web halaman halaman Store.

Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android 157
Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 20, No.1, Juli 2015 : 148-158 ISSN : 0854-9524

5. Pengembangan aplikasi mobile ini sehingga (LBS) Pada Platform Android, Penelitian,
mendukung fitur augmented reality. FTI-Unisbank.
DAFTAR PUSTAKA Wahyu Adi Nugroho (2011). Aplikasi Location
Base Service (LBS) Rumah Sakit
Agus Sucista, (2012). Pembangunan Sistem
Berasuransi Askes dan Jamsostek di Jawa
aplikasi Layanan Berbasis Lokasi
Tengah Berbasis Android, Skripsi,
Pencarian ATM Dan Pom Bensin Terdekat
Universitas Stikubank.
Berbasis Android, Penelitian, Manajemen
Informatika Dan Komputer (AMIKOM), . Yudi Wibisono, (2011). Mobile Programming
Yogyakarta dengan Android, Andi Offset
Akbar Nuzul Putra, dkk., (2011). Aplikasi Wisata
Kota Bandung Menggunakan Metode
Location-Based Services (LBS) pada
Android, Penelitian, Politeknik Telkom,
Bandung
Andri Ferinata, dkk., (2012). Perancangan dan
Implementasi Aplikasi Mobile Bandung
Guidance Berbasis Teknologi Location
Based Service Menggunakan Platform
BlackBerry, Penelitian, telkom
Pholytechnic, Bandung
Kuswaha, Vinettt., Muneendra Ojha, (2011).
Location Based Services Using Android
Mobile Operating System, International
Journal Artificial Intelligence and
Knowledge Discovery, Vol. 1, No. 1, pp
17-20.
Juwita Imaniar, Arifin, ST, MT dan Ahmad
Subhan K, (2011). Aplikasi Location
Based Service Untuk sistem Informasi
Publikasi Acara pada Platform Android,
Penelitian, ITS, Surabaya
Mulyadi, ST., (2010). Membuat Aplikasi untuk
Android, Andi Offset
Nuryuliani, Selvi Isni Hadisaputri, Miftah
Andriansyah, (2012). Aplikasi Pencarian
Lokasi Sekolah Menggunakan Telepon
Selular Berbasis Android, Penelitian,
Universitas Gunadarma, Jakarta
Safaat H, Nazruddin. (2011). Pemrograman
Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet
Berbasis Android. Bandung: Informatika.
Sariyun, (2012). Penentuan Rute dan Lokasi
Terdekat Rumah Sakit Di Jawa Tengah
Menggunakan Location Based Services

158 Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile Semarang Guidance pada Android