Anda di halaman 1dari 25

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GIZI BALITA

A. Pendahuluan
Gizi yang baik adalah salah satu unsur penting untuk mewujudkan
manusia yang berkualitas. Pemenuhan gizi anak harus diperhatikan sedini
mungkin yaitu sejak mereka masih dalam kandungan melalui makanan ibu
hamil. Kebiasaan makan sudah dimulai sejak dari masa kanak-kanak.
Gizi adalah suatu zat yang berguna dan dibutuhkan oleh tubuh untuk
pertumbuhan dan perkembangan.

B. Fungsi Zat Gizi


Zat gizi berfungsi sebagai:
1. Zat tenaga
Zat gizi menghasilkan tenaga atau energi. Bagi balita, tenaga diperlukan
untuk melakukan aktivitasnya serta untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Oleh karena itu kebutuhan zat gizi sumber tenaga
balita relatif lebih besar daripada orang dewasa. Zat tenaga dapat
diperoleh dari karbohidrat, lemak dan protein.
2. Zat pembangun
Zat pembangun bukan hanya untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan
organ-organ tubuh balita, tetapi juga menggantikan jaringan yang rusak.
Zat pembangun dapat diperoleh dari protein.
3. Zat pengatur
Zat pengatur berfungsi agar faal organ-organ dan jaringan tubuh termasuk
otak dapat berjalan seperti yang diharapkan. Zat pengatur dapat diperoleh
dari vitamin, mineral dan air.

C. Kandungan Zat Gizi yang Diperlukan Bagi Balita


1. Protein
Dua jenis protein yaitu: protein hewani, yang didapati dari daging hewan
(telur,susu,daging) dan protein nabati (tempe,tahu) yang didapat dari
tumbuh-tumbuhan. Nilai gizi protein hewani lebih besar dari protein
nabati dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Walaupun demikian,
kombinasi penggunaan protein nabati dan hewani sangat dianjurkan.

Fungsi Protein:
a. Penunjang pertumbuhan
Protein merupakan bahan padat utama dari otot organ dan glandula
endoterm. Merupakan unsur utama dari matriks tulang dan gigi, kulit,
kuku, rambut,sel darah dan serum.
b. Pengaturan proses tubuh
Mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Protein juga
mempertahankan ketahanan terhadap mikroorganisme yang mengadakan
invasi karena antibody bersifat protein.
c. Energi
Protein merupakan sumber energi potensial, setiap gram menghasilkan
sekitar 4 kkal. Jika protein digunakan untuk energi maka tidak akan
dipakai untuk kebutuhan sintesis.
Sumber Protein : ASI, susu formula, sereal/gandum, telur, tahu, tempe,
ikan, daging.

2. Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber tenaga bagi anak, Bayi yang baru mendapat
asupan makanan dari ASI. Pada anak yang lebih besar yang sudah
mendapat makanan tambahan pendamping ASI, karbohidrat dapat
diperoleh dari makanan yang mengandung tepung.seperti: bubur susu,
sereal,roti,nasi tim atau nasi. Apabila tidak mendapatkan asupan
karbohidrat yang memadai untuk menghasilkan energi, tubuh akan
memecah protein dan lemak cadangan dalam tubuh.

Fungsi Karbohidrat:
Hampir semua karbohidrat pada akhirnya digunakan untuk memenuhi
kebutuhan energi tubuh. Beberapa karbohidrat yang ada digunakan untuk
sintesis dari sejumlah senyawa pengatur.
a. Energi
Setiap gram karbohidrat yang dioksidasi rata-rata menghasilkan 4 kalori.
Sejumlah karbohidrat dalam bentuk glukosa akan digunakan secara
langsung untuk memenuhi kebutuhan energi jaringan sejumlah kecil akan
disimpan sebagai glikogen dalam hepar dan otot dan beberapa akan
disimpan sebagai jaringan adipose untuk dikonversi menjadi energi.
Glukosa merupakan satu-satunya untuk otak dan jaringan saraf dan harus
tersedia dengan mudah. Setiap kegagalan untuk mencatu glukosa dan
oksigen untuk oksidasi dengan cepat akan menimbulkan kerusakan otak,
terutama pada masa neonatus. Pertumbuhan otak terjadi sangat cepat
dalam minggu terakhir kehidupan intrauterine. Karena itu penting
diusahakan agar bayi yang dilahirkan sebelum aterm tidak kekurangan
glukosa sehingga pertumbuhan otak dapat berlanjut, bayi yang kecil untuk
umur cenderung mengalami hipoglikemia dan karena itu, berada dalam
resiko.
b. Aksi pencadangan protein
Tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai protein utama
energi,karena itu jika terdapat defisiensi kalor dalam diit, maka akan
digunakan jaringan adipose dan protein.
c. Pengaturan metabolisme lemak
Diperlukan sejumlah karbohidrat dalam diit sehingga oksidasi lemak
dapat berlangsung dengan normal. Jika karbohidrat dalam diit terbatas,
maka lemak akan di metabolisir lebih cepat daripada penanganan tubuh
terhadap produk metabolisme ini. Jika lemak dioksidasi secara tidak
lengkap maka akan terbentuk keton.
d. Peranan dalam fungsi gastrointestinal
Diduga lactose mempercepat pertumbuhandari bacteria yang digunakan
dalam usus kecil. Sejumlah bakteri ini berguna dalam mensintesis vitamin
B kompleks dan vitamin K. Laktose juga meningkatkan absorbsi kalium.
Sementra selulose, hemiselulose dan pectin tidak menghasilkan zat gizi
dalam tubuh, mereka membantu dalam stimulasi aksi peristaltic.

Karbohidrat terutama monosakarida, merupakan unsur penting dari


banyak senyawa yang mengatur metabolisme.
Sumber Karbohidrat : ASI, produk susu, beras, jagung, singkong, buncis,
tomat, sayur hijau, buah segar.

3. Lemak
Seperti karbohidrat lemak merupakan senyawa karbon ,hydrogen dan
oksigen.tetapi proporsi oksigen lebih rendah. Lemak termsuk senyawa
minyak-minyakan dan bahan mirip lemak yang mempunyai rasa minyak
dan tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik tertentu
seperti eter, alkohol dan benzen.
Terdapat banyak asam lemak yang ditemukan dalam alam yang berbeda
dalam jumlah atom karbon dan ikatan ganda yang dikandungnya. Mereka
adalah asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.
Asam lemak jenuh lebih stabil dan tidak memiliki ikatan rangkap, contoh
asam palmitat, stearat yang merupakan unsur utama mentega coklat.
Asam lemak tak jenuh yang memiliki dua atau lebih ikatan rangkap yang
bereaksi secara berangsur-angsur dengan udara menjadikannya tengik.

Fungsi Lemak:
Fungsi utama lemak adalah untuk memberikan energi setiap setiap gram
lemak jika dioksidasi menghasilkan sekitar sembilan kalori. Energi ini
scara terus menerus ada dalam simpanan jaringan subkutan dan dalam
kavum abdomen. Juga mengelilingi organ dan menyusur sepanjang
jaringan adipose. Lemak bertindak sebagai barier dari vitamin A, D ,E dan
K yang larut dalam air, memberikan rasa makanan yang menyenangkan
dan memberi perasaan kenyang karena kecepatan pengosongan dari
lambung dikaitkan dengan kandungan lemaknya. Fosfolipid merupakan
komponen penting dari struktur membran dan unsur semua sel dan
terlibat dalam absorbi dan transpor lemak.
Pada dasarnya, lemak tidak banyak dibutuhkan dalam jumlah besar
kecuali lemak esensial, yaitu asam linoleat dan asam arakidonat. Pada
anak usia nayi sampai kurang lebih 3 bulan, lemak merupakan umber
gliserida, dan kolesterol yang tidak dapat dibuat dari karbohidrat. Lemak
berfungsi untuk mempermudah absorbsi vitamin yang larut dalam lemak,
yaitu: vitamin A,D,E,dan K.
Sumber lemak : ASI, susu formula, minyak goreng, margarine, daging

4. Vitamin
Vitamin adalah sejumlah zat yang terdapat dalam makanan, yang
berfungsi untuk mempertahankan fungsi tubuh (Marlow,D.R.dan Reeding
BA,1988) Kekurangan vitamin akan menyebabkan tubuh cepat merasa
lelah, kurang nafsu makan, kerusakan pembuluh darah dan sel saraf serta
dapat mengurangi ketajaman penglihatan. Vitamin C penting untuk tubuh
untuk pembentukan substansi antar sel, meningkatkan daya tahan tubuh
dan meningkatkan absorbsi zat besi dalam usus.Vitamin D penting untuk
penyerapan dan metabolisme kalsium dan posfor, pembentukan tulang
dan gigi.
Sumber-sumber vitamin:
 Vit A : hati, kuning telur, susu, keju, pepaya, brokoli, tomat, wortel, sayur-
sayuran hijau (bayam), seledri.
 Vit B : beras merah
 Vit C : buah dan sayuran (jeruk, belimbing.
 Vit D : telur, susu, minyak ikan.
 Vit E : kecambah, biji-bijian, kuning telur, minyak dari biji-bijian.
 Vit K : jambu biji, sayuran hijau, biji-bijian.
5. Mineral
Fungsinya untuk mengaktifkan metabolisme tubuh
Mineral antara lain :
a. Kalsium : susu, tempe, tahu, ikan teri.
b. Fosfor : daging, unggas, ikan, telur, beras.
c. Zat Besi : hati, daging unggas, ikan, telur, sayuran hijau, kacang-
kacangan, biji-bijian.
d. Iodium : garam beriodium, ikan dan hasil laut.
e. Fluor : air minum, bahan makanan hewani maupun nabati.

D. Merencanakan Menu untuk Balita


Anak usia (3-5 tahun)
Sesuai dengan karakteristik anak usia ini, tanamkan pentingnya makanan
yang bergizi bagi kesehatan dirinya. Di usia ini, gigi susu sudah lengkap
sehingga anak dapat mengerat dan mengunyah dengan baik walaupun
belum maksimal. Bentuk makanan seperti orang dewasa, misalnya nasi
dapat diberikan, tetapi tetap diserta degan cairan atau sayur berkuah.
Frekuensi makan dan cara pengolahan makanan:
Pada masa pras ekolah, kebutuhan zat gizi relatif menurun jika
dibandingkan dengan batita. Kapasitas saluran pencernaannya untuk
menerima jumlah makanan dalam sekali makan sudah lebih besar
daripada batita. Oleh karena itu, porsi makanan yang diberikan pada
setiap kali makan dapat lebih besar. Namun, frekuensi makan diturunkan
5-6 kali sehari. Pola makan tersebut terdiri atas 3 kali makan utama (pagi,
siang dan sore) serta dua kali makan selingan. Berikan susu dalam bentuk
minuman sekali sehari, yaitu pada malam hari sebelum
tidur.
STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN DASAR

Menurut Clinical Practice Guideline (1990) Standar adalah keadaan ideal


atau tingkat pencapaian tertinggi dan sempurna yang dipergunakan
sebagai batas penerimaan minimal.

Menurut Donabedian (1980) Standar adalah rumusan tentang penampilan


atau nilai diinginkan yang mampu dicapai, berkaitan dengan parameter
yang telah ditetapkan.

Menurut Rowland and Rowland (1983) Standar adalah spesifikasi dari


fungsi atau tujuan yang harus dipenuhi oleh suatu sarana pelayanan
kesehatan agar pemakai jasa pelayanan dapat memperoleh keuntungan
yang maksimal dari pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Secara
luas.

Secara luas, pengertian standar layanan kebidanan merupakan suatu


pernyataan tentang mutu yang diharapkan, yaitu akan menyangkut
masukan, proses dan keluaran (outcome) sistem layanan kebidanan.

Standar layanan kebidanan merupakan suatu alat organisasi untuk


menjabarkan mutu layanan Kebidanan ke dalam terminologi operasional
sehingga semua orang yang terlibat dalam layanan kebidanan akan terikat
dalam suatu sistem, baik pasien, penyedia layanan kebidanan, penunjang
layanan kebidanan , ataupun manajemen organisasi layanan kebidanan,
dan akan bertanggung gugat dalam menjalankan tugas dan perannya
masing-masing.

Sehingga, Standar Pelayanan Kebidanan Dasar adalah norma dan tingkat


kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

1. Dapat diobservasi dan diukur

3. Mudah dilakukan dan dibutuhkan

PENGENALAN STANDART PELAYANAN KEBIDANAN

Standar Pelayanan Kebidananan terdiri dari 24 Standar, meliputi :


A. Standar Pelayanan Umum (2 standar)

Standar 1 : Persiapan untuk Kehidupan Keluarga Sehat

Bidan memberikan penyuluhan dan nasehat kepada perorangan, keluarga


dan masyarakat terhadap segala hal yang berkaitan dengan kehamilan,
termasuk penyuluhan kesehatan umum, gizi, keluarga berencana, kesiapan
dalam menghadapi kehamilan dan menjadi calon orang tua, menghindari
kebiasaan yang tidak baik dan mendukung kebiasaan yang baik.

Standar 2 : Pencatatan dan Pelaporan

Bidan melakukan pencatatan semua kegiatan yang dilakukannya, yaitu


registrasi. Semua ibu hamil di wilayah kerja, rincian pelayanan yang
diberikan kepada setiap ibu hamil/bersalin/nifas dan bayi baru lahir,
semua kunjungan rumah dan penyuluhan kepada masyarakat. Di samping
itu bidan hendaknya mengikutsertakan kader untuk mencatat semua ibu
hamil dan meninjau upaya masyarakat yang berkaitan dengan ibu hamil
dan bayi baru lahir. Bidan meninjau secara teratur catatan tersebut untuk
menilai kinerja dan penyusunan rencana kegiatan untuk meningkatkan
pelayanannya.

B. Standar Pelayanan Antenatal (6 standar)

Standar 3 : Identifikasi Ibu Hamil

Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat


secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami,
dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan
kehamilannya sejak dini dan secara teratur

Standar 4 : Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal

Bidan memberikan sedikitnya 4x pelayanan antenatal. Pemeriksaan


meliput anamnesis dan pemantauan ibu janin dengan seksama untuk
menilai apakah perkembangan berlangsung normal. Bidan juga harus
mengenali kehamilan risti/ kelainan, khususnya anemia, kurang gizi,
hipertensi, PMS, infeksi HIV, memberikan pelayanan imunisasi, nasehat
dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh
puskesmas. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap
kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu mengambil
tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.

Standar 5 : Palpasi dan Abdominal

Bidan melakukan pemeriksaan abdominal dan melakukan palpasi untuk


memperkirakan usia kehamilan; serta bila kehamilan bertambah
memeriksa posisi, bagian terendah janin dan masuknya kepala janin
kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan dan melakukan rujukan
tepat waktu.

Standar 6 : Pengelolaan Anemia pada Kehamilan

Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan


rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.

Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan

Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada


kehamilan dan mengenal tanda serta gejala preeklampsia lainnya, serta
mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.

Standar 8 : Persiapan Persalinan

Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami serta
keluarganya pada trimester ketiga, untu memastikan bahwa persiapan
persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan
direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya
untuk merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat. Bidan
hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini.

C. Standar Pertolongan Persalinan (4 standar)

Standar 9 : Asuhan Persalinan Kala I

Bidan menilai secara tepat bahwa persalian sudah mulai, kemudian


memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai, dengan
memperhatikan kebutuhan klien, selama proses persalinan berlangsung.
Standar 10 : Persalinan Kala II yang Aman

Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman, dengan sikap sopan


dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat

Standar 11 : Penatalaksanaan Aktif Persalinan Kala III

Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu


pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap

Standar 12 : Penanganan Kala II dengan Gawat Janin melalui

Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yang
lama, dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk
memperlancar persalinan, diikuti dengan penjahitan perineum.

D. Standar Pelayanan Nifas (3 standar)

Standar 13 : Perawatan Bayi Baru Lahir

Bidan memeriksa dan menilai bayi baru lahir untuk memastikan


pernafasan spontan mencegah hipoksia sekunder, menemukan kelainan,
dan melakukan tindakan atau merujuk sesuai dengan kebutuhan. Bidan
juga harus mencegah atau menangani hipotermia.

Standar 14 :Penanganan pada Dua Jam Pertama Setelah Persalinan

Bidan melakukan pemantauan ibu dan bayi terhadap terjadinya


komplikasi dalam dua jam setelah persalinan, serta melakukan tindakan
yang diperlukan. Di samping itu, bidan memberikan penjelasan tentang
hal-hal yang mempercepat pulihnya kesehatan ibu, dan membantu ibu
untuk memulai pemberian ASI.

Standar 15 :Pelayanan bagi Ibu dan Bayi pada Masa Nifas

Bidan memberikan pelayanan selama masa nifas melalui kunjungan


rumah pada hari ketiga, minggu kedua dan minggu keenam setelah
persalinan, untuk membantu proses pemulihan ibu dan bayi melalui
penanganan tali pusat yang benar, penemuan dini penanganan atau
rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas, serta
memberikan penjelasan tentang kesehatan secara umum, kebersihan
perorangan, makanan bergizi, perawatan bayi baru lahir, pemberian ASI,
imunisasi dan KB.

E. Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri-Neonatal

Standar 16 : Penanganan Perdarahan dalam Kehamilan pada

Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala perdarahan pada


kehamilan, serta melakukan pertolongan pertama dan merujuknya.

Standar 17 : Penanganan Kegawatan dan Eklampsia

Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala eklampsia mengancam,


serta merujuk dan/atau memberikan pertolongan pertama.

Standar 18 : Penanganan Kegawatan pada Partus Lama/Macet

Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala partus lama/macet serta
melakukan penanganan yang memadai dan tepat waktu atau merujuknya

Standar 19 : Persalinan dengan Penggunaan Vakum Ekstraktor

Bidan mengenali kapan diperlukan ekstraksi vakum, melakukannya


dengan benar dalam memberikan pertolongan persalinan dengan
memastikan keamanannya bagi ibu dan janin/bayinya.

Standar 20 : Penanganan Retensio Plasenta

Bidan mampu mengenali retensio plasenta, dan memberikan pertolongan


pertama termasuk plasenta manualdan penanganan perdarahan, sesuai
dengan kebutuhan.

Standar 21 : Penanganan Perdarahan Post Partum Primer

Bidan mampu mengenali perdarahan yang berlebihan dalam 24 jam


pertama setelah persalinan (perdarahan post partum primer) dan segera
melakukan pertolongan pertama untuk mengendalikan perdarahan.
Standar 22 : Penanganan Perdarahan Post Partum Sekunder

Bidan mampu mengenali secara tepat dan dini tanda serta gejala
perdarahan post partum sekunder, dan melakukan pertolongan pertama
untuk penyelamatan jiwa ibu, atau merujuknya.

Standar 23 : Penanganan Sepsis Puerperalis

Bidan mampu mengamati secara tepat tanda dan gejala sepsis puerperalis,
serta melakukan pertolongan pertama atau merujuknya.

Standar 24 : Penanganan Asfiksia Neonatorum

Bidan mampu mengenali dengan tepat bayi baru lahir dengan asfiksia,
serta melakukan resusitasi, mengusahakan bantuan medis yang
diperlukan dan memberikan perawatan lanjutan.

Standar pelayanan kebidanan digunakan untuk menentukan kompetensi


yang diperlukan bidan dalam menjalankan praktik sehari-hari. Standart
pelayanan kebidanan juga dapat digunakan untuk:

1. Menilai mutu pelayanan

2. Menyususn rencana diklat bidan

3. Pengembangan kurikulum pendidikan bidan


PERSIAPAN KEHAMILAN
A.Nutrisi Ibu Hamil
Salah satu cara agar cepat hamil yang efektif adalah memperhatikan kebutuhan
nutrisi yang diperlukan oleh tubuh Anda untuk meningkatkan kesuburan yang
ditandai oleh siklus menstruasi yang teratur dan sehat. Kebutuhan nutrisi
dilakukan dengan cara menjaga pola makan dan memberikan asupan makanan
bergizi yang dikonsumsi sehari-hari. 6 Nutrisi Penting Untuk Cara Agar Cepat
Hamil
1. Asam Folat Nutrisi penting ini sangat diperlukan untuk mencegah
kelainan dan juga untuk perkembangan tabung otak bakal janin. Asam
tersedia dalam tablet siap pakai (dari dokter kandungan) dan jug adapat
ditemukan dalam jenis makanan sehari-hari seperti brokoli, asparagus,
kacang polong, biji-bijian, kacang kapri, jus jeruk dan sayuran berdaun
hijau. Nutrisi pembantu untuk cara agar cepat hamil ini sangat
dianjurkan dikonsumsi setiap hari pada saat persiapan kehamilan sampai
beberapa bulan pertama kehamilan. Pihak suamipun sebaiknya
mengkonsumsi asam folat ini dalam dosis tertentu atau melalui konsumsi
makanan-makanan sehat mengandung asam folat di atas.
2. Vitamin B6 Nutrisi valid cara agar cepat hamil ini memang tidak dapat
ditawar lagi. Vitamin B6 merupakan nutrisi yang berguna untuk
mendukung dan mengatur hormon reproduksi yang tentu saja berkaitan
dengan kesuburan. Vitamin B6 dapat diperoleh melalui jenis makanan
sayuran hijau, kecambah, kacang-kacangan dan biji-bijan (beras, gandum,
sereal). Sebaiknya mengkonsumsi makanan yang masih segar dan bebas
dari pengawet.
3. Zat Besi (Fe) Apabila Anda saat ini mengalami anemia, ada kemungkinan
termasuk di dalam kasus sulit hamil. Sebab zat besi sebagai nutrisi
penting untuk meningkatkan sel darah merah dan perannya sangat vital
di dalam proses persiapan kehamilan maupun pada saat kehamilan
nantinya. Jenis nutrisi pembantu cara agar cepat hamil ini bisa Anda
peroleh dengan mengkonsumsi ayam, kacang-kacangan. daging merah
(sapi, domba, kambing) dan sayuran bayam.

4. Vitamin C Nutrisi satu ini penting sekali untuk meningkatkan kesuburan,


terutama buat calon ayah. Selain itu juga memegang peranan dalam
meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hal yang sangat diperlukan dalam
masa kehamilan nanti. Unsur penting ini bisa didapatkan di buah-buahan
seperti mangga, jeruk, papaya dan buah-buahan lainnya.

5. Zat Seng (Zinc) Zat seng berfungsi sebagai penambah kuantitas dan
kualitas sperma. Bisa djumpai pada jenis makanan kacang-kacangan, biji-
bijian, daging merah, kerang, kuning telur.
6. Air Dengan meminum 8-10 gelas air setiap harinya, terapi ini termasuk
salah satu cara agar cepat hamil yang bisa meningkatkan produksi
hormon-hormon kesuburan, estrogen dan testosteron.

B. Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah suatu masa yang di mulai dengan pembuahan antara sperma
dan sel telur dan berakhir dengan permulaan persalinan.
C.Tujuan Perawatan selama Hamil (A n t e n a t a l C a r e )
Tujuan dari antenatal care yaitu sebagai berikut:
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan
tumbuh kembang bayi;
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial
ibu dan bayi,

3. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang


mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,
kebidanan dan pembedahan,

4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, Ibu


maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin,

5. Mempersiapkan peran Ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi


agar dapat tumbuh kembang secara normal.
D. Yang Harus Dilakukan Ketika Hamil
Standar Minimal Pelayanan Antenatal “14T”, yang terdiri atas (Depkes,
2007):
1. Ukur Berat badan dan Tinggi Badan
( T1 )
Dalam keadaan normal kenaikan berat badan ibu dari sebelum hamil dihitung
dari TM I sampai TM III yang berkisar antara 9-13,9 kg dan kenaikan berat
badan setiap minggu yang tergolong normal adalah 0,4 - 0,5 kg tiap minggu
mulai TM II. Pengukuran tinggi badan ibu hamil dilakukan untuk mendeteksi
faktor resiko terhadap kehamilan yang sering berhubungan dengan keadaan
rongga panggul.
2. Ukur Tekanan Darah
( T2)
Tekanan darah yang normal 110/80 - 140/90 mmHg, bila melebihi 140/90
mmHg perlu diwaspadai adanya Preeklampsi. Preeklampsia adalah hipertensi
(140/90 mmHg) dan proteinuria ( > 300/24 jam urin) yang terjadi setelah
kehamilan 20 minggu pada perempuan yang sebelumnya normotensi.
Preeklamsi dibagi menjadi 2 golongan yaitu preekslamsi ringan dan berat.
Preeklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan atau
edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala
klinis preeklampsia ringan meliputi:
a. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih; diastol 15 mmHg atau
lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau
lebih atau sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg; diastol 90 mmHg
sampai kurang 110 mmHg.

b. Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0.3 gr/liter dalam 24 jam atau secara
kualitatif positif 2 (+2).

c. Edema pada pretibia, dinding abdomen, lumbosakral, wajah atau tangan.


d. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali
berturut-turut. Preeklampsia berat berat adalah suatu komplikasi
kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg
atau lebih disertai proteinuria dan atau edema pada kehamilan 20 minggu
atau lebih. Gejala klinis preeklampsia berat meliputi:
a. Tekanan darah sistolik 160 mmHg atau lebih dan atau diastolik 110 mmHg
atau lebih, di ukur 2 kali dengan jarak waktu sekurang-kurangnya 6 jam dan
pasien dalam keadaan istirahat rebah.
b. Proteinuri 5 gr atau lebih dalam 24 jam.
c. Oliguri yaitu produksi urine 400 cc atau kurang dalam 24 jam.
d. Gangguan serebral atau gangguan penglihatan.
e. Edema paru atau sianosis.

3. Ukur Tinggi Fundus Uteri


( T3 )
Tujuan pemeriksaan TFU menggunakan tehnik Mc. Donald adalah menentukan
umur kehamilan berdasarkan minggu

dan hasilnya bisa di bandingkan dengan hasil anamnesis hari pertama haid
terakhir (HPHT) dan kapan gerakan janin mulai dirasakan
.
TFU yang normal harus sama dengan UK dalam minggu yang dicantumkan dalam
HPHT. Pengukuran TFU merupakan bagian dari pemeriksaan palpasi.
PENYULUHAN KESEHATAN UPAYA PROMOSI KESEHATAN DAN NIFAS

A. DEFINISI PROMOSI KESEHATAN


Menurut WHO Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental,
dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan
aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi
lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya). Promosi
Kesehatan ( Health Promotion ) adalah ilmu dan seni membantu masyarakat
menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal
didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan
intelektual. Agar promosi kesehatan dapat berjalan secara sistematis, terarah
dan terencana sesuai konsep promosi kesehatan bahwa individu dan masyarakat
bukan hanya sebagai objek/sasaran yang pasif menunggu tetapi juga sebagai
pelaku maka perlu pengelolaan program promosi kesehatan mulai dari
pengkajian, perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pemantauan dan penilaian.
Dan agar promosi kesehatan berjalan secara efektif dan efesien maka pesan
harus sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan / masalah sasaran.
Sasaran utama promosi kesehatan adalah masyarakat khususnya perilaku
masyarakat. Karena terbatasnya sumber daya, akan tidak efektif apabila upaya
atau kegiatan promosi kesehatan langsung dialamatkan kepada masyarakat, oleh
karena itu perlu dilakukan pentahapan sasaran promosi kesehatan. Sedangkan
pelayanan kesehatan menurut Prof. DR. Soekidjo Notoadmojo adalah sub system
pelayan kesehatan yang tujuan utamanya adalah preventif (prncegahan) dan
promotif (peningkatan kesehatan) dengan sasaran masyarakat. Menurut Levey
dan Loomba (1973) palayanan kesehatan adalah uapaya yang diselenggarakan
sendiri/secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah, dan menyambuhakan penyakit serta
memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, atau masyarakat. Jadi
pelayanan kesehatan adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan
utamanya adalah promotif (memelihara dan meningkatkan kesehatan), preventif
( pencegahan), kuratif (penyembuhan), dan rehabilitasi (pemulihan) kesehatan
perorangan, keluarga, kelompok atau masyarakat, lingkungan

B. MACAM – MACAM UPAYA PROMOSI KESEHATAN


Kesehatan merupakan kebutuhan dengan hak setiap insan agar dapat
kemampuan yang melekat dalam diri setiap insan. Hal ini hanya dapat dicapai
bila masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, berperan serta untuk
meningkatkan kemampuan hidup sehatnya. Kemandirian masyarakat diperlukan
untuk mengatasi masalah kesehatannya dan menjalankan upaya peecahannya
sendiri adalah kelangsungan pembangunan. GBHN mengamanatkan agar dapat
dikembangkan suatu sistem kesehatan nasional yang semakin mendorong
peningkatan peran serta masyarakat.
Kemampuan masyarakat perlu ditingkatkan terus menerus untuk menolong
dirinya sendiri dalam mengatasi masalah kesehatan. Kegiatan pembinaan yang
di lakukan oleh bidan sendiri antara lain mempromosikan kesehatan dalam
pelayanan agar peran serta ibu, remaja, wanita, keluarga dan kelompok
masyarakat di dalam upaya kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana
meningkat. Ini sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat.

Upaya promosi kesehatan dalam pelayanan kebidanan meliputi :


1. Upaya Promotif.
Adalah upaya promosi kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan status/
derajad kesehatan yang optimal. Sasarannya adalah kelompok orang sehat.
Tujuan upaya promotif adalah agar masyarakat mampu meningkatkan
kesehatannya, kelompok orang sehat meningkat dan kelompok orang sakit
menurun. Bentuk kegiatannya adalah pendidikan kesehatan tentang cara
memelihara kesehatan.
2. Upaya Preventif
Adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit.
Sasarannya adalah kelompok orang resiko tinggi. Tujuannya untuk mencegah
kelompok resiko tinggi agar tidak jatuh/ menjadi sakit (primary prevention).
Bentuk kegiatannya adalah imunisasi, pemeriksaan antenatal care, postnatal
care, perinatal dan neonatal.
3. Upaya Kuratif
Adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah
melalui pengobatan. Sasarannya adalah kelompok orang sakit (pasien) terutama
penyakit kronis. Tujuannya kelompok ini mampu mencegah penyakit tersebut
tidak lebih parah (secondary prevention). Bentuk kegiatannya adalah
pengobatan.
4. Upaya Rehabilitatif
Adalah upaya promosi kesehatan untuk memelihara dan memulihkan kondisi/
mencegah kecacatan. Sasarannya adalah kelompok orang yang baru sembuh dari
penyakit. Tujuannya adalah pemulihan dan pencegahan kecacatan (tertiary
prevention).

C. PROMOSI KESEHATAN NIFAS


Promosi kesehatan nifas dapat diberikan kepada ibu pasca persalinan dan
keluarganya. Ini diberikan untuk menambah pengetahuan ibu dan keluarga
dalam menghadapi masa nifas ini ibu, sehingga dalam masa nifas ini ibu dan
keluarga siap dan tahu apa yang harus dilakukan dan tidak boleh di lakukan.
Tujuan promosi kesehatan nifas adalah :
1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis
2. Mendukung dan memperkuat keyakinan diri ibu dan memungkinkan ia
melaksanakan peran ibu dalam situasi keluarga dan budaya yang khusus
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi,
keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi, kepada bayinya dan
perawatan bayi sehat.

Peran bidan dalam masa nifas, yaitu:


1) Memberikan dukungan yang terus menerus selama masa nifas yang baik
sesuai dengan kebutuhan ibu agar mengurangi ketegangan fisik dan psikologis
selama persalinan dan nifas.
2) Sebagai promotor hubungan yang erat antara ibu dan bayi secara fisik dan
psikologis.
3) Mengondisikan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara meningkatkan rasa
nyaman.

Setelah pasca persalinan ini, bidan sangat dibutuhkan dalam menghadapi dan
memantau ibu terutama selama 2 jam persalinan. Hal ini karena selama 2 jam
pasca persalinan rentan akan komplikasi-komplikasi pada ibu. Dalam masa nifas,
tanyakan tentang perasaan ibu. Biasanya ibu merasa capek dan lemah. Keadaan
fisik nya diperiksa terutama uterus, tanda-tanda vital dan daerah vagina. Bila
keadaan ibu tetap normal, dianjurkan bayi segera diteteki lagi. Ibu dan bayi
diberi kesempatan beristirahat. Makan ringan setiap waktu, bangun bila mau
kencing, bayi tidak boleh diberi apapu kecuali ASI. Ibu diberitahukan agar
menjaga kesehatan perineum terutama waktu buang air kecil dan air besar.
Berdasarkan program dan kebajikan teknis masa nifas, paling sedikit dilakukan 4
kali kunjungan masa nifas, untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir untuk
mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi. Jadi ibu dan keluarga
diberitahu untuk kontrol pada : 6-8 jam setelah persalinan, 6 hari setelah
persalinan, 2 minggu setelah persalinan, 6 minggu setelah persalinan.
Promosi Kesehatan pada Ibu Nifas meliputi Health education, personal hygiene,
istirahat dan tidur pada ibu nifas. Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna
maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih seperti ke keadaan sebelum
hamil. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pada masa nifas,
maka ibu nifas membutuhkan pendidikan kesehatan / health education seperti
personal hygiene, istirahat dan tidur. Kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan
ibu nifas antara lain:

1) Kebersihan diri atau personal hygiene.


Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan
perasaan nyaman pada ibu. Anjurkan ibu unutuk menjaga kebersihan diri
dengan cara mandi yang teratur minimal 2 kali sehari, mengganti pakaian dan
alas tempat tidur serta lingkungan dimana ibu tinggal. Ibu harus tetap bersih,
segar dan wangi. Merawat perineum dengan baik dengan menggunakan
antiseptik (PK / Dethol) dan selalu diingat bahwa membersihkan perineum dari
arah depan ke belakang. Jaga kebersihan diri secara keseluruhan untuk
menghindari infeksi, baik pada luka jahitan maupun kulit.

Pakaian
Sebaiknya pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat karena
produksi keringat menjadi banyak. Produksi keringat yang tinggi berguna untuk
menghilangkan ekstra volume saathamil. Sebaiknya, pakaian agak longgar di
daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering.Demikian juga dengan
pakaian dalam, agar tidak terjadi iritasi (lecet) pada daerah sekitarnya akibat
lochea.
Kebersihan rambut
Setelah bayi lahir, ibu mungkin akan mengalami kerontokan rambut akibat
gangguan perubahan hormon sehingga keadaannya menjadi lebih tipis
dibandingkan keadaan normal. Jumlah dan lamanya kerontokan berbeda-beda
antara satu wanita dengan wanita yang lain. Meskipun demikian, kebanyakan
akan pulih setelah beberapa bulan. Cuci rambut dengan conditioner yang cukup,
lalu menggunakan sisir yang lembut.Hindari penggunaan pengering rambut.
Kebersihan kulit
Setelah persalinan, ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan
dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan
pembengkakan pada wajah, kaki, betis, dan tangan ibu. Oleh karena itu, dalam
minggu-minggu pertama setelah melahirkan, ibu akan merasakan jumlah
keringat yang lebih banyak dari biasanya. Usahakan mandi lebih sering dan jaga
agar kulit tetap kering.
Kebersihan vulva dan sekitarnya.
• Mengajarkan ibu membersihkan daerah kelamin dengan cara membersihkan
daerah di sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, baru kemudian
membersihkan daerah sekitar anus. Bersihkan vulva setiap kali buang air kecil
atau besar.
• Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua
kali sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan
dikeringkan di bawah matahari atau disetrika.
• Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan
sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
• Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk
menghindari menyentuh luka, cebok dengan air dingin atau cuci menggunakan
sabun. Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah infeksi,
meningkatkan rasa nyaman dan mempercepat penyembuhan. Perawatan luka
perineum dapat dilakukan dengan cara mencuci daerah genital dengan air dan
sabun setiap kali habis BAK/BAB yang dimulai dengan mencuci bagian depan,
baru kenudian daerah anus. Sebelum dan sesudahnya ibu dianjukan untuk
mencuci tangan.Pembalut hendaknya diganti minimal 2 kali sehari.Bila pembalut
yang dipakai ibu bukan pembalut habis pakai, pembalut dapat dipakai kembali
dengan dicuci, dijemur dibawah sinar matahari dan disetrika.

2) Istirahat dan tidur


Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi oleh
semua orang. Istirahat dan tidur sendiri memiliki makna yang berbeda pada
setiap individu. Secara umum,istirahat berarti suatu keadaan tenang,relaks,tanpa
tekanan emosional,dan bebas dari perasaan gelisah. Jadi,beristirahat bukan
berarti tidak melakukan aktivitas sama sekali. Tidur dikarakteristikkan dengan
aktifitas fisik yang minimal,tingkat kesadaran yang bervariasi, perubahan proses
fisiologis tubuh,dan penurunan respons terhadap stimulus eksternal. Hal
tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa tidur dapat memulihkan atau
mengistirahatkan fisik setelah seharian beraktivitas,mengurangi stress dan
kecemasan,serta dapat meningkatkan kemampuan dan konsenterasi saat hendak
melakukan aktivitas sehari-hari. Istirahat yang memuaskan bagi ibu yang baru
melahirkan merupakan masalah yang sangat penting sekalipun tidak mudah
dicapai. Keharusan ibu untuk beristirahat sesudah melahirkan memang tidak
diragukan lagi, kehamilan dengan beban kandungan yang berat dan banyak
keadaan yang mengganggu lainnya, pekerjaan bersalin, bukan persiapan yang
baik dalam menghadapi kesibukan yang akan terjadi.
Padahal hari-hari postnatal akan dipenuhi oleh banyak hal, begitu banyak yang
harus dipelajari, ASI yang diproduksi dalam payudara, kegembiraan menerima
kartu ucapan selamat, karangan bunga, hadiah-hadiah serta menyambut tamu
dan juga kekhawatiran serta keprihatinan yang tidak ada kaitannya dengan
situasi ini. Jadi, dengan tubuh yang letih dan mungkin pula pikiran yang sangat
aktif, ibu sering perlu diingatkan dan dibantu agar mendapatkan istirahat yang
cukup.
Kegunaan atau fungsi dari Tidur yang cukup :
1. Regenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi baru.
2. Memperlancar produksi hormon pertumbuhan tubuh.
3. Mengistirahatkan tubuh yang letih akibat aktivitas seharian.
4. Meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit.
5. Menambah konsentrasi dan kemampuan fisik.
Ibu nifas memerlukan istirahat yang cukup, istirahat tidur yang dibutuhkan ibu
nifas sekitar 8 jam pada malam hari dan 1 jam pada siang hari.

Pola istirahat
a. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang
berlebihan
b. Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kagiatan rumah tangga biasa secara
perlahan-lahan, serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur.
c. Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam berbagai hal :
• Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi
• Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan
• Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya
sendiri
Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan.
Kurang istirahat dapat mengurangi produksi ASI , memperlambat proses
involusi uterus dan memperbanyak pendarahan, menyebabkan depresi dan
ketidak mampuan untuk merawat bayinya.

3) Nutrisi
Dalam masa nifas ibu membutuhkan gizi yang cukup. Gizi pada ibu menyusui
sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk
tumbuh kembang bayi. Kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi ibu
sangat berpengaruh pada jumlah ASI yang dihasilkan, ibu menyusui disarankan
memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal yang digunakan untuk
memproduksi ASI dan untuk aktifitas ibu itu sendiri.
Sebuah teori, maternal depletion syndrome menyatakan bahwa status gizi ibu
setelah peristiwa kehamilan dan persalinan, kemudian diikuti masa laktasi, tidak
segera pulih dan ditambah lagi pemenuhan gizi yang kurang, jumlah paritas yang
banyak dengan jarak kehamilan yang pendek, akan menyebabkan ibu mengalami
drainage gizi. Akibatnya ibu akan berada dalam status gizi yang kurang dengan
akibat lebih lanjut pada ibu dan anaknya. Oleh karena itu, ibu yang menyusui
anaknya harus diberikan pengetahuan tentang gizi.

Soal gizi ibu hamil maupun nifas, di mana bila gizi yang dibutuhkan, hampir
mirip, tetap berpedoman pada 4 sehat 5 sempurna dengan menu seimbang.
Kuantitas dan kualitas makanan ibu yang baik pada saat hamil maupun mana
nifas akan mempengaruhi produksi ASI. Jika keadaan gizi ibu baik secara
kuantitas, akan terproduksi ASI lebih banyak daripada ibu dengan gizi kurang.
Sedangkan secara kualitas tidak banyak dipengaruhi kecuali lemak, vitamin dan
mineral.
Pada dasarnya menu untuk ibu hamil dan menyusui porsi makan baik nasi
maupun lauk pauknya lebih banyak daripada sebelum hamil dan menyusui.
Pesan penting bagi ibu menyusui, antara lain:
a. Banyak makan sayuran yang beragam dan banyak minum sedikitnya 8 gelas
sehari,
b. Pemakaian bumbu jangan terlalu merangsang, tidak pedas,
c. Tetap memperhatikan kecukupan gizi rata-rata dianjurkan (2900 k.kal.)
Ibu menyusui harus :
a. Mengkomsumsi tambahan 500 kalori setiap hari
b. Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan
vitamin yang cukup
c. Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu minum setiap kali
menyusui)
d. Pil zat besi (sulfas/glukonas ferrosus) harus diminum untuk menambah xat
gizi setidaknya selama 40 haro pasca bersalin (setelah melahirkan)
e. Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A
kepada anaknya melalui ASI (Air Susu Ibu)-nya.
PENYULUHAN KESEHATAN (PENKES) KELUARGA BERENCANA

TINJAUAN MATERI

1. Pengertian.
Keluarga berencana adalah suatu usaha mengatur banyaknya kehamilan, mencegah dan
menjarangkan kehamilan sehingga berdampak positif bagi pasangan suami istri serta
keluarganya.
2. Tujuan keluarga berencana.
a. Menurunkan angka kelahiran.
b. Menunda atau menjarangkan kehamilan.
c. Membentuk keluarga kecil bahagia sejahtera.
d. Menciptakan hubungan harmonis suami istri.

3. Manfaat keluarga berencana.


a. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan.
b. Mengatur jarak diantara kelahiran.
c. Menentukan jumlah anak dalam keluarga.
d. Meningkatkan sosial ekonomi keluarga.

4. Syarat – syarat alat kontrasepsi / KB yang baik.


a. Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya.
b. Cara penggunaannya sederhana.
c. Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan.
d. Murah dan terjangkau oleh masyarakat.
e. Efek samping yang merugikan sangat kecil.
f. Tidak mengganggu hubungan suami istri.
g. Tidak memerlukan bantuan medik / kontrol yang ketat selama pemakaian.

5. Metode keluarga berencana.


a. Metode kontrasepsi sederhana.
1) Kondom ( efektifitas 85% ).
Merupakan sarung karet tipis yang dipasang pada penis sebagai tempat penampungan
air mani yang dikeluarkan pria pada saat senggama sehingga tidak tercurah pada
vagina.
Keuntungan menggunakan kondom :
Murah dan dapat dibeli secara umum.
Mengutangi penyakit menular seksual.
Mudah cara pemakaiannya.
Tidak mengurangi kenikmatan.
Ker0ugiannya :
Mungkin alergi terhadap karet dan bocor.
2) Coitus interuptus ( senggama terputus ).
Coitus interuptus adalah menghentikan senggama dengan mencabut penis dari liang
vagina pada saat suami menjelang ejakulasi.
Keuntungan :
Tidak memerlukan alat atau obat sama sekali sehingga relative sehat untuk digunakan
wanita.
Kerugian :
Resiko kegagalan cukup tinggi.
3) Metode Kalender (pantang berkala, efektifitas 60%).
Keluarga berencana alami didasarkan pada siklus masa subur dan tidak subur seorang
wanita. Pasangan suami istri tidak bersenggama pada saat masa subur istri, yaitu 14
hari sebelum haid yang akan datang atau hari ke 12 sampai hari ke 16 karena sel
sperma masih hidup 3 hari setelah ejakulasi.
Keuntungannya :
Tidak memakai alat apapun, hubungan seksual alami tercapai dan memuaskan.
Kerugiannya :
Memerlukan perhitungan yang benar.
Periode haid yang tidak teratur menjadi tidak efektif / gagal.

b. Metode Kontrsepsi Hormonal.


1. PIL KB ( efektifitas 99% )
Cara kontrasepsi wanita berbentuk pil didalam strip yang berisi gabungan hormon
estrogen dan progesteron atau hanya berisi hormon progesteron saja (pil mini).
Keuntungan :
Cocok digunakan untuk menunda kehamilan pertama dari pasutri muda.
Mengurangi rasa sakit pada waktu menstruasi.
Mencegah anemia defisiensi zat besi.
Mengurangi resiko kanker ovarium.
Pada ibu menyusui menggunakan pil mini tidak mempengaruhi produksi ASI.
Kerugian :
Harus disiplin minum pil.
Pemakaian pil kombinasi dapat mengurangi ASI.
Pemakaian pil mini dapat berhenti haid.
Dapat meningkatkan tekanan darah.
Wanita diatas 30 th tidak dianjurkan karena akan mempengaruhi keseimbangan
metabolisme tubuh.
2. KB SUNTIKAN. (efektifitas 99%)
Ada 2 jenis kontrasepsi hormon
a. Yang hanya mengandung hormon progesteron yaitu :
1) Depo provera. Disuntikan setiap 12 mgg (3bln).
2) Noristerat. Disuntikan setiap 8 mgg (2 bln)
b. Yang mengandung hormon progesteron dan estrogen, yaitu :
3) Cyclofem. Disuntikam setiap 4 mgg (1 bln).
Pemakaian suntikan ini mendapat haid setiap bulan seperti biasa.
Keuntungan :
Praktis, ekonomis dan aman.
Tidak mempengaruhi ASI.
Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri.
Dapat menurunkan kemungkinan anemia.
Kerugian :
Gangguan menstruasi : tidak haid, spotting / flek – flek, darah haid banyak
Perubahan berat badan : bisa bertambah atau turun.
Pusing dan sakit kepala sifatnya sementara.
3. ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT (AKBK / IMPLANT / SUSUK KB ), efektifitas 97- 99%.
Alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit, biasanya dipasang pada lengan kiri
atas terdiri : 6 bat, 4 bat,2 bat, 1 bat yang mengandung hormon levonorgestrol.
Keuntungan :
Tidak menekan produksi ASI.
Praktis, efektif jangka panjang 5 tahun, kalau 2 bat / 1 bat efektif 1 – 3 tahun.
Tidak ada faktor lupa.
Membantu mencegah anemia.
Khasiat susuk segera setelah pengangkatan implant.
Kerugian :
Implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih.
Lebih mahal dari pil KB atau suntikan KB.
Timbul gangguan menstruasi selama 3 – 6 bulan pertama.
Dapat terlihat dibawah kulit.
4. ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM ( AKDR / IUD / SPIRAL ).efektifitas 98%.
Adalah alat kontrsepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang bentuknya bermacam –
macam terdiri dari plastik, ada yang dililit tembaga (cuprum / Copper),ada yang dililit
tembaga bercampur perak.
Keuntungan :
Praktis, ekonomis, dapat diterima oleh masyarakat.
Mempunyai toleransi yang tinggi, hanya sedikit wanita yang mengeluh dan mendapat
komplikasi.
Pemasangan tidak memerlukan teknik medis yang sulit.
Pulih kesuburan setelah AKDR dicabut.
Berjangka panjang ( dapat sampai 10 tahun ).
Kerugian :
Masih terjadi kemungkinan hamil.
Nyeri kadang – kadang pada saat haid.
5. METODE KONTRASEPSI MANTAP ( KONTAP ).efektifitas hampir 100%.
Kontrasepsi mantap adalah salah satu cara kontrasepsi dengan tindakan pembedahan
jenis kontap yaitu :
a. Vasektomi / MOP ( medis operatif pria ).
Vasektomi atau kontap pria yaitu kontrasepsi dengan cara mengikat dan memotong
saluran sperma / vas deferens, sehingga sperma tidak keluar saat senggama →
vasektomi beda dengan kebiri (kebiri mengangkat buah peler).
Keuntungan :
dilakukan hanya sekali (permanen) dengan bius setempat ± 15 menit.
Klien tidak perlu dirawat dirumah sakit.
Tidak menggangu hubungan seks selanjutnya.
Kerugian :
Tidak bisa punya anak lagi.
Kesalahan mengikat / memotong yang tidak sempurna berakibat perdarahan.
b. Tubektomi
Tubektomi atau kontap wanita yaitu kontrasepsi permanen untuk mencegah keluarnya
sel telur dengan cara mengikat dan memotong kedua saluran telur ( tuba ) wanita.
Keuntungan :
Dapat dilakukan di rumah sakit kecil atau puskesmas tanpa dirawat.
Tehnik mudah, dapat dilakukan oleh dokter umum.
Dapat dilakukan dengan pembiusan lokal.
Masa penyembuhan pasca bedah singkat.
Kerugian :
Tidak bisa punya anak lagi
Ada rasa sakit dan tidak nyaman dalam jangka pendek setelah tindakan, infeksi pada luka.

6. Tempat pelayanan keluarga berencana.


a. Rumah sakit.
b. Puskesmas.
c. Posyandu.
d. Praktek dokter kebidanan.
e. Praktek bidan.