Anda di halaman 1dari 64

Daftar

Daftar Isi
Isi

Kata Pengantar i

Daftar Isi i

Bahan ajar Guru 1

Materi Siswa 2

Subtema 1 26

Subtema 2 35

Subtema 3 48

Daftar Pustaka 6

ii
A. Pengertian Kalor

Suhu menyatakan tingkat panas benda. Benda memiliki tingkat panas


tertentu karena di dalam benda terkandung energi panas. Seperti halnya
dalam kegiatan penyelidikan tentang a segelas air dan seember air yang
bersuhu sama memiliki energi panas yang berbeda. Untuk menaikkan suhu
200 g air, memerlukan energi panas yang lebih besar daripada 100 g air.
Pada suhu yang sama, zat yang massanya lebih besar mempunyai energi
panas yang lebih besar pula.

Sumber: Dok. Kemdikbud


Gambar 4.2 Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah

Energi panas yang berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke
benda yang bersuhu lebih rendah disebut kalor. Apakah satuan kalor?
Sebagai bentuk energi, dalam SI kalor mempunyai satuan joule (J). Satuan
kalor yang populer (sering digunakan pada bidang gizi) adalah kalori dan
kilokalori.

 Satu kalori adalah jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk


menaikkan suhu 1 gram air hingga naik sebesar 1oC
 Satu kalori sama dengan 4,184 J sering dibulatkan menjadi 4,2 J

Tubuh mengubah sebagian makanan menjadi energi panas. Energi


panas yang disediakan oleh makanan diukur dalam kilokalori, sering
disingkat kkal atau Kal (dengan K huruf kapital). Satu Kal makanan sama
dengan 1.000 kalori. Kita menggunakan kilokalori untuk makanan, karena
kalori terlalu kecil untuk dipakai mengukur energi pada makanan yang
dimakan (agar bilangan yang dikomunikasikan tidak terlalu besar).

17
Zat gizi makanan mengandung energi kimia yang dapat diubah
menjadi energi panas atau energi bentuk lain. Sebagian energi ini
digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh. Contohnya saat tubuh
sedang kedinginan, pasti akan menggigil untuk mempercepat metabolisme
tubuh sehingga suhu tubuh tetap terjaga. Setiap makanan kemasan harus
tercantum kandungan energinya.

1. Kalor dan Perubahan Suhu Benda


Secara umum, suhu benda akan naik jika benda itu
mendapatkan kalor. Sebaliknya, suhu benda akan turun jika kalor
dilepaskan dari benda itu. Air panas jika dibiarkan lama-kelamaan
akan mendingin mendekati suhu ruang. Hal ini menunjukkan bahwa
sebagian kalor dilepaskan benda tersebut ke lingkungan.
Kenaikan suhu oleh kalor dipengaruhi massa benda. Untuk
menaikkan suhu yang sama, air bermassa 200 g memerlukan kalor
yang lebih besar daripada air bermassa 100 g. Kalor yang diperlukan
untuk menaikkan suhu benda hingga suhu tertentu dipengaruhi juga
oleh jenis benda. Besaran yang digunakan untuk menunjukkan hal ini
adalah kalor jenis.

Kalor jenis beberapa bahan


Bahan Kalor Jenis (J/(kg.K))

Air 4.184

Alkohol 2.450

Alumunium 920

Karbon 710

Pasir (Grafit) 664

Besi 450

Tembaga 380

Perak 235

 Kalor untuk menaikkan subu benda bergantung pada jenis benda itu
 Makin besar kenaikan suhu benda, kalor yang diperlukan makin besar pula
 Makin besar massa benda, kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu
makin besar pula
 Kalor yang diperlukan untuk kenaikan suhu = kalor jenis x massa benda x
kenaikan suhu

Q = c x m x ∆t

2. Kalor pada Perubahan Wujud Benda


Terjadinya perubahan wujud sering diamati dalam kehidupan
sehari-hari.
Contoh yang sering dijumpai, yaitu pada air mendidih kelihatan
gelembung gelembung uap air yang menunjukkan adanya
perubahan wujud dari air menjadi uap. Untuk mendidihkan air,
diperlukan kalor. Jadi, untuk mengubah wujud zat cair menjadi gas
diperlukan kalor.
18

Sumber: Dok. Kemdikbud


Gambar 4.6 Proses perubahan wujud

Saat perubahan wujud tidak terjadi perubahan suhu. Kalor untuk mengubah
wujud zat disebut kalor laten.

dengan:
Q = kalor yang dibutuhkan/dilepas untuk berubah wujud (J)
m = massa zat yang berubah wujud (kg)
L = kalor lebur atau kalor beku (J/kg)
U = kalor penguapan atau kalor pengembunan (J/kg)

B. Perpindahan Kalor

19
Kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang
bersuhu rendah. Kalor berpindah melalui tiga cara, yaitu konduksi, konveksi,
dan radiasi. Berikut akan diuraikan ketiga cara perpindahan kalor.
1. Konduksi
Saat menyetrika, setrika yang panas bersentuhan dengan kain
yang sedang di setrika. Kalor berpindah dari setrika ke kain.
Perpindahan kalor seperti ini disebut konduksi.

Sumber: abasaonlineshop. wordpress.com

Sumber: Dok. Kemdikbud


Konduksi merupakan perpindahan panas melalui bahan tanpa disertai
perpindahan partikel-partikel bahan tersebut.

Benda yang jenisnya berbeda memiliki kemampuan menghantarkan panas


secara konduksi (konduktivitas) yang berbeda pula. Bahan yang mampu
menghantarkan panas dengan baik disebut konduktor. Bahan yang
menghantarkan panas dengan buruk disebut isolator

Pada peralatan memasak, bagian yang bersentuhan dengan api


menggunakan konduktor yang baik, sedangkan bagian pegangannya
menggunakan isolator yang baik.
Sumber: www.perkakasaluminium.com

Panas kopi dapat bertahan cukup lama di gelas kaca karena gelas kaca
merupakan isolator yang baik.

Sumber: www.ajisena.blogspot.com

Saat udara dingin, kamu berselimut di dalamnya. Selimut terbuat dari serat
wol atau kapas yang bersifat isolator.

Sumber: Dok. Kemdikbud

1. Konveksi
Air merupakan konduktor yang buruk. Namun, ketika air bagian
bawah dipanaskan ternyata air bagian atas juga ikut panas.
Berarti, ada cara perpindahan panas yang lain pada air tersebut,
yaitu konveksi. Saat air bagian bawah mendapatkan kalor dari
pemanas, partikel air memuai sehingga menjadi lebih ringan dan
bergerak naik dan digantikan dengan partikel air dingin dari
bagian atas. Dengan cara ini, panas dari air bagian bawah
berpindah bersama aliran air menuju bagian atas. Proses ini disebut
konveksi. Pola aliran airmembentuk arus konveksi.

21
Sumber: Dok. Kemdikbud
Konveksi adalah perpindahan kalor dari satu tempat ke tempat lain bersama
dengan gerak partikel-partikel bendanya.

Arus konveksi dapat ditemui di pantai berupa angin laut dan angin darat.

Sumber: Dok. Kemdikbud

 Siang Hari
Daratan lebih cepat panas daripada lautan (kalor jenisnya kecil), udara di
atas daratan ikut panas dan bergerak naik, digantikan oleh udara dari
lautan. Dengan demikian, terjadilah angin laut.
 Malam Hari
Daratan lebih cepat mendingin daripada lautan, udara di atas lautan lebih
hangat dan bergerak naik, digantikan oleh udara dari daratan. Dengan
demikian, terjadilah angin darat.

Konveksi dimanfaatkan pada berbagai peralatan. Contohnya pada


pemanas oven dan pengering rambut.

Elemen pemanas oven, pemanggang roti, magic jar, dan lain-lain


biasanya terletak di bagian bawah. Saat difungsikan, udara bagian bawah
akan menjadi lebih panas dan bergerak naik, sedangkan udara bagian atas
yang lebih dingin akan bergerak turun. Pada peralatan tertentu seperti
pengering rambut (hair dryer), aliran konveksi dibantu (atau dipaksa)
dengan menggunakan kipas.

22
3.Radiasi

Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan medium.

Contoh radiasi adalah kita ikut merasakan panas akibat radiasi kalor
saat menghadapkan telapak tangan pada bola lampu yang menyala atau
saat kita duduk di dekat api unggun. Udara merupakan konduktor buruk dan
udara panas api unggun bergerak ke atas.

Setiap benda dapat memancarkan dan menyerap radiasi kalor, yang


besarnya bergantung pada suhu benda dan warna benda. Perhatikan
benda-benda yang diletakkan di ruangan bersuhu 30oC. Besar kalor yang
dipancarkan atau diserap benda ditunjukkan oleh banyaknya anak panah.
 Makin panas benda dibandingkan dengan panas lingkungan sekitar,
makin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya.
 Makin luas permukaan benda panas, makin besar pula kalor yang
diradiasikan ke lingkungannya.

23
 Makin rendah suhu benda, makin besar pula kalor yang diterima dari
lingkungannya.
 Makin luas permukaan benda dingin, makin besar pula kalor yang
diterima dari lingkungannya.
 Makin gelap benda yang terasa panas, makin besar pula kalor yang
diradiasikan ke lingkungannya.
 Makin gelap benda yang terasa dingin, makin besar pula kalor yang
diterima dari lingkungannya.

24
TEMPERATUR
DAN PANAS

Peta Konsep

Suhu
dan
Panas

Temperatur
dan Panas

Perpindahan Pemuaian
Panas Benda

BAHAN AJAR SD
Layout, Editing, Peta Konsep : Oki Firmansyah

Subtema 1 : Suhu dan Kalor


Temperatur dan Panas

Peta Konsep Subtema 1

Suhu
dan
Panas
Suhu
Panas

Perbedaan
Suhu dan
Panas

(Materi: Putri Maghfirah)

Subtema 1 : Suhu dan Kalor 26


Temperatur dan Panas

Kompetensi Dasar

3.6 Menerapkan konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari.

4.6 Melaporkan hasil pengamatan tentang perpindahan kalor.

Indikator

3.6.1 Memahami konsep perubahan suhu akibat perpindahan kalor dalam


kehidupan sehari-hari

4.6.1 Mengomunikasikan hasil pengamatan tentang perubahan suhu akibat


perpindahan kalor

Tujuan Pembelajaran

1. Dengan melakukan percobaan tentang cara kerja termometer,


siswa mampu menerapkan konsep perpindahan kalor dalam
kehidupan sehari-hari secara bertanggung jawab.
2. Dengan menjawab pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan
percobaan, siswa mampu membuat laporan tentang perubahan
suhu akibat perpindahan kalor secara tepat.\\

Subtema 1 : Suhu dan Kalor 27


Temperatur dan Panas

Ayo Cermati

Sore itu, Ayah Siti sedang membaca Koran. Di sampingnya, Ibu Siti pun
sedang membaca sebuah majalah. Siti pun tak ketinggalan dengan
bukunya, ia asyik membaca. Mereka memanfaatkan media cetak untuk
mendapatkan informasi. Di meja tamu, tampak segelas teh panas yang
masih mengepul untuk ayah. Ada juga es jeruk kesukaan Siti.
Pernahkah kamu membuat teh panas atau es jeruk? Menurutmu, apa
saja yang diperlukan untuk membuat segelas teh panas? Apa yang kamu
perlukan untuk membuat segelas es jeruk? Untuk membuat segelas teh
panas, kamu memerlukan beberapa sendok daun teh dan air panas.
Sedangkan untuk membuat es jeruk, kamu memerlukan sari jeruk, air, dan es
batu. Bagaimana kamu dapat menentukan bahwa air teh itu terasa panas
dan es jeruk itu terasa dingin?
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu sering mengukur suhu dengan
sentuhan telapak tangan. Indera peraba akan mengirimkan informasi ke
otak untuk memberitahumu bahwa sesuatu itu terasa panas atau dingin.
Nah, betulkah indera peraba tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu
suatu benda? Dapatkah kamu menentukan dengan tepat perbedaan suhu
antara dua benda dengan menggunakan indra peraba pada telapak
tanganmu?

Subtema 1 : Suhu dan Kalor 28


Temperatur dan Panas

Ayo Membaca

Perbedaan Suhu dan Panas


Indra peraba, seperti telapak tangan tidak dapat menentukan secara tepat
derajat panas dan dingin suatu benda. Tangan hanya dapat memperkirakan panas
dan dingin suatu benda. Tangan tidak dapat menjelaskan berapa nilai derajat panas
atau dinginnya suatu benda. Pernahkah kamu pergi berkemah ke daerah
pegunungan? Ketika malam hari saat kamu berkemah di daerah pegunungan, kamu
akan merasakan bahwa cuaca di sekitarmu terasa dingin sehingga kamu memerlukan
jaket tebal untuk menghangatkan tubuhmu. Lain halnya dengan penduduk yang
tinggal di dataran tinggi seperti daerah pegunungan. Mereka tidak terlalu merasakan
hawa dingin karena mereka sudah terbiasa dengan hawa dingin di pegunungan.
Hal tersebut, membuktikan bahwa indra peraba tidak dapat digunakan untuk
mengukur derajat panas suatu benda karena setiap orang memiliki perbedaan dalam
merasakan suhu di sekitarnya. Nah, dalam ilmu pengetahuan alam untuk menyatakan
tingkat panas dinginnya suatu keadaan digunakan suatu besaran yang disebut suhu
atau temperatur.
Panas (kalor) dan suhu adalah dua hal yang berbeda. Energi panas
merupakan salah satu energi yang dapat diterima dan dilepaskan oleh suatu benda.
Ketika sebatang logam dipanaskan dengan api, batang logam tersebut
mendapatkan energi panas dari api. Energi panas membuat batang logam tersebut
menjadi panas. Ketika batang logam tersebut panas, suhunya meningkat. Ketika
batang logam menjadi dingin, suhunya menurun. Suhu adalah besaran yang
menyatakan derajat panas suatu benda. Suhu suatu benda menunjukkan tingkat
energi panas benda tersebut. Satuan suhu yang digunakan di Indonesia adalah
derajat Celcius (°C). Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Satuan panas
dinyatakan dalam kalori dan diukur dengan kalorimeter.
(Sumber : How do we measure temperature?Chris Woodroof dengan penyesuaian)

Subtema 1 : Suhu dan Kalor 29


Temperatur dan Panas

Ayo Berlatih 1

1. Apa yang kamu ketahui tentang panas?


................................................................................................................................
................................................................................................................................
2. Apa yang dimaksud dengan suhu atau temperatur?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
3. Ceritakanlah sebuah peristiwa yang kamu alami yang dapat
menjelaskan perbedaan antara suhu dan panas!
................................................................................................................................
................................................................................................................................

Berdasarkan pemahamanmu terhadap bacaan di atas, lengkapilah


tabel berikut mengenai perbedaan antara panas dan suhu yang kamu
ketahui!

Panas Suhu

Tuliskanlah kesimpulanmu tentang panas dan suhu dengan menggunakan


kata-katamu sendiri berdasarkan kegiatan pembelajaran di atas!
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................

Subtema 1 : Suhu dan Kalor 30


Temperatur dan Panas

Ayo Berlatih 2

Lembar Kerja

Nama : ..................................
Tujuan: Mengetahui cara kerja termometer dengan tepat.

Pada awalnya, termometer menggunakan air untuk mengukur suhu benda,


seperti yang dilakukan Galileo Galilei. Untuk mengetahui lebih dalam tentang
cara kerja termometer air, mari lakukan percobaan sederhana ini secara
berkelompok.
Persiapkanlah alat dan bahan yang diperlukan! Pendampingan Kegiatan :
Alat dan Bahan
Panas SuhuPerbedaan Gender : Praktikum
a. Air dilakukan berkelompok.
b. Pewarna makanan Pengelompokkan membaurkan
antara laki-laki dan perempuan
c. Botol kecil
d. Sedotan bening
e. Lilin mainan/plastisin/tanah liat
f. Kain hangat

Tuliskanlah kesimpulanmu tentang panas dan suhu dengan menggunakan


Langkah Percobaan
kata-katamu sendiri berdasarkan kegiatan pembelajaran di atas!
1. Tuang sedikit air yang telah diberi beberapa tetes pewarna makanan ke
...............................................................................................................................
dalam botol.
...............................................................................................................................
2. Tandai batas atas permukan air dalam botol dengan menggunakan
...............................................................................................................................
spidol.
...............................................................................................................................
3. Masukkan sedotan sehingga menyentuh permukaan air dalam botol.
...............................................................................................................................
4. Tutup dengan rapat sekeliling ujung lubang leher botol dengan plastisin
atau tanah liat sehingga tidak ada udara yang bisa masuk ke dalam
botol.
5. Tempelkan kain hangat pada botol dan perhatikan baik-baik.
6. Tandai dengan spidol batas permukaan air di dalam botol setelah botol
ditempel kain hangat.

Subtema 1 : Suhu dan Kalor 31


Temperatur dan Panas

Berdasarkan kegiatan di atas, cobalah untuk menjawab beberapa


Pendampingan pertanyaan
Kegiatan :
berikut!
Siswa Low Vision : 1. Mengapa air di dalam botol dapat naik? Jelaskan!
Praktikum dilakukan
......................................................................................................................
dengan
pendampingan ......................................................................................................................
khusus kepada anak ......................................................................................................................
berkebutuhan 2. Adakah peristiwa perpindahan panas pada percobaan tersebut?
khusus. Guru
Jelaskan!
Memberikan Porsi
pendampingan ......................................................................................................................
lebih pada sisswa. ......................................................................................................................
......................................................................................................................
3. Kesimpulan apakah yang kamu dapatkan dari kegiatan di atas?
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................

Pendampingan Kegiatan :

Siswa Berbakat : Dikelompokkon


bersama siswa yang memiliki
kecepatan belajar dibawah
standar dan apabila selesai lebih
dahulu diberikan pengayaan

Subtema 1 : Suhu dan Kalor 32


Temperatur dan Panas

Ringkasan

 Panas (kalor) dan suhu adalah dua hal yang berbeda. Energi panas
merupakan salah satu energi yang dapat diterima dan dilepaskan
oleh suatu benda.
 Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu benda.
 Satuan suhu yang digunakan di Indonesia adalah derajat Celcius
(°C).
 Alat untuk mengukur suhu disebut termometer.
 Satuan panas dinyatakan dalam kalori dan diukur dengan
kalorimeter.

Catatan :

Dalam pelaksanaan pembelajaran,

1. perbedaan gender tidak boleh ditonjolkan


dengan cara tidak adanya pengkhususan
dalam aspek pengelompokkan maupun
relawan maju saat presentasi dan praktikum
2. ABK Low Vision sebaiknya diberi
pendampingan dalam bekerja maupun
dalam pemberian materi secara eksplisit
oleh guru
3. Anak Berbakat sebaiknya dalam pemberian
materi diberikan pendampingan berupa soal
dan pengayaan serta dalam
pengelompokkan di jadikan satu dengan
siswa yang memiliki kecepatan belajar yang
relatif rendah untuk menunjang siswa lainnya
dan memfasilitasi anak berbakat agar
memiliki kegiatan terutama apabila telah
selesai melakukan kegiatan terlebih dahulu

Subtema 1 : Suhu dan Kalor 33


Temperatur dan Panas

Evaluasi

1. Dapatkah indera peraba kita menentukan secara tepat derajat

panas dan dingin suatu benda?

2. Mengapa kita merasa kedinginan saat pergi kepegunungan

sedangkan penduduk yang tinggal di pegunungan tidak

merasa kedinginan?

3. Besaran apakah yang digunakan untuk menyatakan tingkat

panas dinginnya suatu keadaan dalam ilmu pengetahuan

alam?

4. Apakah pengertian dari panas?

5. Apakah pengertian dari suhu?

6. Bandingkan perbedaan dari panas dan suhu!

7. Apakah satuan suhu yang digunakan di Indonesia?

Subtema 1 : Suhu dan Kalor 34


Temperatur dan Panas

Peta Konsep Subtema 2

Pemuaian
benda
padat

Pemuaian Pemuaian
benda
cair Benda

Pemuaian
benda
gas

(Materi: Nadia Shela Devi)

Subtema 2 : Pemuaian Benda 35


Temperatur dan Panas

Kompetensi Dasar

3.6 Menerapkan konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator

3.6.2
Menjelaskan konsep pemuaian zat padat, cair dan gas.

Tujuan Pembelajaran

Setelah melakukan kegiatan percobaan pemuaian, siswa dapat


menjelaskan konsep pemuaian zat padat, cair, dan gas dengan benar.

Subtema 2 : Pemuaian Benda 36


Temperatur dan Panas

Tahukah Kamu?

Pada umumnya setiap benda baik itu berupa padat, cair atau gas jika
dipanaskan akan mengalami penambahan ukuran panjang, luas ataupun
volumenya. Penambahan ukuran benda karena penambahan suhu sering
disebut sebagai pemuaian benda. Dengan kata lain, pemuaian adalah
bertambahnya ukuran benda akibat kenaikan suhu.

Ayo Cermati

Pemuaian benda padat


Coba kamu amati bingkai kaca jendela di ruang kelasmu! Adakah bingkai
jendela yang melengkung? Tahukah kamu apa sebabnya? Bingkai
jendela tersebut melengkung tidak lain karena mengalami pemuaian.
Pemuaian benda padat yaitu penambahan ukuran benda padat karena
kenaikan suhu.
Pemuaian benda padat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pemuaian
panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari: pemasangan jendela, pemasangan
sambungan rel kereta api, pemasangan bingkai besi pada roda pedati,
pemasangan jaringan listrik atau telepon.

Subtema 2 : Pemuaian Benda 37


Temperatur dan Panas

Ayo Lakukan

Kegiatan 1
A. Tujuan
Menguji pemuaian suatu logam dan perubahan pertambahan panjang
logam karena pengaruh panas.
B. Alat dan Bahan
1. Kawat tembaga 1 mm 50 cm.
2. Kawat nikelin 1 mm 50 cm.
3. Statis 1 buah.
4. Spiritus secukupnya.
5. Pemberat/anak timbangan 50 gram dan 100 gram 1 buah.
6. Kapas secukupnya.
7. Penggaris 1 buah.
C. Langkah Kerja
1. Gantungkan kawat tembaga pada statis sedemikian rupa.
2. Ikatkan beban 50 gram atau 100 gram pada salah satu ujung kawat
yang lain.
3. Di antara panjang kawat ikatkan kapas sebanyak tiga buah.
4. Berikan batasan pada kawat dengan dasar lantai ± 10 cm.
5. Basahi kapas dengan spiritus, kemudian bakarlah kapas tersebut.
6. Ulangi kegiatan dengan menggunakan jenis kawat yang lain.
7. Ukurlah berapa perubahan panjang dari masing-masing kawat saat
dibakar/dipanasi?

Catatan
Pemberian beban pada kawat jangan sampai merubah panjang. Artinya beban
hanya berfungsi sebagi pelurus baja. Namun kalau ada karet dapat digunakan
sebagai pengganti beban dengan cara mengikatkan salah satu ujung kawat.
Sehingga pada saat kawat dibakar karet akan menarik ke bawah dan
pertambahan panjang dapat diukur dari batas.

Subtema 2 : Pemuaian Benda 38


Temperatur dan Panas

Panjang mula-mula kawat sebelum dipanasi diberi lambang/notasi


L0 dan pertambahan panjang saat dibakar/dipanasi adalah ∆L dengan
memasukkan suatu tetapan α, maka hubungan pertambahan panjang ∆L
adalah:
∆L = α.L0.∆T
∆T = pertambahan suhu dalam °C
D. Hasil Percobaan

No. Jenis Logam Pertambahan Panjang Berat Beban

1.

2.

3.

E. Pembahasan

F. Kesimpulan

G. Pertanyaan
1. Dari logam-logam tersebut, manakah yang mengalami pertambahan
panjang paling besar? Berikan penjelasan.
2. Mengapa logam tersebut mengalami pertambahan panjang lebih
besar dibanding logam yang lain?

Subtema 2 : Pemuaian Benda 39


Temperatur dan Panas

Ayo Cermati

Pemuaian benda cair


Pemuaian benda cair yaitu penambahan ukuran volume benda cair
karena kenaikan suhu.
Pada zat cair tidak melibatkan muai panjang ataupun muai luas,
tetapi hanya dikenal muai volume saja.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari: pengisian air pada minuman
yang tidak penuh.

Ayo Lakukan

Kegiatan 2
A. Tujuan
Menguji bahwa zat cair (air) jika dipanasi akan memuai.
B. Alat dan Bahan
1. Botol minuman bekas 1 buah.
2. Pewarma bebas secukupnya.
3. Sedotan minuman berwarna putih bening 1 buah.
4. Baskom alumunium 1 buah.
5. Lilin mainan/malam secukupnya.
6. Termometer 1 buah.
C. Langkah Kerja
1. Campurkan pewarma dengan air secukupnya.
2. Masukan cairan berwarna tersebut ke dalam botol bekas. Tutuplah
botol tersebut dengan lilin mainan/malam.
3. Jangan lupa pada waktu menutup botol dengan lilin sertakan sedotan
minuman.
4. Selanjutnya masukkan botol tersebut ke dalam baskom alumunium
yang telah diisi dengan air panas.

Subtema 2 : Pemuaian Benda 40


Temperatur dan Panas

D. Hasil Pengamatan
1. Larutan Berwarna
Suhu sebelum dimasukan ke dalam air panas adalah …

2. Suhu Air Panas


Suhu air panas dalam baskom adalah …

3. Ketinggian Air
Ketinggian air panas dalam baskom: …
Ketinggian air yang merambat pada pipa dari lilin adalah:
1 menit pertama : …
1 menti kedua :…
1 menit ketiga :…
1 menit keempat: …
1 menit kelima : …
4. Ketinggian maksimum air yang merambat pada pipa: ...
5. Suhu akhir pada pipa setelah mencapai ketinggian akhir adalah ...
6. Suhu akhir dalam ember / baskom saat larutan pada pipa mencapai tinggi
maksimum ...
E. Pembahasan

F. Kesimpulan

G. Pertanyaan
1. Pada percobaan pemuaian zat cair terjadi proses 4 perpindahan kalor.
Sebutkan!
2. Apa yang terjadi jika air di baskom didinginkan?

Subtema 2 : Pemuaian Benda 41


Temperatur dan Panas

Ayo Cermati

Pemuaian benda gas


Mungkin kamu pernah menyaksikan mobil atau motor yang sedang melaju
di jalan tiba-tiba bannya meletus? Ban mobil tersebut meletus karena
terjadi pemuaian udara atau gas di dalam ban. Pemuaian tersebut terjadi
karena adanya kenaikan suhu udara di ban mobil akibat gesekan roda
dengan aspal. Pemuaian benda gas yaitu penambahan ukuran volume
benda gas atau udara karena kenaikan suhu. Pemuaian gas dibedakan
tiga macam, yaitu pemuaian gas pada suhu tetap, pemuaian gas pada
tekanan tetap, dan pemuaian gas pada volume tetap.

Ayo Lakukan

Kegiatan 3
A. Tujuan
Menguji pemuaian benda gas.
B. Alat dan Bahan
1. Botol minuman bekas 1 buah.
2. Lilin 1 buah.
3. Sedotan minuman berwarna putih bening 1 buah.
4. Baskom alumunium 1 buah.
5. Lilin mainan/malam secukupnya.

C. Langkah Kerja
1. Masukan air ke dalam botol bekas sampai penuh.
2. Sertakan sedotan minuman dan tutuplah botol tersebut dengan lilin
mainan/malam.
3. Siapkan air dingin (bukan air es) dalam baskom atau ember.
4. Masukkan botol tersebut ke dalam baskom alumuium yang telah diisi
dengan air dingin tersebut.
5. Panaskan botol dalam baskom alumunium tersebut.

Subtema 2 : Pemuaian Benda 42


Temperatur dan Panas

D. Hasil Percobaan
1. Sebelum botol dipanaskan, apa yang
terjadi dalam air?
2. Setelah botol dipanaskan, apa yang
terlihat dalam air?
3. Kira-kira berapa lama setelah pemanasan
timbul gelembung air?
E. Pembahasan

F. Kesimpulan

G. Pertanyaan
1. Dalam percobaan pemuaian zat gas terjadi 3 proses perpindahan
kalor. Sebutkan!
2. Jelaskan proses terjadinya ledakan balon dan ban kendaraan!

Subtema 2 : Pemuaian Benda 43


Temperatur dan Panas

Ringkasan

 Benda dapat memuai apabila terkena panas


 Pemuaian yaitu penambahan ukuran benda karena kenaikan suhu.
 Pemuaian terjadi pada zat padat, cair, dan gas.
 Pemuaian pada zat padat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu
pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume.
 Pada zat cair tidak melibatkan muai panjang ataupun muai luas,
tetapi hanya dikenal muai volume saja.
 Pemuaian gas dibedakan tiga macam, yaitu: pemuaian gas pada
suhu tetap, pada tekanan tetap, dan pada volume tetap.

Subtema 2 : Pemuaian Benda 44


Temperatur dan Panas

Evaluasi

Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling
benar!

1. Bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan


suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima
kalor adalah ….
a. pemuaian
b. pembusukan
c. perkaratan
d. pelapukan
2. Rel kereta api dipasang tidak rapat, karena …
a. agar kereta mendapat ruang untuk menyusut
b. agar rel kereta tidak bengkok saat malam
c. rel kereta bertambah pendek saat malam
d. rel kereta tidak melengkung ketika bertambah panjang saat
suhu udara meningkat
3. Ayah memarkir sepedanya di halaman rumah saat panas terik.
Setelah beberapa saat, ban sepeda ayah meletus. Hal tersebut
disebabkan oleh …
a. volume udara dalam ban sepeda memuai
b. volume udara dalam ban sepeda menyusut
c. tekanan udara ban sepeda menurun
d. massa ban sepeda menyusut

Subtema 2 : Pemuaian Benda 45


Temperatur dan Panas

4. Ibu membuat air teh menggunakan menggunakan gelas kaca biasa.


Saat ibu memasukkan air panas ke dalam gelas, tiba-tiba gelas
pecah. Hal ini disebabkan …
a. air lebih cepat memuai daripada gelas
b. gelas mengalami pemuaian tidak merata
c. udara dalam gelas memuai secara mendadak
d. air dalam gelas menimbulkan tekanan besar pada gelas
5. Seorang siswa kesulitan membuka kaca bertutup logam berulir. Dia
mengambil air panas kemudian dituangkan pada tutup botol. Hal ini
dilakukan agar …
a. tutup botol memuai lebih cepat sehingga mudah dibuka
b. tutup botol menyusut lebih cepat sehingga mudah dibuka
c. botol kaca memuai lebih cepat sehingga tutup mudah dibuka
d. botol kaca menyusut lebih cepat sehingga tutup mudah dibuka
6. Kabel jaringan listrik yang ada di pinggir jalan sengaja dipasang
kendur. Hal ini bertujuan agar kabel listrik …
a. tidak putus waktu memuai di siang hari
b. tidak putus waktu menyusut di malam hari
c. tidak putus saat arus listrik mengalir
d. tidak terbakar saat tegangan listrik naik
7. Sebuah balon yang mengembang diikat pada mulut botol yang
berisi air kemudian botol tersebut dimasukkan ke dalam wadah
yang berisi pecahan es batu, maka balon tersebut akan …
a. mengembang
b. mengempis
c. memuai
d. pecah

Subtema 2 : Pemuaian Benda 46


Temperatur dan Panas

8. Tukang kayu merancang ukuran bingkai jendela sedikit lebih


besar daripada ukuran sebenarnya. Hal ini bertujuan ….
a. memudahkan pemasangan
b. untuk memberi ruang kaca saat terjadi pemuaian
c. memudahkan saat pembongkaran dilakukan
d. agar kelihatan rapi dan bagus
9. Berikut adalah manfaat pemuaian dalam kehidupan sehari-
hari, yaitu ….
a. pemasangan kawat telepon
b. pemasangan kaca jendela
c. pemasangan bingkai roda logam pada pedati dan kereta
api
d. sambungan rel kereta api
10. Berikut ini masalah yang ditimbulkan oleh pemuaian dalam
kehidupan sehari-hari, yaitu ….
a. celah pada lubang pintu
b. celah pada sambungan jembatan
c. sambungan kabel
d. pemasangan tiang telepon

Subtema 2 : Pemuaian Benda 47


`
Temperatur dan Panas

Peta Konsep Subtema 3

Konveksi

Perpindahan
Kalor

Konduksi

Radiasi

(Materi: Yulianti)

Subtema 3 : Perpindahan Panas 48


`
Temperatur dan Panas

Kompetensi Dasar

3.6 Menerapkan konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari.

4.6 Melaporkan hasil pengamatan tentang perpindahan kalor.

Indikator

3.6.5
3.6.3 3.6.4 Mendiskripsikan
Menyimpulkan penerepan konsep
Menyelediki konsep kosep perpindahan perpindahan kalor
perpindahan kalor. kalor. dalam kehidupan
sehari-hari.

4.6.3 4.6.4
4.6.2 Menyajikan hasil Mempresentasikan
Menyajikan laporan hasil diskripsi penerepan penerepan konsep
penyelidikan konsep konsep perpindahan perpindahan kalor
perpindahan kalor. kalor dalam dalam kehidupan
kehidupan sehari-hari. sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

1. Melalui praktikum siswa dapat menyelidiki konsep perpindahan kalor


dengan tepat.
2. Melalui praktikum siswa siswa dapat menyimpulkan konsep
perpindahan kalor dengan tepat.
3. Melalui kliping siswa dapat mendiskripsikan penerepan konsep
perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari dengan lengkap.
4. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menyajikan laporan hasil
penyelidikan konsep perpindahan kalor.
5. Melalui kerja kelompok siswa dapat membuat kliping penerepan
konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari dengan
lengkap.
6. Melalui kunjung karya siswa dapat mempresentasikan penerepan
konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari.

Subtema 3 : Perpindahan Panas 49


`
Temperatur dan Panas

Tahukah Kamu?

Perpindahan Panas
Panas suatu benda bergantung pada suhu benda tersebut. Semakin tinggi
suhu benda, maka benda semakin panas dan ternyata panas dapat
berpindah (mengalir) lho. Panas berpindah dari tempat yang bersuhu tinggi ke
tempat bersuhu rendah. Perpindahan panas dapat dilakukan melalui tiga cara,
yakni konveksi, radiasi, dan konduksi.

Ayo Mengamati

Amatilah gambar berikut dan


buatlah hipotesis (perkiraan) tentang
konsep konduksi, konveksi, dan
radiasi!

http://www.juraganles.com

Hipotesisku:

Konduksi adalah..........................................................................................................
......................................................................................................................................
Konveksi adalah..........................................................................................................
......................................................................................................................................
Radiasi adalah..............................................................................................................
.........................................................................................................................................

Subtema 3 : Perpindahan Panas 50


`
Temperatur dan Panas

Ayo Membaca

1. Konduksi (hantaran)
Pernahkah kalian membuatkan kopi untuk ayah kalian? Jika pernah
apa yang kalian rasakan ketika kita sedang mengaduk kopi? Ya benar,
tangan kita yang memegang sendok terasa panas. Hal ini diakibatkan
perpindahan panas dari kopi menuju tangan kita melalui sendok.
Perpindahan panas ini disebut konduksi.

https://majalah.ottencoffee.co.id

Benda memiliki kemampuan menghantarkan panas secara konduksi


secara berbeda-beda. Bahan yang mampu menghantarkan panas
dengan baik disebut konduktor. Bahan yang menghantarkan panas
dengan buruk disebut isolator. Berikut ini contoh konduktor dan isolator
dalam kehidupan sehari-hari.

(Widoko, dkk., 2017: 174)

Subtema 3 : Perpindahan Panas 51


`
Temperatur dan Panas

2. Konveksi (aliran)
Pernahkah kalian memperhatikan saat air dipanaskan. Ketika air
bagian bawah dipanaskan ternyata air bagian atas juga ikut panas.
Berarti, ada perpindahan panas dalam peristiwa tersebut. Perpindahan
tersebut terjadi karena air bagian bawah yang sudah panas bergerak
naik menuju tempat yang bersuhu lebih rendah. Air panas ini
mendesak air dingin yang berada di bagian atas. Akibatnya, air dingin
di bagian atas bergerak turun. Pada proses ini berlangsung, panas
mengalir bersama air. Perpindahan panas seperti ini disebut konveksi.

(Widoko, dkk., 2017: 176)


3. Radiasi (pancaran)
Ketika matahari bersinar di siang hari, apakah kalian merasa
gerah? Padahal, kalian berada jauh dari matahari. Demikian juga saat
kalian duduk di dekat api unggun. Kalian akan merasakan hangatnya
api unggun. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perpindahan
panas. Perpindahan panas seperti ini disebut radiasi.

Subtema 3 : Perpindahan Panas 52


`
Temperatur dan Panas

Ayo Lakukan

Untuk lebih memahami konsep perpindahan panas mari kita lakukan


percobaan berikut.
Kegiatan 1
Alat dan Bahan
 Sepotong kawat 50 cm
 Lilin
 Korek api
Cara Kerja
1) Nyalakan lilin dengan korek api. Lakukan dengan sangat hati-hati.
2) Dekatkan ujung kawat ke api lilin dan tunggu beberapa saat. Jika
mulai terasa panas, tariklah tanganmu.

Ayo Berpikir

Berilah tanda centang (v) pada kolom jawaban sesuai data yang
diperoleh pada kegiatan 1 dan berikan buktinya!
Jawaban
No. Pernyataan Bukti
Ya Tidak
1. Terjadi perpindahan
panas.

2. Melalui zat
perantara.

3. Diikuti perpindahan
zat perantara.

Subtema 3 : Perpindahan Panas 53


`
Temperatur dan Panas

Ayo Lakukan

Kegiatan 2
Alat dan Bahan
 Gelas beker
 Sedotan
 Alat pemanas
 Zat warna biru padat
Cara Kerja
1) Isilah gelas dengan air kran
2) Masukkan zat pewarna ke dasar gelas agak tepi
3) Panaskan gelas dengan alat pemanas dengan api sedang.
Amati apa yang akan terjadi.

Ayo Berpikir

Berilah tanda centang (v) pada kolom jawaban sesuai data yang diperoleh
pada kegiatan 2 dan berikan buktinya!
Jawaban
No. Pernyataan Bukti
Ya Tidak
1. Terjadi perpindahan
panas.

2. Melalui zat perantara.

3. Diikuti perpindahan zat


perantara.

Subtema 3 : Perpindahan Panas 54


`
Temperatur dan Panas

Ayo Lakukan

Kegiatan 3
Alat dan Bahan
 Lilin besar
Cara Kerja
1) Nyalakan lilin besar, kemudian hangatkan tangan kalian
dengan lilin tersebut.
2) Tunggu hingga tangan terasa hangat, perhatikan apa yang
terjadi.

Ayo Berpikir

Berilah tanda centang (v) pada kolom jawaban sesuai data yang
diperoleh pada kegiatan 3 dan berikan buktinya!
Jawaban
No. Pernyataan Bukti
Ya Tidak
1. Terjadi perpindahan
panas.

2. Melalui zat
perantara.

3. Diikuti perpindahan
zat perantara.

Subtema 3 : Perpindahan Panas 55


`
Temperatur dan Panas

Kesimpulan

Konduksi adalah ................................................................................................................


.............................................................................................................................................
Konveksi adalah..................................................................................................................
.............................................................................................................................................
Radiasi adalah......................................................................................................................
.............................................................................................................................................

Tujuan Pembe

Ayo Berkreasi

Projekku
Buatlah kliping bersama teman kelompokmu tentang penerapan
perpindahan panas dalam kehidupan masing-masing dengan format
sebagai berikut!

 Gambar
Judul  Diskripsi penerapan
Nama anggota  2 contoh untuk masing-
(untuk Sampul depan ) masing jenis perpindahan.

(untuk Isi)

Subtema 3 : Perpindahan Panas 56


`
Temperatur dan Panas

Tujuan

Nama Pengarang. Tahun terbit.


Bebas
Judul. Kota terbit: Penerbit.
(untuk Sampul belakang )
(Daftar Pustaka)

Contoh Kliping

http://blog.tombowusa.com/

Ayo Berkunjung

Lakukan kunjung karya sesuai kesepakatan yang kalian buat bersama gurumu.

Subtema 3 : Perpindahan Panas 57


`
Temperatur dan Panas

Ringkasan

 Panas dapat berpindah dari tempat yang bersuhu tinggi ke tempat


bersuhu rendah
 Perpindahan panas dapat dilakukan melalui tiga cara, yakni
konduksi, konveksi, dan radiasi.
 Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat perantara, namun
tidak diikuti perpindahan zat perantaranya, sehingga juga disebut
hantaran.
 Beberapa contoh konduksi adalah menyetrika, mensolder, dan
sendok yang panas karena digunakan untuk mengaduk minumna
panas.
 Konveksi adalah perpindahan panas melalui zat perantara diikuti
perpindahan zat perantaranya, sehingga juga disebut aliran.
 Beberapa contoh konveksi adalah terjadinya mendidikan air, angin
laut, dan terjadinya angin darat.
 Radiasi adalah perpindahan panas tanpa zat perantara, sehingga
juga disebut pancaran.
 Beberapa contoh radiasi adalah panas bola lampu, panas api
unggun dan oven microwave.

Subtema 3 : Perpindahan Panas 58


`
Temperatur dan Panas

Evaluasi

Petunjuk Pengerjaan Soal

Pada Lembar jawaban yang disediakan, tulislah B bila benar dan S bila salah
pada setiap pernyataan berikut

Orang yang merasa hangat berada di sekitar api unggun


meruapakan contoh dari konveksi.

Alumunium adalah isolator yang baik.

Benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik disebut


konduktor.
Panas suatu benda bergantung pada suhu benda tersebut.

Panas tidak dapat mengalir.

Radiasi adalah perpindahan tanpa zat perantara.

Contoh konduksi yaitu saat mendidihkan air.

Contoh radiasi yaitu panas api unggun dan oven.

Air dipanaskan adalah contoh dari konduksi.

Plastik adalah isolator yang baik.

Subtema 3 : Perpindahan Panas 59


`
Temperatur dan Panas

Daftar Pustaka

Haryanto. (2006). Sains Jilid 6. Jakarta: Erlangga.


Suhartanti, D., dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD Kelas VI. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional.
Widodo, W., dkk. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII. Jakarta: Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

https://majalah.ottencoffee.co.id/perbedaan-antara-long-black-americano-dan-kopi-
tubruk/ Diakses 19 Desember 2017
http://www.juraganles.com/2017/09/perpindahan-panas-konduksi-konveksi-radiasi-dan-
contohnya.html Diakses 19 Desember 2017
http://blog.tombowusa.com/2012/05/03/a-smashing-post-by-jennie-garcia/ Diakses 19
Desember 2017

Subtema 3 : Perpindahan Panas 60